Berita Terkini

Qatar Umumkan 238 Kasus Baru Corona dalam Satu Hari

DOHA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Qatar mendeteksi 238 kasus baru dari corona atau Covid-19 dalam satu hari, Rabu (11/3) waktu setempat.

Kasus baru teridentifikasi pada ekspatriat yang tertular virus setelah melakukan kontak dengan tiga pasien terinfeksi yang diumumkan awal pekan ini.

Seluruh 238 pasien baru corona tertular setelah melakukan kontak dengan tiga warga di kompleks perumahan yang sama.

“Kementerian Kesehatan Masyarakat mengklarifikasi bahwa kasus-kasus baru yang telah didaftarkan adalah mereka yang dikenai karantina sebagai tindakan pencegahan sejak ditemukannya tiga kedatangan yang terinfeksi,” ujar pernyataan resmi kementerian kesehatan Qatar dikutip Al Arabiya, Kamis (12/3).

Qatar sejauh ini belum melaporkan adanya korban jiwa terkait kasus virus corona. Namun demikian, pemerintahnya sudah meliburkan universitas dan sekolah, membatalkan banyak acara publik termasuk MotoGP hingga melarang pelancong dari 14 negara memasuki negara itu.

Banyak kasus awal yang didiagnosis di Qatar berasal dari sekelompok warga negara dan staf asing yang dipulangkan ke negara Teluk dari Iran. Iran sendiri pada Rabu (11/3) melaporkan 63 kematian baru dari virus corona baru ini.

Angka tersebut tertinggi dalam tiga minggu sejak Republik Islam mengumumkan kematian pertama dari wabah.

Wabah virus corona di Iran adalah salah satu yang paling mematikan di luar China, pusat penularan. Iran belum secara resmi memberlakukan karantina, tetapi pihak berwenang telah berulang kali meminta orang untuk tidak bepergian.

Pada Senin lalu, Qatar mengumumkan penutupan semua sekolah dan universitas, satu hari setelah pemerintah mengatakan melarang masuknya pendatang dari 14 negara.

Negara-negara Teluk melaporkan lonjakan kasus virus corona selama akhir pekan. Seperti Uni Emirat Arab (UEA) menutup semua sekolah mulai Ahad lalu untuk mencegah penyebaran virus. Arab Saudi juga menutup semua sekolah dan universitas menyusul pencegahan penyebaran dari virus yang kini sudah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO.

sumber: republika.co.id

PBNU Minta LSF Lindungi Anak dari Tayangan Berbahaya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj meminta Lembaga Sensor Film (LSF) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melindungi anak-anak dari tayangan film yang merusak.

Hal ini disampaikan Kiai Said menyusul kasus pembunuhan yang dilakukan remaja 15 tahun terhadap balita dua tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Anak kecil sekarang lihat film dengan bebasnya. Memang sulit, nggak gampang. Tapi LSF harus betul-betul memproteksi anak dengan baik,” ujar Kiai Said usai membuka Rakernas LP Ma’arif NU di Jalan Pusdiklat Depnaker, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (11/3).

Hal senada juga disampaikan Ketua LP Ma’arif NU, KH Arifin Junaidi. Namun, menurut Junaidi, film bukan satu-satunya faktor yang merusak mental anak-anak Indonesia. Karena itu, menurut dia, tayangan sinetron di televisi yang tidak mendidik juga harus diperhatikan oleh LSF.

“Film bukan satu-satunya faktor tunggal. Itu hanya salah satunya. Jadi kalau kami mengimbau televisi hentikanlah tayangan sinetron nggak jelas dan tidak mendidik,” ucap Arifin saat ditemui di tempat yang sama.

Belum lama ini publik dikejutkan oleh kasus pembunuhan keji yang dilakukan NF, remaja 15 tahun yang tega membunuh balita lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3). Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya terpengaruh dengan film horor Chucky dan Slender Man yang kerap ditontonnya.

Polisi yang mengusut kasus NF ini mengungkapkan, pelaku mengaku tidak memiliki motif apa pun membunuh balita tersebut. Dengan kata lain, ia hanya terdorong oleh keinginan membunuh tanpa ada motif lain selain itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, saat melakukan pembunuhan NS bahkan sempat menaruh jenazah balita berinisial APA tersebut di dalam lemari kamar, dan sempat tidur semalam di kamar tersebut. Yusri menyebut, NF terdorong oleh tontonan film horor dan kekerasan yang diketahui menjadi hobi NF.

“Bahwa pengakuan si pelaku ini suka menonton film horor. Bahkan ada satu film Chucky yang menjadi hobinya,” ungkap Yusnus pekan lalu.

Sumber: republika.co.id

WHO Tetapkan Wabah Corona Sebagai Pandemi

JENEWA (Jurnalislam.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan wabah virus corona (COVID-19) sebagai pandemi.

“Ini adalah pandemi pertama yang disebabkan oleh coronavirus,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah briefing di Jenewa, Swiss, Rabu (11/3/2020).

“WHO telah dalam mode respons penuh sejak kami diberitahu tentang kasus pertama.”

“Dan kami telah setiap hari meminta negara-negara untuk mengambil tindakan yang mendesak dan agresif. Kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas.”

Pengumuman itu disampaikan setelah wabah asal Wuhan, China itu menyebar ke sedikitnya 114 negara. Di mana sebanyak delapan negara di antaranya melaporkan kasus infeksi lebih dari 1.000.

Negara-negara itu termasuk Italia, Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat (AS).

Bahkan Tedros menyebut jumlah penyebaran di luar China terus meningkat di saat Negeri Tirai Bambu justru melaporkan penurunan jumlah kasus baru.

“Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus COVID-19 di luar China telah meningkat 13 kali lipat, dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat,” kata Tedros dilaporkan NPR.

“Karena itu kami telah membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi.”

Secara global, wabah mirip SARS itu telah menjangkiti 125.862 per Kamis pagi, menurut data Johns Hopkins CSSE. Sementara korban tewas mencapai 4.615 dan yang sembuh 67.003 orang.

Ini adalah pertama kalinya WHO menyebut sebuah wabah sebagai sebuah pandemi sejak yang terakhir pada 2009. Di mana pada tahun itu lembaga ini menetapkan wabah H1N1 “flu babi” sebagai pandemi. Pada saat itu flu babi H1N1 membunuh lebih dari 18.000 orang di lebih dari 214 negara dan wilayah, menurut WHO.

Sumber: cnbcindonesia.com

 

Langkah Anies Cegah Corona: Hentikan CFD hingga Tunda Formula E

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memutuskan untuk menghentikan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).

Keputusan itu diambil untuk menekan penyebaran SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid 2010..

“Demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dan potensi penularan maka dua minggu ke depan Pemprov DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor,” kata Gubernur DKI Jakarta Aneis Rasyid Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2020), seperti dilansir cnnindonesia.com..

Setelah dua pekan berlalu, Anies mengatakan bakal kembali mengkaji ulang untuk peraturan selanjutnya. Pengkajian dilakuan mengikuti kondisi penyebaran virus corona di Jakarta.

Selain HBKB, ada sejumlah kegiatan yang Anies tunda karena penyebaran virus corona. Salah satunya adalah Formula E. Menurut rencana, ajang balap mobil listrik itu digelar pada 6 Juni 2020 mendatang.

“Mencermati perkembangan Covid-19 di berbagai belahan dunia, khususnya di DKI Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaanya,” demikian bunyi surat nomor 117/-1.857.73 tertanggal 9 Maret 2020 yang ditandatangani Anies dan ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix Rabu (11/3/2020).

Ditemui di Balai Kota Jakarta, Anies menjelaskan alasan di balik penundaan tersebut.

“Kita enggak ingin mengorbankan keselamatan warga demi pencapaian perekonomian. Memang ekonominya besar, tapi bila punya resiko, maka kita tunda,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Pemprov Aceh Siapkan Qanun Beasiswa untuk Mahasiswa

BANDA ACEH(Jurnalislam.com)— Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengupayakan program beasiswa bagi pendidikan dayah atau pesantren yang direncanakan melalui dasar hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, mengatakan pihaknya mulai mengumpulkan gagasan terkait rancangan Pergub Aceh tentang beasiswa pendidikan dayah, dalam sebuah focus group discussion (FGD).

“FGD ini merupakan perintah qanun Aceh nomor 9 tentang penyelenggaraan Pendidikan Dayah. Ada 18 Pergub Aceh yang harus kita siapkan, sehingga qanun penyelenggaran pendidikan dayah bisa bekerja opersional,” katanya di sela-sela pembukaan FGD di Banda Aceh, Rabu (11/3).

Dia menyebutkan dalam FGD membahas tentang rancangan Pergu Aceh untuk bantuan pendidikan untuk thalabah atau santri.

Dengan demikian santri dayah akan diberikan kesempatan untuk memperoleh beasiswa pendidikan, sehingga dapat menimba ilmunya hingga ke luar negeri.

Kata dia, dengan selesainya Pergub tersebut nantinya maka Dinas Pendidikan Dayah Aceh dapat memfasilitasi bantuan pendidikan bagi santri maupun maha santri.

Dia mengatakan, kini terdapat enam Ma’had Aly yang telah berdiri di Aceh. “Kita harapkan dengan lahirnya Pergub ini akan ada perhatian yang sama dari Pemerintah Aceh terhadap santri,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Azhari, yang juga ketua pelaksana FGD mengatakan tujuan dikusi itu untuk memberikan kemudahan bagi santri dayah dalam mendapatkan bantuan pendidikan yang layak.

Menurut dia, ada 18 qanun yang sedang dipersiapkan dalam rancangan Pergub Aceh. “Ini sebagai bentuk petunjuk teknis pelaksanaan qanun Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Dayah Aceh. Salah satunya adalah pengalokasian beasiswa pendidikan bagi thalabah atau santri dayah,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Moms, Ini Makanan yang Tingkatkan Imunitas Anak di Tengah Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) Menyusul ditemukannya kasus positif Covid-19 di Indonesia, beredar informasi mengenai beragam makanan yang dapat menurunkan imunitas tubuh.

Dalam informasi yang beredar via WhatsApp Group tersebut dikatakan bahwa setidaknya ada enam makanan yang dapat menurunkan sistem imun tubuh.

Keenam makanan tersebut adalah makanan manis, seperti gula pasir dan olahan kue yang bergula, makanan olahan susu dan terigu, makanan gorengan yang tinggi lemak jenuh, makanan tinggi protein hewani, makanan atau minuman kemasan dan kalengan yang mengandung bahan-bahan tambahan tak alami, dan makanan olahan yang terlalu banyak diproses.

Menanggapi informasi ini, mantan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof dr Badriul Hegar SpA(K) menyatakan, informasi tersebut tidak disertai dengan bukti-bukti ilmiah. Sumbernya pun tak jelas.

“Apakah semua makanan yang kita makan nggak ada lemak jenuh? Nggak mungkin,” ujar Hegar saat ditemui usai talk show Bicara Gizi dan peluncuran Fiber O Meter bersama Danone Indonesia, di Jakarta.

Dalam upaya menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak melalui makanan, Hegar mengungkapkan prinsip yang terpenting adalah asupan yang cukup dan seimbang.

Untuk itu, orang tua perlu memahami seberapa besar kalori dan zat gizi yang diperlukan anak sesuai dengan usia mereka.

Sebagai contoh, anak yang membutuhkan asupan 800 kalori per hari bisa diberikan makan sebanyak tiga kali makan besar dengan 200 kalori dan dua kali camilan 100 kalori per sajian.

Saat memberikan anak menu makan pagi sebesar 200 kalori, orang tua harus memastikan bahwa di dalam piring makan anak tersebut sudah mengandung beragam zat gizi yang dibutuhkan anak. Zat gizi ini meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, banyak orang tua yang mungkin mendapatkan informasi mengenai konsumsi makanan atau suplemen tertentu untuk melindungi anak dari wabah tersebut. Akan tetapi, Hegar mengingatkan orang tua untuk lebih bijak dalam menanggapi informasi-informasi tersebut.

Hegar menjelaskan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan atau suplemen tertentu manjur melindungi seseorang dari penularan Covid-19.

Kan sebenarnya banyak orang yang membuat isu hanya untuk promo,” jelas Hegar.

Keberadaan media sosial saat ini dapat mempermudah penyebaran informasi, dalam hal ini khususnya ilmu pengetahuan terkait kesehatan. Namun, ilmu pengetahuan yang disebarkan melalui media sosial ini tentu harus berasal dari sumber yang jelas dan berkompeten serta didukung oleh bukti ilmiah.

Sumber: republika.co.id

 

Kemenag Tutup Sementara Aplikasi Layanan Pendaftaran Umrah

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) menutup sementara layanan pendaftaran umrah dalam aplikasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Penutupan Siskopatuh akan mulai dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2020.

“Siskopatuh kami tutup sementara. Ini dilakukan menyusul kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara ibadah umrah,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, Selasa (10/3/2020) malam.

Menurut Arfi, pihaknya telah menerbitkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah umrah, dan perusahaan asuransi perjalanan ibadah umrah. Selama Siskopatuh ditutup sementara, mereka tidak menerima pendaftar baru.

Ia menyampaikan, kebijakan tersebut diambil karena belum ada kepastian dicabutnya kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi. Siskopatuh akan dibuka kembali setelah mendapatkan kejelasan tentang pencabutan penghentian sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Arfi juga meminta PPIU untuk melakukan penjadwalan ulang keberangkatan bagi jamaah umrah yang telah mendaftar. “Tetap mengutamakan kepentingan jamaah dengan tidak membebankan biaya tambahan kepada jamaah, termasuk jamaah yang telah memiliki jadwal setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi diberlakukan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, jika ada pembatalan jamaah umrah, PPIU wajib melapor kepada Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus atau Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus.

Kasubdit Pengawasan Umrah Noer Aliya Fitra mengatakan, tercatat ada 2.393 jamaah Indonesia yang tertunda keberangkatan umrahnya akibat kebijakan Arab Saudi yang diterbitkan pada 27 Februari 2020. Mereka berasal dari 75 PPIU yang diangkut oleh delapan maskapai penerbangan.

Di luar itu, tercatat ada 1.685 jamaah umrah yang sempat tertahan di negara ketiga pada saat transit. Saat ini mereka telah dipulangkan kembali ke Tanah Air oleh maskapai sesuai kontraknya.

“Sedangkan, jamaah yang sudah terdata lunas biaya penyelenggaraan ibadah umrah di Siskopatuh per 4 Maret 2020 sebanyak 32.994 jamaah. Mereka awalnya terjadwal akan diberangkatkan dalam rentang waktu 28 Februari sampai 31 Mei 2020,” ujarnya.

 

MUI Minta Lembaga Sensor Tak Loloskan Film Merusak Mental Anak

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Lembaga Sensor Film Film (LSF) tidak meloloskan film yang merusak kepribadian anak sehingga tidak terjadi lagi pembunuhan yang dilakukan remaja terhadap balita seperti di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Itu salah satu tugas Lembaga Sensor Film untuk menilai film-film yang beredar, apakah film yang akan diloloskan itu baik atau tidak, bernilai edukasi atau tidak. Kalau merusak kepribadian anak atau merusak akhlak anak bangsa, menurut saya, jangan diloloskan,” kata Anwardi kantor MUI, Selasa (10/3).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berharap kelak SF LSF lebih selektif lagi dalam meloloskan film yang akan beredar di Indonesia. Pasalnya, peristiwa pembunuhan yang dilakukan remaja 15 tahun tersebut sungguh sangat menyedihkan. “Peristiwa ini sangat menyedihkan ya, mengenaskan. Remaja membunuh anak kecil karena pengaruh film,” ucap Buya Anwar.

Ia juga mengingatkan kepada para pengusaha perfilman agar tidak selalu mengedepankan kepentingan bisnis dalam membuat film. “Karena yang namanya pengusaha dia kan orientasinya mencari uang. Jadi, jangan kepentingan mencari uang, lalu akhlak dan moral itu dikorbankan. Terlalu besarlah ongkosnya bagi pertumbuhan bangsa kita,” kata Buya Anwar.

Belum lama ini publik dikejutkan kasus pembunuhan keji yang dilakukan  NF, remaja 15 tahun yang tega membunuh bocah berusia lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/3). Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya terpengaruh film horor Chucky dan Slender Man yang kerap ditontonnya.

Polisi yang mengusut kasus NF ini mengungkapkan, pelaku mengaku tidak memiliki motif apa pun dalam membunuh bocah tersebut. Dengan kata lain, ia hanya terdorong keinginan membunuh, tanpa ada motif selain itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, saat melakukan pembunuhan, NF sempat menaruh jenazah balita berinisial APA tersebut di dalam lemari kamar. Ia pun sempat tidur semalam di kamar tersebut. Yusri menyebut, NF terdorong tontonan film horor dan kekerasan yang diketahui menjadi hobi NF. “Si pelaku ini suka menonton film horor. Bahkan, salah satunya film Chucky yang menjadi hobinya,” ungkap Yunus.

Sumber: republika.co.id

 

 

RSPI Sulianto Saroso: 2 Pasien Sudah Sembuh Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit Pusat Infeksi( RSPI) Sulianti Saroso menyatakan dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut telah pulih setelah hasil pemeriksaan laboratorium keduanya menunjukkan hasil negatif.

“Pasien 3 dan pasien 6 (penomoran dari urutan masuk ke RSPI Sulianti Saroso) yang negatif. Pasien 3 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan, dan Pasien 6 merupakan warga negara asing berjenis kelamin laki-laki,” kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahrir dalam jumpa pers di kompleks rumah sakit di Jakarta, Rabu (11/3)

Jika mengikuti urutan yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Pasien 6 versi RSPI merupakan Pasien 10, yaitu seorang WNA berjenis kelamin laki-laki berusia 29 tahun. Informasi itu turut dikonfirmasi oleh Syahrir: “Iya, pasien 6 itu pasien ke-10”.

Pasien 3, Syahrir menyebut, telah dirawat sejak 4 Maret. Sementara itu, Pasien 6 atau Pasien 10 dinyatakan positif pada 9 Maret. Artinya, pasien yang berkewarganegaraan asing menjalani masa perawatan kurang lebih dua hari sampai akhirnya dinyatakan negatif Covid-19 pada hari ini.

Dua pasien tersebut, Syahrir menerangkan, rencananya akan dipulangkan pada Kamis (12/3). Ia menjelaskan RSPI Sulianti Saroso tidak bertanggung jawab terhadap proses pemulangan dan penjemputan pasien. Tanggung jawab itu, menurut dia, akan diserahkan ke pihak pasien, keluarga pasien, dan pihak kedutaan khusus untuk warga negara asing.

Tidak hanya itu, Syahrir menerangkan pihak rumah sakit juga tidak bertanggung jawab untuk proses pemantauan setelah pasien dipulangkan ke rumah.

“Itu harusnya tanggung jawab Dinas Kesehatan ya. Jadi rumah sakit tidak punya kewenangan untuk melakukan pemantauan langsung kepada pasien-pasien di lokasi mereka berada. Tapi, kita kerja sama, ya,” ujar Syahrir.

Hingga 11 Maret, RSPI Sulianti Saroso masih merawat delapan pasien Covid-19, enam di antaranya masih dinyatakan positif, sementara dua sisanya telah dinyatakan negatif. Sementara itu, ada dua pasien suspect yang masih menunggu hasil. Dengan demikian, RSPI Sulianti Saroso telah menampung 10 pasien dalam ruang isolasi dari kapasitas 11 ruangan.

Sejak indonesia melaporkan kasus pertama Covid-19, RSPI Sulianti Saroso juga telah memeriksa 667 orang dalam pengawasan (ODP). Jumlah itu, menurut Syahrir terus bertambah tiap harinya.

Data Worldometers, laman penyedia jasa statistik independen, per Rabu (11/3), jumlah pasien COVID-19 dunia mencapai 119.217 jiwa dengan kasus terbanyak ditemukan di China (80.778 jiwa); Italia (10.149 jiwa); Iran (8.042 jiwa); dan Korea Selatan (7.755 jiwa). Di samping itu, Prancis juga melaporkan 1.784 kasus positif Covid-19, diikuti oleh Spanyol 1.695 kasus, Jerman 1.565 kasus, dan Amerika Serikat 1.010 kasus.

Dari jumlah keseluruhan pasien terjangkit Covid-19, 66.563 di antaranya dinyatakan pulih, sementara 4.299 lainnya meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

WNA Positif Corona Meninggal Dunia di Bali

BALI (Jurnalislam.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengonfirmasi pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia di RSUP Sanglah, Rabu (11/3/2020) dini hari tadi.

Hal itu disampaikan Indra kepada wartawan di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020).

“Ya tadi pagi pukul 02.45 WITA saya mendapatkan informasi dari RSUP Sanglah bahwa salah satu pasien dalam pengawasan Covid-19 meninggal dunia pada pukul 02.45 WITA. Ini adalah warga negara asing berjenis kelamin perempuan usianya 53 tahun,” katanya seperti dilansir detik.com.

WNA itu baru empat hari lalu masuk wilayah Indonesia. Dia juga memiliki komplikasi penyakit, yaitu hipertensi, hipertiroid, diabetes, dan Chronic Obstuctive Pulmonary Disease (COPD).

Pasien tersebut awalnya dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (10/3/2020). Pasien itu termasuk dalam imported case atau terinfeksi virus dari luar Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan seorang pasien yang positif terjangkit SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) dini hari WIB.

Menurut Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, WNA berjenis kelamin perempuan dan berusia 53 tahun itu meninggal dunia bukan karena virus corona.

“Betul bahwa coronavirus ini akan memperburuk daya tahan tubuh dia dan ini akan membuat penyakit-penyakit dasar yang dia miliki menjadi semakin parah. Tidak pernah kita dapatkan meninggal karena coronavirus sendiri. Selalu adalah komplikasi,” ujar Yuri.

Sumber: cnbcindonesia