Berita Terkini

Tren Wisata Pasca Pandemi Diprediksi Akan Berubah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir 200 negara termasuk Indonesia telah membawa perubahan dunia termasuk di sektor pariwisata. Hal itu diprediksi akan membuat adanya perubahan tren wisata pasca pandemi berakhir.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, pihaknya terus mempersiapkan perubahan tren baru berwisata usai pandemi Covid-19.

“Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi itu disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism termasuk di dalamnya soal kesehatan dan keamanan,” kata Giri dalam keterangannya, Sabtu (25/4.

Giri juga menjelaskan pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19 yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19.

“Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di forum ini juga kami meminta untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi saat ini,” katanya.

Founder & Chairman MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, mengatakan sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak pandemi dan memiliki imbas kepada sektor lain.

“Sekarang semua sadar ketika pariwisata stop, ekonomi juga stop. Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi. Covid-19 ini menarik, karena pariwisata tak akan pernah sama lagi,” kata Hermawan.

Ia juga menilai walau diterpa Covid-19, Bali menjadi contoh bagus dalam mengombinasikan God, people, nature dalam sektor pariwisata.

Karenanya, ia memprediksi setelah Covid-19 akan semakin banyak wisatawan yang menuntut pariwisata tidak hanya dari segi harga, tetapi juga keberlangsungan lingkungan di destinasi tujuan.

Mereka menginginkan destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan lebih baik, sistem mitigasi, di mana bisa terjadi dengan menggabungkan ketiga unsur tersebut. “Kalau bicara bertahan atau surviving itu sudah pasti. Sekarang tinggal bicara preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah Covid-19. Bali jadi contoh dan punya ketahanan. Nusa Tenggara Barat juga sekarang sedang preparing karena melihat potensi di masa depan. Seperti yang sudah saya katakan, daerah-daerah tersebut sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi,” kata Hermawan.

Sumber: republika.co.id

Di Jaksel Saja, Sudah 13 Ribu Warga Jalani Rapid Test

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan hingga Sabtu mencatat sebanyak 13.065 warga sudah menjalani tes cepat (rapid test) deteksi virus corona (Covid-19).

Keterangan ini disampaikan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Muhammad Helmy.

“Dari 13.065 orang yang menjalani tes cepat tersebut ditemukan sebanyak 12.646 negatif dan 419 positif,” kata Helmy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Helmy mengatakan tingkat kepositifan Covid-19 di wilayah Jakarta Selatan berdasarkan jumlah warga yang telah menjalani tes cepat yakni 3,2 persen. Menurut dia pelaksanaan tes cepat di wilayah Jakarta Selatan telah dilakukan sejak instruksi Presiden Joko Widodo mulai Jumat (20/3) lalu.

Presiden menginstruksikan pelaksanaan tes cepat terlebih dahulu dilakukan di wilayah Jakarta Selatan. Helmy menyebutkan, tes cepat masih dilakukan dengan menyasar orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang tanpa gejala(OTG) berdasarkan hasil pelacakan dari pasien positif.

Tes cepat juga dilakukan oleh sejumlah pihak seperti Kamis (23/4) Kejaksaan Agung RI melaksanakan tes cepat secara drive thru atau layanan tanpa turun yang menyasar 500 kendaraan roda dua dan roda empat. Dari hasil tes cepat secara drive thru tersebut terdapat dua orang dinyatakan positif yakni pengemudi taksi dan ojek daring dari wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Mereka yang dinyatakan positif diperiksa ulang dengan PCR (polymerase chain reaction). “Dilakukan isolasi dan dirujuk ke rumah sakit, dilihat kasus per kasus jika gejala buruk tentu harus dirawat,” kata Helmi.

Hingga Sabtu malam, data dalam situs corona.jakarta.go.id menunjukkan sebanyak 3.681 kasus positif Covid-19 berada di Jakarta. Rinciannya adalah 1.947 orang dirawat, 1.050 orang menjalani isolasi mandiri, 334 orang sembuh, dan 350 orang meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Gembira Jalani Ramadhan, Adab terhadap Bulan Suci

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ramadhan adalah bulan mulia penuh berkah yang perlu disambut umat Islam. Maka Muslim di seluruh dunia sudah seharusnya menyambutnya dengan semangat dan gembira sebagai bentuk adab pada bulan suci.

Pengurus Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Imron Baehaqi mengatakan, meski sekarang sedang terjadi musibah pandemi virus corona atau Covid-19. Umat Islam dituntut agar tetap semangat dan gembira menyambut Ramadhan. Sebab ekspresi suka cita tersebut merupakan bagian dari adab menyambut bulan suci yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

Sebuah riwayat dari Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda,”Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan, maka ucapkanlah selamat datang kepadanya, karena ia akan datang membawa berbagai keberkahan. Maka alangkah mulianya bulan yang datang itu.”

“Lantas kenapa kita harus gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan? Secara eksplisit dalam hadits dari Imam Thabrani tersebut sudah disebutkan alasan kegembiraan itu dikarenakan turunnya ragam keberkahan di bulan Ramadhan,” kata Ustadz Imron , awal pekan ini.

Ia menerangkan, berkah berarti segala bentuk kenikmatan, kebaikan, dan anugerah yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dengan kata lain pada bulan Ramadhan, Allah SWT menebarkan rahmat dan ampunan-Nya serta peluang dibebaskannya setiap hamba dari sentuhan siksa api neraka jahanam.

Di antara ragam keberkahan atau kenikmatan di bulan Ramadhan ini adalah difardukannya ibadah puasa, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. “Kemudian setan dibelenggu, dan adanya malam seribu bulan atau malam lailatul qadar saat Ramadhan,” ujar Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Fikes UHAMKA Jakarta ini.

Ketua Umum Ikatan Alumni Libya Indonesia (IKALI) ini menyampaikan, Imam Ahmad dan An-Nasa’i meriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW menyampaikan berita gembira kepada para sahabat dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda, “Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan.”

Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat, Allah telah mewajibkan atas kamu puasa, di dalam bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari 1.000 malam. Barang siapa tidak diberikan kebajikan malam itu, maka sesungguhnya ia telah dijauhkan dari kebajikan.

“Rasulullah juga menegaskan orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, kegembiraan pada saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sesungguhnya aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wanginya kasturi,” jelas Ustadz Imron.

Ustadz Imron juga menyampaikan hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Ibn Khuzaimah dan Al-Baihaqi dari Ibn Mas’ud. Rasulullah SAW bersabda, seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang tersedia di bulan Ramadhan, niscaya mereka berharap bulan Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun.

sumber: republika.co.id

DPD Dukung Penundaan Pembahasan RUU Cipta Kerja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI Fahira Idris mengatakan, klaster ketenagakerjaan butuh masukan banyak pihak, termasuk dari berbagai komunitas masyarakat.

Proses menjaring aspirasi ini tidak akan mungkin maksimal di tengah pandemic Covid-19 yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat. Maka ia menganggap penundaan pembahasannya merupakan langkah yang tepat.

Menurut Fahira, strategi pembahasan RUU yang dianggap kontroversi dan mendapat sorotan tajam cuma satu.

Yaitu membuka ruang seluas-luasnya bagi publik utuk berpartisipasi, berdiskusi, dan mengikuti semua prosesnya secara transparan. Sehingga strategi tersebut yang harus ditempuh Pemerintah dan DPR dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.

“Makanya keputusan menunda klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja adalah langkah yang tepat dan bijak,” ujar Fahira Idris, dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Sabtu (25/4).

Lanjut Fahira, keputusan menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini juga akan meringankan beban pikiran masyarakat, terutama buruh dan para pekerja.

Masyarakat akan bisa lebih fokus menjalankan berbagai protokol kesehatan Covid 19 tanpa harus khawatir dengan pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja terus dibahas bahkan disahkan.

Fahira juga berharap, penundaan ini dapat dijadikan kesempatan bagi Pemerintah, DPR, dan masyarakat untuk lebih mendalami pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja, termasuk formulasi solusi dari pasal-pasal yang dianggap kontroversial. Lanjutnya, penundaan ini membuat kita semua, terutama Pemerintah dan DPR RI untuk lebih fokus bergerak bersama memutus rantai penyebaran Covid 19.

“Semakin banyak energi dan sumber daya yang kita kerahkan, semakin cepat wabah ini bisa kita lewati. Dengan begitu, agenda-agenda penting bangsa ini bisa segera kita lanjutkan kembali,” tutup Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

sumber: republika.co.id

 

Wardah Fokuskan Kegiatan Amal dan CSR di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ibadah puasa Ramadan yang dijalankan umat muslim tahun sedikit berbeda karena adanya wabah Covid-19.

Hal ini membuat beberapa brand yang lekat dengan segmen pasar muslim mengkonstruksi kembali strategi komunikasi pemasarannya. Salah satunya adalah brand kecantikan Wardah. Kali ini kegiatan aktivasi brand difokuskan pada kegiatan amal dan CSR.

Wardah menggelar kampanye Ramadan Cantik Dari Hati bertajuk #SelaluAdaBahagia.

Sebuah kampanye inspiratif dan gerakan sosial yang bertujuan mengajak masyarakat terutama kaum muslim untuk tetap menghidupkan suasana bulan suci Ramadan dengan berbagi kebahagiaan dalam segala kondisi.

Berkontribusi dalam upaya penanggulangan Covid-19, selama bulan Ramadan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Wardah akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terutama bagi mereka yang terkena dampak ekonomi dan kesehatan.

Berbagai kegiatan dan konten edukatif akan dilakukan, penggalangan donasi, kolaborasi dengan musisi tanah air, Wardah Pop Up Kitchen, kajian islami online bersama komunitas, hingga edukasi melalui media sosial.

Shabrina Salsabila, Brand Activation Manager Wardah, menyampaikan “Kami berkomitmen hadir bagi konsumen dalam masa sulit ini. Ada masa ketika bisa beribadah, berbuka puasa atau sahur bersama keluarga dan teman, dan mungkin kali ini sendiri saja,” ungkap dia.

Dalam situasi seperti ini juga penting bagi kita semua untuk tetap menebar kebahagian dengan cara kita masing-masing. Meski Ramadan tahun ini dihimbau agar tetap menjaga jarak fisik, dengan diselenggarakannya kampanye Ramadan #SelaluAdaBahagia Wardah berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli, saling menghargai, dan menjaga satu sama lain.

Dalam menyelenggarakan kegiatan #SelaluAdaBahagia Wardah bergerak dan bersinergi dengan berbagai komunitas dan figur publik. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kondisi darurat Covid-19 dan dengan melakukan penggalangan dana dapat memenuhi kebutuhan APD, hand sanitizer untuk ruang publik dan masjid, serta bantuan sosial seperti sembako dan uang tunai.

“Sebagai produsen kosmetik, Wardah ingin membantu masyarakat dan juga pemerintah. Kami terus mengusahakan agar segala kebutuhan dalam masa darurat melawan Covid-19 dapat diperoleh dan segera didistribusikan secara merata, tepat guna dan tepat sasaran” tambah Shabrina.

Sumber: republika.co.id

Wapres: Karena Corona, Jumlah orang Miskin Bertambah Banyak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan jumlah orang miskin meningkat seiring dengan terguncangnya perekonomian akibat pandemic Covid-19 di Indonesia maupun secara global.

Untuk itu, Kiai Mar’ruf mengajak masyarakat saling membantu dan tolong menolong ke sesama di tengah pandemi Covid 19.

“Situasi ke-ekonomian masyarakat kita sedang terguncang, banyak yang kemudian menjadi miskin baru, kalau dulu itu hanya 25 persen sekarang sudah meningkat mungkin sampai 40 persen, bahkan mungkin lebih,” ujarnya Wapres saat berpartisipasi sejenak dalam program stasiun TV swasta ‘Rhoma Irama Musik Amal dari Rumah’, Sabtu (25/4) malam.

Kiai Ma’ruf menyambut baik berbagai upaya penggalangan dana maupun bantuan untuk masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi Covid 19. Apalagi, momentum bukan Ramadhan menjadi waktu yang pas masyarakat yang punya kelebihan berbagi kepada yang membutuhkan.

“Bulan sadaqah, bulan dianjurkan untuk kita melakukan pendermaan apalagi Rasulullah sendiri disebut orang yang paling dermawan di bulan Ramadan,” ucapnya.

“Maka saya kira bulan Ramadan kali ini kebutuhan masyarakat sangat besar karena itu bantuan masyarakat, bantuan mereka yang memiliki kelebihan sangat diperlukan sebagai bentuk rasa solidaritas kebersamaan dan saling berbagi,” kata Ma’ruf lagi.

Wapres menjelaskan, meski Pemerintah telah memberikan bantuan melalui program dan subsidi, namun jumlah itu tentu tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan. “Karena itu pada saat seperti ini memang bantuan masyarakat sangat diperlukan, karena tidak mungkin kita hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, subsidi pemerintah, bantuan sosial dari pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Wapres juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersabar dan tawakal dalam menghadapi pandemi Covid 19 ini.

Sumber: republika.co.id

 

Ini Rekomendasi Makanan untuk Sahur dan Berbuka

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Selain berfokus pada ibadah, penting bagi seorang Muslim untuk tetap memerhatikan pola makan selama menjalani puasa Ramadhan.

Pengaturan pola makan yang tepat selama puasa Ramadhan dibutuhkan agar kebutuhan gizi sehari-hari tetap terpenuhi dengan baik.

Puasa Ramadhan pada dasarnya memberikan kesempatan bagi tubuh untuk “bebersih” dari makanan dan minuman yang selama ini dikonsumsi.

Rentang jam puasa yang diterapkan oleh umat Islam pun dinilai sangat ideal karena tidak membuat tubuh kehilangan nutrisi atau mengalami dehidrasi terlalu lama.

Agar puasa dapat memberikan manfaat kesehatan, pengaturan pola makan yang baik tentu diperlukan. “Prinsip yang dipegang, selalu gizi seimbang,” jelas dokter sekaligus ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen MHum.

Selama Ramadhan, sahur bisa dianggap sebagai waktu sarapan yang dilakukan lebih pagi dari biasanya. Meski dilakukan dini hari, menu-menu yang disantap saat sahur tetap harus beragam sesuai dengan anjuran “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI.

Hindari memilih menu makan sahur karena rasa malas atau karena sekedar mengisi perut agar tidak lapar. Jangan pula memilih menu makan sahur karena pengaruh iklan-iklan komersil.

“Nanti isi perut sebelum imsak malah nggak karuan,” kata Tan.

Berdasarkan anjuran “Isi Piringku”, setengah bagian piring makan merupakan porsi untuk sayur dan buah. Sayur dan buah diketahui kaya akan antioksidan dan vitamin yang dapat menunjang daya tahan tubuh. Di sisi lain, sayur dan buah juga kaya akan serat yang dapat mengatur kecepatan penyerapan gula di dalam tubuh.

“Bahkan serat larutnya menjadi prebiotik untuk menghidupkan probiotik dalam usus besar, yang juga berperan dalam imunitas,” papar Tan.

Senada dengan Tan, konsultan gizi Royal Sport Performance Center Senayan City dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Dr Rita Ramayulis DCN MKes juga mengatakan, perubahan paling mendasar selama ibadah puasa Ramadhan hanyalah jam makan. Jam makan yang semula dilakukan di pagi, siang dan sore hari kini dipindahkan ke malam dan dini hari.

“Jenis makanan, hal lainnya, tidak ada yang berbeda,” tutur Rita.

Yang perlu menjadi perhatian, porsi karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa mungkin perlu disesuaikan. Alasannya, kebutuhan tubuh akan karbohidrat dan lemak tidak terlalu besar di malam hari.

“Karena kita melakukan proses makan di malam hari, di mana tubuh tidak lagi melakukan aktivitas. Sehingga tidak perlu energi yang berlebih,” lanjut Rita.

Rita mengatakan zat gizi yang mungkin perlu lebih diutamakan saat berbuka puasa adalah protein dan mineral. Oleh karena itu, Rita menyarankan agar umat Islam menyediakan aneka pilihan jenis protein saat berpuasa.

Beberapa contoh jenis protein yang bisa dijadikan pilihan adalah telur, susu, dan aneka olahannya, serta daging-dagingan. Ada pula jenis protein yang memiliki harga terjangkau seperti tempe, oncom, atau kacang-kacangan.

“Kita anjurkan penggunaan minyak tidak lagi berlebih ketika kita berpuasa,” tambah Rita.

Rita juga mengingatkan agar sayur dan buah bisa dikonsumsi sesuai anjuran. Sayur dan buah sebaiknya dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu hari.

“Saat makan di waktu malam dan dini hari itu tadi,” tutur Rita.

Sumber: republika.co.id

20 Ribu Warga Inggris Meninggal Dunia Akibat Corona

LONDON(Jurnalislam.com) — Lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia kini telah meninggal karena virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins. Ada lebih dari 2,8 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah kematian di AS melebihi 50 ribu orang, ketika orang Amerika mengalami wabah paling mematikan di dunia. Lima negara kini telah melaporkan jumlah kematian di atas 20 ribu meskipun cara kematian dihitung sangat bervariasi, dilansir BBC pada Ahad (26/4).

AS, Italia, dan Spanyol telah menyaksikan jumlah kematian tertinggi yang dilaporkan. Departemen Kesehatan Inggris mengumumkan pada Sabtu (25/4) bahwa lebih dari 20 ribu orang kini meninggal akibat virus corona di rumah sakit Inggris.

Prancis, yang memasukkan kematian di panti jompo dalam statistiknya, mengatakan jumlah korbannya meningkat 369 orang pada Sabtu. Ada 22.614 kematian akibat virus ini di Prancis sejak awal Maret. Tetapi pejabat kesehatan mengatakan tingkat kematian di rumah sakit menurun dan jumlah orang dalam perawatan intensif telah menurun selama 17 hari berturut-turut.

Para ahli statistik telah memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa yang dilaporkan mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap tentang epidemi suatu negara. AS telah melihat kematian virus terbanyak di setiap negara, tetapi juga memiliki populasi yang jauh lebih besar daripada kebanyakan.

Dengan 330 juta orang, populasinya melebihi jumlah total orang yang tinggal di lima negara terbesar di Eropa barat yakni Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Banyak negara Eropa telah melaporkan lebih banyak kematian per kepala populasi daripada AS dan Eropa secara keseluruhan telah melaporkan lebih banyak kematian secara keseluruhan.

Tingkat kematian juga tergantung pada siapa yang dihitung. Beberapa negara memasukkan kematian di panti jompo dalam data mereka sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap. Sedangkan yang lain hanya menghitung kematian di rumah sakit di mana Covid-19 telah dikonfirmasi.

Belgia memiliki angka 6.917 kematian dalam populasi 11,4 juta. Lebih dari setengah kematian negara itu terjadi di panti jompo untuk orang tua dan sebagian besar didasarkan pada kasus yang diduga, yang membuat data negara itu terlihat jauh lebih buruk.

Sumber: republika.co.id

AS Catat 895 Ribu Kasus Corona, 50 Ribu Kematian

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Sabtu (25/4), melaporkan positif virus corona (Covid 19) di negara itu berjumlah 895.766 kasus, dengan kenaikan sebanyak 30.181 kasus dari hari sebelumnya.

Sementara jumlah pasien meninggal dilaporkan mengalami penambahan sebanyak 1.623 jiwa sehingga total 50.439 jiwa.

CDC melaporkan hitungannya pada pukul 4.00 sore waktu timur pada 24 April, dibandingkan dengan hitungannya sehari sebelumnya. Angka-angka CDC tidak mesti mencerminkan kasus-kasus yang dilaporkan oleh masing-masing negara bagian.

Virus Corona yang muncul pertama kali di pasar basah di kota Wuhan, Hubei, China tengah itu bukan saja menimbulkan kerugian material yang luar biasa pada perekonomian global namun juga menimbulkan ketegangan di antara China dan Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa China tidak transparan kepada dunia mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dengan wabah yang belum ditemukan vaksinnya itu.

Di kalangan pejabat AS bahkan timbul spekulasi bahwa virus itu kemungkinan bukan muncul dari pasar di Wuhan, yang juga menjual hewan liar tapi dari keteledoran saintis yang bekerja di laboratorium virologi di Wuhan. China membantah spekulasi itu.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengukuhkan bantahan itu. Dalam satu pernyataannya, WHO mengatakan bahwa kemungkinan besar corona diakibatkan oleh virus yang berasal dari kelelawar dan bukan akibat reka cipta di laboratorium.

Sumber: republika.co.id

Sembuh dari Corona, PM Inggris Akan Kembali Bekerja Besok

LONDON (Jurnalislam.com) — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan akan kembali bekerja pada Senin (27/4) besok. Ia akan bekerja kembali setelah dinyatakan pulih dari infeksi virus corona dan menjalani perawatan di unit intensif (ICU) rumah sakit St Thomas di London.

Setelah pulih dan diharuskan beristirahat selama dua pekan, Johnson nampaknya siap kembali menjalani tugas memimpin pemerintahan negara. Sebelumnya, pada Jumat (24/4) ia juga sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.

Selain itu, Johnson juga diketahui telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan para penasihat pemerintahan dan sejumlah menteri lainnya. Seorang sumber mengatakan pria berusia 55 tahun itu memberi pengarahan terperinci mengenai kebijakan yang dilakukan sejauh ini dan untuk fase selanjutnya dalam perjuangan menghadapi situasi pandemi saat ini.

Pertemuan seluruhnya dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meski nampaknya telah siap kembali aktif bekerja, namun kondisi kesehatan Johnson masih terus dipantau dan dokter yang bertugas untuknya akan memberi saran.

Johnson mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona jenis baru pada 27 Maret lalu. Ia sempat menjalani perawatan di unit perawatan intensif pada 6 April lalu, setelah gejala-gejala yang dialaminya memburuk.

Saat ini Inggris mengonfirmasi ada 148.377 kasus Covid-19 dan 20.319 kematian. Negara itu telah memberlakukan lockdown guna membendung penyebaran virus corona jenis baru.

Meski demikian, Inggris menjadi negara kelima dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 20 ribu akibat Covid-19 setelah Amerika Serikat (AS), Italia, Spanyol, dan Prancis. Angka ini diperkirakan belum termasuk kematian dalam komunitas yang lebih luas, seperti di panti jompo. Ini berarti jumlah korban sebenarnya akan lebih tinggi setidaknya beberapa ribu.

Sumber: republika.co.id