Berita Terkini

Langgar Protokol Covid, Para Menteri Disebut Tak Cerminkan Teladan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan peserta Rapat Koordiniasi Tingkat Menteri (RKTM) di Bali, tanggal 21-22 Agustus yang tak menerapkan protokol kesehatan.

Seharusnya, masih di masa pandemi ini mereka yang merupakan wakil pemerintah menjadi teladan bagaimana patuh menerapkan protokol kesehatan

Sekjen MUI KH Anwar Abbasmengatakan bahwa kalaupun akan tetap melakukan rapat, maka ketentuan tentang protokol medis berupa memakai masker dan menjaga jarak hendaknya benar-benar dihormati dan tegakkan.

Untuk itu  teladan dari pemerintah sebagai pihak yang akan digugu dan ditiru oleh rakyat luas tentu jelas sangat-sangat diharapkan.

“Oleh karena itu kehadiran foto RKTM di atas jelas terasa sebagai sesuatu yang mengganggu,” katanya saat dihubungi, Ahad (23/8).

KH Anwar menegaska, bukannya tidak setuju dengan hal tersebut, akan tetapi kehadirannya di tengah-tengah masa Covid-19 yang sudah sangat melelahkan  ini tentu jelas-jelas sangat memprihatinkan dan sesalkan. Sebaiknya terkait foto tersebut diharapkan ada klarifikasi.

“Karena tidak mencerminkan keteladanan yang baik bagi rakyat dan bangsa dalam upaya kita bersama untuk keluar dari krisis yang ada baik dari krisis kesehatan maupun dari krisis ekonomi yang ditimbulkannya,” katanya.

KH Anwar mengaku, tidak tahu apakah hal tersebut yakni berkumpul tanpa memakai masker dan menjaga jarak dilakukan oleh para menteri tersebut adalah dengan sengaja. Yakni dengan maksud agar rakyat tidak lagi harus takut untuk beraktifitas dan berkumpu dengan pihak lain tanpa harus memakai masker dan menjaga jarak.

“Kalau memang seperti itu saya terus terang belum tahu argument dan rasionalisasinya,” katanya.

Foto RKTM diposting oleh Prof Yuwono di aku Facebooknya dengan ceptoin: “Kabar gembira, boleh berkumpul, deketan, foto bareng tanpa masker. Aku setuju karena ini semua orang sehat. So jangan takut untuk berkumpul di sekolah, pasar, cafe, masjid dll selama semuanya sehat. Foto ini resmi foto para menteri yang sedang meeting di Bali. Para menteri adalah teladan kita #optimistapi waspada”

Sumber: republika.co.id

 

Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas di Istanbul

ISTANBUL(Jurnalislam.com)– Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bertemu dengan delegasi besar kepemimpinan Hamas, termasuk pemimpin kelompok, Ismail Haniyah, dan wakil pemimpin, Saleh al-Arouri, pada Sabtu (22/8). Pertemuan ini dilakukan di Istana Vahdettin Istanbul.

Menurut laporan kantor berita milik Turki TRT, Erdogan juga menerima ketua biro politik Hamas bersama dengan delegasi yang menyertainya.

Pertemuan berlangsung secara tertutup di hadapan Kepala Badan Intelijen Turki, Hakan Fidan, pejabat Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun, dan juru bicara Istana Kepresidenan Ibrahim Kalin.

Lebih dari seminggu yang lalu, sebuah laporan oleh Telegraph mengkonfirmasi bahwa Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada pejabat senior Hamas di dalam sel. Laporan itu menyatakan, telah melihat dokumen yang menunjukkan setidaknya satu dari 12 anggota senior Hamas di Turki telah menerima kewarganegaraan Turki dan nomor identitas.

Dikutip dari media Arab Saudi Al Arabiya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menunjuk Haniyah, pemimpin kelompok Palestina Hamas, sebagai teroris pada 2018. Hamas yang mendominasi Jalur Gaza ini telah mendorong penyerangan terhadap Israel dan ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS dan beberapa negara Barat lainnya. Bahkan, Haniyeh dan al-Arouri memiliki hadiah 5 juta dolar AS jika dapat ditangkap.

Sumber: republika.co.id

WHO: Remaja 12 Tahun ke Atas Wajib Kenakan Masker

ZURICH (Jurnalislam.com) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan anak-anak berusia 12 tahun ke atas harus memakai masker untuk membantu mengatasi pandemi covid-19 dalam kondisi yang sama seperti orang dewasa. Sementara anak-anak berusia antara enam dan 11 tahun harus memakainya berdasarkan risiko pendekatan.

“Anak-anak berusia 12 tahun ke atas sebaiknya mengenakan masker ketika jarak satu meter dari orang lain tidak dapat terjamin dan ada penularan yang meluas di daerah tersebut,” kata WHO dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam dokumen di situs web WHO tertanggal 21 Agustus.

Apakah anak-anak berusia antara enam dan 11 tahun harus memakai masker, itu bergantung pada sejumlah faktor. Menurut kedua organisasi, ini termasuk intensitas penularan di daerah tersebut, kemampuan anak untuk menggunakan masker, akses ke masker dan pengawasan orang dewasa yang memadai.

Dampak potensial pada pembelajaran dan perkembangan psiko-sosial, dan interaksi yang dimiliki anak dengan orang-orang yang berisiko tinggi mengembangkan penyakit serius, juga harus berperan.

Anak-anak berusia lima tahun ke bawah tidak diharuskan memakai masker berdasarkan keselamatan dan kepentingan keseluruhan anak, kata WHO dan UNICEF.

Studi menunjukkan anak-anak yang lebih tua berpotensi memainkan peran yang lebih aktif dalam penularan virus corona baru daripada anak-anak yang lebih kecil. WHO dan UNICEF mengatakan, menambahkan lebih banyak data diperlukan untuk lebih memahami peran anak-anak dan remaja dalam penularan virus, yang menyebabkan Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Kasus Corona Global Tembus 23 Juta, 800 Ribu Meninggal Dunia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Korban meninggal akibat pandemi Covid-19 telah menembus angka 800 ribu jiwa di seluruh dunia, Ahad (23/8). Sementara itu jumlah kasus tercatat melampaui 23 juta.

Mengutip data yang dihimpun Worldmeters, saat ini terdapat 23.357.450 kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 807.679 jiwa. Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan kasus terbanyak di dunia. Ia memiliki 5.838.645 kasus dan 180.142 kematian.

Brasil menyusul di urutan kedua dengan 3.582.698 kasus dan 114.277 kematian. Posisi ketiga ditempati India dengan 3.043.436 kasus dan 56.846 kematian. Rusia menempati urutan keempat dengan 951.897 kasus dan 16.310 kematian.

Kemudian posisi kelima diduduki Afrika Selatan dengan 607.045 kasus dan 12.987 kematian. Selain kelima negara tersebut, masih terdapat beberapa negara lain yang memiliki angka kematian Covid-19 cukup tinggi. Meksiko, misalnya, telah mencatatkan 59.610 kematian.

Ada pula Inggris (41.423 kematian), Italia (35.430 kematian), Spanyol (28.838 kematian), Prancis (30.512 kematian), dan Peru (27.245 kematian).

Sumber: republika.co.id

 

Riset Vaksin Covid-19 Memerlukan Biaya Besar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla menilai Indonesia membutuhkan kerja sama dengan global dalam membuat vaksin Covid-19. Sebab, pembuatan vaksin membutuhkan biaya yang besar.

“Untuk vaksin sendiri memang kita harus berkerja sama secara global karena biaya riset dan produksinya tidak murah,” ujar JK dalam keterangannya, Ahad (23/8).

Ia mengatakan, negara besar seperti Amerika Serikat saja dalam membuat vaksin membutuhkan biaya yang besar untuk seluruh warga. Karena itu, apalagi Indonesia juga membutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk memastikan pembuatan vaksin tersebut.

Sebelumnya, JK juga menyingung soal hasil riset obat virus Covid-19. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu meminta semua pihak menunggu keputusan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, riset obat Covid-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama TNI AD, Badan Intelijen Negara (BIN) telah melalui uji klinis fase ketiga dan tinggal diregistrasikan ke BPOM.

“Ya tentu akan diperiksa detail oleh instansi terkait kalau di Indonesia BPOM yang menentukan, karena itu obat,” ujar JK dalam siaran pers, Ahad (23/8) saat ia menghadiri acara Donor Darah Ikatan Alumni Universitas Brawijaya di halaman gedung parkir A Gelora Bung Karno, Jakarta. Karena itu, sebelum diproduksi massal dan siap diedarkan maka harus melalui BPOM terlebih dahulu.

Sumber: republika.co.id

Sanksi Pelanggar Protokol Akan Terus Dilakukan

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Jabar) memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di objek wisata karena pada masa libur panjang jumlah warga yang berwisata cenderung meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik pada Minggu mengatakan bahwa kegiatan pariwisata mulai menggeliat semenjak pemerintah mulai menjalankan kebijakan mengenai adaptasi pada kebiasaan baru (AKB).

Dedi menjelaskan pula bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 terus melakukan sosialisasi mengenai sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan di objek wisata seperti Pantai Barat Pangandaran.

Pemerintah juga melakukan pengawasan dan upaya penegakan protokol kesehatan di tempat wisata dengan dukungan aplikasi SiCaplang (Aplikasi Pencatatan Pelanggaran).

“Aplikasi ini memudahkan petugas patroli terutama PPNS Satpol PP dalam mendata pelanggaran dan identitas pelanggar, jenis pelanggaran, waktu dan lokasi pelanggaran berbasis GPS,” kata Dedi.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rizhanul Ulum menjelaskan bahwa ada tiga tingkatan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, pertama teguran lisan dan tulisan, kedua pencatatan administratif, dan ketiga denda administratif Rp 100 ribu bagi perorangan dan Rp 500 ribu bagi badan usaha.

“Uang hasil denda masuk ke dalam kas pemerintah kabupaten kota masing-masing. Tujuan utamanya bukan meraup PAD (pendapatan asli daerah), namun upaya tegas dalam mendisiplinkan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

sumber: republika.co.id

 

Cegah Penularan Covid, Objek Wisata Jabar Akan Diperketat

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Jabar) memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di objek wisata karena pada masa libur panjang jumlah warga yang berwisata cenderung meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik pada Minggu mengatakan bahwa kegiatan pariwisata mulai menggeliat semenjak pemerintah mulai menjalankan kebijakan mengenai adaptasi pada kebiasaan baru (AKB).

“Untuk jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih dalam pendataan. Namun, memang terjadi kepadatan terutama sekitar objek wisata karena long weekend,” katanya.

“Sejauh ini, okupansi hotel di Jawa Barat ada di angka rata-rata 40 persen sampai 50 persen. Yang perlu digarisbawahi adalah, semua hotel dan destinasi wisata harus mengikuti aturan protokol kesehatan dan pengurangan dari total kapasitas,” ujar Dedi menambahkan.

Pemerintah provinsi, ia melanjutkan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan guna memastikan para pelaku industri wisata serta wisatawan mematuhi protokol kesehatan. “Kita harus tetap waspada dan mengutamakan protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

Angka Covid-19 Indonesia Capai 153.535 Kasus

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Jumlah kasus konfirmasi atau positif virus corona (covid-19) di Indonesia pada Ahad (23/8/2020) ini bertambah sebanyak 2.037. Dengan demikian, total ada 153.535 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan data yang dimuat di grup Medkom Bencana dan laman kemkes.go.id hari ini, terdapat 22.152 spesimen yang diperiksa.

 

Selain itu, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga tinggi, melebihi kasus positif. Pada hari ini dilaporkan ada 2.302 pasien sembuh dari Covid-19. Sehingga, hingga hari ini terdapat 107.500 orang sembuh dari Covid-19.

Sementara, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 86, sehingga total 6.680 orang meninggal akibat Covid-19.

Jumlah suspek Covid-19 hingga kini 75.522 orang. Kasus Covid-19 sudah terjadi di 485 kabupaten/kota di Indonesia.

Sumber: sindonews.com

Cegah Resesi, Masyarakat Diminta Belanja ke Pasar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak emak-emak kembali belanja ke pasar sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat wabah virus corona. Namun demikian, pemerintah daerah tetap harus mengawal dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Cara ini bisa ditempuh dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona, dan pemberian panduan protokol kesehatan di pusat pembelanjaan maupun pasar rakyat,” ujar dia, di Jakarta, Ahad (23/8/2020).

Disamping itu, pihaknya juga terus mendorong merampungkan revitalisasi pasar rakyat di 133 kabupaten dan kota tahun ini.

Program ini dapat dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi karena sifatnya yang padat karya, dengan estimasi mampu menyerap 3.375 tenaga kerja selama revitalisasi berlangsung.

Selain itu juga menambahkan bantuan tersebut berupa masker, sarung tangan, sabun cair, hand sanitizer, tangki air dan wastafel, dan bilik disinfektan untuk 157 pasar rakyat. Kemendag juga memiliki program bantuan sarana usaha perdagangan untuk tahun 2020-2022 yang diestimasi memberi manfaat kepada 22.170 orang.

“Untuk mendukung aktivitas pasar rakyat di masa pandemi, Kemendag telah mengalokasikan anggaran dalam wujud bantuan bagi pedagang dan pengelola pasar,” tandasnya.

sumber: sindonews.com

[FOTO] Silaturahim Muharram Ribuan Warga Solo Bersama Ulama dan Tokoh

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Soloraya mengikuti kegiatan ‘Apel dan Tausyiah Kebangsaan’ di Bundaran Gladak, Solo, pada ahad, (23/8/2020) pagi.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut diadakan dalam rangka untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah.

 

Mengambil tema ‘Dengan Semangat Hijrah Bangkitkan Jiwa Patriotisme Rakyat Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’, massa melakukan longmarch dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladak.

 

Dalam longmarch tersebut, nampak pasukan berkuda berada di barisan depan kemudian diikuti peserta aksi yang membawa spanduk dan bendera merah putih dan bendera tauhid.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah ulama dan tokoh agama dari Soloraya dan DIY tampak hadir diantaranya KH. Rofi’i, KH. Halim Naharursurur, ustaz Mujahid, ustaz Umar Said, Mudrick Sangidu, ustaz Nashirudin, ustaz Alfian Tanjung, ustaz Mas’ud, ustaz Arifin Badres, ustaz Muinudinillah Basri, MA, Muhammad Ali, ustaz Aris Munandar dan Kasyum Musyafa’.

 

Di akhir kegiatan, ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri memberikan Piagam Solo kepada Prof Rahmat Wahab kemudian untuk diteruskan ke penggurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pusat.

 

Reporter: Ridho Asfari