Berita Terkini

Pusat Pendidikan Gaza Bimbing Penghafal Qur’an Global Secara Daring

GAZA(Jurnalislam.com0 – Meski Gaza sedang mengalami blokade dari zionis Israel, tetapi hal itu tak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar dan menghafal Alquran.  Halaqah-halaqah Alquran masih marak digelar meski secara daring.

Sebuah pusat belajar yang berada di di kawasan Gaza memiliki program membaca Alquran secara daring bagi para pelajar dari seluruh dunia. Pusat belajar ini telah ada sejak tahun lalu dan memberikan layanan pendidikan bagi orang-orang dari berbagai negara.

Seperti dilansir Iqna.ir pada Rabu (27/10) ada lebih dari 60 pengajar yang hafal dan memahami ilmu Alquran yang juga kompeten dalam bahasa asing mengajarkan dan membimbing menghafal Alquran pada para peserta dari berbagai negara melalui aplikasi video pertemuan, Zoom.

Kepala Administrasi Quran dan Sunnah Gaza, Abd al-Rahman al Jamil. mengatakan sejak 2015 sudah ada lebih dari 20 ribu pria dan wanita dari seluruh dunia telah menyelesaikan kursus di pusat belajar tersebut.

Menurutnya tujuan dari pusat belajar tersebut adalah untuk mendidik 20 ribu orang per tahun. Dia menambahkan alasan didirikannya pusat belajar itu adalah untuk meningkatnya minat orang-orang terhadap Alquran.

Selain itu keberadaan pusat belajar juga membawa pesan kemenangan dan pembebasan Palestina dan Al Quds.

“Dalam perjalanan luar negeri kami, kami memberitahu dunia bahwa Gaza telah berhasil mendidik 10 ribu penghafal Quran di bawah pengepungan dan kami bangga akan hal ini,” katanya.

sumber: ihram.co.id

 

Asosiasi Cendekiawan Palestina Kecam Penghancuran Pemakaman Muslim di Al Quds

YERUSALEM(Jurnalislam.com) — Asosiasi Cendekiawan Muslim Palestina pada Senin (25/10) mengutuk penghancuran Pemakaman Islam Al-Yusufiye oleh Israel di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.

Dilansir dari laman Anadolu Agency pada Selasa (26/10), Dalam sebuah pernyataan, asosiasi tersebut mengatakan pihak berwenang Israel tidak menghormati perasaan umat Islam dengan “Yudaisasi” kuburan mereka, dan tindakan semacam itu akan mengarah pada eskalasi dalam menghadapi pendudukan Israel.

Asosiasi tersebut mendesak para cendekiawan Muslim di dunia Arab dan Islam untuk mengintensifkan upaya mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang upaya “Yudaisasi” di Yerusalem. Pada Senin, otoritas kota Israel melanjutkan penghancuran dan perataan Pemakaman Al-Yusufiye meskipun ada protes oleh warga Palestina yang memiliki kerabat yang dimakamkan di kuburan.

Sementara Kepala Komite Pelestarian pemakaman Islam di Yerusalem, Mustafa Abu Zahra mengatakan bahwa kru kota Israel bertindak dengan alat buldoser sebagian dari tanah pemakaman. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang Israel berusaha untuk mengubah dan mengubah bagian dari kuburan menjadi taman alkitabiah.

Adapun Pemakaman Al-Yusufiye, yang terletak di sebelah tembok yang mengelilingi Kota Tua, merupakan salah satu kuburan Muslim tertua di Yerusalem yang diduduki. Baik Tepi Barat dan Yerusalem Timur dianggap sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional.

Sumber: ihram.co.id

 

Lembaga Perlindungan Konsumen Keberatan dengan Kewajiban PCR

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Lembaga Perlindungan Konsumen Penerbangan dan Pariwisata Indonesia (LPKPPI) telah menyampaikan keberatan terkait kewajiban PCR. Seperti diketahui setiap penumpang pesawat terbang termasuk untuk umrah wajib menunjukan bukti telah dilakukan vaksin, PCR dan Swab.

“Kami sudah menyampaikan keberatan atas kewajiban PCR bagi penumpang angkutan udara,” kata wakil Ketua LPKPPI H Priyadi Abadi, Selasa (26/10).

Priyadi mengatakan, keberatan itu dilakukan karena hal tersebut terkesan diskriminatif dan memberatkan penumpang. Baiknya PCR atau Swab tidak diberlakukan bagi penumpang yang sudah vaksin dengan dosis lengkap. “Harusnya cukup dengan antigen saja” ujarnya.

Meski demikian, Priyadi mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pemerintah yang akan menurunkan harga PCR agar bisa terjangkau. “Kami sambut baik semoga bisa dengan harga yang terjangkau masyarakat,” katanya.

Priyadi mengatakan, jika memang PCR wajib, kenapa tidak diberlakukan untuk penumpang angkutan darat. Menurutnya angkutan udara lebih aman dibandingkan dengan angkutan darat. Artinya kasus penyebaran Covid-19 lebih cepat dibanding dengan angkutan udara.

“Sedangkan kewajiban PCR tidak diwajibkan pada moda angkutan darat. Padahal angkutan udara relatif lebih aman karena menggunakan hepa filter,” katanya.

 

Sumber: ihram.co.id

Dirkrimum Polda Metro di Balik Surat Perintah Buntuti HRS Berujung Pembunuhan Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, disebut-sebut menjadi sosok yang memerintahkan tujuh anggota kepolisian untuk membuntuti rombongan Habib Rizieq Shihab

 

Perintah itu diberikan berdasarkan surat perintah penyelidikan (spindik) Nomor : SP.Lidik/5626/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 05 Desember 2020 perihal melakukan tindakan kepolisian dalam rangka penyelidikan berdasarkan informasi dari hasil Patroli Cyber tentang adanya rencana pergerakan jutaan massa PA 212 yang akan menggeruduk Polda Metro Jaya dalam menanggapi Surat Panggilan kedua dari Penyidik Polda Metro Jaya kepada Muhammad Rizieq Alias Habib Rizieq Shihab

 

Hal ini disampaikan saksi, Toni Suhendar, anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dalam sidang lanjutan perkara yang menewaskan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI), Selasa (26/10/2021).

 

Toni sendiri juga mendapat perintah untuk membuntuti rombongan Habib Rizieq Shihab

es Tubagus Ade Hidayat, itu yang memperintahkan? Memperintahkan untuk penyidikan dan penyelidikan?” tanya jaksa dalam sidang.

 

“Iya (dia yang memperintahkan),” jawab Toni yang dihadirkan secara daring.

 

Sumber: tribunews

Saksi KM 50 Lihat Laskar FPI Tiarap Minta Tolong Sebelum Dihabisi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Penjaga warung Sari Rasa di Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Ratih mengatakan bahwa empat orang yang kemudian diketahui sebagai laskar Front Pembela Islam (FPI) sempat diperintahkan untuk keluar dari mobil dan disuruh tiarap oleh seseorang yang membawa senjata api.

Hal itu ia sampaikan saat bersaksi kasus kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/10).

Awalnya, Ratih menceritakan tengah menjaga warung saat insiden itu terjadi pada dinihari. Ia tiba-tiba mendengar ada suara mobil melakukan pengereman secara mendadak di rest area. Setelahnya, ia melihat beberapa mobil itu berhenti di rest area tersebut.

Sejurus kemudian, Ia melihat seseorang keluar dari sebuah mobil yang berhenti dengan menenteng senjata api. Meski demikian, ia mengaku lupa orang tersebut keluar dari mobil yang mana.

“Saya lihat satu orang bawa pistol celana pendek. Lalu dia mengetuk pintu suruh keluar di mobil yang satu lagi yang berwarna abu-abu. “Keluar lu keluar”. Yang keluar 4 orang. Satu-satu keluar. Langsung suruh tiarap di belakang mobil,” kata Ratih.

Mobil berwarna abu-abu tersebut diketahui berjenis Chevrolet Spin yang dikendarai oleh enam Laskar FPI dalam insiden tersebut.

Setelah empat orang dikeluarkan dan disuruh tiarap, Ratih menjelaskan dua orang lain yang berada di dalam mobil abu-abu turut dikeluarkan. Namun, dua orang itu sudah dalam kondisi lemah.

“Yang dua orang lagi enggak bisa jalan itu. Orang kelima [dikeluarkan dari mobil] itu masih ditiarapkan. Yang orang keenam dimasukin langsung ke dalam mobil [lain], kondisinya lemas” kata Ratih.

Setelah itu, Ratih menjelaskan bahwa para laskar FPI yang disuruh tiarap lantas dilakukan penggeledahan. Dari penggeledahan itu disita handphone milik laskar FPI dan samurai dari dalam mobil sebagai barang bukti.

Saat diperintahkan tiarap, Ratih menjelaskan bahwa salah seorang laskar FPI sempat berteriak sangat kencang dan memohon agar tidak mencelakai temannya.

“Satu orang teriak. Dia bilang ‘Jangan diapa-apain teman saya’,” kata Ratih.

“Berapa kali teriak?” tanya Jaksa.

“Beberapa kali teriak-teriak terus. Yang agak gemukan,” timpal Ratih.

Ratih juga menjelaskan bahwa tangan empat orang yang diperintahkan untuk tiarap tak diborgol atau diikat oleh petugas. Ia juga melihat barang bukti berupa handphone dan samurai yang diamankan sempat ditaruh di sebuah meja yang terletak di depan warungnya.

“[Petugas] sempat ke warung minta plastik dan ditaruh [HP milik laskar FPI] di meja di warung. Samurai juga diletakkan di depan warung,” kata Ratih.

Lebih lanjut, Ratih mengaku tak tahu mengenai nasib empat orang yang disuruh tiarap oleh petugas setelahnya. Ia mengaku tak memperhatikan kembali insiden tersebut karena tak diperkenankan mendekat oleh petugas.

“Saya enggak tahu, enggak lihat lagi, karena tak diperkenankan mendekat oleh petugas,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa telah mendakwa dua polisi yang telah melakukan pembunuhan secara sengaja dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian enam laskar FPI. Kedua polisi itu sampai hari ini tidak ditahan.

sumber: cnnindonesia

 

MUI: Percepatan Vaksinasi Demi Kepentingan Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, percepatan vaksinasi Covid-19 merupakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk umat Islam di Tanah Air. Selama pandemi pun kehidupan para ulama dan masyarakat muslim terdampak.

 

“Berobat hukumnya wajib. Vaksinasi ini ikhtiar berobat. Dalam konsep ini, vaksinasi bertemu dengan kepentingan hukum Islam. Vaksinasi bukan hanya kepentingan pemerintah,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Arif Fahrudin dalam webinar yang diselenggarakan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa (26/10).

Menurutnya, ada ribuan ulama dan ratusan ribu umat Islam Indonesia yang meninggal karena Covid-19. Sementara jutaan jiwa lainnya turut terinfeksi virus tersebut.

“Covid-19 ini bahaya nyata. Mari para ulama dan dai untuk menyukseskan vaksinasi dan terus mengingatkan protokol kesehatan. Dengan kedua langkah itu, diharapkan pandemi bisa diatasi,” ujarnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Ahmad Zubaidi menambahkan, pihaknya menemukan adanya fakta menyedihkan di tengah pandemi Covid-19 Indonesia. Sejumlah dai nyatanya telah membahayakan umat Islam dengan melarang penerapan protokol kesehatan, bahkan memprovokasi penolakan terhadap vaksinasi.

Padahal, MUI sendiri telah mengeluarkan sejumlah fatwa terkait pandemi Covid-19. Namun masih saja ada pihak yang tidak menjadikannya sebagai rujukan.

“Fatwa itu disusun oleh ulama berdasarkan pertimbangan matang. Ulama yang mewakili berbagai organisasi umat,” terang Zubaidi.

Dia mengajak para ulama dan dai untuk merujuk pada penjelasan secara syariah dan sains demi menuntaskan pandemi Covid-19. Hindari materi dakwah yang provokatif, mengandung unsur berita bohong atau hoaks, dan tidak terverifikasi.

“Tidak akan ada masalah kalau menyampaikan hal yang benar, sumbernya jelas, berdasarkan pemahaman utuh,” tutup Zubaidi.

Sumber: merdeka.com

Klarifikasi Yaqut: Indonesia Bukan Negara Sekular, Kemenag Milik Semua Agama

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama yang saat ini dia pimpin adalah milik semua agama. Kemenag didirikan sebagai bentuk kehadiran memfasilitasi kepentingan umat beragama.

Menurut Menag, Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang masyarakatnya sangat menjunjung nilai-nilai agama. “Maka, kehadiran Kemenag logis, sebagai bentuk fasilitasi negara terhadap umat beragama untuk menjalankan ajaran agamanya,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

“Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama,” sambungnya.

Menag juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk satu ormas keagamaan. Buktinya, kata pria yang juga akrab disapa Gus Yaqut, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama dan ormas keagamaan.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Agama tidak hanya Islam, ormas juga tidak hanya NU saja,” jelas Menag.

Dijelaskan Menag, di Kementerian Agama ada 11 satuan kerja setingkat Eselon I. Ada Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) yang memfasilitasi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Selain itu, ada juga Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu. Untuk Pejabat Eselon I yang beragama Islam juga merepresentasikan sejumlah ormas, baik NU, Muhammadiyah, termasuk juga profesional.

“Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag dari kalangan profesional,” jelasnya.

“Jadi, Kemenag itu memfasilitasi semua agama dan ormas keagamaan,” tandasnya.

 

MUI Jabar Ingatkan Pentingnya Ekonomi Umat Pasca Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menurunnya kasus Covid 19 menandakan bahwa Indonesia mulai memasuki masa recovery pasca pandemi. Pada masa pemulihan, penting adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar seluruh sektor terdampak pandemi dapat diatasi secara efektif.

Menurut Ketua MUI Jawa Barat, Kiai Rahmat Syafe’i terdapat dua hal yang tidak bisa dipisahkan selama proses recovery yaitu penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Dua hal penting yang harus diperhatikan pasca pandemi serta tidak boleh ditinggalkan salah satunya yaitu penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Keduanya harus beriringan karena merupakan salah satu tujuan pokok syariat Islam,” kata Ketua MUI Jawa Barat, Selasa (26/10)

Dalam webinar “Keseimbangan Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Kesehatan di Tengah Pandemi” yang diselenggarakan oleh MUI dan Kominfo tersebut, Kiai Rahmat juga menyampaikan keadilan sosial pada hakikatnya akan terwujud apabila ekonomi kuat hasil dari tubuh yang sehat.

Tak hanya itu, keadilan sosial harus diwujudkan melalui kesehatan di kalangan masyarakat. Alasannya, kekuatan ekonomi Indonesia bisa terbangun salah satunya dimulai dari pemulihan ekonomi umat.

Ditambahkan Kiai Rahmat, perkembangan ekonomi di Indonesa akan terwujud mana kala sektor kesehatan tidak luput dari perhatian dan porsi yang seimbang.

Hal tersebut selaras dengan yang diperintahkan dalam Alquran bahwa apabila seseorang selesai ibadah shalat maka terdapat anjuran menyebar untuk mencari karunia Allah. Hingga akhirnya mampu berada pada derajat tuflihun atau orang yang sejahtera lahir dan batin.

 

“Kesehatan lahir dan batin ada salah satunya karena kuatnya perekonomian. Alquran telah memperingati bahwa kita tidak boleh lengah karena mengunggulkan salah satu di antara ekonomi dan kesehatan. Kesehatan dan ekonomi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Kiai Rahmat menyebutkan pemerintah sedang berusaha untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Kata dia, meningkatnya ekonomi sangat diperlukan dukungan dari masyarakat untuk mencapai target tersebut.

Jika hal kedua hal di atas telah dilakukan, maka keadian sosial tidak mustahil untuk diraih. Begitu juga dengan kesejahteraan sosial dalam kehidupan yang memiliki pondasi perekonomian yang kuat serta masyarakat yang sehat. (mui)

 

Soal Yaqut, Wamenag Harap Kelak Tak Ada Lagi Statement Kontroversial

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah memberi penjelasan terkait pernyataannya tentang Kementerian Agama hadiah untuk NU. Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi meminta agar pro kontra yang berkembang dihentikan.

Menag dalam penjelasannya mengatakan bahwa pernyataan itu disampaikan dalam sebuah forum internal, sehingga tidak ada unsur pejoratif terhadap pihak lain. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan menyemangati kepada para santri dan pondok pesantren agar lebih meningkatkan pengabdiannya kepada NKRI. Hal tersebut karena momentumnya bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

“Saya kira penjelasan itu bisa dipahami. Penjelasan sudah disampaikan, dan pro kontra semestinya disudahi,” terang Wamenag di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Wamenag berharap semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan statemen yang justru dapat menimbulkan situasi yang semakin panas, apalagi menarik ke masalah tersebut ke dalam isu SARA. Wamenag mengajak mereka untuk saling menahan diri dan menyalurkan energi bersama untuk bersinergi dalam memajukan bangsa.

“Saya mengajak dengan sepenuh hati agar kita semuanya lebih mengedepankan semangat persaudaraan, kerukunan dan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat meretakkan bangunan kebangsaan kita,” tuturnya.

“Islam mengajarkan agar kita saling menasihati untuk menaati kebenaran, dan saling menasihati untuk tetap di atas kesabaran. Semoga kita semuanya dapat melaksanakan ajaran Islam yang sangat luhur tersebut, aamiin,” harapnya.

500 Warga Palestina Ditahan Israel Tanpa Dakwaan

PALESTINA(Jurnalislam.com) – Pengadilan militer Israel pada hari Ahad (24/10/2021) mengkonfirmasi perintah penahanan tahanan Palestina Shadi Abu Aker, meskipun ia melakukan mogok makan selama 63 hari untuk memprotes pemenjaraannya tanpa dakwaan.

Shadi Abu Aker (37 tahun), telah ditahan oleh pasukan Israel tanpa tuduhan sejak Oktober 2020, berdasarkan perintah penahanan berulang.

Istrinya, Sajida Abu Aker, mengatakan kepada The New Arab bahwa keluarganya telah menunggu sepanjang tahun untuk pembebasannya dan tidak tahu kapan dia akan dibebaskan.

“Putra kami yang paling tua sekarang berusia tujuh tahun dan dia hanya menghabiskan waktu bersama ayahnya tidak lebih dari setahun penuh, terganggu karena penahanannya yang berulang-ulang,” katanya.

Abu Aker telah ditangkap beberapa kali oleh pasukan Israel dalam beberapa tahun terakhir, kebanyakan tanpa tuduhan.

Perkumpulan Tahanan Palestina menegaskan bahwa Shadi Abu Aker saat ini ditahan di klinik penjara Ramleh, karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Aksi mogok makan telah membuatnya menderita masalah penglihatan, muntah, dan nyeri.

Dia adalah salah satu dari enam tahanan Palestina yang terlibat dalam aksi mogok makan secara individu, sebagai bentuk protes atas penahanan administratif terhadap diri mereka.

Diantara mereka adalah Kayed Fasfus yang ditahan di Pusat Medis Barzilai Israel dan telah melakukan mogok makan selama 102 hari. Miqdad Al Qawasmeh telah melakukan mogok makan selama 94 hari dan sekarang ditahan di ICU menyusul penurunan kesehatan yang serius.

Tercatat ada sekitar 500 warga Palestina saat ini ditahan tanpa dakwaan dalam penahanan administratif oleh pasukan Israel, penahanan mereka hanya berdasarkan informasi rahasia yang diberikan ke pengadilan militer oleh intelijen Israel. (Bahri)

Sumber: The New Arab