Berita Terkini

Seratus Ribu Umat Islam Ikuti Puncak Khatam Qur’an 1443 H

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1443 H ini menjadi momentum yang sangat spesial. Pasalnya, kurang lebih seratus ribu umat Islam, secara bersama-sama mengikuti program Khatam Qur’an yang digelar UBN Podcast dan Tabung Infak, Senin petang, 18 April 2022.

Acara yang digelar secara hybrid itu dipusatkan di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, disiarkan secara multimedia dan diikuti peserta yang berkumpul di lebih dari 200 titik dari wilayah Indonesia barat hingga Fak-Fak, Papua Barat. Sedangkan dari luar negeri peserta berkumpul mengikuti Khatam Qur’an secara virtual dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, Brunei Darussalam, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura dan Inggris.

Acara Khatam Qur’an ditandai dengan pembacaan 13 surat terakhir dalam Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustaz Deden Muhammad Makhyaruddin, MA. Dimulai dengan Surat At-Takaatsur, diakhiri dengan Surat An-Naas.

Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) berkesempatan menyapa para jamaah dari forum offline hingga online. Dari Masjid Baitul Makmur, Malaka Jaya, Jakarta Timur hingga menuju ke Studio Utama di AQL Islamic Center.

Dalam tausiyahnya, UBN mengajak umat Islam untuk berjuang keras meraih kemuliaan di malam kemuliaan (Lailatul Qadar) sekaligus malam turunnya permulaan Al-Qur’an.

UBN mengingatkan, orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang membaca Al-Qur’an secara tartil, membaca dengan hati tenteram dan menikmati dengan penuh keimanan. Mereka juga menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram.

“Ini saatnya kita menguatkan sendi-sendi tubuh kita dengan huruf-huruf Al-Qur’an. Tegak, berdiri dan berbaring dengan Al-Qur’an, bahkan kalau perlu bermimpilah bersama Al-Qur’an,” kata UBN memotivasi.

UBN juga berpesan kepada mereka yang merasa berat hidupnya, tak sanggup lagi meenghadapi beban berat dan tanggungan agar bersegara membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali.

“Langsung kalian akan punya harapan, tidak ada lagi yang sedih. Satu huruf Al-Qur’an, jika kamu imani sudah cukup untuk terbukanya langit-langit rahmat,” ungkap UBN optimis.

UBN mengajak umat Islam untuk terus membaca Al-Qur’an dan berpuas-puas dengan Al-Qur’an. Sebab, kata dia, siapa saja yang berniat membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya, meskipun pada akhirnya tidak sampai khatam ia telah mendapatkan pahala. “Yang penting kamu tunaikan janjimu,” lanjutnya.

Sedangkan untuk menjemput Lailatul Qadar, UBN memberikan tiga kata kunci: siyam, qiyam dan Qur’an. Ia berpesan, usai malam 17 Ramadhan harapannya umat Islam masih dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sekali lagi.

“Pokoknya kita cuma diminta niat dan memulai, nanti Allah yang menyempurnakan,” tandasnya.

Tidak lupa, UBN mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya Program Khatam Qur’an 17 Ramadhan 1443 H.

“Terima kasih semua donatur, para muhsinin, semoga Allah berkahi usianya, hartanya, usahanya, keluarganya, dan semua ibadahnya,” pungkasnya. []

Israel Serang Al Aqsha, Ustaz Bachtiar Nasir: Mereka Bermental Destruktif

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ustaz Bachtiar Nasir turut mengomentari penyerangan tentara Israel ke Masjid Al Aqsha yang terjadi baru-baru ini.

Menurut UBN, sapaan akrab Ustaz Bachtiar Nasir, penyerangan tentara Israel ke kiblat pertama umat Islam tersebut digambarkan dalam Alquran surat Al Isra ayat 4-8.

“Pendudukan Zionis Israel yang telah berlangsung 74 tahun jika dihitung dari tahun 1948 maka ini semua menggambarkan apa yang ada di dalam surah Al Isra, khususnya di ayat 4,” kata UBN, Senin (18/4/2022).

Zionis Israel, jelas UBN, adalah mahluk bermental destruktif yang selalu melakukan kerusakan di muka bumi.

“Apa yang mereka lakukan saat ini adalah pengulangan demi pengulangan dari masa lalunya yang memiliki mental destruktif yang memiliki kecenderungan merusak tatanan peradaban,” ungkap UBN, pimpinan AQL Islamic Center ini.

Dilanjutkan UBN, penyerangan tentara Israel pada bulan Ramadhan ini merupakan ujian kesabaran umat Islam dunia. Mereka ingin merusak ketenangan umat Islam saat beribadah puasa.

“Apa yang mereka lakukan saat ini adalah ingin merusak ketenangan umat Islam di bulan Ramadan,” tegas dia.

Zionis Israel, jelas UBN, tidak menginginkan orang Islam itu tenang berpuasa. Mereka tidak rela orang Islam berislam dengan benar. Sebab jika umat Islam berislam dengan benar dengan sendirinya akan anti penjajahan, anti penistaan tempat ibadah dan anti penistaan agama.

“Umat Islam juga tidak akan mau kongkalikong dengan politik yang dilakukan oleh kelompk moderat sekalipun,” ujar alumni Madinah Islamic University.

UBN mengajak umat Islam bersatu dalam menghadapi kepongahan dan kebengisan Zionis Israel. Menghadapi Zionis Israel tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri atau ikhtiar kemanusiaan.

Sebab jika dari sisi manusia, Nabi Musa AS pun tidak berhasil membawa Bani Israel ke Baitul Maqdis. Sehingga mereka dihukum oleh Allah terlunta-lunta mendiaspora selama 40 tahun di Padang Tiih.

“Karena itu pelajaran penting, sebagai umat Muhammad Saw agar senantiasa menjadi pengikut yang setia. Membenarkan yang dibawanya, Al-Qur’an. Harus kita tingkatkan keimanan kita,” kata UBN.*

Pemerintah Akan Taati Aturan Soal Batasan Usia Haji

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa penyelenggaraan haji 1443 H akan diikuti 1 juta jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, karena masih pandemi, Saudi juga menetapkan syarat bagi jemaah yang akan berangkat haji.

Pertama, haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

Kedua, jemaah yang berasal dari luar Saudi wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

“Keputusan pemerintah Arab Saudi ini tentunya harus diikuti. Namun, penyampaian yang efektif kepada masyarakat juga perlu dilakukan,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief pada Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Asrama Haji transit Yogyakarta, Minggu (17/4/2022).

Untuk itu, Hilman mengimbau Kanwil Kemenag Provinsi untuk mensosialisasikan kebijakan Arab Saudi ini secara efektif agar bisa dipahami oleh jemaah haji. “Yogja ini memang istimewa, terkenal dengan tingkat harapan hidup yang tinggi, sehingga jumlah lansia juga tertinggi. Dengan adanya batasan usia lansia, mohon ini bisa dijadikan langkah langkah yang baik agar dapat meyakinkan masyarakat,” pesan Hilman

Sehubungan kebijakan pembatasan lansia bagi jemaah haji tahun ini, Hilman berharap dukungan Komisi VIII DPR RI agar pada pelaksanaan haji 2023, keberangkatan jemaah lansia dapat diprioritaskan.

Meski sudah diumumkan ada 1 juta jemaah dari berbagai negara, Hilman masih menunggu kebijakan Saudi terkait kuota jemaah haji Indonesia. Menurutnya, Kemenag terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi untuk bisa segera mendapat kepastian kuota haji Indonesia.

“Informasi terkait perolehan kuota masih menunggu informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi. Hal ini pun sama terjadi dengan negara-negara pengirim haji lainnya tidak hanya di Indonesia saja,” kata Hilman.

“Kemenag terus melakukan persiapan pelaksanaan haji dalam negeri. Saat ini sudah dalam proses input pasport untuk e-Hajj,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka mengingatkan bahwa pelaksanaan haji tahun ini masih di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, masalah kesehatan jemaah harus benar-benar dikawal dan dimonitor secara penuh. Pemerintah juga perlu menyediakan vitamin bagi jemaah agar stamina mereka tetap terjaga selama pelaksanaan ibadah haji.

“Haji saat ini masih dalam masa pandemi. Kami meminta pemerintah mengawal dan memonitor penuh persiapan dan pelaksanaannya serta sediakan vitamin bagi jemaah agar tetap menjaga staminanya saat beribadah haji,” ucap Diah.

Hadir dalam rakor ini,  Anggota Komisi VIII DPR RI, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kakanwil Kemenag Provinsi DIY, Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi DIY, dan perwakilan Dinkes DI Yogyakarta.

MUI Kecam Penyerangan Zionis Israel ke Jamaah Shalat Masjidil Aqsa

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Aparat Kepolisian Israel menyerang warga Palestina di Komplek Masjid Al-Aqsa yang hendak melaksanakan sholat Shubuh berjamaah, pada Jumat (15/4). Akibatnya, sejumlah warga Palestina menjadi korban luka-luka.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras tindakan Israel terhadap warga Palestina. MUI menyebut Israel adalah negara penjahat dan melakukan tindak kekerasan yang sangat memalukan.

“Tindakan kekerasan dan penyerangan yang dilakukan oleh aparat Yahudi Zionis terhadap jemaah Muslimin dan Muslimat yang melaksanakan ibadah di Masjidil Aqsho benar-benar memalukan,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis yang diterima MUIDigital, Sabtu (16/4/2022).

Prof Sudarnoto menambahkan, tindakan Israel ini semakin meyakinkan bahwa negara ini memang dipimpin oleh para penjahat kemanusian dan tidak beradab. Menurutnya, hanya penjahatlah yang melakukan tindakan-tindakan seperti itu yang tidak memiliki akal sehat dan nurani.

“Semua tindakan kejahatan eksponensial ini tidak bisa diterima oleh akal sehat dan nurani, bertentangan dengan ajaran agama apapun, dan melanggar hukum termasuk hukum internasional. Umat Islam Indonesia mengutuk tindakan brutal aparat Israel ini,” tegasnya.

Prof Sudarnoto menilai, tindakan yang dilakukan oleh Israel seharusnya semakin menyadarkan kepada negara-negara manapun, terutama negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

 

MUI mengeluarkan tiga rekomendasi atas respon penyerangan Israel terhadap Palestina, khususnya pada negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik.

Pertama, meninjau ulang kerja sama dan hubungan diplomatik dengan Israel. Kedua, melakukan langkah-langkah yang pasti untuk melawan Israel dengan berbagai cara yang bisa dilakukan.

“Agar Israel menghentikan sama sekali kejahilan atau kejahatan yang secara terus menerus dilakukan terhadap warga Palestina,” tambahnya.

Ketiga, meningkatkan kesadaran bahwa Israel memang negara yang tidak bisa dipercaya. Selain itu, MUI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan langkah serius terhadap Israel.

Salah satunya, dengan memboikot Israel dan menyeret Israel ke Mahkamah Internasional, serta memberikan sanksi internasional kepada Israel.

 

Ia juga menyangkan sikap Amerika Serikat yang selama ini memberikan dukungan terhadap Israel, yang tidak merubah cara pandangnya agar bisa bertindak secara lebih adil dan benar-benar membela kemanusian.

Prof Sudarnoto mengingat janji Presiden Amerika Serikat, Joe Biden saat dilantik menjadi presiden yang menyatakan akan “menghentikan kemungkaran.” Seharusnya, kata dia, janji ini ditepati sehingga tidak sekedar “lip service” untuk menyenangkan umat Islam hanya sementara waktu.

Dengan demikian, MUI meminta Amerika Serikat untuk menunjukkan kemauan dan kemampuannya menghentikan kebrutalan Israel.

“Untuk umat Islam dan warga Indonesia secara umum, saya berharap untuk serta melakukan langkah-langkah positif membela warga, rakyat dan bangsa Palestina dari ketertindasan dan kebrutalan Israel,” pungkasnya.

 

 

Buya Amirsyah Ungkap 4 Peran Strategis Ulama

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa peran strategis ulama yaitu sebagai himayatul ummah dan shodiqul hukumah.

Dalam gelaran Pesantren Ramadhan 1443 H/ 2022 M yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia, Sekjen MUI tersebut menuturkan bahwa terdapat empat kiprah ulama sebagai pelayan umat.

“Peran ulama sebagai pewaris nabi dan penjaga misi kenabian. Seorang ulama bukan hanya sekedar simbol belaka, tapi harus selaras dengan implementasi dari keilmuan yang dimilikinya,” kata Buya Amirsyah, Jumat (16/4).

Kedua, ulama sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketiga, peran ulama untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

 

Keempat, kiprah berbagai latar belakang ulama di Indonesia yang direpresentasikan dalam satu organisasi yaitu MUI sebagai tenda besar umat untuk semua golongan.

Buya Amirsyah juga menuturkan bahwa tanggung jawab untuk melayani umat bukan hanya tugas MUI semata. Kerja sama dari berbagai pihak menjadi kekuatan utuh untuk melayani umat atau khodimul umat.

“MUI didirikan pada 26 Juli 1975 atau 7 Rajab 1395 dari hasil musyawarah para ulama dan cendekiawan muslim di Indonesia. Karenanya wadah ini harus dijaga bersama dalam menaungi keberagaman di Indonesia,” tegasnya.

“Di antara pengkhidmatan MUI yaitu sebagai islahul ummah (memperbaiki umat) dan mengeluarkan fatwa (mufti). Adapun fatwa yang dikeluarkan MUI adalah fatwa kolektif,” tambah Buya Amirsyah.

 

Di samping itu, peran MUI sebagai mitra pemerintah yang turut memandu atau mengarahkan kebijakan-kebijakan terkait dengan aspek sosial keagamaan dalam kehidupan berbangsa. MUI juga turut mengkritik kebijakan pemerintah apabila tidak sesuai dengan agama Islam.

MUI telah memberikan banyak masukan dalam bentuk fatwa maupun rekomendasi lainnya kepada pemerintah. Pada kemudian hari rekomendasi tersebut diadopsi ke dalam kebijakan-kebijakan dan berbagai peraturan perundang-undangan, di antaranya, UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal (JPH), UU tentang zakat, UU tentang wakaf, UU tentang haji, dan lain-lain.

Tujuan dari rekomendasi tersebut adalah agar terciptanya kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beregara yang baik serta melahirkan baldatun thoyibatun wa robbun ghafur.

Buya Amirsyah berpesan agar umat muslim harus menjadi problem solver bukan sebagai trouble maker dan tidak boleh mudah diadu domba dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan.

 

“Melalui acara Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan MUI merupakan ikhtiar dalam membina generasi muda di tengah suasana kehidupan banga dengan berkembangnya isu-isu yg bertentangan dengan nilai-nilai Ramadhan,” pungkasnya.

 

Sandiaga Uno Dorong Pesantren Bangkitkan Ekonomi Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk bagi negara Indonesia dan juga hampir di seluruh dunia. Selama dua tahun terakhir, masyarakat Indonesia dituntut untuk berjuang menyelamatkan jiwa, keluarga dan kerabat dari berbagai serangan virus tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, adanya pandemi juga membuat pemerintah dan masyarakat juga dituntut untuk menyelamatkan perekonomian dari gejolak Covid-19.

“Setelah dua tahun berjuang untuk menyelamatkan jiwa masyarakat Indonesia, saat ini kita juga harus berjuang menyelamatkan ekonomi masyarakat Indonesia,” demikian kata Sandiaga dalam webinar Pesantren Ramadhan 1443 H/ 2022 M yang diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia, Jumat (15/4/2022).

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, di Indonesia setidaknya ada 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Diungkapkan Sandiaga, dampak Covid – 19 telah menghapus 1.785 Koperasi dan memberi dampak negatif bagi 163.000 pelaku UMKM. Tidak hanya itu, hampir 1 juta lapangan kerja juga turut hilang tersapu oleh pandemi Covid – 19.

Lebih lanjut mantan Wagub DKI ini menjelaskan bahwa pada tahun 2018 – 2019 potensi UMKM Indonesia melalui ekonomi kreatif mengalami trend positif, yakni meningkat menjadi Rp 1.154 triliun. Namun demikian, akibat kehadiran Covid-19 telah memangkas ekonomi kreatif turun 2,39 persen menjadi Rp 1.134 triliun.

 

” We are to move on dari pandemi covid – 19. Kita masuk ke masa transisi pasca pandemi. UMKM diharapkan mampu menjadi tulang punggung dalam pemulihan ekonomi nasional dan menjawab tantangan kemandirian ekonomi di masa pandemi,” harapan Sandiaga Salahudin Uno yang ia ungkapkan dalam kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh MUI.

Dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, Sandiaga kemudian menggagas program gerakan nasional bangga buatan Indonesia melalui program beli kreatif lokal.

 

Menurut Sandiaga Uno, dengan membeli produk-produk Indonesia, maka akan dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk lokal. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas serta menciptakan lapangan kerja.

 

 

 

Peringatan Nuzulul Qur’an sebagai Media Muhasabah

Dr. Agus Hermanto

Dosen UIN Raden Intan Lampung

Di tengah semaraknya bulan ramadhan yang penuh keberkahan, dimana setiap orang-orang yang beriman diperintahkan untuk menunaikan puasa dan shalat pada malam-malamnya, peringatan malam Nuzulul Qur’an merupakan ciri khas masyarakat Nusantara yang selalu mewarnai hari-hari besar Islam, termasuk peringatan Nuzulul Qur’an.

Peringatan Nuzulul Qur’an dilaksanakan di masjid-masjid, dengan banyak corak kegiatan yang dilakukan untuk menyemarakkan nya. Mulai dari tausiyah yang diisi oleh para Alim Ulama dan Mubaligh, ada juga yang mengekspresikan nya dengan syukuran bersama (genduri) atau sekedar berdoa bersama, terdapat juga kegiatan meriah lainnya, yang semua itu adalah spirit untuk melaksanakan peringatan Nuzulul Qur’an, dengan senantiasa mengharapkan pemahaman dan keberkahan ramadhan.

Nuzulul Qur’an, berasal dari dua kata, Nuzulul dan al-Qur’an. Nuzul yang berarti dipindahkan atau diturunkan, sedangkan al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) berupa wahyu. Terkait dengan kapan dilaksanakan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an, sebagian masyarakat Islam di Nusantara melaksanakannya pada malam ketujuh belas, dinisbatkan pada terjadinya Perang Badar, di tanggal 17 Ramadhan, walaupun sebagian ulama berpendapat di tanggal 18, 21 ada juga yang di tanggal 24, namun demikian, yang terpenting bukan pada tanggal kapan jatuhnya Nuzulul Qur’an, tapi semangat untuk menelaah hari besar sebagai tonggak sejarah Nuzulul Qur’an itulah yang terpenting, sehingga kita tahu bahwa al-Qur’an diturunkan dengan sejarah panjang yang melatarbelakangi nya dan menjadi pelajaran besar bagi umat Islam.

Sebagian lain bertanya tanya tentang perbedaan Nuzulul Qur’an dengan lailatul Qodar, karena dalam Syarat al-Qodr juga dipaparkan turunnya al Qur’an. Malam lailatul Qodar adalah malam kemulyaan yang terjadi di bulan ramadhan, dimana dikisahkan bahwa pada malam lailatul Qodar, Allah menurunkan al-Qur’an kelauhil mahfudz yang kemudian diteruskan ke baitul izzah yaitu sama’ul ardh, atau langitnya bumi secara keseluruhan dari ayat-ayat al-Qur’an secara utuh. Sedangkan turunkan al-Qur’an adalah setiap saat dimana sesuai dengan asbab al-nuzul dan sebagian tidak terdapat asbab. Namun ayat yang pertama diturunkan yaitu di bulan ramadhan yang kemudian menjadi sejarah peringatan Nuzulul Qur’an, dimana pada saat itu Nabi Muhammad saw, berada di Guwa Ghira dan turunlah ayat pertama yang disampaikan oleh ruhul amin yaitu Malaikat.

Berbicara tentang al-Qur’an, tentunya berbicara tentang adanya ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah. Ayat Makiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan di Makkah, sedangkan ayat-ayat Madaniyah adalah yang diturunkan di Madinah, ciri kedua biasanya ayat Makiyah turun sebelum Hijrah dan ayat-ayat Madaniyah turun setelah Hijrah, dan yang ketiga ayat-ayat Makiyah ciri-cirinya menggunakan lafadz “ya ayyy hal ladziina aamanuu” Sedangkan ayat-ayat Madaniyah biasanya menggunakan lafadz “ya ayyuhannas”. Walaupun demikian juga terkadang harus dilihat konteksnya, yaitu mana ayat-ayat yang relevan dengan masyarakat Makkah dan Madinah.

Sesungguhnya peringatan Nuzulul Qur’an adalah upaya untuk muhasabah, menyadarkan diri untuk selalu ingat malam diturunkan nya kitab Agung yaitu al-Qur’an yang merupakan pedoman bagi kita semua, semoga kita semua di bulan ramadhan (syahrul Qur’an) ini senantiasa diberikan keberkahan amin.

 

Aksi Perang Sarung Remaja Diminta Disetop, Membahayakan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Petugas keamanan kini disibukan dengan aksi perang sarung yang marak di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar). Aksi ini berbahaya. Sebab, sebagian pelaku perang sarung juga menambahkan ‘senjata’.
Pelaku perang sarung menambahkan alat berbahaya, seperti batu dan lainnya. Batu ini dimasukkan ke dalam sarung. Kemudian, sarung tersebut digunakan untuk senjata perang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar secara tegas melarang aksi perang sarung. Sebab, MUI menilai aksi perang sarung melenceng dari nilai-nilai Ramadan.

“Memang itu semacam permainan, tapi jangan sampai berlebihan. Apalagi sampai menimbulkan korban. Maka dari itu hindarilah,” kata Ketua MUI Jabar KH Rachmat Syafei, Minggu (10/4/2022).

Rachmat mengatakan, bulan Ramadan sejatinya harus diisi dengan kegiatan positif. Sebab, Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan pengampunan. Sehingga, sangat disayangkan ketika dicederai kegiatan yang mencelakai orang lain, salah satunya perang sarung.

“Sarung diisi batu itu perbuatan yang sangat menyimpang. Ini bisa menganiaya orang lain. Sangat dilarang. Kami tegas melarang perbuatan seperti itu,” ucap Rachmat.

Seperti diberitakan sebelumya, aksi perang sarung ini marak terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Cianjur. Puluhan bocah terlibat aksi perang sarung di Jalan Raya Cianjur-Bandung, tepatnya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (6/4/2022) dini hari.

Warga mengaku resah dengan aksi tersebut, sebab sarung yang digunakan para bocah itu berisikan batu. Informasi yang dihimpun, puluhan remaja yang terbagi dalam dua kelompok itu saling berkumpul di dua lokasi yang berdekatan.

“Sekitar pukul 03.00 WIB, terlihat ada dua kelompok anak-anak yang berkumpul. Jarak titik kumpul antara mereka sekitar 500 meter, yang satu di jalan menuju puskesmas, yang satu lagi di dekat sekolahan,” ujar Hendi Sanusi (30), warga sekitar, Rabu (6/4/2022).

Sumber: detik.com

 

Kemenag Kembali Buka Program 5000 Doktor

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dalam beberapa tahun terakhir telah menggulirkan Program 5000 Doktor. Program ini sempat terhenti pada 2020 dan 2021 dan rencananya akan kembali dibuka pada tahun ini.

“Kendatipun karena satu dan lain hal pada tahun 2020 dan 2021 tidak ada rekrutmen baru Program Beasiswa 5000 Doktor, untuk tahun 2022 akan dibuka lagi dengan skema anggaran Kemenag-LPDP,” terang Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori saat memberikan pembinaan peserta Program Beasiswa 5000 Doktor UIN Alauddin Makasar, pada Jumat (15/4/2022) melalui zoom.

Ruchman meminta agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan program ini untuk terus memperbaiki layanan mahasiswa agar dapat menghasilkan doktor yang berkualitas, moderat, dan tepat waktu.

Kepada para penerima beasiswa 5000 Doktor di UIN Alauddin Makassar, Ruchman mengingatkan bahwa menyelesaikan program ini tepat waktu bukan semata kepentingan pribadi, tetapi juga kepentingan UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS tempat pengabdian. Hal itu juga menjadi kepentingan Kementerian Agama.

“Segera selesai dan kembali ke perguruan tingginya masing-masing untuk bersama-sama mengawal mutu dan transformasi kelembagaan,” pesan Ruchman.

Alumni UIN Walisongo ini juga meminta para mahasiswa Program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama ikut mendesiminasikan moderasi beragama kepada masyarakat. “Jaga pikiran dan perilaku baik di dunia nyata maupun maya, jangan terjebak pada paham intoleran dan ekstrem,” katanya.

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar M. Galib M mengatakan Pascasarjan berkomitmen mengawal mutu dan mendorong agar mahasiswa lulus tepat waktu, enam semester. “Jika ada masalah akademik dan layanan akademik, akan kami selesaikan, termasuk jika ada pembimbing yang sulit ditemui dan lain sebagainya,” tegasnya.

“Terima kasih Kemenag telah memberikan amanah program beasiswa 5000 Doktor kepada UIN Alauddin. Semoga ke depannya akan lebih baik lagi,” kata Ghalib.

Sekretaris Prodi Dirasat Islamiyah Abdurrahman Sakka melaporkan bahwa peserta Program Beasiswa 5000 Doktor di UIN Alauddin berjumlah 80 mahasiswa, terbagi dalam empat Angkatan, yaitu: 2016 (16 orang, 1 belum lulus), 2017 (26 orang, 5 belum lulus), 2018 (23 orang, 9 belum lulus),  dan 2019 (15 orang). Memasuki semester terakhir (6), mereka sedang mulai menyusun desertasi.

Abdurrahman menambahkan, rata-rata kelulusan di UIN Alauddin Makasar 80% dari total mahasiswa 80 orang dari mulai tahun 2016 hingga 2022.

Kegiatan pembinaan ini dihadiri Ketua Program Studi Dirasat Islamiyah  Amrah Muhammad Kasim, Kasubbag Akademik Kemahasiswaan, dan Alumni Asdarina, dan sejumlah pejabat lainnya.

 

MUI Ingatkan Setiap Investasi Berbunga Hukumnya Haram

MAKASSAR(Jurnalislam.com) — Sekertaris Umum MUI Sulsel DR KH Muammar Bakry Lc MA menyebut setiap investasi yang berbunga itu hukumnya haram. Hal ini disampaikan saat Talkshow Polda Sulsel di Trans Studio Makassar pada Sabtu (16/4/2022). Talkshow l mengangkat tema “Waspada Penipuan Investasi”

 

Muammar juga menjelaskan dalam Islam semua perdagangan atau investasi dibolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Selain itu investasi yang belum jelas atau samar-samar juga dilarang. “MUI pusat maupun daerah juga telah banyak mengeluarkan fatwa untuk masalah investasi dan masalah perdagangan lainya,” imbuhnya.

Kanit lll Subdit II Kompol Abdul Latief juga menyarankan agar masyarakat yang mau berinvestasi harus berhati-hati.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel Drs A Sulaiman H Andi Loeloe juga meminta agar aparat tegas pada pelaku investasi bodong. Dan memberikan hukuman yang berat agar memberikan efek jera. Selain itu perlu juga pendirian posko untuk menangani kasus investasi bodong.

 

Hadir juga pada kesempatan itu pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulsel Meilthon Purba SE MM dan Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol Andi Heru Santo.