Berita Terkini

AILA Indonesia : Pernikahan Beda Agama Membuat Rapuh Keluarga

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kebahagiaan setiap keluarga, salah satunya dapat ditempuh dengan senantiasa menjaga keyakinan dan tradisi agama. Praktek-praktek ibadah yang dilaksanakan bersama-sama juga dapat menjadi jalan harmonisnya relasi diantara pasangan di dalam sebuah keluarga. Menurut Olson, D., DeFrain, J., & Skogrand, L. (2010), agama juga mampu menjaga kestabilan emosi diantara pasangan dalam keluarga . Namun demikian kenikmatan dan ketenangan dalam melaksanakan ritual keagamaan idealnya hanya dapat dirasakan oleh pasangan dengan keyakinan yang sama. Akibatnya pasangan berbeda agama berpotensi besar menyebabkan rapuhnya keluarga

Pasangan yang berbeda agama kerap terlibat dalam konflik seiring meningkatnya keyakinan keagamaan masing-masing. Dengan bertambahnya usia pada umumnya setiap individu akan semakin religius.
Religiusitas seorang individu bersifat universal dan tidak hanya dialami oleh pemeluk agama tertentu saja. Tokoh Psikologi Perkembangan Elizabet B Hurlock dalam bukunya Developmental Psychology mengatakan bahwa seorang individu ketika memasuki usia 40-60 akan mengembangkan sikap, perilaku dan perhatian yang lebih besar kepada agama (Hurlock, 1953). Pendapat ini sejalan dengan fenomena sosial yang kita temukan di masyarakat. Rumah-rumah ibadah akan diisi mayoritas jamaah dengan usia lanjut. Demikian juga kajian-kajian keagamaan lebih banyak dihadiri oleh jamaah yang sudah cukup usia dibandingkan remaja atau usia muda.

Konflik yang terjadi karena meningkatnya religiusitas diantara pasangan yang berbeda agama pada umumnya akan berakhir pada perceraian. Angka perceraian pasangan yang berbeda agama lebih tinggi dibandingkan pasangan seiman. Lehrer dan Chriswick dalam Joanides (2004:93) pada tahun 1998 meneliti tingkat perceraian pasangan satu iman antara 13% sampai dengan 27% sedangkan pada pasangan beda agama angka perceraian mencapai 24% sampai dengan 42%.

Mengingat besarnya ancaman terhadap ketahanan keluarga, AILA Indonesia mengajukan permohonan sebagai pihak terkait terhadap Permohonan Pengujian Materiil Undang-Undang (UU) Perkawinan dalam Perkara Pengujian UU Nomor 24/PUU-XX/2022,
Permohonan pihak terkait diajukan langsung oleh ketua AILA Indonesia Rita Hendrawati Soebagio MSi dan kuasa hukum dari AFS & rekan, Nurul Amalia SH. MH sebagai Ketua Yayasan PAHAM Indonesia.

Mulai Tinggalkan Hotel di Makkah, Jemaah Haji Bersiap Pulang ke Tanah Air

SAUDI(Jurnalislam.com)–Wakil Menteri agama sekaligus Naib Amirul Hajj Zainut Tauhid Sa’adi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji yang akan pulang ke tanah air. Pelepasan dilakukan di hotel Al Keswah, Jarwal, Makkah, tempat jemaah menginap, Kamis (14/7/2022) malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Jemaah perdana yang dilepas berjumlah 390 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Solo (SOC). Mereka akan diterbangkan menuju tanah air dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada pukul 05.10 WAS, Jumat, 15 Juli 2022.

“Alhamdulillah malam ini bisa kami lepas jemaah dari SOC Solo. Pesan Pak Menteri, kami dari Kemenag meminta maaf jika selama di tanah suci mungkin kurang maksimal. Meskipun kami sudah menyiapkan sebaik-baiknya, tapi pasti ada kekurangan,” ujar Wamenag.

Menurutnya, berbagai testimoni jemaah menunjukkan kepuasan mereka terhadap layanan haji tahun ini. “Kalau diukur dari jemaah mereka sangat puas, tapi ekspektasinya belum seperti yang kami harapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wamenag juga menyampaikan pesan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang langsung memerintahkan seluruh jajaran Kemenag segera menyiapkan penyelenggaraan haji tahun 2023.

“Setelah haji ini, selesai kita diperintah Pak Menteri langsung menyiapkan haji 2023 agar lebih matang dan lebih baik lagi, agar kami bisa lebih mengantisipasi berbagai kemungkinan,” kata Wamenag.

Untuk haji tahun 2023, Wamenag berharap Kerajaan Arab Saudi bisa menaikkan kuota untuk jemaah Indonesia.

Sementara itu, prosesi pelepasan jemaah haji SOC 1 ini didandani dengan penyerahan bendera merah putih dari Wamenag ke Ketua Kloter. Dengan lantunan shalawat, jemaah lantas diantar masuk bus yang bergerak menuju ke Jeddah.

Setelah jemaah asal Solo, juga ada jemaah asal Padang (PDG) kloter 1 dengan jumlah 393 orang yang menyusul diberangkatkan pulang ke tanah air. Jemaah asal Padang rencananya akan terbang menuju tanah air pukul 07.10 WAS, Jumat, 15 Juli 2022.

Baik yang menuju Solo maupun Padang, keduanya akan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Penerbangan akan menempuh waktu sekitar 9 jam.

Selain SOC 1 dan PDG 1, di hari yang sama akan diterbangkan juga jemaah SOC 2, Kloter 1 dan 2 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), serta Kloter 1 Jakarta-Pondokgede (JKG).

Mereka kembali ke tanah air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Dari catatan yang ada, mereka ini telah berada di Tanah Suci, baik Madinah maupun Makkah selama 42 hari.

Natsir dan Politik Bebas Aktif Indonesia

Oleh: Pizaro
Pengajar HI Universitas Al-Azhar Indonesia

Tanggal 17 Juli 2022 bertepatan dengan 114 tahun pahlawan nasional Republik Indonesia Mohammad Natsir. Natsir adalah sosok yang lengkap sekaligus langka bagi bangsa Indonesia. Karena selain ulama dan pendidik, Natsair juga politikus, pejuang kemerdekaan, sekaligus tokoh perdamaian global.

Di antara berbagai perspektif dalam melihat sosok Natsir, satu hal yang jarang diungkap adalah peran Natsir dalam panggung politik luar negeri Indonesia. Selama ini, jejak juang mantan Perdana Menteri Indonesia itu masih lebih banyak dibahas dalam sudut pandang politik domestik. Situasi ini akhirnya berdampak pada sosok Natsir yang secara umum hanya ditempatkan sebagai local actor alih-alih international actor.

Hal ini sangat dimaklumi karena sejarah telah berubah. Kebijakan luar negeri Indonesia di awal kemerdekaan yang sangat outward-looking kini berubah menjadi inward-looking. Kondisi ini secara tidak langsung membuat sosok Natsir dalam perspektif akademik -termasuk dalam kajian keIslaman dan keumatan- lebih banyak ditempatkan dalam konteks isu dalam negeri.

Padahal jika kita berkaca kepada sejarah, Natsir telah menorehkan peran diplomasi Indonesia dan dunia Islam yang sangat luar biasa. Bahkan sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Natsir sudah berjuang melawan penindasan global untuk mewujudkan perdamaian dunia: sebuah prinsip yang sangat melekat dengan fondasi politik bebas aktif Indonesia. Tak heran, Natsir dijuluki sebagai tokoh dunia Islam atas perjuangannya di kancah internasional.

Pada tahun 1941, Natsir yang saat itu berusia 31 tahun, sudah menulis penindasan Israel terhadap Baitul Maqdis dengan perspektif hukum international. Natsir saat itu mengkritik sikap perdana menteri Afrika Selatan periode 1919-1924 dan 1939-1948 Jan Smuts yang menyebut Balfour Declaration telah sesuai dengan hukum internasional. Natsir menegaskan bahwa hukum internasional tidak dapat dipakai untuk melegitimasi penjajahan dan pelanggaran terhadap kedaulatan suatu bangsa.

“Waktu Roosevelt dan Churchill berdjumpa ditengah Lautan Atlantik, keduanja telah sepakat bahwa jang dinamakan “internationaal recht” itu berdasar kepada beberapa sjarat2. Salah satunja „geen territoriale veranderingen die niet in overeenstemming zijn met de vrijelijk geuite wenschen der betrokken volken”, jakni: tidak boleh diadakan perubahan batas dan daerah, jang tidak disetudjui dengan kerelaan jang dinjatakan dengan se-merdeka2-nja oleh bangsa2 jang bersangkutan,” tulis Natsir dalam artikel berjudul ‘Djumlium Balfour – Mac Mahon’ di Majalah Pandji Islam 1941.

Natsir juga meyuarakan prinsip politik bebas aktif dalam isu Palestina yang tidak pro Amerika maupun Rusia karena bagi Natsir, keduanya berperan dalam mendukung eksistensi Israel di Timur Tengah. Saat mengkritik AS, Natsir mempertanyakan dualisme AS dalam merespons isu HAM yang dinilainya diam saat melihat penjajahan Israel atas tanah Palestina. Dalam bukunya Masalah Palestina (1971), Natsir menulis:

“Diwaktu membitjarakan Israel ini, dia tak pernah menjebut istilah-istilah seperti hak azazi manusia. Djadi berlainan sekali antara apa jang diomongkan dan apa jang dimaksud dengan omongannja. Tidak dapatlah diharapkan Amerika akan membela orang-orang jang tertindas di Palestina itu. Tidak mungkin. Sebab sedjarah lahirnja Israel itu adalah dengan bantuan dan inisiatif dari negara-negara besar itu sendiri didalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mana mungkin dia akan menghapuskan anaknja. Jah tidak bisa dan tidak akan mungkin.”

Sebaliknya, Natsir juga mengkritik tindakan Rusia dalam menyikapi problem Israel di Timur Tengah. Natsir mengkritik Rusiayang tidak berani berhadapan langsung dengan Israel karena tidak rela jika Israel dienyahkan. Bagi Natsir, Rusia dan AS sama-sama berpihak kepada Israel hanya beda acara.

“Rusia djuga begitu. Bukankah Rusia memberikan sendjata kepada Mesir? Namun demikian dia tidak akan rela apabila Israel dihilangkan. Tidak bisa…..! Dia mengakui Israel. Paling banjak dia mengatakan: ‘Kembali kegaris kedudukan tanggal 5 Djuni. Demikian paling banjak jang dapat dikatakannja. Akan menghapus Israel jang sudah dilakukan dengan tjara jang tidak halal, hanja dilegalisir sepihak oleh PBB, dan dengan memungkiri segala djandji dalam perang dunia ke-II, njata tidak mungkin. Djadi dalam strateginja semua negara-negara besar itu, terhadap Israel tetap sama. Perlainanja hanjalah dalam taktiknja sadja.”

Sikap Natsir ini telah sejalan dengan garis politik luar negeri Indonesia yang dikumandangkan oleh Bung Hatta dalam pidatonya Mendajung Antara Dua Karang pada tahun 1948 bahwa Indonesia tidak boleh menjadi objek kepentingan dari dua blok besar AS dan Uni Soviet. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi subjek yang menentukan arah perjuangannya sendiri.

Dalam tulisannya Indonesia’s Foreign Policy di Majalah Foreign Policy (1953), Bung Hatta juga menjelaskan politik bebas aktif Republik Indonesia bukanlah kebijakan netral. Tapi merupakan kebijakan “independen”. Dan yang dimaksud dengan aktif adalah upaya untuk bekerja secara energik demi memelihara perdamaian dan merelaksasi ketegangan yang ditimbulkan oleh kedua blok itu, melalui usaha-usaha yang sedapat mungkin didukung oleh mayoritas anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa

Tidak hanya di Baitul Maqdis, perjuangan Mohammad Natsir untuk menjalankan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif juga ditunjukkan dalam perjuangannya membebaskan negeri-negeri di Afrika utara dari cengkaraman penjajahan.

Pada tahun 1954, Natsir menelurkan resolusi Muktamar VII Partai Masyumi yang mengangkat upaya diplomasi terhadap kemerdekaan Maroko, Tunisia, Aljazair yang saat itu dijajah oleh Perancis. Masyumi mendesak agar PBB dan anggota-anggotanya menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri penderitaan rakyat di negara-negara Afrika itu.

Natsir pun menjadi Ketua Komite Solidaritas Perjuangan Aljazair dan Badan Pembantu Perjuangan Rakyat Tunisia. Di Badan perjuangan bagi Tunisia ini, Natsir melibatkan para pemimpin parpol lainnya seperti Partai Kristen Indonesia dan Partai Sosialis Indonesia agar urusan perjuangan bangsa Tunisia ini menjadi foreign policy seluruh lapisan bangsa Indonesia. Sebuah kebijakan dan butir-butir resolusi kebijakan luar negeri yang hampir tak saya temui, bahkan di era partai-partai modern Indonesia pada saat ini.

Tak heran, tahun 1957, Natsir menerima bintang ’Nichan Istikhar’ (Grand Gordon) dari Presiden Tunisia, Lamine Bey, atas jasa-jasanya dalam membantu perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara.

Urusan politik luar negeri bebas aktif Natsir tidak hanya menjadi domain isu Timur Tengah, tapi juga isu Asia-Pasifik. Jika selama ini kita mengenal Mosi Integral Natsir yang berhasil melahirkan NKRI, di pentas Asia-Pasifik kita juga mengenal Mosi Vietminh Natsir.

Dalam buku Biografi Mohammad Natsir (2019), Lukman Hakim menjelaskan pada permulaan tahun 1950, salah satu persoalan antarbangsa yang menonjol di kawasan Asia adalah Perang Vietnam. Saat itu, Vietnam Utara atau Vietminh menjadi rebutan blok Timur dan Barat. Dalam konteks politik internasional di masa itu, Vietminh adalah gerakan komunis yang ingin memisahkan diri dari kekuasaan pusat di Saigon yang berpihak kepada Barat. Indonesia pun diseret untuk pro antara blok Komunis maupun blok Kapitalis.

Sakirman dari PKI mengusulkan agar pemerintah Indonesia segera menjalin hubungan diplomatik dengan Vietminh, yang artinya lebih berpihadak kepada blok Soviet. Sedangkan Natsir mengusulkan agar pemerintah Indonesia untuk tidak terburu-buru mengakui Vietminh dan seharusnya mengumpulkan informasi yang lengkap terlebih dahulu. Natsir juga mendesak Inter Asian Conference untuk berkumpul sebagai kekuatan ketiga antara blok Soviet dan AS untuk merespons persoalan ini ini.

Natsir benar-benar menjalankan diplomasi bebas aktif yang tidak menguntungkan Soviet, tapi juga tidak memberikan kue kepada Amerika. Mosi Natsir ini akhirnya dipilih oleh anggota Dewan saat itu. Ridwan Saidi menyebut, lewat mosinya, Natsir telah merintis pemikiran ke arah pembentukan Kekuatan Ketiga di tengah percaturan politik global.

Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia mengeluarkan garis-garis besar politik luar negeri Indonesia berdasarkan Keputusan Dewan Pertimbangan Agung yang di antaranya adalah 1. Mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional Indonesia. 2. Mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional dari seluruh bangsa di dunia. 3. Mengabdi pada perjuangan untuk membela perdamaian dunia.

Natsir pun terlibat dalam upaya membangun rekonsiliasi antara Indonesia dengan negara-negara lainnya seperti Malaysia dan Arab Saudi, meski Natsir sudah tidak di pemerintahan, bahkan berseberangan dengan Orde Baru.

Tentu garis perjuangan diplomasi ini tidak boleh dilupakan oleh bangsa Indonesia. Founding fathers kita telah meletakan semangat politik bebas aktif yang seharusnya menjadi prinsip Indonesia dalam menentukan sikap di tengah konstelasi internasional. Dan itu bisa kita mulai dengan meneladani politik bebas aktif Indonesia yang telah diwarisi oleh Mohammad Natsir dan jasa diplomasinya bagi NKRI.

Bimas Islam Kemenag: Generasi Muda Perlu Pelajar dari Pemikiran dan Perjuangan M Natsir

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag M Fuad Nasar mengatakan bahwa generasi muda saat ini harus belajar dari pemikiran dan perjuangan pahlawan Nasional Mohammad Natsir.

 

“Generasi muda Indonesia patut belajar dari pemikiran dan perjuangan   Mohammad Natsir sebagai politisi santun dan negarawan yang menempatkan persatuan  bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan,” kata Fuad Nasar dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Senin (18/7/2022).

 

Menurutnya, kejujuran, kesederhanaan dan keikhlasan sebagai tolok ukur kepribadian seorang pemimpin yang baik merupakan salah satu warisan moral sangat berharga dari Mohammad Natsir.

 

“Di bidang dakwah, sebanyak yang saya baca pemikiran Mohammad Natsir bahwa beliau selalu menebarkan pesan-pesan dakwah yang sejuk, positif dan optimistis tentang perkembangan masa depan umat Islam di tanah air dan dunia,” tambahnya.

 

Ia juga menyatakan bahwa Mohammad Natsir itu pemimpin umat yang disegani di dalam dan luar negeri. Hubungan baik dan pertemanan Mohammad Natsir dengan sesama pejuang bangsa lintas agama dan lintas ideologi , seperti dengan I.J.Kasimo, J.Leimena, T.B.Simatupang dan lainnya menunjukkan beliau pemimpin umat yang toleran dan tidak eksklusif. Beliau seorang demokrat yang menghargai keragaman dan teguh memegang prinsip.

 

Teknologi di Tangan Gen Z Diharap Jadi Solusi Problem Sosial

SURABAYA(Jurnalislam.com)ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) bersama PT Petrokimia Gresik mengadakan Studium Generale yang didukung oleh MarkPlus Institute, dengan tema “The Past, Present, & Future of Agriculture Business” pada Kamis, 14 Juli 2022.

Prof. Dr. Ir. Mohammad Ashari, M.Eng selaku Rektor ITS menyatakan perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan industri 4.0. menjadi tiga pemantik utama perubahan dunia yang mendorong transformasi teknologi di berbagai industri, termasuk agrikultur.

Hal ini disepakati oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder & Chairman M Corp “Pada dasarnya petani saat ini belum menyadari pentingnya CIEL (Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership). Agar mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi, perlu adanya kolaborasi dengan entrepreneur agar terlahir inovasi dan ide-ide kreatif”.

Hermawan kemudian mengingatkan pentingnya melibatkan metaverse, Gen Z, dan SDGs sebagai bagian dari model Swoosh yang dikembangkannya untuk mendukung keberlangsungan sektor agrikultur di era post-recovery.

“Gen Z memiliki perhatian yang kuat pada SDGs, termasuk untuk lingkungan. Misalnya Potato Head, beachclub yang saat ini mengembangkan lab sampah dan hingga saat ini ramai didatangi oleh Generation Z. Maka pemangku kepentingan bisa mengeluarkan inovasi yang melibatkan Gen-Z agar sektor ini terus dilirik oleh kaum muda”.

Urgensi penyerapan anak muda bagi sektor pertanian terus meningkat mengingat saat ini tenaga kerja didominasi oleh generasi millenials dan baby boomers. Ditambah populasi masyarakat yang terus bertambah setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya angka kebutuhan konsumsi beras.

Menanggapi kurangnya produktivitas pertanian saat ini, President Director Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan “Di tahun 2045 perlu tambahan lima juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan 33,3 juta ton beras bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

“Ada atau tidak adanya COVID dan perang jika populasi terus meningkat, untuk memenuhi tambahan 5,5 juta ton setahunnya tanpa melakukan inovasi apapun, Indonesia akan mengalami krisis pangan”, tegasnya.

Menyiasati ancaman krisis pangan yang terus bergulir, solusi yang mengedepankan teknologi terus digalakkan. Misalnya PT Petrokimia Gresik yang pada 14 Juli 2022, secara perdana mengadakan eksebisi aplikasi pupuk menggunakan drone. Produk yang akan digunakan dalam penyebaran pupuk ini merupakan salah satu produk unggulan PT Petrokimia Gresik yaitu Phonska Plus Formula 15-15-15.

Melalui acara ini, kesadaran pelaku dan pemangku kepentingan sektor agrikultur mengenai akselerasi pada digital farming terus digalakkan untuk mendukung produktivitas petani di Indonesia. Seperti PT Pupuk Indonesia yang melakukan berbagai inovasi, misalnya digitalisasi rantai pasok.

Saat ini, tech-based Startup yang bergerak di sektor agrikultur mulai menyediakan
model bisnis yang mengarahkan konsumen langsung ke supplier tanpa melalui
tengkulak. Ini yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia, membuat segala jenis rantai pasok yang dapat diakses melalui aplikasi dalam bentuk digitalisasi rantai pasok.

Selain itu, adanya program Integrasi Pro, sistem manajemen distributor excellence yang memperkuat jaringan distributor dan petani. Upaya PT Pupuk Indonesia ini dikupas dalam Whitepaper BUMN 2030: 10 Great Cases yang diterbitkan oleh MarkPlus Institute.

Whitepaper BUMN 2030: 10 Great Cases resmi dirilis oleh MarkPlus Insititute yang bisa diakses melalui Bit.ly/bumn2030. Whitepaper ini dirilis bukan lain untuk untuk kepentingan edukasi masyarakat Indonesia, agar setiap mahasiswa dan profesional dapat semakin memahami peran pemasaran dari BUMN Indonesia.

Acara ini dimeriahkan dengan pemberian tiket e-WMS kepada mahasiswa ITS yang secara simbolis diterima oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Ashari, M.Eng selaku Rektor ITS. e-WMS atau yang dikenal dengan Electronic World Marketing Summit merupakan forum pemasaran global yang telah diselenggarakan di Jepang, Malaysia, Turki, Inggris, Italia sejak 2012 dan mulai diselenggarakan secara virtual sejak 2020 silam.

Diprakarsai oleh Philip Kotler dan Kotler Impact, acara ini akan menghadirkan lebih dari 125 pembicara dari pemimpin berbagai sektor swasta, pemerintah, edukasi, dan masih banyak lagi yang akan diselenggarakan pada 6-7 November 2022.

Giovanni Alexander selaku Product Manager MarkPlus Institute kemudian mengulas soal MarkPlus Apprentice Academy. Hingga saat ini, MarkPlus telah memilih 20 kampus terbaik negeri dan swasta untuk diundang dalam MarkPlus Apprentice Academy yang akan dimulai pada 16 Januari 2023.

“Dalam acara ini, MarkPlus Institute akan memberikan program magang 6 bulan, dirotasi ke berbagai divisi termasuk business consultant dan business development. Selain leadership experience, peserta akan mendapatkan pengalaman bernegosiasi dengan client, serta program coaching dan mentoring.”

Acara MarkPlus Goes to Government : Studium Generale telah menjadi ajang bertemunya komunitas kampus di Indonesia untuk saling membagikan sudut pandang mengenai update industri terkini, yang pada episode kali ini berfokus di sektor agrikultur.

 

Kurang Peminat, Generasi Muda Didorong Terlibat di Bidang Pertanian

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mendukung para pemangku sektor pertanian untuk menjadi lebih produktif dengan mengedepankan adaptasi teknologi dalam operasional pertanian.

Hal ini didukung oleh fakta bahwa komoditas agrikultur di Jawa Timur di antara yang terbesar di seluruh Indonesia. “Sebagai industri primer, sumbangsih sektor pertanian pada pertumbuhan ekonomi Jawa Timur saat ini mencapai 10% yang meningkat pasca COVID-19.”, jelas Emil Dardak pada MarkPlus Goes to Campus, Kamis 14 Juli 2022.

Dalam keterangannya, Emil menjelaskan potret sektor pertanian Jawa Timur yang saat ini belum lepas dari permasalahan kemiskinan agro.

“Selama ini kita melihat solusi untuk mengentaskan kemiskinan adalah membuka lapangan pekerjaan. Namun pada faktanya, angka pengangguran di Pacitan, Situbondo, Trenggalek tergolong kecil yaitu 3-4%, namun angka kemiskinannya mencapai 14-18%.”

Angka ini menunjukkan banyak masyarakat yang bekerja namun tetap tetap terjerat kemiskinan. Emil kemudian mengungkap bahwa setelah diperdalam, kebanyakan dari mereka bekerja di sektor agrikultur.

Emil menegaskan “Kemiskinan agro yang muncul di pertanian berdasar pada permasalahan marginal productivity of labour, terlalu banyak orang menggarap lahan sehingga tidak jadi efisien”.

Selain itu, dalam keterangannya Emil menyampaikan “Kalau kita bedah, minat generasi muda untuk ke sektor pertanian selalu sangat kecil. Minat ini kecil karena dianggap pertanian tidak prospektif, ternyata satu per tiga tenaga kerja pertanian didominasi oleh senior dan merupakan lulusan SD dan SMP.”, terangnya.

Wagub Emil menjelaskan, langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah memberi semangat kepada anak muda dan meningkatkan produktivitas agrikultur dengan memanfaatkan teknologi terkini.

“Ketika kita bicara soal teknologi, banyak hal yang bisa meningkatkan produktivitas seperti green irrigation, penyemprotan menggunakan drone, atau remote sensing untuk menavigasi lahan”, ujar Emil.

Menutup pidatonya, Emil menyampaikan “Mudah-mudahan melalui acara ini bisa merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur. Ini juga menjadi urusan dinas pertanian, kehutanan, dan perkebunan.”, tutup Emil pada helat MGTC, Kamis 14 Juli 2022.

Dalam MarkPlus Goes to Campus: Studium Generale dengan tema The Past, Present, & Future of Agriculture Business ini, Emil Dardak telah mengupas realita yang dihadapi sektor pertanian di Jawa Timur kaitannya dengan potret kemiskinan dan potential technology yang dikembangkan ke depan.

MarkPlus Goes to Campus: Studium Generale adalah acara yang rutin diselenggarakan oleh MarkPlus Institute, yang pada kesempatan ini menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PT Petrokimia Gresik.

Acara ini menyuguhkan berbagai sesi menarik, mulai dari pemberian tiket gratis Electronic World Marketing Summit kepada mahasiswa ITS, hingga diluncurkannya MarkPlus Apprentice Academy oleh MarkPlus Institute.

 

 

Zona Kuliner Halal Didukung Pemerintah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama (Kemenag) mendukung inisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk membentuk Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS).

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Mastuki saat menghadiri Konsinyering Pembentukan Kelompok Kerja dan FGD Program Zona KHAS, di Jakarta.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada KNEKS yang secara konsisten dan terus menerus melakukan inisiatif dan mengembangkan program-program alternatif dalam rangka menciptakan ekosistem dan jaminan produk halal di Indonesia,” ungkap Mastuki yang hadir mewakili Kepala BPJPH M. Aqil Irham, Senin (11/7/2022).

Menurutnya, ide dan rancangan pembentukan Zona KHAS merupakan salah satu bentuk konkrit dan genuine. Keberadaan Zona KHAS diharapkan dapat untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ketersediaan produk dan kuliner halal.

“Inisiasi membentuk Zona KHAS yang digagas secara kolaboratif antar berbagai lembaga dan kementerian ini juga dapat menjadi alternatif memecah permasalahan yang dihadapi pelaku UMK untuk bersertifikat halal,” imbuh Mastuki.

Zona KHAS, lanjut Mastuki, bila dilihat dalam rantai nilai halal (halal value chain) juga menjadi peluang tersendiri guna meningkat ekosistem halal. Di tempat ini, pemerintah dapat memberikan pembinaan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitasnya.

“Dengan mengumpulkan mereka (pelaku usaha) ke dalam satu zona/kawasan, setidaknya memudahkan kordinasi dan melakukan pembinaan yang diperlukan secara langsung,” papar Mastuki.

“Saya senang akhirnya Zona KHAS ini ada tanda-tanda “menetas”. Program ini harus didukung, dikembangkan ke berbagai daerah, di-manage dengan baik, dan melibatkan multistakeholders halal. Program ini harus kita kawal bersama-sama,” imbuhnya.

Konsinyering Kelompok Kerja dan FGD Program Zona KHAS ini berlangsung selama lima hari mulai 11 – 15 Juli 2022. Hadir dalam forum ini para stakeholder jaminan produk halal di Indonesia.

Gubernur Makkah: Haji Tahun Ini Sukses Besar

MINA(Jurnalislam.com)— Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal dan penasihat Penjaga Dua Masjid Suci, mengumumkan bahwa haji tahun ini sukses besar. Klaim ini dikatakannya karena berbagai keberhasilan haji tahun ini di berbagai sektor.

“Saya senang mengumumkan keberhasilan rencana haji untuk tahun ini di semua tingkat keamanan, layanan, dan kesehatan tanpa mencatat kecelakaan atau penyakit epidemi di antara para tamu Allah SWT,” katanya dilansir dari Saudi Gazette, Senin (11/7/2022).

“Atas nama seluruh personel yang melayani jamaah haji dan atas nama saya sendiri, saya mengucapkan selamat kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman atas keberhasilan pertemuan Islam yang agung ini,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Gubernur Makkah itu muncul di tengah sejumlah besar jamaah yang mulai melakukan Tawaf Al-Wada (Tawaf Perpisahan) sebelum meninggalkan Makkah pada Senin malam setelah menyelesaikan ritual haji mereka.

Pangeran Khaled Al-Faisal, yang juga ketua Komite Haji Pusat, berterima kasih atas upaya besar yang dilakukan dan proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Arab Saudi. Termasuk para kader yang melayani para peziarah dan menyiapkan segala cara bagi mereka untuk melakukan ritual mereka dalam kemudahan dan kenyamanan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan Ketua Komite Haji Tertinggi Pangeran Abdulaziz Bin Saud Bin Naif atas dukungan, tindak lanjut, dan persetujuannya terhadap rencana keamanan untuk haji tahun ini, yang berdampak besar pada pencapaian ini.  Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut ambil bagian dalam musim haji ini dan melayani para jamaah,” katanya.

“Khususnya aparat keamanan dan kader kesehatan yang memiliki peran penting dalam melayani para jamaah haji dan bekerja untuk mengamankan mereka dan memberikan mereka layanan medis yang diperlukan,” tambahnya.

Pangeran Khaled Al-Faisal mengaitkan keberhasilan haji dengan upaya besar yang dilakukan pemerintah Arab Saudi serta berbagai lembaga pemerintah dan swasta yang terlibat dalam melayani para peziarah.

“Keberhasilan yang kita saksikan di setiap musim haji tidak datang secara kebetulan, tetapi berkat Tuhan dan kemudian kepemimpinan negara ini sejak era pendiri Raja Abdulaziz, dan putra-putranya yang saleh setelahnya, hingga era kemakmuran Raja Salman,” ujarnya.

“Tuhan Yang Mahakuasa telah memberikan hak istimewa kepada Arab Saudi untuk melayani kota-kota suci Makkah dan Madinah ini.  Mereka akan terus bekerja tanpa lelah untuk menjadi model yang unik dan terhormat dalam hal ini,” katanya.

Sumber: ihram.co.id

6310 Jamaah Haji Tanpa Izin Ditangkap Polisi Saudi

RIYADH(Jurnalislam.com) —  Pasukan keamanan Arab Saudi telah menangkap 6.310 orang karena berusaha melakukan haji tanpa izin. Sanksi tegas diberikan kepada jamaah haji ilegal tersebut.

“Tindakan tegas sedang dilakukan terhadap para pelanggar,”  kata Direktur Keamanan Publik dan kepala Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Muhammad Al-Bassami, dilansir Saudi Gazette, Selasa (12/7/2022).

Al-Bassami mengatakan bahwa otoritas keamanan telah menangkap sebanyak 84 kampanye haji palsu dalam penggerebekan yang dilakukan di berbagai wilayah Kerajaan. Mereka yang berada di balik kampanye ini ditangkap dan dirujuk ke Kejaksaan Umum.

“Hingga Senin, 11 Juli 2022, total 7.2503 kendaraan yang membawa orang yang tidak berwenang memasuki Makkah dan Tempat Suci telah dikirim kembali. Sebanyak 27 orang ditangkap karena mengangkut orang tanpa izin haji dan mereka dirujuk ke komite administrasi musiman di bawah Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) di pintu masuk ke Makkah untuk melakukan tindakan hukuman terhadap mereka,” jelasnya.

Al-Bassami menyatakan bahwa aparat keamanan haji telah menerapkan keamanan dan rencana organisasi terkait haji dengan efisiensi dan profesionalisme yang tinggi.

Pasukan telah mengawasi selama beberapa hari terakhir rencana untuk mengelompokkan peziarah saat mereka melakukan perjalanan antara Tempat Suci dan Masjidil Haram untuk melakukan ritual mereka.

Pasukan keamanan haji juga menutup pintu masuk ke Makkah untuk mencegah orang yang tidak berwenang memasuki Tempat Suci untuk melakukan ziarah tahunan haji.

Sementara itu, komite administrasi musiman di bawah Jawazat di pintu masuk ke Makkah telah mengeluarkan 27 keputusan administratif terhadap sejumlah pelanggar karena mengangkut orang yang tidak berwenang untuk melakukan haji.

Putusan tersebut meliputi penjara, denda, penamaan dan mempermalukan, deportasi ekspatriat yang melanggar, dan menuntut pengadilan untuk menyita kendaraan yang digunakan dalam transportasi.

Patut dicatat bahwa komite administrasi musiman bekerja sepanjang waktu untuk menjatuhkan hukuman instan terhadap pelanggar peraturan dan instruksi haji.

 

Sumber: ihram.co.id

Erdogan Desak Putin Perpanjang Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Suriah

ANKARA(Jurnalislam.com)– Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak mitranya dari Rusia Vladimir Putin untuk memperpanjang otorisasi pengiriman bantuan kemanusiaan lintas batas ke Suriah. Bantuan memang sangat dibutuhkan rakyat Suriah lantaran krisis ekonomi dan konflik yang berkepanjangan.

Seruan Erdogan datang ketika para diplomat bergegas menemukan solusi yang dapat mengatasi veto Rusia terhadap sistem yang membuat bantuan terus mengalir ke negara yang dilanda perang itu sejak 2014.

“Erdogan menekankan bahwa dia mementingkan perpanjangan mekanisme lintas batas di Suriah,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan tersebut dilansir dari Al Arabiya, Senin (11/7/2022).

Perbatasan Turki-Suriah di persimpangan Bab al-Hawa adalah satu-satunya cara bantuan PBB dapat menjangkau warga sipil tanpa menavigasi daerah yang dikendalikan pasukan pemerintah Suriah.

Rusia adalah sekutu rezim Suriah, menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menolak proposal Barat agar perbatasan tetap dibuka selama satu tahun lagi.

Kebuntuan itu terjadi dengan ketegangan diplomatik pada titik tertinggi dalam sejarah sejak invasi Rusia ke Ukraina. Dewan Keamanan sebelumnya telah memperpanjang mekanisme lintas batas setelah berakhir dan beberapa sumber mengatakan pemungutan suara masih mungkin dilakukan pekan ini.

Erdogan telah mencoba untuk meningkatkan hubungan kerjanya yang baik dengan Putin dan para pemimpin yang didukung Barat di Kyiv untuk menenangkan ketegangan. Kantornya mengatakan Erdogan juga mendesak Putin untuk “mengambil tindakan” atas proposal PBB untuk melanjutkan ekspor gandum Ukraina yang terhenti di Laut Hitam.

PBN telah mengajukan rencana untuk memfasilitasi ekspor yang akan melihat koridor aman didirikan di sekitar tambang yang diketahui. Proposal tersebut hanya mendapat dukungan terbatas di Moskow dan Kyiv.

Kyiv menuduh Rusia mencuri biji-bijiannya dan berkontribusi pada kekurangan pangan global yang disebabkan ekspor biji-bijian yang diblokir di pelabuhan Ukraina. Tetapi Rusia mengklaim telah “menasionalisasi” aset negara Ukraina dan membeli tanaman dari petani lokal.

Sumber: republika.co.id