Berita Terkini

Amir Jabhah Nusrah Umumkan Berpisah dari Al Qaeda

SURIAH (Jurnalislam.com)Al Jazeera memperoleh video eksklusif, Kamis (28/07/2016) dari Jabhah Nusrah yang mengkonfirmasikan lepasnya tandzim jihad berbasis Suriah dari al-Qaeda.

Abu Muhammad al-Jaulani muncul di kamera untuk pertama kalinya mengumumkan bahwa nama kelompoknya juga telah berubah menjadi Jabhat Fath al Syam, atau pasukan pembebasan al Syam.

“Kami menyatakan penghapusan lengkap semua operasi di bawah nama Jabhah Nusrah, dan pembentukan taandzim baru yang beroperasi di bawah nama Jabhat Fath al-Syam dan menyatakan bahwa organisasi baru ini tidak memiliki afiliasi dengan setiap entitas eksternal,” kata Syeikh Jaulani.

Jabhah Nusrah telah dibubarkan dan faksi jihadnya sekarang akan terus berjuang sebagai Pasukan Penaklukan Damaskus. (baca juga: Berpisah dengan Al Qaeda, Inilah Rilisan Terjemahan Lengkap Syeikh al Jaulani)

Syeikh Jaulani mengatakan langkah terbaru tersebut adalah untuk menghilangkan semua alasan yang dibuat oleh AS dan Rusia untuk mengebom warga sipil di Suriah.

Video dirilis pada hari Kamis setelah laporan sebelumnya bahwa pemimpin al-Qaeda telah menyetujui perpisahan, sehingga mujahidin Jabhah Nusrah bisa berkonsentrasi pada perjuangan mereka melawan rezim Syiah Suriah dan kelompok oposisi lainnya.

Jabhah Nusrah pertama muncul di internet pada awal 2012 untuk bertanggung jawab atas serangan bom syahid di Aleppo dan Damaskus pada pasukan Assad.

Faksi jihad bersenjata lengkap, dengan pejuang yang sangat terlatih, sejak itu mementaskan sejumlah serangan terhadap pasukan rezim Suriah serta kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Suriah.

Jabhah Nusrah diberi sanksi oleh Dewan Keamanan PBB dan terdaftar sebagai kelompok teroris menurut Amerika Serikat dan Rusia.

Pada bulan Februari, AS dan Rusia mengeluarkan Jabhah Nusrah dari kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri pertempuran di Suriah.

Menanggapi deklarasi Syeikh Jaulani tersebut, Farah al-Atassi, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi, blok negosiasi utama oposisi moderat Suriah, mengatakan bahwa masih sangat prematur untuk memprediksi konsekuensi penuh dari perpecahan al-Qaeda.

Namun Atassi menambahkan bahwa dia berharap langkah itu akan menyingkirkan kekuatan seperti Rusia dari alasan mereka untuk pemboman di Suriah.

“Kami melihat dengan lega,” katanya kepada reporter Al Jazeera dari Washington DC, beberapa menit setelah pengumuman Jaulani ini.

“Bagaimanapun ini akan mencerminkan hasil positif karena Rusia melakukan pemboman dan menyerang lingkungan sipil dengan alasan bahwa mereka ingin menyerang Jabhah Nusrah.”

Reporter Al Jazeera Mohamed Jamjoom, melaporkan dari Gaziantep di perbatasan Suriah-Turki sisi Turki, mengatakan reaksi awal anggota oposisi di dalam Suriah berbeda-beda.

“Semua aktivis oposisi yang sudah kita ajak bicara di dalam Suriah mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak terkejut dengan pengumuman tersebut, dengan telah memuncaknya spekulasi dalam beberapa hari terakhir bahwa ini akan terjadi,” kata Jamjoom.

“Beberapa mengatakan mereka percaya bahwa pemisahan Jabhah Nusrah secara resmi dari al-Qaeda dan mengubah namanya, serta pembicaraan tentang pemersatu dalam perang di Suriah, itu berarti bahwa AS dan lainnya tidak akan lagi menganggap Jabhah Nusrah sebagai organisasi teroris; dan lebih banyak lagi pendukung internasional akan berada di belakang kelompok itu.”

Namun, ada juga aktivis di Aleppo yang tidak benar-benar percaya tentang hal itu,” tambah Jamjoom.

“Beberapa dari mereka bertanya-tanya apakah ini semacam aksi publisitas untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakat internasional, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah perpisahan ini akan memiliki dampak praktis.”

Kemudian pada hari Kamis, Gedung Putih mengatakan penilaian terhadap Jabhah Nusrah tidak berubah, meskipun ada pengumuman bahwa kelompok itu memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.B68IsXOCcAAOmyA

“Terus menjadi keprihatinan yang meningkat tentang kapasitas tumbuh Jabhah Nusrah untuk operasi eksternal yang bisa mengancam Amerika Serikat dan Eropa,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan saat briefing.

Reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan Gedung Putih menganggap Jabhah Nusrah sebagai ancaman keamanan bagi AS dan kepentingannya. (baca juga: AS: Jabhah Nusrah atau Jabhat Fatah al-Syam Tetap Menjadi Target)

“Ketika AS membuat keputusan untuk menyatakan Nusrah sebagai organisasi teroris (pada 2014), muncul banyak kritik, terutama yang berasal dari anggota oposisi Suriah yang mengatakan Nusra memiliki pejuang terlatih terbaik yang paling efektif dalam upaya mereka menggulingkan pemerintah Suriah Bashar al-Assad,” kata Jordan.

“Tapi pemerintah AS tidak bergerak, mengatakan bahwa mereka menganggap hubungan de-facto (Jabhah Nusrah) dengan al-Qaeda adalah masalah yang sangat serius.”

 

 

Dinilai Citrakan Negatif, KNPI Tolak Bima dan Dompu Jadi Sampel Penelitian Terorisme

Ketua KNPI Dompu, Putra Taufan
Ketua KNPI Dompu, Putra Taufan

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dompu, Putra Taufan menolak daerahnya dijadikan sampel penelitian rancangan undang-undang (RUU) pemberantasan terorisme. Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi rencana Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme DPR RI.

“Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Pansus DPR RI merupakan pencitraan negatif terhadap Bima dan Dompu, maka saya selaku putra dompu menolak hal itu,” katanya kepada Jurnalislam usai acara halal bi halal dan dialog pemuda di gedung KNPI Jalan Bhayangkara Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Dompu-NTB, Kamis (28/7/2016).

Putra mempertanyakan alasan DPR menjadikan Bima dan Dompu sebagai daerah percontohan. Ia menegaskan Bima dan Dompu bukanlah sarang teroris.

“Sebagai ketua KNPI maka kami menolak apabila Bima dan Dompu dijadikan sampel penelitian dalam RUU penanganan terorisme ini, dan saya tegaskan tidak ada orang bima dan dompu yang jadi teroris,” tegasnya.

Lebih jauh Putra menilai, terorisme adalah dampak dari banyaknya persoalan rakyat yang tidak bisa diakomodir oleh negara. “Seperti persoalan ketidakadilan dan banyak persoalan lain,” lanjutnya.

Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan terorisme menjadi proyek negara yang akan terus dipelihara selama masih menghasilkan uang.

“Saya berani memberikan sebuah pernyataan dalam tanda kutip bahwa teroris itu di buat buat, terlalu dibesar-besarkan, karena itu menjadi sebuah proyek negara, karena memang di Bima dan Dompu tidak ada teroris,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, wakil Ketua Pansus RUU Terorisme Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aris Saputra mengatakan, akan menjadikan Bima sebagai sampel penelitian. Namun dirinya membantah mencap Bima sebagai sarang teroris

”Bima kami jadikan sampel penelitian. Ini bukan berarti Bima sebagai sarang teroris,” katanya, Jumat (22/7/2016) malam dilansir Lombok Pos.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Warga Jagakarsa Tolak Pembangunan Rumah Pasturan

Warga, Tokoh Masyarakat dan Ulama Jagakarsa Mengadukan Penolakan Pembangunan Rumah Pasturan ke Camat Jagakarsa, Kamis (28/7/2016)
Warga, Tokoh Masyarakat dan Ulama Jagakarsa Mengadukan Penolakan Pembangunan Rumah Pasturan ke Camat Jagakarsa, Kamis (28/7/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ulama dan tokoh masyarakat Jagakarsa mendatangi kantor Kecamatan Jagakarsa, Kamis (28/07/2015). Mereka memprotes pembangunan Rumah Pasturan di Jalan Sirsak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka juga mempertanyakan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepada Camat Jagakarta, Ketua MUI Jagakarsa, KH Drs Sulaiman Rohimin menyampaikan keresahan warga atas peletakan batu pertama yang melibatkan aparatur negara.

“Apa-apan aparat ada disini, dimana-mana kalo ada pembangunan panggil kuli bangunan, kok ada Kapolsek, Danramil. Kalo ini ada penipuan saya akan bela ummat,” tegasnya.

Kyai Sulaiman menegaskan, larangan pembangunan di arela tanah tersebut telah ada sejak Jokowi menjadi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kalo ada orang dateng minta izin yang sama pada tanah yang masih status qou tanya dulu dong, kita masih pada hidup,” cetusnya.

Kyai Sulaiman meminta IMB dicabut. Ia khawatir kristinesasi melanda daerahnya. “Kalau ada rumah Kiai dibangun pasti disana ada pengajian dan sekian lama akan dibangun masjid. Begitu juga rumah Pastur. Bohong kalau gak ada kegiatan keagamaan dan gak menutup kemungkinan dibangun Gereja,” ujarnya.

Menanggapi desakan masyarakat Jagakarsa, Camat Jagakarsa Abdul Khalik berjanji akan menghentikan pembangunan rumah Pasturan tersebut.

“Kalau izin yang menandatangani saya maka pada saat ini pula saya akan cabut, karena yang menandatangani PTSP saya minta waktu paling lambat hari Senin kita akan kasih kabar,” kata Abdul Khalik.

Menurut Abdul Halik, kerukunan umat lebih penting. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk menghentikan pembangunan tersebut.

“Kalau IMB tidak bisa dicabut, minimal pembangunan kita hentikan. Saya berjanji akan tutup tuh jalan akses kelokasi agar mobil yang membawa bahan bangunan tidak bisa masuk,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat Jagakarsa juga menyampaikan pernyataan sikap. Berikut selengkapnya:

Kami Dewan Masjid Indonesia (DMI), FPI, MKDN, Kuliah Subuh Minggu, Kuliah Subu Rabu, MUI Jagakarsa, RW Se-Jagakarsa, RT-Sejagakarsa, LMK Jagakarsa, NU, KUHAB

  1. Menolak Gereja, Rumah Pastur, apapun bentuk bangunan untuk tidak dibangun di Jalan Sirsak Harga Mati
  2. Menyatakan dari pihak FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragam) tidak ada lagi pembangunan apapun diwilayah tersebut selamanya yang sudah ber status qou menurut UU dan permohonan 500 warga Jagakarsa.
  3. Meminta izin tersebut dicabut segera dan kami siap memantau 24 jam aktivitas apapun di Paroki kalau tidak dihentikan.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Akui Adakan Tarian Striptis, Bima Karaoke Solo Baru Minta Maaf

Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.
Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.

SOLO (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) melaporkan Bima Karaoke kepada Polres Sukoharjo. Bima Karaoke terbukti menggelar tari striptis (penari telanjang) dan sexy dancer yang tertera dalam pamflet.

Selain itu, LUIS juga membawa bukti video berdurasi 32 detik yang diambil pada 15 Juli 2016. Video tersebut memperlihatkan dua wanita menari diatas panggung dengan pakaian senonok.

Dalam audiensi dengan manajemen Bima Karaoke di Mapolsek Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam, manajemen mengakui acara tersebut merupakan salah satu event di Bima Karaoke.

Nugroho, perwakilan manajemen Bima Karaoke mengakui bahwa tarian setengah telanjang di Bima Karaoke sudah berlangsung sekitar 6 bulan. “Atas nama manajemen Karaoke Bima Saya minta maaf,” tegasnya.

Sebagai jaminan, LUIS minta kepada Bima Karaoke untuk membuat pernyataan pengakuan kesalahan secara tertulis dan berjanji tidak akan mengulangi ijin peruntukannya, maksimal Jumat, 29 Juli 2016.

Kasi Trantip Kecamatan Grogol, Joko, menuturkan, paska kasus bentrok yang menyebabkan meninggalnya anggota TNI AU, Karaoke Bima menjadi perhatiannya. Ia juga mengingatkan bahwa izin operasi tempat hiburan yang diberikan Pemkab Sukoharjo maksimal pada pukul 24.00 WIB. Sementara acara tari striptis itu sebagaimana tertera dalam pamflet, dimulai setiap Hari Rabu pukul 23.00 hingga 02.42 WIB.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Sukoharjo, AKP Teguh mengatakan, pihaknya sudah memperketat perizinan tempat hiburan malam termasuk larangan adanya tarian yang bisa mengarah tindak pidana pornoaksi/pornografi.

Audiensi dihadiri oleh pengurus Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Wakapolsek Grogol Aiptu Daryono, AKP Teguh Kasat Intelkam Polres Sukoharjo, Daryanto dari Kodim Sukoharjo dan Joko dari Kasi Trantib Kecamatan Grogol.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Komandan Syiah Houthi dan Pasukannya Menyerah dalam Pertempuran di Distrik Jaws

Fighters from local resistance units carry a fellow fighter who was injured in clashes between local fighters and Shiite rebels known as Houthis, in Taiz, Yemen, Friday, March 11, 2016. Yemeni medical officials say clashes between Shiite rebels and local fighters in the besieged city of Taiz have intensified, killing several dozen people on both sides over the past 24 hours. (AP Photo/Abdulnasser Alseddik)

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran sengit terus berlangsug pada hari Rabu (27/07/2016) antara pasukan perlawanan Yaman dan milisi Syiah Houthi di wilayah Masloub dan al-Aqba di distrik Jawf.

Sumber yang dekat dengan Al Arabiya News Channel menegaskan bahwa komandan Syiah Houthi Mabkhoot al-Husan dan pasukannya menyerahkan diri kepada pasukan perlawanan rakyat.

Pasukan koalisi juga menegaskan bahwa mereka berhasil menyerang target Houthi dan menghancurkan banyak senjata di distrik al-Ghayl.

Bentrokan terjadi setelah Arab Saudi meningkatkan penembakan artileri pada target Houthi di dekat perbatasan sehari setelah lima tentara tewas di provinsi perbatasan Najran.

Lima tentara Saudi telah tewas dalam pertempuran delapan jam ketika Saudi berhadapan dengan elemen kelompok bersenjata musuh yang mencoba menyusup di beberapa tempat di daerah Najran, lapor juru bicara kementerian seperti diberitakan kantor berita SPA yang dikelola negara.

Lokasi pemberontak Syiah Houthi di sepanjang perbatasan Saudi-Yaman menjadi sasaran koalisi, di mana puluhan milisi yang didukung Republik Syiah Iran tersebut tewas.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Seorang Mujahidin Palestina Gugur Setelah Bertempur 7 Jam dengan Pasukan Zionis

1516056960PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang mujahidin Brigade Izzuddin al Qassam gugur dan tiga warga lainnya ditangkap setelah pertempuran panjang yang berlangsung selama tujuh jam dengan pasukan penjajah Zionis yang mengepung sebuah rumah di desa Surif di utara Hebron, wilayah selatan Tepi Barat.

Infopalestina mengutip Jurubicara militer Zionis Avijaa Adraei dalam keterangan yang dirilis hari Rabu (27/07/2016) menyatakan bahwa pejuang Palestina Muhammad Faqih gugur. Pasukan penjajah Zionis mengepung rumah tempat berlindung Faqih yang melepaskan tembakan ke arah pasukan penjajah Zionis. Baku tembak terjadi antara kedua belah pihak. Sementara itu para saksi mata menegaskan pasukan penjajah Zionis membawa jasad Faqih dari dalam rumah yang hancur. Namun tidak ada pengumuman secara resmi tentang identitas korban dari kementrian kesehatan Palestina.

Adraei menyebutkan bahwa pasukan Israel menyerang rumah tersebut dengan sejumlah rudal anti tank dan menghancurkannya dengan kendaraan-kendaraan militer. Dia menyatakan militer menemukan jasad korban yang didekatnya ada senjata mesin Kalashnikov dan granat tangan. Dia memberitakan justifikasi atas kejahatan pembunuhan tersebut dengan mengatakan bahwa pasukan penjajah Zionis menarget sel yang bertanggung jawab pada pembunuhan rabi radikal Michael Mark pada awal bulan Juli lalu di dekat pemukiman Yahudi “Antaial” yang didirikan dengan paksa di wilayah Hebron.

Jurubicara militer Zionis juga menyatakan bahwa pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina dengan dalih bekerjasama dengan Faqih. Sementara itu seorang warga lainnya terluka dan dirawat di rumah sakit.

Sementara itu dinas keamanan umum Zionis Shin Bet (Shabak) mengatakan bahwa pihaknya memantau sel gerakan Hamas yang melakukan aksi pembunuhan seorang rabbi Yahudi terkenal . Baku senjata berlangsung antara pasukan penjajah Zionis dan sel tersebut. Kontak senjata berakhir dengan gugurnya pejuang al-Qassam Muhammad Faqih dan penangkapan yang lainnya.

Selanjutnya, Gerakan Perlawanan Islam Hamas di propinsi Hebron menyatakan belasungkawa atas gugurnya Muhammad Faqih dan menyatakan bahwa dia asalah salah seorang anggota Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas.

Hamas mengatakan, “Faqih gugur dalam baku tembak selama berjam-jam dengan pasukan penjajah Zionis di desa Surif, setelah menjadi buron pasca melakukan aksi kepahlawanan yang menewaskan seorang (rabbi) Yahudi dan melukai yang lainnya.”

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

China: Amerika Serikat, Jepang dan Australia Bermain Api atas Ketegangan Laut Selatan

2D86F54A00000578-0-image-a-1_1445241096075

CHINA (Juralislam.com) – Menteri luar negeri China menuduh Amerika Serikat, Jepang dan Australia menimbulkan ketegangan kawasan setelah diplomat mereka merilis pernyataan bersama mengungkapkan keprihatinan serius atas Laut China Selatan.

Sebuah pernyataan dari Wang Yi, China yang dilansir World Bulletin, mengatakan pada hari Rabu (27/07/2016) bahwa pernyataan segitiga tersebut sama saja mengipasi api pada saat negara-negara regional bertekad untuk meningkatkan kerja sama dan ingin melihat situasi Laut China Selatan mendingin.

Beijing mengklaim kedaulatan atas 90 persen laut yang kaya kan sumber daya tersebut, sementara negara-negara Asia lainnya memiliki klaim mereka sendiri.

Pekerjaan reklamasi China di wilayah tersebut mendorong AS dan sekutunya untuk mengekspresikan kekhawatiran mereka atas ekspansi maritim China, yang mereka duga bertujuan untuk memperluas jangkauan militer China.

Pada tanggal 12 Juli, pengadilan internasional di Den Haag memutuskan bahwa klaim Beijing untuk wilayah laut tidak memiliki dasar hukum dalam arbitrase diluncurkan oleh Filipina, yang mengatakan bahwa China telah melanggar hak berdaulat mereka.

Cina, yang telah lama bersikeras bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas masalah kedaulatan dan batas maritim, menyatakan bahwa keputusan tersebut batal di mata hukum.

Pernyataan trilateral dikeluarkan pekan lalu setelah menteri luar negeri dari ketiga negara bertemu di sela-sela sebuah KTT Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara, atau ASEAN, yang diselenggarakan oleh Laos.

Mereka menggarisbawahi pentingnya menahan diri dari tindakan sepihak yang menyebabkan perubahan fisik permanen pada lingkungan laut di daerah yang batas-batasnya masih tertunda kesepakatannya, mendesak semua negara untuk menahan diri dari tindakan seperti reklamasi lahan skala besar, dan pembangunan pos-pos serta menggunakan pos-pos tersebut untuk keperluan militer.

Mereka menyatakan dukungan kuat bagi aturan hukum dan menyerukan Beijing dan Manila untuk mematuhi aturan 12 Juli, menggambarkannya sebagai keputusan final dan mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak.

Wang mengatakan pada hari Rabu bahwa, “Negara-negara regional menolak memilih sisi pada kasus arbitrase, percaya bahwa itu adalah masalah bilateral antara China dan Filipina, namun di sisi lain, pernyataan trilateral menegaskan bahwa yang disebut penguasa yang sangat kontroversial bersifat mengikat.”

Laut Cina Selatan adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, diyakini terbentang di atas sumber minyak dan gas besar, tapi Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga mempertimbangkan bahwa beberapa perairan, pulau-pulau dan karang di kawasan ini menjadi wilayah mereka.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Jumlah Militer Turki yang Terlibat Kudeta

thumbs_b_c_f2dc7c8f1474d8f33b54f1939b93b924

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah minoritas kecil, hanya 1,5 persen, dari Angkatan Bersenjata Turki yang ambil bagian dalam kudeta gagal 15 Juli yang merenggut ratusan nyawa, Staf Umum Turki mengumumkan pada Rabu (27/07/2016), lansir Anadolu Agency.

“Sebanyak 8.651 personil militer ambil bagian dalam upaya kudeta Teroris Organisasi Fetullah (Feto) pada tanggal 15 Juli.”

“Angka ini sebesar 1,5 persen dari jumlah personil Angkatan Bersenjata Turki saat ini,” kata Staf Umum Departemen Pers dan Humas dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa 35 pesawat, 37 helikopter, 74 tank, dan tiga kapal digunakan selama kudeta yang gagal.

Sebanyak 1.676 bintara dan prajurit, dan 1.214 siswa militer, bergabung dengan upaya kudeta, katanya.

Komplotan kudeta menggunakan 3.992 senjata kecil selama upaya tersebut.

“Hari ini, Angkatan Bersenjata Turki memiliki kekuatan dan tekad untuk mengalahkan segala jenis ancaman yang diarahkan pada negara dan bangsa kita,” kata pernyataan itu.

Pemerintah Turki mengatakan upaya kudeta yang mematikan, yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lain, dilakukan oleh pengikut tokoh berbasis AS Fetullah Gulen.

Gulen juga telah lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Muslim AS di DNC Ambil Sikap Lawan Islamophobia

 

PHILADELPHIA (Jurnalislam.com ) – Di sela-sela Konvensi Nasional Demokrat (the Democratic National Conventio-DNC), saat para delegasi secara resmi akan mencalonkan Hillary Clinton sebagai calon presiden partai, para pemimpin Muslim AS berkumpul untuk mendorong masyarakat untuk memilih, menyerukan bahwa pemungutan suara adalah sarana yang kuat untuk menantang masalah Islamophobia yang meningkat, Aljazeera melaporkan, Selasa (26/07/2016),

“Anda tidak harus pergi ke Kanada, hanya mendaftar dan memilih,” Nihad Awad, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengatakan kepada anggota komunitas Muslim yang datang ke Philadelphia untuk acara empat hari tersebut.

“Kita bisa mengalahkan kebencian,” tambahnya. “Islamophobia bukan saja masalah Muslim, ini merupakan masalah Amerika. Kejahatan Kebencian sedang meningkat. Korban terbesar Islamophobia adalah Amerika dan prospek masa depan.”

Nihad Awad dan para pemimpin Muslim AS lainnya mendorong anggota masyarakat untuk terlibat dalam politik, bidang di mana mereka percaya bahwa mereka kurang terwakili. Mereka percaya bahwa Islamophobia, bersama dengan xenophobia dan kebencian terhadap wanita, sedang berkembang dalam partai Republik, sehingga sekarang taruhannya lebih tinggi dari sebelumnya.

“Pemilu kali ini tidak seperti pemilu sebelumnya di mana kita memperdebatkan peran pemerintah, apakah pajak harus lebih tinggi atau lebih rendah dan sejenisnya,” kata anggota Kongres Keith Ellison dari Minnesota. “Kami tidak pernah memiliki pemimpin partai besar yang secara terbuka menyerukan kebencian agama terhadap komunitas tertentu (seperti saat ini).”

7e23634a06ee4511b7db3dd0f3918737_18

Calon Partai Republik Anti-Islam Donald Trump telah menyerukan agar umat Islam dilarang memasuki Amerika Serikat, dan menjadikan seruan tersebut menjadi pusat pencalonannya. Pekan lalu, dalam sebuah wawancara dengan 60 Minutes, Trump menyerukan pemeriksaan terhadap orang yang berasal dari negara-negara dengan sejarah teror.

Baca juga: 

Politisi Amerika lainnya kemudian mengikuti: beberapa hari lalu, mantan Ketua DPR Newt Gingrich mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa orang-orang dari latar belakang Muslim harus diuji untuk melihat apakah mereka percaya pada hukum Syariah, dan dideportasi jika mereka mempercayainya. Komentarnya tersebut muncul tak lama setelah serangan di Nice, Prancis, yang menewaskan lebih dari 80 orang dan dikritik oleh Presiden AS Barack Obama sebagai komentar yang menjijikkan.

Sebuah laporan baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari 70 kelompok di AS berkontribusi sampai batas tertentu untuk menyebarkan Islamophobia. Laporan, yang dirilis oleh CAIR dan Pusat Ras dan Gender University of California Berkeley, mengatakan 33 dari kelompok tersebut memiliki tujuan utama mempromosikan prasangka atau kebencian, terhadap Islam dan Muslim.

“Islamophobia meningkat karena ada orang-orang memicu dan mempromosikannya,” kata Ellison. “Mereka benar-benar memiliki organisasi yang didedikasikan untuk memompa Islamophobia. Islamophobia meningkat karena orang yang menemui kesulitan mengatakan bahwa alasan penyebab kesulitan mereka adalah komunitas Muslim.”

Banyak yang khawatir bahwa ideologi Trump bisa memiliki dampak yang menghancurkan pada lanskap politik AS. Dalam sambutan pencalonannya, ia menggunakan tema hukum dan aturan untuk melukis gambaran gelap Amerika: yang didominasi oleh media liberal penipu dan terorisme dari dalam dan luar negeri. Dia menawarkan dirinya sebagai solusi untuk masalah ini, tapi tidak memberikan rincian.

Muslim, banyak dari mereka percaya bahwa mereka sedang dikambinghitamkan karena alasan politik, berjumlah 1 persen dari total penduduk AS tapi, menurut Pew Research Centre, jumlah mereka akan berlipat ganda pada tahun 2050.

“Ada banyak masyarakat yang penting di sini, dan Muslim berjumlah lebih dari 1 persen di Michigan, Virginia, Minnesota, California, New York,” kata Ellison.

“Ada banyak tempat di negeri ini di mana Muslim sangat penting, dan saya pikir cara terbaik untuk mengalahkan Donald Trump adalah aktif dan berpartisipasi, mengikuti pemilihan, mengatur strategi dan kemudian bekerja jauh melampaui pemilu.”

Kaum Muslim AS berharap memanfaatkan siklus ini dengan mengorganisir dan berkampanye untuk mendaftarkan satu juta pemilih baru.

Sejak Trump dinominasikan, kelompok hak-hak sipil telah mencatat kenaikan serangan terhadap Muslim, beberapa di antaranya mematikan.

“Masalahnya adalah bahwa kita tersadar setiap empat tahun,” kata Linda Sarsour, seorang aktivis hak-hak sipil dan direktur eksekutif the Arab American Association of New York.

“Ini adalah tentang pengorganisasian jangka panjang, bekerja untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bergabung dengan saya dalam membangun sebuah gerakan untuk pemilihan, tetapi dengan tujuan jauh melebihi pemilihan ini.”

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

20 Orang Tewas dalam Serangan Bom Mobil di Pusat Rekrutmen Pasukan PYD

Syrians gather at the site of a bomb attack in Syria's northeastern city of Qamishli on July 27, 2016. A double bomb attack killed at least 14 people including civilians and left dozens wounded in a Kurdish-majority city in northeast Syria, the Syrian Observatory for Human Rights said. / AFP PHOTO / DELIL SOULEIMAN

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam ledakan bom mobil yang kuat di timur-laut Suriah pada hari Rabu (27/07/2016), menurut sumber-sumber lokal, lansir World Bulletin.

Serangan itu menargetkan pusat rekrutmen milisi PYD, afiliasi Suriah organisasi ekstrimis PKK, di kota Qamishli yang dikuasai PYD.

Sumber tersebut mengatakan 20 orang tewas dan 50 lainnya terluka dalam serangan itu.

Namun televisi rezim Nushairiyah Suriah, SANA, menyebutkan korban tewas sebanyak 22.

Menurut sumber setempat, ledakan juga meninggalkan jejak kerusakan besar di kota.

Kelompok Islamic State (IS) dilaporkan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang beredar di situs-situs media sosial.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam