
HELMAND (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan, Taliban, membantah laporan bahwa gubernur bayangan untuk provinsi Helmand dan komandan militer tewas dalam serangan udara AS di provinsi Helmand selatan Afghanistan. Pemerintah Afghanistan memiliki track record yang buruk ketika melaporkan kematian komandan Taliban.
The Long War Journal mengutip laporan Khaama Press Selasa (02/08/2016) bahwa, kantor gubernur provinsi Helmand hari ini mengumumkan “Mullah Abdul Rahim dan Komandan Mustaqiim,” gubernur bayangan Taliban untuk Helmand dan komandan militer, tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS. Serangan udara tersebut konon menargetkan keduanya di desa Zarghoon distrik Nad Ali.
Militer AS belum mengomentari serangan udara tersebut, tetapi telah meningkatkan serangan terhadap para pemimpin Taliban dan tokoh kunci lainnya setelah Taliban meningkatkan perlawanannya melawan pasukan Kabul sepanjang tahun lalu.
Taliban, melalui salah seorang juru bicara resmi, Qari Yousuf Ahmadi, dengan cepat mengeluarkan bantahan tentang tewasnya dua pemimpin mereka di Helmand dalam serangan udara. Pernyataan Ahmadi diterbitkan pada akun Twitter milik Zabihullah Muhajid, juru bicara resmi Taliban lainnya. Ahmadi membantah bahwa kedua pemimpin Taliban tersebut tewas dan menyebut klaim pemerintah Kabul itu sebagai “rumor palsu” yang dirancang untuk menutupi kekalahan militernya di Helmand.
“Kami sangat menolak propaganda ini,” kata Ahmadi dalam pernyataannya.
Gubernur Taliban untuk Helmand adalah Mullah Abdul Manan Akhund, bukan Mullah Abdul Rahim, sebagai mana diklaim pemerintah Afghanistan. Gubernur Taliban untuk Helmand diidentifikasi oleh Taliban sebagai Mullah Abdul Manan Akhund pada tahun 2015 setelah mengumumkan kematian amir Taliban Syeikh Mullah Umar, dan lagi pada 2016 setelah kematian pengganti Syeikh Mullah Umar, Syeikh Mullah Mansour. Dan dalam laporan yang dirilis oleh Ahmadi, gubernur bayangan juga diidentifikasi sebagai Mullah Abdul Manan Akhund.
Selain itu, Ahmadi merilis klip audio yang mengakui bahwa gubernur bayangan Helmand adalah Mullah Manan.
Dalam audio, Taliban mengatakan bahwa distrik Nad Ali dan Nawa-i-Sarraj di Helmand berada “di bawah kendali Mujahidin” setelah pertempuran sengit melawan pasukan Nasional Afghnaistan (ANA). Secara akurat Taliban melaporkan mengenai kontrol kabupaten di masa lalu saat pemerintah boneka Kabul meremehkan atau mengabaikan kehilangan kabupaten mereka di tangan Taliban.
Imarah Islam Afghanistan saat ini menguasai lebih dari 80 dari 400 lebih kabupaten Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal. Angka itu mungkin lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia.
Militer Afghanistan di Helmand memburuk saat Taliban menekan untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang di sana antara 2009-2011. Dari 14 kecamatan Helmand, lima diantaranya secara efektif dikendalikan oleh Taliban (Sekarang Zad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Khanashin), dan tujuh lainnya dalam proses kembali ke pangkuan Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Nawa-i -Barak, Marjah, Garmsir, dan Sangin).
Deddy | TLWJ | Jurnalislam

LIBYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 22 pasukan dan 20 lainnya terluka dalam serangan bom mobil di kota Benghazi, Libya timur, menurut pejabat medis, Aljazeera melaporkan Selasa (02/08/2016).
Mujahidin Dewan Syura Benghazi, koalisi faksi-faksi jihad Libya, mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, menurut sebuah pernyataan di situs media yang terkait dengan kelompok.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat rezim Nushairiyah Suriah membom kota Saraqib yang dikuasai mujahidin di provinsi Idlib barat laut Suriah dengan bom barel dicampur dengan gas klor Senin (01/08/2016), sumber medis setempat mengatakan, lansir World Bulletin.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al Islam pada hari Senin (01/08/2016) mengumumkan penumpasan sejumlah pasukan Syiah Assad di garis depan “Hosh alFara” wilayah Timur Ghouta, lansir ElDorar AlShamia, Senin.


JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerhati kontra-terorisme Harits Abu Ulya mengatakan, kerusuhan di Tanjungbalai telah memberikan pelajaran penting tentang kerukunan umat beragama di bangsa ini. Ia menilai, peristiwa itu merupakan bukti arogansi dari kalangan minoritas.