Berita Terkini

Hasil Sidang Etik Kasus Siyono Tidak Diumumkan, Ada Apa?

siyonoKLATEN (Jurnalislam.com) – Anggota Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) sekaligus Kuasa Hukum keluarga Siyono, Dr. Trisno Raharjo,S.H.M.Hum optimis para pelaku penganiyayaan bisa dijebloskan ke dalam penjara. Hal ini disampaikan di Masjid Muniroh, samping rumah almarhum Siyono di Desa Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Kamis (4/8/2016).

“Saya optimis putusannya mengarah kesana, yang penting menetapkan dulu tersangkanya. Maka ditingkatkan menjadi penyidikan dari sini ditentukan tersangkanya” ujar Trisno.

Menurut Trisno, tersangka kasus pembunuhan dan penganiyayaan berat tidak hanya dua yang sudah ditetapkan di komisi kode etik Polri, namun bisa lebih. Sementara perkembangan penanganan kasus Siyono justru semakin tertutup, dan tidak pernah diumumkan pada publik.

“Ingat, tersangkanya tidak hanya dua yang sudah diputuskan di kode etik, bisa lebih dari itu, kami kan juga tidak tahu. Disamping itu sampai saat ini etik itu semakin tertutup, kita tidak mengetahui ada putusan atau belum secara final, kalau menurut aturannya sudah diputus tapi tidak pernah diumumkan kepada publik” katanya.

Trisno yakin bahwa putusan tersebut sudah ada namun ia menyayangkan kenapa tidak diumumkan. Oleh sebab itu, Trisno akan melaporkan keganjilan tersebut pada Komnas HAM.

“Keyakinan kami putusan itu sudah ada, tapi keputusan itu tidak diumumkan, karena kalau belum putus apakah ini akan digantung, menunggu hasil pemeriksaan yang ada di Klaten ini. Kalau demikian saling menunggu, ada apa? Itu pertanyaan yang kami juga masukkan dalam bagian yang kami kirimkan ke Komnas HAM” pungkasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Setelah Disiksa, Iran Eksekusi Hampir 20 Tahanan Sunni

Iranian-Executions-AP-640x480TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran telah mengeksekusi 20 tahanan yang sebagian besar Sunni, menarik kecaman dari kelompok hak asasi yang mengatakan keyakinan mereka bahwa eksekusi tersebut kemungkinan didasarkan pada pengakuan paksa dengan siksaan, Aljazeera melaporkan, Kamis (04/08/2016).

2o tahanan yang digantung pada hari Selasa tersebut, dituduh melakukan serangkaian serangan terhadap warga sipil dan pemimpin agama di wilayah Kurdi barat Iran, media pemerintah Iran melaporkan pada hari Kamis.

“Orang-orang ini telah melakukan pembunuhan … membunuh wanita dan anak-anak, melakukan perusakan dan bertindak melawan keamanan dan membunuh pemimpin agama di beberapa daerah Kurdi,” televisi IRIB mengutip Jaksa Agung Mohammad Javad Montazeri mengatakan.

Dia mengatakan semua eksekusi – yang dilakukan dengan hukuman gantung – berlangsung setelah pengadilan yang panjang.

Kampanye Internasional untuk Hak Asasi Manusia di Iran, sebuah organisasi independen yang berbasis di New York, mengatakan Mahkamah Agung negara itu telah menolak banding terhadap hukuman mati dari salah satu narapidana, Shahram Ahmadi, yang menyatakan bahwa pengakuannya dibuat di bawah penyiksaan.

Human Rights Watch (HRW) mengecam Iran atas “eksekusi massal sedikitnya 10 tahanan.”

Kelompok-kelompok HAM telah mengkritisi penggunaan hukuman mati oleh Iran, dan menurut Amnesty Interntional, Iran mengeksekusi sedikitnya 977 orang tahun 2015.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rudal Balistik Rusia Tergetkan Gudang Senjata Jaysh al-Islam

jysh_lslm_8SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al Islam, mengatakan bahwa rudal balistik Rusia menargetkan gudang senjata mereka di Suriah utara pada hari Rabu, hingga menimbulkan ledakan, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (04/08/2016).

Menurut “Islam Alloush” juru bicara Jaysh al Islam mengatakan bahwa dari penyelidikan awal diyakini rudal balistik Rusia yang menargetkan gudang senjata di Idlib tersebut diluncurkan dari laut, menimbulkan ledakan dan kerusakan material terbatas.

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir di mana serangan terjadi di sebuah gudang kecil barang-barang mortir milik Jaysh al Islam di provinsi Idlib selama hampir seminggu.

Sebelumnya, Pada hari Senin Jaysh al Islam menargetkan kendaraan militer rezim Suriah dan menghancurkannya sedikitnya 11 pasukan Nushairiyah Assad tewas di garis depan Hosh alFara, Timur Ghouta.

 

Deddy | Alshamia | Jurnalislam

Buat Surat Pernyataaan, Bima Karaoke Solobaru Berjanji Takkan Gelar Tari Striptis Lagi

Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.
Audiensi LUIS dan Manajemen Bima Karaoke di Polse Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/7/2016) malam.

SOLO (Jurnalislam.com) – Setelah dilaporkan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) karena terbukti mengadakan tari telanjang (striptis), Karaoke Bima di Solobaru, Grogol, Sukoharjo, akhirnya membuat pernyataan tertulis dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Surat pernyataan itu diterima LUIS dari Polsek Grogol pada Selasa (2/8/2016).

“Kita berharap mereka tepati janji, jangan sampai lain waktu mengingkari janjinya. Juga kita harapkan peran Pak Bupati dan Kapolres bisa aktif monitoring terhadap tempat-tempat hiburan yang berpotensi melanggar hukum dan aturan yang ada,” ungkap Humas LUIS, Endro Sudarsono kepada Jurnalislam, Rabu (3/8/2016).

Lebih lanjut, Endro menegaskan, jika Bima Karaoke melanggar janjinya LUIS akan mendesak pemerintah untuk mencabut izin usaha dan memperkarakan penyelenggaranya.

“Ya kita tegas dan lantang jika Bima Karaoke mengingkari janjinya, kita minta Bupati mancabut ijin usaha dan Kapolres harus berani menindak tegas penyelenggaranya,” tegasnya.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangi tangga 28 Juli itu, penanggungjawab Bima Karaoke & Lounge Utomo Indratmojo menyatakan bahwa mereka tidak akan mengadakan atau menyelenggarakan kegiatan sexi dance di Bima Karaoke sesuai permintaan DPP LUIS Surakarta.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Daryya Tuntut PBB Segera Laksanakan Resolusi Internasional

darayyaSURIAH (Jurnalislam.com) – Dewan lokal Kota Daryya Timur Ghouta yang terkepung menuntut PBB segera melakukan implementasi dan mendesak resolusi internasional yang berkaitan dengan daerah terkepung dan pengelolaan makanan dan bantuan medis yang memadai untuk warga sipil, ElDorar AlShamia melaporkan, Kamis (04/08/2016).

Dewan mengatakan bahwa PBB memberikan tekanan pada rezim Assad untuk menghentikan operasi militer dan pemboman warga sipil, menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan yang akan memasuki kota sedang melakukan tugas kemanusiaan dan memiliki hak yang sah dan harus mengatasi semua rintangan dan perbedaan, sengketa regional dan internasional yang mencegahnya mematahkan pengepungan Darya.

Dewan menunjukkan bahwa rezim Syiah Assad telah mengintensifkan pemboman terhadap kota menggunakan bom barel setelah masuknya bantuan kemanusiaan ke kota juga lahan pertanian di sekitar kota yang merupakan satu-satunya sumber makanan bagi masyarakat Darya.

Perlu disebutkan bahwa PBB memasukkan kota Darya dalam daftar kota yang mendapatkan blokade ketat, tetapi kota itu tidak menerima bantuan yang memadai, bantuan tersebut terbatas pada pengiriman obat-obatan dan vaksin dalam jumlah terbatas pada tanggal 1 Juni 2016, dan kargo lainnya pada tanggal 9 Juni 2016 yang berisi bahan makanan yang tidak mencukupi kebutuhan kota yang terkepung untuk satu bulan.

 

Deddy | AlShamia | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Hantam Truk Bantuan Kemanusiaan di kota Atareb, Aleppo

trb_0SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia pada hari Rabu (03/08/2016) menargetkan truk berisi bantuan kemanusiaan di kota Atareb pedesaan barat Aleppo.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur tersebut menargetkan truk berisi bahan kemanusiaan untuk anak-anak, sehingga konvoi bantuan terbakar semuanya dan menewaskan lima orang serta melukai beberapa orang lainnya.

Koresponden menambahkan bahwa beberapa serangan udara yang dilakukan oleh angkatan udara Rusia menargetkan pusat kota pagi ini, menewaskan satu orang warga dan melukai lima orang lainnya, termasuk anak-anak.

Serangan udara Rusia yang menargetkan kota tersebut terdiri dari empat serangan bom dan empat bom cluster spesial lainnya serta roket thermobaric.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

 

Iran dan Rusia Lakukan Pertemuan Bahas Ancaman Bersama

cdf26-iran-energy-dealsi-MOSKOW (Jurnalislam.com) – Delegasi militer Republik Syiah Iran yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Wali Madani telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu untuk mengatasi ancaman umum, World Bulletin mengutip Daily Izvestia, Rabu (03/08/2016).

Pembicaraan terbaru juga akan membahas upaya-upaya untuk menyepakati pembelian senjata berat jangka pendek dan untuk mengeksplorasi calon rencana produksi bersama, kata harian itu.

Menurut Victor Murakhovski, editor Russian journal Fatherland Arsenal, “Langkah-langkah tersebut dapat berfungsi sebagai persiapan menuju kegiatan bersama sejak Iran dan Rusia menghadapi risiko global yang muncul di Timur Tengah dan juga di Asia Tengah. Itulah mengapa ada kebutuhan untuk membangun kerjasama lebih dekat,” menurut Izvestia.

Delegasi Iran juga berpartisipasi pada latihan militer Rusia tahun 2016, yang akan berlangsung hingga 13 Agustus. Komentator pertahanan Izvestia, Nikolay Surkov, mengatakan latihan akan “berkontribusi untuk peningkatan interaksi militer di kedua sisi, pertukaran pengalaman dengan cara melakukan latihan bersama dan juga mengatur pertukaran pengamat.”

Iran juga tertarik memperoleh teknologi untuk menghasilkan senjata berat sendiri.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan: Tidak Ada Perbedaan Antara PKK, PYD, ISIS dan Feto

erdogan-reutersANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekali lagi bahwa ia tidak melihat perbedaan antara kelompok-kelompok seperti PKK, PYD, YPG, ISIS, dan Feto atau Organisasi Teroris Fetullah pimpinan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, lansir Andolu Agency Rabu (03/08/2016).

“Semua kelompok tersebut memiliki kemampuan bertindak bersama-sama memerangi Turki,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan televisi Meksiko.

“Namun, kami akan terus melawan mereka,” tegasnya.

Pada bagian kedua dari wawancara dengan Televisa yang disiarkan Rabu malam, Erdogan mengecam klaim Gulen bahwa Turki telah membantu ISIS. Erdogan mengatakan bahwa sebenarnya Turki telah ambil bagian dalam memerangi kelompok ISIS.

Dia mengatakan bahwa senjata yang dikirim ke PYD dan YPG di Ayn al-Arab, Suriah utara, dilaporkan untuk mendukung keduanya dalam perjuangan mereka melawan ISIS, juga disita oleh ISIS sendiri.

“Saya mengatakan kepada Obama [Presiden AS] sebelumnya bahwa setengah dari senjata yang mereka kirim ke Ayn al-Arab akan jatuh ke ISIS,” kata Erdogan.

Dia menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil sikap umum terhadap semua kelompok ekstrimis untuk melenyapkan mereka sepenuhnya.

“Semua pihak yang memerangi ISIS tidak semuanya dapat digambarkan sebagai organisasi teror,” katanya.

Menunjuk ke keadaan darurat yang dinyatakan Turki selama tiga bulan setelah kudeta 15 Juli, Erdogan mengatakan tujuannya adalah untuk secara efektif dan cepat melaksanakan proses hukum.

“Ini adalah masalah internal Turki, dan kami membuat keputusan kami sendiri.”

Menurut Konstitusi Turki, keadaan darurat dapat dideklarasikan untuk jangka waktu maksimal enam bulan ketika ada indikasi serius bahwa kekerasan dapat meluas, yang bertujuan untuk menghilangkan lingkungan demokrasi bebas atau hak-hak dasar dan kebebasan yang ditetapkan oleh Konstitusi, atau ketika ketertiban umum terdistorsi berat karena tindak kekerasan.

Kudeta 15 Juli menewaskan sedikitnya 238 orang dan melukai lebih dari 2.200 orang lainnya, yang turun ke jalan untuk memprotes upaya kudeta.

Erdogan mengatakan kudeta “itu sudah jelas ditolak (gagal).”

Turki mengatakan Fetullah Gulen dan negara paralelnya berada di balik kudeta gagal dan telah mengirimkan dua permintaan resmi kepada AS untuk ekstradisi dan diadili.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Patahkan Serangan Pasukan Rezim Assad di Daryya

DARYYA (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah pada Rabu berhadapan dengan pasukan Nushairiyah Assad yang berupaya menyerbu kota Daryya yang terkepung, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (03/08/2016).

Mereka untuk pertama kalinya menggunakan bom barel yang diisi dengan bahan pembakar napalm, dan menimbulkan kerusakan yang luas dan kebakaran sulit dipadamkan. Pejuang “Lwa ‘Shohada’ al-Islam” kemudian mampu merusak sebuah tangki dan memukul upaya mereka untuk maju.

Kota Daryya terkepung dalam serangan upaya konstan dan berulang, tetapi kuat bertahan dalam gelombang pertempuran, meskipun pengepungan berlangsung sejak 2012.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa massa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang luluh-lantak akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun tersebut lebih dari 470.000 orang.

 

 

Pengadilan Kejahatan Perang PBB Bebaskan Komandan Pembantai 8000 Muslim Bosnia

Part-PAR-PAR2005040732222-1-1-0BOSNIA (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan kejahatan perang PBB pada hari Selasa lebih awal membebaskan mantan komandan polisi Serbia Bosnia yang dihukum dan dipenjara karena perannya dalam Srebrenica 1995, World Bulletin melaporkan Rabu (03/08/2016).

Borovcanin, wakil komandan satuan polisi khusus Serbia Bosnia yang dikirim untuk ambil bagian dalam genosida Srebrenica, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pada bulan Juni 2010 untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang ia lakukan pada Muslim Bosnia.

Ia kemudian dipindahkan ke sebuah penjara di Denmark. Setelah waktu yang ia habiskan di balik jeruji setelah penangkapannya pada bulan April 2005 dan selama persidangan, ia kemudian dianggap layak untuk dibebaskan dengan alasan karena telah menjalani dua pertiga dari masa tahanannya.

Borovcanin, 56, berada di antara tujuh pejabat tinggi militer dan polisi Bosnia yang diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (the International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia-ICTY) atas peran mereka dalam pembantaian biadab di mana sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim tewas kemudian mayat mereka dibuang ke kuburan massal.

Dua terdakwa lainnya, Vujadin Popovic dan Ljubisa Beara, dipenjara seumur hidup karena ambil bagian dalam pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut. Hukuman mereka ditegakkan di pengadilan banding Januari 2015.

Tapi hakim Theodor Meron, pada hari Selasa memberikan permintaan untuk pembebasan awal bagi Borovcanin yang efektif 1 Agustus 2016 atau sesegera mungkin.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam