Berita Terkini

Ketua MUI NTB: Kembalikan Tradisi Maghrib Mangaji

Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof. Saiful Muslim
Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof. Saiful Muslim

MATARAM (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Prof. Saiful Muslim mengatakan, momen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI tingkat nasional tahun 2016 di NTB harus dijadikan momen untuk perubahan.

Sebab, ia melihat ada tradisi positif yang mulai pudar dan terlupakan ketika NTB terseret dalam arus globalisasi dan modernitas yang begitu deras.

“Contoh satu saja, tradisi mengaji seusai magrib kini sudah mulai luntur, MTQ seperti mengingatkan kita bahwa tradisi mengaji itu pernah tumbuh segar di maysarakat kita. Tapi kini perlahan mulai ditinggalkan,” kata Ketua MUI Provinsi NTB kepada wartawan, Senin (1/8/2016) dilansir Lombokpost.

Sebuah budaya luhur yang tak sepantasnya termakan zaman. Padahal lanjut Saiful, mengaji itu adalah salah satu bagian dari bentangan benteng umat Islam, dari berbagai penjuru serangan budaya negatif di luar sana.

“Membaca Al-Qura’n, kini cendrung hanya jadi seremoni. Tidak ada ruhnya lagi seperti dulu,” imbuhnya.

Saiful coba membadingkan nilai-nilai yang sangat berbeda jauh antara masyarakat dulu dengan kini. Terutama sikap hati mereka, saat memabaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Kita seharusnya membumikan Al-Qur’an, bukan malah mencabut hingga akar-akarnya,” tegasnya.

Masyarat benar-benar mulai jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an. Mencabut nilai-nilai keislaman yang sudah membentengi mereka cukup lama.

Hakikat membumikan Al-Qur’an, kata Saiful adalah bagaimana bertingkah laku sesuai dengan tuntunan di dalamnya. Tidak hanya itu, Al-Qur’an juga jangan hanya dibaca, tetapi memahami kandungan dan makna yang ada di dalamnya.

“Al-Qur’an itu kitab segala zaman, isinya akan selalu berkesesuaian, dijadikan tuntunan di masa itu,” ulasnya.

Tinggal bagaimana seseorang bisa memahami dan mengambil intisarinya. Lebih dalam lagi, Saiful mengatakan, tantangan dan cobaan di dunia ini, sebenarnya polanya sama saja. Dari peradaban manusia pertama hingga akhir zaman. Bedanya hanya di ‘bungkus’. Sebab, ia menjelma dalam ketinggian peradaban saat itu. Jika manusia jeli, mereka akan mudah mengetahuinya.

“Itulah salah satu mukjizad di dalam Al-Quran,” ulasnya.

Untuk mengembalikan tradisi mengaji dan menumbuhkan semangat mengkaji di sana, memang dibutuhkan semangat kebersamaan secara kolektif. Pemerintah tidak bisa sendirian jika rakyat tidak memahami pentingnya kembali ke identitas keluhuran religius seperti dulu. Begitu sebaliknya.

“Ya kita harus sama-sama, tidak bisa hanya pemerintah saja,” ulasnya.

Jika disederhanakan, NTB harus mampu dibentuk suasananya seperti lingkungan Pondok Pesantren. Semangat, keinginan dan tujuan antara santri yang merupakan representasi dari rakyat, serta guru yang merupakan instrumen pemerintahan, harus sama. Maka dengan sendirinya, semangat mengaji bisa terwujud.

“Tapi kan persoalannya, tidak demikian. Ada yang maunya seperti ini, ada yang maunya seperti itu. Nah, di sinilah ketegasan pemerintah diperlukan sebagai pemegang kebijakan untuk menentukan arahnya,” ujarnya.

Saiful yakin, sebenarnya masyarakat yang merindukan NTB kembali menjadi daerah mengaji seperti dulu, itu jauh lebih banyak dari pada yang mau melakukan perubahan dan mencari ulang identitas NTB. Apalagi yang mau mengadopsi budaya luar dengan maksud mengganti budaya religius yang sudah melekat selama ini.

“Sudah terlalu banyak kajian yang menyebut manfaat mengaji itu besar sekali, dari kesehatan jasmani hingga rohani. Bukankah, dua tujuan itu yang menjadi keinginan dan harapan orang. Lantas kenapa (mengaji) tidak segera dibumikan?” tandasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Syiah Houthi Tolak Rancangan Perdamaian PBB

houthi-syiah-yaman_20150326_144944KUWAIT (Jurnalislam.com) – Para perunding pemerintah Yaman telah memutuskan untuk meninggalkan pembicaraan damai di Kuwait setelah pemberontak Syiah Houthi menolak usulan PBB yang bertujuan mengakhiri perang negara mereka, Aljazeera melaporkan, Senin (01/08/2016).

Menteri Luar Negeri Abdel-Malek al-Mekhlafi mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah tidak meninggalkan proses perdamaian, tetapi menyarankan hanya akan kembali jika Houthi dan sekutu lokal mereka mencabut keberatan mereka terhadap rencana PBB.

“Kami sudah sepakat dengan inisiatif ini… kami sekarang meninggalkan wilayah negara persaudaraan Kuwait tapi kami tidak meninggalkan pembicaraan,” kata Mekhlafi saat mengumumkan langkah mereka.

“Kami akan kembali setiap saat, bahkan satu jam setelah kami pergi, jika pihak lain setuju untuk menandatangani dokumen yang disajikan Utusan (PBB) ini.”

Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan PBB, mengusulkan agar musuh pemerintah di dalam gerakan bersenjata Syiah Houthi melepaskan tiga kota utama yang mereka pegang, termasuk ibu kota Sanaa.

Di bawah rencana ini, pembicaraan baru kemudian akan diselenggarakan untuk membentuk pemerintah baru yang juga akan mencakup Houthi, kata delegasi pemerintah.

Houthi menolak proposal tersebut dan menyebutnya sebagai non-starter pada hari Ahad, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap kesepakatan apapun harus lengkap dan tidak menunda resolusi tentang isu-isu utama.

Mereka mengatakan akan tinggal di Kuwait untuk pembicaraan.

Negosiasi yang dimulai pada bulan April telah memperlambat pertempuran Yaman yang telah menewaskan sedikitnya 6.400 orang dan penyebab salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Jenderal Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran Aleppo

CoyPhThUsAAyLVM

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sumber media yang setia kepada rezim Syiah Assad, mengumumkan pada hari Senin (01/08/2016) kematian seorang perwira tinggi dalam pertempuran melawan koalisi mujahidin Jaysh al-Fath .

Sumber tersebut mengatakan bahwa Brigadir Jenderal “Yasser Mohsin Mia” yang berasal dari Desa Tartous Provinsi “Khirbet al-Sanabel” tewas di pertempuran Aleppo.

Jaringan ElDorar AlShamia, Senin, mengkonfirmasi kematian perwira tinggi dari pasukan Assad dan juga dua lainnya yang hilang selama serangan koalisi mujahidin Jaysh al-Fath di pintu masuk selatan dan barat kota Aleppo.

Perlu dicatat bahwa pasukan Nushairiyah Assad dan milisi sekutu pendukungnya kehilangan lebih dari 100 elemen pasukan, termasuk pejabat dan anggota negara asing selama pertempuran di kota Aleppo.

Mujahidin Suriah juga berhasil menyelamatkan puluhan warga sipil di distrik 1070 yang sebelumnya ditahan oleh milisi Syiah ‘Pertahanan Nasional’, yang menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

hlb_4

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Mantan Anggota Parlemen Afghanistan Tewas Dibunuh

afghann1AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Untuk kedua kalinya dalam hitungan hari, tokoh pro-pemerintah profil tinggi tewas dalam pembunuhan yang jelas ditargetkan pada rezim Afghanistan pada hari Ahad, World Bulletin melaporkan Senin (01/08/2016).

Dr. Asadullah Hematyar, mantan anggota parlemen dari provinsi Logar tempat Presiden Mohammad Ashraf Ghani berasal ini, dibunuh di dekat klinik di ibukota Kabul.

Belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan motif pembunuhan belum teridentifikasi.

Pada hari Jumat, kepala parlemen departemen sumber daya manusia Afghanistan tewas dalam ledakan yang disebabkan oleh magnet Improvised Explosive Device (IED) yang ditanam di kendaraannya. Taliban dengan cepat mengaku bertanggung jawab.

Taliban juga mengklaim serangan serupa sebulan sebelumnya yang menewaskan Sher Wali Wardak, politisi pro-pemerintah terkemuka dan juga anggota parlemen, dekat rumahnya di Kabul.

Taliban bersumpah mereka akan menargetkan – tokoh pro-pemerintah profil tinggi sekutu Barat (AS) seraya melakukan serangan biasa pada instalasi pemerintah.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

103 Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syiah Tewas di Hari Pertama Pertempuran Aleppo

LQy-dL7_aadbreeuALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad dan milisi sekutunya menderita kerugian pasukan dan materiil yang besar selama serangan yang dilakukan oleh koalisi mujahidin Jaysh al-Fath yang berpartisipasi dalam operasi “Fath Halab” pada hari Ahad (31/07/2016).

Kerugian besar rezim al-Assad selama fase pertama pertempuran Aleppo melebihi 103 elemen pasukan, termasuk 57 orang dari milisi Syiah pertahanan nasional dan 12 komponen Partai Nasionalis Sosial Suriah, sedikitnya 33 tentara al-Assad tewas, sumber pribadi untuk jaringan El Dorar Al Shamia mengkonfirmasi, Senin (01/07/2016).

Sementara sumber juga menunjukkan bahwa 29 unsur milisi al-Assad telah kehilangan kontak dan mereka kemungkinan tewas atau ditahan oleh oposisi. Sumber juga mengkonfirmasi kematian dua serdadu dan hilangnya dua orang lainnya.

Pasukan Nushairiyah al-Assad kehilangan banyak perangkat militer berat mereka, di mana pasukan oposisi menghancurkan enam tank, sebuah senapan mesin, tiga kendaraan militer dan basis anti-tank.

Laporan juga mengatakan bahwa Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil menyelesaikan tahap pertama pertempuran yang diumumkan untuk membongkar pengepungan rezim dan sekutunya di kota Aleppo dan memulai tahap kedua pada Senin pagi.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Bunuh 15 Warga Sipil di Suriah utara

Syrian girls react following a reported Syrian regime air strike in a rebel-controlled area in the northern city of Aleppo on February 8, 2016. Regime forces backed by intense Russian air strikes have closed in on Aleppo city in their most significant advance since Moscow intervened in September in support of President Bashar al-Assad's government. / AFP / Ameer al-Halbi

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 15 wa termasuk sejumlah anak-anak, tewas oleh serangan udara Rusia di wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah utara, sumber pertahanan sipil setempat, megatakan pada hari Senin (01/08/2016).

Dua serangan berturut-turut oleh pesawat-pesawat tempur Rusia yang menargetkan kota Abu al-Duhur di provinsi Idlib menyebabkan 30 lainnya cedera, Ahmed Mustafa mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Mujahidin Suriah Tembak Jatuh Helikopter Tempur Rusia, Seluruh Awak Tewas

Men inspect the wreckage of a Russian helicopter that had been shot down in the north of Syria's rebel-held Idlib province, Syria August 1, 2016. REUTERS/Ammar Abdullah - RTSKIZE

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah helikopter militer Rusia ditembak jatuh di wilayah yang dikuasai mujahidin di Suriah utara pada hari Senin (01/08/2016). Kelima awak dan petugas dalam heliopter tewas, kata Kremlin, dalam insiden tunggal paling mematikan bagi militer Rusia sejak keterlibatannya dalam perang di Suriah, lansir Al Arabiya News Channel, Senin.

Helikopter Mi-8 ditembak jatuh di provinsi Idlib ketika kembali ke pangkalan udara Rusia di pantai Suriah setelah melakukan perjalanan ke kota Aleppo, Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan. Helikopter membawa tiga awak dan dua petugas yang dikerahkan oleh pusat Rusia di pangkalan udara Hemeimeem di pantai Suriah.

“Dari informasi yang diberikan oleh Departemen Pertahanan, semua orang yang berada di helikopter tewas,” kata juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin kepada wartawan. Pernyataan kementerian yang dirilis sebelumnya mengatakan nasib mereka masih belum diketahui.

Faksi-faksi jihad yang berperang melawan pasukan rezim Syiah Bashar Assad banyak terdapat di provinsi Idlib. Jabhah Nusrah pekan lalu mengumumkan bahwa mereka berganti nama dengan Jabhah Fath al Syam juga berada di sana.

Faksi-faksi disana merupakan bagian dari koalisi Jaish al-Fateh, atau Army of Conquest, yang telah mengendalikan Idlib.

Video yang diupload secara online oleh para jihadis menunjukkan puing-puing sebuah helikopter Rusia terbakar dalam rekaman video yang tampaknya diambil menit-menit pertama setelah helikopter itu jatuh.

1e57d2a1065c9055d59549e7fa73e50bDalam salah satu video, pod roket dapat dilihat di sebelah reruntuhan. Orang yang berdiri di dekatnya terlihat mengambil foto dari ponsel dan berteriak “Allahu Akbar”. Helikopter tampaknya hancur karena jatuh, ekornya dapat dilihat teronggok secara terpisah dari tubuh pesawat yang terbakar.

Jatuhnya helikopter hari Senin kemarin adalah yang paling mematikan bagi Rusia sejak Moskow mulai melaksanakan serangan udara di Suriah mendukung pasukan Syiah Nushairiyah Assad sejak September lalu.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Warga Mancak Korban Longsor Keluhkan Keterlambatan Bantuan Pemerintah

Foto: Muhammad Fajar
Anak-anak Korban Longsor Mancak,Serang, Banten, Bermain diatas Reruntuhan Rumahnya, Ahad (31/7/2016) | Foto: Muhammad Fajar

SERANG (Jurnalislam.com) – Meski warga Ds Babakan, Mancak sudah sepekan didera tanah longsor dan air bah, namun Pemerintah Daerah (Pemda) setempat belum juga memberi bantuan.

Hal itu diungkapkan Satiri (35) warga Ds Babakan kepada Jurnalislam, Ahad (31/1/2016). Satiri melanjutkan, setidaknya ada 1 rumah tanpa jejak, 8 rumah roboh dan sisanya kemasukan air dan lumpur serta beberapa kerugian lain yang diterima warga.

“Saya ngomong apa adanya, sudah seminggu ini saya tidak merasa kalau ada bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Menurut pantauan Jurnalislam yang berkesempatan menemui korban bencana, warga di kampung belum bisa beraktifitas seperti biasa. Sebagian warga hanya berdiam dirumah, menunggu bantuan datang.

Satiri melanjutkan, lima hari pasca bencana bantuan mulai turun dari MAPALA. “Baru hari Jum’at ada bantuan datang dari Mahasiswa dan aktifis kemanusiaan lain. Saya mewakili warga merasa berterimakasih terhadap bantuan yang telah diberikan,” ucap Satiri.

Satiri berharap pemerintah segera menyalurkan bantuannya. “Warga minta tolong kepada Pemda setempat untuk membantu apapun bentuknya, terutama biaya renovasi rumah warga,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Me-DAN Banten Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Mancak

mancak

SERANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah aktifis kemanusiaan pada Ahad (31/7/2016), membantu korban tanah longsor dan air bah di Desa Babakan, Kecamatan Mancak, Serang, Banten.

Bantuan yang disalurkan oleh Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Me-DAN, BPI Banten, Pecinta Musang dan KIR SMAN 2 Serang itu berupa sembako, obat – obatan dan pakaian.

“Sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara kita di Banten khususnya Mancak. Dengan memberikan bantuannya secara langsung,” kata koordinator aksi, Adin kepada Jurnalislam di lokasi.

Satiri (35) penanggung jawab penerimaan bantuan menceritakan kronologis terjadinya musibah tersebut. Ia mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (25/7/2016) pekan lalu pada pukul 01.00 dini hari. Hujan yang deras disusul banjir yang membawa material longsor dari gunung melanda daerah itu hingga pukul empat subuh.

“Hingga jam 4 subuh, warga baru bisa beres-beres seadanya, banyak juga warga yang mengungsi ke rumah saudaranya di daerah lain,” ungkapnya.

Kampung Babakan adalah daerah yang paling parah. Sayangnya, Posko bantuan terletak jauh diatas kampung, sehingga pembagian bantuan tidak menyeluruh dan efektif.

Dalam pantauan Jurnalislam di lapangan, warga di Kampung Babakan harus menempuh jalur perbukitan yang memakan waktu beberapa untuk mengambil bantuan di posko. Sebab akses kendaraan lumpuh total terendam lumpur dan material longsor.

“Posko 1 terletak diatas, jauh sekali bagi kami untuk menjangkaunya, padahal Kampung Babakan adalah daerah terparah,” keluhnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Lima Serdadu Zionis Bantai Pemuda Palestina dengan Timah Panas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lima serdadu Zionis memuntahkan pelurunya terhadap seorang pemuda Palestina, Ahad (31/07/2016) di perlintasan Hawara, selatan Nablus, dengan alasan akan melakukan aksi penikaman terhadap tentara. Akibatnya ia gugur, syahid, seketika setelah tembakan brutal tersebut, Infopalestina melaporkan Ahad.

Departemen kesehatan Palestina menyampaikan ada keterlibatan militer otoritas dalam pembunuhan terhadap pemuda, Romi Auraotani (31 tahun) setelah ia ditembak serdadu, di dekat perlintasan Hawara, selatan Nablus

Sementara itu, sumber Israel menuduh, pemuda Palestina tadi berusaha melakukan aksi penikaman terhadap serdadu, saat ia mengendarai mobilnnya di dekat Hawara. Ia kemudian keluar dan menuju para tentara yang sedang berjaga-jaga. Namun tentara Zionis langsung memberondong tembakan ke arah pemuda tersebut dengan tembakan yang mematikan, hingga ia jatuh ke tanah dan tak bergerak lagi.

Saksi mata mengatakan, serdadu Zionis menembakan Romi setelah ia mengeluarkanya dari dalam mobil yang ia kendarai dari arah Nablus. Ia meninggal ditempat pasca ditembak serdadu secara biadab.

 

Infopalestina