Berita Terkini

Erdogan: Operasi Turki di Suriah Bertujuan untuk Lawan Ancaman ISIS dan PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Operasi Turki melawan kelompok Islamic State (IS) di sekitar kota Jarabulus Suriah utara adalah tanggapan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teror seperti IS dan PYD dukungan AS, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Rabu (24/08/2016), lansir Anadolu Agency.

Operasi Perisai Efrat (Operation Euphrates Shield) diluncurkan Rabu pagi, ketika artileri dan serangan udara yang diikuti oleh tank Turki melintasi perbatasan untuk menargetkan IS dan PYD. (baca juga: Sedikitnya 20 Tank Turki Memasuki Suriah Lancarkan Serangan Darat Rebut Jarablus dari IS)

“Saat ini, sayangnya, semua serangan yang terjadi di Gaziantep dan Kilis … membawa masalah tersebut ke titik ini,” kata Erdogan di Istana Presiden di Ankara.

“Inilah akhirnya. Kami katakan ini harus selesai dan proses telah dimulai pagi ini pada pukul 4:00. Kita harus memecahkan masalah.”

Sejak Januari, serangan roket di provinsi Kilis Turki dari wilayah kekuasaan IS di Suriah telah menewaskan sedikitnya 21 orang, sementara serangan teroris di Gaziantep dituduh dilakukan oleh IS termasuk bom bunuh diri hari Sabtu dalam acara pernikahan yang menewaskan 54 orang undangan dan serangan bom mobil bulan Mei yang membuat tewasnya dua petugas polisi.

Sementara itu, PYD – yang mengontrol wilayah Suriah utara di sepanjang perbatasan Turki – dituduh melakukan pembersihan etnis di daerah kekuasaannya, sewenang-wenang menahan lawan-lawan politik mereka dan memaksa warga sipil untuk berperang. Kelompok ini adalah cabang Suriah dari kelompok teror PKK yang telah mengobarkan perang di Turki sejak tahun 1984.

Presiden menekankan bahwa IS dan PYD dukungan AS mengancam Turki dari Suriah utara dan mengatakan kelompok teror atau pendukung mereka tersebut mencari kesempatan melawan persatuan dan solidaritas Turki.

“Anda tidak bisa memecah bangsa kami, Anda tidak dapat menurunkan bendera kami, Anda tidak dapat menghancurkan tanah air kami, negara kami, Anda tidak dapat membungkam seruan kami untuk berdoa, Anda tidak dapat membawa negara ini bertekuk lutut untuk Anda, Anda tidak dapat membawa orang-orang ini ke tumit,” Erdogan mengatakan.

Dia menambahkan: “Bangsa ini ada dan akan selalu ada dengan orang-orang, militer, polisi dan penjaga, menghadapi ancaman apa pun yang melawan Turki.”

 

Dewan Aleppo Tolak Usulan WFP Buat Rute Castello sebagai Koridor Kemanusiaan ke Aleppo

Dewan Aleppo Tolak Usulan WFP Buat Rute Castello sebagai Koridor Kemanusiaan ke Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Dewan lokal Kota Aleppo menolak usulan World Food Organization (WFP) untuk menjadikan rute “Castello” sebagai koridor konvoi bantuan kemanusiaan memasuki kota Aleppo, menyerukan membuat Ramouseh sebagai koridor kemanusiaan menuju daerah yang dibebaskan, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (24/08/2016).

Dewan menganggap bahwa koordinasi WFP dengan rezim Nushairiyah Assad yang bertanggung jawab atas pembunuhan Suriah, memberi indikasi sikap non-netralitas WFP, dan ini dianggap sebagai dukungan untuk terorisme bashar Assad.

brnmjDewan mendesak masyarakat internasional dan PBB untuk menanggung tanggung jawab hukum, moral dan kemanusiaan terhadap warga sipil di kawasan Aleppo yang dikendalikan oleh faksi mujahidin Suriah.

Dewan menunjukkan untuk mencari jalan lain kecuali Ramouseh yang akan memberikan legitimasi dan dukungan internasional yang menjadikan daerah tersebut tidak aman dengan masuknya konvoi bantuan, karena akan menjadi target yang jelas untuk kembali memberlakukan operasi militer terhadap sekitar 400 ribu warga sipil.

Organisasi kemanusiaan telah bertemu pada hari Selasa dengan organisasi mitra untuk menjadikan Castello sebagai koridor kemanusiaan untuk mengirim bantuan PBB tiba di Aleppo.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Sedikitnya 20 Tank Turki Memasuki Suriah Lancarkan Serangan Darat Rebut Jarablus dari IS

 

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah operasi militer yang didukung oleh Angkatan Darat Turki, kelompok pejuang Suriah mengatakan pada hari Rabu bahwa Jarablus di Suriah utara di perbatasan Turki telah “dibebaskan” dari kelompok Islamic State (IS), Anadolu Agency melaporkan Rabu (24/08/2016).

“Jarablus benar-benar dibebaskan,” Ahmad Othman, komandan kelompok oposisi Sultan Mourad, mengatakan kepada AFP dari tempat kejadian, sementara juru bicara oposisi lainnya mengatakan pasukan IS telah melarikan diri ke arah Al-Bab, ke barat daya.

Sebelumnya, seorang komandan faksi Failaq al-Syam, yang meminta anonimitas, mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar pasukan IS di Jarablus telah ditarik keluar, beberapa dari mereka menyerah. Komandan lain memperkirakan hingga 50 persen dari kota itu sekarang di bawah kendali oposisi yang didukung Turki.

“Pasukan ISIS (IS) telah ditarik dari beberapa desa di pinggiran Jarablus ke selatan menuju kota al Bab,” kata komandan Failaq al Syam.

Setelah rentetan artileri berat dan serangan udara sebelum fajar, Turki mengirim tank dan pasukan khusus ke Suriah pada hari Rabu untuk membantu membersihkan kota perbatasan tersebut dari pasukan IS dan mencegah pemberontak Kurdi membuat keuntungan apapun.

Operasi – yang bernama Euphrat Shield (benteng Efrat) – dimulai sekitar pukul 4:00 (0100 GMT) dengan artileri Turki menghantam puluhan target IS di sekitar Jarablus, kata kantor perdana menteri Turki itu.

Tank dan pasukan khusus Turki bersama kelompok oposisi pro-Ankara Suriah kemudian menyerbu ke seberang perbatasan dalam operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong IS keluar dari kota tempat mereka menembakkan roket ke Turki.

jarabulusmap

Beberapa jam setelah dimulainya operasi, kantor berita yang dikelola pemerintah Turki dan seorang aktivis media oposisi Suriah mengatakan oposisi menguasai Kaklijeh – desa yang dikuasai IS di dekat Jarablus – dengan dukungan dari unit lapis baja Turki. Desa ini terletak sekitar 3 kilometer (1,8 mil) dari perbatasan Turki, kata Anadolu Agency.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi militer mereka bertujuan untuk mencegah ancaman dari “serangan” kelompok, termasuk IS dan milisi Kurdi Suriah yang didukung AS yang berafiliasi dengan pemberontak Kurdi yang terlarang di Turki.

Erdogan mengatakan operasi itu juga untuk menanggapi serangkaian serangan di Turki, termasuk pemboman bunuh diri di sebuah pesta pernikahan di dekat perbatasan yang menewaskan 54 orang undangan.

Operasi dengan dua tujuan pada hari Rabu tersebut menempatkan Turki di jalur konfrontasi dengan para milisi ektremis Kurdi yang didukung AS di Suriah, yang dijadikan boneka AS sebagai kekuatan tempur paling efektif melawan IS di daerah tersebut.

Turki prihatin dengan pengaruh kelompok yang tumbuh, yang dikatakan terkait dengan kelompok ektremis Kurdi yang melancarkan pemberontakan di Turki tenggara.

Seorang pejabat senior kelompok Kurdi terbesar Suriah mengatakan bahwa Turki harus membayar harga itu. Saleh Muslim, co-presiden milisi Partai Uni Demokratik atau PYD dukungan AS, men-tweeted bahwa “Turki berada di Quagmire (rawa) Suria, yang akan kami kalahkan seperti IS.”

Perkembangan terbaru telah mendorong Jarablus menjadi sorotan. Kota yang terletak di tepi barat Sungai Efrat yang melintas dari Turki ke Suriah, adalah salah satu kota terpenting terakhir yang dikuasai IS antara daerah yang dikendalikan Kurdi di Suriah utara. Kota ini terletak 20 mil (33 kilometer) dari kota Manbij, yang dibebaskan dari IS oleh pasukan pimpinan Kurdi awal bulan ini.

Merebut Jarablus dan kota al-Bab yang dikuasai IS ke selatan akan menjadi langkah signifikan menuju terhubungnya daerah perbatasan di bawah kontrol Kurdi di kedua sisi sungai Efrat.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pasukan Kurdi Suriah “harus sesegera mungkin menyeberang ke sebelah timur sungai Efrat.”

“Itulah yang dijanjikan Amerika Serikat. Itu kesepakatan kami,” tambahnya. “Jika tidak, dan saya mengatakan ini dengan jelas, kita akan melakukan apa yang diperlukan.”

Kementerian luar negeri Rusia juga menyatakan keprihatinan yang mendalam pada hari Rabu di operasi militer Turki di Suriah.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di wilayah perbatasan Suriah-Turki,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, peringatan ini dapat menyebabkan “degenerasi lebih lanjut dari situasi di zona konflik” dan “meningkatkan ketegangan antar-etnis antara Kurdi dan Arab.”

Pemerintah Suriah mengecam serangan militer Turki dan menyerukan segera mengakhiri apa yang digambarkan Suriah sebagai “pelanggaran terang-terangan” kedaulatan Suriah. Tank Turki dan kendaraan lapis baja menyeberang ke Suriah dengan kedok serangan udara pimpinan AS.

Televisi swasta Turki NTV, mengatakan bahwa sedikitnya 20 tank Turki menyeberangi perbatasan, Rabu pagi melaporkan bahwa sejumlah kecil pasukan khusus Turki telah menyeberang ke Suriah sebagai bagian dari operasi. NTV menyebutnya “misi penyusup” yang dimaksudkan untuk “operasi pinpoint” terhadap IS di Jarablus.

Kantor Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan seluruh operasi dimulai pada pukul 04:00 (0100 GMT), dengan tembakan intens artileri Turki melintasi perbatasan ke arah Jarablus, diikuti pesawat-pesawat tempur Turki membom target IS di kota, kata Anadolu.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), sebuah kelompok aktivis oposisi yang memonitor perang sipil, mengatakan kelompok oposisi Suriah yang berkumpul di perbatasan Turki menyeberang ke Suriah, didahului dengan tank Turki dan penyapu ranjau.

Ahmad al-Khatib, seorang aktivis oposisi Suriah mengatakan sekitar 1.500 pejuang oposisi terlibat. Dia mengatakan para pejuang datang dari Hamza brigade yang didukung AS, serta faksi-faksi jihad yang memerangi pasukan rezim Syiah Assad di Aleppo, seperti brigade Nour el-Din el Zinki, Front Levant, dan Failaq al-Sham.

Mujahidin brigade Ahrar al Syam yang kuat juga hadir, katanya dan menegaskan laporan Anadolu bahwa para pejuang merebut desa Kaklijeh yang dikuasai IS di dekat Jarablus.

Kemudian di hari Rabu, tiga pejuang oposisi Suriah yang terluka dibawa kembali ke Turki, ke kota Gaziantep untuk pengobatan, menurut kantor berita Dogan.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa dalam operasi Rabu. Hanya beberapa jam setelah dimulai, Wakil Presiden Joe Biden mendarat di Ankara untuk pembicaraan yang mencakup perkembangan di Suriah.

Kunjungan Biden terjadi di waktu yang sulit bagi hubungan antara kedua sekutu NATO tersebut. Turki menuntut bahwa Washington cepat mengekstradisi seorang tokoh yang berbasis di AS yang dituduh mendalangi kudeta yang gagal bulan lalu, sementara Amerika Serikat meminta bukti keterlibatan tokoh tersebut sehingga Turki menginginkan proses ekstradisi.

Dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim di Ankara pada Rabu, Biden berusaha untuk berdamai, mengatakan ia memahami “perasaan intens” di Turki terhadap tokoh itu, dan menyatakan kesalahannya karena tidak datang ke Turki secepatnya setelah kudeta.

A Turkish army tank and an armoured vehicle are stationed near the Turkish-Syrian border in Karkamis in the southeastern Gaziantep province, Turkey, August 23, 2016. Picture taken August 23, 2016. Ihlas News Agency via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE. TURKEY OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN TURKEY. TPX IMAGES OF THE DAY

Wapres AS juga secara tidak menyatakan dukungan untuk operasi yang diluncurkan Turki pada hari Rabu untuk membersihkan pasukan IS dari kota Jarablus dan mencegah Kurdi lebih berkembang di Suriah utara.

Dia meminta pasukan Kurdi Suriah untuk “kembali menyeberang Sungai Efrat,” memperingatkan bahwa mereka bisa kehilangan dukungan AS jika mereka tidak melakukannya.

Dalam beberapa hari terakhir, Turki meningkatkan langkah-langkah keamanan di perbatasan dengan Suriah, mengerahkan tank dan kendaraan lapis baja. Pada hari Selasa, penduduk kota Karkamis Turki, di seberang perbatasan Jarablus, diberitahu untuk mengungsi setelah tiga mortir yang diyakini ditembakkan oleh militan IS mendarat di sana, Dogan melaporkan.

Turki telah bersumpah untuk memerangi kelompok IS di Negara mereka dan akan “membersihkan” kelompok IS dari perbatasannya setelah pemboman bunuh diri di sebuah pernikahan Kurdi di Turki selatan menewaskan sedikitnya 54 orang, kebanyakan dari mereka anak-anak. Para pejabat Turki menyalahkan IS atas serangan tersebut.

Kelompok pimpinan Kurdi yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah, atau SDF, merebut kembali kota Manbij dari IS awal bulan ini, memicu kekhawatiran di Turki bahwa pasukan Kurdi akan merebut seluruh jalur perbatasan dengan Turki. AS mengatakan telah mengirim sekitar 300 pasukan khusus dengan SDF, dan pasukan khusus Inggris juga telah terlihat melatih kelompok.

Peran Kurdi dalam perang Suriah adalah sumber keprihatinan bagi rezim Assad. Bentrokan sengit meletus antara kedua belah pihak atas kontrol provinsi timur laut Hasakeh pekan lalu, dan pesawat-pesawat tempur Suriah membom posisi Kurdi untuk pertama kalinya, mendorong AS mengirim jet tempurnya untuk melindungi pasukan sekutunya di daerah.

Rezim Suriah dan Kurdi menyepakati gencatan senjata Selasa, enam hari setelah bentrokan meletus. Kurdi Hawar News Agency mengatakan pasukan rezim sepakat untuk menarik diri dari Hasakeh sebagai bagian dari gencatan senjata.

Media rezim Suriah tidak menyebutkan penarikan, hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk mengevakuasi tahanan yang terluka dan melakukan pertukaran. Rezim Assad dan pasukan Kurdi telah berbagi kendali Hasakeh sejak tahun-tahun awal perang Suriah.

 

 

Jabhat Fath al Syam Bunuh Tokoh Penculik Warga Sipil di kota Hama

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhat Fath al Syam, yang dulunya bernama Jabhah Nusrah pada hari Rabu mengumumkan telah membunuh aparat rezim Assad yang bertanggung jawab untuk penangkapan warga sipil di kota Hama di pinggiran al-Amin, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (24/08/2016).

Biro Media Jabhat Fath al Syam, mengatakan alat peledak ditanam di wilayah itu menyebabkan terbunuhnya “Osama Abu Ali” bersama sejumlah pasukan rezim lainnya.

Serangkaian penangkapan sering terjadi di kota Hama oleh Osama Abu Ali yang berada di bawah kontrol penuh rezim Nushairiyah Assad. Pemuda yang ditangkap banyak yang dipaksa untuk menjalankan keinginan rezim.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Assad menumpas para pengunjuk rasa, dengan keganasan militer tak terduga, lalu pecah sebagai bagian dari perlawanan Arab Spring.

 

 

Buka Aplikasi Al Quran di Pesawat, 3 Muslim Inggris Dipaksa Turun di Landasan

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Tiga Muslim Inggris bersaudara mengalami trauma setelah dikawal turun dari pesawat di London dan diinterogasi di landasan dijaga polisi bersenjata, setelah sesama penumpang menuduh mereka sebagai anggota kelompok Islamic State (IS).

Sakina Dharas, 24, kakaknya Maryam, 19, dan saudara mereka Ali, 21, berada di pesawat EasyJet EZY3249 dari Stansted Airport London menuju kota Naples Italia pada 17 Agustus.

Sakina mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa (23/08/2016) bahwa saat pesawat hendak lepas landas, anggota kru memerintahkan mereka bersaudara turun pesawat dan dikawal menuruni tangga hingga ke landasan, di mana mereka bertemu dengan polisi bersenjata dan agen MI5 yang menginterogasi mereka selama satu jam.

Sebelumnya, dua penumpang lain – yang juga hendak bepergian ke Naples – mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ketiga bersaudara tersebut melihat layar ponsel yang menunjukkan teks Arab atau kata-kata “pujian bagi Allah,” kata Sakina.

“Seorang penumpang pada penerbangan Anda mengklaim bahwa Anda bertiga adalah anggota IS,” kata agen MI5 kepada mereka, menurut Sakina, seorang apoteker klinis.

“Begitu saya melihat polisi berdiri di sana, saya sangat emosional,” katanya.

“Tidak ada apa pun sama sekali (dalam telepon kami). Kami bahkan tidak berbicara bahasa Arab, kami (berasal dari India).”

Sakina menambahkan bahwa kakaknya tidak melihat telepon selama mereka di Stansted.

Satu-satunya fitur berbahasa Arab di smartphone-nya adalah sebuah aplikasi yang menampilkan ayat-ayat Al-Qur’an, katanya, yang “tidak dibuka” sepanjang waktu mereka di bandara.

Buka Aplikasi Al Quran di Pesawat, 3 Muslim Inggris Dipaksa Turun di Landasan2Selama satu jam interogasi di landasan, Sakina mengatakan ia diminta untuk menjelaskan – halaman demi halaman – rincian berbagai stempel yang ada pada paspornya. Dia juga menunjukkan agen MI5 pesan WhatsApp baru-baru ini. Saudaranya memberikan jawaban yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mereka dan ditanyai tentang alamat rumah, tempat kerja, sejarah media sosial dan profesi orang tua mereka.

Sakina mengatakan agen tersebut mengatakan kepada mereka bahwa ia sudah melakukan pemeriksaan pada keluarga dan hanya memverifikasi informasi, sebelum memberi peringatan bahwa ia akan “melakukan penelitian lebih lanjut tentang Anda, dan jika ada sesuatu, saya akan berada di sini menunggu pada Anda kembali.”

Tiga bersaudara, yang berasal dari barat laut London tersebut kemudian diizinkan kembali di pesawat, yang tertunda.

“Aku sangat gugup dan malu,” kata Sakina, yang juga menulis peristiwa tersebut di halaman Facebook-nya.

“Saya pikir, seharusnya mereka (agen dan petugas polisi) ikut naik (pesawat) dengan kami, untuk menunjukkan penumpang lain bahwa kita tidak melakukan sesuatu yang salah, untuk mengatakan, ‘Jangan khawatir, itu adalah kesalahpahaman.’

“Liburan kami di Italia hancur. Peristiwa itu berputar dalam pikiran kita sepanjang waktu.”

EasyJet mengkonfirmasikan insiden itu kepada Al Jazeera.

“Setelah keprihatinan yang diajukan oleh penumpang selama boarding … anggota staf di darat meminta bantuan polisi yang mengambil keputusan untuk berbicara dengan tiga penumpang di bawah tangga pesawat, sebelum keberangkatan,” kata perusahaan itu.

“Keselamatan dan keamanan … penumpang dan awak adalah prioritas utama kami yang berarti bahwa jika masalah keamanan diutamakan kita akan selalu menyelidiki sebagai langkah pencegahan.

“Kami ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada penumpang.”

Sakina mengatakan ia dan kedua adiknya adalah korban dari “profil rasial.”

“Aku masih sangat kesal bahwa seseorang (penumpang yang menuduh) bisa lolos setelah mengeluarkan kebohongan terang-terangan,” katanya, menambahkan bahwa ia akan mengambil tindakan hukum “jika aku tahu cara untuk melakukannya.”

Insiden itu terjadi saat meningkatnya Islamophobia di Inggris.

Sakina mengatakan sebelum pengalaman di pesawat itu, ia telah menerima “pernyataan rasis aneh tentang jilbab saya.”

“Dengan cara hal-hal yang berputar di media dan iklim kita berada di, kita tumbuh terbiasa untuk itu, dan tidak sensitif … Lebih pendidikan adalah cara terbaik untuk melawan kebodohan,” tambahnya.

Muslim di seluruh dunia semakin mengalami diskriminasi, Islam dan simbol-simbolnya selalu dikaitkan dengan “terorisme”.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Diduga Alat Pembuat Senjata, Tentara Israel Rampok Toko Mesin Pandai Besi di Tepi Barat

 

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lima warga Palestina terluka Selasa pagi ketika pasukan zionis merampok sejumlah toko-toko di kota Bethlehem, Tepi Barat, World Bulletin melaporkan Selasa.

Menurut saksi mata, pasukan Israel mengambil perlengkapan dan mesin pandai besi dari beberapa toko di Betlehem dan kota Doha utara dengan alasan bahwa alat-alat tersebut digunakan untuk memproduksi senjata.

Puluhan pemuda Palestina yang marah berkumpul untuk memprotes serangan itu, namun pasukan yahudi menggunakan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan mereka, kata saksi.

Sementara itu, pasukan penjajah Israel juga menahan delapan warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam sebuah pernyataan, Komunitas Tawanan Palestina (the Palestinian Prisoner’s Society) mengatakan empat warga Palestina ditangkap dari daerah dekat kota Tepi Barat utara Tulkarem dan Qalqiliya, sementara empat orang lainnya ditahan dari Ramallah dan Hebron.

Tentara zionis yahudi sering melakukan operasi penangkapan di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur menargetkan warga Palestina “yang dicari (wanted)” oleh otoritas pendudukan Israel.

Saat ini, lebih dari 7.000 orang Palestina mendekam di penjara-penjara Israel, menurut Kementerian Urusan Tahanan Palestina.

Pertempuran Pasukan Yaman dan Milisi Houthi di Taiz, 46 Tewas

 

SANAA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 46 orang tewas dalam bentrokan mematikan Senin antara pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Syiah Houthi di provinsi Taiz pusat Yaman, lansir Anadolu Agency Selasa (23/08/2016).

Pertempuran pecah di Taiz Barat, di mana 25 Houthi dan pasukan sekutu mantan presiden Ali Abdullah Saleh tewas, pasukan pro-pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Lima belas pasukan pro-pemerintah juga tewas dalam pertempuran itu,” tambahnya.

Enam pemberontak Syiah Houthi juga tewas dan empat lainnya terluka dalam bentrokan dengan pejuang pro-pemerintah di barat kota Taiz, sumber lokal mengatakan anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Kelompok Houthi sering kali tidak mengomentari korban di pihaknya.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak akhir 2014, ketika Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Konflik meningkat ketika Arab Saudi dan sekutu Arab pada bulan Maret tahun lalu meluncurkan operasi militer besar-besaran Yaman membalikkan kemenangan Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi.

Pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (the UN High Commissioner for Refugees-UNHCR) mengatakan bahwa lebih dari tiga juta warga Yaman telah terlantar akibat konflik yang sedang berlangsung di negara Arab itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Fans Sepak Bola Celtic Kumpulkan Lebih Dari £ 50.000 untuk Amal Palestina

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Fans sepak bola Celtic jauh melampaui target awal mengumpulkan £ 15.000 (Rp 260.385.000,-) untuk amal Palestina dalam upaya melunasi denda dari UEFA karena menampilkan bendera Palestina di pertandingan Liga Champions melawan tim Israel, lansir The Guardian, Selasa (23/08/2016).

Badan sepak bola Eropa tersebut menampar tim Celtics dengan denda setelah ribuan fans mereka menampilkan bendera Palestina selama pertandingan di kandang yang menghasilkan kemenangan 5-2 melawan club Israel, Hapoel Be’er Sheva, di kualifikasi Liga Champions. (baca juga: Liga Champions: Ribuan Fans Sepak Bola Celtic Kibarkan Bendera Palestina saat Lawan Club Israel)

Para pendukung The Green Brigade itu menyiapkan pengumpulan dana untuk denda di situs gofundme pada hari Ahad untuk melunasi denda. Sumbangan melampaui £ 50.000 (lebih dari Rp 867.950.000,-) pada hari Senin.

Para fans mengumpulkan uang untuk Medical Aid Palestine, yang memberikan perawatan kesehatan dan medis bagi mereka “yang paling parah terkena dampak konflik, pendudukan dan perpindahan,” dan the Lajee Centre, proyek budaya dan olahraga untuk anak-anak di kamp pengungsi Aida, di Betlehem.

Seruan mereka berbunyi: “Pada pertandingan Liga Champions dengan Hapoel Be’er Sheva pada 17 Agustus 2016, the Green Brigade dan penggemar di seluruh Celtic Park mengibarkan bendera Palestina. Tindakan solidaritas ini menerima penghargaan dari Celtic dan pujian di seluruh dunia. Tindakan ini juga menarik biaya disiplin dari UEFA, yang menganggap bendera Palestina adalah ‘banner terlarang’.

“Menanggapi tindakan kecil dan politik partisan ini terhadap badan sepak bola Eropa, kami bertekad untuk memberikan kontribusi positif untuk pertandingan dan hari ini meluncurkan kampanye untuk #matchthefineforpalestine .”

Pernyataan itu mengatakan bahwa uang yang diperoleh akan membantu membeli perlengkapan dan peralatan sepak bola agar kamp pengungsi dapat memiliki tim, yang akan disebut Aida Celtic, di liga pemuda Bethlehem.

The Guardian

Surat Terbuka kepada KH. Said Aqil Siradj

Izinkan saya untuk menyampaikan beberapa tanggapan atas pernyataan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU sebagaimana diberitakan oleh media. Menurut saya – dan menjadi pengetahuan umum – tidaklah pada tempatnya menyampaikan keberadaan Ormas Islam sebagai ancaman atau gangguan terhadap Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) – sebutan yang serupa seperti Keamanan Nasional atau Ketahanan Nasional – tanpa adanya pengetahuan, petunjuk, data-data valid yang mendukung. Pernyatan yang disampaikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah sebagai bentuk penyesatan dan cenderung mengarahkan kepada kebencian (hate speech).

Abdul Chair Ramadhan
Abdul Chair Ramadhan

Persoalan Kamdagri memerlukan peranan Intelejen Keamanan (Intelkam) yang menjadi domain Kepolisian Negara Republik Indonesia, walaupun kepada masyarakat umum diberikan hak-hak untuk menyampaikan informasi terkait dengan adanya indikasi dan/atau potensi ancaman atau gangguan keamanan. Namun, penyampaian informasi juga harus mengedepankan norma dan etika, tidak dibenarkan hanya sebatas ungkapan belaka, tanpa adanya “pra bukti permulaan” yang cukup atau memadai, terpenting adalah data-data yakni sekumpulan informasi yang telah diverifikasi.

Indonesia, adalah Negara hukum, yang bermakna adanya supremasi hukum dengan menegakkan keadilan dengan kejujuran bukan dengan prasangka. Negara memang organisasi kekuasaan yang diproyeksikan untuk mampu menerapkan hukum dengan cara-cara represif, apabila pendekatan preventif tidak berjalan. Itu hak Negara, namun menjadi aneh jika cara-cara Negara dilakukan oleh Ormas Islam yakni PBNU yang seharusnya menjadi lokomotif bagi penyatuan seluruh elemen umat Islam, khususnya kaum Nadhliyin. Bukan sebagai penjustifikasi dan personifikasi penerap hukum.
Front Pembela Islam (FPI) yang telah banyak berjasa selalu dihadapkan dengan berbagai fitnah, dan berulangkali disampaikan oleh actor yang sama, tidak lain dan tidak bukan adalah KH. Said Aqil Siradj!, apa sebenarnya yang terbersit dibenaknya? FPI adalah ikon “amar ma’ruf nahi mungkar”, mengapa selalu dipermasalahkan? Saya tidak ingin mengatakan siapa yang mempermasalahkan adalah sejatinya bermasalah, tetapi khusus yang satu ini saya berani mengatakan bahwa “KH. Said Aqil Siradj adalah orang bermasalah!” Pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan telah melampui asas praduga tidak bersalah, seolah-oleh bukti adanya ancaman atau gangguan keamanan hanya cukup terlontarkan dari pemimpin Ormas Islam terbesar di Republik ini.
Di sisi lain, ketika mencuat kasus Ahmadiyah, LDII, Syiah, yang bersangkutan bahkan tidak sependapat dengan kalangan yang menentang. Padahal “bukti telah berbicara”. Kondisi demikian tentu tidak sebanding dan tidak berimbang. Sejumlah petunjuk dan data-data memperlihatkan adanya indikasi dan potensi terganggunya Kamdagri. Bahkan dalam cakupan yang lebih luas ancaman bagi Ketahanan Nasional. Dua yang tersebut pertama adalah bersifat lokal, adapun yang tersebut terakhir bersifat transnasional dengan ideologi transendental yang tidak mungkin dapat disandingkan dengan 4 (empat) pilar Kebangsaan Indonesia.
Saya berharap, pimpinan NU kembali kepada kontribusi kerja nyata bagaimana membangun generasi yang mampu berfikir dan berkarya dengan keilmuan dan keimanan, bukan hanya selalu dan seringkali melontarkan pernyataan yang destruktif. Ingat NU itu bukan “Nasi Uduk” yang menjadi sarapan pagi, namun tidak mampu bertahan hingga siang dan malam hari. Demikian.
Jakarta, 23 Agustus 2016.
Disampaikan oleh : Dr. H. Abdul Chair Ramadhan
Tembusan Khusus:
1. Al-Habib Prof. DR. Mohammad Baharun, S.H., MA.
2. Al-Habib DR. Muhammad Rizieq Syihab, Lc., M.A.
3. KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i
4. KH. Ir. Muhammad Al-Khathtath.

Delegasi AS Tiba di Turki Bahas Ekstradisi Gulen

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah delegasi AS telah tiba hari Senin di Turki untuk membahas ekstradisi Fetullah Gulen yang dituduh mendalangi kudeta 15 Juli, sumber-sumber resmi mengatakan pada hari Selasa (23/08/2016), lansir World Bulletin.

Sumber dari Kementerian Kehakiman, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan bahwa tiga pejabat dari Departemen Kehakiman AS dan satu lagi dari Departemen Luar Negeri tiba di ibukota Ankara Senin malam.

Delegasi memulai pembicaraan dengan para pejabat dari Direktorat Hukum Internasional dan Urusan Luar Negeri Kementerian Kehakiman Turki Selasa pagi, sumber menambahkan.

Para pejabat Turki diharapkan berbagi informasi tentang empat file berbeda yang berurusan dengan ekstradisi Gulen yang dituduh memimpin kampanye lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa kudeta yang berhasil digagalkan, yang menewaskan 240 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya, dilakukan oleh pengikut Gulen, yang telah tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS sejak tahun 1999, dan jaringan Organisasi Teror Fetullah nya (Feto).

Sumber menambahkan bahwa Departemen Kehakiman Turki juga akan berbagi bukti penting tentang keterlibatan Gulen dalam upaya kudeta Juli.

Wakil Presiden AS Joe Biden juga akan mengunjungi Turki pada hari Rabu untuk menekankan, “Dukungan kuat Washington yang berkelanjutan bagi Turki setelah kudeta digagalkan,” Gedung Putih mengatakan pada hari Senin.

“Itu adalah upaya kudeta yang jelas dan terbuka yang dikutuk oleh pemerintah Amerika Serikat dan kami terus sangat mendukung pemerintahan yang sah sekutu kami di Turki,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan.

Wapres AS akan, jika ditanya selama kunjungannya, menegaskan bahwa upaya untuk mengekstradisi Gulen akan diatur oleh “perjanjian ekstradisi yang sudah ada di dalam buku antara Amerika Serikat dan Turki selama lebih dari 30 tahun,” kata Earnest.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam