Berita Terkini

Serangan Bom Truk Hantam Markas Polisi Turki di Cizre, 11 Tewas dan 70 Terluka

TURKI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 polisi tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam serangan bom truk di sebuah markas polisi di Cizre di Turki tenggara, menurut kantor gubernur setempat, lansir Aljazeera Jumat (26/08/2016).

Bom itu meledak di sebuah pos pemeriksaan di luar kantor pusat pada hari Jumat, setelah penyerang gagal melewati para penjaga di sana, kata media pemerintah. Ledakan itu diikuti oleh pertempuran bersenjata antara polisi dan penyerang.

Cizre yang didominasi Kurdi berada di provinsi Sirnak Turki dan berbatasan dengan Suriah dan Irak.

Serangan itu menewaskan 11 polisi dan melukai 78 orang, 3 di antaranya adalah warga sipil, pernyataan kantor gubernur Sirnak mengatakan.

Asap besar mengepul dari lokasi serangan, rekaman di televisi Turki menunjukkan. Mereka juga menampilkan sebuah bangunan tiga lantai yang besar hancur lebur dan dikelilingi oleh puing-puing.

Milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Jumat itu.

“Tim pengorbanan kami menggelar aksi tindakan komprehensif di Cizre yang menewaskan puluhan polisi,” kata PKK, yang dikenal sering melebih-lebihkan jumlah korban.

Dalam pernyataan mereka mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas “terus diisolasinya” pemimpin mereka yang dipenjarakan, Abdullah Ocalan, dan “kurangnya informasi” tentang kesejahteraannya.

Ocalan ditahan di pulau penjara Imrali di luar Istanbul namun belum diizinkan mendapat kunjungan pengacara atau pendukung selama lebih dari satu tahun.

PKK juga mengatakan tidak sengaja menargetkan pemimpin partai oposisi utama Turki dalam serangan di timur laut pada hari Kamis.

Pemerintah telah mengatakan PKK telah menargetkan konvoi Kemal Kilicdaroglu, pemimpin partai sekuler Partai Republik Rakyat (CHP), yang lolos tanpa cedera. Salah satu pejabat keamanan tewas dalam insiden itu.

“Kami akan memberikan mereka (para penyerang) jawaban keji yang layak mereka dapatkan,” kata Perdana Menteri Binali Yildirim dalam konferensi pers di Istanbul, Jumat.

PKK, kelompok bersenjata yang dipandang sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa, baru-baru ini meningkatkan serangan mereka di Turki tenggara.

Serangan terbaru di Cizre terjadi dua hari setelah pasukan Turki meluncurkan serangan darat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serangan udara ke negara tetangga Suriah, yang menurut para pejabat Turki, menargetkan Islamic State (IS) dan Kurdi Suriah.

Ankara menyatakan Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (PYD) dan pasukan bersenjata Unit Perlindungan Rakyat (YPG) sebagai cabang dari ektremis PKK.

Turki tenggara akan melalui pertempuran paling intens dalam beberapa dekade setelah gencatan senjata antara negara Turki dan PKK runtuh pada bulan Juli tahun lalu.

Pihak militer telah berulang kali memerintahkan operasi militer dan jam malam di pusat-pusat perkotaan tenggara, termasuk Cizre, sejak saat itu.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak pemberontak PKK mengangkat senjata pada 1984.

 

 

Operasi Omari: 3 Tank Hancur di Faryab, 24 Arbaki Bergabung ke Taliban di Uruzgan

FARYAB (Jurnalislam.com) – Laporan datang dari kabupaten Shrin Tagab bahwa terjadi tembak-menembak berat mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melawan pasukan musuh di daerah Abad Faiz sekitar pukul 3:00 hari Kamis waktu Setempat, lansir Al Emarah News, Kamis (25/08/2016).

Serangan senjata berat dan ringan yang berlangsung sampai 07:00, menghancurkan 3 tank. 4 orang termasuk wakil kepala polisi, Haji Muqim, tewas. 10 lainnya termasuk kepala polisi distrik Shrin Tagab, Izatullah Sanger Mal, menderita luka kritis.

Musuh akhirnya terpaksa mundur dan gagal membangun pos pemeriksaan baru.

Mujahidin tidak mengalami korban dalam operasi itu.

Sementara di Uruzgan Al Emarah news juga melaporkan sebanyak 24 pasukan Arbaki dan milisi lokal telah meninggalkan barisan musuh dengan bertobat atas kesalahan mereka di Chinartu, kabupaten Chorah dan ibukota Tarinkot lalu bergabung ke Taliban.

Menurut rincian selama 3 minggu terakhir 14 polisi dan tentara Arbakis telah menyerah sebelum mujahidin Imarah Islam tiba di ibukota Tarinkot.

5 milisi lokal juga telah beralih ke sisi Mujahidin di distrik Chora provinsi Uruzgan pekan lalu.

3 Arbakis juga telah meletakkan senjata sebelum Mujahidin tiba di distrik Chinarto kemarin.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Israel akan Bangun Kereta Gantung Sampai Lingkungan Masjid Al Aqsha

Israel akan Bangun Kereta Gantung di Lingkungan Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis berencana untuk mendirikan sebuah “kereta gantung” di Yerusalem, yang akan berhenti di lingkungan Silwan Yerusalem Timur, harian Haaretz Israel melaporkan pada hari Kamis (25/08/2016), lansir World Bulletin, Kamis.

Menurut rencana Dewan Kota Yerusalem, kereta gantung tersebut akan mencakup empat tempat perhentian utama; satu di Yerusalem Barat, yang kedua di pusat Kedem, yang termasuk milik kelompok sayap kanan Elad, yang ketiga di Silwan dan keempat di dekat gerbang Al-Jadeed (Lions).

Walikota Yerusalem yang dijajah Israel Nir Barkat mengatakan kereta gantung bukan hanya akan melayani kebutuhan ekonomi zionis dan pariwisata, tetapi juga mengakomodasi ritual Yahudi di lingkungan Yerusalem.

“Kereta gantung akan menunjukkan pada para pengendara untuk memahami siapa yang benar-benar memiliki kota ini,” Haaretz mengutip Barkat mengatakan.

Dewan Kota Yerusalem mengatakan kereta gantung masih dalam tahap perencanaan dan akan mengirimkannya saat sudah siap.

Rencana zionis segera menyulut ketegangan di Palestina.

Syeikh Najeh Bkerat, kepala Departemen Naskah dan Peninggalan/Pusaka/Warisan Masjid Al-Aqsha, memperingatkan bahwa rencana Israel tersebut bertujuan untuk mengkonsolidasikan cengkeraman Israel di kota suci.

“Setelah merebut sekitar Yerusalem dengan permukiman Yahudi dan melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha, Israel sekarang mencari kontrol terhadap langit kota Al Quds,” katanya.

Zionis yahudi menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di wilayah tersebut tidak sah.

13 Orang Tewas dalam Serangan di Kampus Universitas Amerika di Kabul

13 Orang Tewas dalam Serangan di Kampus Universitas Amerika di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan 10-jam yang mematikan di Universitas Amerika di Afghanistan (American University of Afghanistan-AUAF) di Kabul berakhir Kamis pagi menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh mahasiswa, lansir World Bulletin Kamis (25/08/2016).

Taliban menyerbu kampus AUAF, yang terletak di jalan yang sibuk di bagian barat ibukota Afghanistan, Rabu malam. Menurut polisi seorang pembom mobil pertama-tama meledakkan perangkat saat Taliban lainnya menyerbu kampus. (baca juga: Serangan Mematikan di Kampus Universitas Amerika di Kabul, 1 Tewas dan 26 Terluka)

Jenderal Abdul Rahman Rahimi, Kepala Polisi Nasional Afghanistan di Kabul, mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa tujuh siswa, tiga polisi dan tiga personil universitas tewas dalam serangan itu, sementara 30 lainnya terluka.

Penjaga kampus baku tembak dengan Taliban sebelum unit khusus dari Pasukan Nasional Afghanistan tiba untuk melawan Taliban.

Sekitar 700 siswa, anggota fakultas dan warga lainnya sedang berada di universitas bergengsi tersebut saat itu.

Beberapa menit setelah ledakan pertama, semua yang hadir di kampus dilarikan ke bunker bawah tanah sementara yang lain melarikan diri dengan melompati dinding di sisi belakang kompleks kampus.

Ini bukan pertama kalinya AUAF ditargetkan. Dua guru asing universitas itu diculik di dekat kampus beberapa minggu yang lalu dan masih tetap ditahan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pasukan Assad Kembali Gagal Maju ke Ghouta Timur dan Menimpa Kerugian baru

Pasukan Assad Kembali Gagal Maju ke Ghouta Timur Timbulkan Kerugian baru

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pertempuran antara pasukan Nushaairiyah Assad dan faksi perlawanan Suriah, Jaysh al Islam, terjadi di garis depan Hosh Nasri di Timur Ghouta, Provinsi Rif Dimashq pada hari Kamis, bertepatan dengan pemboman yang menargetkan wilayah tersebut, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (25/08/2016).

Jaysh al-Islam mengumumkan sebuah tank “T72” milik pasukan rezim Assad kembali hancur, dan sepuluh pasukan tewas saat mereka berusaha maju ke posisi-posisi mujahidin di garis depan “Hosh Nasri”, menambah kerugian baru pada pihak rezim.

Garis depan “Hosh Nasri” dan Hosh “Fara” melihat pergerakan pasukan al-Assad yang luar biasa dalam beberapa pekan terakhir, yang mengadopsi kebijakan bumi hangus.

Corps “Faylaq al-Rahman”, salah satu dari faksi mujahidin Suriah di Timur Ghouta – meluncurkan inisiatif kemarin, menyerukan Jaysh al-Islam untuk membentuk ruang operasi militer bersama, yang dirancang untuk melindungi daerah Ghouta dan menghalau setiap upaya pasukan rezim Syiah Assad.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Turki Kirim Lebih Banyak Tank ke Suriah, Ancam Milisi YPG Kurdi

A Turkish army tank drives towards to the border in Karkamis on the Turkish-Syrian border in the southeastern Gaziantep province, Turkey, August 25, 2016. REUTERS/Umit Bektas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Turki mengirim lebih banyak tank ke Suriah utara pada hari Kamis dan menuntut milisi Kurdi mundur dalam waktu seminggu karena berusaha untuk mengamankan wilayah perbatasan dan mendorong kembali Islamic State (IS) dalam serangan besar pertama ke daerah yang dilanda perang tersebut, Aljazeera melaporkan Kamis (25/08/2016).

Kelompok oposisi Suriah dan pasukan Turki menekan Jarablus terakhir pada Kamis dalam upaya membersihkan daerah perbatasan dari IS. (baca juga: Sedikitnya 20 Tank Turki Memasuki Suriah Lancarkan Serangan Darat Rebut Jarablus dari IS)

“Para pejuang Suriah sekarang total menguasai Jarablus dan daerah sekitarnya, dan mereka mengatakan bahwa mereka sekarang akan mencoba bergerak maju untuk merebut kembali wilayah yang kini di bawah kendali IS … terutama al-Bab,” kata reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Karkamis, tepat di seberang perbatasan Jarablus.

Tapi Presiden Turki Tayyip Erdogan dan para pejabat senior pemerintah telah mempertegas bahwa tujuan dari “Operasi Perisai Efrat” adalah sebisa mungkin menghentikan YPG Kurdi merebut lebih banyak wilayah di sepanjang perbatasan dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh IS dan menghilangkan kelompok itu di wilayah perbatasan.

Turki medesak agar YPG mundur ke sisi timur Sungai Efrat dalam seminggu. Milisi Kurdi telah pindah ke barat Sungai awal bulan ini sebagai bagian dari operasi yang didukung AS, yang sekarang telah selesai, untuk merebut kota Manbij dari IS.

Tapi hanya beberapa jam setelah YPG mengatakan telah mundur ke timur Efrat, media pemerintah Turki melaporkan bahwa artileri Turki telah menyerang pasukan YPG di selatan Jarablus, mengklaim bahwa mereka telah maju ke arah barat.

Ankara memandang YPG dukungan AS ini sebagai ancaman karena berhubungan dekat dengan milisi komunis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Turki, yang telah melakukan pemberontakan selama 30 tahun di negaranya sendiri.

Turki khawatir dengan perkembangan YPG di Suriah utara sejak awal perang global Suriah pada 2011, karena bisa memperpanjang kontrol Kurdi di sepanjang perbatasan Turki dan menjadi bahan bakar ambisi pemberontak Kurdi sendiri.

Sikap Turki itu telah menempatkannya bertentangan dengan Washington, yang melihat YPG sebagai boneka kekuatan darat efektif dalam perang melawan IS. Ini adalah salah satu kelompok pemberontak tulang punggung Angkatan Demokratis Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF), aliansi yang didukung AS yang dibentuk Oktober lalu untuk melawan IS.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan bahwa mencegah pihak PYD Kurdi – lengan politik YPG – menyatukan suku Kurdi di timur Jarablus dengan mereka yang berada di barat adalah prioritas.

Islamic State harus benar-benar dibersihkan, mutlak harus. Tapi itu tidak cukup bagi kita … PYD dan milisi YPG tidak boleh menggantikan IS di sana,” kata Isik kepada penyiar NTV Turki.

“Mimpi terbesar PYD adalah untuk menyatukan suku barat dan timur. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi,” katanya.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu melalui telepon pada Kamis bahwa pasukan YPG telah mundur ke sisi timur Sungai Efrat, seperti yang dituntut Turki, sumber kementerian luar negeri di Ankara mengatakan.

Seorang juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS juga mengatakan “bahwa SDF telah mundur dari Efrat, tapi melakukannya “untuk mempersiapkan pembebasan Raqqa,” kubu IS di Suriah utara.

Isik mengatakan bahwa YPG belum mundur dan Washington telah memberikan jaminan bahwa ini akan terjadi pekan depan.

“Kami mengikuti perkembangan ini dengan ketat … Jika PYD tidak mundur ke timur Efrat, kami memiliki hak untuk melakukan penyerangan,” katanya.

Berbicara dalam kunjungan pada hari Rabu ke Turki, Wakil Presiden AS Joe Biden juga mencoba untuk menenangkan kekhawatiran Turki tentang keuntungan teritorial Kurdi di Suriah.

Dia mengatakan seharusnya tidak ada entitas Kurdi yang terpisah di Suriah utara dan bahwa mereka harus tetap bersatu.

Milisi Kurdi tidak akan menerima dukungan AS jika mereka gagal untuk mundue ke timur Efrat seperti yang dijanjikan, katanya.

Serangan yang didukung Turki terjadi empat hari setelah seorang pembom bunuh diri terkait dengan kelompok IS yang menewaskan 54 orang di sebuah pesta pernikahan di tenggara kota Gaziantep.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan sekarang ada lebih dari 20 tank Turki di dalam wilayah Suriah dan bahwa tank tambahan dan mesin konstruksi akan dikirim jika diperlukan. Seorang saksi kantor berita Reuters melihat sedikitnya sembilan tank masuk pada hari Kamis, dan 10 lagi yang menunggu di luar sebuah pos militer di sisi Turki.

“Kita perlu mesin konstruksi untuk membuka jalan … dan kita mungkin membutuhkan lebih banyak lagi di masa mendatang. Kami juga memiliki pengangkut personel lapis baja yang dapat digunakan di sisi Suriah. Kita mungkin mengirim mereka jika diperlukan,” kata pejabat itu.

Erdogan mengatakan pada Rabu bahwa IS telah diusir dari Jarablus dan bahwa Jarablus sekarang dikuasai oleh para pejuang Suriah yang didukung Turki.

“Mitos bahwa YPG adalah satu-satunya kekuatan yang efektif memerangi Islamic State telah runtuh,” tulis juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin di Twitter, yang mencerminkan rasa frustrasi Turki atas seberapa dekat Washington bekerja sama dengan milisi Kurdi YPG.

Saleh Muslim, kepala PYD Kurdi, mengatakan pada hari Rabu bahwa Turki sedang memasuki “rawa” di Suriah dan menghadapi kekalahan di sana seperti Islamic State. Redur Xelil, juru bicara YPG, mengatakan intervensi Turki adalah “agresi terang-terangan dalam urusan internal Suriah.”

Setelah merebut Jarablus, oposisi yang didukung Turki telah maju hingga 10 km ke sebelah selatan dari kota perbatasan, sumber oposisi dan kelompok pemantau perang mengatakan.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Ternyata Milisi Demokratik Kurdi Tidak Menarik Pasukannya dari Kota Manbij

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Demokratik Suriah (The Syrian Democratic Forces-SDF) tidak melakukan operasi penarikan pasukan apapun dari kota atau pinggiran kota Manbij pada hari Kamis, bertentangan dengan yang diumumkan oleh Amerika Serikat, sumber militer mengkonfirmasi ke jaringan ElDorar AlShamia, Kamis (25/08/2016).

Sumber tersebut mengatakan bahwa milisi mulai membentuk gundukan tanah dan membentengi posisi militer di pinggiran kota, juga melancarkan serangan pada situs kelompok Islamic State (IS) di selatan kota Jarablus, serta menguasai desa “Umm Sosa dan al-Hadra. ”

Sumber tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan milisi SDF – yang memiliki Partai Uni Demokratik (PYD) sebagai milisi komponen utama (bagian dari ektremis PKK di Turki) – adalah tantangan yang jelas bagi resolusi Amerika Serikat, yang mengancam akan membatalkan dukungan jika mereka tidak menarik diri ke sebelah timur Sungai Efrat.

Selain itu, IS meluncurkan serangan bom mobil Kamis sore menargetkan posisi milisi PYD di desa “Kasra” distrik “al-Khafsa” di selatan Manbij, yang menyebabkan terbunuhnya hampir 15 milisi.

Dilaporkan sebelumnya bahwa Menteri Luar Negeri Amerika, “John Kerry” berjanji kepada Turki, Jawish Ihsanoglu, bahwa milisi Uni Partai Demokrat (PYD) akan menarik diri ke timur sungai Efrat di Suriah, sebagai implementasi dari yang Amerika Serikat janjikan saat mereka (PYD) menguasai Manbij.

 

 

Setelah Taklukan IS, Faksi Jihad Suriah Jaga Pemukiman Warga Sipil di Jalan-jalan Jarablus

Setelah Taklukan IS, Faksi Jihad Suriah Jaga Pemukiman Warga Sipil di Jalan-jalan Jarabulus

JARABLUS (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah pada hari Rabu memasuki kota Jarablus untuk menjaga penduduk agar tetap aman dari serangan balik kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (25/08/2016).

Faksi-faksi jihad Suriah memenuhi jalan-jalan kota dan tidak ada pelanggaran yang dilaporkan terhadap hak atau harta milik warga sipil atau bahkan fasilitas umum, saksi mata mengkonfirmasi.

Di sisi lain para pejuang itu menerapkan rencana pemindahan ranjau-ranjau yang ditanam oleh kelompok IS di beberapa pintu masuk kota agar kota telah aman saat pengungsi kembali ke rumah-rumah mereka.

Ratusan pejuang dari faksi mujahidin Suriah kemarin memasuki kota perbatasan Jarablus didukung oleh Angkatan Darat Turki dalam pertempuran “perisai Efrat” atau “Der ‘al-forat” yang bertujuan untuk mengontrol seluruh kota dan pinggiran kota dan untuk mengamankan perbatasan Suriah – Turki dari kelompok IS dan milisi PYD dukungan AS.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal dekat Wilayah Jepang

Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal dekat Wilayah Jepang

JEPANG (Jurnalislam.com) – Korea Utara pada hari Rabu melakukan uji tembak rudal kapal selam berjarak 500 kilometer (sekitar 300 mil) dari Jepang, dalam sebuah langkah yang jelas ke depan untuk ambisi serangan nuklirnya, menurut gambaran analis senjata, lansir World Bulletin, Rabu (24/08/2016).

Jarak penerbangan, yang dilacak oleh Gabungan Staf militer Korea Selatan, jauh melebihi tes SLBM sebelumnya, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal kecakapan teknis.

Kemampuan SLBM terbukti akan mengancam serangan nuklir Korea Utara ke tingkat yang baru, yang memungkinkan penyebaran jauh melampaui Semenanjung Korea dan memiliki potensi untuk membalas serangan nuklir lawan.

“Walaupun masih banyak pertanyaan tentang rincian, tes ini telah berhasil,” kata Jeffrey Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute of International Studies di California.

“Sistem ini masih dalam pengembangan, namun Korea Utara jelas telah membuat kemajuan,” kata Lewis kepada AFP.

Resolusi PBB saat ini melarang Korea Utara menggunakan setiap teknologi rudal balistik, namun Pyongyang terus melaksanakan berbagai peluncuran berikut uji coba nuklir keempat di bulan Januari.

Korea Selatan merespon dengan menyetujui untuk menggelar sebuah sistem canggih anti-rudal AS, yang dikenal sebagai THAAD – sebuah langkah yang secara serius membuat tegang hubungan dengan sekutu diplomatik utama Korea Utara, Cina.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serangan Mematikan di Kampus Universitas Amerika di Kabul, 1 Tewas dan 26 Terluka

Serangan Mematikan di Kampus Universitas Amerika di Kabul, 1 Tewas dan 26 Terluka

KABUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya satu orang tewas setelah orang-orang bersenjata menyerbu kampus Universitas Amerika di Kabul, Afghanistan, menurut seorang pejabat dan mahasiswa, dan 26 lainnya juga terluka dalam serangan Rabu malam, menurut pejabat kesehatan, kantor berita Aljazeera melaporkan Rabu (24/08/2016).

“Beberapa pria bersenjata menyerang Universitas Amerika di Kabul dan ada laporan tembakan dan ledakan,” Mohammad Saleem Rasouly, kepala rumah sakit di Kabul, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

“Para penyerang berada di dalam kompleks dan ada profesor asing bersama dengan ratusan siswa.”

Puluhan tentara mengepung daerah itu setelah serangan dimulai pada hari Rabu malam, ketika universitas swasta elit tersebut biasanya penuh dengan siswa, banyak dari mereka pekerja profesional yang mengambil program paruh waktu di kampus itu.

Ahmad Shaheer, seorang mahasiswa universitas, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ia terperangkap di dalam kampus.

“Kami terjebak di dalam kelas kami dan ada semburan tembakan,” katanya.

Dilansir dari luar kampus di Kabul yang terkunci tersebut, reporter Al Jazeera Jennifer Glasse mengatakan bahwa siswa sudah mulai keluar saat pasukan Afghanistan membersihkan daerah mengejar orang-orang bersenjata, namun beberapa siswa masih terjebak di dalam kampus.

“Sumber rumah sakit di sini mengatakan sedikitnya 16 orang terluka, tiga dari mereka kritis … pasukan Nasional Afghanistan berada di sana mencoba untuk menemukan siswa yang tersisa dan mengeluarkan mereka dengan selamat,” kata Glasse.

5ba69f31aaa448fa85a54fb8ec42b2a8_18

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, pada saat Imarah Islam Afghanistan (Taliban) meningkatkan “Operasi Omari” pertempuran musim panas Taliban terhadap pemerintah Kabul yang didukung Barat (AS dan NATO).

Serangan itu terjadi setelah dua profesor di universitas – warga Amerika dan Australia – diculik di jantung ibukota awal bulan ini, dalam serangkaian penculikan warga asing terbaru di negara yang dilanda perang tersebut.

Manajemen American University of Afghanistan, kampus elit yang dibuka pada tahun 2006 dan melayani lebih dari 1.700 siswa, tidak segera bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

 

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam