Berita Terkini

Bentrokan Pasukan India dan Warga Muslim Kashmir Kembali Memanas, 1 Tewas dan 90 Terluka

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Seorang warga sipil muslim Kashmir tewas pada hari Selasa (06/09/2016) dalam protes pro-kemerdekaan massal terhadap kekuasaan India di lembah Kashmir yang disengketakan yang terus berlanjut hingga hari ke-60.

Seorang dokter senior di rumah sakit kabupaten Anantnag, yang tidak bisa disebutkan namanya karena larangan dokter berbicara kepada media, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Naseer Ahmad Mir, 21, sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit setelah tentara menembaki secara membabi buta ke pengunjuk rasa di sebuah desa di selatan Kashmir.

“Kami memiliki sembilan puluh pasien terluka dari desa Seer Hamdan hari ini, bahkan tidak ada waktu untuk menuliskan nama. Itulah yang kita lakukan di sini sehari-hari, menonton orang-orang muda menderita dan mati,” kata dokter.

Menurut berbagai rumah sakit, 76 pemrotes sipil telah tewas dan lebih dari 9.000 lainnya terluka sejak awal kerusuhan 8 Juli, ketika seorang komandan mujahidin muda gugur oleh pasukan India.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak mereka dipisah pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan muslim Kashmir di Kashmir yang dipegang India (Indian-held Kashmir-IHK) telah berjuang melawan penjajah India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga muslim Kashmir telah tewas sejauh ini dalam kekerasan, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India. India menggelar lebih dari setengah

Lagi, Tiga Perwira Garda Revolusi Iran Tewas dalam Pertempuran Terbaru di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Iran melaporkan terbunuhnya tiga pemimpin Iran di tangan faksi mujahidin Suriah selama pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (06/09/2016).

Media melaporkan bahwa dua petugas Iran “Adel Saad Akbar Nazri” dan komandan pasukan Basij “Hussein Alikhany” tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah.

Salah satu jenderal dari Garda Revolusi Iran (IRGC), “Dariush Darsti” juga tewas pada tanggal 2 September selama operasi militer di Aleppo, kota utara Suriah.

Media Iran “Fars” pekan lalu juga mengumumkan tewasnya 10 personil militer Iran, termasuk komandan senior Garda Revolusi.

Iran adalah sekutu utama rezim Nushairiyah Suriah Bashar Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang global empat tahun di Suriah.

Riyadh: Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi melaporkan Iran telah melarang jamaah Iran melakukan ibadah haji tahun ini dan “mempolitisir” pelaksanaan ibadah Haji, lansir World Bulletin Selasa (06/09/2016).

Putra Mahkota dan Menteri Dalam Negeri Saudi Muhammad bin Nayef mengatakan Senin bahwa pemerintah Saudi tidak akan mentolerir “pelanggaran” selama ibadah haji.

“Arab Saudi tidak akan mentolerir setiap pelanggaran yang mengganggu keamanan atau mempengaruhi keselamatan jamaah haji, apakah dilakukan jamaah Iran atau oleh pihak lain,” katanya dalam pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi Saudi.

Dia melanjutkan untuk menegaskan bahwa pemerintah Saudi memperluas semua fasilitas untuk warga negara Iran yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Pihak berwenang Iran sendiri yang tidak ingin mengirim jamaah mereka untuk berhaji dengan alasan mereka sendiri sebagai bagian dari upaya mereka untuk mempolitisasi ibadah haji,” katanya.

Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Arab Saudi “membunuh” jamaah Iran, mengacu pada insiden haji dekat Mekah tahun lalu di mana ratusan jamaah asing meninggal dunia – termasuk banyak warga Iran – tewas, peristiwa yang diawali oleh jamaah Iran yang tidak disiplin dengan melawan arus.

“Pembunuh Saudi yang tidak berperasaan malah mengunci korban yang terluka bersama dengan orang-orang yang tewas dalam containers bukannya memberikan perawatan medis dan membantu mereka, atau setidaknya melepaskan dahaga mereka,” hasut pemimpin Syiah melalui Twitter.

“Mereka membunuh mereka,” tambahnya.

Tahun lalu, ratusan peziarah meninggal dunia dalam insiden haji mematikan dekat Mekah akibat berdesak-desakan antara jamaah asing dengan jamaah Iran.

Riyadh Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji 2

Teheran kemudian mengatakan sebagian besar korban adalah warga negara Iran, menyalahkan tragedi itu karena Saudi salah urus.

Hubungan tetap tegang antara Muslim Sunni Arab Saudi dan sekte Syiah Iran.

Pada bulan April, Riyadh dan Teheran gagal menyepakati parameter yang mengatur ibadah haji untuk tahun ini.

Sengketa meningkat setelah Teheran menuntut agar jamaah Iran diizinkan khusus untuk melakukan praktek-praktek ritual tertentu selama haji – yang dilarang oleh pemerintah Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan praktek ritual seperti itu, termasuk pertemuan khusus sesama jamaah Syiah selama ritual haji, “justru menghambat pergerakan jamaah lainnya” yang borpetensi menimbulkan insiden.

Praktek ritual Syiah tersebut dianggap sebagai kewajiban politik dan agama oleh pemimpin Syiah Ayatollah Ruhollah Khomeini (1902-1989), pendiri Republik Syiah Iran.

Arab Saudi memutuskan hubungan resmi dengan Iran awal tahun ini setelah misi diplomatiknya di kota-kota Teheran dan Mashhad di Iran diserang oleh demonstran setelah eksekusi tokoh sekte Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi.

 

Setelah Dirikan Sekolah Disabilitas, Peggi Melati Sukma Kini Jalankan Program Persalinan di Gaza

SOLO (Jurnalislam.com) – Mantan pemain sinetron lawas yang kini menjadi pendakwah, Peggi Melati Sukma mengatakan, perjuangan rakyat Palestina tidak akan pernah padam selama zionis Israel masih ada. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara kajian di Masjid Rohmah, Laweyan, Solo, Senin (5/9/2016).

“Selama masih ada Zionis Israel, perjuangan mereka tidak akan berhenti. Meski selalu diancam dengan pembunuhan, pemboman, ya memang seperti itu, tapi saudara-saudara kita gak akan mundur,” kata Inspirator Hijrah yang telah berdakwah di 20 negara itu.

Pendiri satu-satunya Sekolah Disabilitas di Gaza itu kini sedang menjalankan program persalinan bagi ibu-ibu Gaza. Wanita yang bangga dengan perjuangan rakyat Palestina itu terus mengajak masyarakat Indonesia untuk membantuk rakyat Palestina.

“Ya masih saya jalankan, Insya Allah gak berhenti. Seperti program persalinan ibu di jalur Gaza yang kami punya sudah mencapai seribu. Pemberdayaan ekonomi janda-janda syuhada. Untuk itu saya akan berikan hadiah bagi yang mau bersedekah minimal 200 ribu,” ujar penulis buku “Kujemput Engkau di Sepertiga Malam” itu.

Bersama Ponpes Daruttauhid, Peggi juga akan membangun sekolah-sekolah di jalur Gaza dan mendirikan perkampungan anak yatim dan janda syuhada di Palestina.

3 Tentara Turki Tewas oleh Serangan Roket IS di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Turki tewas dan empat lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Islamic State (IS) di Suriah utara, menurut angkatan bersenjata Turki, lansir Aljazeera Selasa (06/09/2016).

Korban tewas pertama kali oleh serangan IS, sejak peluncuran operasi lintas-perbatasan Turki “Operasi Perisai Efrat” dua pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Selasa, militer Turki mengatakan militan IS telah menargetkan dua tank mereka “dalam serangan roket” dekat kota al-Rai, Suriah.

Tentara awalnya mengatakan bahwa dua tentaranya telah tewas, tetapi kemudian menambahkan bahwa seorang tentara lain tewas akibat luka-luka yang dideritanya.

Ia juga mengatakan bahwa dua pejuang Suriah yang didukung Ankara tewas dan dua lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan IS di kawasan yang sama.

Turki pertama kali mengirim tank di perbatasan pada 24 Agustus sebagai bagian dari serangan dua arah terhadap IS dan pasukan kurdi YPG yang didukung AS.

Empat hari kemudian, tentara Turki menderita korban tewas pertama di Suriah utara dalam serangan roket serupa yang dilakukan milisi Kurdi.

Tentara mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan IS terjadi di desa Wuquf, di selatan al-Rai, dimana tank Turki membuka front kedua dalam operasi Suriah mereka pada akhir pekan.

Daerah ini terletak di barat Jarablus dekat perbatasan Turki yang direbut dari IS oleh Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Ankara pada awal operasi.

Sementara itu, media Turki melaporkan bahwa desa Wuquf dan Sadwi, keduanya terletak di dekat al-Rai, direbut dari IS oleh pejuang oposisi.

Pada hari Ahad, pasukan IS mundur dari posisi terakhir mereka di sepanjang perbatasan Turki-Suriah, meninggalkan titik transit utama kelompok yang sering dijadikan perekrutan dan pengiriman persediaan.

Turki ingin mendirikan zona aman di daerah sepanjang 91-km yang membentang dari Jarablus ke Azaz ke arah barat.

“Perbatasan kami sepanjang 91km telah sepenuhnya dijamin,” kata Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dalam pidato televisi pada hari Ahad.

“Seluruh pasukan IS dan YPG telah dipukul mundur dan mereka telah pergi.”

Dinamakan Euphrates Shield (Perisai Efrat), operasi yang melibatkan tank, jet tempur dan pasukan khusus Turki tersebut menargetkan IS sekaligus pasukan Kurdi Suriah YPG dukungan AS yang merupakan Afiliasi PKK di Suriah.

Milisi YPG Kurdi merupakan mitra kunci dari koalisi pimpinan militer AS untuk pertempuran di Suriah.

Namun, Ankara menganggap YPG sebagai sebuah “kelompok teroris” dan khawatir dengan ekspansi YPG di sepanjang perbatasan, yang akan memberikan peluang untuk terciptanya wilayah semi-otonom Kurdi yang berdekatan dengan Turki di Suriah utara.

Helikopter Tempur Assad Targetkan Aleppo dengan Gas Klorin

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Puluhan warga sipil terluka Senin sore kemarin, akibat menderita sesak napas dari berbagai intensitas di kota Aleppo saat pesawat tempur rezim Suriah menargetkan wilayah As Sukari dengan silinder peledak yang mengandung gas beracun.

Helikopter menargetkan wilayah As Sukari dengan silinder peledak mengandung gas beracun, yang menyebabkan lebih dari 100 orang sulit bernafas dengan beragam intensitas, mayoritas dari mereka adalah anak-anak; dan mereka kemudian diangkut ke rumah sakit untuk dirawat, koresponden ElDorar AlShamia menegaskan, Selasa (06/09/2016).

Koresponden mengatakan bahwa rezim Nushairiyah Assad menargetkan lingkungan As Sukari setelah beberapa serangan udara selama dua hari terakhir; di mana pembantaian kemarin merenggut nyawa enam orang dari satu keluarga.

112

Kota Aleppo mengalami blokade genosida “bagian timur” yang dilakukan oleh pasukan Syiah Assad dua hari lalu setelah mereka berupaya merebut kembali wilayah perguruan tinggi militer dan memotong arteri untuk mencegat pasokan ke pedesaan selatan Aleppo.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang berbasis di Inggris, yang melacak perkembangan harian dalam perang Suriah, mengatakan lebih dari 70 orang di Sukkari mengalami gejala tersedak dan membutuhkan pengobatan setelah rezim Suriah menjatuhkan bom klorin dari helikopter.

“Aktivis di lapangan mengatakan bahwa korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami kesulitan bernapas,” reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari kota Gaziantep, Turki, dekat perbatasan Suriah-Turki.

“Mereka mengatakan bahwa gejala yang sama mereka alami di masa lalu dan membuat mereka percaya bahwa ini adalah serangan gas klorin.”

Aleppo Media Centre milik pejuang Suriah juga memberitakan pada akun Twitter mereka bahwa Sukkari menjadi sasaran serangan klorin Assad.

Seorang Warga Palestina Tewas dan 3 Terluka dalam Serangan Pasukan Zionis di Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Palestina ditembak mati oleh pasukan zionis pada hari Senin setelah diduga menyerang pasukan Israel di Yerusalem Timur sementara tiga warga Palestina lainnya luka-luka dalam penggerebekan di sekitar kota Nablus, Tepi Barat, World Bulletin melaporkan, Senin (05/09/2016).

Kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan bahwa Mustafa Nimer ditembak mati oleh serdadu Zionis dan seorang penumpang lainnya luka-luka ketika pasukan penjajah Israel menembaki mobilnya di kamp pengungsi Shuafat, dengan alasan ia mencoba untuk menyerang mereka dengan kendaraan.

WAFA juga melaporkan bahwa tiga warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan pasukan zionis yahudi selama serangan di kamp pengungsi Balata di Nablus dan kota terdekat Sabastya.

Pasukan menembaki secara membabi buta kea rah kerumunan setelah “unjuk rasa meletus” selama operasi untuk mengungkap fasilitas pembuatan senjata.

Pejabat Otoritas Palestina Ghassan Dhaglas mengatakan pasukan penjajah Israel juga menutup jalan selatan Nablus untuk melindungi warga yahudi yang menggunakan rute utama dekat kota, menyebabkan gangguan bagi warga Palestina yang mencoba untuk pergi bekerja dan sekolah di pagi hari.

Militer Israel berkelit dengan mengatakan tidak mengetahui adanya penutupan jalan.

Kantor berita Palestina Ma’an juga melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel pada Ahad malam menutup sebuah desa di Tulkarem, sebuah distrik di Tepi Barat utara, setelah pemuda setempat melemparkan batu pada kendaraan militer Israel.

 

Khomeini Serukan Seluruh Pengikut Syiah Pertimbangkan Kembali Pergi Haji ke Tanah Suci

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khomeini mengeluarkan kata-kata kasar “menghujat” pemerintah Arab Saudi, sambil menyerukan untuk mempertanyakan manajemen tanah suci Islam, lansir World Bulletin, Senin (05/09/2016).

“Karena perilaku menindas penguasa Saudi terhadap jamaah Iran, dunia Islam harus mempertimbangkan kembali manajemen dua tempat suci dan urusan haji,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web-nya, merujuk ke Mekah dan Madinah.

Dia mengeluarkan komentar hasutan menjelang ibadah haji tahunan bulan ini ke Mekkah di Arab Saudi.

khamenei

Sekitar 60.000 warga Iran beribadah haji ke Mekkah tahun lalu, tetapi secara efektif telah dilarang beribadah haji tahun ini setelah negosiasi antara kedua negara berantakan.

Khomeini menuduh keluarga penguasa Arab Saudi, yang merupakan penjaga situs suci Islam, melakukan politisasi ibadah haji, dan mengubah diri menjadi “Setan-setan kecil dan lemah yang gemetar karena takut membahayakan kepentingan Setan besar .”

Bulan haji tahun ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam hampir tiga dekade dimana jamaah Iran tidak berpartisipasi.

Pemimpin Syiah Khomeini juga dengan sengit mengkritik respon Saudi untuk peristiwa mematikan haji tahun lalu, dimana sekitar 2.300 jamaah haji asing meninggal dunia akibat berdesak-desakan, termasuk sekitar 464 warga Iran, padahal penyebab utama insiden tersebut adalah ulah jamaah haji asal Iran yang tidak disiplin .

 

Ansharusyariah: Istiqomah dalam Jalan Dakwah dan Jihad Dijamin Kemenangan

SERANG (Jurnalislam.com) Menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini, mulai dari persoalan rusaknya moral hingga kepemimpinan kafir, Amir Jamaah Ansharusyariah (JAS) Ustadz Muhammad Achwan mengatakan, kondisi tersebut sudah disampaikan Rasulullah SAW dahulu.
“Sudah dinashkan oleh Rasulullah bahwa umat ini akan disaring oleh satu saringan dimana hanya tersisa ampasnya manusia saja,” katanya saat ditemui jurnalislam didaerah Salira, Serang, Ahad (5/9/2016).
Menurutnya, fenomena kekejaman negeri ini bak kekejaman pada zaman Fira’un. “Semakin kejam, semakin dekat pula runtuhnya negeri,” ujarnya sembari mengutup Al Qur’an surat Al-An’am ayat 44.
“Ketika mereka sudah bangga dan sukses dengan hasil mereka, Allah akan menurunkan adzabnya karena perbuatan istidrajnya,” sambungnya.
Untuk itu, ia mengimbau umat untuk fokus dan konsentrasi memegang erat Sunnah Nabi SAW meski seperti memegang batu bara.
“Kita kembali dan menargetkan ridho Allah, sukses di tangan Allah. Teruslah bekerja, jalan dakwah dan jihad akan mendapatkan garansi kemenangan oleh Allah, janjinya jelas,” pungkasnya.

AS dan Rusia Kembali Gagal Capai Kesepakatan Operasi Militer Bersama di Suriah

HANGZHOU (Jurnalislam.com) – Diplomat dari Amerika Serikat dan Rusia, pada hari Senin gagal mencapai kesepakatan untuk memudahkan pertempuran saat operasi militer di Suriah, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan perbedaan masih tetap ada, lansir World Bulletin, Senin (05/09/2016).

Pejabat itu mengatakan putaran baru pembicaraan antara Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela KTT G20 di Hangzhou telah berakhir tanpa kesepakatan.

Barack Obama mengatakan sebelumnya pada hari Ahad bahwa Amerika Serikat dan Rusia mencoba menyelesaikan gencatan senjata di Suriah, agar pengiriman bantuan kemanusiaan di negara yang dilanda perang tersebut berjalan lancar.

Para pejabat militer Amerika Serikat dan Rusia, yang kembali berada di sisi berlawanan dalam perang lima tahun Suriah, telah bertemu selama berminggu-minggu untuk mencoba mencapai kesepakatan.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 470.000 orang dan 11 juta warga lainnya menjadi pengungsi.