Berita Terkini

Militer Israel Mulai Bangun Tembok Bawah Tanah Kelilingi Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Militer zionis mulai membangun tembok baru di sekitar Jalur Gaza yang terblokade tidak hanya memagari Gaza di atas tanah tetapi juga di sepanjang jauh di bawah tanah, menurut media lokal, lansir World Bulletin Rabu (07/09/2016).

Pembangunan penghalang baru, yang membutuhkan biaya dua miliar shekel ($ 531.000.000), dapat dilihat dari komunitas Israel selatan dekat perbatasan Gaza, koran Yedioth Ahronoth melaporkan Rabu.

Penghalang tersebut dirancang mencapai bawah tanah untuk menghadang terowongan yang dituduh Israel digali oleh Hamas, yang sering digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap militer Israel. Hamas saat ini mengendalikan Jalur Gaza.

Surat kabar itu melaporkan bahwa warga yahudi di dekat Gaza, tertarik untuk proyek ke depan, dinding mungkin tidak akan selesai, karena pemerintah Israel belum sepenuhnya mengklarifikasi bagaimana proyek akan dibiayai.

Pada bulan Mei, operasi militer zionis di Gaza untuk menghancurkan terowongan Gaza menyebabkan pertempuran antara kedua belah pihak dengan Hamas, faksi perlawanan Palestina tersebut menembakkan mortir ke arah pasukan penjajah Israel.

Lebih dari 2.300 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka pada akhir 2014 ketika pasukan zionis yahudi melancarkan serangan brutal ke pemukiman warga Gaza.

HNC Ajukan Rencana Transisi Politik Suriah

LONDON (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi utama Suriah telah mengajukan rencana transisi politik dan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Suriahlebih dari lima tahun di negara itu.

Komite Negosiasi Tinggi (The High Negotiations Committee-HNC) mengatakan pada Aljazeera hari Rabu (07/09/2016) bahwa proses yang diusulkan akan dimulai dengan negosiasi enam bulan untuk mendirikan pemerintahan transisi yang terdiri dari tokoh-tokoh dari pihak oposisi, pemerintah dan masyarakat sipil.

Bashar al-Assad harus meninggalkan kantor pada akhir enam bulan, menurut pihak yang mewakili faksi oposisi politik dan bersenjata Suriah, mengatakan pada pertemuan di London yang dihadiri oleh para menteri luar negeri dari seluruh dunia.

Dewan transisi kemudian akan menjalankan negara selama 18 bulan, setelah itu akan ada pemilu.

Kepala perunding pihak oposisi Riyad Hijab, yang membelot dari pemerintah pada 2012 setelah ditunjuk sebagai Perdana Menteri, mengatakan HNC akan menolak setiap kesepakatan dari Rusia dan AS jika sebagian besar berbeda dengan usulan HNC ini.

“Jika apa yang disetujui Rusia dan Amerika sangat jauh berbeda dari apa yang menjadi cita-cita masyarakat Suriah, maka kita tidak akan menerimanya,” kata Hijab.

Dilansir dari pertemuan di ibukota Inggris, editor diplomatik Al Jazeera, James Bays mengatakan rencana itu adalah “cetak biru paling rinci yang dibawa pihak oposisi.”

 

Pasukan Pro Yaman Rebut Posisi Kunci di Sirwah dari Houthi, 35 Pemberontak Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara nasional Yaman dan komite Perlawanan Rakyat pro-pemerintah mengklaim telah menguasai sejumlah lokasi strategis di Sirwah di Gubernuran Marib, seorang juru bicara Al Arabiya News Channel melaporkan pada hari Rabu (07/09/2016).

Abdullah al-Shandqi, juru bicara komite Perlawanan Rakyat, mengatakan sekitar 35 pemberontak dari milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh yang didukung Republik Syiah Iran telah tewas menyusul bentrokan di daerah.

Komite Perlawanan Rakyat adalah kelompok bersenjata yang dibentuk di beberapa provinsi Yaman selama Perang Sipil Yaman dan setelah kudeta Syiah Houthi untuk menggulingkan pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang diakui internasional pada bulan September tahun 2014.

Houthi mengendalikan ibukota, Sanaa sebagai hasil dari upaya kudeta tersebut

Didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, tentara Yaman bersama-sama dengan komite mencoba untuk membebaskan Sirwah sepenuhnya untuk dapat memasuki area Khawlan, yang dianggap sebagai salah satu pintu masuk ke Sana’a.

Maarib terletak 120 km di sebelah timur Sanaa.

Sementara itu, sumber Houthi mengatakan utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed tidak membawa agenda baru selama pertemuannya dengan perwakilan milisi di Muscat ibukota Oman. Media yang berafiliasi dengan Houthi juga menuduh utusan PBB bersikap bias dan mendukung pemerintah.

Delegasi Houthi tiba di Muscat setelah mereka menghentikan tur kunjungan regional mereka ke Irak pekan lalu.

Pesawat Tempur Rusia Serang Pemukiman Warga di Distrik Sukari, 20 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia pada Rabu siang melakukan pembantaian mengerikan yang merenggut nyawa puluhan warga sipil dan melukai puluhan lainnya, kebanyakan anak-anak, dalam pemboman, menargetkan pemukiman di distrik Sukari, Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (07/09/2016).

Koresponden ElDorar mengutip sumber medis, mengatakan bahwa jumlah warga sipil tewas dalam pemboman itu mencapai 20 orang, sedangkan jumlah yang terluka mencapai 30, sebagian besar dari mereka dalam situasi sulit dan harus diamputasi salah satu bagian tubuhnya.

Lingkungan Sukari dibom untuk hari ketiga berturut-turut, di mana helikopter rezim kemarin menjatuhkan bom berisi gas beracun, Klorin, yang melukai sekitar 90 orang, sementara pembantaian kemarin merenggut nyawa tujuh orang dari satu keluarga, menurut sumber medis.

Warga sipil di kota Aleppo (bagian timur) mengalami blokade genosida kedua yang dikenakan oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad, terhadap hampir 340 ribu orang penduduknya.

Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Rusia mencegat pesawat mata-mata AS di atas Laut Hitam selama sekitar 19 menit, seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (07/09/2016).

“Pada hari ini jet tempur Flanker SU-27 Rusia mencegat Poseidon P-8A milik Angkatan Laut AS dari jarak dekat yang tidak aman saat melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional di Laut Hitam,” kata Kapten Jeff Davis dalam email.

Aset militer Rusia dan Amerika di kawasan itu secara rutin berinteraksi tapi “sebagian besar interaksi terjadi dengan aman dan profesional,” menurut Davis.

Tapi mencegat dari jarak dekat kemungkinan “dapat menimbulkan kesalahan perhitungan atau kecelakaan” dan memiliki potensi meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, tambahnya.

Pencegatan itu adalah konfrontasi militer Rusia terbaru yang dihadapi aset militer AS di Eropa Timur.

Pada bulan April, Su-24 Rusia terbang dalam jarak 30 kaki dari kapal perusak AS, Donald Cook, di Laut Baltik, dan tak lama setelah itu sebuah Su-27 terbang di dekat pesawat pengintai RC-135 milik Angkatan Udara AS di Laut Baltik.

Insiden terbaru tersebut terjadi setelah kapal Angkatan Laut AS dicegat oleh kapal Pengawal Revolusi Syiah Iran di Teluk Persia.

Perancis Turunkan Pasukan Artileri untuk Serang Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Perancis mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka mengerahkan artileri ke Irak dan menyiapkan kapal induk dalam memperkuat dukungan militer asing bagi tentara Irak untuk merebut kembali Mosul, ibukota de facto Islamic State (IS) di Irak, lansir Reuters, Rabu (07/09/2016).

Tentara dan unit elit Irak secara bertahap telah mengambil posisi di sekitar kota yang terletak 400 km (248 mil) di utara Baghdad, dengan pasukan koalisi internasional mendukung dengan memanfaatkan keklahan kelompok IS di beberapa wilayah di Irak dan Suriah.

“Kami memutuskan untuk meningkatkan dukungan kami terhadap pasukan Irak musim gugur ini dengan tujuan merebut kembali Mosul,” kata Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam pertemuan pejabat pertahanan dan militer di Paris.

“Pada saat ini, artileri kami tiba dekat ke garis depan,” kata Le Drian, menambahkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle akan segera berangkat ke Timur Tengah.

Para pejabat pertahanan Perancis menolak untuk memberikan rincian tentang artileri.

Pemimpin IS, Abu Bakr al-Baghdadi menyatakan sendiri kekhalifahannya secara sepihak yang mencakup wilayah Irak dan Suriah dari Masjid Agung Mosul pada tahun 2014.

Perancis, negara pertama yang bergabung dengan serangan udara pimpinan AS di Irak, telah meningkatkan operasi udara terhadap IS, termasuk di Suriah, bergabungnya Perancis dalam serangan terhadap IS dipicu dengan beberapa serangan oleh kelompok IS di Perancis. Paris juga memiliki pasukan khusus yang beroperasi di kedua negara dan telah memberikan senjata kepada kelompok oposisi Suriah.

Kasus Prostitusi Gay Bukti Indonesia Darurat LGBT

SOLO (Jurnalislam.com) – Isu LGBT kembali mencuat pasca terkuaknya kasus prostitusi anak laki-laki untuk kaum gay di Bogor. Menanggapi fenomena tersebut, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Abdul Rachim Ba’asyir mengatakan, masyarakat Indonesia tidak boleh memberi ruang gerak bagi kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).

“Masyarakat Indonesia sudah tidak boleh tutup mata lagi terhadap keberadaan LGBT ini. Perkembangan mereka kan cukup pesat. Mereka juga sudah berani memanfaatkan pejabat-pejabat negara seperti kehadiran menteri agama dalam acara HUT AJI kemarin,” terang pria yang karib disapa ustadz Iim itu kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Rabu (7/9/2016).

Ia khawatir jika perkembangan LGBT dibiarkan bebas seperti saat ini akan mengundang azab Allah SWT seperti azab yang diterima kaum Nabi Luth AS dahulu.

“Kalau masyarakat Indonesia baik pejabat-pejabatnya maupun rakyatnya memberi angin kepada mereka, maka jangan salahkan kalau nanti mereka akan meraja lela. Dan mereka itu hanya akan mengundang azab Allah SWT,” tegasnya.

Ustadz Iim menegaskan, munculnya kasus prostitusi anak laki-laki untuk kaum gay membuktikan bahwa mereka mempunyai ruang untuk bergerak bebas di Indonesia. Untuk itu ia mendesak pemerintah untuk bersikap tegas terhadap kaum LGBT.

“Saat ini mereka juga kan bukan hanya dikenal dengan penyimpangan orientasi seksual saja, tapi juga mereka kerap melakukan tindakan kriminal. Maka dari itu perlu ada tindakan tegas. Kasus itu juga membuktikan bahwa Indonesia sedang darurat LGBT,” pungkasnya.

FUI Karanganyar Desak Aparat Batalkan Pagelaran Musik Underground “Noice Hell”

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar bersama warga menyatakan, menolak pagelaran musik underground bertajuk ‘Super Rock Noise Hell’ yang akan digelar 14 September mendatang di Lapangan Papahan Karanganyar.

Penolakan pagelaran musik yang dipromotori oleh Queen Production itu disampaikan FUI dalam surat pernyataan sikapnya kepada Polres Karanganyar, Selasa (5/9/2016).

“Kami layangkan surat keberatan menolak keras pada Kapolres Karanganyar jika konser musik Noice Hell tetap digelar,” kata Sekjen FUI Karanganyar, Mulyono kepada wartawan, Selasa (5/9/2016).

Menurut Mulyono, tema yang diusung “Noice Hell” adalah tema kesesatan yang berpotensi merusak generasi bangsa, identik dengan miras, narkoba, sex bebas, pemujaan setan dan berujung tindakan anarkis.

“Hal tersebut sangat bertentangan dengan visi-misi Pemkab Karanganyar bertaqwa, Karanganyar bebas narkoba,” tegas Mulyono.

“Untuk itu FUI Karanganyar dan, warga masyarakat menolak acara tersebut serta melayangkan surat kepada KAPOLRES Karanganyar untuk mencabut ijin penyelenggaraan konser musik “Noice Hell” komunitas underground/PUNK,” tambahnya.

Mulyono mengatakan, pihak kepolisian mengaku telah memanggil perwakilan Queen Production, Maya Ratna Sari. Karena tidak ada keputusan, kepolisian meminta Maya untuk mendatangi FUI Karanganyar.

Di markaz FUI Karanganyar, Maya ditemui Mulyono. Queen Production memohon FUI dan masyarakat untuk tidak mendesak aparat membatalkan acara tersebut dengan alasan perizinan sudah lengkap dan sudah ada kontrak dengan sponsor.

“Kalau FUI keberatan dengan kemaksiatan, mbak Maya minta kami untuk datang dan mengawasi. Jika ada pelaku, FUI berhak menindak,” terang Mulyono mengutip pernyataan Maya.

Namun, berdasarkan hasil rapat FUI pada Selasa malam memutuskan FUI akan tetap menolak pagelaran musik keras tersebut.

Taliban: Musuh Tinggalkan Pos Pemeriksaan di Tarinkot, 12 Serdadu Menyerah

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Laporan mengatakan tembak-menembak yang diterjadi awal hari selasa oleh mujahidin Imarah Islam (Taliban) terhadap posisi musuh di sekitar ibukota Tarinkot masih berlangsung, Al Emarah News melaporkan, Selasa (06/09/2016).

Pada siang harinya tentara bayaran, Arbaki,p melarikan diri dan meninggalkan basis utama mereka serta 5 pos yang sebelumnya mereka kuasai di daerah Kakrak karena sejumlah luas wilayah dan rute yang menghubungkan ibukota dengan kabupaten telah diblokir.

Sementara itu sebanyak 12 orang bersenjata menyerahkan diri pada Taliban.

Musuh saat ini sedang dalam tekanan besar akibat pengepungan ketat dan kondisi panik di bawah serangan berat Taliban.

Rincian lebih lanjut dari operasi akan diperbarui saat informasi tiba.

 

Sekjen PBB Balas Hasutan Politikus Anti Islam Trump dan Wilders

BELANDA (Jurnalislam.com) – Sekjen HAM PBB menuduh politikus anti Islam yaitu calon presiden AS Donald Trump dan nasionalis Belanda Geert Wilders, menyebarkan “kebencian ras dan agama yang memalukan.”

Zeid Raad mengatakan pada hari Senin bahwa “populis, penghasut dan politikus fantasi” seperti Wilders dan Trump, serta Nigel Farage di Inggris dan Marine Le Pen di Perancis, menggunakan taktik “menyebar ketakutan” kebencian terhadap Islam.

“Jangan salah, saya pasti tidak menyamakan tindakan demagog nasionalis itu dengan orang-orang ISIS,” komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mengatakan pada acara gala dinner yang diselenggarakan oleh Peace, Justice and Security Foundation (Yayasan Perdamaian, Hukum dan Keamanan) yang berbasis di Den Haag, lansir Aljazeera, Selasa (07/09/2016).
“Tapi dalam modus komunikasi, propaganda ISIS yang berisi kebenaran setengah-setengah dan penyederhanaan, menggunakan taktik yang sama dengan orang-orang dari populis.”

“Dan kedua sisi persamaan ini saling menguntungkan satu sama lainnya – yang memang pengaruhnya tidak akan berkembang tanpa tindakan yang lainnya,” tambahnya, menyerukan aksi global untuk mengurangi pengaruh politik populis yang bisa berubah menjadi kekerasan tersebut.

Zeid memberi julukan “aneh (grotesque)” bagi Wilders yang menyerukan untuk tidak menerima imigran Muslim, menutup Masjid dan melarang al Quran, dalam platform pemilu Maret 2017.

Dalam tweet, Wilders menyebut Zeid “idiot.” Zeid adalah anak seorang pangeran Yordania dan ibunya adalah wanita kelahiran Swedia.

“PBB itu aneh (grotesque),” balas politisi sayap kanan Belanda itu. “Mari kita singkirkan para birokrat ini.”

Zeid mengatakan retorika Wilders bisa memiliki konsekuensi yang mengerikan.

“Sejarah mungkin telah mengajarkan kepada Wilders dan teman-teman sejenisnya seberapa efektif xenophobia dan kefanatikan dapat menjadi senjata,” kata Zeid. “Suasana akan menjadi kental dengan kebencian, yang pada titik ini dapat turun dengan cepat menjadi kekerasan kolosal.”

Sekjen pbb

Zeid mengatakan diskriminasi itu dipercepat di tempat kerja, anak-anak dipermalukan dan dijauhi atas asal-usul etnis dan agama mereka.

“Mereka tidak ‘benar-benar’ Eropa,” kata Zeid. “Seluruh warga sedang diolesi dengan dugaan kolusi dengan teroris.”

Pidato Zeid ini menarik tepuk tangan meriah dari penonton di acara gala dinner tersebut.