BIMA (Jurnalislam.com) – Hari ini, ribuan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bima melakukan aksi mengecam penghinaan terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Massa mendesak, petahana Ahok diadili karena dinilai telah menistakan al-Qur’an.
Aksi itu berlangsung dari Lapangan Serasuba menuju DPRD kab Bima kemudian menuju Walikota, Polres Bima Kota dan diakhiri di DPRD kota Bima. Aksi konfoi yang disertai orasi itu diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari puluhan ormas Islam yang berada di Kota dan Kabupaten Bima.
“Kami umat Islam Bima tidak terima setelah kitab suci serta para ulama kami di hina dan dinistakan, maka oleh karena itu kami turun ke jalan untuk melakukan aksi untuk menuntut keadilan terhadap sang penista Al-Qur’an,” kata ketua FUI Bima, Ustadz Asikin disela-sela aksi.
Aksi ini, kata dia adalah aksi yang lahir dari ketersinggungan serta kemarahan umat Islam yang ada di Bima setelah adanya kasus penistaan Al-Qur’an.
“Kami sebagai umat muslim bertanggung jawab ketika kami mengetahui Al-Quran dihina, ulama di hina, maka tidaklah benar apabila dia hanya berdiam diri, karena sesungguhnya semuanya nanti akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah,” tandasnya.
Oleh karena itu, umat Islam Bima turun ke jalan untuk menuntut agar Ahok segera di seret dan di tangkap serta diadili. “Jangan sampai kasus ini berlarut, karena hari ini umat islam sudah terlalu marah dengan pernyataan Ahok yang menistakan Islam,” tegasnya.
Ditemui di Polres Bima Kota, Wakapolres Bima Kompol Nanang S.Ik. berjanji akan menyampaikan tuntutan dari umat Islam Bima ke Polri. Dalam audiensi itu massa menyampaikan pernyataan sikap umat Islam Bima.
“Kami berjanji akan menyampaikan pernyataan ataupun tunutan dari umat Islam Bima ke Polri, dan kami berharap nanti akan ada penyelesaian yang konkrit terhadap kasus ini,” pungkasnya.
SPANYOL (Jurnalislam.com) – Seorang Muslim Spanyol dilaporkan telah berjalan lebih dari 9.000 kilometer untuk melakukan umrah setelah berangkat dari Paris lima setengah bulan yang lalu.
Menurut surat kabar Kuwait Al Rai, Rabu (19/10/2016) Ishaq bermaksud melakukan perjalanan dari Perancis ke Makkah dengan berjalan kaki. Dia memiliki budget hanya 5.000 euro (10 euro per hari) untuk perjalanan dan menolak menerima uang dari orang-orang di jalan.
Ishaq juga menemui banyak kesulitan selama perjalanan karena kondisi cuaca yang keras. Dalam satu kesempatan, ia mengalami mati rasa di tangan dan kaki karena kedinginan.
Ishaq bukanlah yang pertama melakukan perjalanan ke tanah suci dengan berjalan kaki.
Pada tahun 2012, seorang pria Bosnia tiba untuk beribadah haji tahunan setelah berjalan sepanjang 5.700 kilometer. Tahun ini seorang Muslim China dan Muslim Rusia juga pernah melakukan perjalanan haji dengan bersepeda.
IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan yang berperang melawan Islamic State (IS) di Mosul mengatakan mereka memperkirakan kelompok IS menggunakan senjata kimia mentah saat mencoba mempertahankan Mosul dari serangan.
Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters, Rabu (19/10/2016), bahwa pasukan AS telah mengumpulkan sisa-sisa granat/mortir IS untuk diuji kandungan kimianya karena kelompok tersebut dikenal sering menggunakan gas mustard di masa lalu.
Para pejabat pasukan mengatakan dalam sebuah pernyataan sebelumnya yang tidak diungkapkan ke publik bahwa mereka telah mengkonfirmasi adanya kandungan sulfur mustard dalam munisi IS pada 5 Oktober.
Sementara itu, Jenderal Senior Irak Letjen Thalib Shaghati kepada wartawan di sebuah pangkalan militer pada hari Selasa mengatakan bahwa hingga 6.000 pasukan IS saat ini berada di dalam kota. Dia tidak mengatakan berapa banyak dari mereka yang merupakan warga negara asing.
Sumber mengatakan bahwa lembaga kemanusiaan menguatkan antara 100.000 hingga 400.000 warga sipilmengungsi dari pertempuran di Mosul dan berupaya menuju Suriah, wilayah administrasi Kurdi-Irak atau perbatasan dengan Turki.
Kerem Kinik, kepala organisasi Bulan Sabit Merah Turki, mengatakan kepada The Associated Press pada hari Rabu bahwa “aspek kemanusiaan” dari operasi Mosul belum dipikirkan dengan baik oleh pasukan koalisi.
PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kelompok Palestina Hamas mengecam Sekjen PBB Ban Ki moon karena menjauhkan diri dari resolusi UNESCO yang menyangkal koneksi Yahudi dengan bangunan Masjid Al Aqsha, World Bulletin melaporkan, Rabu (19/102016).
Pada hari Selasa (18/10/2016), dewan eksekutif UNESCO secara resmi mengadopsi sebuah resolusi yang menetapkan bahwa Masjid Al Aqsha sebagai warisan Islam murni.
Ban mengatakan bahwa situs suci tersebut milik semua agama.
“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali pentingnya Kota Tua Yerusalem dan Dindingnya bagi tiga agama monoteistik dan menekankan pentingnya hubungan agama dan sejarah bangsa Yahudi, Muslim dan Kristen ke tempat suci itu,” kata juru bicara Banm Estefan Dogrec.
Hamas menggambarkan pernyataan Ban sebagai “pelanggaran atas tugasnya.”
“Pernyataan-pernyataan ini merupakan bukti pelanggaran [Ban] terhadap resolusi internasional untuk melayani kepentingan Israel,” kata kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, dalam sebuah pernyataan.
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Zionis Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai “Temple Mount,” mengklaimnya sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.
Israel menjajah Yerusalem Timur, di mana Masjid Al Aqsha berada selama Perang Timur Tengah 1967.
Militer Israel secara brutal menganeksasi Yerusalem pada tahun 1980 – dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional – dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok ektremis PYD/PKK dukungan AS telah memulai serangan di distrik al-Bab Suriah utara untuk menyatukan dua kabupaten yang mereka kontrol hingga ke timur dan barat, menurut sumber lokal.
Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena masalah keamanan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (19/10/2016) bahwa PYD/PKK telah meningkatkan ketegangan di kawasan al-Bab.
Ketika pasukan oposisi moderat, Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA), mendekati distrik al-Bab dengan dukungan Angkatan Bersenjata Turki sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield), rencana PYD/PKK untuk menyatukan distrik Afrin (di barat al-Bab) dan Manbij (di timur al -Bab), serta wilayah mereka di sebelah timur Sungai Efrat, semakin sulit, kata pernyataan tersebut.
Kelompok milisi komunis Kurdi tersebut pada Selasa malam menyerang pasukan FSA di desa Tal Malid di distrik Mare, sebelah barat laut al-Bab. Serangan itu merenggut nyawa dua pejuang FSA.
PYD/PKK juga merebut beberapa desa yang berada di bawah kendali kelompok Islamic State (IS).
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa menegaskan bahwa salah satu tujuan Operasi Euphrates Shield adalah agar FSA merebut kembali al-Bab dari teroris PYD dan milisi IS.
PYD/PKK, yang saat ini juga mengontrol kabupaten Afrin dan Kobane, berusaha memperluas kontrol dengan mengambil kendali daerah di Suriah utara dari Jarabulus ke Azaz, yang juga terletak dekat perbatasan Turki.
KABUL (Jurnalislam.com) – Seorang pria bersenjata dalam seragam tentara Afghanistan menembaki sekelompok tentara AS, menewaskan sedikitnya dua serdadu kewarganegaraan Amerika termasuk seorang warga sipil di ibukota Afghanistan, Kabul, Aljazeera melaporkan, Rabu (19/10/2016).
Penembakan itu terjadi pukul 11 waktu setempat (0630GMT) pada hari Rabu saat pasukan internasional (NATO) mengunjungi sebuah pangkalan militer di Kabul, menurut Dawlat Waziri, juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan.
Penembak itu tewas setelah baku tembak di lingkungan Rishkhor, Kabul, tempat sebuah pusat pelatihan pasukan khusus Afghanistan, menurut NATO dan Waziri.
Amerika sedang melakukan tugas sebagai bagian dari misi mereka untuk melatih, memberikan nasihat dan membantu pasukan Afghanistan ketika mereka diserang Taliban, NATO menambahkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan ke insiden itu.
“Kapan saja kita kehilangan anggota tim kami, itu sangat menyakitkan,” kata Jenderal John Nicholson, komandan tertinggi AS dan NATO di Afghanistan.
“Simpati kami sampaikan ke keluarga, orang yang dicintai, dan unit mereka yang terlibat dalam insiden ini. Kepada mereka yang terus menargetkan pasukan koalisi … [kami] akan terus mengejar misi kami untuk membantu mitra kami menciptakan Afghanistan yang lebih baik,” katanya.
ALEPPO (Jurnalislam.com) – Gerakan Nujaba Irak, salah satu milisi Syiah utama yang mendukung pasukan Nushairiyah Assad di Aleppo telah kehilangan puluhan anggotanya, selama operasi baru-baru ini yang dirilis pada situs Syrian Resistance di Aleppo, lansir ElDorar AlShamia Selasa (18/10/2016).
Sebuah sumber militer mengkonfirmasi kepada jaringan berita ElDorar di beberapa garis depan pertempuran, gerakan Nujaba Syiah Irak menderita kerugian besar, di mana hampir 78 komandan dan personil mereka yang semuanya warga Irak tewas, serta beberapa mesin berat dirusak dan dirampas.
Sumber itu menambahkan bahwa pertempuran di Aleppo berbalik, di mana rezim Syiah Assad yang selama sekitar satu setengah pekan mencoba untuk maju di garis depan timur-laut dan selatan, dan dalam beberapa poin mampu berkembang dan gagal di titik yang lain , tetapi faksi Syrian Resistance tetap tangguh terlepas dari blokade yang dikenakan pada mereka, dan mampu menggagalkan sejumlah besar serangan di garis depan Aziza dan Karm al-Tarrab.
Koresponden ElDorar sebelumnya telah mengkonfirmasi pembantaian 30 pasukan Syiah Gerakan Nujaba, dan menangkap lima orang lainnya dalam pertempuran Sheikh Saeed, menghancurkan tiga kendaraan militer dan merebut dua lainnya.
Demikian juga gerakan Nujaba Irak, yang jelas berpartisipasi di pedesaan selatan Aleppo, menderita korban tewas berjumlah melebihi 260 pasukan selama dua bulan terakhir.
Gerakan Nujaba Irak didirikan oleh “Akram al-Kaabi,” pada tahun 2013 yang menerima dukungan militer dan logistik langsung dari Republik Syiah Iran, di mana sebagian besar pejuang Irak melakukan sesi rehabilitasi militer dengan kamp-kamp Garda Revolusi Iran.
BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membebaskan wilayah selatan Mosul seluas 352 kilometer persegi sejak operasi militer besar dimulai awal pekan ini untuk merebut Mosul dari kelompok Islamic State (IS), seorang komandan polisi Irak mengatakan Rabu (19/10/2016), lansir Anadolu Agency.
Pasukan Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, meluncurkan serangan Ahad malam untuk merebut kembali Mosul – benteng terakhir IS di Irak utara, yang dikuasai IS sejak pertengahan 2014.
“Pasukan Irak telah membersihkan wilayah seluas 352 kilometer persegi dari IS sejak operasi dimulai,” kata Komandan Polisi Federal Letnan Jenderal Raed Shakir dalam laporan yang dikutip oleh Kementerian Dalam Negeri.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan oleh komandan mengenai daerah tertentu mana yang telah dibersihkan dari IS.
Menurut Amin al-Zubaidi, seorang letnan pertama di Komando Operasi Gabungan Nineveh (Nineveh Joint Operations Command) Angkatan Darat, 13 pasukan IS terbunuh di Mosul pada hari Rabu – termasuk pemimpin terkemuka IS – dalam serangan pesawat tak berawak yang dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS.
“Informasi intelijen yang disediakan oleh sumber-sumber kami di Mosul menunjukkan bahwa Abu Sarah, seorang pemimpin IS yang bertanggung jawab atas perencanaan militer, tewas – bersama dengan sejumlah militan lain – dalam serangan drone koalisi,” kata al-Zubaidi kepada Anadolu Agency.
Serangan, terjadi Rabu pagi di daerah Dawasa Mosul di tepi Sungai Tigris, yang mengalir melalui Mosul, ia menambahkan.
Mengomentari kemajuan operasi di darat, al-Zubaidi mengatakan pasukan Irak menghadapi banyak kendala saat berusaha maju ke Mosul.
“Perangkat peledak dan jebakan yang ditanam oleh IS menghambat kemajuan angkatan bersenjata kita,” katanya.
Dalam perkembangan terkait, sedikitnya 200 warga sipil di Mosul kini disandera oleh militan IS, kata seorang pejabat setempat, Rabu.
“Lima belas pasukan IS tewas setelah diserang oleh penduduk lokal di distrik Haman al-Alil selatan Mosul,” politisi Kurdi Said Memozini yang berbasis di Mosul mengatakan kepada Anadolu Agency.
“IS kemudian memperkuat kehadirannya di daerah dan mengumpulkan sekitar 200 warga sipil yang diduga ambil bagian dalam perlawanan,” tambahnya.
Komandan Tentara Irak Mohamed Jabouri mengatakan pasukan IS baru-baru ini membawa sekitar 100 warga dari daerah-daerah terpencil ke Mosul dan digunakan sebagai perisai manusia menghadapi serangan udara koalisi yang sedang berlangsung.
Di Washington, Gedung Putih mengakui keprihatinan kemanusiaan karena serangan terus berlanjut, tetapi mengatakan bahwa, “potensi kontinjensi kemanusiaan tertentu tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menunda pelaksanaan operasi ini.”
“Warga Mosul sudah terlanjur menderita resiko kematian,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan. “Apa yang harus kita lakukan dan apa yang telah dilakukan masyarakat internasional, sebagaimana diakui presiden kemarin, adalah untuk merencanakan kontinjensi potensial tersebut.”
Sementara itu howitzer AS dilaporkan telah mulai menembaki kota Bashiqa yang dikuasai IS, terletak kira-kira 10 kilometer sebelah timur dari Camp Bashiqa, di mana pasukan “Pengawal Niniwe” Turki yang terlatih sedang menunggu untuk operasi mereka sendiri di Mosul.
Angkatan udara Turki juga kabarnya kini bersiap-siap menargetkan posisi IS dekat Mosul setelah mencapai kesepakatan mengenai parameter operasi.
Dan di distrik Sinjar (terletak sekitar 120 kilometer sebelah barat Mosul), pasukan Peshmerga – dengan dukungan pesawat koalisi pimpinan AS – menggagalkan serangan pasukan IS, menurut sumber Peshmerga.
“Pasukan Peshmerga yang dikerahkan di sepanjang sumbu Sinjar menggagalkan serangan IS yang diluncurkan dari fasilitas di Sinjar,” kata petugas Peshmerga Sherzad Zakholi kepada Anadolu Agency, tanpa memberikan informasi korban tewas.
Pejabat Departemen Pertahanan Irak Salman Jawad mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa komandan tinggi tentara Irak dan “ahli” dari koalisi pimpinan AS mengadakan pertemuan strategi rutin di distrik Makhmur di selatan Mosul untuk membahas operasi yang sedang berlangsung.
Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota kedua terbesar Irak – sebelum menduduki sebagian besar wilayah di utara dan barat negara itu.
Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah. Namun, kelompok IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.
Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah maju bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.
ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengkonfirmasi telah melaksanakan perintah eksekusi pada hari Selasa terhadap Pangeran Arab Saudi, Turki bin Saud al-Kabir, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (18/10/2016).
Pangeran dinyatakan bersalah tiga tahun lalu oleh pengadilan Saudi karena membunuh seorang pemuda Saudi menyusul perkelahian kelompok di wilayah al-Thumama di pinggiran Riyadh.
Pernyataan itu mengatakan bahwa “Turki bin Saud al-Kabir membunuh warga Saudi Adel bin Suleiman bin Abdul Karim Mohaimeed.”
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa “pemerintah menangkap pelaku yang disebutkan di atas. Setelah penyelidikan, mereka menuduhnya melakukan kejahatan dan dakwaannya dikirim ke Pengadilan Umum. Dia didakwa dengan apa yang dikaitkan dengannya dan dihukum mati sebagai retribusi.”
Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung keduanya sepakat dengan dakwaan. Sebuah Keputusan Kerajaan (Royal Decree) dikeluarkan untuk pelaksanaan aturan pengadilan.
Keluarga korban menolak tawaran ‘uang darah’ dan menuntut keadilan dilakukan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Kementerian Dalam Negeri menegaskan “ketaatan Raja Salman dalam menegakkan keamanan, keadilan dan penghakiman Allah.”
Pernyataan tersebut juga memperingatkan “bahwa hukuman yang sah akan diberlakukan kepada siapa pun yang mencoba menyerang orang-orang yang tidak bersalah dan menumpahkan darah mereka”.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dokter muda Indonesia, Gamal Albinsaid peraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship
First Winner 2014 ikut mengomentari petahana Ahok. Menurutnya Ahok belum mampu memahami makna toleransi yang sebenarnya.
Ia mengatakan dalam tulisan yang diterima jurniscom, sosok pemimpin harus memahami makna toleransi. Sebab, pemimpin itu menyejukkan perbedaan dalam kesantunan, menciptakan keharmonisan di antara perbedaan dengan sikap saling menghormati dalam cinta kasih.
Berikut surat lengkap dari CEO dan pendiri Indonesia Medika yang dibuat Senin (10/10/2016) ;
THE HIGHEST RESULT OF TOLERANCE IS RESPECT AND SOCIAL RELATIONS
Oleh dr. Gamal Albinsaid
Bismillahirrahmanirrahim…
Dua hari lalu, sebelum saya menerima penghargaan Empowering people Award dari Siemens di Jerman, salah seorang panitia mendatangi saya untuk menanyakan cara bersalaman di atas panggung karena pimpinan mereka adalah seorang wanita. Mereka menghormati ketika tahu saya tidak bersalaman dengan wanita karena tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrim saya. Saya cukup menempelkan kedua tangan saya, lalu menyapa mereka tanpa menyentuh tangannya. Mereka mengatur itu di atas panggung agar saya merasakan kenyamanan. Itulah toleransi.
Di perjalanan ke Inggris untuk kunjungan ke 15 perusahaan, pernah saya menaiki pesawat yang tidak menyediakan makanan halal. Setelah saya sampaikan kepada mereka saya hanya bisa makan makanan halal, mereka mencari sebuah mie instan yang memiliki label halal untuk saya. Itulah toleransi.
Ketika saya harus presentasi di California University yang bersamaan saat Salat Jumat, saya minta panitia menggeser jam presentasi kami, karena saya ingin melaksanakan Salat Jum’at di sana. Mereka mengijinkan menggeser waktu presentasi saya. Itulah toleransi.
Ketika makan malam dengan pangeran Charles di Istana Buckingham, mereka mengatur supaya saya mendapatkan makanan untuk vegetarian agar saya merasa nyaman. Itulah toleransi.
Di berbagai pengalaman itu, saya merasakan dan menyimpulkan bahwa bentuk toleransi adalah hormat. Bagi saya “The highest result of tolerance is respect and social relations”, toleransi itu adalah bentuk penghormatan kita pada perbedaan yang ada. Mulai dari hal yang kecil seperti makanan, cara berpakaian, cara beraktivitas, sampai hal yang besar soal agama, kitab suci, dan prinsip Ketuhanan.
UNESCO dalam publikasinya “Tolerance: The Threshold of Peace”
Menyatakan social relations adalah salah satu indikator dari suksesnya toleransi di sebuah masyarakat. Oleh karenanya hasil dari toleransi adalah kenyamanan individu dan keharmonisan sosial.
Mau tidak mau, pemimpin berperan besar dalam menjaga, membangun, dan menciptakan toleransi yang baik. Tidak boleh pemimpin itu masuk atau memberikan komentar terhadap agama, kitab suci, prinsip Ketuhanan, dan cara beribadah sebuah agama.
Peran pemimpin itu penting sekali dalam toleransi yang kita bangun. Kita rindu pemimpin yang mampu menyejukkan perbedaan kita dalam kesantunan, menciptakan keharmonisan di antara perbedaan dengan sikap saling menghormati dalam cinta kasih. Bukan pemimpin yang tidak mempedulikan perbedaan yang ada, menciptakan ketegangan dengan menghina agama, melecehkan kitab, membatasi cara beribadah. Seorang pemimpin harus menghormati agama yang berbeda dengan tidak menilai atau mengomentari agama, tidak mengomentari kitab suci, dan tidak mengomentari cara beribadah. Lalu bagaimana keharmonisan bisa hadir jika pernyataan mengarah pada pelecehan atau penghinaan pada kitab suci dan isi kitab suci?
Teruntuk Pak Ahok, before you say something, stop and think how you’d feel if someone said it to you. Sungguh menyakitkan jika anda merasakan bagaimana yang kami rasakan sebagai umat Islam, kitab yang kami baca tiap hari, kami jadikan pegangan hidup, kami hafalkan, kami baca saat banyak orang tidur, kami pelajari bertahun-tahun, lalu dengan mudahnya anda sebut sebagai alat melakukan kebohongan. Apakah Pak Ahok pernah menempuh jurusan tafsir hingga merasa berhak menafsirkan Alquran seenaknya? Pak Ahok, jangan hina kitab suci saya hanya untuk kepentingan politik anda! Tidak ada sedikitpun kebohongan dalam Alquran! Hormati Alquran kami!
“Don’t get so tolerant that you tolerate intolerance”(Bill Maher).
Kita tidak boleh mentoleransi sebuah keintoleransian.
Jangan salah mengartikan toleransi, “Tolerance does not mean tolerating intolerance”.
Saya sebenarnya tidak suka menuliskan atau memberikan tanggapan soal permasalahan politik, tapi nasehat Ayaan Hirsi Ali bahwa “Tolerance of intolerance is cowardice (mentoleransi sebuah intoleransi adalah sikap pengecut)” cukup memantapkan hati saya untuk tidak diam.
Gagasan toleransi Ayaah Hirsi Ali itu sama dengan apa yang dikatakan Haji Abdul malik Karim Amrullah atau yang biasa kita kenal dengan Buya Hamka, “Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu…. Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati…..”,
Ya, jika diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan. Itu jika diam.
Lalu bagaimana “jika membela orang yang menghina agamamu?” Guntur Romli dan Nusron Wahid mungkin bisa membantu saya menjawabnya.