Berita Terkini

Jika Jadi Demo, MUI Imbau Pendemo dan Aparat Hindari Tindak Kekerasan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) mengimbau kepada masyarakat agar tetap ikhtiar memperjuangkan aspirasinya melalui saluran demokrasi.

“Saluran (aspirasi melalui jalur) demokrasi seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan para pihak pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif,” sebut Wasekjen MUI KH. Salahuddin Al-Ayyubi di Kantor MUI Pusat saat konferensi pers Tausiyah Kebangsaan, Selasa (22/11/2016).

Hal tersebut, masih menurut Shalahudin dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.

“Apabila terpaksa hendak melakukan demokrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

Dilansir dari JITU Islamic News Agency, Salahuddin juga mengingatkan agar para pengunjuk rasa tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI.

“MUI juga meminta pihak aparat kepolisian hendaknya menyikapi para penegunjuk rasa tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, professional serta menghindari penggunaan kekerasan,” tutupnya.

Sementara itu terkait rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang antara lain, akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), MUI menegaskan bahwa (GNPF MUI) bukanlah merupakan bagian dari DP MUI.

“MUI tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember hendkanya tidak menggunakan atribut MUI,” katanya.

Reporter: Zulfikar (JITU Islamic News Agency)

Pro-Kontra Shalat Jumat di Jalan Raya, MUI Segera Keluarkan Fatwa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jend. Tito Karnavian secara tegas melarang pelaksanaan demo yang akan diselenggarakan GNPF-MUI pada 2 Desember 2016 mendatang.

Selain dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum, pelaksanaan shalat Jumat yang menjadi acara utama dalam aksi tersebut, juga memantik pro dan kontra.

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) MUI yang bertanggung jawab Komisi Fatwa, Sholahuddin Al-Ayubbi mengaku mendapat surat tembusan dari Polri.

“Suratnya hari ini kita langsung disposisi kepada Komisi Fatwa. Insya Allah dalam waktu dekat Komisi Fatwa akan menjawab,” tuturnya dalam saat Konferensi Pers di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016) siang.

Pantauan JITU Islamic News Agency, konferensi pers itu sendiri terkait pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan digelar Rabu, 23 November 2016 – Jum’at, 25 November 2016.

Reporter : Ali Muhtadin (JITU Islamic News Agency)

MUI Tegaskan Pihaknya Tak Bisa Larang Aksi Demo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium adanya agenda makar dalam rencana demonstrasi lanjutan yang digelar pada 2 Desember. Terkait sinyalemen tersebut, Wasekjend MUI Dr. Zainut Tauhid, M.Si menyatakan bahwa pernyataan tersebut harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku, lapor JITU Islamic News Agency.

“MUI belum memiliki info cukup terkait adanya gerakan makar pada rencana demo. Yang punya kewenangan (informasi) adanya makar itu dari pihak aparat keamanan. Dan itu (pernyataan makar) harus sesuai dengan peraturan perundang undangan,” ujarnya saat Konferensi Pers di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016) siang.

Sementara itu, terkait aksi demo yang akan dilaksanakan, KH. Anwar Abbas, selaku Sekretaris Jendral (Sekjend) MUI Pusat menyatakan MUI tidak memiliki wewenang untuk melarang demonstran.

“MUI tidak melakukan pelarangan (demo) karena MUI tidak punya kewenangan. Demo adalah hak konstitusi warga negara yang itu dilindungi UUD,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa demo masih bisa dilaksanakan jika tidak ada titik temu dalam musyawarah. “Jika tidak ditemukan titik temu dalam musyawarah, maka dimungkinkan untuk demo tapi dengan catatan harus damai,” ujarnya dalam acara yang sama.

Sebagai catatan, hari ini MUI mengadakan konferensi pers terkait pelaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan digelar Rabu, 23 November 2016 – Jum’at, 25 November 2016.

Reporter : Ali Muhtadin (JITU Islamic News Agency)

Pejabat Teheran: Kini Lebih dari 1.000 Tentara Iran Tewas dalam Pertempuran di Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Lebih dari 1.000 pasukan Iran telah tewas di Suriah sejak Teheran memulai intervensi di negara itu untuk mendukung rezim Assad lima tahun yang lalu, seorang pejabat Iran mengumumkan Selasa (22/11/2016), Anadolu Agency melaporkan.

“Jumlah korban sejauh ini bertambah melebihi 1.000,” Mohamed Ali Shahidi Mahallati, direktur Yayasan Iran untuk Urusan Martir dan Veteran, yang menyediakan dukungan keuangan untuk keluarga tentara Iran yang terbunuh, seperti dikutip oleh lembaga semi-resmi Iran Tasneem press agency. (baca juga: https://jurnalislam.com/wartawan-iran-banyaknya-pasukan-iran-yang-tewas-picu-teheran-untuk-negosiasi/ )

Jumlah pasukan yang terbunuh di Suriah dinyatakan oleh Mahallati tersebut merupakan peningkatan dari jumlah empat bulan yang lalu, ketika para pejabat Iran melaporkan 400. (baca juga: https://jurnalislam.com/pasukan-karbala-brigade-iran-ditarik-dari-suriah-setelah-kekalahan-telak-di-pertempuran-khan-tuman/ )

Syiah Iran adalah pendukung setia rezim Syiah Assad, yang telah berperang melawan kelompok-kelompok jihad dan oposisi bersenjata berat sejak unjuk rasa anti-rezim meletus di Suriah pada awal tahun 2011.

Selama lima tahun terakhir, tentara Iran, bersama dengan anggota pasukan Syiah Hizbullah Lebanon, telah berjuang bersama pasukan rezim Syiah Suriah.

Lagi, Puluhan Pasukan Rezim Assad Tewas di Empat Lokasi Pertempuran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan pasukan rezim Assad dan milisi pendukung mereka tewas, saat mencoba masuk ke daerah Timur Ghouta, dalam operasi yang sedang berlangsung selama lebih dari lima bulan, Jaysh al Islam mengumumkan, lansir ElDorar AlShamia, Selasa (22/11/2016).

Pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad melancarkan serangan sengit di garis depan di Timur Ghouta dari empat sumbu, yaitu: Medaani, al-Bahariyah, al-Rihan dan jalan tol Internasional Damaskus-Homs (Damascus-Homs International Highway). Di saat yang sama pesawat-pesawat tempur mereka meluncurkan bom curah dalam serangan udara intensif di Douma dan kota Arbin serta daerah lain.

Mujahidin Jaysh al Islam mampu membunuh 15 pasukan al-Assad dalam sebuah serangan balik yang diluncurkan terhadap salah satu titik di al-Bahariyah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan rezim Assad. Dua tank juga hancur, satu titik lainnya di jalan tol internasional Damaskus-Homs.

Sekitar 20 pasukan rezim Assad tewas, Dua tank di garis depan al-Rayhan dan Medaani lainnya juga hancur setelah serangan sengit sebelumnya, Kantor Media Jaysh al Islam mengkonfirmasi.

Berdekatan dengan Damascus-Homs International Highway, wilayah al-Karm, pasukan Assad kehilangan 6 pasukan dalam usaha yang gagal untuk masuk ke daerah Ghouta, sedangkan Jaysh al Islam dalam serangan yang sama kehilangan seorang jihadis dan beberapa lainnya terluka.

Sebelumnya pasukan rezim Assad dan milisi pendukungnya membuat kemajuan beberapa hari yang lalu di garis depan “Medaani”, tapi Jaysh al Islam berhasil mendapatkan kembali semua titik beberapa hari kemudian sebelumnya, namun beberapa titik di garis depan al-Bahariyah masih di bawah kendali pasukan al-Assad.

Penyebar Kebencian di Medsos Akan Ditindak

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar menegaskan, akan menindak tegas penyebar kebencian di media sosial. Namun, pihaknya akan memeriksa satu persatu sesuai dengan ketetapan hukum.

“Kita akan evaluasi mana saja yang memenuhi unsur, pasti kita akan tindak tegas,” tegas Boy kepada wartawan seusai mengikuti Istigosah dan do’a bersama di Mesjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (22/11/2016).

“Kalau memenuhi unsur, kita jerat dengan undang undang ITE,” tambah Boy.

Boy mengimbau kepada masyarakat untuk pintar dalam menggunakan media sosial, serta menyaring informasi sebelum melakukan suatu tindakan.

“Kami harapkan, masyarakat juga memilah dahulu informasi yang beredar di medsos, kalau bernada kebencian ya jangan dibaca apalagi ikut menyebarkan,” pungkasnya.

Reporter: Aryo Jipang

Siapa Dalang Makar dalam Aksi 2 Desember? Kapolri: ‘Baca di Google Aja’

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Mengenai adanya upaya makar dalam aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan berkomentar banyak. Menurutnya, informasi tersebut sudah banyak diberitakan di media.

“Gak usah diomongin lagi, baca di google aja, baca siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah,” katanya kepada wartawan seusai acara Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (22/11/2016).

Mengenai kabar rencana makar itu akan menduduki gedung DPR, ia menjanjikan penguatan pengamanan. Ia pun menegaskan upaya pendudukan terhadap gedung pemerintah termasuk gedung DPR merupakan tindakan melanggar hukum.

“Itu ada beberapa pihak yang mengatakan akan menduduki MPR, itu inkonstitusional,“ tegasnya.

Terkait situasi kemanan menjelang aksi 2 Desember, Tito menilai masih tergolong aman. Namun pihaknya mengaku telah mempersiapkan kekuatan personel yang cukup guna menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau pendapat saya kondusif tapi semua tergantung masyarakat, waktu 4 november juga kan masyarakat damai saja datang suarakan pendapat. Kita sudah pasti akan persiapakan kekuatan,” pungkasnya.

Reporter: Aryo Jipang

Kapolri Sadari Peran Penting Ulama Sebagai Pemersatu Bangsa

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam acara Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (2/11/2016), Kapolri Jendral Tito Karnavian menitipkan kepada jamaah untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tito menambahkan, perpecahan bangsa yang diakibatkan perbedaan suku, agama dan ras akan menguntungkan negara tetangga.

“Kita nanti ribut sendiri di dalam, masyarakat terpuruk pembangunan gak jalan, rakyat gak sejahtera nanti yang tepuk tangan itu negara lain tetangga kita,” papar Tito di hadapan wartawan, Selasa (22/11/2016).

Tito menilai, ulama merupakan unsur penting dalam menjaga kesatuan dan persatuan. Karena ulama adalah pendiri bangsa ini yang paling utama. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar jajaran TNI Polri dan pemerintah untuk lebih meningkatkan hubungan dengan para ulama.

“TNI Polri saat ini untuk lebih mendekatkan hubungan dengan para ulama, karena pendiri bangsa ini yang utama adalah ulama. Jadi kebersamaan antara TNI, Polri, ulama dan segenap masyarakat ini harus terus kita kuatkan dalam rangka menjaga NKRI,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan penjelasannya terkait kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia menegaskan, pihaknya menjamin proses hukum kasus tersebut tidak main-main.

“Saya selaku Kapolri menjamin proses hukumnya tidak main-main, proses hukum sudah kita jalankan, hari ini yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka,” tegas Tito.

Reporter: Aryo Jipang

Kapolri: Minggu Depan Berkas Perkara Kasus Ahok Diserahkan ke Jaksa Agung

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan mempercepat penyelesaian berkas perkara kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri acara Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (22/11/2016) siang.

“Kita akan cepat selesaikan berkasnya, paling lambat minggu depan kita sudah serahkan kepada Jaksa, nanti jaksa yang punya kewenangan untuk menyerahkan kepada pengadilan,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/11/2016).

Setelah itu, lanjutnya, masyarakat yang akan menyaksikan sendiri hasilnya di sidang pengadilan terbuka.

“Karena pengadilan di Indonesia ini mengenal istilah pengadilan terbuka dimana ada adab praduga tak bersalah yang bersangkutan boleh membela dirinya,” tambahnya.

Pagi ini, Selasa (22/11/2016) Kapolri Tito Karnavian menghadiri Istighotsah dan doa keselamatan bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Selain bersilaturahmi dengan ulama dan masyarakat Tasikmalaya, kehadirannya juga untuk memberi penjelasan terkait kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Saya datang ke sini juga untuk memberi penjelasan terkait permasalahan saudara Basuki Tjahaja Purnama,” kata Tito.

Reporter: Aryo Jipang

Enam Hari Serangan Udara Rezim Assad dan Rusia di Aleppo, 320 Warga Tewas 1.050 Lainnya Terluka

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat rezim Suriah dan Rusia telah menewaskan lebih dari 320 warga sipil di Aleppo timur selama enam hari terakhir, kata seorang pejabat pertahanan sipil Senin (21/11/2016), lansir Anadolu Agency.

Juru bicara Ibrahim Abu Laith mengatakan 322 orang tewas dan 1.050 terluka sejak pesawat tempur Rusia meningkatkan serangan pemboman mereka terhadap kota.

Sedikitnya 82 anak-anak dan 63 wanita telah tewas dalam serangan pesawat rezim dan Rusia yang menargetkan daerah oposisi dengan bom cluster, bom barel dan bom vakum.

Sekolah dan toko roti adalah bangunan yang ditargetkan, tambahnya. Pada hari Jumat, semua rumah sakit kota terpaksa tutup karena serangan udara tanpa henti.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan multilateral terus berlanjut di Jenewa untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata demi menemukan solusi politik dan memberikan bantuan kemanusiaan “yang berarti” ke Suriah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bantuan belum dikirim ke Aleppo selama lebih dari satu bulan karena penembakan dan pengeboman di negara yang dilanda perang tersebut tampak “semakin intensif”.

Juru bicara itu mengatakan meskipun tidak memiliki “keyakinan terhadap niat baik Rusia”, AS tahu dari pengalaman sebelumnya bahwa Moskow bisa menggunakan pengaruhnya kepada rezim Suriah untuk menghentikan pemboman di Aleppo, tapi tidak dilakukan.

Kirby mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry akan terus fokus pada masalah ini selama dua bulan ia meninggalkan kantor dan AS akan terus mendukung upaya PBB yang sedang berlangsung untuk menyelidiki serangan di Aleppo, dan untuk menyebut nama pelaku.

Ketika ditanya apakah AS akan mendukung saran Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, bahwa wilayah timur Aleppo bisa membentuk dewan lokal sendiri yang dapat berkoordinasi dengan PBB untuk menerima bantuan kemanusiaan, Kirby mengatakan AS masih akan melalui beberapa rincian proposal.

Namun, ia menambahkan bahwa AS “pasti” akan mendukung pemerintahan yang efektif di tingkat lokal di Suriah.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.