Berita Terkini

HRS: Karena Berikan Warning Kebangkitan PKI Saya Dipanggil Polda Metro

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Siang ini, Senin (23/1/2017) Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Ia dipanggil Polda Metro terkait penjelasannya tentang indikasi kebangkitan PKI ke DPR RI beberapa waktu lalu.

“Perhatikan semua, saya memberikan warning (peringatan) kepada bangsa Indonesia tentang indikasi kebangkitan PKI, dan saya sudah sampaikan kepada DPR RI dan sudah disampakan juga ke publik, tapi kemudian saya dipanggil, saya heran,” kata Habib Rizieq kepada wartawan, sesaat memasuki Mapolda Metro Jaya.

Ia menegaskan, indikasi kebangkitan penyebab tragedi berdarah 1948 Madiun dan G30/SPKI itu benar adanya.

“Maka dari itu saya heran, apa yang mau ditanya, apa yang mau dituduhkan, saya akan kedalam dan nanti saya akan berikan keterangan,” ungkap Habib.

“Sekali lagi saya sudah sampaikan ke DPR tentang indikasi kebangkitan PKI, karena warning yang saya berikan tersebut saya dipanggil Polda Metro Jaya,” tegas pembina GNPF MUI itu.

Reporter: M Fajar

Bela Ulama, Ribuan Umat Islam Bertahan di Depan Mapolda Metro Jaya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Terik matahari tak menyurutkan semangat ribuan umat Islam untuk memberi dukungan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab yang sedang memenuhi panggilan Mapolda Metro Jaya, Senayan, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Habib dipanggil terkait kritikannya tentang logo khas PKI, palu arit yang pada uang lembar 100 ribu rupiah. Ia menilai, adanya simbol tersebut merupakan indikasi bangkitnya partai terlarang itu. Namun demikian, niat baik untuk mengingatkan pemerintah itu justru disalahartikan. Habib dipanggil Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan kritikanya itu.

Umat Islam yang tak rela ulamanya dikriminalisasi pun kembali tumpah ruah memadati jalanan. Mereka mengecam ketidakadilan pemerintah terhadap umat Islam serta upaya pemerintah yang seolah-olah ingin mengkriminalkan ulama.

“Hari ini kita datang untuk menegak keadilan. Wahai bapak-bapak penguasa, itu mengapa yang membakar masjid belum ditangkap, kenapa yang salah dimata kita tidak diapa apakan? Kok tidak ditangkap? Apa karena kita umat Islam?,” ujar salah seorang orator perempuan disambut pekikan takbir.

“Kami siap mengawal Habib Rizieq, Allahu Akbar,” tegasnya.

Reporter: M Fajar

FBR: Kami Akan Mendukung Para Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Front Betawi Rempug (FBR) se-Jabodetabek yang hadir dalam aksi bela ulama hari ini, Senin (23/1/2017) di Polda Metro Jaya, menegaskan dukungannya terhadap Habib Rizieq Syihab.

“Pokoknya kami akan mendukung para ulama,” tegasnya korlap FBR, Baron kepada Jurniscom, Senin (23/1/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pemanggilan Habib Rizieq Syihab oleh Polda Metro Jaya terkait kritiknya tentang simbol palu arit dalam uang 100 ribu.

“Kami datang sekira 1000 orang untuk mendukung ulama (Habib Rizieq) yang sedang dizolimi saat ini,” ungkap

Baron berharap, pemeriksaan Habib Rizieq saat ini segera selesai. “Jikapun belum dan berlanjut, kami akan datang mendukung kembali,” paparnya.

Reporter: M Fajar

Militer Irak: Kini Mosul Timur telah Dikuasai

MOSUL (Jurnalislam.com) – Militer Irak mengumumkan pada hari Ahad (22/01/2017) bahwa semua kabupaten Mosul timur di Sungai Tigris telah dibersihkan dari kelompok Islamic State (IS), setelah merebut kembali dua wilayah, lansir Aljazeera.

Pasukan pemerintah juga mengatakan bahwa tentara telah memegang kontrol di timur, dengan pengecualian lingkungan al-Rashidiya, yang terletak di utara kota.

Sebuah pernyataan militer mengumumkan bahwa tentara Irak merebut kembali “lingkungan Al-Milayeen dan daerah Al-Binaa al-Jahiz, dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan.”

“Ini adalah lingkungan terakhir dari pusat kota (di) tepi kiri,” pernyataan itu menambahkan, mengacu pada Mosul timur.

Menurut pernyataan itu, pasukan federal merebut kembali kontrol atas jalan yang menghubungkan Mosul, kota kedua Irak, dengan Dohuk, ibukota provinsi di sebelah barat wilayah otonomi Kurdistan.

Wawancara Eksklusif dengan Jubir Oposisi Suriah Tentang Misi di Konferensi Astana

ASTANA (Jurnalislam.com) – Juru bicara oposisi Suriah mengatakan delegasi mereka menuju perundingan Astana, yang bertujuan mengakhiri konflik enam tahun di Suriah, untuk menghentikan pertumpahan darah dan kebrutalan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Ahad (22/01/2017) Yahya al-Aridi membahas persiapan untuk perundingan hari Senin di ibukota Kazakhstan.

“Kami telah mengadakan pertemuan dengan Turki dan diskusi yang cukup berhasil tentang tujuan pertemuan Astana,” katanya.

Sebuah kesepakatan gencatan senjata yang awalnya ditengahi oleh Turki dan Rusia dan pertemuan Astana terjadi sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk menemukan solusi politik bagi konflik.

“Kami di sini untuk mengakhiri pertumpahan darah dan kebrutalan yang sedang dilakukan oleh rezim Assad dan Iran di Suriah,” katanya.

“Pihak lain, rezim Suriah, berada di sini untuk mendapatkan semacam pengajuan, hal yang tidak akan mereka dapatkan,” tambahnya.

“Ada dua persoalan dasar yang perlu didiskusikan. Pertama: menciptakan gencatan senjata yang mencakup seluruh Suriah, khususnya daerah-daerah tertentu yang masih dibombardir oleh rezim Assad dan milisi Iran,” jelasnya. “Hal lain adalah dimensi manusia, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, mengenai pencabutan blokade daerah tertentu dan proses pembersihan kaum Muslim yang sedang dilakukan oleh rezim Syiah.”

“Menyelesaikan dua dimensi ini dapat menghasilkan pernyataan tertentu atau kesepakatan di atas kertas tertentu yang kuat untuk menyiapkan rute penyelesaian akhir, politis, yang sesuai dengan komunike Geneva 2012 tentang transisi politik penuh di Suriah,” dia mengakatakan.

“Kami berada di sini tidak hanya untuk duduk bersama dengan orang-orang yang membunuhi rakyat Suriah,” ia menyatakan.

“Sekarang, jika perjanjian 30 Desember [kesepakatan gencatan senjata] dikonfirmasi, dijamin, dan jika semua daerah yang saat ini masih dibombardir oleh rezim Assad dan Iran dilindungi, pada saat itu kita dapat mengatakan bahwa ada sesuatu yang dicapai,” ia menunjukkan.

Al-Aridi juga membahas peran Rusia yang diharapkan dalam pembicaraan.

“Setelah mencapai semua keberhasilan militer, Rusia sekarang hanya ingin mendapatkan keuntungan politik dari upaya-upaya militer tersebut,” katanya.

“Rusia menemukan bahwa menciptakan sesuatu pada tingkat politik akan membuka jalan menuju mahkota dengan sukses,” lanjutnya.

“Sisi yang cukup tertarik untuk membuat itu berhasil adalah orang-orang yang paling menderita akibat pemboman sadis Rusia, dan kebrutalan rezim Assad dan militer Iran di Suriah,” tambahnya.

Perwakilan dari pemerintah Suriah dan delegasi oposisi tiba hari Ahad di ibukota Kazakhstan Astana untuk pertemuan hari Senin (23/01/2017).

Baru Dua Hari Trump Jabat Presiden, Israel Langsung Garap 560 Pemukiman Ilegal di Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis telah menyetujui 560 rumah pemukiman yahudi di Palestina, Yerusalem Timur yang dijajah pada hari Ahad (22/012017), Israel Radio melaporkan.

Langkah itu muncul hanya dua hari setelah Presiden baru AS Donald Trump dilantik.

Israel Radio mengutip Meir turgeman, ketua komite Perencanaan dan Pembangunan Yerusalem (the Jerusalem Planning and Building), yang mengatakan izin tertunda karena mereka menunggu kepergian Barack Obama dari kantor, lansir Anadolu Agency, Ahad.

Setelah hubungan antara Obama dan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu yang sering tegang atas kebijakan pemukiman yahudi Israel, politisi Israel berharap Trump mungkin menawarkan dukungan lebih meskipun pemukiman Yahudi ilegal menurut hukum internasional.

Selama pertemuan kabinet mingguan pada hari Ahad, Netanyahu mengatakan bahwa ia dan Trump akan berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya di kemudian hari membahas konflik Palestina-Israel, perang Suriah dan kesepakatan nuklir Iran.

Sikap Trump mengenai konflik Palestina-Israel telah menjadi kontroversi karena kubunya menyarankan akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, sebuah langkah yang berarti mengakui Yerusalem (Al Quds-Palestina) sebagai ibukota Israel, bertentangan dengan konsensus internasional.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada hari ahad bahwa duta besar yang dipilih Trump bagi Israel, David Friedman, berencana untuk tinggal di Yerusalem dan bukan di kediaman resmi di kota Herzliya, dekat Tel Aviv.

Pasukan Koalisi Yaman Tewaskan Puluhan Milisi Syiah Houthi dalam Sehari

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran di Yaman menewaskan sedikitnya 66 orang dalam 24 jam, petugas medis dan sumber keamanan mengatakan pada hari Ahad (22/01/2017), saat pasukan anti-Houthi mendorong untuk mengusir pemberontak Syiah tersebut dari garis pantai utama, Middle East Eye melaporkan, Ahad.

Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi ke dekat selat Bab al-Mandab menewaskan sedikitnya 52 milisi di antara pemberontak Syiah Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, kata sumber-sumber.

Empat belas pasukandari pasukan pro-pemerintah juga tewas.

Pasukan yang setia kepada Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi melancarkan serangan yang luas pada 7 Januari untuk merebut kembali distrik Dhubab yang menghadap Bab al-Mandab, rute maritim kunci yang menghubungkan Laut Merah dan Samudera Hindia.

Pesawat-pesawat tempur koalisi dan helikopter serang Apache yang mendukung pasukan anti-Houthi yang maju ke arah kota Laut Merah Mokha telah menghantam pemberontak, kata sumber-sumber militer.

Pada hari Ahad, pasukan loyalis Hadi berjarak 10 kilometer dari Mokha, kata mereka, tapi serangan telah diperlambat oleh ranjau yang diletakkan oleh pemberontak.

Pemberontak mengambil jenazah di rumah sakit militer di Hudaida, sebuah kota pelabuhan barat utama yang mereka kontrol, sumber medis mengatakan kepada AFP.

Rumah sakit menerima 14 orang tewas pada hari Sabtu dan 38 pada hari Ahad, serta merawat 55 pemberontak yang terluka, kata sumber itu.

Di antara pasukan yang memerangi Houthi, 14 tentara tewas dan 22 luka-luka, menurut petugas medis di kota pelabuhan selatan Aden, basis pemerintah Hadi.

Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 mendukung presiden Yaman.

Tapi meskipun pasukan koalisi unggul dalam persenjataan, pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka masih menguasai ibu kota Sanaa dan banyak dataran tinggi tengah dan utara, serta 450-kilometer (280 mil) pantai Laut Merah.

Utusan perdamaian PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed tiba di Sanaa pada hari Ahad untuk pembicaraan dan untuk mendorong rencana perdamaian yang akan mengembalikan gencatan senjata dan menyelenggarakan transisi politik di negara itu.

Rencana tersebut akan memfasilitasi transisi politik di mana kekuasaan Hadi akan dikurangi secara signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (The World Health Organization -WHO) mengatakan bahwa lebih dari 7.400 orang telah tewas sejak koalisi mulai melancarkan intervensi.

Seorang juru bicara PBB mengatakan jumlah korban warga sipil saja bisa di atas 10.000.

39 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di India

NEW DELHI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 39 orang tewas dan sekitar 100 orang lainnya terluka setelah sebuah kereta tergelincir pada hari Sabtu di negara bagian Andhra Pradesh, kata seorang pejabat kereta api Ahad (22/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Tujuh gerbong dan mesin kereta ekspres Jagdalpur-Bhubaneshwar Hirakhand tergelincir dekat stasiun Kuneru di distrik Vizianagaram negara bagian Andhra Pradesh, menewaskan 39 orang, J. P. Mishra, seorang juru bicara East Coast Railway mengatakan.

Ia sebelumnya menyebutkan korban tewas berjumlah 36, ​​mengatakan sejauh ini 19 mayat telah diidentifikasi.

“Jumlah korban tewas bisa meningkat karena banyak orang masih terjebak di dalam kereta,” tambahnya.

Penyebab pasti dari keluarnya kereta api dari rel belum diketahui.

Korban yang cedera telah dirawat di rumah sakit terdekat.

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan belasungkawa bagi mereka yang tewas akibat kecelakaan kereta api.

“Pikiran saya bersama dengan mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai karena tergelincirnya Jagdalpur-Bhubaneswar Express. Tragedi ini menyedihkan,” kata Modi dalam tweet.

Menteri Kereta Api Suresh Prabhu mengumumkan kompensasi sekitar $ 3000 untuk kerabat dari korban yang meninggal, $ 360 untuk yang terluka dan $ 720 untuk yang terluka parah.

Kecelakaan kereta sering terjadi di India di mana lebih dari 22 juta penumpang menggunakan sistem kereta api setiap hari. Lebih dari 250 orang tewas di seluruh negeri pada tahun 2015 dan 2016 saja.

Pemerintah pada tahun 2014 telah menjanjikan investasi sebesar US $ 137 miliar selama lima tahun untuk memodernisasi dan memperluas salah satu jaringan kereta api terbesar di dunia tersebut.

Beberapa kecelakaan kereta India terburuk yang terbaru:

20 November 2016: Sedikitnya 150 orang tewas dan lebih dari 200 luka-luka ketika 14 gerbong Indore-Rajendra Nagar Exspress tergelincir di Pukhrayan di negara bagian Uttar Pradesh.

20 Maret 2015: Sedikitnya 58 orang tewas ketika Dehradun-Varanasi Janta Exspress tergelincir di stasiun kereta api Bachhrawan di Raebareli di Uttar Pradesh.

4 Agustus 2015: Sedikitnya 30 orang tewas di India tengah ketika dua kereta tergelincir di atas jembatan kereta api di Harda di Madhya Pradesh, dan terjun ke Sungai Machak.

26 Mei 2014: 25 orang tewas ketika kereta Gorakhpur-bound Gorakhdham Exspress menabrak kereta barang stasioner dekat stasiun Khalilabad di Uttar Pradesh.

23 Juli 2014: Sedikitnya 16 siswa bersama dengan sopir bus tewas di distrik Medak di Telangana di pintu lintasan kereta api tanpa penjaga ketika bus sekolah mereka ditabrak kereta penumpang.

Cendekiawan Muslim Internasional Tolak Rencana Pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Al Quds

ANKARA (Jurnalislam.com) – Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim (The International Union for Muslim Scholars-IUMS) telah memperingatkan adanya rencana relokasi kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem (Al Quds).

“[Langkah tersebut] akan menjadi pelanggaran menantang resolusi PBB,” kata badan berbasis Doha tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (21/01/2017).

Presiden AS Donald Trump yang baru dilantik telah berjanji selama kampanye pemilu untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem meskipun administrasi masa lalu, baik Republik maupun Demokrat sama-sama enggan untuk melakukannya.

Walaupun Israel mengklaim Yerusalem sebagai “ibu kota abadi” setelah menduduki Jerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967, masyarakat internasional tidak mengakui klaim Israel tersebut dan kedutaan asing saat ini berada di Tel Aviv.

Awal bulan ini, Senat Partai Republik memperkenalkan undang-undang untuk memindahkan kedutaan dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Intelektual Muslim, ulama dan pemimpin tidak akan menerima relokasi kedutaan AS ke Yerusalem,” kata IUMS.

Ia memperingatkan bahwa relokasi kedutaan “akan menjadi bahan bakar semangat bagi konflik dan penghasutan, bermain dengan tangan ekstremis dan menghasut kebencian terhadap mereka yang menyerang hak-hak rakyat Palestina”.

“Pembagian dan fragmentasi yang telah mempengaruhi dunia Islam mendorong mereka menunggu melakukan penyergapan untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan mengambil keuntungan dari kesempatan ini,” bunyi pernyataan tersebut, memanggil umat Islam dan organisasi-organisasi internasional agar meningkatkan suara mereka untuk melindungi hak rakyat Palestina.

Trump menuduh pemerintah mantan Presiden Barack Obama tidak cukup ramah terhadap Israel.

Obama kritis terhadap pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Sekarang setelah kepergian Obama, spekulasi muncul tentang bagaimana presiden Trump akan berdampak pada hubungan antara AS dan Israel.

Dua pekan sebelumnya, Trump menunjuk menantu Yahudinya, Jared Kushner, sebagai penasihat senior setelah sebelumnya menyarankan bahwa Kushner bisa berfungsi sebagai utusan Timur Tengah karena link-nya dengan Israel.

Dua Tersangka Kelompok IS Meledakan diri di Jeddah

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Dua tersangka meledakkan diri mereka pada hari Sabtu (21/01/2017) selama baku tembak dengan pasukan keamanan di kota Jeddah, Arab Saudi barat, kata para pejabat, World Bulletin melaporkan.

Kedua pria “bunuh diri dengan meledakkan sabuk peledak mereka” selama operasi penagkapan terhadap tersangka “kelompok IS” tempat persembunyian di sebuah distrik selatan Jeddah, pihak berwenang di wilayah itu mengatakan di Twitter.

Mereka tidak memberikan detail singkat tentang operasi atau mengidentifikasi pembom, tetapi mengatakan serangan itu dilakukan setelah baku tembak dengan tersangka.

Pada akhir Oktober, pihak berwenang mengatakan mereka telah menggagalkan rencana untuk membom sebuah stadion sepak bola di Jeddah selama pertandingan kualifikasi World Club dan melumpuhkan dua “teroris” dari kelompok yang terkait dengan IS.

Sejak akhir 2014, IS telah mengklaim serangkaian pemboman dan penembakan terhadap Syiah di kerajaan mayoritas Sunni tersebut, serta terhadap pasukan kerajaan.