Berita Terkini

Inilah Klarifikasi Penting Jabhat Fath al Sham

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ramainya pemberitaan di berbagai situs berita lokal maupun internasional terkait penyerangan Jabhat Fath al Sham (JFS) di sejumlah wilayah terhadap beberapa faksi-faksi di Suriah membuat faksi yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah merilis pernyataan resminya.

“Kami mencatat bahwa tidak ada yang tewas dan tidak ada darah yang tumpah di peristiwa terbaru dengan mujahidin jaysy, Alhamdulillah, juga membebaskan tahanan setelah mengklarifikasi kepada mereka tujuan dari tindakan segera ini,” JFS mengatakan, lansir War and Politik Channel, Rabu (25/01/2017).

Beberapa pernyataan JFS yang juga dirilis, adalah sebagai berikut;

– Pertama, tidak ada pertumpahan darah atau mengakfirkan. JFS tidak menumpahkan darah juga tidak mengkafirkan setiap pemimpin maupun tentara. Sebaliknya, yang terjadi adalah bahwa ada beberapa pola dan plot yang jelas untuk memberikan wilayah Mujahidin kepada rezim, untuk mengisolasi JFS dan untuk benar-benar merusak seluruh esensi revolusi. Plot ini diatur melalui perundingan Astana dan dinyatakan dalam dokumen yang ditandatangani oleh Rusia, Turki & Iran yang tujuannya adalah untuk mendirikan sebuah negara demokratis – dimana JFS akan ditargetkan dan terisolasi.

– Demikian juga JFS menyebutkan link terbuka beberapa faksi ke Amerika yang berada di belakang plot yang menargetkan pemimpin JFS dalam beberapa periode terakhir.

– Ini adalah tindakan preventif yang diambil oleh JFS – bukan agresi. Dan alasan mempercepat tindakan ini adalah karena JFS harus mengambil tindakan cepat untuk mengirim pesan yang jelas kepada siapa saja yang ingin menjual darah para syuhada Suriah.

– JFS menyerukan faksi-faksi untuk serius membicarakan persatuan – dalam rangka menciptakan satu tubuh yang berfungsi sebagai wakil bagi populasi Muslim Sunni, jauh dari plot dan perselisihan. Karena hal ini akan memfasilitasi tujuan dari revolusi menggulingkan rezim yang sebenarnya, dan tidak terlibat dalam gencatan senjata simbolik.

Menlu Rusia Mengundang 25 Anggota Oposisi Suriah Non Militer ke Moskow

ASTANA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat dari oposisi politik Suriah pada hari Jumat besok (27/01/2017), Moskow mengatakan, tetapi ternyata perwakilan dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata tidak diundang, lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (25/01/2017).

Pertemuan di Moskow terjadi setelah dua hari pembicaraan damai di Astana antara rezim Suriah dan pemimpin oposisi bersenjata yang ditengahi Rusia di Kazakhstan pada hari Selasa berakhir tanpa terobosan besar.

“Pada hari Jumat kami telah mengundang semua perwakilan dari oposisi politik yang ingin datang ke Moskow dan kami akan menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi di Astana,” Lavrov mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Rabu.

Ahli politik Jihad Makdissi, seorang Politikus Independent Suriah, juga menegaskan adanya undangan bagi oposisi untuk bertemu dengan Lavrov di Moskow, menambahkan bahwa pertemuan itu akan menjadi ajang konsultasi agar oposisi dapat menyatakan pandangan mereka dan membahas cara-cara untuk menjamin keberhasilan perundingan putaran berikutnya di Jenewa.

Mahmoud Alffandi, sekretaris gerakan “Diplomasi Publik” menyatakan bahwa dia bersama dengan 25 anggota oposisi Suriah diundang ke ibukota Rusia.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Rusia tidak bisa mengatakan kelompok oposisi Suriah yang mana yang tidak akan diwakili. Beberapa di antara kelompok tersebut diusir oleh oposisi yang berjuang di lapangan karena tidak asli (tidak tulus).

Seorang negosiator delegasi oposisi bersenjata yang menghadiri pembicaraan Astana mengatakan mereka tidak diundang untuk menghadiri pertemuan dengan Lavrov, tapi tidak menutup kemungkinan akan menuju ke Moskow jika mereka diminta.

“Kami tidak menerima undangan,” kata Fares Buyush kepada AFP dari Istanbul setelah oposisi Suriah meninggalkan Astana.

“Masalahnya bukan undangan, tapi topik diskusi. Jika pembicaraan itu serius dan membahas isu Suriah, kami akan pergi hingga ke ujung dunia,” kata Buyush

20 Negara Liga Arab Kutuk Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat Palestina

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Liga Arab pada hari Selasa mengutuk pemukiman yahudi ilegal Israel di tanah Palestina, Yerusalem, saat Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu memerintahkan pembangunan 2.500 unit pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki Israel, Anadolu Agency mengatakan, Rabu (25/01/2017)..

Pembangunan di wilayah tanah Palestina “dipandang sebagai pelanggaran serius yang berkelanjutan terhadap hukum internasional dan tantangan yang jelas dengan kehendak masyarakat internasional,” 20 negara-negara anggota liga mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Liga Arab menginginkan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah pemukiman karena mengancam perdamaian, keamanan, keseriusan masyarakat internasional dan efektivitas keputusan PBB.

Pernyataan itu mengatakan persetujuan untuk proyek ini adalah respon terhadap suara Dewan Keamanan bulan lalu yang menuntut Israel “segera dan benar-benar” menghentikan semua kegiatan permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan pada hari Selasa di New York bahwa, “Tindakan sepihak Israel yang menghambat perdamaian sangatlah mengkhawatirkan.”

Dujarric juga mengatakan Sekjen baru PBB Antonio Guterres khawatir tentang keputusan Israel, menambahkan bahwa “Sekretaris-Jenderal tidak memiliki rencana lain selain solusi dua negara.”

Zionis Netanyahu menyetujui pembangunan tersebut, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya Selasa.

“Kami sedang membangun dan akan terus membangun,” katanya dalam pernyataan.

Persetujuan tersebut adalah perjanjian sejenis yang kedua sejak Donald Trump menjabat presiden AS sejak hari Jumat lalu.

Pada hari Ahad, pemerintah zionis menyetujui pembangunan 566 unit pemukiman yahudi baru di Yerusalem Timur.

Turki mengecam keras keputusan tersebut dan mendesak penghentian segera “pemukiman ilegal” yang mengancam perdamaian.

“Kami menyerukan Israel untuk berhenti bersikeras mengejar pendekatan bermasalah seperti ini yang menghancurkan visi solusi dua-negara dengan mengabaikan hukum internasional dan hak asasi manusia,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

API: Muslim Jawa Barat Sedang Dilemahkan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Pergerakan Indonesia (API), Asep Syarifudin mengatakan, pemasok massa terbesar dalam Aksi Bela Islam 1, 2 dan 3 adalah Jawa Barat. Oleh sebab itu, ia menilai sejumlah peristiwa yang terjadi di Jawa Barat pasca Aksi Bela Islam merupakan upaya untuk meredam semangat juang umat Islam Jawa Barat.

“Ini adalah upaya sistematis tingkat elit untuk mengerem masyarakat muslim Jawa Barat berangkat ke Jakarta,” katanya dalam kuliah subuh di Masjid Pusdai Jabar, Bandung, Kamis (26/1/2017) pagi ini.

Ia melanjutkan, peran serta umat Islam Jawa Barat tidak berhenti di Aksi Bela Islam. Dikatakan Asep, umat Islam Jawa Barat melalui API tidak pernah absen mengawal tujuh persidangan Ahok.

“Ini kemudian dibaca, Jawa Barat harus dilemahkan. Kemudian muslim Jawa Barat dibuat sibuk sehingga muslim Jawa Barat tidak ke Jakarta. Maka Habib Rizieq diproses di Polda Jabar,” ungkap Asep.

“Ini tidak hanya persoalan hukum tetapi politik,” sambungnya.

Oleh karena itu, API berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum terdakwa penista agama dan melawan upaya kriminalisasi terhadap para ulama.

“Demi Allah, kita umat Islam Jawa Barat akan bergerak terus jika Habib Rizieq dikriminalisasi,” tegasnya disambut takbir.

Reporter: Aryo Jipang

Ribuan Umat Islam Jabar Ikuti Subuh Berjamaah di Masjid Pusdai Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam dari berbagai elemen pagi ini, Kamis (26/1/2017) mengikuti shalat subuh berjamaah di Masjid Pusdai Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 63, Kota Bandung.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Apel Akbar umat Islam Jawa Barat menyusul pemeriksaan lanjutan Habib Rizieq Syihab oleh Polda Jabar terkait kasus penghinaan simbol negara. Apel akbar rencananya akan digelar di depan Gedung Sate pada pukul 9.00 WIB.

“Kita hadir disini untuk menyuarakan bahwa masyarakat Jawa Barat menolak upaya sistematis yang dilakukan oleh siapapun yang akan mengkriminalisasi ulama,” tegas koordinator acara, Asep Syaripudin seusai shalat subuh berjamaah.

Usai shalat subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah subuh yang diisi oleh Prof. Muhammad Najib (Ketua ICMI Jabar), KH Abdul Kohad (Ketua FPI Jabar) dan lainnya.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Aliansi Pergerakan Indonesia (API) yang diikuti oleh ormas-ormas Islam di Jawa Barat. Dalam pantauan Jurniscom, diketahui massa berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat mulai dari Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cianjur dan daerah lainnya.

Reporter: Aryo Jipang.

Deklarasi Attaqwa Dorong Umat Berjihad Kembalikan Kejayaan Islam

BEKASI (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh agama, ulama dan pimpinan ormas Islam pada Rabu, (25/1/2017) menggelar dialog kebangsaan dan deklarasi persatuan umat Islam, demikian dilansir dari Kiblatet.

Hajatan umat yang dilaksanakan di Masjid Raya Attaqwa Bekasi Utara ini melahirkan sebuah dokumen penting bertajuk “Deklarasi Attaqwa’.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh putra pahlawan nasional dari Bekasi KH. Noer Alie sekaligus pimpinan Ponpes Attaqwa Pusat Bekasi, KH Nurul Anwar.

Berikut isi ‘Deklarasi Attaqwa’ yang dibacakan di hadapan sekitar 5.000 jamaah kaum muslimin di Bekasi,

DEKLARASI ATTAQWA

Bismillahirrahmanirrahim

Didasari oleh realitas pemerintahan yang lemah yang kebijakan-kebijakannya tidak sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya kebijakan di bidang ekonomi yang sangat merugikan rakyat, maka pada hari ini Rabu 26 Rabiul Akhir 1438H/25 Januari 2017M, kami umat Islam Bekasi menyatakan Deklarasi Attaqwa sebagai berikut:

  1. Mendorong MUI dan GNPF MUI menggerakkan umat untuk menyelamatkan NKRI dari rongrongan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti Komunisme,
  2. Mendorong MUI dan GNPF MUI dan seluruh elemen umat untuk menegakkan wihdah (persatuan) dan ukhuwah dalam bingkai Sunni,
  3. Mendorong umat Islam berjihad menuju keunggulan di bidang pendidikan, ekonomi dan politik untuk mengembalikan harga diri menuju kewibawaan dan kejayaan umat; “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu” (QS Al-Anfaal:60).

Deklarasi Attaqwa ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh dan ulama Bekasi seperti KH Nurul Anwar, Lc., KH Amien Noer Lc., KH Moh Natsir, H. Ishomuddin Muchtar, KH Madrais Hajar, Lc., Ustadz Anwar Anshori Mahdum, H. Syamsul Falah, Hj Atiqoh Noer Alie, Ustadz Salimin Dani, Habib Salim bin Idrus Al-attas dan perwakilan ormas seperti MUI Kabupaten Bekasi, PD Muhammadiyah Bekasi, Dewan Dakwah Islamiyah, PCNU Kab Bekasi, PCNU Kota Bekasi, Persis Kota Bekasi, ICMI Bekasi, PDPI Kab/Kota Bekasi, HMI Bekasi, IMM Bekasi, Kammi Bekasi.

Sumber: Kiblatnet

Turki Bentuk Polisi Suriah Dikerahkan ke Jarabulus

GAZIANTEP (Jurnalislam.com) – Polisi Suriah dikerahkan di kota Jarabulus, di Suriah utara untuk pertama kalinya sejak kota itu dibebaskan oleh pasukan yang didukung Turki, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (25/01/2017).

Kekuatan berjumlah 440 pasukan akan bertanggung jawab menjaga keamanan di seluruh kota.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting,” Ali Yerlikaya, gubernur kota tenggara Gaziantep Turki, mengatakan kepada sebuah upacara pada hari Selasa.

“Dengan dikerahkannya pasukan polisi, Jarabulus memberikan harapan untuk Suriah yang merdeka,” katanya.

Jarabulus dibebaskan dari kelompok Islamic State (IS) sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) pimpinan Turki, yang dimulai akhir Agustus.

Serangan itu bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman IS sepanjang perbatasan Turki.

“Situasi di Jarabulus akan meningkat dari hari ke hari setelah Operasi Efrat Shield,” kata Yerlikaya.

Dia mengatakan kepolisian baru di Jarabulus telah menerima pelatihan 5 pekan atas permintaan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di kota Mersin, di selatan Turki.

“[Metode ini] akan menjamin keamanan dan stabilitas Jarabulus,” katanya.

Komandan polisi Jarabulus Raed Hamid mengatakan pasukannya akan mengupayakan segala upaya untuk menjaga keamanan di seluruh kota Suriah utara.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Surat Imarah Islam ke Donald Trump: Tarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan!

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Dalam surat terbuka empat halaman yang ditujukan untuk Presiden baru AS, Donald Trump, Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengancam presiden AS yang baru tersebut untuk segera menarik pasukan Amerika dari Afghanistan, lansir Anadolu Agency, Rabu (25/01/2017).

Dikirim via e-mail kepada wartawan hari Rabu, surat itu ditulis oleh Zabihullah Mujahid, yang dikenal sebagai juru bicara Taliban.

Dalam surat tersebut, Taliban mendesak Trump untuk meninjau operasi militer Amerika terpanjang yang dimulai 15 tahun yang lalu, menyebutnya “perang sia-sia dan tidak dapat dimenangkan.”

Mujahid menyebutkan bahwa kehadiran pasukan invasi asing di Afghanistan adalah alasan utama di balik hilangnya nyawa serta kerugian material di kedua pihak, dan mengatakan Taliban akan terus berjuang memerangi AS kecuali pasukan pimpinan AS meninggalkan negaranya.

“Kami mengirimkan pesan ini untuk mengontrol perang penjajahan yang diluncurkan oleh militer Anda.

“Jadi, tanggung jawab untuk mengakhiri perang ini juga bersandar pada bahu Anda,” katanya.

Surat ditutup dengan saran kepada Presiden AS bahwa ia harus mengambil poin ini sebagai “obat yang pahit yang harus diminum oleh pasien karena takut melihat kondisi mereka memburuk.”

Belum ada reaksi dari pemerintah AS.

Serangan Mematikan al Shabaab di Hotel Terkenal Mogadishu, 28 Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan senjata dan bom terkoordinasi yang dilakukan oleh al-Shabab di sebuah hotel terkenal di ibukota Somalia, Mogadishu, menurut pejabat, lansir Aljazeera, Rabu (25/01/2017).

Serangan pada Rabu pagi dimulai ketika penyerang menabrakkan mobil penuh bahan peledak ke dalam pintu gerbang Dayah Hotel, yang terletak dekat parlemen Somalia di tengah Mogadishu, dan kemudian menyerbu lalu baku tembak dengan pasukan penjaga hotel.

Mohamud Mustaf, seorang kapten polisi di daerah, dikonfirmasi Anadolu Agency di telepon bahwa bom telah menargetkan Dayah Hotel, salah satu hotel yang paling sering dikunjungi para pejabat di Mogadishu.

“Serangan dimulai dengan sebuah bom truk diikuti dengan baku tembak. Sekitar 20 menit setelah bom truk menghantam, sebuah bom mobil kedua meledak di luar hotel. Yang terluka dilarikan ke rumah sakit,” kata Mustaf.

The Dayah Hotel ini banyak dikunjungi oleh para pejabat pemerintah Somalia, termasuk deputi federal dan anggota negara bagian seperti pejabat negara barat daya,” tambahnya

Aadan Isack, seorang saksi mata mengatakan bahwa serangan berlangsung berbarengan dengan pejuang al-Shabaab bersenjata berada di dalam Hotel menyerang petugas.

“Kami masih mendengar baku tembak setelah serangan bom mobil yang mengguncang seluruh kota. Kerusakan besar juga terjadi akibat bom mobil,” katanya.

Faksi al-Shabaab yang berafiliasi al-Qaeda dan berbasis di Somalia mengaku bertanggung jawab atas serangan melalui radio pro-jihadis, Andalus, dan mengatakan pelaku bom menyerang hotel, yang sering dikunjungi oleh pemerintah “murtad” bentukan AS.

Iim Ba’asyir: Indikasi Kebangkitan PKI Sudah Mutawatir

 

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir menegaskan bahwa indikasi kebangkitan PKI sudah mutawatir (sangat jelas).

“Kalau soal itu (indikasi kebangkitan PKI) saya kira ini sudah jamak diketahui masyarakat, sudah mutawatir istilahnya. Maka umat Islam harus waspada dan bersiap diri,” katanya kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (25/1/2017).

Oleh sebab itu, ia mengimbau umat Islam untuk semakin merapat kepada ulama untuk menghindari fitnah yang ditimbulkan dari partai terlarang itu.

“Mereka (ulama) inilah para pewaris nabi, mereka ini adalah aset yang harus dijaga. Mereka inilah pembawa risalah-risalah Nabi yang dengan itu umat ini akan mendapatkan kembali kemuliaannya,” tuturya.

Selain itu, pria yang karib disapa Ustadz Iim ini juga menilai adanya peran Syiah yang mengiringi kebangkitan komunisme. Ia mengungkapkan, Syiah telah terbukti selalu bersekongkol dengan musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

“Saya juga yakin Syiah ambil bagian dalam kondisi saat ini. Mereka ikut bermain disini, cuma cara bermain mereka memang di belakang layar sehingga sulit terditeksi. Karena mereka punya taqiyah dan takfir,” terangnya.

“Jadi tidak menutup kemungkinan Syiah di Indonesia sekarang juga bekerja sama dengan komunis,” tandasnya.

Reporter: Ally Muhammad Abduh