Berita Terkini

5200 Warga Mosul Timur telah Kembali ke Rumahnya

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Lebih dari 5.000 orang yang melarikan diri dari bagian timur Mosul karena pertempuran, baru-baru ini telah kembali ke rumah mereka dalam dua hari terakhir, seorang pekerja bantuan Irak mengatakan pada hari Jumat (27/01/2017).

“Sekitar 5.200 orang telah berangkat dari kamp Al-Khazir dan Hassan Sham [di timur Mosul] dan kembali ke lingkungan timur kota yang telah dibebaskan,” pejabat Bulan Sabit Merah Irak (Iraqi Red Crescent-IRC) Iyad Rafid mengatakan kepada Anadolu Agency.

Pengungsi kembali ke Mosul timur sebelum putaran baru operasi militer yang ditujukan untuk merebut Mosul barat dari kelompok IS, kata Rafid.

Sementara itu pekerja bantuan telah meningkatkan upaya kemanusiaan di Mosul timur yang telah dibebaskan.

“Tim IRC telah mendistribusikan lebih dari 800 paket makanan kepada penduduk distrik Al-Mithaq di timur Mosul,” Zaki Yakoub, direktur cabang IRC di provinsi Nineveh (dimana Mosul adalah ibukota daerahnya), mengatakan kepada Anadolu Agency.

Menurut Jassim al-Jaff, Menteri perpindahan dan migrasi Irak, memperkirakan bahwa sekitar 200.000 hingga 250.000 orang diperkirakan akan meninggalkan Mosul barat saat pertempuran antara tentara Irak dan IS memanas.

Tentara Yaman Patahkan Gempuran Sengit Milisi Houthi di Mokha

YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara Yaman mematahkan serangan sengit pemberontak Syiah Houthi di timur Mokha dalam upaya milisi yang sia-sia untuk merebut kembali kota tersebut. Sementara itu, bentrokan berat antara faksi-faksi yang bertempur terus berlanjut di beberapa wilayah yang berbeda, Jumat (27/01/2017), lansir Al Arabiya News Channel.

Selanjutnya, helikopter Apache menyerang bala bantuan milisi Syiah pada jalan raya yang menghubungkan al Haidiya Taiz dengan Mokha, bersamaan dengan jet tempur koalisi membombardir bunker dan kubu-kubu Houthii di timur kota al Mokha.

Menurut sumber militer, Houthi menderita kerugian jiwa berat setelah tentara pemerintah mematahkan serangan terhadap pos di Gunung Han yang strategis di Hazran.

Selanjutnya, jet koalisi menyerang tiga posisi milisi di timur laut dan selatan ibukota, Sana’a.

Secara terpisah, empat ahli bom tewas saat mempersiapkan bahan peledak di sebuah masjid di Provinsi Shabwa.

Pemimpin Syiah Houthi “Abu Tamir” dan ahli peledak termasuk yang tewas, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Al Arabiya.

Al Shabaab Eksekusi Mata-mata CIA

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Hanya satu hari setelah melakukan serangan bom truk mematikan di sebuah hotel populer di ibukota Somalia Mogadishu, faksi jihad al Shabaab mengumumkan bahwa pengadilan agama mereka telah mengeksekusi “tiga mata-mata.” Salah satu terduga mata-mata dituduh bekerja untuk CIA yang mengarahkan serangan drone di Shabaab, yang lebih baik dikenal sebagai cabang al Qaeda di Afrika Timur, lansir The long War Journal, Jumat (27/01/2017)

Radio al Furqan, sebuah stasiun radio dan media resmi al Shabaab, melaporkan bahwa tiga mata-mata tersebut tewas di kota Yaaq Barawe di Bay Region Somalia selatan. Ketiga orang itu diidentifikasi sebagai penduduk lokal terbukti “bersalah” karena masing-masing telah membantu CIA, Jubaland intelijen, serta intelijen Somalia. Media Shabaab lain mengatakan bahwa mata-mata yang konon bekerja untuk CIA telah melakukannya selama dua bulan sebelum tertangkap.

The Amniyat, intelijen dan layanan keamanan Shabaab, secara rutin mengeksekusi terduga mata-mata dalam upaya melindungi para pemimpinnya dari penargetan AS, yang telah mengobarkan perang rahasia di Somalia selama satu dekade. Juni lalu, kelompok melaporkan bahwa mereka memenggal seorang penghianat dalam jajarannya yang diduga memberi informasi kepada CIA hingga menyebabkan gugurnya pendirinya, Mukhtar Abu Zubair, dalam serangan pesawat tak berawak (drone) pada September tahun 2014. Seorang anggota lain dilaporkan dipenggal kepalanya karena membantu CIA membunuh Adnan Garaar, perencana serangan Westgate Mall di Kenya, pada 2015. Oktober lalu, Shabaab mengeksekusi dua orang yang mengaku bekerja untuk British MI6.

Militer AS dan CIA telah menargetkan pemimpin dan fasilitas Shabaab dalam setidaknya 30 serangan udara dan serangan pasukan operasi khusus sejak Januari 2007, menurut data yang dikumpulkan oleh Long War Journal.

Selain Zubary dan Garaar, pemimpin Shabaab lainnya syahid dalam operasi AS termasuk Aden Hashi Ayro, amir pertama kelompok; Yusuf Dheeq dan Tahlil Abdishakur, keduanya menjabat sebagai kepala Amniyat; dan Saleh ali Nabhan, seorang pemimpin senior di Shabaab dan al Qaeda.

Shabaab juga telah mengeksekusi tentara Uni Afrika yang ditangkap dalam upaya mengintimidasi mereka. Pekan lalu, Shabaab merilis sebuah video yang menunjukkan eksekusi seorang prajurit Uganda yang ditangkap pada tahun 2015 September setelah serangan besar-besaran pada basis mereka di Somalia selatan. Penyerangan tersebut menewaskan sedikitnya selusin tentara Uganda dan basis AMISOM di tangan Shabaab.

Tolak Kriminalisasi Ulama, Umat Islam Semarang Pasang 100 Baliho Bela Ulama

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) melakukan aksi pemasangan 100 baliho Bela Ulama di beberapa titik strategis di kota Semarang, Jumat, (27/01/2017). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan umat Islam Semarang untuk membela ulama yang dikriminalisasi.

“Aksi ini merupakan pembelaan kita terhadap para ulama terutama habib rizik dan kawan-kawan,” kata Wahyu, Ketua FUIS kepada Jurniscom, Jumat (27/1/2017).

“Kami juga berharap daerah lain juga mengikuti hal sama seperti yang kami lakukan” tambahnya

FUIS juga membuka kesempatan bagi masjid-masjid di Semarang yang ingin menujukkan pembelaan terhadap ulama dengan memasang baliho tersebut.

“Kami dari panitia menawarkan kepada masjid-masjid di Semarang yang strategis dan siap dipasang baliho ini bisa menguhungi kami,” ucapnya.

Selain itu, terkait pendanaan FUIS membuka peluang amal bagi para muslimin yang ingin berpartisipasi. “Silakan bagi kaum muslimin yang ingin berpartisipasi dalam dakwah Islam ini silakan menghubungi panitia,” pungkasnya.

Berikut ini kontak koordinator aksi pemasangan baliho bela ulama: 0896-8523-5058 a.n Danang Setyadi dan 0851-0028-4365 a.n Ismail. Sedangkan untuk donasi bisa disalurkan melalui rekening BRI Syariah 1019-3344-37 a.n Iwan Nugroho dan rekening Bank BCA 409-048-3647 a.n Danang Setyadi.

Reporter: Agus Riyanto

Hadirilah Kajian Akbar ‘Membuka Tabir Makar Syiah & Komunis di Indonesia’ Bersama Ustadz Abu Jibril

SOLO (Jurnalislam.com) – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Remaja Masjid (FOSIKOM) bekerja sama dengan Remaja Masjid Al Huda Ngruki (RISKI) akan menggelar kajian akbar dengan tema ‘Membuka Tabir Makar Syiah & Komunis di Indonesia’.

Kajian akan dilangsungkan di Masjid Al Huda, Ngruki pada Ahad, 29 Januari 2017 pukul 19.30 – selesai. Wakil Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Ustadz Abu Jibril akan menjadi narasumber tunggal dalam acara tersebut.

 

Menlu Turki Tolak Upaya Lain dalam Mencapai Solusi Suriah Setelah Konferensi Astana

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ankara tidak akan mengizinkan siapa pun membuat upaya lain untuk mencapai solusi permanen di Suriah setelah pembicaraan damai Astana, pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan hari Kamis (26/01/2017), lansir Anadolu Agency.

Selama konferensi pers rutin di Ankara, juru bicara kementerian Huseyin Muftuoglu mengatakan pembicaraan damai Astana antara kelompok yang bertempur di Suriah, awal pekan ini, telah berakhir dengan sukses.

“Pertemuan di Astana bukan merupakan alternatif bagi perundingan damai Jenewa yang ditengahi PBB, melainkan sebuah pelengkap,” katanya.

Pada pertemuan di ibukota Kazakhstan, Rusia, Turki dan Iran menyepakati pembentukan mekanisme trilateral untuk mengamati dan memastikan gencatan senjata di Suriah dipatuhi.

Pembicaraan Astana, yang diikuti perwakilan dari rezim, kelompok oposisi bersenjata, Rusia, Turki, Iran serta utusan khusus PBB Staffan de Mistura dan duta Besar AS untuk Kazakhstan, George Krol, berfokus pada perluasan gencatan senjata yang mulai berlaku di Suriah pada 30 Desember 2016.

Muftuoglu menyatakan, “Perundingan perdamaian Suriah adalah proses yang berkesinambungan, dan mungkin ada beberapa pertemuan ataupun diskusi, baik di tingkat teknis dan politik.”

Dia mengatakan kepada wartawan mungkin ada pertemuan tingkat ahli sebelum pertemuan Jenewa mendatang yang dijadwalkan pada 8 Februari.

Juru bicara itu menambahkan bahwa Turki akan waspada dalam memastikan keberhasilan proses, dengan segala upaya dan melawan siapa pun yang ingin membahayakan proses itu. Dia menyerukan kepada negara-negara penjamin lain untuk menunjukkan sikap yang sama.

Ditanya tentang pandangan Turki atas peran Bashar al-Assad, Muftuoglu menjawab bahwa pemimpin rezim Suriah yang menyebabkan kematian sekitar 600.000 rakyatnya sendiri tidak boleh memiliki tempat di masa depan negara.

Sepekan Berlindung di Senegal, Presiden Baru Gambia Kembali ke Negaranya

BANJUL (Jurnalislam.com) – Presiden baru Gambia, Adama Barrow, kembali ke negaranya Kamis malam, sepekan setelah ia dilantik di Kedutaan Gambia di Senegal, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (26/01/2017).

Ribuan rakyat Gambia hadir di Bandara Internasional Banjul untuk menyambutnya.

Barrow berlindung di Senegal setelah mengalahkan saingannya, Yahya Jammeh, presiden sebelumnya, yang berkuasa lama sejak kudeta tahun 1994, menolak untuk mundur meski kalah dalam pemilihan presiden 1 Desember lalu atas Barrow.

Barrow mengatakan kepada wartawan bahwa ia segera menyusun nama kabinet baru, mereformasi konstitusi dan membentuk komisi penyidik dan rekonsiliasi untuk mengungkap kejahatan rezim masa lalu.

Koalisi Nasional Suriah Tolak Undangan Rusia ke Moskow

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi Nasional Suriah (the Syrian National Coalition-SNC) dan Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiating Committee-HNC) menolak undangan ke Moskow yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Jumat (27/01/2017).

Rusia menyerukan pertemuan Moskow yang akan diselenggarakan pada hari Jumat kepada, “Kelompok atau orang yang dekat dengan mereka atau milik rezim al-Assad, terutama Partai Uni Demokratik dan kelompok Humaimam juga dewan koordinasi nasional,” Naser Hariri, anggota Koalisi Nasional Suriah mengatakan dalam sebuah wawancara TV, lansir ElDorar AlShamia, Kamis (26/01/2017)

Hariri mengatakan bahwa melalui pertemuan Moskow, Rusia sedang mencoba untuk membentuk delegasi oposisi Suriah, untuk berpartisipasi dalam negosiasi Jenewa yang telah dijadwalkan, menekankan kegagalan negosiasi tanpa kehadiran SNC dan HNC.

Dia juga mengatakan Rusia sedang berusaha mengubah kerangka acuan solusi politik di Suriah, dan berusaha menghindari masalah masa transisi pemerintah rezim Assad, terutama bahwa Rusia berkelit dalam pertemuan Astana, yang seharusnya didedikasikan untuk mendiskusikan isu-isu militer bergeser menjadi konstitusi yang disusun oleh para ahli Rusia.

Rusia mengundang oposisi Suriah non militer ke Moskow dan Kairo, SNC dan HNC untuk bernegosiasi, tetapi tidak menyebutkan tujuan undangan.

Massa Kotak-kotak di Surabaya Tolak Ulama dan Tuntut Pembubaran FPI

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan mendatangi Polda Jatim, Kamis (26/1/2017). Kedatangan mereka untuk menyampaikan penolakan atas rencana kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab ke Surabaya dalam acara gerakan shalat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar di Masjid Al Falah Surabaya, Sabtu (28/1/2017) mendatang.

Perwakilan mereka bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya diterima diterima oleh Dir Intel Polda Jatim, Kombes Muhammad Yasin dan wakilnya Kombes Imron Siregar di ruangan Intel Polda Jatim dan menggelar audiensi secara tertutup.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan demi keutuhan dan kecintaan kami kepada NKRI dan demi kebhinekaan hidup berdampingan antar masyarakat,” kata Ketua Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan, Muhammad Zakky kepada wartawan seusai pertemuan, Kamis (26/1/2017).

Muhammad Zakky, Ketua Aliansi Kerukunan dan Kebhinekaan

Selain itu, aliansi ini juga menuntut pembubaran FPI dan mengklaim tuntutan tersebut telah disetujui oleh FKUB Surabaya dan Polda Jatim.

“Tujuan kami datang ke Polda Jatim yaitu untuk membubarkan FPI dan ormas dan FKUB telah setuju dengan keputusan tersebut dan Polda Jatim telah disetujui,”

Menurut Zakky, FPI dianggap sebagai ormas intoleran berpaham radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI. FPI juga telah mengusik keberagaman dan kedamaian masyarakat hingga menjurus ke perpecahan dan keutuhan NKRI.

“Untuk itu Rizieq jangan sampai hadir di Surabaya. Kami juga minta agar aparat kepolisian Polda jatim bisa mencegah kedatangan Rizieq dan membubarkan FPI,” ungkap Zakky seraya mengancam akan melakukan perlawanan jika Habib tetap datang ke Surabaya.

“Kami tidak mau Jatim khususnya Surabaya yang kondusif terkontaminasi kerusuhan. Jika Habib Rizieq tetap datang, arek-arek Jatim akan mencegah dengan segala cara,” pungkasnya.

 

Dalam pantauan Jurniscom, sebagian massa terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak khas pendukung terdakwa kasus penistaan agama, BTP alias Ahok.

Reporter: Yan Aditya

Ulama Dikriminalisasi, API: Ada yang Tak Rela Pengaruh Ulama Kembali Menguat

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Pergerakan Indonesia (API), Asep Syaripudin membenarkan adanya kepentingan politik di balik pembidikan para ulama. Ia menilai ada pihak-pihak yang tidak rela dengan menguatnya kembali peran ulama saat ini.

“Jika kita kembali kepada pancasila sila keempat, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, ini adalah gerakan ulama.Ada kerisauan dari orang-orang sekuler dengan menguatnya pengaruh ulama,” katanya kepada wartawan di depan Gedung Sate, Kamis (26/1/2017) siang ini.

Jika pengaruh ulama kembali menguat, lanjutnya, maka hal itu akan berpengaruh pada menguatnya kebangkitan Islam.

“Nah ini ada pihak-pihak yang tidak rela Islam bangkit, ulama berperan sehingga kemudian ulama dikriminalisasi. Ini yang tidak fair,” ujar Asep.

Asep Syaripudin juga adalah koordinator Apel Akbar umat Islam Jawa Barat yang saat ini masih berlangsung di depan Gedung Sate. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti aksi yang diawali dengan shalat subuh berjamaah di Masjid Pusdai itu.

Massa mulai bergerak ke Gedung Sate sekitar pukul 9.30 dan berakhir menjelang azan dzuhur.

Reporter: Aryo Jipang