Berita Terkini

Baznas dan Bayt Zakat Mesir Perkuat Kolaborasi

KAIRO(Jurnalislam.com)— Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI) sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan Bayt Zakat dan Sedekah Mesir.

Kesepakatan ini dibahas bersama dalam pertemuan antara Sekretaris Jenderal Bayt Zakat dan Sedekah Mesir, Mayjen Muhammad Amru Lutfi dan Sekretaris Baznas RI, Muchlis M Hanafi. Pertemuan berlangsung di gedung perkantoran (Masyiyakhah) Al-Azhar, Senin (7/11/2022)

Turut hadir, atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Prof. Dr. Bambang Suryadi, dan jajarannya. Sedangkan di pihak Bayt Zakat Mesir, hadir antara lain Dr. Sahar Nashr, penasihat Grand Syeikh Azhar untuk Bayt Zakat, mantan Menteri Investasi dan Kerjasama Internasional.

Pertemuan kedua pihak berlangsung hangat, diwarnai dengan saling berbagi informasi dan pengalaman. Kepada Sekjen Bayt Zakat Mesir, Muchlis M Hanafi menyampaikan salam hormat dari Ketua Baznas Prof. Dr. KH. Noor Achmad yang berhalangan hadir karena harus mengikuti kegiatan Wapres RI di kota lain, Sharm Syeikh Mesir.

Menurutnya, kedua lembaga bersepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang agama dan kebudayaan serta memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. “Baznas RI siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga zakat, di tingkat lokal, regional, dan internasional, termasuk Bayt Zakat dan Sedekah Mesir,” terang Muchlis di Kairo.

Muchlis juga menegaskan prinsip dalam pengelolaan zakat yang sering dikemukakan Pimpinan Baznas, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Sekjen Bayt Zakat, Mayjen Muhammad Amru Lutfi, menyambut baik kunjungan Baznas RI. Dia berharap peningkatan kerjasama kedua lembaga dalam pengelolaan zakat dapat terwujud dan semakin diperkuat.

Menurutnya, Bayt Zakat Mesir adalah sebuah lembaga independen yang didirikan pada 9 September 2014 berdasarkan undang-undang no 123 tahun 2014. Keberadaan lembaga ini berada di bawah supervisi Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Syeikh Ahmad Al-Thayyib.

“Saling tukar pengalaman antar lembaga zakat sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan peran lembaga zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, pengalaman Indonesia dalam memberikan pelayanan keagamaan, terutama pengelolaan zakat dan haji tentu sangatlah menarik,” sambungnya.

Kunjungan Muchlis M Hanafi ke Bayt Zakat dan Sedekah Mesir ini  dilakukan di sela-sela kegiatan Baznas RI di Mesir, berupa peluncuran beasiswa cendekia Baznas di KBRI Kairo bersama Wakil Presiden RI. Baznas memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya.

 

Pesan Wapres Kepada Mahasiswa Indonesia di Mesir

MESIR(Jurnalislam.com)– Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia diakui mampu menjaga kerukunan antarumat beragama yang ada. Pengakuan ini salah satunya ditandai dengan diberikannya Penghargaan Al Hasan bin Ali untuk Perdamaian oleh Abu Dhabi Forum for Peace (ADFP) kepada Indonesia pada 2 November 2022.

Keberhasilan tersebut dapat dicapai tidak lepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga toleransi, serta peran serta masyarakat muslim Indonesia dalam mengamalkan Islam Wasathiyah (moderat) dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ke depan, pemahaman dan pemikiran tentang Islam Wasathiyah perlu terus di kembangkan oleh seluruh umat muslim Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Saya titip kepada semua pelajar di Mesir untuk mengembangkan pikiran-pikiran [tentang Islam Wasathiyah] lebih baik lagi, lebih di-update [perbarui] lagi sesuai dengan perkembangan,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat melakukan silaturahmi dan dialog dengan para mahasiswa serta diaspora Indonesia di Mesir, di Wisma Duta Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Kairo, Sabtu malam, (5/11/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, menjaga kerukunan adalah hal penting. Sebab, komitmen ini telah disepakati bersama oleh para pendiri bangsa sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan umat Islam turut bertanggung jawab dalam meneruskan warisan tersebut.

“NKRI ini kita itu menjadi komitmen seluruh bangsa Indonesia dan itu yang kita jaga supaya kehidupan bangsa kita tetap utuh, tetap satu. Bagi umat Islam, menjaga komitmen itu menjadi penting,” tegas Wapres.

Lebih dari itu, tambah Wapres, selain dalam lingkup nasional, menjaga perdamaian juga harus dilakukan dalam lingkup internasional. Sebab, hal tersebut telah tercantum di dalam konstitusi Indonesia dimana negara menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan menjaga ketertiban dunia.

“Dan juga tentu bukan hanya nasional tapi lebih besar daripada itu. Karena itu isu persaudaraan kita itu diletakkan pada 3 ukhuwah (persaudaraan): ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan se-bangsa), ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia),” papar Wapres.

“Itu memang bagian daripada kerangka berpikir kita untuk menyelamatkan, membangun kedamaian di dunia, dan itu juga dalam konstitusi negara kita untuk membangun ketertiban, keamanan, dan perdamaian dunia,” imbuhnya.

Wapres pun memberi contoh upaya damai yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam lawatan beliau ke Ukraina dan Rusia. Wapres menilai, hal tersebut merupakan bentuk nyata keseriusan Indonesia dalam menjaga toleransi serta perdamaian baik di dalam maupun luar negeri.

Menutup arahannya, kembali Wapres mengingatkan bahwa mengamalkan paham Islam Wasathiyah merupakan komitmen dan tanggung jawab umat muslim. Serta, kedua aspek tersebut (Islam Wasathiyah dan kehidupan bernegara), merupakan faktor yang saling mengisi dan menguatkan.

“Antara Islam kaffah dan wathani (negara) itu tidak saling menegasikan (menyangkal), tapi saling memperkuat. Ini hal yang penting bagi pelajar kita merumuskan tentang bagaimana kita kehidupan berbangsa dan bertanah air. Jadi itu hal yang menurut saya ternyata itu menjadi model yang sekarang dicari orang untuk membangun kedamaian,” pungkas Wapres.

Sebelumnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf memaparkan garis besar kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dengan Mesir baik di tingkat antarpemerintah maupun antarmasyarakat.

“Hubungan kedua negara memiliki dasar yang kuat dari sejarah dan tradisi. Mesir negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran pemuda dan pelajar Indonesia saat itu yang berjuang agar Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia,” urai Lutfi.

“Hubungan tersebut berlangsung dengan baik di segala bidang antara lain di bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan bidang-bidang lainnya,” tandasnya.

Selain Duta Besar Indonesia untuk Mesir, hadir pada acara ini Kepala BAZNAS Noor Achmad, para mahasiswa, dan diaspora Indonesia di Mesir.

 

Ada 12 Ribu Pelajar Indonesia di Mesir, Ini Harapan Mahasiswa Diaspora

MESIR(Jurnalislam.com)– Di sela-sela kunjungan kerja di Kairo, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin berkesempatan melakukan silaturahmi dan dialog dengan para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Mesir, di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo pada Sabtu malam (05/11/2022) waktu setempat.

Pada kesempatan ini, Muhammad Ikramurrahman Amin dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, melontarkan usulan penambahan asrama mahasiswa Indonesia di Mesir. Alasannya, asrama yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung banyaknya jumlah mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir.

“Memang ada asrama yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun hanya memiliki kapasitas untuk 1.200 orang. Sedangkan jumlah mahasiswa Indonesia sekarang yang ada di Mesir sebanyak kurang lebih 12.000 orang. Maka dengan ini kami harapkan semoga ada asrama Indonesia baru lagi,” harapnya.

Tidak hanya itu, kata Ikramurrahman, perlunya pembangunan asrama baru bagi mahasiswa Indonesia di Mesir adalah untuk melindungi dan menjaga mahasiswa dari segala tindakan kriminal mulai dari pencurian, penipuan penyewaan rumah, hingga kekerasan fisik yang kasusnya terus meningkat setiap tahun.

“Salah satu kendala kami sebagai mahasiswa di sini adalah tingginya tingkat kriminalitas yang kami rasakan terkhusus kekerasan fisik, pembobolan rumah, penipuan penyewaan rumah, dan segala macam,” sebutnya.

Menanggapi usulan tersebut, Wapres pun berjanji akan menindaklanjutinya bersama dengan Duta Besar RI di Mesir.

“Usulan tentang asrama, saya menyambut baik usulan ini. Dan nanti Pak Duta Besar saya minta ini dimatangkan alasan-alasannya, pertimbangan rasionalnya semua,” pintanya.

Apabila pembangunan asrama ini terealisasi, sambung Wapres, ia mengusulkan untuk diberi nama Presiden RI saat ini yakni Joko Widodo.

“Mudah-mudahan ini saya akan sampaikan kepada Pak Jokowi supaya ini menjadi perhatian. Andaikata nanti bisa dibangun bukan asramanya Ma’ruf Amin tapi Joko Widodo,” tegasnya disambut tepuk tangan mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa lain bernama Teja Wirahadikusuma yang berasal dari Nusa Tenggara Barat mengajukan pertanyaan mengenai peran dan kontribusi mahasiswa, termasuk bagaimana cara menguatkan dakwah Islam wasathiyah (moderat) yang selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menjawab pertanyaan ini, Wapres menerangkan bahwa kontribusi mahasiswa yang utama adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sehingga dapat lulus tepat waktu, kemudian berkiprah di berbagai bidang.

“Dan yang untuk bagaimana mengembangkan Islam wasathiyah, saya minta coba membuat semacam tulisan, menurut mahasiswa dengan referensi yang banyak tentang Islam wasathiyah dan juga tentang bagaimana Indonesia menerapkan Islam wasathiyah,” jawabnya.

Terakhir, seorang mahasiswi bernama Huna Ayu Rosyidah bertanya pada Wapres mengenai cara menjalankan ajaran Islam wasathiyah dengan tetap menjaga keseimbangan antara perkara dunia dan akhirat.

Terkait pertanyaan ini, Wapres pun menjawab bahwa kunci menjalankan ajaran Islam wasathiyah adalah memiliki rasa kepedulian dan tidak berlebihan dalam beragama.

“Dalam beragama itu tidak boleh abai (tafrid), yakni tidak punya kepedulian terhadap masalah agama, masalah dakwah, tidak peduli. Itu tafrid. Tapi tidak juga ifrad, yakni berlebihan sampai memaksa orang, memaki orang, dakwahnya itu sampai berlebihan,” terangnya.

Sebagaimana dicontohkan para ulama di masa lalu, sambungnya, yang mampu membawa Islam masuk ke Indonesia dengan damai dan tidak ada kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran sehingga mudah diterima berbagai kalangan.

“Itu harus kita jaga terus sampai sekarang bahwa tidak ada kekerasan di dalam kita membangun agama itu dari dulu, sampai sekarang, sampai kapanpun. Inilah Islam wasathiyah yang kita bangun itu,” tegasnya.

Demikian halnya dalam urusan dunia, tutur Wapres, penerapan ajaran Islam wasathiyah dapat tunjukkan misalnya melalui tolong menolong dalam kebaikan tanpa memandang latar belakang agamanya.

 

 

Pengurus Baru BPKH Perkuat Hubungan Kelembangaan dengan Stakeholder

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima kunjungan jajaran pimpinan baru Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022-2027 di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Menag meminta BPKH untuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Agama.

“Sesuai dengan Undang-undang Nomor 34 tahun 2014, BPKH dan Kementerian Agama adalah dua institusi yang tidak bisa dipisahkan dalam melakukan pelayanan terhadap jemaah haji,” ujar Menag, Selasa (8/11/2022).

“Kalau memungkinkan, supaya antara Kementerian Agama dan BPKH semakin erat, tolong dibikin semacam tim penghubung seperti yang sudah Kementerian Agama lakukan bersama DPR Komisi VIII,” lanjutnya.

Menurut Menag pembentukan tim penghubung ini perlu diupayakan supaya dinamika komunikasi antara BPKH dan Kemenag bisa lebih cepat dan progresif dalam merespon situasi yang terus berubah.

“Misalnya dalam menyikapi keputusan pemerintah Arab Saudi yang sering sekali berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi dalam pelayanan jemaah haji. Hal ini tentu harus direspon cepat tidak hanya oleh Kementerian Agama, tetapi juga BPKH,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Plt. Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengungkapkan salah satu rencana program 100 hari pertama Anggota Badan Pelaksana BPKH, yaitu harmonisasi hubungan antar lembaga dengan seluruh stakeholder.

“Jadi ke depannya sampai dengan akhir tahun ini kami akan melakukan silaturrahmi dengan seluruh kementerian terkait, yang paling utama adalah Kementerian Agama, lalu juga Kementerian Keuangan,” ungkap Fadlul.

“Menurut kami ini sangat penting bagi BPKH untuk dapat menjalankan tugas ke depannya supaya lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Turut hadir, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Ketua Dewan Pengawas BPKH Firmansyah Nazaroedin, Anggota Dewan Pengawas BPKH merangkap Stafsus Menag Ishfah Abidal Aziz, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, serta jajaran Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPKH periode 2022-2027.

 

Mahasiswa Indonesia di Mesir Diharap Perkuat Pemahaman Islam Wasathiyah

MESIR(Jurnalislam.com)– Melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Timur Tengah, Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin berkesempatan mengunjungi para mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di Mesir. Pada kesempatan tersebut Wapres berpesan kepada para mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir untuk memperkuat Islam wasathiyah.

“Saya minta para mahasiswa agar kita memperkuat pemahaman ini sebagai bagian dari pemahaman Islam wasathiyah,” ujar Wapres saat melakukan pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia yang tengah melakukan studi di Mesir, di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, pada Sabtu malam (05/11/2022) waktu setempat.

Menurut Wapres, menjaga Islam wasathiyah merupakan upaya dalam memberikan kontribusi dalam menjaga perdamaian dunia yang sesuai dengan konstitusi negara.

“Itu juga dalam konstitusi negara kita untuk membangun ketertiban, keamanan, dan perdamaian dunia,” ungkap Wapres.

Lebih jauh, Wapres mengakui bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh masyarakat yang memeluk agama Islam, namun hal tersebut tidak mengurangi nasionalisme dan komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kebetulan kita Indonesia mayoritas muslim, tapi kita umat Islam menjaga komitmen kebangsaan yang sudah kita pegang,” terang Wapres.

Kemudian Wapres memberikan contoh langkah perdamaian yang dilakukan Presiden Joko Widodo yang beberapa waktu yang lalu datang langsung ke Ukraina dan Rusia dalam misi mendamaikan kedua negara tersebut.

“Presiden Jokowi juga melakukan langkah, yaitu  dengan keberanian apapun hasilnya, tapi beliau melakukan upaya-upaya damai antara Ukraina dan Rusia, beliau datang sendiri,” jelas Wapres.

“Itu memang selain perintah agama, juga perintah konstitusi untuk menghargai hak-hal manusia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wapres menyebutkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kesepakatan negara yang tidak dapat tergantikan di Indonesia.

“Saya nyebutnya menjaga kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wapres menegaskan keutuhan bangsa harus dijaga sebagai komitmen masyarakat Indonesia, baik bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

“NKRI kita itu menjadi komitmen seluruh bangsa Indonesia dan itu yang kita jaga supaya kehidupan bangsa kita tetap utuh,” pungkas Wapres.

 

Menteri Urusan Wakaf Mesir Puji Akhlak Mahasiswa Indonesia

MESIR(Jurnalislam.com) – Saat tiba di Kairo, Republik Arab Mesir pada Jumat (04/11/2022), Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin disambut oleh Menteri Urusan Wakaf Mesir Mohamed Mokhtar Gomaa.

Pada momen penyambutan tersebut, tutur Wapres, Menteri Wakaf Mesir menyampaikan pujiannya terhadap mahasiswa Indonesia di Mesir yang dinilai memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.

“Saya sebenarnya tadi malam bangga sekali, Menteri Wakaf Mesir bilang mahasiswa kita di sini itu akhlaknya baik, belajarnya tekun-tekun. Saya merasa tersanjung itu,” ungkap Wapres saat melakukan silaturahmi dan dialog dengan para mahasiswa Indonesia di Mesir, di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo pada Sabtu malam (05/11/2022) waktu setempat.

Untuk itu, Wapres meminta kepada para mahasiswa juga terus mempromosikan Islam wasathiyah (moderat) yang toleran dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

“Dan yang untuk bagaimana mengembangkan Islam wasathiyah, saya minta coba membuat semacam tulisan, menurut mahasiswa dengan referensi yang banyak tentang Islam wasathiyah dan juga tentang bagaimana Indonesia menerapkan Islam wasathiyah,” pintanya.

Selain itu, pada kesempatan ini Wapres juga meminta mahasiswa Indonesia sebagai aset terbaik bangsa, agar terus berusaha menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meraih visi Indonesia Emas 2045.

“Karena untuk mencapai Indonesia Emas ini diperlukan SDM unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.

Lebih jauh, Wapres juga mengharapkan agar kelak para mahasiswa Indonesia dapat menjadi pemimpin yang transformatif, visioner, dan inovatif.

“Kalau bahasa santrinya itu bukan hanya menjaga yang lama yang baik tetapi juga mengambil yang baru yang lebih baik. Bahkan melakukan perbaikan ke arah yg lebih baik secara terus berkelanjutan. Itu yang kita perlukan, bukan hanya salih tetapi juga muslih,” harapnya.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf melaporkan bahwa saat ini terdapat sekitar 12.000 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Mesir.

“Sebagian besar di Universitas Al-Azhar dan di antaranya ada beberapa yang belajar di universitas lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lutfi menyampaikan bahwa di antara para mahasiswa Indonesia di Mesir terdapat beberapa mahasiswa yang menuntut ilmu di bidang kedokteran. Menurutnya, mereka sangat berjasa karena turut membantu masyarakat Indonesia di Mesir saat terjadi hantaman pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 melanda, mereka banyak membantu warga kita di sini untuk memberikan konsultasi kesehatan pada saat situasi sulit,” tuturnya.

Selain Duta Besar RI untuk Mesir, hadir pada acara ini di antaranya Kepala BAZNAS Noor Ahmad, serta perwakilan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Mesir.

Sementara, Wapres didampingi oleh Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi

 

Indonesian Muslim Fashion Week Diharap Bisa Digelar di Dubai

DUBAI(Jurnalislam.com) – Bank Syariah Indonesia (BSI) kini telah memiliki kantor cabang di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA). Selain menjalankan bisnis perbankan, BSI Dubai juga diharapkan turut mempromosikan produk-produk halal Indonesia, termasuk fesyen muslim.

Demikian disampaikan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meninjau Kantor BSI Cabang Dubai di Unit 509, Gate District 3, Dubai International Financial Centre (DIFC), Syekh Zayed Road, Dubai, PEA, Jumat (04/11/2022).

“Kita bikin Indonesian Muslim Fashion Week di Dubai seperti Jakarta Muslim Fashion Week, yang tidak kalah dengan Paris Fashion Week,” pintanya.

Menurut Wapres, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk fesyen muslimnya, karena didukung para desainer handal yang mampu menciptakan model-model pakaian yang menarik.

“Kita memiliki desainer-desainer muda yang bagus, model-model (pakaiannya) juga bagus, dan yang penting sesuai syariah,” ujarnya.

Lebih jauh, wapres menuturkan bahwa dirinya pernah didatangi Menteri Perdagangan lama, Muhammad Lutfi, bersama para desainer pakaian muslim untuk melaporkan rencana penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week.

Di antara para desainer yang datang tersebut, kata Wapres, ternyata bukan hanya desainer muslim tetapi juga desainer non muslim yang ingin turut berpartisipasi.

“Desainer-desainer itu sebagian bukan muslim, ada yang Katolik, tetapi mereka ingin berpartisipasi pada Jakarta Muslim Fashion Week yang baru terlaksana kemarin saat Menteri Perdagangan berganti ke Pak Zulkifli Hasan, karena pasarnya memang bagus sekali,” ungkapnya.

Untuk itu, Wapres meminta BSI Dubai memanfaatkan hubungan Indonesia dan PEA yang terjalin sangat baik, salah satunya untuk mempromosikan fesyen muslim Indonesia melalui penyelenggaraan Indonesian Muslim Fashion Week di Dubai.

“Ini saya kira kesempatan dan kebetulan sekali hubungan Indonesia – PEA sedang bagus-bagusnya,” ujarnya.

Menanggapi permintaan Wapres tersebut, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengakui bahwa potensi fasyen muslim Indonesia memang besar, tetapi di Dubai belum begitu populer. Bahkan pakaian batik saja hampir tidak ada yang menjual.

“Yang jualan batik belum ada di sini. Nanti mungkin kita bikin pameran busana muslim di sini bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI,” ungkapnya.

Untuk merealisasikannya, sambung Hery, ia juga mengharapkan adanya dukungan dari para pelaku bisnis busana muslim.

“Syukur-syukur kalau ada yang punya naluri bisnis dan punya butik batik (misalnya) di sini,” pungkasnya.

 

Diyakini Rekam Tidak Ada Tembak Menembak, Polisi Didesak Temukan CCTV KM 50

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Habib Rizieq menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Sigit soal kasus KM 50 laskar FPI. Menurutnya, novum atau bukti baru kasus KM 50 ini sangat banyak.

 

Habib Rizieq menyinggung saksi yang dihadirkan yaitu AKBP Ari Cahya alias Acay yang disebut JPU adalah tim CCTV kasus KM 50.

Menurutnya CCTV tersebut akan mengungkap bahwa laskar FPI masih hidup di KM 50. Dan CCTV akan mengungkap bahwa mobil polisi yang ada di KM 50 tidak ada satupun yang rusak ataupun tergores.

“CCTV itu kunci, tolong dicari Pak,” kata HRS lagi.

Menurut Habib Rizieq, pihak kepolisian harus menyelidiki keberadaan CCTV pada KM 50. Hal ini, kata dia, untuk menghindari prasangka terhadap institusi kepolisian.

Habib Rizieq mengklaim jika CCTV merekam siapa penumpang di dalam mobil Toyota Land Cruiser warna hitam, komandan lapangan pemberi arahan.

CCTV ini juga merekam saat laskar keluar dari tol Karawang Timur dan ditembaki di depan hotel Novotel.

“Dan di sepanjang tol ada CCTV, dan CCTV itu akan memperlihatkan siapa saja petugas yang hadir di KM 50,” katanya.

“Karena masih banyak polisi yang baik, masih banyak jenderal yang baik, jangan sampai kami curiga kepada semua polisi,” ujar Habib Rizieq Shihab soal kasus KM 50 ini.

Sumber:pojoksatu

 

Novum Baru Sangat Banyak, Habib Rizieq Dukung Kapolri Buka Kembali Kasus KM 50

 

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Habib Rizieq menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Sigit soal kasus KM 50 laskar FPI. Menurutnya, novum atau bukti baru kasus KM 50 ini sangat banyak.

 

Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung pernyataan Kapolri usai RDP bersama komisi III DPR RI yang menyatakan bakal membuka lagi kasus KM 50 laskar FPI jika terdapat novum alias bukti baru.

“Saya dukung pernyataan Kapolri, kalau ada novum baru kami akan buka kembali kasus KM 50. Nah sekarang, novum barunya sangat banyak pak, salah satunya tolong dicarikan dimana CCTV KM 50, karena yang menyitanya adalah orang bapak,” kata Habib Rizieq dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Senin malam (7/11).

“Dalam sidang Sambo, Jaksa menyebutkan bahwa orang yang menyita CCTV kasus Sambo adalah orang yang sama yang menyita CCTV di KM 50,” jelasnya.

“Kami meminta kepada bapak Kapolri pernyataan dari Jaksa Penutut Umum (JPU) kasus Sambo itu dijadikan sebagai masukan, sebagai modal. Digali terus periksa itu semua geng KM 50, cari itu CCTV-nya ada dimana,” pinta Rizieq.

Sumber:pojoksatu

 

Sebatik dan Nunukan Dicanangkan Jadi Pulau Sadar Zakat

SEBATIK(Jurnalislam.com) — Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mendeklarasikan Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai Pulau Sadar Zakat. Deklarasi ditandai dengan penandatangan prasasti di Gedung Aztrada 88, Sebatik Timur, Sabtu (5/11/22).

Prof Kamar, sapaan akrab Dirjen, dengan yakin menulis di prasasti deklarasi itu: Dari Sebatik untuk Indonesia. Penetapan dua pulau yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai Pulau Sadar Zakat ini diharapkan Kamaruddin dapat menginspirasi masyarakat Indonesia.

“Kami berharap ini akan menjadi inspirasi bagi negeri ini hingga dapat menjadi Gerakan Sadar Zakat Nasional,” ujar Dirjen Kamarudin Amin yang didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor.

Kehadiran Dirjen dan jajaran pejabat Kanwil Kemenag Kaltara pada malam Deklarasi Pulau Sadar Zakat bukan semata menyaksikan tari-tarian. Malam itu, puluhan orang tersenyum sumringah saat mendapatkan pembagian manfaat zakat, infak, dan sedekah.

Tidak kurang dari 77 juta rupiah dibagikan kepada ratusan masyarakat di Kecamatan Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebatik Induk, Sebatik Barat, dan Sebatik Tengah. “Selain bantuan langsung untuk keperluan sehari-hari kita berikan juga bantuan zakat produktif untuk kesehatan, modal usaha, biaya berobat, dan beasiswa pendidikan,” ungkap Kabid Bimas Islam dan Haji Kanwil Kemenag Kaltara, M. Saleh.