Berita Terkini

LSM: AS, Rusia dan PYD Bunuh 481 Warga Sipil Raqqa pada Bulan Juli

RAQQA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 481 warga sipil Suriah terbunuh di provinsi Raqqa di provinsi utara Suriah pada bulan Juli, sebuah LSM yang melaporkan dari daerah tersebut melaporkan.

Data dari Raqqa Is Being Slaughtered Silently-RBSS (Raqqa Sedang Dimusnahkan Diam-Diam), yang merupakan gerakan jurnalis warga, mengungkapkan bahwa pasukan koalisi AS melakukan 633 serangan udara di kota Raqqa pada bulan Juli, yang menyebabkan tewasnya 189 warga sipil Suriah.

Sebanyak 126 warga sipil lainnya terbunuh oleh 440 serangan udara di Rusia, sementara 121 lainnya dibunuh oleh tembakan artileri yang dilakukan oleh kelompok milisi PYD, cabang PKK Suriah – yang dianggap sebagai kelompok teroris Uni Eropa dan Turki.

Bulan lalu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the Syrian Network for Human Rights) mendokumentasikan bahwa sekitar 1.400 warga sipil, termasuk 308 anak-anak dan 203 perempuan, telah terbunuh di Raqqa selama delapan bulan sebelumnya.

Koalisi internasional yang dipimpin AS pada tanggal 6 Juni meluncurkan sebuah operasi untuk mengusir kelompok Islamic State (IS) dari kota Raqqa.

Kedubes Rusia di Damaskus Dibombardir Serangan Mortir

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kedutaan Besar Rusia di ibukota Suriah Damaskus mendapat serangan mortir pada hari Rabu (2/8/2017), kantor berita resmi Sputnik mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, lansir Anadolu Agency.

Gedung kedutaan “diserang tembakan mortir oleh gerilyawan”, Sputnik melaporkan, mencatat bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski begitu, kantor berita menambahkan, gedung kedutaan mengalami “tingkat kerusakan sedang”.

Kementerian Luar Negeri Rusia melanjutkan untuk mengekspresikan “penghukuman keras” terhadap yang mereka gambarkan sebagai “serangan ekstrimis” atas misi diplomatiknya.

Pada 16 Juli, kedutaan yang sama mendapat serangan mortir serupa, menurut Sputnik

Suriah telah dikepung perang global yang kejam sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak aksi unjuk rasa sipil dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pada akhir 2015, Rusia memperkeruh situasi dengan memulai operasi udara yang luas di Suriah – atas undangan Assad – dengan tujuan “memerangi oposisi anti Assad” dan mendukung penuh rezim Syiah tersebut.

JFS dan Ribuan Warga Sipil Mulai Meninggalkan Perbatasan Libanon Menuju Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bus yang membawa warga Suriah mulai meninggalkan kamp-kamp pengungsian di daerah perbatasan Lebanon Jroud Arsal pada hari Rabu (2/8/2017) di bawah kesepakatan gencatan senjata antara milisi Syiah Hizbullah Libanon dan Jabhat Fateh al-Sham (JFS).

Ribuan warga Suriah, termasuk jihadis, keluarga mereka dan para pengungsi lain, meninggalkan zona perbatasan menuju benteng kuat mujahidin di provinsi Idlib di Suriah berdasarkan kesepakatan tersebut.

Stasiun televisi Lebanon al-Manar mengatakan bahwa 26 bus telah menyeberang lebih jauh di timur laut dari daerah Arsal sampai Wadi Hmeid, ke arah perbatasan Suriah.

Reporter Al Jazeera Imtiaz Tyab, yang melaporkan dari Labweh, mengatakan bahwa logistik konvoi yang panjang akan menjadi tantangan.

“Palang Merah Lebanon akan mengawal konvoi ini ke perbatasan Suriah,” katanya. “Mereka kemudian akan bertemu dengan Bulan Sabit Merah Suriah, yang akan mengantar konvoi ke Provinsi Idlib, sebuah daerah yang dikuasai faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi anti-Assad.

“Di sanalah para pengungsi ini, para pejuang dan keluarga mereka akan pergi, tapi kami mengerti ini bisa memakan banyak banyak waktu.”

Hampir 7.000 warga Suriah diperkirakan akan meninggalkan daerah tersebut di bawah kesepakatan gencatan senjata, menurut media yang disiarkan Hizbullah.

Kesepakatan itu juga termasuk pelepasan sejumlah pasukan Syiah Hizbullah oleh Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, yang berlangsung dalam semalam.

Gencatan senjata mulai berlaku pekan lalu, beberapa hari setelah milisi Syiah Hizbullah dan rezim Syiah Suriah melancarkan serangan ke Jabhat Fateh al-Sham dan kelompok bersenjata lainnya di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon.

Sumber keamanan mengatakan bahwa sekitar 1.000 pejuang Jabhat Fateh al-Sham termasuk di antara mereka yang akan meninggalkan kawasan itu menuju Idlib di atas puluhan bus.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan Al Jadeed pada hari Rabu, sebuah saluran berbasis Lebanon yang dipandang sebagai pendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, seorang kepala Keamanan Umum Lebanon mengklaim bahwa jumlah pejuang jauh lebih rendah.

“Yang kita tahu adalah 120 pejuang,” kata Mayor Jenderal Abbas Ibrahim kepada reporter Al Jadeed.

Konvoi Pasukan NATO Dihantam Serangan Bom Istisyhad Taliban

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Seorang pembom martir menabrakkan sebuah kendaraan berisi bahan peledak ke sebuah konvoi pasukan multinasional pada hari Rabu (2/8/2017) di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, kata beberapa pejabat, lansir Aljazeera.

“Sekitar tengah hari, sebuah bom mobil menargetkan konvoi pasukan asing di daerah Daman Kandahar,” kata juru bicara kepolisian provinsi Zia Durrani.

NATO mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa konvoi tersebut diserang dan “menjatuhkan korban jiwa”.

Seorang juru bicara Pentagon Amerika Serikat mengkonfirmasi laporan awal bahwa sedikitnya dua korban adalah tentara AS.

“Dua anggota pasukan AS tewas dalam aksi di Kandahar, Afghanistan, saat konvoi mereka diserang,” Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan.

“Pasukan AS Afghanistan akan memberikan informasi tambahan secepatnya,” tambahnya.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Qari Yousuf Ahmadi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di dekat basis pasukan reaksi cepat intelijen Afghanistan di daerah Shor Andam di distrik Daman.

Saksi mata mengatakan dua kendaraan milik pasukan asing di daerah tersebut hancur terbakar.

“Taliban sangat aktif di daerah itu, dan selama beberapa hari terakhir telah terjadi banyak pertempuran antara kelompok tersebut dan pasukan keamanan Afghanistan,” kata Jennifer Gail, Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.

“Ada banyak kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan di negara ini dan [orang-orang] bertanya-tanya dengan kemarahan mengapa pemerintah Afghanistan tidak dapat melindungi rakyatnya.”

Pasukan gabungan AS dan NATO yang saat ini berada di Afghanistan berjumlah sekitar 13.500 tentara.

Administrasi Trump belum memutuskan apakah akan mengirim sekitar 4.000 atau lebih tentara AS ke Afghanistan dalam upaya membendung pergerakan Taliban.

Serangan tersebut terjadi saat pihak berwenang Afghanistan di provinsi Herat barat memperketat keamanan menjelang pemakaman massal untuk korban sebuah serangan pada hari Rabu yang menewaskan 29 orang dan melukai 64 orang, 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Seorang penyerang melepaskan tembakan ke dalam sebuah kuil Syiah yang penuh dengan penyembah, sebelum meledakkan bom.

Kelompok Islamic State (IS) pada hari Rabu mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di kuil Syiah tersebut.

Habib Rizieq Dikabarkan Pulang Bulan Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu akan kembali Indonesia pada 15 Agustus 2017.

“Kita akan jemput ke sana,” kata Kapitra di Jakarta, Rabu (2/8/2017) dilansir Antaranews.

Kapitra mengatakan Habib Rizieq akan melewati dan menjalani proses hukum berkenaan dengan tuduhan penyebaran percakapan dan foto mengandung unsur pornografi.

Ia menambahkan Habib juga akan menghadiri perayaan Milad FPI yang akan berlangsung dalam bulan ini.

Kapitra berharap Kepala Polda Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis, bisa menyelesaikan persoalan hukum Habib Rizieq sesuai ketentuan.

Polisi telah menetapkan Habib Rizieq dan Firza Husein sebagai tersangka dalam perkara penyebaran percakapan dan foto vulgar.

Habib Rizieq dijerat menggunakan Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sementara terhadap Firza digunakan Pasal 4 ayat 1 junto 29 dan atau Pasal 6 junto 32 dan atau Pasal 8 junto 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan pidana di atas lima tahun.

Sejumlah pakar menegaskan bahwa bukti screenshot chatting HRS dan Firza itu palsu. Namun kepolisian tetap menetapkan HRS sebagai tersangka.

MUI Minta Pemerintah Pindahkan Dana Haji ke Bank Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menganjurkan pemerintah untuk menyimpan dana haji yang dititipkan calon jemaah di bank yang berbasis Syariah.

Asrorun Niam menegaskan, bahwa hukumnya wajib dana itu dikeluarkan dari bank konvensional yang berbasis ribawi. “Dana yang mengendap dari calon jamaah haji yang masih masih ditempatkan dalam bank konvensional yang berbasis ribawi, wajib hukumnya dipindah ke penempatan bank yang sesuai dengan prinsip syariah,” ungkapnya Asrorun Niam di Gedung DPR, Selasa (01/8/2017) dilansir Kiblat.net.

Dana haji yang disimpan sebagai obligasi syariah saat ini baru 40 persen. Menurut Asrorun Niam, sisanya masih tersimpan di empat bank konvensional. Dia menegaskan, banyaknya dana tersimpan di bank konvensional menjadi masalah pokok.

Meski masih ada unsur riba, Asrorun tak menyimpulkan pengelolaan dana haji di Indonesia belum memenuhi unsur syariah. Ia menegaskan, perlu dibedakan antara pengelolaan pelaksanaan haji dengan penempatan kepentingan optimasilasi dana haji.

“Itu lah pentingnya perbaikan-perbaikan terus,” imbuhnya.

Selain penyimpanan, penggunaan dana haji juga sudah lama diperbincangkan. Pembicaraan menghangat ketika Presiden Joko Widodo menyarankan dana haji yang mencapai Rp90 triliun ditanam ke pembangunan infrastruktur yang dinilai minim risiko dan memberi keuntungan bagi negara.

306 Jamaah Calon Haji Jabar Batal Berangkat

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 306 jamaah calon haji asal Jawa Barat batal berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Arab Saudi. Kebatalan para jamaah calon haji ini dikarenakan berbagai faktor mulai dari meninggal dan kondisi kesehatan yang terganggu.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrab Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan ada 360 calon jamaah haji yang tidak bisa pergi ke tanah suci. Jumlah ini tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.
“Iya yang batal banyak. Data terakhir ada 306 calon jamaah haji yang batal berangkat,” kata Ajam kepada Republika.co.id, Rabu (2/8/2017).
Ajam mengatakan jumlah tersebut tercatat sejak pelunasan biaya haji pada Juni lalu. Sementara jika dihitung dari awal pemberangkatan haji pada akhir Juli lalu, tercatat sekitar 20 calon jamaah haji yang tidak jadi berangkat.
Menurutnya, faktor sakit menjadi alasan sebagian besar dibatalkannya keberangkatan calon jamaah haji. Di samping ada yang meninggal dan dalam kondisi hamil sehingga tidak diizinkan untuk berangkat.
“Sebagian besar karena sakit. Seperti sakit ginjal, jantung yang memang sakit kronis,” ujarnya.
Menurutnya belum ada jamaah calon haji yang gagal berangkat karena permasalahan visa. Ia mengatakan visa jamaah haji di Jawa Barat sudah tuntas diurus.
Ia menyebutkan jamaah calon haji yang batal berangkat akan digantikan calon lain yang merupakan cadangan. Keberangkatannya pun menyesuaikan dengan yang digantikan.
“Yang batal akan digantikan jamaah haji cadangan. Sekarang sudah diproses usulan cadangannya,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada calon jamaah haji untuk menjaga kesehatannya. Hal ini mengatisipasi suhu di Arab Saudi sedang tinggi yang berbeda dengan Indonesia. Jawa Barat mendapat jatah 38.852 calon jamaah haji yang berangkat. Pemberangkatan kloter pertama dilakukan pada 28 Juli lalu.

Kawal Kasus Penistaan Agama, Forum Umat Islam Sragen Sambangi Kejari

(Jurnalislam.com) – Puluhan Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Sragen (FUIS), mendatangi Kejaksaan Negeri Sragen, Jalan RY Sukowati No.23, Sine, Sragen, Rabu (2/8/2017). Mereka menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sutoto warga Sambirejo, Sragen.

“Kita kesini tidak akan melakukan anarkis dan tidak akan melawan pemerintahan ataupun aparat, kita hanya mengawal kasus tersebut. Kita akan mengecek bahwasanya kasus tersebut sudah sampai di Kejaksaan tapi malah dikembalikan kepada penyidik Polres Sragen, dengan alasan kurang cukup bukti yaitu saksi,” papar Ustadz Mala Kunaefi mewakili FUIS kepada Kajari Sragen, Herus Batubara.

Menanggapi hal tersebut, Kajari Sragen, Herus Batubara membenarkan bahwa telah menerima berkas perkara tersebut dari Polres Sragen. Ia juga tak membantah bila telah mengembalikan berkas tersebut kepada Polres dikarenakan masih adanya beberapa kekurangan yang harus dipenuhi oleh penyidik, yaitu terkait saksi ahli Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya tegaskan dalam kasus ini, saya jamin tidak ada permainan dan kita nanti terima semua keputusan pengadilan. Saya pilih jaksa ibu-ibu, karena perempuan lebih memiliki perasaan, mari kita jaga kondusifitas Sragen untuk selalu guyub rukun, “ terang Herus.

Diketahui, seorang kepala SD di Kecamatan Sambirejo bernama Sutoto telah dilaporkan oleh umat islam Sambirejo ke Polres Sragen pada Selasa (24/5/2017) atas dugaan penistaan agama. Sutono dengan sengaja mempublikasikan denan cara mengirim screenshot di facebook yang berisi kebencian terhadap umat muslim.

28.372 Jamaah Haji dari 70 Kloter sudah Tiba di Madinah

MADINAH (Jurnalislam.com)–Sebanyak 70 kelompok terbang (kloter) sudah mendarat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Jumlah ini didasarkan pada rilis laporan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Selasa
(01/00), sampai dengan pukul 18.30 waktu Arab Saudi.

Total ada 28.372 jemaah haji Indonesia yang sudah di Madinah, terdiri dari: 28.022 jemaah dan 350 petugas kloter. Ada tiga jenis petugas kloter, yaitu: 70 Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH), 70 Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 210 Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Sebanyak 17 kloter diperkirakan akan kembali tiba di Madinah sampai dengan Rabu (02/08) sore. Mereka berasal dari 8 embarkasi, yaitu:

1. Kloter sembilan dan sepuluh Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 9 dan JKG 10);
2. Kloter enam dan tujuh Embarkasi Makassar (UPG 06 dan UPG 07);

3. Kloter lima belas sampai delapan belas Embarkasi Solo (SOC 15, SOC 16, SOC 17, dan SOC 18);
4. Kloter tiga Embarkasi Batam (BTH 03);

5. Kloter empat Embarkasi Padang (PDG 04);
6. Kloter empat belas sampai tujuh belas Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 14, JKS 15, JKS 16, dan JKS 17);

7. Kloter enam Embarkasi Medan (MES 06); dan
8. Kloter enam belas dan tujuh belas Embarkasi Surabaya (SUB 16 dan SUB 17)

(mch)

Kisah Seorang Tentara Ottoman yang Setia Menjaga Masjid Al Aqsha Selama 57 Tahun

JURNALISLAM.COM – Inilah kisah tentara Ottoman yang tetap setia pada tugasnya selama 57 tahun di masjid Al-Aqsha setelah militer Ottoman mundur dari Yerusalem pada tanggal 9 Desember 1917.

Mendiang sejarawan Ilhan Bardakci bertemu tentara Ottoman pada tanggal 12 Mei 1972 dan memutuskan untuk menulis tentang pertemuan yang luar biasa ini:

Masjid Al-Aqsha. Jumat, 21 Mei 1972. Almarhum teman wartawan saya, Said Terzioğlu dan saya berkeliaran di situs suci dengan bantuan pemandu kami. Dia berada di puncak tangga di halaman kedua masjid suci tempat saya melihatnya. Tingginya hampir dua meter. Dia tampaknya mengenakan pakaian tua di tubuhnya yang menua, tapi tetap berdiri gagah dan tegak. Aku menatap wajahnya dan merasa takut. Rasanya seperti saat membalikkan tanah yang tandus. Dia memiliki banyak bekas luka di wajahnya.

“Siapa orang ini?” Saya bertanya pada pemandu saya. Dia mengangkat bahunya dan menjawab “Saya tidak tahu … pasti seseorang yang sudah gila. Dia selalu berdiri di sini, dia tidak pernah meminta apapun dari siapapun.”

Saya tidak tahu mengapa, tapi saya mendekatinya dan berkata dalam bahasa Turki “Selamu Aleykum baba (ayah).” Matanya terbuka terang dan dalam bahasa Turki menjawab “Aleykum Selam oğul (anak laki-laki)!”

Saya terkejut. Aku meraih dan mencium tangannya … “Siapa kamu, ayah?” Tanyaku. Dia lalu menjelaskan …

“Saya Kopral Hasan dari angkatan ke-20, Batalyon ke-36, tim senapan mesin berat Squadron ke-8 yang ditugaskan di masjid Al-Aqsha pada hari kami kehilangan Quds …”

Pemerintahan Ottoman telah bersama pemerintahan Quds selama 401 tahun, 3 bulan, dan 6 hari. Dan meninnggalkan saat itu hari Ahad tanggal 9 Desember 1917 ketika mereka harus meninggalkan Palestina. Negara hampir roboh dan hanya sebuah skuadron yang tersisa di Masjid Al-Aqsa untuk melindunginya dari penjarahan sebelum tentara Inggris merebut kota tersebut.

Hungaria Temukan Reruntuhan Masjid Era Ottoman

Ya Rabb … aku melihat sekali lagi; Kepalanya, seperti balkon menara di bahunya yang tegang, seperti bendera yang bisa dicium. Aku meraih tangannya sekali lagi dan dia mulai mengucapkan:

“Dapatkah saya meminta bantuan dari Anda, anakku? Saya memiliki kepercayaan yang telah saya sembunyikan selama bertahun-tahun, maukah Anda memberikan kepercayaan ini untuk saya?”

“Tentu, apa itu?” Kataku.

“Ketika Anda kembali ke negara ini, jika Anda sampai di Tokat Sanjak, pergilah dan temukan komandan saya yang menurunkan saya di sini, Kapten Musa. Cium tangannya untukku dan katakan padanya … Kopral Hasan dari Provinsi Igor ke-11 tim senapan mesin masih ada di pos dimana Anda menurunkannya.”

Jantungku hampir berhenti!

Bertahun-tahun kemudian:

Kepala Angkatan Darat memutuskan untuk memanggil Ilhan Bardakci untuk membantu menemukan tentara mulia ini saat mengetahui kejadian tersebut dari televisi pemerintah Turki. Bardakci kemudian menulis: Kopral Hasan adalah salah satu dari kita … nasibnya menjadi yang harus dilupakan. Itulah yang terjadi. Kami bahkan tidak mencarinya, apalagi menemukannya. Dia tidak bisa digapai. Dia seperti pohon cemara indah yang menuju ke langit. Dan kita, bahkan jika kita mengangkat kepala, kita hanya seperti rumput kecil yang mencapai akarnya. Kita hanya tahu bagaimana cara melupakan. Sama seperti yang lain, kita sudah lupa, begitu juga kita lupa akan intan yang tetap di posnya … Kopral Hasan.

Courtesy of: Arsip Utsmani Utsmaniyah