Berita Terkini

Pesawat Tempur Libya Ditembak Jatuh Dewan Shura Mujahidin di Derna

TRIPOLI (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tempur Libya milik Dewan Perwakilan Rakyat Tobruk ditembak jatuh Sabtu oleh Dewan Shura Mujahidin di Derna, menurut sumber militer, lansir Anadolu Agency Ahad (30/7/2017).

Muhammad Idris Al-Mansouri, dari Dewan Shura Mujahidin di Derna menulis di akun Facebook resminya bahwa mereka menahan pilot dan co-pilot, namun pilot tersebut kemudian meninggal dan tidak ada informasi tambahan mengenai co-pilot.

Libya telah dikunci dalam perang dan kekacauan sejak 2011 ketika sebuah pergerakan populer yang berdarah berakhir dengan pemecatan dan kematian mantan Presiden Muammar Gaddafi.

Negara kaya minyak di Afrika Utara itu tetap bergolak, dengan perpecahan politik yang menghasilkan sedikitnya tiga kursi pemerintahan yang berbeda dan sejumlah kelompok milisi yang bersaing.

Jenderal Gatot: Ulama yang Menyatukan Bangsa Ini

SOLO (Jurnalislam.com) – Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa yang menyatukan bangsa ini adalah ulama. Ia mengingatkan, besarnya peran ulama dan umat Islam dalam memperjuangkan dan mempertahankan bangsa.

Sejumlah gerakan yang dimotori ulama pada zaman kemerdekaan terbukti mampu menggagalkan rencana Belanda dan mengusirnya. Sebab itu, dia pun menampik tudingan miring sekelompok orang terhadap ulama yang disebut bakal menghancurkan Indonesia.

“Yang menyatukan bangsa ini Ulama, yang memotori perjuangan ulama, yang merumuskan dasar negara agar langgeng abadi Ulama, tidak mungkin ulama akan merusak bangsa ini,” kata Gatot saat dihadapan ribuan jamaah Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) Surakarta, Ahad (30/7/2017) siang dilansir Republika.

Menurutnya, ulama yang menjadi provokator untuk merusak ideologi dan keutuhan bangsa tak pernah belajar dari ulama-ulama pendahulunya. Dia pun menduga ulama tersebut dikendalikan negara luar untuk memecah belah bangsa.

“Kalau dia mengajarkan ingin merubah pancasila, ingin merubah ideologi bangsa, jangan dipercaya, jangan diikuti, mereka itu adalah ulama dari luar atau yang pengaruhi dan dibayar untuk merusak Indonesia,” katanya.

Ustadz Abu Fatiah: Iman yang Mengikat Muslim Indonesia dan Palestina

SOLO (Jurnalislam.com) – Penulis buku serial akhir zaman, Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani mengatakan, Palestina bukanlah masalah bangsa Arab saja, akan tetapi masalah seluruh umat Islam di dunia termasuk Indonesia.

Ustadz Abu Fatiah menjelaskan, ikatan antara umat Islam Indonesia dengan rakyat Palestina adalah ikatan iman. Ikatan itulah yang menjadi alasan umat Islam Indonesia terus melakukan upaya untuk membantu rakyat Palestina.

“Ikatan bangsa, suku, pekerjaan di akhirat nanti akan membuat kita rugi kecuali dibawah ikatan iman dan ketakwaan. Dan inilah ikatan kita dengan muslim Palestina, yang ini nanti kelak di akhirat menjadikan bermanfaat,” paparnya dalam kajian bertajuk ‘Ketika Palestina Menderita Dimanakah Kita?’ di Kampus Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) Surakarta, Sabtu (28/7/2017).

Oleh sebab itu, Ustadz Abu Fatiah juga mengimbau seluruh umat Islam untuk meningkatkan kontribusinya dalam membantu rakyat Palestina yang tertindas.

“Di hari kiamat kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban seperti apa kontribusi yang kita berikan, jika kemudian kita menutup mata terhadap perkara-perkara muslim palestina, saya tidak jawaban apa yang akan diberikan pada Allah kelak,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor IIM Surakarta, Imam Suhadi dalam sambutannya mengatakan, persaudaraan sesama muslim lebih kuat daripada ikatan persaudaraan sedarah. Untuk itu, ia mengajak umat Islam khususnya mahasiswa untuk peduli dengan penderitaan rakyat Palestina.

“Kita semua saudara bahwa persaudaraan kita sesama muslim dan orang beriman justru harus lebih kuat daripada saudara sedarah, Ketika kita melihat saudara kita melalui media, begitu mengerikan bahkan untuk masuk masjid dipersulit Israel,” katanya dalam kajian yang digelar LDK An-Naml itu.

“Maka dari itu kita harus menguatakan sesama muslim. Yang pertama kita membantu melalui doa, yang kedua lewat bantuan-bantuan, Yang ketiga sebagai mahasiswa bisa lewat ide-ide,” tambahnya.

Pemberontak Syiah Houthi Targetkan Kapal Perang UEA

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka menargetkan sebuah kapal militer milik Uni Emirat Arab, bagian dari koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi Syiah Houthi di negara tersebut.

Kapal tersebut, yang membawa peralatan militer, tiba di pelabuhan Mocha Yaman dari pelabuhan Assab Eritrea saat diserang, kata pejabat Houthi pada hari Sabtu (29/7/2017), Aljazeera melaporkan.

Badan Pers Saudi (The Saudi Press Agency), mengutip sebuah pernyataan oleh koalisi tersebut, mengatakan bahwa milisi Syiah Houthi menggunakan kapal penuh bahan peledak, yang menabrak dermaga dekat dengan sekelompok kapal di Mocha.

Ditambahkan bahwa tidak ada korban jiwa atau kerusakan substansial.

Kapal UEA adalah kapal ketiga milik koalisi yang menjadi sasaran di lepas pantai barat Yaman sejak awal 2017, menurut kantor berita AP.

Juga pada hari Sabtu, pejabat Yaman mengatakan bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengambil alih kendali penuh atas sebuah pangkalan militer utama, yang dikenal sebagai Khalid Ibn al-Walid, dekat pantai barat Yaman.

Bentrokan yang berkecamuk di pangkalan antara pasukan yang setia kepada Hadi dan Houthi, yang mengendalikannya lebih dari dua tahun, telah membunuh puluhan orang di kedua belah pihak.

Kemudian pada hari Sabtu, pejabat Yaman lainnya mengatakan bahwa 13 pasukan Hadi tewas setelah pemberontak Syiah Houthi menyerang sebuah lokasi militer di selatan kota Taiz, di pantai barat daya.

Mereka mengatakan bahwa lima orang milisi Houthi terbunuh dalam bentrokan tersebut dan memperkirakan jumlah korban tewas di antara pasukan Hadi akan meningkat.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi, yang mendukung pemerintahan Hadi yang diakui secara internasional, telah melakukan operasi udara sejak Maret 2015, berusaha untuk mengusir pemberontak Syiah Houthi, yang merebut ibukota Sanaa dan daerah lainnya pada tahun 2014.

Koalisi tersebut, yang sebagian besar merupakan negara-negara Arab, bertujuan memulihkan kembali kekuasaan Hadi.

830 Ribu Warga Lebih Masih Mengungsi dan 234.594 Telah Kembali ke Mosul

ANKARA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 830.000 orang – termasuk hampir 140.000 keluarga – tetap mengungsi setelah pertempuran merebut kembali kota utara Irak, yang pernah menjadi kota berpenduduk lebih dari 1,4 juta orang, sebuah badan PBB mengatakan pada hari Jumat, lansir Anadolu Agency Sabtu (29/7/2017).

“Sejak awal operasi Mosul pada bulan Oktober 2016, jumlah pengungsi internal yang lokasi pemindahan dan / atau kepulangannya telah diidentifikasi oleh Pelacak Darurat IOM untuk Operasi Mosul (Emergency Tracking for Mosul Operations) mencapai 178.952 keluarga, setara dengan 1.073.712 Individu,”menurut sebuah laporan baru oleh International Organization for Migration (IOM).

Laporan tersebut mengatakan bahwa sekitar 839.118 individu (139.853 keluarga) masih mengungsi setelah pertempuran berat untuk merebut kembali Mosul.

“Sekitar 234.594 pengungsi (39.099 keluarga) kini telah kembali ke Mosul, dan diperkirakan 80 persen akan kembali ke daerah asal mereka di Mosul Timur,” laporan tersebut menambahkan.

“Saya berharap meninggal bersama mereka,” Niqaa, seorang korban dari Mosul Timur, mengatakan kepada IOM dari tempat tidur rumah sakit.

“Mula-mula saya bisa mendengar suara wanita yang berteriak dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur,” Sarah, seorang wanita lain yang selamat mengatakan kepada IOM. “Saya bisa mendengar anak-anak menangis.”

Pasukan Irak, yang didukung oleh koalisi pimpinan agresor AS., berperang untuk menyingkirkan kelompok IS dari Mosul mulai musim gugur yang lalu.

Pada tahun 2014, kota ini dikuasai IS bersama dengan wilayah-wilayah luas di Irak utara dan barat.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Irak secara resmi mengumumkan kemenangan melawan IS di Mosul.

Dubes Israel di Washington Didemo Muslim AS dan Warga Palestina

WASHINGTON DC (Jurnalislam.com) – Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan kedutaan Israel untuk memprotes blokade Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem dan sholat Jum’at.

Warga Palestina terdiri dari Kristen dan Yahudi Ortodoks termasuk di antara mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Muslim Amerika untuk Palestina (the American Muslims for Palestine-AMP).

“Kami berada di sini karena kami menemukan bahwa semua yang dilakukan Israel selama berpuluh-puluh tahun melawan rakyat Palestina benar-benar salah dan langkah mereka meningkatkan kekerasannya hanya mendorong konflik dan memicu kebencian,” Rabbi Dovid Felman, presiden organisasi Naturei Karta International, atau Jewish United Against Zionism, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (29/7/2017).

Felman menekankan bahwa menindas, membunuh, dan mencuri adalah salah, menurut Yudaisme, mengacu pada tindakan Israel terhadap orang-orang Palestina.

“Kami temukan hari ini, Palestina adalah tempat terburuk bagi orang Muslim atau Yahudi murni. Sayangnya, semua ini disebabkan oleh penemuan Zionisme dan penciptaan negara Israel,” tambahnya.

Saat umat Islam sholat di depan kedutaan, yang lainnya memegang spanduk bertuliskan: “Warga Yahudi Torah asli di Yerusalem dan di seluruh dunia mengecam agresi di Al-Aqsha dan penjajahan Palestina” dan “Yudaisme menolak Zionisme dan negara Israel”.

Direktur Kebijakan Nasional AMP Dr. Osama Abuirshaid mengatakan bahwa Israel dapat menolak hak Palestina untuk beribadah dengan bebas namun kedutaannya di Washington DC tidak memiliki hak yang sama dan tidak dapat menahan kebebasan beragama dan berekspresi.

“Kami akan terus berjuang melawan ketidakadilan Israel di negara ini sampai Palestina dan rakyat Palestina bebas,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad, mengatakan “Kami di sini untuk memberi tahu pejabat terpilih dan administrasi Trump untuk berperilaku sebagai pemerintah Amerika yang layak dengan melindungi kebebasan beragama di dalam dan luar negeri.” Dia juga menekankan bahwa Israel menyerang brutal warga Palestina dengan senjata, uang dan dukungan Amerika.

Kristin Szremski, Direktur Media dan Komunikasi AMP meminta para demonstran untuk menghubungi anggota kongres mereka dan Departemen Luar Negeri untuk menekan Israel.

“Pendapat publik Amerika berubah. Kongres berubah. Israel telah menjadi topik partisan di Kongres. Dulu bi-partisan, “kata Szremski. “Sekarang sangat partisan. Ini hanya masalah waktu dan mereka mengetahuinya. Itu sebabnya tindakan mereka semakin keras. ”

Kemarahan meluap di Tepi Barat sejak 14 Juli, ketika Israel memberlakukan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsha – sebuah situs yang dihormati oleh umat Islam, menyusul kematian dua aparat polisi Israel dan tiga orang Arab Israel dalam sebuah serangan.

Reject the Community Organs, This is The 5 Exclamation Alumni Presidium 212 on Action 287

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Vice Chairman of Alumni Presidium 212 Asri Harahap read out 5 calls for resolution of Action 287 in front of hundreds of thousands of mass who attended the act of rejecting Perppu no 2 in 2017 in Monas, Friday (28/07/2017). Here are 5 calls from the Alumni 212 Presidium to the government, DPR, Ulama, President to Muslims in Indonesia:

1. To all Muslims in Indonesia regardless of the school that followed his jamaahnya dinaunginya, the party that he believed forget essentially we are one body dalah hadith Rasulullah saw said which means we do not forget

“The parable of the believing believer is like one body when one member of the body moans in pain so the whole body will feel the heat and heat”. (H.R Muslim)

HTI is an integral part of the Islamic ummah, now HTI is the first victim, and most likely will be followed by the next victim, if any part of the Muslims who rejoice to see the condition of HTI, they do not realize that the enemies of Islam are never tired of enemies of Muslims , They will eventually become the next target

2. To the House of Representatives of the Republic of Indonesia think somewhat far ahead do not let the short-term calculation of sacrificing the interests of the people, do not fear intimidation, do not soften and bribe bribe and the other be the real people’s representative, do not be a seal stamp of the regime’s genitals with Rewards of worldly rewards

3. To the Constitutional Court properly consider the Judicial Review effort by some circles regarding the highly controversial Perppu, avoid far from the interests of the regime, the constitutional court is the last bastion for the Judicial Review of every Law, Please consider from all direct and indirect contacts with Perppu no. 2 year 2017

4. To the MUI is expected to give a purely religious opinion, so that the opinion of the MUI becomes weighty in giving opinions, not to give opinions to the public that actually opens the door of the arbitrariness of the regime against the Muslims

5. To the President of the Republic of Indonesia we want that the political power obtained by the 2014 presidential election is only a temporary provision of Allah Subhanahu wa ta’ala, God is pleased to extend or shorten your power in this world, for the honorable sir kepolan to wish us from Presidium Alumni 212 , Especially to the President of Indonesia to deign to withdraw in accordance with the will of Allah azza wajala.

Translator: Taznim

Hundreds of Thousands of Muslims Join Action 287 Reject Community Organs

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hundreds of thousands of masses consisting of elements of Muslims doing a longmarch from Istiqlal Mosque to the Constitutional Court Building (MK) rejected Perppu no 2 of 2017 about the dissolution of mass organizations and asked the Constitutional Court to grant a lawsuit Perpunt Ormas, Friday (28/7 / 2017) in Jakarta.

The action known as Action 287 was attended by Komnas HAM Commissioner Natalius Pigai, Alumni 212 Presidium, GNPF MUI, representatives of Islamic mass organizations and the general public.

“Perppu no 2 year 2017 on social organization, is the latest evidence, how the regime through the umbrella of the Law, which can freely dissolve the organizations that are not favored by the regime, HTI is the first victim of the Perppu,” said Deputy Chairman of Alumni Presidium 212 Asri Harahap in his oration In front of the masses.

After that the presidium read out five statements of attitude, requesting that Perppu be revoked. The masses were dispersed in an orderly manner.

As is known, Jokowi has issued Perppu Ormas. This Perppu is rejected by the mass organizations because it is considered authoritarian.

Translator: Taznim

Tukang Becak di Tasik Naik Haji, Kemenag Bangga

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Agus Abdul Kholik, tak bisa menutupi rasa bangganya kepada seorang pengayuh becak bernama Nono Siswanto (63) dan Istrinya Iis Gandawati (58) Warga Cipasung, Desa Cipakat Kecamatan Singaparna yang akan berangkat ibadah Haji tahun ini.

Atas kerja keras, keikhlasan dan niat Nono itulah, Agus Abdul Kholik mengundang secara khusus Nono dan Iis ke Kantor Kementrian agama dijalan Raya Bojongkoneng Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (28/7/2017).

“Kami tadi sempat berbincang, saya salut dan bangga atas ketekadan niat Pak Nono untuk berangkat haji dan alhamdulilah tahun ini mereka bisa berangkat,” tutur Agus.

Agus menilai, kesungguhan dan bulatnya nekad Nono dan Iis berbuah manis dengan berangkatnya ke tanah suci tahun ini.

“Kalau pepatah sunda bilang, lamun kenyeng tangtu pareng. Ini yang terjadi pada diri Pak Nono. Meskipun hanya seorang pengayuh becak tapi Allah memberikan jalan Pak Nono untuk ibadah haji,” imbuhnya.

Sebagai bentuk kebanggaan, Agus mengatakan Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya memberikan sedikit bantuan bekal untuk Nono dan Iis. “Insya Alloh kami disini akan sedikit memberikan bantuan, bukan niat apa-apa tapi ini apresiasi kami atas kegigihan Pak Nono,” pungkas Agus.

Sementara itu, Nono dan isti telah menunggu hampir 6 tahun untuk bisa berangkat haji. Nono mendaftar pada tahun 2011. Nono yang berprofesi sebagai pengayuh becak harus mengumpulkan uang belasan tahun untuk bisa mendaftar haji.

“Saya sama istri nabung belasan tahun, waktu daftar hanya punya uang Rp. 14 juta. Alhamdulilah tahun ini bisa berangkat, ” papar Nono.

Nono mengatakan, dalam sehari penghasilnnya berkisar antara Rp. 50.000 hingga Rp. 70.000 rupiah. Dari sisa keperluang sehari hari dan sekolah, dirinya menyisihkan uang untuk pelunasan biaya haji.

“Saya tidak matok harga untuk yang mau saya antarkan, saya niat ingin sekali berangkat haji, alhamdulilah selalu ada jalan,” ujar Nono.

Wakil Ketua MPR: Yang Menuduh Islam Anti Pancasila, Harus Belajar Sejarah!

MATARAM (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak lepas dari kontribusi dan pengorbanan umat Islam di Tanah Air.

“Karena kontribusi umat Islam dalam perjuangan menuju Indonesia mereka begitu besar. Banyak ulama yang memimpin umatnya mengangkat senjata untuk melawan penjajah. Termasuk lahirnya resolusi jihad, menentang kembalinya panjajah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (29/7/2017) sebagaimana dilansir rmol.co

Pengorbanan umat Islam bagi bangsa Indonesia menurut Hidayat bukan hanya pada masa perjuangan fisik. Jelang Indonesia merdeka, para tokoh umat Islam rela menghapus tujuh kata dalam piagam Jakarta, untuk memenuhi aspirasi masyarakat Indonesia Timur.

“Karena itu tidak benar kalau ada yang mengatakan Islam anti Pancasila dan NKRI. Karena buktinya, umat Islam sudah banyak berkorban untuk lahir dan tetap utuhnya Indonesia. Mereka yang menuduh Islam anti Pancasila, itu berarti harus belajar sejarah,”

Hidayat juga menegaskan, Indonesia dan Islam itu sudah menyatu sejak lama. Sehingga dia tidak setuju kalau ada pihak yang mengkotak-kotakkan Islam dengan Indonesia. Seolah-olah antara Islam dan Indonesia berdiri sendiri, dan tidak saling berhubungan.