Berita Terkini

Mendikbud: Tidak Ada Masalah dengan Lirik Tepuk Anak Soleh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai tidak ada permasalahan dengan lirik lagu Tepuk Anak Sholeh. Belakangan, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas mempermasalahakan lagu Tepuk Anak Sholeh.

Alasannya, lagu tersebut dinilai mengajarkan anak untuk intoleran. Sebab, diakhir liriknya berbunyi “Islam yes, kafir no“. “Kalau untuk dirinya sendiri (Islam) benar, kata Mendikbud di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017) dilansir Republika.

Menurutnya, yang menjadi masalah apabila anak-anak kemudian menunjuk dan menyebut orang sebagai kafir. Sehingga, ia beranggapan harus ada pemahaman dari guru atas lirik tersebut.

“Yang penting (kafir) tidak dialamatkan pada orang lain untuk meyakinkan diri saya harus Islam dan tak boleh kafir, masak tak boleh,” jelasnya.

DPR Minta Investasi Dana Haji untuk Kepentingan Jamaah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mengatakan wacana pemerintah yang akan menggunakan dana haji untuk infrastruktur harus berkaitan dengan kepentingan pelayanan jamaah haji di Indonesia. Pasalnya hal itu sudah diamanatkan oleh undang-undang.

“Tinggal kita menganut dua hal, diundang-undang itu diamanatkan harus berdasarkan pronsip syariah dan untuk kepentingan yang berkaitan dengan haji,” ujarnya dilansir Republika.co.id, Kamis (3/8).

Setelah kepentingan pelayanan jamaah haji terpenuhi, kata dia, baru diperbolehkan digunakan untuk kemaslahatan secara keseluruhan. Namun, kata dia, dalam pelaksanaannya pemerintah harus berhati-hati dan menginvestasikan kepada sektor yang aman. “Nah syaratnya harus ada asas kehati-hatian, keamanan, likuiditas, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji tidak mengatur tentang investasi dana haji sehingga boleh untuk dilakukan. Apalagi, investasi dana haji sudah dilakukan pada pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi penggunaan dana haji untuk investasi itu sebenarnya di UU Nomor 23 Tahun 2014, memang tidak diatur. Artinya investasi diperbolehkan. Nah yang kedua, ternyata investasi sudah dilakukan pada 2010 di masa pemerintahan SBY,” kata dia.

Iman menyebut, wacana pemerintah untuk menggunakan dana haji di sektor infrastruktur ini sudah berjalan. Karena, menurut dia, ada 40 persen dari dana haji atau sekitar Rp 35,7 triliun itu sudah digunakan oleh pemerintah.

Menurut Iman, jika pun saat ini pemerintah mau memanfaatkan dana haji tersebut, maka harus ada akad dulu antara jamaah haji dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang baru dilantik Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. “Harus akad. Jadi sosialisasinya, ini loh ada BPKH. Nanti jamaah nyimpen uang yang satu kursi itu Rp 2,5 juta. Lalu diberitahu bahwa dana mereka nanti akan diinvestasikan, gitu aja,” jelas Maman.

Qatar Borong 7 Kapal Perang Canggih Italia

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah menyelesaikan kesepakatan hampir $ 6 miliar dengan Italia untuk tujuh kapal perang dalam sebuah kesepakatan kerjasama militer antara kedua negara, menteri luar negeri Qatar mengatakan pada hari Rabu (2/8/2017), lansir Middle East Eye.

Kesepakatan tersebut menandai modernisasi dan peningkatan kemampuan angkatan laut Qatar yang signifikan. Ini akan membuka jalan untuk menutup kesenjangan kemampuan antara negara Teluk yang terisolasi tersebut dengan kekuatan regional lainnya, termasuk Iran dan Arab Saudi.

Mohammed bin Abdulrahman al-Thani membuat pengumuman tersebut pada sebuah konferensi pers dengan mitranya dari Italia Angelino Alfano di Doha setelah berbicara mengenai upaya untuk mengakhiri keretakan antara Qatar dan empat negara Arab.

“Saya dengan senang hati mengumumkan kesimpulan kesepakatan antara pasukan angkatan laut emiri Qatar untuk membeli tujuh unit angkatan laut dari Italia dalam konteks kerjasama militer bersama antara kedua negara,” kata Sheikh Mohammed.

Dia mengatakan kesepakatan itu diperkirakan mencapai $ 5,91 miliar namun tidak memberikan rincian lebih lanjut dan tidak menyebutkan perusahaan yang terlibat.

Tampaknya pengumuman ini berkaitan dengan kesepakatan yang pertama kali digariskan tahun lalu oleh pembuat kapal Finkantieri yang dikendalikan negara Italia.

Saat itu Fincantieri mengatakan akan memasok negara bagian Teluk Arab dengan empat korvet 3.000 ton, dua kapal patroli lepas pantai seberat 700 ton dan dermaga dengan platform pendaratan amfibi, bersamaan dengan layanan dukungan di Qatar selama 15 tahun setelah pengiriman.

Saat ini angkatan laut Qatar terdiri dari kapal patroli berusia 20 tahun dan tidak seperti kekuatan regional Iran dan Arab Saudi, angkatan laut Qatar ini kurang memiliki kapal perang modern berukuran besar.

Semua kapal akan dibangun di galangan kapal Italia, dengan konstruksi dimulai pada 2018, katanya. Perusahaan pertahanan Italia Leonardo akan memasok sistem elektronik dan persenjataan untuk kapal tersebut dan menerima sekitar sepertiga dari nilai kesepakatan, kata seorang pejabat perusahaan pada saat itu.

Qatar terlibat dalam perselisihan dengan Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir, yang menuduhnya mendukung kelompok teroris dan musuh regional Iran, tuduhan tersebut dibantah Doha.

Keempat negara itu memotong hubungan udara, laut dan darat dengan Qatar dan menyebabkan Qatar terisolasi di antara sekutu-sekutunya di Gulf.

Kesepakatan tujuh kapal tersebut terjadi saat Italia dan Qatar terus bergerak menuju hubungan militer yang lebih dekat.

Pada bulan Maret, kepala angkatan laut Qatar dan Italia menandatangani kesepakatan untuk melatih pelaut Qatar menjelang pengiriman kapal perang tersebut. Kesepakatan pelatihan mencakup pendaftaran Qataris di pusat pelatihan angkatan laut Italia, embarkasi perwira Qatar di kapal perang Italia dan pengiriman petugas penghubung angkatan laut Italia ke markas angkatan laut Qatar di Doha.

Bulan berikutnya, kapal frigat Italia Carabiniere mengunjungi Doha menandakan kerja sama angkatan laut yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Walaupun dengan memesan kapal pasukan angkatan laut tersebut Qatar masih akan lebih kecil dari angkatan laut Arab Saudi, UEA dan Bahrain, namun armada Qatar akan lebih modern dengan kemampuan kekuatan amfibi baru.

LSM: AS, Rusia dan PYD Bunuh 481 Warga Sipil Raqqa pada Bulan Juli

RAQQA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 481 warga sipil Suriah terbunuh di provinsi Raqqa di provinsi utara Suriah pada bulan Juli, sebuah LSM yang melaporkan dari daerah tersebut melaporkan.

Data dari Raqqa Is Being Slaughtered Silently-RBSS (Raqqa Sedang Dimusnahkan Diam-Diam), yang merupakan gerakan jurnalis warga, mengungkapkan bahwa pasukan koalisi AS melakukan 633 serangan udara di kota Raqqa pada bulan Juli, yang menyebabkan tewasnya 189 warga sipil Suriah.

Sebanyak 126 warga sipil lainnya terbunuh oleh 440 serangan udara di Rusia, sementara 121 lainnya dibunuh oleh tembakan artileri yang dilakukan oleh kelompok milisi PYD, cabang PKK Suriah – yang dianggap sebagai kelompok teroris Uni Eropa dan Turki.

Bulan lalu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the Syrian Network for Human Rights) mendokumentasikan bahwa sekitar 1.400 warga sipil, termasuk 308 anak-anak dan 203 perempuan, telah terbunuh di Raqqa selama delapan bulan sebelumnya.

Koalisi internasional yang dipimpin AS pada tanggal 6 Juni meluncurkan sebuah operasi untuk mengusir kelompok Islamic State (IS) dari kota Raqqa.

Kedubes Rusia di Damaskus Dibombardir Serangan Mortir

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kedutaan Besar Rusia di ibukota Suriah Damaskus mendapat serangan mortir pada hari Rabu (2/8/2017), kantor berita resmi Sputnik mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, lansir Anadolu Agency.

Gedung kedutaan “diserang tembakan mortir oleh gerilyawan”, Sputnik melaporkan, mencatat bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski begitu, kantor berita menambahkan, gedung kedutaan mengalami “tingkat kerusakan sedang”.

Kementerian Luar Negeri Rusia melanjutkan untuk mengekspresikan “penghukuman keras” terhadap yang mereka gambarkan sebagai “serangan ekstrimis” atas misi diplomatiknya.

Pada 16 Juli, kedutaan yang sama mendapat serangan mortir serupa, menurut Sputnik

Suriah telah dikepung perang global yang kejam sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak aksi unjuk rasa sipil dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pada akhir 2015, Rusia memperkeruh situasi dengan memulai operasi udara yang luas di Suriah – atas undangan Assad – dengan tujuan “memerangi oposisi anti Assad” dan mendukung penuh rezim Syiah tersebut.

JFS dan Ribuan Warga Sipil Mulai Meninggalkan Perbatasan Libanon Menuju Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bus yang membawa warga Suriah mulai meninggalkan kamp-kamp pengungsian di daerah perbatasan Lebanon Jroud Arsal pada hari Rabu (2/8/2017) di bawah kesepakatan gencatan senjata antara milisi Syiah Hizbullah Libanon dan Jabhat Fateh al-Sham (JFS).

Ribuan warga Suriah, termasuk jihadis, keluarga mereka dan para pengungsi lain, meninggalkan zona perbatasan menuju benteng kuat mujahidin di provinsi Idlib di Suriah berdasarkan kesepakatan tersebut.

Stasiun televisi Lebanon al-Manar mengatakan bahwa 26 bus telah menyeberang lebih jauh di timur laut dari daerah Arsal sampai Wadi Hmeid, ke arah perbatasan Suriah.

Reporter Al Jazeera Imtiaz Tyab, yang melaporkan dari Labweh, mengatakan bahwa logistik konvoi yang panjang akan menjadi tantangan.

“Palang Merah Lebanon akan mengawal konvoi ini ke perbatasan Suriah,” katanya. “Mereka kemudian akan bertemu dengan Bulan Sabit Merah Suriah, yang akan mengantar konvoi ke Provinsi Idlib, sebuah daerah yang dikuasai faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi anti-Assad.

“Di sanalah para pengungsi ini, para pejuang dan keluarga mereka akan pergi, tapi kami mengerti ini bisa memakan banyak banyak waktu.”

Hampir 7.000 warga Suriah diperkirakan akan meninggalkan daerah tersebut di bawah kesepakatan gencatan senjata, menurut media yang disiarkan Hizbullah.

Kesepakatan itu juga termasuk pelepasan sejumlah pasukan Syiah Hizbullah oleh Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, yang berlangsung dalam semalam.

Gencatan senjata mulai berlaku pekan lalu, beberapa hari setelah milisi Syiah Hizbullah dan rezim Syiah Suriah melancarkan serangan ke Jabhat Fateh al-Sham dan kelompok bersenjata lainnya di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon.

Sumber keamanan mengatakan bahwa sekitar 1.000 pejuang Jabhat Fateh al-Sham termasuk di antara mereka yang akan meninggalkan kawasan itu menuju Idlib di atas puluhan bus.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan Al Jadeed pada hari Rabu, sebuah saluran berbasis Lebanon yang dipandang sebagai pendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, seorang kepala Keamanan Umum Lebanon mengklaim bahwa jumlah pejuang jauh lebih rendah.

“Yang kita tahu adalah 120 pejuang,” kata Mayor Jenderal Abbas Ibrahim kepada reporter Al Jadeed.

Konvoi Pasukan NATO Dihantam Serangan Bom Istisyhad Taliban

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Seorang pembom martir menabrakkan sebuah kendaraan berisi bahan peledak ke sebuah konvoi pasukan multinasional pada hari Rabu (2/8/2017) di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, kata beberapa pejabat, lansir Aljazeera.

“Sekitar tengah hari, sebuah bom mobil menargetkan konvoi pasukan asing di daerah Daman Kandahar,” kata juru bicara kepolisian provinsi Zia Durrani.

NATO mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa konvoi tersebut diserang dan “menjatuhkan korban jiwa”.

Seorang juru bicara Pentagon Amerika Serikat mengkonfirmasi laporan awal bahwa sedikitnya dua korban adalah tentara AS.

“Dua anggota pasukan AS tewas dalam aksi di Kandahar, Afghanistan, saat konvoi mereka diserang,” Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan.

“Pasukan AS Afghanistan akan memberikan informasi tambahan secepatnya,” tambahnya.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Qari Yousuf Ahmadi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di dekat basis pasukan reaksi cepat intelijen Afghanistan di daerah Shor Andam di distrik Daman.

Saksi mata mengatakan dua kendaraan milik pasukan asing di daerah tersebut hancur terbakar.

“Taliban sangat aktif di daerah itu, dan selama beberapa hari terakhir telah terjadi banyak pertempuran antara kelompok tersebut dan pasukan keamanan Afghanistan,” kata Jennifer Gail, Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.

“Ada banyak kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan di negara ini dan [orang-orang] bertanya-tanya dengan kemarahan mengapa pemerintah Afghanistan tidak dapat melindungi rakyatnya.”

Pasukan gabungan AS dan NATO yang saat ini berada di Afghanistan berjumlah sekitar 13.500 tentara.

Administrasi Trump belum memutuskan apakah akan mengirim sekitar 4.000 atau lebih tentara AS ke Afghanistan dalam upaya membendung pergerakan Taliban.

Serangan tersebut terjadi saat pihak berwenang Afghanistan di provinsi Herat barat memperketat keamanan menjelang pemakaman massal untuk korban sebuah serangan pada hari Rabu yang menewaskan 29 orang dan melukai 64 orang, 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Seorang penyerang melepaskan tembakan ke dalam sebuah kuil Syiah yang penuh dengan penyembah, sebelum meledakkan bom.

Kelompok Islamic State (IS) pada hari Rabu mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di kuil Syiah tersebut.

Habib Rizieq Dikabarkan Pulang Bulan Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu akan kembali Indonesia pada 15 Agustus 2017.

“Kita akan jemput ke sana,” kata Kapitra di Jakarta, Rabu (2/8/2017) dilansir Antaranews.

Kapitra mengatakan Habib Rizieq akan melewati dan menjalani proses hukum berkenaan dengan tuduhan penyebaran percakapan dan foto mengandung unsur pornografi.

Ia menambahkan Habib juga akan menghadiri perayaan Milad FPI yang akan berlangsung dalam bulan ini.

Kapitra berharap Kepala Polda Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis, bisa menyelesaikan persoalan hukum Habib Rizieq sesuai ketentuan.

Polisi telah menetapkan Habib Rizieq dan Firza Husein sebagai tersangka dalam perkara penyebaran percakapan dan foto vulgar.

Habib Rizieq dijerat menggunakan Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sementara terhadap Firza digunakan Pasal 4 ayat 1 junto 29 dan atau Pasal 6 junto 32 dan atau Pasal 8 junto 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan pidana di atas lima tahun.

Sejumlah pakar menegaskan bahwa bukti screenshot chatting HRS dan Firza itu palsu. Namun kepolisian tetap menetapkan HRS sebagai tersangka.

MUI Minta Pemerintah Pindahkan Dana Haji ke Bank Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menganjurkan pemerintah untuk menyimpan dana haji yang dititipkan calon jemaah di bank yang berbasis Syariah.

Asrorun Niam menegaskan, bahwa hukumnya wajib dana itu dikeluarkan dari bank konvensional yang berbasis ribawi. “Dana yang mengendap dari calon jamaah haji yang masih masih ditempatkan dalam bank konvensional yang berbasis ribawi, wajib hukumnya dipindah ke penempatan bank yang sesuai dengan prinsip syariah,” ungkapnya Asrorun Niam di Gedung DPR, Selasa (01/8/2017) dilansir Kiblat.net.

Dana haji yang disimpan sebagai obligasi syariah saat ini baru 40 persen. Menurut Asrorun Niam, sisanya masih tersimpan di empat bank konvensional. Dia menegaskan, banyaknya dana tersimpan di bank konvensional menjadi masalah pokok.

Meski masih ada unsur riba, Asrorun tak menyimpulkan pengelolaan dana haji di Indonesia belum memenuhi unsur syariah. Ia menegaskan, perlu dibedakan antara pengelolaan pelaksanaan haji dengan penempatan kepentingan optimasilasi dana haji.

“Itu lah pentingnya perbaikan-perbaikan terus,” imbuhnya.

Selain penyimpanan, penggunaan dana haji juga sudah lama diperbincangkan. Pembicaraan menghangat ketika Presiden Joko Widodo menyarankan dana haji yang mencapai Rp90 triliun ditanam ke pembangunan infrastruktur yang dinilai minim risiko dan memberi keuntungan bagi negara.

306 Jamaah Calon Haji Jabar Batal Berangkat

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 306 jamaah calon haji asal Jawa Barat batal berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Arab Saudi. Kebatalan para jamaah calon haji ini dikarenakan berbagai faktor mulai dari meninggal dan kondisi kesehatan yang terganggu.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrab Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Ajam Mustajam mengatakan ada 360 calon jamaah haji yang tidak bisa pergi ke tanah suci. Jumlah ini tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.
“Iya yang batal banyak. Data terakhir ada 306 calon jamaah haji yang batal berangkat,” kata Ajam kepada Republika.co.id, Rabu (2/8/2017).
Ajam mengatakan jumlah tersebut tercatat sejak pelunasan biaya haji pada Juni lalu. Sementara jika dihitung dari awal pemberangkatan haji pada akhir Juli lalu, tercatat sekitar 20 calon jamaah haji yang tidak jadi berangkat.
Menurutnya, faktor sakit menjadi alasan sebagian besar dibatalkannya keberangkatan calon jamaah haji. Di samping ada yang meninggal dan dalam kondisi hamil sehingga tidak diizinkan untuk berangkat.
“Sebagian besar karena sakit. Seperti sakit ginjal, jantung yang memang sakit kronis,” ujarnya.
Menurutnya belum ada jamaah calon haji yang gagal berangkat karena permasalahan visa. Ia mengatakan visa jamaah haji di Jawa Barat sudah tuntas diurus.
Ia menyebutkan jamaah calon haji yang batal berangkat akan digantikan calon lain yang merupakan cadangan. Keberangkatannya pun menyesuaikan dengan yang digantikan.
“Yang batal akan digantikan jamaah haji cadangan. Sekarang sudah diproses usulan cadangannya,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada calon jamaah haji untuk menjaga kesehatannya. Hal ini mengatisipasi suhu di Arab Saudi sedang tinggi yang berbeda dengan Indonesia. Jawa Barat mendapat jatah 38.852 calon jamaah haji yang berangkat. Pemberangkatan kloter pertama dilakukan pada 28 Juli lalu.