Berita Terkini

Aksi PMII Tolak FDS di Kantor Diknas Jatim Berlangsung Ricuh

SURABAYA(JurnalIslam.com)–Aksi unjuk rasa Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menolak Permendikbud No. 23 tahun 2017 yang diklaim PMII tentang Full Day School (FDS) berlangsung ricuh di depan gedung Dinas Pendidikan Jawa Timur, Rabu (16/8/2017).

Awalnya PMII Jatim melakukan orasi dan meminta pejabat Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menemui mereka dan ikut menyatakan sikap menolak Permendikbud No. 23 tahun 2017.

Akhirnya sekitar 12.00 WIB, sekretaris Dispendik Provinsi Jatim Drs Didiek Dwiyanto, MM menemui massa aksi dan langsung naik diatas mobil komando yang di bawa massa aksi. Didiek memberikan keterangan bahwa Kadiknas Propinsi Jatim sedang tidak ada ditempat dikarenakan mengikuti pertemuan Rapat Paripurna di DPRD Tingkat I Jawa Timur.

Dia juga menjelaskan kepada massa PMII bahwa terkait FDS, Gubernur sudah mengeluarkan surat Nomor : 188/ 1872/ 013.1/ 2017 perihal pemberlakuan hari sekolah di Jawa Timur, yang isinya agar Bupati/ Walikota di Jawa Timur untuk menunda pelaksanaan Peraturan Permendikbud No. 23 tahun 2017.

Hanya saja penjelasan dari Didiek Dwiyanto tidak bisa di terima oleh massa PMII, sehingga timbul kericuhan dan terjadi saling dorong antara massa PMII dengan aparat keaamanan. Massa PMII pun sempat memblokir Jalan Genteng Kali Surabaya.

Akhirnya kericuhan bisa di tenangkan oleh Ketua Umum PKC PMII Jatim, Zainudin. Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, massa PMII Jatim melajutkan aksinya ke Kantor DPRD Jawa Timur.

Hundreds of Masses Fulfilling Meeting Room Support Ustadz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Anti-communism activist Ustadz Alfian Tanjung underwent the first trial with the case number 2320 / pid.sus / 2017 / PN.SBY. At the Cakra Room of the Surabaya District Court, Wednesday (8/16/2017).

Monitoring Jurnalislam.com, hundreds of masses have arrived since the morning and filled the courtroom. Because of the masses, the trial was originally planned to be held in the space of Candra then moved to the chakra space.

Hundreds of masses of elements of Islamic mass organizations and communities provide support to cleric Alfian Tanjung. Not only that, 26 of the 112 lawyers also came to accompany the cleric Alfian Tanjung. They assume that what is accused to the cleric Alfian Tanjung is not correct and is a criminalization.

Ustadz Alfian entered the courtroom at 10:35 am was greeted by Takbir excerpts from hundreds of masses of Muslims present. At that time, the condition of Ustadz Alfian Tanjung itself in handcuffed condition and wearing Vest Prisoners.

Ust Cases. Alfian originated from the report of a Surabaya citizen named Sudjatmiko dated April 11, 2017 in East Java Police who accused the contents of a lecture at the mosque Mujahidin Surabaya contains elements of hate speech against the PKI and Ahok. Ust. Alfian was accused of Article 16 Jo. Article 4 letter b number 2 of Law no. 40 of 2008 on the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination and or Article 156 of the Criminal Code.

Translator: Taznim

HUT RI, Ustadz Abu Dapat Remisi Tiga Bulan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ulama karismatik yang ditahan di LP Gunung Sindur Bogor, ustadz Abu Bakar Ba’asyir mendapat Remisi Umum (RU) tiga bulan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly.

“Iya (ustadz Abu dapat remisi) tiga bulan,” katanya kepada para wartawan di Lapas IIB Anak Wanita, Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Kamis (17/8/2017) dilansir Republika.

Menurut Yasonna, remisi itu diberikan karena sudah ada justice collaborator (JC) yang diberikan oleh Densus kepada pihaknya. Selain itu, faktor usia Ustadz Abu juga menjadi pertimbangan dirinya mendapat remisi.

“Pokoknya prosedurnya seperti itu karena PP 99 kan itu. Satu lagi, kan dia sudah uzur,” kata dia.

Yasonna juga menjelaskan, saat ini Ba’asyir ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Menurut dia, Ba’asyir berkelakuan relatif baik di sana. Perlakukan yang diberikan terhadapnya pun dinilai manusiawi.

“Dia tidak lagi di Pasir Putih. Relatif baik dan kemarin dia berobat kami berikan. Kemudian selalu ada pendamping di dalam yang menemani beliau,” terang Yasonna.

Ustadz Abu divonis 15 tahun penjara pada 2011 majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan . Majelis menilai ustadz Abu terlibat pelatihan militer di Bukit Jalin Jantho, Aceh.

Selain ustadz Abu, pemerintah juga memberikan remisi kepada 34 narapidana terorisme lainnya.

FUI Bima Desak Victor Laiskodat Segera Diproses Hukum

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi pernyataan provokatif politisi Partai Nasdem, Victor Laiskodat, Forum umat islam (FUI) Bima mendatangi kantor DPRD Kota Bima, Selasa (15/8/2017). Ketua Forum Umat Islam Bima, Ustadz Asikin menyampaikan, pihaknya tersinggung atas pernyataan Victor Laiskodat.
“Kami umat Islam merasa tersinggung dengan pidato provokasi tersebut, dan bukan itu saja, kami juga merasa terlukai serta terancam dengan isi pidato dari Victor tersebut,” ujar Ustadz Asikin kepada Jurnalislam.com,
“Oleh karena itu, kami meminta kepada Badan kehormatan dewan untuk memecat serta memberhentikan saudara Victor Laiskodat secara tidak hormat,” tegasnya.
Selain itu, kedatangan FUI ke DPRD Kota Bima juga untuk memberikan dukungan kepada Pemuda Islam NTT yang telah melaporkan Victor Laiskodat kepada kepolisian. “Karena mereka telah kehilangan ketenangan serta merasa terancam dengan isi pidato tersebut, apalagi mereka adalah merupakan kaum minoritas di daerah tersebut,” paparnya.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses laporan tersebut untuk mencegah reaksi umat Islam yang lebih besar lagi.
“Sudah banyak yang melaporkan saudara Victor, bahkan beberapa partai politik pun sudah ikut melaporkan, tapi kenapa sampai sekarang dia belum di proses,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bima, Ferry Sofyan menyampaikan, pihaknya menyesalkan pernyataan Victor. Menurutnya, pernyataan Victor itu berpotensi memecah belah keutuhan NKRI.
“Kami juga merasa keberatan dengan apa yang menjadi isi pidato dari saudara Victor Laiskodat karena melukai hati umat Islam, berpotensi memecah belah anak bangsa sehingga berbahaya bagi kelangsungan hidup di NKRI ini,” papar Ferry.
“Kami akan sampaikan tuntutan FUI Bima ini,” pungkasnya.

Agresor AS Tambahkan Hizbul Mujahidin Pakistan ke Dalam Daftar Teroris

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS menambahkan Hizbul Mujahidin (HM) ke dalam daftar Organisasi Teroris Asing hari Rabu (16/8/2017). Selain penunjukan resmi amir HM, Syed Salahuddin, AS juga menyoroti kegiatan kelompok tersebut di Kashmir seraya mengabaikan hubungannya dengan perkumpulan kelompok jihad Pakistan dan regional, termasuk yang berperang melawan pasukan AS di Afghanistan, lansir Long War Journal.

AS mencatat bahwa HM, yang didirikan pada tahun 1989, “adalah salah satu kelompok militan terbesar dan tertua yang beroperasi di Kashmir” dan “telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan, termasuk serangan bahan peledak pada bulan April 2014 di negara bagian Jammu dan [India] Kashmir, yang melukai 17 orang.”

Penunjukan tersebut mengabaikan dukungan HM untuk al Qaeda di masa lalu, serta hubungannya dengan kelompok jihad lainnya di Pakistan, Afghanistan, dan India, seperti Lashkar-e-Taiba. Hizbul Mujahidin juga menerima dukungan dari militer Pakistan dan Direktorat Intelijen Antar-Dinas (the Inter-Services Intelligence Directorate-ISI), yang memungkinkan kelompok tersebut beroperasi secara terbuka di Pakistan dan Pakistan yang diduduki Kashmir.

Salahuddin, pemimpin HM, ditambahkan ke daftar teroris global yang ditunjuk secara khusus pada tanggal 27 Juni 2017, bersamaan saat Presiden Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Selain menjabat sebagai amir HM, Salahuddin juga ketua Dewan Jihad Sedunia, yang didukung oleh militer Pakistan dan ISI. Fokus Dewan Jihad Sedunia adalah melancarkan jihad melawan institusi India di dalam Kashmir, namun dewan tersebut juga berfungsi sebagai jembatan bagi kelompok jihad lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut. Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed, dua kelompok yang berada di daftar organisasi teror AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, adalah bagian dari Dewan Jihad Sedunia (the United Jihad Council).

Salahuddin beroperasi secara terbuka dan kebal terhadap penangkapan dari pihak berwenang Pakistan. Dia dikenal karena mempertahankan sebuah kantor di daerah Baila Noor Shah di Muzaffarabad, ibukota Kashmir yang diduduki Pakistan. Pemerintah Pakistan menolak untuk bertindak terhadap Salahuddin dan pemimpin perjuangan lainnya, terlepas dari keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan teroris.

Dulu, Salahuddin pernah mengakui bahwa militer Pakistan mengizinkannya untuk menjalankan “ratusan kamp pelatihan di negara tempat kita merekrut dan melatih mujahidin.”

Dia juga dikenal mengumpulkan uang untuk kelompok jihad yang beroperasi di Asia Selatan. Pada bulan Juli 2012, Salahuddin berbicara mengenai penggalangan dana dan perekrutan jihad di Afghanistan dan India, dan mengatakan bahwa Pakistan adalah korban konspirasi AS dan Israel. Pada konferensi yang diadakan di Rawalpindi, dia menyatakan bahwa pejuangnya melakukan jihad melawan AS.

“Pakistan adalah sasaran perhubungan AS-Israel. Pejuang kami membela Pakistan pada saat batas geografis, keamanan dan identitas Islamnya berisiko, “kata Salahuddin. “Kami bertempur di Kashmir. Tidak masalah bagi kita jika kita diberi label teroris. Kami bangga disebut teroris karena memerangi AS dan sekutunya di Afghanistan. ”

Bulan sebelumnya, Salahuddin mengancam negara Pakistan jika mereka menarik dukungannya untuk kelompok jihad. Pada saat itu, Pakistan menekan kelompok-kelompok jihad untuk mengurangi aktivitas di negara bagian Kashmir dan Jammu di India. Salahuddin juga menghadiri pemakaman Insinyur Ahsan Aziz, seorang jihadis yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS di Waziristan Utara pada Agustus 2012. Menurut ayah Aziz, anaknya menetap di Waziristan selama satu dekade dan bertempur di Afghanistan.

“Kami berjuang dalam perang Pakistan di Kashmir dan jika mereka menarik dukungannya, perang akan dilakukan di dalam Pakistan,” katanya, menurut The Times of India.

4 Tentara Lebanon dan 5 Milisi IS Tewas dalam Pertempuran di Perbatasan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Empat anggota tentara Lebanon dan lima anggota IS tewas dalam bentrokan di daerah sekitar Ras Baalbek di sepanjang perbatasan Lebanon-Suriah Rabu pagi (16/8/2017).

Sumber melaporkan bahwa tentara Lebanon mulai maju melalui jalan darat dari daerah sekitarnya, setelah pemboman artileri berat, yang membuka jalan untuk merebut kembali dan memulihkan tiga bukit di bawah kendali IS, lansir Middle East Eye.

Sumber militer melaporkan bahwa tentara Lebanon mengirim bala bantuan tambahan ke daerah tersebut, setelah mengintensifkan tembakan dan rudal artileri, dengan sebuah tur inspeksi yang dilakukan oleh unit militer Komandan Angkatan Darat Joseph Aoun.

33.000 Benda Bersejarah Hilang di Mesir

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sekitar 33.000 artefak kuno telah hilang dalam setengah abad terakhir, Kementerian Urusan Anti-Kementerian Mesir mengatakan pada hari Rabu (16/8/2017), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan akan bekerja sama dengan Interpol dan pihak-pihak internasional lainnya untuk mengambil barang-barang antik tersebut.

Kementerian tersebut tidak memberikan rincian tentang bagaimana benda-benda ini dijarah, namun mengatakan beberapa dari mereka hilang saat keadaan negara tidak aman setelah pemberontakan tahun 2011 yang membuat jenderal otokrat Hosni Mubarak tergantikan.

Mesir adalah rumah bagi salah satu peradaban kuno terbesar di dunia, yang juga merupakan sumber utama pendapatan wisatawan.

20 Pasukan Syiah Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Damaskus

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 tentara rezim Nushairiyah tewas di Damaskus, ibukota Suriah, oleh pasukan oposisi dari Al-Rahman Legion, menurut juru bicara kelompok tersebut, World Bulletin melaporkan, Rabu (16/8/2017).

Kelompok tersebut melakukan sebuah penyergapan di distrik Jobar di Damaskus timur, Wael Ulwan, kata juru bicara tersebut.

Inilah Rincian Serangan Hayat Tahrir al Sham dan Ahrar al Sham di Damaskus

Kelompok tersebut diduga terlibat adu tembak dengan pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad dan memancing mereka ke daerah di mana mereka sebelumnya menanam bahan peledak.

Ledakan menewaskan sedikitnya 20 tentara dan melukai yang lainnya, masih menurut kelompok tersebut.

Rezim Assad telah berusaha untuk menguasai Jobar, distrik terakhir di bawah kendali oposisi di Damaskus timur.

17 Warga Raqqa Tewas dalam Serangan Koalisi AS di Wilayah Tersisa

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Serangan koalisi pimpinan AS di wilayah IS yang tersisa di kota Raqqa di Suriah menewaskan 17 warga sipil pada hari Rabu (16/8/2017), termasuk anak-anak, kata sebuah monitor, lansir Al Arabiya News Channel.

Koalisi tersebut memberikan dukungan udara berupa serangan udara berat bagi milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) saat berusaha menyingkirkan IS dari markas besarnya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah monitor yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa korban berjatuhan pada hari Rabu menyusul serangan mematikan dua hari.

Sejak Senin, kata monitor tersebut, 38 warga sipil terbunuh dalam serangan udara pimpinan AS di kota tersebut.

Kematian di hari Rabu tersebut termasuk lima anak, menurut monitor, yang mengandalkan jaringan sumber di lapangan.

Koalisi mengatakan bahwa dibutuhkan tindakan untuk menghindari korban sipil dan menyelidiki tuduhan yang kredibel atas kematian warga sipil.

Amerika Serikat telah mengakui bahwa serangan koalisi telah membunuh 624 warga sipil di Suriah dan Irak sejak tahun 2014.

Tapi kelompok hak asasi manusia dan pemantau mengatakan bahwa jumlah sebenarnya secara eksponensial lebih tinggi dari angka tersebut.

SDF meluncurkan sebuah operasi untuk merebut provinsi Raqqa dari IS tahun lalu, dan pada bulan Juni milisi tersebut memasuki kota Raqqa untuk pertama kalinya.

Walaupun SDF sekarang menguasai lebih dari separuh kota, namun pertempuran masih berlaku sengit dan warga sipil terbunuh dalam baku tembak dan saat mencoba melarikan diri.

Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari Raqqa, namun PBB memperkirakan antara 10.000 dan 25.000 warga sipil mungkin masih terjebak di dalamnya.

Seorang Pembom IS Meledakan Dirinya di Wilayah Hamas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pejabat Gaza mengatakan seorang pembom martir meledakkan dirinya di sebuah pos pemeriksaan dekat Mesir pada hari Kamis pagi (17/8/2017), melukai beberapa orang, lansir Middle East Eye.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, tersangka – diduga anggota kelompok Islamic State (IS) – martir dan melukai parah sedikitnya satu orang lainnya.

Laporan awal mengatakan bahwa seseorang yang bersama dengan tersangka juga luka-luka.

“Pagi ini pasukan keamanan menghentikan dua orang yang mendekati perbatasan selatan (dengan Mesir),” kata seorang juru bicara kementerian dalam negeri di wilayah yang dikuasai Hamas tersebut.

“Salah satu dari mereka meledakkan dirinya, membuatnya terbunuh, melukai yang lain dan sejumlah petugas keamanan.”

Sebuah pernyataan Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Saksi mata mengatakan ratusan pasukan keamanan dikerahkan di sepanjang perbatasan setelah ledakan tersebut, yang terjadi di dekat perbatasan selatan Gaza dengan Mesir.

Sumber keamanan Gaza mengatakan mereka yakin penyerang itu adalah seorang militan.

Hamas telah menjalankan Gaza selama satu dekade namun sering dikritik oleh kelompok militan di jalur tersebut.

Ini adalah pertama kalinya seorang Palestina meledakkan dirinya melawan pasukan keamanan Gaza, Hamas.

Mesir menuduh Hamas memberikan dukungan diam-diam bagi pemberontakan IS di Sinai Utara. Memperkuat klaim tersebut, pejabat Hamas telah meningkatkan keamanan di pos pemeriksaannya.