Berita Terkini

Qatar dan Hembusan Kejayaan Islam di Piala Dunia 2022

Oleh: Jumi Yanti Sutisna

Wajah piala dunia 2022 yang di gelar sejak 20 November lalu di Qatar berbeda dari wajah piala dunia sebelum-sebelumnya. Menghenyakkan banyak wajah-wajah manusia, bukan hanya wajah pencinta bola akan tetapi bukan pencinta bola pun kali ini tertarik mengikuti dan membicarakan piala dunia. Hal ini disebabkan keberanian Qatar menunjukkan jati dirinya sebagai tuan rumah piala dunia 2022.

 

Qatar mengalahkan Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang dan Australia dalam pemungutan suara dari 22 anggota eksekutif FIFA untuk memilih tuan rumah Piala Dunia 2022. Qatar akhirnya terpilih sebagai negara Islam pertama yang menjadi tuan rumah perhelatan besar Piala Dunia sejak event ini diadakan pada tahun 1930.

 

Qatar sempat diisukan menyuap petinggi FIFA sebesar Rp54,2 miliar untuk menjadi tuan rumah event akbar ini, namun akhirnya tidak terbukti setelah dilakukan penyidikan selama dua tahun, dan negara Islam ini akhirnya tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 karena dianggap telah memenuhi kriteria FIFA untuk menyelenggarakan Piala Dunia.

 

Jati diri sebagai muslim inilah yang ditunjukkan Qatar yang kemudian menghenyakkan banyak wajah manusia, jati diri yang tentu sangat berbeda dengan kultur negara non muslim yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebelum-sebelumnya.

 

Memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah, Qatar pun menyiapkan banyak hal untuk mensyiarkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin, rahmat bagi seluruh alam, demi menepis Islamophobia yang merebak di sebagian besar penduduk bumi.

 

Sejak hari pertama dipembukaan Piala Dunia 2022, Qatar sudah memberi suasana yang sangat berbeda, lantunan ayat suci Al-Quran sebagai ayat suci muslim telah membuka perhelatan bergengsi di dunia ini, dimana surat Al-Quran yang dibaca adalah surat Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam kondisi yang berbeda latar belakang dan suku. Hal ini dinilai sangat sesuai dengan tema Piala Dunia yaitu menyatukan seluruh bangsa. Dari hal ini Qatar telah berhasil memperkenalkan jati diri muslim yang menginginkan antara satu dengan yang lain untuk saling mengenal, menepis Islamophobia yang menggambarkan muslim sebagai teroris dan anti non muslim.

 

Disetiap sudut stadion pun terdapat hadist Nabi yang mengenalkan keindahan akhlak Islam. Mikrofon pun disediakan di stadion untuk adzan dan Qatar pun memilih muadzin bersuara merdu. Tempat wudhu dan shalat pun tersedia, tidak seperti event piala dunia sebelumnya. Dan yang lebih menghenyakkan, Qatar melakukan pelarangan mabuk, seks dan LGBT. Tentu hal ini menimbulkan pro dan kontra dan menjadi perbincangan yang santer dikalangan pencinta bola hingga bukan pencinta bola. Apalagi saat petugas stadion dengan tegas melarang suporter menggunakan atribut pelangi memasuki stadion.

 

Negara-negara non muslim Eropa tunduk pada peraturan tegas sang tuan rumah, meski beberapa seperti Jerman, Inggris dan Denmark melayangkan protes dan mengancam akan meninggalkan FIFA selaku otoritas sepak bola dunia.

 

Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, menjelang kick off Piala Dunia 2022, tujuh negara menulis surat kepada FIFA untuk menjelaskan alasan mereka ingin menggunakan ban kapten pelangi untuk mendukung hak LGBT. Namun, FIFA tidak mampu menampung aspirasi ketujuh anggota itu, FIFA gagal melobi pemerintah Qatar yang dengan tegas menolak segala bentuk kampanye LGBT yang terlarang dinegaranya dan FIFA merespon keinginan pemerintah Qatar dengan memberikan ancaman langkah disipliner oleh FIFA bagi yang melanggar aturan tuan rumah.

 

Kapten Inggris yang semula ngotot akan mengenakan ban kapten pelangi akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya. Semriwing angin kejayaan Islam berpuluh tahun lalu pun berhembus di Piala Dunia 2022. Para peserta Piala Dunia 2022 tidak berkutik untuk tidak mengikuti peraturan pemerintah Qatar di Piala Dunia 2022.

 

Namun mereka  pendukung LGBT tak putus asa melayangkan protesnya terhadap pelarangan atribut LGBT di Piala Dunia 2022, melalui gimmick tutup mulut saat  berfoto bersama sebelum pertandingan Jerman melayangkan aksinya kepada pemerintah Qatar dan FIFA. Hingga gimmick tersebut mendapat dukungan influencer Indonesia Gita Savitri Devi yang trending di twitter dengan pernyataan ‘stunting’nya.

 

Tidak putus asa sampai disitu, 7 negara pendukung LGBT itu pun mengancam meninggalkan FIFA jika larangan tetap diberlakukan. Hingga kabarnya, jumat lalu (25/11/2022), FIFA mulai melunak dan memperbolehkan atribut pelangi ada di Piala Dunia, hingga 7 negara pendukung meminta jaminan kepada FIFA jika ada pelarangan di lapangan.

 

Namun demikian, Piala Dunia Qatar telah memberi hembusan angin segar gambaran kejayaan Islam, bahwa sesungguhnya Islam mampu kembali berjaya dengan khariswa dan wibawanya, terbukti Qatar sejak menjelang event hingga berlangsungnya Piala Dunia 2022 saat ini dikabarkan menghasilkan lebih dari 1000 orang memutuskan untuk mualaf.

 

Mudzakarah Ulama di Situbondo Bahas Persoalan Haji

SITUBONDO(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama menggelar Mudzakarah Perhajian Indonesia tahun 2022. Mengangkat tema “Bipih dan Keberlangsungan Penyelenggaraan Ibadah Haji”, mudzakarah berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo.

Hadir, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah KH R Ahmad Azaim Ibrahimy, KH Afifuddin Muhajir, Staf Khusus Menag Bidang Ukhuwah Islamiyah dan Moderasi Beragama Ishfah Abidal Aziz, sejumlah Ulama yang tergabung dalam konsultan haji 2022, pejebat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), serta para Kanwil Kemenag Provinsi dan Kabid PHU dari seluruh Indonesia.

Direktur Bina Haji Ditjen PHU Arsad Hidayat mengatakan mudzakarah digelar dalam rangka merespon dinamika penyelenggaraan haji, khususnya setelah Saudi menerbitkan kebijakan untuk menaikkan biaya Masya’ir pada musim haji 2022 dengan jumlah signifikan, mencapai Rp23juta per jemaah.

Kebijakan tersebut, kata Arsad, perlu direspon dalam dua perspektif. Pertama, perspektif tata kelola keuangan untuk keberlangsungan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

Kedua, perspektif agama berkenaan dengan konsep istitha’ah. Sejumlah ulama yang hadir antara lain: KH Mustofa Aqiel dan KH Faiz Syukron Ma’mun.

“Untuk menajamkan target mudzakarah, akan ada penyampaian materi dari pakar bidang keuangan haji dan materi terkait istitha’ah dan pendanaan haji dari perspektif ahli agama,” terang Arsad saat memberikan sambutan pada pembukaan Mudzakarah Perhajian Indonesia di Situbondo, Senin (28/11/2022).

“Hasil mudzakarah ini akan dijadikan untuk membuat kebijakan yang terkait dengan pembiayaan jemaah haji 2023,” sambungnya.

Mudzakarah Perhajian akan berlangsung tiga hari, 28 – 30 November 2022. Selain para pejabat dan unsur Kemenag, hadir juga perwakilan ormas Islam.

MUI Ajak Seluruh Elemen Umat Islam Bantu Korban Gempa Cianjur

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas terjadinya musibah gempa bumi dengan pusat di Barat Daya Kabupaten Cianjur dengan skala 5,6 SR.

Gempa ini dirasakan kuat mengguncang wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor hingga DKI Jakarta.

“Saya menyampaikan belasungkawa duka yang medalam atas musibah gempa pada hari ini, semoga korban meninggal dunia diberikan maghfiroh dan korban terdampak gempa diberikan kesabaran, ketabahan,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, Senin (21/11/2022)

Kiai Marsudi mengajak organisasi sosial keagamaan baik dari pusat sampe daerah bergandengan tangan untuk memberikan bantuan.

“Saudara kita di Cianjur dan sekitarnya sedang berduka, sedang mengalami musibah, mari kita bantu agar dapat meringankan deritanya,” ujar Kiai Marsudi

MUI, kata dia, melalui LPB MUI berupaya akan turut membantu para korban terdampak bencana gempa bumi, semoga bersama yang lainnya ini bisa membantu para korban.

Lebih lanjut Kiai marsudi berpesan bahwa kita dianjurkan menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup adalah dengan bersabar, karena Allah SWT akan memberi pahala besar sebagai imbalannya.

Kiai Marsudi menukilkan firman Allah SWT dalam QS Al-Qashash ayat 54 :

أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا

Artinya: “Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.”

“Iya sabar, semoga Allah SWT memberikan pahala berlimpah atas kesabarannya, dan memudahkan segala urusannya,” tutupnya. (mui)

 

Forum H20 Harus Konkretkan Program Pengembagan Industri Halal

SEMARANG(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menggelar Forum Halal 20 (H20) di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang dibuka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini menjadi bagian dari gelaran akbar G20.

“Halal20, sebagai bagian dari rangkaian Presidensi Indonesia dalam G20, harus mampu membuahkan capaian-capaian konkret,” kata Wapres Ma’ruf Amin, di Semarang, Kamis (17/11/2022).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan pentingnya kerja sama internasional terkait jaminan produk halal. Menurutnya, saling pengakuan dan keberterimaan jaminan produk halal menjadi suatu kebutuhan.

Tidak sekadar untuk meraih peluang di pasar halal global, tetapi juga untuk memikul tanggung jawab bersama dalam memberikan jaminan kehalalan produk kepada konsumen di berbagai belahan dunia.

“Inilah yang menjadikan penyelenggaraan acara Halal20 sangat strategis dan relevan. Indonesia terus berkomitmen mengembangkan dan memperkuat kerja sama pasar halal global, baik dengan negara-negara anggota G20, maupun negara-negara tujuan ekspor Indonesia lainnya,” ujar Ma’ruf.

Untuk mewujudkan hasil konkret,  Wapres Amin menggarisbawahi tiga hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan H20. Pertama, Halal20 harus dioptimalkan untuk mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.

“Saya mendorong BPJPH dan para perwakilan Lembaga Halal Luar Negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terkini dalam penyelenggaraan jaminan produk halal,” tuturnya.

Kedua, kerja sama saling pengakuan dan saling keberterimaan sertifikat halal perlu ditindaklanjuti serta ditambah cakupannya. “Secara khusus, saya mengapresiasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani antara BPJPH dengan sejumlah lembaga halal luar negeri. Ini adalah langkah awal yang sangat baik menuju jaminan produk halal secara holistik dan berkelanjutan. Saya harap kerja sama serupa semakin terjalin di banyak negara,” imbuh Wapres.

Ketiga, kerja sama pengembangan jaminan produk halal antarnegara agar terus diperluas. Menurutnya, jaminan produk halal tidak hanya soal sertifikasi, tetapi juga soal teknologi, sumber daya manusia atau SDM, dan sarana prasarana.

“Untuk memastikan terwujudnya produk halal unggul, inovatif, dan berdaya saing, kerja sama pengembangan teknologi harus diperkuat, baik antarlembaga, maupun antarnegara,” pesan Wapres.

Gelaran H20 berlangsung selama tiga hari mulai 17-19 November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 279 partisipan yang berasal dari 44 negara. Tampak hadir dalam pembukaan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Kepala BPJPH M. Aqil Irham.

Turut hadir pula sejumlah tokoh seperti Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Perwakilan Duta Besar negara sahabat, serta perwakilan Lembaga Pemeriksa Halal.

 

Kongres Ulama Perempuan Indonesia Digelar

SEMARANG(Jurnalislam.com)–  Peranan perempuan semakin penting dalam menopang keluarga, masyarakat, dan bangsa, terlebih lagi karena jumlah perempuan dan laki-laki di Indonesia seimbang dan sama-sama didominasi usia produktif.

“Semangat keislaman, nasionalisme, kemanusiaan dan integritas ulama perempuan terdahulu sepatutnya terus kita kobarkan seiring semakin beratnya tantangan masa depan bangsa,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada acara Konferensi Internasional “The Role of Women Ulama in Preserving the Nationality, Humanity, and Integrity” Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Rabu (23/11/2022).

Dalam acara yang diselenggarakan di UIN Walinsongo Semarang tersebut, Wapres menuturkan bahwa ulama perempuan sudah menjadi penggerak dalam kemajuan peradaban pada masa sejarah perkembangan agama Islam, khususnya melalui ilmu pengetahuan.

“Sejak dahulu, ulama perempuan melaksanakan begitu banyak kerja kebaikan dengan penuh integritas, bagi keluarga dan masyarakat, khususnya dalam dakwah dan penyemaian ilmu pengetahuan,” ungkap Wapres

Lebih lanjut, Wapres memberikan pesan agar KUPI dapat berperan dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui dakwah yang memajukan umat.

“Saya berharap, melalui KUPI, seluruh ulama perempuan mengambil bagian dalam jihad digital, baik dalam dakwah untuk menangkal konten-konten yang kontraproduktif bagi kemajuan umat, maupun dalam program pemberdayaan masyarakat,” pesan Wapres.

Dalam konteks kebangsaan, lanjut Wapres, peran ulama perempuan sangat strategis dalam menjaga dan memelihara paham ahlussunnah waljamaah dengan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).

“Karakteristik perempuan dapat menjangkau ruas-ruas yang rentan akan infiltrasi radikalisme, seperti generasi muda dan lingkungan sesama perempuan,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap para ulama perempuan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan peradaban masyarakat.

“Inilah saatnya ulama perempuan memantapkan kontribusinya dalam mewujudkan peradaban umat manusia yang damai, maju secara berkeadilan dan bekelanjutan,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Country Representative of AMAN (the Asian Muslim Action Network) Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah melaporkan bahwa acara ini juga dihadiri peserta dari 31 negara, antara lain dari  Afganistan, Australia, Belgia, Mesir, Prancis, Jerman, Hongkong, India, Irak, Jepang, Kenya, Malaysia, Belanda, Nigeria, Pakistan, Filipina, Puerto Rico, Singapura, Sri Lanka, Swedia, Britania Raya, dan Amerika Serikat.

“Kongres ini akan terdiri dari tiga bagian. Pada bagian pertama, KUPI akan berbagi tentang pengalaman Indonesia dalam membangun peradaban di bawah kepemimpinan ulama perempuan,” urainya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sesi kedua akan berisi presentasi dari para panelis, sedangkan sesi ketiga akan berisi diskusi berkelompok untuk membahas rencana untuk memajukan peradaban muslim dan gerakan ulama perempuan.

Hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Imam Taufiq.

 

Wahdah Islamiyah Turunkan Relawan dan Buka Posko Respons Gempa Cianjur

CIANJUR(Jurnalislam.com) – Wahdah Islamiyah dirikan posko kemanusiaan satu hari pasca terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur, Senin (21/11/2022). Posko Bantuan tersebut untuk memberikan bantuan kepada korban yang terdampak bencana.

 

Posko ini merupakan gangan antara relawan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ), Wahdah Peduli, dan DMC IKATEK-UNHAS.

 

Pendirian Posko Bantuan dipimpin langsung oleh Kordinator Relawan Irfan Cahaya Gumilang. Menurutnya, lokasi yang dipusatkan di kawasan Rancagoong, Kec. Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini sangat strategis, yang sangat dekat dengan jalan utama.

 

“Hari ini kita dapatkan lokasi, yang ke depannya akan dijadikan posko satuan. Sore tadi satu unit bantuan logistik sudah kita drop ke sini, dna teman-teman masih akan berembug memetakan lokasi pendistribusian beberapa hari ke depan,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

 

Sampai hari ini, jumlah korban yang dilaporkan sebanyak 261 orang yang tersebar di 16 Desa.

 

Ini Doa Ketika Hadapi Bencana dan Gempa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Hari ini, pada Senin (21/11/2022) tepatnya pukul 13.21 WIB gempa bumi bermagnitudo (M) 5,6 dirasakan warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bencana alam, seperti gempa bumi merupakan musibah dan ujian dari Allah SWT kepada manusia. Hendaknya seorang Muslim yang tertimpa musibah bersabar, tawakkal, dan berdoa kepada Allah SWT.

Sementara bagi yang tidak terdampak, seyogyanya membantu baik secara materil maupun non-materil serta turut mendoakan saudaranya yang tertimpa musibah.
Adapun doa yang dapat dibaca ketika menghadapi musibah adalah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ اؤْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“Inaa lillahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma`jurnii fii mushiibati wa akhlif lii khairan minhaa.”

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya”. Rasulullah SAW bersabda:

ما مِن مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ، فيَقولُ ما أمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156]، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي في مُصِيبَتِي، وأَخْلِفْ لي خَيْرًا مِنْها، إلَّا أخْلَفَ اللَّهُ له خَيْرًا مِنْها

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu dia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, (redaksi doa di atas), melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.” (HR Muslim no 1525)

Doa lainnya, Imam Nawawi menyebutkan dalam kitabnya al-Adzkar, bahwa Rasulullah SAW mengajarkan Sayyidina Ali sebuah doa yang dibaca ketika menghadapi kesulitan ataupun bencana agar Allah SWT menghilangkan bencana tersebut. Doa yang dimaksud sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ.

“Bismillahirrahmanirrahim wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.”

“Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Tiada daya dan kekuatan (bagi kami) melainkan hanya dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar, Daarul Fikr, hal 123)

Doa gempa

Terkhusus gempa bumi, terekam dalam Alquran bahwa Nabi Musa memanjatkan doa ketika kaumnya tertimpa bencana gempa bumi :

رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ. وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

“Rabbi lau syi’ta ahlaktahum min qablu wa iyyaya, atuhlikunaa bimaa fa’alas-sufahaau minnaa, in hiya illa fitnatuka tudhillu bihaa man tasyaau wa tahdhi man tasyaa, anta waliyyuna faghfir lanaa warhamnaa, wa anta khairul-ghaafirin, waktub lanaa fiii haadzihid-dunya hasanatan wa fiil-akhirat inna hudna ilaika”

“Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki.

Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS Al-Araf [7]: 155-156)

Demikian doa-doa yang dapat dibaca ketika menghadapi musibah atau bencana alam, seperti gempa bumi dan lainnya. Wallahu a’lam.

 

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Gelar Silaturahim Bisnis

KALIMANTAN BARAT(Jurnalislam.com)– Dengan penduduk muslim lebih dari 85%, potensi berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. SGIE Report 2022 mencatat, Indonesia meraih peringkat ke-4 dalam Global Islamic Economy Indicator. Oleh karena itu, untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam, pengusaha-pengusaha muslim Indonesia, perlu menyiapkan langkah-langkah strategis.

“Langkah pertama adalah mendorong pengembangan produk halal, utamanya bagi produk pangan yang dihasilkan UMKM,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika meresmikan Pembukaan Silaturahmi Bisnis (Silabis) ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI), di Diamond Ballroom, Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11/2022).

Lebih jauh Wapres menilai, ISMI berkesempatan besar menjadi agen penggerak (muharrik) bagi UMKM pangan halal.

“Kita menargetkan akses UMKM terhadap pasar akan terbuka luas, seiring dengan hadirnya produk yang lebih berkualitas dan kompetitif,” ungkapnya.

Langkah kedua, Wapres menekankan, pengembangan produk halal, dorongan inovasi dan transformasi ekonomi digital juga tidak kalah penting, termasuk bagi UMKM.

“Kapasitas UMKM harus terus ditingkatkan melalui pendampingan. Pendampingan dapat mencakup pembiayaan, pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, juga kepemimpinan dan pelibatan perempuan dan kaum muda,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, sambung Wapres, adalah penguatan kerja sama kemitraan. Kemitraan akan mendorong kolaborasi untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat, sekaligus menyejahterakan umat.

Wapres melihat, hal ini sejalan dengan konsep pemberdayaan ekonomi umat yang dibangun dengan prinsip keseimbangan.

“Artinya, kegiatan ekonomi usaha besar dapat bergandengan dengan kegiatan usaha yang kecil,” ucapnya.

Terakhir, Wapres berpesan, berbagai kegiatan ISMI agar berorientasi pada upaya menumbuhkan semangat dan kebanggaan untuk berwirausaha, khususnya untuk merangkul generasi muda. Semakin banyak pelaku usaha tumbuh di kalangan muslim, semakin lebar jalan menuju pemerataan kesejahteraan.

“Melalui kegiatan silaturahim bisnis ini, saya harap tidak hanya tergali spirit dan kebanggaan berwirausaha dari para pelaku usaha. Namun, juga tumbuh tekad kuat untuk terus meneladani sifat jujur dan amanah dalam berdagang, sebagaimana dicontohkan oleh Siti Khadijah RA dan Rasulullah Muhammad SAW,” imbaunya.

Selain itu, Wapres juga berharap, forum ini menjadi momentum bagi para pengusaha muslim, untuk terus bersinergi menggerakkan aktivitas ekonomi syariah, melalui pemberdayaan ekonomi umat.

“Begitu pula dengan groundbreaking hotel dan pabrik pengolahan tanaman hortikultura yang akan diresmikan, serta beroperasinya klinik rawat jalan, kiranya semakin menegaskan kontribusi nyata ISMI dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung sektor pariwisata, dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” pesan Wapres.

“Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pembukaan Silaturahmi Bisnis Nasional ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia, Groundbreaking Hotel Amanda, dan Pabrik Pengolahan Tanaman Hortikultura “Khatulistiwa Global Food”, saya nyatakan diresmikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ISMI Ilham Akbar Habibie menyampaikan bahwa fokus program ISMI adalah UMKM, karena 99 persen lapangan kerja di Indonesia adalah UMKM. Selain itu, UMKM juga merupakan tulang punggung Indonesia di sektor ekonomi.

Ilham pun mengajak para pengusaha yang tergabung dalam ISMI, untuk mendukung UMKM dengan berorientasi pada teknologi dan inovasi, agar produk-produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah.

“Teknosat, teknologi, inovasi dan kewiraswastaan, itu adalah satu mata rantai yang tidak boleh terputus. Dari situ perlu adanya kerja sama antara universitas, dimana teknologi bisa dikembangkan, bersama usaha-usahanya, dicari inovasi-inovasi, menemukan solusi tarhadap tantangan yang kita butuhkan di lapangan,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalbar Sutarmidji, Ketua Majelis Pengurus ISMI Kalbar Sukiryanto, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan jajaran Pengurus ISMI dari seluruh Indonesia.

 

Lembaga Zakat Sediakan Ambulans untuk Korban Gempa Cianjur

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Organisasi Pengelola Zakat anggota Forum Zakat menyediakan 31 unit ambulan gratis untuk penanganan korban bencana gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi kemarin, Senin (21/11/2022) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Anggota Forum Zakat langsung bergerak ke berbagai titik lokasi terdampak gempa dengan terus melakukan koordinasi cepat dan evakuasi di titik-titik banjir. Kami juga merilis kontak ambulan agar bisa diakses oleh siapapun yang membutuhkan,” kata Ketua Bidang Kerjasama dan Sinergi, Zainal Abidin.

Warga Cianjur yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan terus bertambah. Sementara untuk pengungsi mencapai 7.060 jiwa yang tersebar di beberapa titik. Selain itu, tercatat sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, 33 unit rumah rusak sedang, dan 59 rumah rusak berat.

Saat ini, menurut Zainal, sudah ada 47 lembaga anggota Forum Zakat yang turun ke lokasi bencana.

“Dalam proses penanganan ini, kami terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat baik terkait dengan pendataan jumlah korban jiwa juga kebutuhan mendesak agar tidak terjadi penumpukan bantuan sehingga bantuan tersebar merata,” lanjut Zainal.

Kebutuhan yang mendesak meliputi Ambulance dan Layanan Medis, Emergency Shelter Kit (tennda, terpal, selimut, alas tidur, sarung, alat penerangan), Obat-obatan, Makanan siap saji, dan Air mineral.

”Kami berharap doa dari masyarakat semoga tak ada bencana susulan, sehingga baik warga Cianjur maupun relawan yang bertugas selamat dan bisa segera fokus pada tahap recovery,” ungkapnya.

 

MUI Minta Dewan Pengawas Syariah LAZ Ikuti Aturan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, mengingatkan agar pengelola Lembaga Amil Zakat (LAZ) tidak sembarangan menetapkan mengambil 30 persen dana zakat, infak, maupun sedekah dengan dalih amil.

“Walaupun kita membaca kitab banyak ungkapan tentang amil boleh mengambil 30 persen, tetapi kita tetap perlu mengacu pada fatwa karena tentu banyak perbedaan pendapat, ” ungkapnya Rabu (16/11/2022) saat memberikan sambutan Muntaha Sanawi ke-2 Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat (DPS LAZ) di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Dia menyampaikan, tanggung jawab pengelolaan zakat Indonesia sesuai syariat di masa depan ada pada tangan DPS LAZ. Saat ini, kata dia, perkembangan zakat di Indonesia mungkin belum maksimal. Namun, bila di masa depan semakin berkembang, maka tanggung jawab besar ada di pundak DPS LAZ. DPS LAZ ini yang memeriksa aspek kesyariahan dan tata kelola yang baik dalam pengelolaan LAZ.

“Tapi sampaikan juga ke pimpinan LAZ, tidak sekadar DPS nya kalau bisa yang hadir, manajemennya juga perlu diundang, biar ketika berkumpul di sini tumbuh ghirah bersama,” ujarnya.

 

Menurut Kiai Marsudi, zakat bisa menjadi solusi menghadapi resesi. Sebab, kata dia, zakat mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Dia menilai, dampak konflik Rusia dan Ukraina sedikit banyak akan dirasakan Indonesia. Keberadaan zakat ini, akan meningkatkan sisi demand sehingga kemudian terjadi tumbuh sisi supply (penawaran).

 

“Zakat, infak, dan sedekah ini di dalam ekonomi termasuk demand side (sisi permintaan), kita perlu meningkatkan demand dulu baru kemudian supply akan tumbuh, pemerintah perlu meningkatkan sisi demand ini untuk menumbuhkan ekonomi dan mengurangi dampak buruk konflik maupun resesi ekonomi,” ujar Kiai Marsudi.

Untuk meningkatkan peran zakat tersebut, Kiai Marsudi menerangkan, perlu pengelolaan zakat yang lebih serius. Selama ini, dia mencontohkan, masih ada pencatatan ganda terkait realisasi zakat sehingga data yang ada belum menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Syukur-syukur kalau kita mempunyai data pengelolaannya, sehingga muncul laporan yang terpercaya, agar nantinya data terkait zakat benar-benar memperlihatkan kondisi zakat di Indonesia. Kalau ternyata realisasinya masih kurang banyak, berarti pemerintah kurang sosialisasinya,” ujarnya.

“Untuk pengelolaan zakat ini, mari kita jalin kerja sama antara MUI, Pemerintah, LAZ, dan masyarakat umum sehingga tidak serampangan bikin fatwa sendiri yang menetapkan 30 persen, ” imbuhnya.