Berita Terkini

Mudzakarah Perhajian Indonesia Rekomendasikan Penyesuaian Biaya Perjalanan Haji

SITUBONDO(Jurnalislam.com) — Mudzakarah Perhajian Indonesia tahun 2022 merekomendasikan adanya penyesuaian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Penyesuaian diperlukan seiring terus membesarnya penggunaan nilai manfaat dana operasional haji.

Demikian salah satu diktum rekomendasi yang dibacakan oleh Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy pada penutupan mudzakarah.

“Mengingat besarnya penggunaan nilai manfaat dana haji pada operasional haji tahun 1443 H/2022 M, untuk keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji ke depan dan pemenuhan syarat istitha’ah, maka perlu penyesuaian biaya perjalanan ibadah haji (Bipih),” ujar KH R Ahmad Azaim membacakan butir rekomendasi di Situbondo, Selasa (29/11/2022).

Selain itu, mudzakarah juga merekomendasikan larangan penggunaan dana talangan. “Tidak mentolerir penggunaan dana talangan dan segala bentuk pembiayaan haji yang bertentangan dengan pemenuhan kaidah istitha’ah dan menjadikan daftar antren haji semakin panjang,” sebut KH R Azami Ibrahimy.

Forum yang dihadiri para ulama, akademisi, pimpinan ormas Islam, serta para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi ini meminta pemerintah untuk menyosialisasikan kebijakan penyelenggaraan haji dengan melibatkan stakeholder terkait.

Rekomendasi ini ditandatangani secara simbolis oleh tujuh perwakilan peserta. Mereka yang bertanda tangan adalah Dr KH Miftah Faqih (PBNU), Dr KH Faisol Masar (Al Irsyad), Dr KH Aay Muhammad Furqon (Persis), Dr H Masmin Afif (Kakanwil Kemenag DIY), Drs H A Rijal, MPd (Kabid PHU Kanwil Aceh), Dr H Muallif M.Pd (Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi NTB), dan KH Agus Salim (Forum Komunikasi KBIHU). Usai penutupan, Rekomendasi ini juga ditandatangani oleh seluruh peserta mudzakarah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menyambut baik rekomendasi Mudzakarah Perhajian Indonesia 2022 yang mengangkat tema “Bipih dan Keberlanjutan Penyelenggaraan Ibadah Haji” ini. Hilman berkomitmen untuk mengimplementasikan diktum yang telah direkomendasikan.

“Kami di Kemenag akan semakin percaya diri untuk memperjuangkan rumusan yang telah direkomendasikan agar bisa diimplementasikan dalam bentuk kebijakan yang lebih operasional,” tegasnya.

Berikut Rekomendasi Mudzakarah Perhajian Indonesia 1444 H/2022 M

Untuk dapat terselenggaranya pelaksanaan ibadah haji yang lebih baik dan berkualitas, kami seluruh peserta mudzakarah perhajian Indonesia 1444 H/2022 M merekomendasikan:

  1. Pemerintah melakukan persiapan haji 1444 H/2023 M lebih dini, baik dalam penyiapan layanan maupun pembinaan manasik kepada jamaah haji;
  2. Meningkatkan layanan kepada jamaah haji dengan inovasi program dan perbaikan kualitas pelayanan, baik pelayanan umum, bimbingan ibadah maupun kesehatan;
  3. Pemerintah melakukan perbaikan kualitas kecakapan petugas haji secara menyeluruh melalui proses seleksi berbasis kompetensi;
  4. Mendorong pemerintah untuk mengupayakan dikembalikannya kuota normal pada penyelenggaraan haji tahun 1444 H/2023 M dalam rangka mengurangi panjangnya antrean haji (waiting list);
  5. Untuk melindungi dan menjamin pelaksanaan pembayaran DAM sesuai ketentuan fikih, maka pemerintah perlu mengatur pembayaran tersebut melalui lembaga yang ditunjuk;
  6. Memberikan perhatian khusus kepada jamaah haji lansia untuk mendapatkan prioritas keberangkatan dalam rangka mengurangi risiko penarikan setoran awal BIPIH;
  7. Tidak mentolerir penggunaan dana talangan dan segala bentuk pembiayaan haji yang bertentangan dengan pemenuhan kaidah istitha’ah dan menjadikan daftar antren haji semakin panjang;
  8. Mengingat besarnya penggunaan nilai manfaat dana haji pada operasional haji tahun 1443 H/2022 M, untuk keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji ke depan dan pemenuhan syarat istitha’ah maka perlu penyesuaian biaya perjalanan ibadah haji (Bipih);
  9. Dalam rangka penyampaian informasi yang benar dan komprehensif terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah kepada masyarakat, maka pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara masif dengan melibatkan stakeholder terkait.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Sumberejo Banyuputih Situbondo Jawa Timur

Selasa, 29 November 2022

 

 

 

Densus 88 Tangkap M Tanpa Proses Jelas, TASNIM Sukoharjo Dampingi Keluarga Cari Keadilan

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)– Tim Advokasi Nahi Mungkar (TASNIM) Muhammad Aminudin, SH mendapingi keluarga untuk meminta kejelasan terkait proses penangkapan seorang tokoh agama yang dikenal baik di di komunitas masjid di Parangjoro Grogol Sukoharjo.

 

Menurut Muhammad Aminudin, terkait penangkapan M oleh Densus 88, pihak keluarga merasa belum menerima surat penangkapan dan surat penyitaan dari Densus 88. Terlebih lagi keluarga belum mengetahui tentang proses hukum yang sedang terjadi pada M.

 

Karenanya, TASNIM mendesak Densus 88 untuk menyerahkan surat penangkapan dan penyitaan barang kepada keluarga serta menjelaskan kepada masyarakat terkait proses hukum yang sedang menimpa M warga Parangjoro Grogol Sukoharjo

 

“Meminta kepada Komnas HAM dan Kadiv Propam Mabes Polri untuk mengawal proses penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan Densus 88 untuk menghindari pelanggaran HAM maupun pelanggaran hukum lainnya,” tambah Muhammad Aminudin dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, (Jumat, 2/12/2022).

 

Ia juga meminta kepada Densus 88 untuk memberikan kebebasan memilih penasihat hukum dalam perkara terorisme.

MUI Ajak Umat Islam Rawat Bangsa dan Negara Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, mengajak segenap elemen masyarakat terutama umat Muslim untuk Kita harus merawat negara dan bangsa ini.

“Kita harus merawat negara dan bangsa ini. Apa yang kurang baik perlu diperbaiki dan yang sudah baik perlu ditingkatkan lagi,” kata dia saat menyampaikan pidato kunci dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-IV Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Kiai Marsudi menyebutkan banyak negara Islam yang mengalami perang. Indonesia bisa menjadi contoh perdamaian. Banyak negara yang iri dengan Indonesia.

“Indonesia punya budaya kumpul-kumpul dan itu tidak dimiliki mereka. Mereka ingin belajar kepada Indonesia,” kata dia.

Dia mengakui, meski suasana mulai memanas jelang Pemilu 2024, namun kita punya bekal yang baik sehingga kita bisa melewatinya dengan baik. Dia pun mengajak agar umat Muslim berada di posisi tengah.

Menurut dia, Allah SWT menciptakan Muslim sebagai umat yang wasatha (tengah, adil, seimbang). Umat wasatha mencakup semua nilai kehidupan, termasuk politik kebangsaan.
Ulama-ulama dulu sebelum kemerdekaan berdiskusi tentang bentuk negeri ini. Mereka sepakat, urusan negara dan kepemimpinan dilakukan dengan cara musyawarah dan ridha.

“Ada satu pertanyaan yang harus dijawab, yaitu ‘Apakah saya berbangsa dan bernegara di NKRI yang menjadikan UUD 1945 dan Pancasila sudah sesuai dengan ajaran agama saya?’ Pertanyaan itu akan muncul terus di generasi kita dan selanjutnya,” ujar Kiai Marsudi.

Dia menyatakan, ada banyak konsep dan model berbangsa dan bernegara. Ada yang ekstrem kanan (sosialis) dan ada ekstrem kiri (kapitalis).

Sementara, kata Kiai Marsudi, ulama dan para pendiri bangsa zaman dulu telah memilih titik tengah. Mereka menyatukan nilai-nilai yang tetap dan yang berubah dengan al-tathawwur (perkembangan) sehingga menjadi sebuah negara bangsa.

Menurut dia, para ulama dan para pendiri bangsa sepakat negara Indonesia berdasarkan syura dan ridha. Maka dibentuklah DPR, MPR, DPD, dan lainnya.

Ketua LPBKI-MUI, Endang Soetari, mengatakan Silatnas yang mengangkat tema “Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah” in menjadi forum diskusi antara LPBKI dan pemangku kepentingan.

“Kita menjalin MoU dengan kampus, pegiat Islamic fashion (IRD dan UIK). Islamic fashion menjadi bagian penting dalam pengembangan Islam wasathiyah,” kata dia di arena Silatnas Hotel Redtop Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Dia menjelaskan di antara tugas LPBKI-MUI adalah pentashihah dan penerbitan buku dan konten keislaman, serta perwakafan Alquran dan buku-buku.

Di samping itu, kata dia, pihaknya juga melakukan pengelolaan perpustakaan, sosialisasi, pelatihan, dan bimbingan. Selain itu, LPBKI juga melakukan tashih alat peraga pendidikan dan fashion Islam.

Endang menambahkan, LPBKI-MUI telah melakukan sejumlah kegiatan literasi antara lain diskusi dengan KH Said Aqil Husain Al-Munawwar, workshop literasi Islam di Pesantren Al-Wathoniyah Jakarta, dan lainnya. “Berbagai kegiatan ini akan kita galakkan dan kita akan merancang program-program ke depannya,” ujar dia.

 

Guru Ngaji Satu-satunya Wafat Karena Gempa, Warga Kampung Pasir Angin Tetap Semangat Mengaji Bersama Relawan

CIANJUR (Jurnalislam.com)—Suatu petang, Rabu (30/11/2022) sekitar 30 anak-anak di Kampung Pasir Angin Desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur berlarian riang menuju masjid darurat yang didirikan warga bersama para relawan.

Laki-laki bersarung dan berpeci, perempuan nampak anggun dengan jilbabnya, mereka pamit kepada orangtuanya dari tenda-tenda pengungsian untuk pergi mengaji di masjid beratap terpal berukuran 6×6 m yang dibuat di halaman Masjid Jami Ar-Arahman Pasir Angin.

Sudah sepekan lebih sejak musibah gempa terjadi mereka tidak mengaji. Selain karena rumah-rumah dan masjid mereka yang rusak berar, gempa M 5,6 itu juga telah merenggut guru ngaji mereka yang menjadi satu-satunya korban meninggal dunia di Kampung Pasir Angin akibat tertimpa reruntuhan rumah.

“Biasana mah osok ku Ustadz Acep, tapi kan ayenamah tos ngantunkeun (Biasanya sama Ustadz Acep, tapi kan sekarang sudah meninggal),” ujar salah satu anak yang tampak tak kuasa menahan kesedihannya.

Pengajian anak-anak di Kampung Pasir Angin biasa digelar setelah maghrib sampai Isya. Dari mulai belajar membaca Al-Quran, muroja’ah hafalan, hingga kajian-kajian ringan, semuanya dilalukan sendiri oleh almarhum Ustad Acep.

“Ya, kami ingin memulai lagi kegiatan pengajian anak-anak yang telah diasuh oleh almarhum dengan harapan bisa dilanjutkan oleh warga ketika kami sudah pulang,” kata Ustadz Taufik Hadi, relawan asal Sukabumi yang mengisi kegiatan itu kepada Jurnalislam, Rabu (30/11/2022).

Ustadz Taufik memulai acara pengajian  dengan membaca Al-Qur’an dan Iqro, mengulang hafalan surat-surat pendek, dan mengisi kajian dengan kisah-kisah Nabi. Anak-anak juga dibagi buku Iqro dan Juz Amma.

Dilanjutkan dengan permainan-permainan kecil dan kuis sebagai hiburannya. Kegembiraan dan gelak tawa mereka  hingar terdengar mengundang warga untuk melihat keseruan anak-anaknya bersama para relawan. Tak sedikit yang berurai airmata melihat suasana itu.

“Terharu kang ningalina, padahal mah kamari tos haneuteun lembur teh ku aya na si Ustadz Acep, alhamdulillah ayena barudak tiasa ngaraos dei (terharu saya melihatnya, padahal kemarin pengajian di kampung sudah semarak lagi sama Ustadz Acep, tapi alhamdulillah sekarang anak-anak sudah bisa ngaji lagi),’ tutur seorang warga.

Rencananya, kata Ustadz Taufik, Kegiatan ini akan terus dilakukan sampai sampai keadaan membaik. Dia akan mengirim relawan lainnya untuk mengisi kegiatan pengajian di pengungsian-pengungsian secara bergiliran.

“Opsinya, kalau warga setempat belum siap melanjutkan maka kami akan mengirim relawan secara bergiliran,” ujarnya.

Ustadz Taufik bersama timnya mendirikan Posko Bersama di Kampung Pasir Angin pada hari Senin (27/11/2022). Posko Kemanusiaan itu disupport oleh beberapa komunitas, diantaranya Bikers Subuhan Priangan Timur, Yafa Foundation Tasikmalaya, Ponpes Al-Kahfi Sukabumi, dll.

Ustadz Taufik sendiri adalah pengasuh Ponpes Tahfidz Al-Kahfi Kebon Pedes Sukabumi. Dia sudah aktif mengatur distribusi bantuan untuk penyintas gempa  sejak hari pertama.

Reporter: Ally M Abduh

BPKH Salurkan Dana Kemaslahatan untuk Renovasi Kantor MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) melaksanakan kegiatan serah terima renovasi Gedung MUI Pusat. Renovasi interior Gedung MUI Pusat ini sudah berlangsung selama tiga bulan. Selama tiga bulan ini, kegiatan MUI yang semula di Jalan Proklamasi berpindah ke Matraman di Gedung DSN MUI atau di Wisma Khodimul Ummah.

Hadir dalam penyerahan ini antara lain Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh. Sedangkan dari BPKH di antaranya Kepala BPKH Fadlul Imansyah didampingi anggota BPKH seperti Acep Riana Jayaprawira, Sulistyowati, Amri Yusuf, dan lain-lain.

Renovasi Gedung MUI sebenarnya sudah beberapa kali terjadi namun dengan skala kecil. Renovasi sebelumnya selalu terasa tidak maksimal. Renovasi kali ini membuat suasana MUI begitu berbeda dibandingkan dengan suasana sebelumnya.

Bahkan, Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menyampaikan bahwa interior MUI saat ini begitu elok. Meski dari BPKH, namun pengelolaan renovasi interior Gedung MUI ini diserahkan kepada yayasan Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Qur’an.

Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, sumber pendanaan renovasi interior MUI ini berasal dari hasil pengelolaan dana abadi umat. BPKH sendiri, kata dia, mengelola dua dana yaitu dana setoran awal haji dan dana abadi umat. Dana ini disebut juga dengan dana kemaslahatan yang kerap dimanfaatkan untuk membantu pondok pesantren.

“Jadi, untuk kegiatan kemaslahatan, yang kita gunakan adalah nilai manfaat dari dana abadi umat per tahun 2022 yang total nilainya keseluruhannya mencapai 200 Milyar, artinya tidak ada sen pun dana setoran awal haji yang kita gunakan, ini murni dana abadi umat, ” ujarnya Selasa (29/11) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta.

Renovasi interior MUI kali ini memang membuat wajah MUI berubah. Tidak hanya ruang penerimaan tamu (lobi) yang berubah, ruang rapat utama lantai 4 di Aula Buya Hamka juga berubah. Ruang kesekjenan dan Ketua Umum juga mengalami perubahan yang mencolok.

Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu menyampaikan, BPKH berkomitmen untuk menyalurkan nilai manfaat dari dana abadi unat ini melalui bidang-bidang kemasalahatan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2018.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mempertegas bahwa dana yang digunakan untuk renovasi interior MUI ini merupakan dana abadi umat.

Dana tersebut, kata kiai Marsudi, memang harus disalurkan pada umat Islam.

“Sehingga publik ini jangan sampai salah paham duit haji langsung diserahkan ke MUI. Yang diserahkan melalui bantuan itu hasil investasi dana abadi umat. Ini penting,” tegas Anggota BPKH periode 2017-2022 itu.

Dia berharap hubungan MUI dengan BPKH akan terus langgeng. Ia menyebut kerja sama dengan MUI merupakan langkah strategis dan tepat sasaraan. (mui)

Potensi Besar, Riset Tentang Zakat Masih Minim

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi hari ini membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) melalui sambutan virtual. Konferensi ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Hadir, Ketua Baznas Nur Ahmad beserta jajarannya, para Ketua Lembaga Amil Zakat,  Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), para peserta ICONZ dari seluruh penjuru dunia, serta para tokoh agama dan pimpinan Ormas Islam.

Hadir juga sebagai narasumber, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menparekraf Sandiaga Uno, Mendag Zulkifli Hasan, dan Amich Chumami.

Wamenag menilai ICONZ menjadi momentum untuk memperkuat roadmap zakat ke depan. Forum ini diharapkan melahirkan ide-ide progresif yang dapat diadopsi dalam kebijakan pemerintah dalam memajukan tata kelola zakat di masa mendatang.

“Kami sangat berterima kasih dengan digelarnya ICONZ 2022 mengingat riset dan kajian seputar zakat masih sangat mini. Padahal kebutuhan terhadap riset adalah sebuah keniscayaan,” jelas Wamenag di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Kebutuhan akan riset tentang zakat makin nyata, kata Wamenag, karena ada momentum di mana Indonesia akan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045. Menurutnya, tentu ada banyak kajian dan riset yang dibutuhkan sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan 20 tahun ke depan.

“Karenanya, saya berharap The 6th Indonesian Conference of Zakat ini dapat menghasilkan rekomendasi yang akan memajukan tata kelola zakat,” ujarnya.

Harus diakui, lanjut Wamenag, zakat telah berperan besar dalam pembangunan. Praktik zakat telah secara nyata menjadi bagian dari sistem sosial, menjadi pelengkap langkah pembangunan nasional. Secara periodik kita dapat melihat bagaimana peran zakat terus dikembangkan untuk berperan dalam aspek pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga ekonomi.

Namun demikian, tata kelola zakat kini juga dihadapkan pada konteks perkembangan arus informasi dan disrupsi yang telah mengubah peradaban manusia. Hal itu menurut Wamenag perlu direspons oleh para pengelola zakat. Tata kelola zakat masa kini dihadapkan pada tantangan pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung mobilitas lembaga zakat dalam pengumpulan dan pendistribusian dana zakat.

“Zakat harus lebih mudah diakses dan terdistribusi secara merata di seluruh pelosok Nusantara. Karenanya, kita perlu merumuskan wajah tata kelola zakat di tengah arus perubahan yang begitu cepat,” harapnya.

Wamenag menambahkan, dalam RPJP 2025-2045 pemerintah akan memperkuat fasilitasi layanan keagamaan, termasuk di dalamnya membangun fasilitas yang akan memudahkan masyarakat menunaikan zakat dan mengawasinya. Fakta ini menjadi momentum yang sangat baik dan perlu direspons, salah satunya dengan menyiapkan payung hukum yang dapat mendongkrak partisipasi publik dalam pengelolaan zakat.

“Komitmen pemerintah sangat jelas. Bahwa zakat sebagai syariat agama, perlu dikembangkan dan didukung fasilitas agar lebih berdaya bersinergi dengan pembangunan Nasional. Untuk itulah, hadirnya pemerintah dalam tata kelola zakat sesungguhnya bertujuan agar lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam tata kelola zakat,” papar Wamenag.

Dalam konteks percaturan Internasional, lanjutnya, zakat juga memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan komunikasi antar bangsa. Untuk itu, sinergi dan kerja sama menjadi keniscayaan guna mendukung optimalisasi pengelolaan zakat.

“Saya berharap isu-isu kebijakan zakat menjadi atensi para akademisi PTKI untuk dibedah dan dikembangkan. Begitu pula, zakat perlu menggandeng lembaga Internasional agar lebih berdaya guna bagi pembangunan,” kata Wamenag.

“Semoga The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) tahun 2022 semakin meneguhkan visi dakwah yang sejalan dengan visi pemerintah. Karena itulah kita harus terus  bersinergi,” tandasnya.

 

Mudzakarah Perhajian Indonesia Diharap Rekomendasikan Konsep ‘Istitha’ah’

SITUBONDO(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama menggelar Mudzhakarah Perhajian Indonesia tahun 2022 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. Mudzakarah yang kali pertama digelar di pesantren ini mengangkat tema “Bipih dan Keberlangsungan Pembiayaan Haji”.

Mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Staf Khusus Menag bidang Ukhuwah, Hubungan Ormas, dan Moderasi Beragama Ishfah Abidal Aziz berharap Mudzakarah Perhajian menghasilkan rekomendasi yang bisa menjadi panduan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam optimalissai pelayanan jemaah.

“Istitha’ah yang berkeadilan menjadi konsern. Mudah-mudahan mudzakarah ini menghasilkan rekomendasi yang bisa jadi panduan kami,” terang Gus Alex, panggilan akrabnya, di Situbondo, Senin (28/11/2022).

Menurut Gus Alex, pada penyelenggaraan haji 2022, pemerintah Saudi telah menaikkan biaya layanan Masyair dalam jumlah yang sangat signifikan. Hal itu mengakibatkan kenaikan Biaya Penyenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga lebih dari Rp97juta. Akibatnya, penggunaan nilai manfaat hasil optimalisasi dana Bipih jauh melampaui biaya yang dibayarkan jemaah haji.

“Bipih yang dibayar jemaah, sebesar Rp39,8juta atau 40,7%. Sementara penggunaan nilai manfaat dana optimalisasi mencapai 57,9juta per jemaah,” jelas Gus Alex.

Jadi penggunaan dana optimalisasi nilai manfaat sangat besar. Istithaah yang berkeadilan menjadi konsern kita,” sambungnya.

Atas nama Menag, Ishfah Abidal Aziz mengapresiasi penyelenggaraan Mudzakarah Perhajian Indonesia 2022. “Kita berkumpul di sini, ada tokoh, ulama, akademisi, praktisi haji, untuk mencari solusi istithaah dan keuangan haji dalam perspektif keberlangsungan pembiayaan haji dan kemaslahatannya di masa mendatang,” harapnya.

Diselenggarakan di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Ishfah berharap mudzakarah menghasilkan rumusan monumental yang akan terus dikenang. Sebab, lanjut Ishfah, di pesantren ini, sekian puluh tahun lalu, pernah dihelat satu kegiatan yang menghasilkan tiga hal besar.

Pertama, penerimaan para kyai dan ulama terhadap bentuk negara bangsa. Kedua, peneguhan komitmen para kyai dan ulama untuk menjaga NKRI. Ketiga, penerimaan Pancasila sebagai azaz tunggal.

“Mudzakarah perhajian 2022 semoga juga menjadi tonggak bersejarah. Ada hal yang bisa dihasilkan yang akan menjadi tonggak yang terus dikenang,” tandasnya.

Ponpes Darul Huda Gasol Luluhlantak, Ratusan Santri Pilih Bertahan Temani Sang Kiai

CIANJUR (Jurnalislam.com) – Musibah gempa bumi yang terjadi di Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu akan selalu diingat oleh para santri Ponpes Darul Huda Kampung Gasol Desa Cugenang Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Gempa tektonik dengan kekuatan 5,6 magnitudo itu meluluhlantakkan kelas dan bangunan pondok pesantren termasuk rumah Sang Kyai pimpinan pondok.

Kisah pilu ini diceritakan kembali oleh dua santri Ponpes Darul Huda kepada Jurnalislam.com saat tim Jurnis mendatangi lokasi pada Senin (29/11/2022).

 

Selepas dzuhur, setelah istirahat makan siang, Ibnu (23) dan Ali (23) bergegas kembali ke kelas. Dua santri Ponpes Darul Huda itu akan melanjutkan jadwal kajian kitab kuning bersama puluhan santri lainnya. Hari itu, para santri akan mendengarkan penjelasan Kitab Bayan dari Akang, begitu para santri memanggil KH Baden, pimpinan pondok Darul Huda.

 

Kajian berjalan seperti biasa. Akang menjelaskan bait per bait isi kitab dan santri menyimak dengan seksama. Agar kajiannya bisa diulang, Ibnu selalu merekam suara setiap kajian agar ia bisa mendengarkan kembali apabila ada yang kurang dipahami.

Namun baru saja beberapa saat kajian dimulai, sekira pukul 14.15 tiba-tiba gempa berkekuatan M 5,6 mengguncang mereka. Kengerian suasana saat itu pun terekam jelas dalam rekaman audio milik Ibnu.

“Kami langsung lari meninggalkan kelas Wah pokoknya ngeri,” tutur Ibnu mengenang suasana saat itu.

“Tapi alhamdulillah semuanya selamat, engga ada korban jiwa,” lanjut Ibnu.

Ibnu dan santri lainnya bersyukur bisa selamat. Pasalnya, nyaris semua bangunan pondok ambruk termasuk ruang kelas dia pun rusak berat.

Ada sekitar 300 santri yang mondok di Ponpes Darul Huda. Sebagian besar santri memilih bertahan di Pondok menemani Akang.

 

“Yang pulang hanya yang terluka aja, mereka dijemput keluarganya,” kata Ibnu.

Saat ini ratusan santri menempati 10 tenda terpal besar yang didirikan di sawah sekitar pondok. Sementara Akang tinggal ditenda Doom untuk 4 orang.

“Akang juga disini engga mau ngungsi, beliau di tenda kecil gitu,” sambungnya.

Ibnu adalah santri asal Tangerang yang telah 2 tahun mondok di Darul Huda. Keinginan itu muncul ketika ia diajak orangtuanya berkunjung ke Darul Huda yang merupakan tempatnya dulu menuntut ilmu. Setengah tahun kemudian, Ali menyusul Ibnu.

Reporter: Ally M Abduh

Ketua Ulama dan Dai Asia Tenggara : Lidmi Harus Menjadi Pelopor Perbaikan Negeri Ini

MAKASSAR(Jurnalislam.com) – Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia sebagai organisasi kepemudaan harus terbuka terhadap berbagai elemen kebangsaan. Oleh karena itu, Lidmi butuh memperbanyak kegiatan silaturahim terhadap tokoh-tokoh bangsa, ulama, dan para aktivis kampus dalam rangka memperkuat jaringan dan logistiknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. ketika ditemui di Wisma Ash-Shafa Asrama Haji pada agenda Silaturahim Pengurus PP Lidmi, Ahad (27/11). Beliau saat ini merupakan Ketua Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah dan Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

Beliau menyampaikan bahwa Lidmi perlu lebih aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan di kampus binaan.

“Lidmi harus banyak membuat kegiatan yang bermanfaat di kampus-kampus binaan Lidmi. Misalnya dalam bentuk seminar atau event-event lain yang relevan”, ungkapnya.

Asrullah, Ketua Umum DPP Lidmi yang hadir dalam agenda silaturahim didampingi Wakil Ketua Umum PP Lidmi, Wasekjen PP Lidmi, dan Ketua Ketua Bidang PP Lidmi menyatakan apresiasi yang besar kepada Ustaz Dr. KH. Zaitun Rasmin, LC., MA atas kesediaannya menerima Pimpinan Harian Lidmi di tengah kesibukan beliau.

“Saya mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ustaz Zaitun karena memberi waktu khusus untuk berdiskusi panjang. Beliau selain sebagai pemimpin organisasi Ulama Internasional, juga salah satu pemimpin ormas Islam, juga merupakan seorang tokoh Sulsel yang dikenal ketokohannya hingga level nasional,” ucap Asrullah

Untuk diketahui, agenda silaturahim ini adalah salah satu dari rangkaian panjang silaturahim yang dilaksanakan oleh PP Lidmi dalam rangka penguatan simpul kebangsaan dengan berbagai stakeholder dan elemen bangsa.

UMKM Berperan Penting Tingkatkan Kinerja Ekonomi Nasional Triwulan III 2022

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pandemi COVID-19 yang telah merebak selama lebih dari dua tahun, diprediksikan akan segera berlalu. Pasalnya, tantangan baru bagi pelaku bisnis di Indonesia bukan lagi soal pandemi, namun juga dengan potensi resesi di tahun 2023 mendatang. MarkPlus Institute bersama Asia Council for Small Business (ACSB) Indonesia kembali menghadirkan Galang UKM Indonesia (GUKMI) 2022 mengupas optimisme UMKM Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dengan tema “Bangkit Dari Pandemi Siaga Hadapi Resesi”.

Tantangan COVID-19 yang ada telah mengakibatkan kemerosotan ekonomi hingga peningkatan angka kemiskinan. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2022 kembali mencatatkan kinerja yang impresif.

Dr. Yulius, MA. selaku Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, menyatakan “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif, kinerja ekonomi Indonesia terus semakin kuat pada Triwulan III-2022. Perkembangan tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi Triwulan III-2022 yang mencapai 5,72% (yoy), lebih tinggi dari capaian Triwulan sebelumnya sebesar 5,45% (yoy). Strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman global diantaranya melalui upaya peningkatan belanja yang diawali dengan kampanye Bangga Buatan Indonesia, khususnya UMKM yang erat dengan gaya hidup masyarakat.”

Lebih dari 200 UMKM Indonesia hadir pada Galang UKM Indonesia 2022 Series ke-7 ini dan disambut meriah oleh Mufid Wahyudi selaku President & CEO ACSB Indonesia, “GUKMI 2022 merupakan bentuk dari antusias UMKM yang ingin sama-sama mengembangkan perekonomian Indonesia.Tahun ini ICSB (Indonesia Council for Small Business) bertransformasi menjadi ACSB (Asia Council for Small Business) sebagai upaya keaktifan dan fokus kami untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia.” ujar Mufid pada Selasa, 22 November 2022.

Yunita Resmi Sari selaku Kepala Departemen Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia menyebutkan bahwa 74 persen UMKM mengetahui bisnis online seperti e-commerce. Namun, hanya 20 persen yang mempunyai literasi digital. Hal ini melihat kendala UMKM yang meliputi keamanan informasi komputer, pola pikir, dan memenuhi 3K (Kualitas, Kapasitas dan Kuantitas).

“Potensi teknologi dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penguasaan akses pasar UMKM untuk meningkat daya saingnya. Adopsi digitalisasi ini juga dapat mendorong pertumbuhan produktivitas dengan menurunkan transaksi, integrasi ke pasar luas, dengan memberikan nilai tambah sebesar 25 persen dan produktivitasnya 17 persen.” ujar Yunita Resmi Sari selaku Kepala Departemen Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia.

“Menjadi seorang entrepreneur harus mau membangun jaringan, berkolaborasi, dan mencari kesempatan. Tujuan filosofi entrepreneur yaitu untuk memakmurkan banyak orang. Jadi entrepreneur harus bisa berkontribusi, merancang ulang strategi, aktualisasi diri, memberikan solusi sampai menjadi profitabilitas. Karena, basisnya adalah humanity-based entrepreneurship dengan optimisme, daya, nalar, dan kreatifitas bisa di bawa ke depan, semua harus diterapkan tanpa tunggu-tunggu. Menyerah bukanlah pilihan.” ujar Jacky Mussry selaku CEO MarkPlus, Inc dalam GUKMI 2022.

Sebagai informasi, MarkPlus Institute telah sukses menghadirkan Galang UKM Indonesia (GUKMI) ke-7 yang dihadiri 5000 UKM dari berbagai daerah setiap tahunnya.

GUKMI merupakan wadah kolaborasi antara pihak pemerintah, BUMN, swasta, serta perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing UKM di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap dari pelaku UKM di Indonesia dalam mempercepat pemulihan pasca pandemi, memfasilitasi kolaborasi dari berbagai institusi untuk mempersiapkan UKM Indonesia dalam menghadapi tantangan baru dan ancaman resesi, dan menjadi platform pemberian apresiasi kepada instansi bisnis, pemerintah maupun pendidikan yang berkontribusi mendukung UKM selama pandemi.

Pagelaran GUKMI 2022 turut dimeriahkan dengan pemberian penghargaan ACSB Indonesia Presidential Award 2022 kepada institusi yang berkontribusi besar untuk UMKM dengan kategori Pemerintah, Pebisnis, Peneliti, dan Pembina. Penghargaan ini diberikan kepada Bank Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, PT Pegadaian, PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Terbuka, Duta Petani Milenial/Andalan, dan Podomoro University Center for Entrepreneurial Leadership.