Berita Terkini

Tampilkan 642 Karya Lukisan Kota Al Quds, 232 Kartunis dari Seluruh Dunia Dukung Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200 kartunis di seluruh dunia pada hari Selasa (19/12/2017) mengemukakan keprihatinan mereka atas Yerusalem (Al Quds) dengan karya-karya yang menggambarkan berbagai aspek kota suci dalam sebuah kontes kartun sebagai bentuk dukungan untuk Palestina.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Pelindung dan Pelestarian Utsmani Istanbul dalam Kedekatan dengan Yerusalem (Association for Protecting and Maintaining Ottoman Heritage in Adjacency of Quds) yang berbasis di Istanbul, kontes ini bertujuan untuk membantu menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang Yerusalem melalui kartun.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina

Sebanyak 232 seniman dari 39 negara berpartisipasi dalam kompetisi dengan 642 karya yang menggambarkan kota suci tersebut.

Ahmet Altay, koordinator kontes, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tujuan kontes tersebut adalah untuk memberikan kontribusi positif bagi masalah Yerusalem.

Dia mengatakan bahwa cara untuk mengatasi masalah ini tidak hanya diplomatis atau politis.

Pada kontes first-of-the-kind, artis Indonesia Jitet Koestana tampil di puncak klasemen dan Serpil Kar dianugerahi hadiah ketiga. Selain hadiah utama, ada juga “Hadiah Khusus” yang dipresentasikan ke beberapa bagian.

Koestana berkata: “Pelangi terdiri tidak hanya dari satu warna, tapi banyak. Warna yang berbeda memberi kontribusi pada kedamaian. Pengumuman sepihak Trump mengenai Yerusalem sebagai ibukota Israel sangatlah menakutkan. Tidak ada agama yang memberikan alasan untuk saling memperlakukan dengan buruk.”

Kar, yang telah menggambar kartun selama sepuluh tahun di provinsi Adana, Turki selatan, mengatakan: “Kartun berbicara banyak. Anda bisa menjangkau seluruh dunia melalui kartun.”

Fethi Gurcan Mermertas, pemenang Salahaddin Special Award, mengatakan ketertarikannya pada isu Palestina yang dimulai dari tahun 1967.

Kartunis Iran Hassan Omidi, pemenang Penghargaan Khusus Abdulhamid II, mengatakan: “Saya harap para kartunis dapat membuat suara orang-orang Palestina yang tertindas terdengar.”

Didie Sri Widiyanto dari Indonesia, yang juga berpartisipasi, memenangkan penghargaan khusus dari Asosiasi tersebut. Dia menunjukkan bahwa dia tidak tertarik dengan aspek religius Yerusalem. “Kompetisi ini sangat penting. Saya hanya menggambar kartun. Jadi saya hanya mengungkapkan perasaan saya tentang Yerusalem dengan menggambar,” katanya.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menimbulkan reaksi marah dari seluruh dunia dan kaum Muslim.

Pada pertemuan puncak luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diadakan pekan lalu di Istanbul, para peserta menanggapi langkah nyeleneh AS, dengan secara formal OKI mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Yerusalem tetap menjadi jantung perselisihan Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap Yerusalem Timur – yang sekarang diijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang berdaulat.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (19/12/17) mengulang seruannya kepada negara-negara anggota PBB untuk mendukung Palestina untuk status kota Yerusalem yang diperebutkan.

“Saya mengajak sekali lagi semua negara anggota PBB untuk mempertahankan status historis Yerusalem,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Djibouti, Ismail Omar Guelleh di ibukota Ankara, lansir Anadolu Agency.

“Kami, sebagai warga Turki, akan terus mengawal masalah ini sampai akhir,” tambah Erdogan.

Pada hari Senin, Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di kota Yerusalem yang diperebutkan, menentang seluruh anggota dewan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Erdogan mengatakan Turki dan Djibouti telah membahas hubungan bilateral dalam sebuah pertemuan tertutup.

“Kami sepakat memperbaiki hubungan perdagangan dan ekonomi,” katanya.

Presiden mengatakan kehadiran investor Turki di negara Afrika Timur akan membuka jalan bagi hubungan yang kuat antara kedua negara.

“Sampai saat ini, kita telah bersama saudara-saudara kita di Djibouti dan sekarang mulai berusaha untuk mendukung mereka,” kata Erdogan.

Guelleh juga menyebut pertemuan itu “berbuah.”

“Ada kerja sama yang signifikan dan bermanfaat antara dua negara yang bersaudara,” kata Guelleh.

Menjelang konferensi pers bersama, Turki dan Djibouti menandatangani empat kesepakatan kerjasama di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pertahanan dan pendidikan.

Gelar Aksi, Giliran HMI Solo Serukan Boikot Massal Produk Israel

SOLO (Jurnalislam.com)- Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surakarta melakukukan aksi unjuk rasa di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa, (19/12/2107). Mereka mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat atas pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata korlap aksi Jati Narendro.

Jati juga mengajak masyarakat agar segera meninggalkan segala produk Israel, menurutnya, sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, gerakan boikot massal akan membuat Israel merugi.

“Menghimbau seluruh warga Indonesia untuk memboikot seluruh produk Yahudi Israel, mengajak warga Indonesia untuk membantu warga Palestina baik secara material maupun non material,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa tindakan militer Israel terhadap warga Palestina sudah melampaui batas, untuk itu, ia mendesak seluruh negara muslim untuk memutuskan hubungan diplomatik kepada Israel.

“Mengutuk tindakan brutal dan biadab tentara Israel terhadap warga Palestina,” lanjutnya.

Pihaknya juga Mendukung segala bentuk perjuangan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan Palestina.

Angkatan Muda Muhammadiyah Soloraya Serukan Boikot Produk AS dan Israel

SOLO (Jurnalislam.com)-Ratusan umat Islam Soloraya yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Soloraya, menggelar aksi bela Palestina di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakata, Selasa, (19/12/2017).

“Kami menuntut Amerika Serikat agar mengembalikan kedaulatan Palestina terhadap kepemilikan Al-Quds,” tegas Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Suyanto,

Lebih lanjut, Suyanto menegaskan, bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait Yerusalem sangat menyakiti umat Islam, untuk itu, ia mendesak Pemerintah untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan AS.

“Kami minta sebagai negara mayoritas Islam Indonesia menggunakan kekuatan politik. Hal ini untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Israel,” paparnya.

Suyanto juga mengatakan, bahwa Muhammadiyah yang siap untuk memboikot produk-produk Yahudi AS dan Israel. Pihaknya juga menyerukan agar boikot produk ini juga dilakukan seluruh ummat Islam di Indonesia maupun dunia.

Turki Akan Keluarkan Resolusi Lawan Keputusan Veto AS

TURKI (Jurnalislam.com) – Turki mengkonsentrasikan upaya untuk mengeluarkan sebuah resolusi di Majelis Umum PBB untuk melawan keputusan Veto AS yang mengakui Yerusalem yang diduduki sebagai ibukota Israel, Senin (18/12/17).

Ankara memimpin upaya menekan Majelis Umum karena Washington sudah diperkirakan akan memveto sebuah rancangan resolusi yang akan diambil suaranya oleh Dewan Keamanan PBB pada hari Senin, pejabat Turki mengatakan kepada Al Jazeera.

Amerika Serikat adalah satu dari lima anggota tetap badan tertinggi PBB tersebut. Anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto.

AS Veto Resolusi PBB, Turki: Objektivitas Telah Hilang

Setelah sesi Dewan Keamanan di hari Senin, Turki, Palestina dan pihak-pihak lain diharapkan untuk mendorong isu tersebut ke Majelis Umum PBB, di mana semua 193 anggota organisasi internasional diwakili.

Presiden Donald Trump pada 6 Desember mengumumkan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menyimpang dari kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun dan menyalahi konsensus internasional bahwa status kota Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan damai.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun oleh Mesir, dan dilihat oleh Al Jazeera, “meminta semua negara untuk menahan diri dari pembentukan misi diplomatik di Kota Suci Yerusalem.”

Keputusan dan tindakan yang mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem “tidak memiliki efek hukum, tidak sah dan tidak berlaku lagi dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan,” draf tersebut berbunyi.

Spanyol Kirim Bantuan $ 2,3 Juta untuk Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Spanyol mendukung Badan Bantuan dan Pengungsi PBB untuk Pengungsi Palestina dengan € 2 juta ($ 2,35 juta), sebuah badan PBB mengatakan Senin (18/12/17).

Menurut Badan Bantuan dan Bantuan PBB (UN Relief and Works Agency-UNRWA), “Pemerintah Spanyol, melalui Spanish International Cooperation Agency, telah menyediakan € 2 juta untuk digunakan dalam kegiatan UNRWA di bidang perlindungan, kesehatan, bantuan dan layanan sosial.”

Bantuan tersebut akan digunakan untuk lebih dari 5,3 juta migran Palestina dan untuk pendidikan lebih dari 500.000 anak di wilayah aktivitas UNRWA, katanya dalam pernyataan tersebut.

10.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki untuk Gaza Tiba di Pelabuhan Israel

Pekan lalu, agensi tersebut mendesak mitra dan donor untuk mempertahankan dukungan mereka “hingga ditemukannya solusi yang adil dan abadi [terhadap perselisihan Israel-Palestina].”

Menurut data UNRWA, pemerintah Spanyol telah menyediakan total € 94,4 juta ($ 111 juta) kepada agensi tersebut sejak 2007.

UNRWA, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang dengan kekurangan dana kronis, memberikan layanan pendidikan dan kesehatan bagi lebih dari 5 juta pengungsi Palestina.

AS Veto Resolusi PBB, Turki: Objektivitas Telah Hilang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Senin (18/12/17) menyesalkan hak veto AS atas resolusi PBB di Yerusalem, dengan mengatakan bahwa ini adalah indikasi bahwa “objektivitas telah hilang.”

“Kami menyesalkan bahwa rancangan resolusi Yerusalem yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB diveto dengan satu suara mengalahkan 14 suara,” kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri.

“Veto resolusi PBB atas Yerusalem ini sekali lagi mengungkapkan bahwa AS telah kehilangan objektivitasnya,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

AS pada hari Senin memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik di kota Yerusalem yang diperebutkan.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dukung Resolusi DK PBB , PM Inggris dan Erdogan Lakukan Pembahasan Lanjutan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Theresa May melakukan percakapan telepon Senin malam (18/12/17), menurut sumber presiden.

Kedua pemimpin tersebut membahas perkembangan di Yerusalem baru-baru ini dan hubungan bilateral, kata sumber Turki, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media, lansir Anadolu Agency.

Erdogan dan May mengatakan ketegangan muncul di wilayah tersebut setelah sikap AS terhadap Yerusalem mengkhawatirkan. Erdogan dan May menekankan bahwa solusi dua negara adalah jalur paling rasional untuk proses perdamaian

Mereka juga berbicara tentang veto AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pendirian fasilitas diplomatik di kota Yerusalem.

Mereka mengatakan ketegangan baru yang bisa berisiko bagi proses perdamaian di wilayah ini harus dihindari, menekankan peran masyarakat internasional.

Erdogan dan May juga menyoroti bahwa kedua negara senang dengan kerja sama yang membaik antara Inggris dan Turki, terutama di industri pertahanan.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

AS pada hari Senin memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik AS di kota Yerusalem yang diperebutkan.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari dua pekan setelah Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang akan menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Turki pada hari Senin menyesalkan hak veto AS atas resolusi PBB di Yerusalem, dengan mengatakan bahwa ini adalah indikasi bahwa “objektivitas telah hilang.”

“Kami menyesalkan bahwa rancangan resolusi Yerusalem yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB diveto dengan satu suara mengalahkan 14 suara,” kata sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Inggris, yang juga anggota tetap, memilih untuk menyetujui resolusi dewan tersebut, kata utusannya, karena hal itu sesuai dengan posisi London yang telah lama ditetapkan atas status Yerusalem.

“Pandangan kami adalah bahwa isu Yerusalem adalah masalah status akhir, bahwa Yerusalem harus menjadi ibukota bersama untuk Israel dan Palestina, dan Kedutaan Besar Inggris, untuk saat ini, akan tetap berada di Tel Aviv,” Matthew Rycroft mengatakan kepada wartawan sebelum memberikan suara.

Pemerintah Harus Berani Beri Sanksi Politik dan Ekonomi kepada AS

SURABAYA (Jurnalislam.com) -Gabungan elemen mahasiswa dan pelajar Surabaya menggelar Aksi Bela Palestina di depan Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Ahad (17/12/2017) mengecam klaim Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Dalam tuntutannya, mahasiswa dan pelajar meminta pemerintah berani bersikap dan memberi sanksi tegas kepada AS yang telah melukai hati umat Islam sedunia.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Amerika Serikat dari berbagai sektor seperti politik, ekonomi, dan lain-lain,” kata Lutfi Rahmad, Koordinator Aksi dalam pernyataannya kepada Jurnalislam.com.

Massa pun meminta kepada Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur menyatakan sikap untuk menutup dan mengusir Konsulat Jendral Amerika Serikat dari Kota Pahlawan.

Gabungan Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina

“Menyeru kepada seluruh elemen masyarakat Surabaya terkhusus umat Islam untuk senantiasa bersiap-siaga dan menjawab panggilan Jibad dengan senantiasa berdoe dan berkorban baik dengan harta serta jiwa raga untuk membebaskan Al-Quds dari kecaman Israel dan menyerahkan kepada Palestina,” pungkasnya.

Pantauan Jurnalislam,com, ratusan massa berasal dari berbagai elemen seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHT, PKS Muda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, dan para pemuda Surabaya yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Palestina (Gempa).

Gabungan Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Gabungan elemen mahasiswa dan pelajar Surabaya menggelar Aksi Bela Palestina di depan Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Ahad (17/12/2017) mengecam klaim Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Pantauan Jurnalislam,com, ratusan massa berasal dari berbagai elemen seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHT, PKS Muda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, dan para pemuda Surabaya yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Palestina (Gempa).

“Umat Islam sedunia tidak rela kalau Masjid Al Aqsa direbut zionis Israel, sehingga permasalahan Al-Quds tidak hanya masalah Palestina saja melainkan seluruh umat Islam di manapun berada. Indonesia sebagai negara yang merdeka memiliki tanggung jawab besar atas masalah Palestina,”kata Koordinator aksi Lutfi Rohman.

Para mahasiswa pun mengingatkan kembali tentang UUD 1945 bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. ”Palestina lah sebagai negara yang awalan mengakui kedaulatan Indonesia tatkala negara yang lain cenderung tidak mendukung, Palestina adalah saudara bangsa Indonesia,” pungkasnya.