Berita Terkini

Meriahnya SD Al Amin Cemani Sukoharjo Sambut Ramadhan

SUKOHARJO(Jurnalislam.com) – Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H, SD Al Amin Cemani, Grogol, Sukoharjo menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan pada Selasa, (21/03/2023).

Rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut dimulai dengan pawai berjalan kaki dengan membawa poster poster pesan Ramadhan di jalan sekitar Ngruki, Grogol, Sukoharjo.

“Hari ini SD Al Amin sedang mengadakan kegiatan tarhib dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H,” kata ketua panitia Adi Anang.

Menurut Adi, kegiatan tersebut sebagai bentuk syiar kepada masyarakat agar memanfaatkan bulan Suci Ramadhan untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Untuk melatih dan menanamkan kepada anak anak tentang pentingnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan sekaligus untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, peserta Tarhib Ramadhan SD Al Amin diikuti oleh sekitar 600 siswa siswi dari kelas 1-6,” katanya.

“Untuk rangkaian kegiatan dimulai dengan tarhib bersama sama di lingkungan sekolahan dengan membawa poster poster bertemakan Ramadhan, dengan tujuan syiar Islam kepada masyarakat tentang pentingnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan pembagian hadiah bagi siswa siswi yang membuat poster yg paling bagus dilanjutkan dengan mendongeng bersama pak Kiswanto,” tambahnya.

Dengan tarhib Ramadhan tersebut, Adi berharap para siswa dan siswi semakin antusias menyambut bulan Suci Ramadhan.

“Harapannya yaitu supaya anak anak lebih giat lagi dalam beribadah khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan tahun ini, pungkasnya.

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Desan Jokowi Agar Tolak Timnas U-20 Israel

SOLO (Jurnalislam.com)– Ulama kharismatik ustaz Abu Bakar Ba’asyir mendesak Presiden Jokowi untuk tidak menerima timnas U-20 Israel untuk berlaga di Piala Dunia U-20 yang akan di gelar pada bulan Mei mendatang di Indonesia.

 

Meski baru sembuh dari sakit, ustaz Abu ikut turun mengikuti aksi tolak Timnas Israel yang digelar Aliansi Soloraya (Ansor) di Bundaran Gladak, Solo, pada Jum’at, (17/3/2023).

 

“Kami nasehatken kepada pemerinta Indonesia, terutama kepada bapak Presiden Jokowi dan wakilnya, bahkan wakilnya itu dulu seorang ulama, kalau sampai bapak mau terima kedatangan yahudi di Indonesia, berarti bapak telah menerima musuh Allah dan musuh nabi,” katanya.

 

Ustaz Abu pun khawatir apabila Presiden Jokowi tetap mengijinkan timnas U-20 tampil di Piala Dunia U-20 di Indonesia, maka Allah akan melaknat negeri Indonesia.

 

“Maka saya khawatir selanjutnya, pemerintah bapak dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam urusan ini jangan dianggap enteng, ini masalah berat,” pungkasnya.

 

Reporter: Ridho Asfari

Sukses Dihelat, Exhibitor Adu Promo dan Diskon di Muslim Life Fair JIEXPO

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Memasuki hari ketiga, Minggu (19/3) pameran Muslim LifeFair di

JIEXPO Kemayoran berlangsung ramai. Menjelang siang, para pengunjung tampak memadati

stand-stand yang menyuguhkan dan menjual berbagai produk kebutuhan muslim untuk

persiapan Ramadhan.

 

Muslim LifeFair yang diselenggarakan oleh Lima Events bersama dengan Komunitas Pengusaha

Muslim Indonesia (KPMI) selama tiga hari ini (17-19 Maret) memang menjadi pasar produk

halal sekaligus ajang rekreasi keluarga. Hal ini terlihat dari mayoritas pengunjung yang datang

sebagian besar orang tua beserta anak-anak.

 

Deputi Direktur Akselerasi dan Kemitraan Usaha Syariah Komite Nasional Ekonomi dan

Keuangan Syariah (KNEKS), Ahmad Iqbal mengapresiasi upaya dari KPMI dan Lima Event yang

secara konsisten menggelar Muslim LifeFair, membantu pelaku UMKM halal untuk terus

berkembang.

 

Menurut Iqbal, kegiatan bazaar produk halal dan keuangan syariah yang digelar menjelang

Ramadhan dan Idul Fitri seperti Muslim LifeFair di JIEXPO ini adalah sangat tepat. Karena

biasanya, konsumsi masyarakat pada momen-momen tersebut meningkat signifikan.

 

“Konsumsi masyarakat khususnya dari sektor kuliner dan fashion akan meningkat luar biasa,

apalagi menjelang lebaran. Tahun lalu, pengeluaran belanja masyarakat naik 15 persen pada

bulan Ramadhan. Ditambah lagi dengan momen mudik yang biasanya dilakukan masyarakat

saat lebaran, pengeluarannya bisa 2 kali lebih besar,” ujarnya.

 

Iqbal mengatakan momentum bulan suci Ramadhan bukan hanya untuk meningkatkan

keimanan dan kualitas ibadah muslim, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di

masyarakat. “Umat Islam bisa belanja sambil beramal. Misalnya membeli baju untuk

disumbangkan atau membeli makanan untuk dibagikan lagi kepada orang-orang yang

berpuasa,”

Dalam pameran Muslim LifeFair JIEXPO, para exhibitor memberikan penawaran spesial berupa

promo dan diskon untuk menambah daya tarik pengunjung. Brand Amily Hijab misalnya, yang

menghadirkan diskon hingga 50 persen untuk produk Gamis, Abaya, Khimar, Jilbab, Bergo, dan

Baju Anak. Amily Hijab juga menyediakan games berhadiah buat para pengunjung yang belanja

minimal Rp 300 ribu.

Tak mau ketinggalan, brand Shafura Hijab yang menjual aneka home wear (daster) dan mukena

untuk para Muslimah juga menawarkan diskon 10-20 persen dari produk-produknya. Ada pula,

fashion Ezella yang menyuguhkan diskon hingga 60 persen untuk produk gamisnya. Sementara

brand SabinabySelly menawarkan diskon sebesar 50 persen untuk produk khimar dan 10 persen

untuk produk-produk koko serta mukena.

 

Bagi penyuka kurma, ada Saida Mart yang menjual berbagai jenis kurma seperti Sukari, Tunisia,

Ajwa, dan kurma Ruthob dengan potongan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain

itu, Bursa Kurma juga turut memberikan diskon hingga Rp 40 ribu untuk produk kurma Ajwa

dan kurma Ruthob Libiya.

 

Pengunjung yang mencari parfum, booth Marui x Gizi menyediakan diskon hingga 70 persen

untuk seluruh produk parfumnya. Adapun brand Bursa Sajadah pada Muslim LifeFair JIEXPO

memberikan gratis sajadah dan shopping bag bagi pengunjung yang follow akun sosial

medianya.

Sementara, bagi yang sedang merencanakan ibadah umroh, RJ Tour memberikan voucer diskon

hingga Rp 500 ribu. Ada juga Retali Travel yang menawarkan promo special gratis 1 koper bagi

yang mendaftar umrah di acara Muslim LifeFair.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa berkunjung ke Muslim Life Fair di JIEXPO. Meski awalnya saya

hanya antar anak untuk ikut lomba coding, tetapi di sini sekaligus bisa belanja baju-baju buat

lebaran. Jadinya sekalian sambil jalan-jalan, refreshing,” kata Neneng, salah satu pengunjung

dari Depok bersama anaknya.

Pengunjung lainnya, Deny asal Tanjung Priuk juga mengaku senang bisa mengantar anak dan

istri datang ke Muslim LifeFair. Ia mengaku mendapat hijab gratis dari salah satu stand.

“Bagus kegiatannya karena pilihan produknya ada banyak. Apa yang kita mau ada semua disini.

Tempat sholatnya juga luas, kamar mandi bersih ditambah ada playground juga buat anak,”

tuturnya.

Ketua KPMI, Rachmat Marpaung berharap gelaran bazaar produk halal dan keuangan syariah ini

menjadi momentum bagi pelaku usaha produk halal untuk terus meningkatkan kualitas produk,

layanan dan skala bisnis yang lebih besar. Untuk memfasilitasi dan mendorong pertumbuhan

bisnis produk halal Indonesia, setelah JIEXPO Jakarta, Muslim Life Fair akan digelar di

Yogyakarta, ICE BSD dan Bandung.

Mari kunjungi Muslim Life Fair di JIEXPO Kemayoran Jakarta, hanya tinggal besok, Minggu (19

Maret 2023). Harga tiket sebesar Rp 20 ribu bisa dibeli melalui aplikasi Muslimlifeshop dan

pembelian di tempat.

Ribuan Warga Solo Turun Gelar Aksi Tolak Kedatangan Timnas U-20 Israel

SOLO (Jurnalislam.com)–Umat Islam Soloraya menggelar aksi turun ke jalan menolak rencana kedatangan Timnas U-20 Israel yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 di Indonesia bulan Mei 2023 mendatang.

 

Sejumlah spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Israel dan dukungan terhadap Palestina seperti ‘Israel go to Hell’, ‘Rakyat Indonesia Bersama Palestina’, We Stand With Palestina’, dan sejumlah poster lainnya dibentangkan para peserta di sekitaran Bundaran Gladag, Solo, pada Jum’at, (17/03/2023).

 

Humas Aliansi Soloraya (Ansor) Endro Sudarsono menegaskan bahwa Presiden Indonesia pertama, Bung Karno telah mencontohkan sikap tegas anti penjajahannya

terhadap Zionis Israel pada tahun 1957.

 

“Dimana waktu itu, Bung Karno melarang Timnas Indonesia menghadapi Timnas Israel dalam kualifikasi Piala Duni 1958 di Yugoslavia. Selain itu, Presiden Soekarno juga menolak kehadiran kontingen Israel pada Asian Games tahun 1962 di Indonesia,” katanya di sela sela aksi kepada jurnis.com.

 

“Hal itu dilakukan karena Bung Karno tidak ingin bangsa Indonesia meligitimasi penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina,” imbuhnya.

 

Endro melanjutkan, Penolakan Timnas Zionis Israel ke Indonesia akan memperkuat citra Indonesia yang selama ini dikenal anti penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

 

“Kehadiran Timnas Israel ke Indonesia akan membawa konsekuensi turunan, misalnya menaikan bendera Zionis Israel dan menyanyikan lagu nasional mereka di setiap pertandingan. Padahal Indonesia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mereka,” terangnya.

 

Untuk itu, Endro mendesak Presiden Jokowi untuk menolak delegasi Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

 

“Mempertimbangkan masukan masukan dari Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ormas lainnya terkait amanah konstitusi negara yang termaktub dalam pembukaan UUD 45 bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,” pungkas Endro.

 

Reporter: Ridho Asfari

18 Maret Ada Pendaftaran Sertifikasi Halal di Seribu Lokasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ada kabar baik untuk para pelaku usaha di seluruh Indonesia. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) akan membuka layanan pendaftaran sertifikasi halal di seribu titik se-Indonesia secara serentak.

“Layanan pendaftaran on the spot ini menjadi bagian Kampanye Wajib Sertifikasi Halal 2024 yang kami gelar serentak pada Sabtu, 18 Maret 2023 di seluruh Indonesia,” ujar Kepala BPJPH Aqil Irham, di Jakarta, Jumat (17/3/2023).

“Silakan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan pendaftaran sertifikasi halal atau pun sekadar berkonsultasi, bisa hadir dalam momen ini,” imbuhnya.

Aqil menerangkan, Kampanye Wajib Sertifikasi Halal 2024 ini bertujuan menyosialisasikan kewajiban sertifikasi halal sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal akan dimulai 17 Oktober 2024. Target kampanyenya adalah para pelaku usaha dan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Aqil Irham mengatakan bahwa Kampanye Wajib Sertifikasi Halal 2024 akan dilaksanakan dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Layanan Halal Provinsi yang ada pada setiap Kantor Wilayah Kemenag di seluruh Indonesia, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Kanwil Kemenag dan Kankemenag Kabupaten/Kota, dan Pemda/Pemkot. Juga, pengelola mall atau pusat-pusat perbelanjaan, asosiasi, pelaku usaha, media, dan lain sebagainya.

Adapun lokasi titik kampanye merupakan pusat-pusat perbelanjaan, mall, pasar, tempat umum yang menjadi konsentrasi pelaku usaha dan masyarakat umum, dan sebagainya. Tujuannya, agar pesan kampanye dapat tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat. “Bahkan BPJPH juga akan langsung memproses permohonan sertifikasi halal bagi pelaku usaha yang mengajukan sertifikasi halal di lokasi,” ujar Aqil.

“Dengan kegiatan sosialisasi yang masif melalui kampanye ini, diharapkan para pelaku usaha yang produknya termasuk produk makanan, minuman, jasa penyembelihan dan hasil sembelihan, untuk segera mengurus sertifikat halalnya ke BPJPH.” lanjut Aqil Irham.

“Kalau belum siap, harus segera disiapkan, mumpung masih ada waktu hingga Oktober 2024 nanti,” tandasnya.

Sambut Ramadhan, Forsitama Gelar Silaturahim Dai Cemani Sukoharjo

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)–Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1444 H, dan silaturahmi di antara da’i dan mubaligh ramadhan, FORSITAMA (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla) se-Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo mengadakan kegiatan Silaturahmi Da’i Cemani.

Kegiatan yang bertemakan, “Dari Masjid Kita Bangkit, Berdedikasi Ciptakan Kampung Santri” ini dilaksanakan Jumat, 17 Maret 2023 di Joglo Dakwah Sakinah, Waringin Rejo, Cemani pukul 20.00 sampai dengan 22.00 WIB.

Hadir dalam silaturahmi tersebut 40 Mubaligh dan Da’i di wilayah Cemani, mereka berdiskusi untuk menghasilkan berbagai macam komitmen bersama.

Dalam acara tersebut hadir untuk memberikan sambutan dan prakata, Kepala Desa Cemani, Hadi Indrianto, S.T.
“Kami sangat bangga dan mendukung program-program FORSITAMA dalam hal membangun kampung santri di Cemani ini, dari masjid, ” paparnya dalam sambutan.

 

Hadir dalam memberikan motivasi pada acara tersebut, Ustadz Ihsan Syaifudin, yang merupakan pengurus MUI Sukoharjo, dan juga sekaligus sebagai Ketua 2 Da’i Kamtibmas Polres Sukoharjo.
Beliau menyampaikan sebuah motto gerakan dakwah untuk memberikan semangat, “Dakwah itu mati-matian, Dakwah itu sampai mati, Mati di jalan dakwah,” ujar beliau.

Dalam akhir acara, Ketua FORSITAMA, Ustadz Habib Ngadiri menyampaikan ucapan terimakasih dan harapan-harapan kepada semua mubaligh dan da,i yang hadir pada malam hari itu.
“Semoga forum ini bisa berlanjut, dan menjadi embrio terbentuknya Korps Da’i FORSITAMA,” ucap beliau.

Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan!

BULUKUMBA(Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Unit Dakwah Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba menggandeng Muslimah Wahdah Cabang adakan Daurah Ramadhan Muslimah (DRM) Nasional yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Ahad (12/03/23).

Mengusung tema, “Sejuta Harapan Wujudkan Ramadhan Penuh Berkah” dengan tujuan menjadi wasilah atau perantara bagi para muslimah untuk belajar tentang fiqih puasa serta persiapan amalan-amalan, serta meraih keberkahan bulan suci Ramadhan. Hal ini diungkapkan oleh Ustazah Irmawati selaku Ketua Unit Dakwah MWD Bulukumba.

DRM Nasional ini disambut hangat oleh para muslimah, tak terkecuali aparat pemerintah dan tokoh perempuan yang sempat menyuarakan apresiasi ketika menyampaikan sambutan. Sebut saja Andi Thahraeni Asmat, S.E., M.Si. selaku Sekretaris Camat Kajang.

“Kami atas nama pribadi sekaligus atas nama pemerintah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan DRM Nasional ini, yang insya Allah akan membawa berkah untuk kita semua yang hadir di sini,” ujar Andi Thahraeni yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang.

Adapun materi yang dipaparkan oleh Ustazah Nur Maida, S.Kep., NS. ialah tentang fiqih puasa. Mengapa harus mengetahui fiqih puasa? Karena puasa adalah ibadah, sedangkan syarat diterimanya ibadah ada dua, yaitu ikhlas dan mengikuti sunnah atau mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ikhlas dimaknai dengan tidak mengharap pujian. Kita melaksanakan ibadah tersebut, betul-betul hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kenapa harus mengetahui fiqih puasa? Karena beda ibu-ibu pahalanya orang yang mengetahui ilmunya dengan yang tidak mengetahui, hal ini sesuai dengan perkataan Allah dalam Qur’an surah Az-Zumar ayat 9,” jelasnya.

Tak kalah menarik, Ustazah Asnani, S.Kep., M.Kep. membagikan solusi atau tips mendapatkan berkah Ramadhan.

“Solusi mendapatkan berkah Ramadhan ibu-ibu, yang pertama, menghadirkan niat. Karena amalan tergantung niatnya. Kedua, banyak berdoa, silakan kita buat memang mi list-list doa ta, ibu. Ketiga, banyak-banyak beristighfar. Minta maaf ki sama suami ta bagi yang sudah berkeluarga. Jangan sampai amalan kita ditolak karena suami tidak ridho dengan kita. Selanjutnya, berilmu. Supaya puasa kita berkualitas karena adanya ilmu yang kita aplikasikan. Yang terakhir dan tak kalah penting ialah membuat perencanaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustazah Asnani mengutarakan bahwa perencanaan yang dimaksud adalah membuat Ramadhan Planer seperti target berapa kali khatam Qur’an, target ifthar dan sedekah, meraih keutamaan Lailatul Qadr, membuat program Ramadhan bersama keluarga, serta bentuk follow up dari madrasah Ramadhan.

“Mulai dari sekarang ibu-ibu, latih memang mi diri ta mengaji banyak-banyak supaya terbiasa maki kalo sudah Ramadhan. Tidak poso maki kejar target karena sudah terlatih. Pekerjaan berat yang biasanya dikerjakan di akhir-akhir Ramadhan, kita kerja memang sebelum masuk Ramadhan supaya di sepuluh hari terakhir Ramadhan bisa ki fokuskan untuk beribadah. Mari berlomba dan jadikan program bersama keluarga untuk mendapatkan berkah malam Lailatul Qadr,” lanjut Ustazah Nani sapaan akrabnya.

Sebelum mengakhiri materi, ASN RS Sultan Daeng Raja Bulukumba ini menghimbau agar budaya cat rumah, bersih-bersih gorden dan sebagainya bisa selesai sebelum memasuki awal Ramadhan. Kecuali bikin buras dan kue mentega tidak dianjurkan karena bisa habis sebelum Ramadhan berakhir. Hal ini pun disambut tawa oleh para peserta.

Reporter: Rika Arlianti DM

Gelar Silakwil, ICMI Jatim Ingin Berkontribusi Wujudkan Good Governance

SURABAYA(Jurnalislam.com)– ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) wilayah Jawa Timur menyelenggaraan puncak acara SILAKWIL (Silaturrahmi Kerja Wilayah), selama 2 hari pada Sabtu-Ahad (11-12/03/2023).
Hari pertama dilaksanakan di Hotel PrimeBiz jalan Injoko Surabaya, dan hari kedua di Gedung Bank Jatim jl. Basuki Rahmad, Surabaya.
Di hari pertama silakwil diisi antara lain dengan program Leadership Camp. Sebuah program pengembangan organisasi dan kaderisasi, terutama dalam bidang kepemimpinan. Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta itu dihadiri juga oleh Dr. Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Puncak silakwil di hari kedua dihadiri oleh banyak tokoh dari berbagai kalangan. Dari internal ICMI hadir ketua umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Arief Satria, yang juga rektor IPB. Juga para dewan penasehat, dewan pakar, majelis pengurus wilayah Jatim, dan para pengurus ICMI Organisasi Daerah (Orda) dari berbagai kabupaten kota di Jatim.
Dari kalangan eksternal, hadir Asisten 3 mewakili Gubernur Jawa Timur, para kiai sepuh, tokoh-tokoh parpol, tokoh-tokoh ormas, bupati dan walikota dari beberapa daerah, ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Jatim, perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Surabaya, dan undangan lainnya.
Dalam sambutan presentasinya, ketua ICMI Jatim, Ulul Albab, menyampaikan pentingnya meningkatkan peran ICMI dalam berkontribusi pada 3 domain, yaitu domain State (negara), domain Society (masyarakat), dan Situation (situasi).
“Dalam kajian kami, permasalahan dan tantangan bangsa Indonesia yang kita hadapi saat ini dapat dikelompokkan pada 3 domain, yaitu state, society, dan situation.”, terang Ulul memulai presentasinya di hadapan 250 audien yang mayoritas tokoh-tokoh Islam di Jatim.
Ulul lalu memberikan penjelasan bahwa “Pada domain state, kita masih menghadapi kondisi rendahnya nilai indeks antikorupsi. Dalam domain society, kita menghadapi dimana kemasyarakatan kita masih diwarnai persaingan dan rebutan akses yang cenderung kurang sehat. Sedang dalam domain situation, kita menghadapi iklim demokrasi yang masih cenderung anomali,” jelasnya.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa dengan identifikasi permasalahan dan tantangan tersebut, maka bisa dipahami mengapa di negeri ini ada kecenderungan terjadinya distrust (ketidak percayaan) publik terhadap kepemimpinan yang ada. Tidak hanya itu, muncul juga adanya kecenderungan saling fitnah dan adu domba, sikap permisif, bahkan ada gejala munculnya sikap cuek dari masyarakat kita.
Dari latar belakang pemikiran dan perenungan tersebut, ketua ICMI Jatim, Ulul Albab, yang juga mantan rektor Unitomo 2007-2013 ini, menyampaikan alasan mengapa ICMI Jatim periode ini lebih menfokuskan pada 3 program utama.
“Ikhtiar Program ICMI Jatim tahun 2023/2024 nanti akan lebih memprioritaskan kepada 3 domain permasalahan tersebut. Yaitu; Pertama, berkontribusi untuk mewujudkan terlaksananya Good Governance di semua level pemerintahan. Kedua, berkontribusi untuk mengembangkan civil society (masyarakat madani). Ketiga, berkontribusi nyata dalam mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat.”
Pada bagian lain disampaikan, bahwa program kerja ICMI Jatim setahun ke depan dan seterusnya, akan dibagi menurut 3 sendi yang dikembangkan ICMI, yaitu Keislaman, Kecendekiawanan, dan Keindonesiaan.
“Dalam hal Keislaman, ICMI akan melaksanakan kegiatan-kegiatan kajian pemikiran keislaman. Lalu dalam hal Kecendekiawanan, ICMI akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk kajian, riset, pengembangan teknologi, dan inovasi. Sedangkan dalam hal Keindonesiaan, ICMI akan mengembangkan kegiatan advokasi kebijakan serta advokasi keummatan dan kebangsaan.”
Demikian Ulul dengan tegas menyatakan keoptimisannya, bahwa dengan semangat berjamaah dan komitmen tinggi para anggota ICMI, serta sinergitas ICMI dengan berbagai elemen penting lainnya, maka tidak mustahil keinginan tersebut dapat diwujudkan, sekaligus mewujudkan terciptanya cita-cita Indonesia sebagai “Baldatun Thoyyibatun Warobhun Ghofur.”
Kontributor: Bahry

Bangkitkan Minat Sejarah Bangsa, Talim Cloud Gelar Trip Sejarah Islam di Banten

SERANG (Jurnalislam.com)–Banten dikenal kaya akan sejarahnya, akan tetapi dari sejarah yang begitu besarnya, banyak dari masyarakat sekitar masih buta akan sejarah Banten. Melihat keresahan tersebut,sebuah komunitas hijrah “Talim Cloud” Tak tinggal diam, dalam membangkitkan minat sejarah, “Talim Cloud” mengadakan kegiatan yang diberi nama “Trip Jejak Turki Utsmani di Tanah Jawara”. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad, 12/03/2023.

Serangkaian kegiatan berupa Trip sejarah yang yang di mulai dari Museum Banten, kemudian ke komplek Kesultanan Maulana Hasanudin, Kesultanan Maulana Yusuf, dan titik terakhir di Sultan Abu Mufakir. Dari rangkaian event tersebut semuanya berlokasi di daerah Banten Lama, Serang-Banten. Adapun kegiatannya dipandu Langsung Oleh Ustadz Jemy Ibnu Suardi yang merupakan sejarawan Banten.

“Saya berharap semoga acara ini menjadi Inspirasi, bahwa Banten pernah memiliki Masa keemasannya. Wajib bagi kita para pemuda khususnya sadar akan sejarah Islam yang begitu besar, karena sejarah merupakan tonggak awal mula kebangkitan yang dimana banyak pelajaran-pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya,” ucapnya
. 
Kemudian Ustadz Jemy Ibnu Suardi menambahkan bahwasannya acara ini harus mempunyai tujuan yang besar. 

“Event Trip sejarah ini saya harap harus mempunyai tujuan yang besar, bukan hanya mengenalkan sejarah banten saja, akan tetapi menyadarkan pikiran masyarakat khususnya pemuda untuk bisa merancang kerangka agar masa keemasan yang dahulu ada di tanah Banten dapat terulang kembali.”tambahnya. 

Muhammad Haddini selaku kordinator kegiatan menyampaikan bahwa pihaknya mengadakan kegiatan ini agar peserta langsung belajar sejarah Banten langsung di lokasinya.

“Agar kita bisa mengenalkan sejarah yang sudah lama hilang yang dimana banyak tidak kita ketahui tentang sejarah Perjuangan kesultanan Islam di Banten dan Syiar-syiarnya. Dari belajar sejarah langsung dilokasi kami berharap semoga para peserta bisa mentadaburi lebih dalam sejarah Islam di Banten. Karena Banten punya cerita dari sudut pandang yang luas,” katanya.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 20 orang, hampir seluruhnya merupakan pemuda dan pemudi yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang sejarah banten. Yang dimana kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. 

“Ketika saya mengikuti kegiatan ini, hal pertama yang saya apresiasi adalah tentang Banten yang ternyata memiliki sejarah yang begitu besar, yang dahulu saya hanya tahu tentang Sultan Maulana Hasanudin saja, sekarang dengan adanya trip sejarah ini saya mengetahui sultan-sultan yang dahulu pernah menjadi pemimpin di tanah Banten ini”. Ucap Silvi ketika di wawancarai Jurnalislam.com

Tak hanya itu, Nabila yang merupakan peserta asal cilegon berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan lagi. “Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali saja, akan tetapi terus berkelanjutan agar minat sejarah di Banten ini bisa meningkat, apalagi dengan kemasan yang seperti ini, membuat anak muda khususnya tertarik belajar sejarah”. Katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Jemy Ibnu Suardi kemudian dilanjut dengan foto bersama.

Daurah Ramadhan Muslimah Nasional MWD Bulukumba: Pentingnya Berilmu sebelum Beramal

BULUKUMBA(Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Unit Dakwah Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba menggandeng Muslimah Wahdah Cabang adakan Daurah Ramadhan Muslimah (DRM) Nasional yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Ahad (12/03/23).

Mengusung tema, “Sejuta Harapan Wujudkan Ramadhan Penuh Berkah” dengan tujuan menjadi wasilah atau perantara bagi para muslimah untuk belajar tentang fiqih puasa serta persiapan amalan-amalan, serta meraih keberkahan bulan suci Ramadhan. Hal ini diungkapkan oleh Ustazah Irmawati selaku Ketua Unit Dakwah MWD Bulukumba.

Ustazah Arni Susanti, S.Kep. dalam materinya memahamkan tentang pentingnya berilmu sebelum beramal.

“Apakah ibadah yang kita laksanakan selama ini sudah diterima oleh Allah? Jangan sampai semua ibadah termasuk puasa yang kita kerjakan tidak bernilai pahala di sisi-Nya karena tidak memahami ilmunya terlebih dahulu,” tegasnya.

Ustazah Arni menambahkan, bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan sangat disayangkan apabila dilewatkan begitu saja. Pertama, Ramadhan adalah bulan ampunan, maka sangat merugi orang-orang yang tidak diampuni dosanya ketika bulan Ramadhan. Kedua, Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan.

“Keutamaan yang ketiga ialah Ramadhan bulannya Al-Qur’an. Ketika membaca Al-Qur’an maka pahalanya akan dilipatgandakan. Dan suatu nanti ibu-ibu, Al-Qur’an akan mencari kita, ia akan menjadi syafa’at di hari kemudian. Yang keempat ialah Lailatul Qadr atau malam seribu bulan. Seribu bulan berarti lebih dari 80 tahun ibu-ibu, usia kita saja belum sampai segitu, tapi maasyaa Allah jika mendapatkan malam Lailatul Qadr, maka kita seperti beribadah selama lebih dari 80 tahun,” terangnya.

Ustazah Suharda, S.S. dalam materinya menyampaikan tentang berkah dan manfaat bersedekah, terlebih di bulan suci Ramadhan.

“Jadi ibu-ibu, Ramadhan adalah momentum kita mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Saatnya kita mengikis rasa kikir-kikir kita. Karena ada banyak keutamaan atau manfaat dari bersedekah, seperti selamat dari panas hari kiamat, menambah berkahnya harta, meredam murkanya Allah, serta menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu,” tutur Ummu Ayyub sapaan akrabnya.

Reporter: Rika Arlianti DM