Berita Terkini

BKSAP DPR: Serbuan Pejuang Hamas Akibat Diamnya PBB atas Penindasan Israel ke Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai serangan pejuang Hamas terhadap Israel terjadi akibat diamnya dunia Internasional dan PBB atas penjajahan dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Serbuan Hamas atas Israel adalah akibat penyerangan pendudukan Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsa, aneksasi atas tanah warga Palestina, provokasi sentimen anti-Palestina, Yahudisasi yang terus meluas, dan blokade dan isolasi Jalur Gaza sejak tahun 2006 yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah. Ini gambaran umumnya,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalislam.com pada Selasa, (10/10/2023).

Menurut Fadli, Hamas tidak bisa disebut sebagai teroris. Di sisi lain, ia menjelaskan contoh kejahatan Israel sepanjang tahun 2023.

“Jangan lupa bahwa menurut PBB sejak awal 2023 Israel telah membunuh hampir 300 warga Palestina di Tepi Barat. Demikian juga provokasi penyerbuan sekitar 4.000 pemukim Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang Juni lalu. Namun sayang, dunia internasional tak melakukan langkah konkret apapun, termasuk PBB. Ini penting untuk diingatkan,” ungkapnya.

“Saya menekankan bahwa apa yang tengah terjadi sekarang jelas-jelas sinyal dari kegagalan komunitas internasional termasuk PBB, negara-negara besar, dan lemahnya penegakkan tatanan dunia berbasis aturan. Selama ini, berbagai kejahatan Israel seperti dibiarkan komunitas global termasuk PBB,” imbuh Anggota Komisi I DPR RI ini.

Wakil Ketua The League of Parliamentarians for Al-Quds (Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds) menyayangkan, resolusi-resolusi PBB dilanggar terus-menerus oleh Israel. Maka, tandas Fadli, tak mengherankan rakyat Palestina di Gaza menggunakan hak perlawanannya untuk kembali ke tanah airnya.

“Ini seperti para pejuang kita dahulu melawan penjajah Belanda. Rakyat Palestina merasakan ketidakadilan global,” pungkas Fadli.

Jusuf Kalla: Serangan Hamas ke Israel Dilakukan untuk Kebebasan dan Kemerdekaan

JAKARTA (jurnalislam.com)- Wakil Presiden RI Ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) angkat suara terkait aksi serangan pasukan Hamas ke Israel. Menurut JK, serangan Hamas ke Israel merupakan bagian dari perjuangan untuk merebut kemerdekaan.

“Itu suatu tindakan yang luar biasa dilakukan terkait untuk kebebasan dan sebuah kemerdekaan,” kata JK usai kegiatan pembukaan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi marbot dan jamaah masjid di Selasar Masjid Istiqlal, pada Ahad, (8/10/2023).

Lebih jauh tokoh perdamaian Aceh, Poso dan Ambon ini menilai, serangan Hamas ke Israel merupakan serangan mendadak dan jarang terjadi.

“Ini adalah suatu serangan yang dilakukan kerahasiaan, perencanaan luar biasa dan jarang terjadi,” ujar Ketua Umum DMI tersebut.

Sementara itu, konflik Hamas dan Israel dalam beberapa hari terakhir membuat jumlah korban terus bertambah. Dalam beberapa laporan, korban tewas dikedua pihak sudah lebih dari 1200 orang dan korban luka sebanyak lebih dari 2.900 orang.

Al Irsyad Al Islamiyyah Serukan Umat Islam Qunut Nazilah untuk Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Serangan kepada warga sipil yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel terhadap kota Gaza yang dinilai Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah Dr. Faisol Nasar Bin Madi, telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan melanggar Hukum International serta Nilai kemanusiaan terhadap penduduk Gaza.

“Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah mengutuk keras tindakan Agresi Militer Israel yang telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat sipil, anak-anak dan masyarakat sipil tak berdosa,” katanya dalam keterangan pada senin, (9/10/2023).

Dr Faisol juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk bisa menjadi pelopor bagi negara negara Islam dalam upaya memberikan dukungan untuk bangsa Palestina.

“Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah meminta secara khusus kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menggalang dukungan bersama negara-negara Islam lainnya menyatakan sikap tegas dalam upaya mendukung Palestina,” ungkapnya.

“Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah mengapresiasi seluruh pergerakan ormas Islam, serta komunitas muslim ditingkat nasional dan internasional yang berupaya menentang keras agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina dan mendukung selalu upaya kemerdekaan Palestina,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk melakukan qunut nazilah sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara muslim di Palestina yang saat ini menjadi korban serangan tentara zionis Israel.

“Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah mengajak kepada segenap Pengurus Cabang (PC) Al Irsyad Al Islamiyyah seluruh Indonesia, Badan Otonom dan Umat Islam seluruh Indonesia untuk melakukan qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar agar Allah memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.

RS Indonesia di Gaza Rusak, Persis Minta Pemerintah Layangkan Protes ke Israel

JAKARTA (jurnalislam.com)- Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mengutuk keras serangan brutal yang dilakukan oleh Israel. Serangan ini sampai berdampak kehancuran terhadap rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Ustaz Jeje Zaenudin meminta pemerintah Indonesia untuk segera melayangkan protes atas kerusakan rumah sakit Indonesia di Gaza.

“Pemerintah Indonesia harus melakukan protes atas kerusakan rumah sakit yang dibangun dari sumbangan rakyat Indonesia,” kata Ustaz Jeje dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Ia juga menjelaskan, setiap kali Israel mendapat serangan dari Hamas. Israel membalas dengan membabi buta, sehingga banyak warga sipil menjadi korban dan menghancurkan area publik.

“Kita semua bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya tentu mengecam dan mengutuk keras seragan brutal Israel hingga menyasar rumah sakit Indonesia di Gaza,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Senin (9/10/2023) memperbarui jumlah korban tewas 497 orang, termasuk 78 anak-anak dan 41 wanita, sejak Israel memulai pembalasannya di Jalur Gaza setelah pasukan Hamas melintasi perbatasan.

Juru Bicara Ashraf al-Qedrah menambahkan kementerian juga mencatat 2.651 orang terluka, termasuk 213 anak-anak dan 140 wanita.

Tingkatkan Kualitas Pengajar Al-Quran, Unit T2FQ MWD Bulukumba Adakan Pertemuan Mudarrisah

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Tidak diragukan lagi bahwa mempelajari dan mengajarkan Al-Quran merupakan perbuatan mulia dan urgen dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Bukhari).

Olehnya itu, Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba melalui Unit Tahsin, Tahfidz, dan Fahmul Quran (T2FQ) adakan Pertemuan Mudarrisah Quran 1 dan Pendalaman Materi Mahir 1 pada Sabtu, (30/10/2023) di gedung Pusat Dakwah Muslimah Bulukumba.

Unit T2FQ merupakan salah satu unit di MWD Bulukumba yang fokus untuk meningkatkan kualitas muslimah dari segi teori hingga praktek bacaan Al-Quran, juga dari sisi hafalan Al-Quran, serta pemahaman yang mendalam tentang tafsiran Al-Quran.

Bertajuk, “Bersama Melanjutkan Perjuangan Dakwah Al-Quran”, Ustazah Pipiyanti Rusman, SP hadir sebagai pemateri yang tidak sekadar memaparkan teori tentang sifat huruf, melainkan langsung praktek, meminta peserta untuk mengikuti dan menirukan pengucapan huruf sesuai kaidahnya.

Adapun Ustazah Nurmi Nurdin, Ketua MWD Bulukumba dalam sambutannya memberikan apresiasi atas antusias para Mudarrisah (pengajar Al-Quran) dalam menghadirkan dirinya. Berharap kegiatan ini selalu dilaksanakan, mengingat pentingnya menyemangati diri dan sadar akan urgennya peran seorang mudarrisah dalam mengajarkan Al-Quran kepada masyarakat.

“Pondasi dakwah ini adalah Al-Quran, maka kita harus siap mendakwahkan Al-Quran hingga ke pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Bulukumba dimulai dari perbaikan bacaan,” tuturnya.

Ketua Unit T2FQ, Ustazah Arni Susanti ketika memberikan pengarahan sangat menekankan pada self improvement dan upgrade ilmu.

“Adanya pertemuan ini agar mudarrisah dapat meningkatkan kualitas diri dengan terus mengupgrade ilmunya melalui kelompok tahsin atau perbaikan bacaan Al-Quran, mengikuti pendalaman materi atau coaching, serta mengikuti daurah-daurah Matan Ilmu Tajwid,” ungkapnya.

Tujuannya, agar para mudarrisah memiliki bekal yang mempuni untuk diterjunkan langsung ke masyarakat sebagai pengajar Al-Quran yang lebih dikenal dengan brand Tahsin dan juga dirosa.

Ustazah yang kerap disapa Ummu Malikah tersebut menambahkan, selain pendalaman materi, pada pertemuan ini juga dilakukan evaluasi pada sesi konsolidasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bacaan dan pemahaman Al-Quran yang telah diajarkan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, penambahan mudarrisah di Kabupaten Bulukumba akan terus dieksekusi, mengingat minat dan kebutuhan masyarakat untuk belajar Al-Quran semakin meningkat setiap bulannya.

“Alhamdulillah saat ini telah tercatat 114 mudarrisah yang berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba,” pungkasnya.

Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

JAKARTA (jurnalislam.com)- Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (7/102023). Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut.

Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza.

“Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid.

“Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya.

Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia.

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit.

“Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!,” ujar Sarbini.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

“Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya.

Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini.

Majelis Silaturahim Aktifis Islam Tolak Keras Keputusan Bupati Banyuwangi soal Penjualan Miras di 2 Kawasan Wisata

BANYUWANGI (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Silaturahim Aktivis Islam (MSAI) Banyuwangi, H.M. Ghufron Amrullah menentang keras Peraturan Bupati (Perbub) No 3 Tahun 2022 yang memberikan ijin penjualan minuman keras (Miras) di tempat wisata pantai Boom Marina dan pulau Tabuhan, Banyuwangi.

Pernyataan tersebut disampaikan H.M Ghufron saat audensi dengan pengurus MUI Banyuwangi di Kantor MUI Banyuwangi pada Rabu, (04/10/23).

“Menolak secara tegas semua kebijakan yang memungkinkan legalisasi minuman keras, yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan berpotensi merusak moralitas, kesehatan tubuh, dan tatanan sosial,” katanya.

“Menentang penggunaan kawasan Marina Boom, Pulau Tabuhan, dan seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat penjualan minuman keras, mengingat potensi dampak negatifnya terhadap generasi muda,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mendesak Forkopimda Banyuwangi untuk mencabut keputusan perjalanan miras tersebut, guna untuk melindungi generasi muda dari bahaya miras.

“Mendesak Forkopimda Kabupaten Banyuwangi untuk mencabut keputusan Bupati yang melegalkan Marina Boom dan Pulau Tabuhan sebagai tempat penjualan minuman keras, dengan tujuan melindungi masa depan generasi,” paparnya.

“Mengingatkan dan menghimbau masyarakat untuk menjaga keluarga dan lingkungan dari pengaruh buruk minuman keras, serta menolak segala bentuk transaksi minuman keras yang semakin tidak terkendali dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Ansharu Syariah dan MSAI Apresiasi MUI Banyuwangi Soal Larangan Pawai Ogoh Ogoh di Maulid Nabi

BANYUWANGI (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi dan sejumlah elemen masyarakat yang terhimpun dalam Majelis Silaturahmi Aktifis Islam Banyuwangi (MSAI) sowan ke Kantor MUI Banyuwangi, pada Rabu (4/10/2023).

Kedatangan Rombongan ini disambut hangat oleh para petinggi MUI Kabupaten Banyuwangi.

“Pertemuan ini ibarat bersuanya antara anak dengan orang tua. Anak wajib mengunjungi orang tuanya,” ungkap Mohammad Ihsan, Amir Jamaah Ansharu Syariah Banyuwangi.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ihsan ini, menyebutkan wajar bila sudah saling akrab.

“Bahkan saking akrabnya wajarlah bila anak wadul (mengadu-red) kepada orang tuanya,” Imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas fenomena pawai ogoh-ogoh dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad.

“Kami mengapresiasi atas adanya Larangan dari MUI Banyuwangi terkait pawai ogoh-ogoh dalam peringatan Maulid Nabi,” ungkapnya.

Gus Ihsan melanjutkan, bahwa hal tersebut adalah kebijakan yang baik demi menjaga aqidah umat dari akulturasi agama lain dan menjaga kondusifitas kehidupan bermasyarakat.

“Apalagi ini dilakukan oleh lembaga yang memiliki legalitas yang diakui negara,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa MUI Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan Surat Tausiah No 04/DP-MUI/Kab/08/2023 tanggal 15 September 2023.

Dalam Surat yang ditandatangani tersebut disampaikan kepada masyarakat Banyuwangi terkait larangan adanya ogoh-ogoh pada perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam.

MUI Banyuwangi menganggap Ogoh-ogoh bukan budaya masyarakat Islam, dan merupakan tindakan yang haram karena dianggap menyerupai ritual keagamaan umat Hindu.

SILATNAS Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin: Ajang Penguatan Ukhuwah dan Peningkatan Kualitas Kader

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah sukses menggelar Silaturahmi Nasional (SILATNAS ke-2) yang dihadiri oleh puluhan ribu kader Wahdah Islamiyah di berbagai wilayah di Indonesia, dari sabang hingga merauke.

Silatnas tahun ini mengangkat tema “Dengan Ukhuwah dan Tarbiyah Kuatkan Dedikasi Kader Wahdah Islamiyah” yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting, Ahad (1/10/2023).

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA memaparkan alasan tentang pentingnya Silatnas ini karena tugas islahul ummah yang tidak ringan, dan hal ini merupakan cita-cita besar dari lembaga kita.

“Cita-cita besar kita sebagai lembaga adalah bagaimana mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik), apalagi jumlah kaum muslimin di dunia yang begitu besar, maka seharunya hal ini dapat kembali diwujudkan sebagaimana dahulu para generasi terbaik mampu mewujudkannya,” tuturnya.

Ustaz Zaitun juga menegaskan bahwa khairu ummah dapat terwujud jikalau kita memiliki kader-kader yang berkualitas melalui pembinaan yang maksimal, sehingga perjuangan ini terus dapat dilanjutkan.

“Untuk sampai kepada khairu ummah maka harus dilakukan secara bertahap, yakni melahirkan kualitas diri yang baik, dan berukhuwah yang kuat serta pengorganisasian yang baik. Perjuangan ini hanya bisa diusung oleh kader-kader berkualitas, dan ini dapat terwujud dengan pembinaan yang maksimal melalui halaqah-halaqah tarbiyah dan juga majelis-majelis ilmu,” tegasnya.

“Kepada seluruh kader Wahdah Islamiyah harus menjadi kader-kader berkualitas, bukan hanya pada dirinya tetapi juga terhadap keluarganya,” tambah Ustaz Zaitun.

Wantim MUI Pusat tersebut berpesan agar pemikiran tentang pentingnya jumlah harus ada dibenak para kader Wahdah, karena perjuangan dakwah tidak bisa dipikul sendirian sehingga membutuhkan jamaah untuk memudahkan gerakan islahul ummah.

“Salah satu tanda kader berkualitas adalah berfikir untuk menambah jumlah kader yang mengikuti jalan dakwah ini. Jumlah kader adalah persoalan waktu saja, sebagaimana dalam sejarah dakwah Nabi yang dari jumlah beberapa orang, hingga puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Yang terpenting adalah kita berada dijalan yang benar dan konsisten di atasnya,” terangnya.

Ustaz Zaitun juga menceritakan bahwa berada pada sebuah jamaah sangat penting yang memiliki semangat juang yang tinggi, karena setiap kita yang berada di jamaah adalah sebuah aset, yang dimana setiap amal kebaikan yang dikerjakan dalam jamaah juga akan tercatat bagi diri kita.

“Mudah-mudahan dengan Silatnas ini dapat memberi motivasi yang besar, apalagi dengan kondisi masyarakat hari ini. Dibutuhkan upaya yang sangat besar baik secara kultural dan struktural untuk memperbaiki masyarakat dan bangsa,” tutup Ustaz Zaitun.

Berkaitan dengan tema SILATNAS pentingnya merajuk ukhuwah bagi para kader, hadir Ketua Dewan Syariah Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA., Ph.D menyampaikan 3 poin penting bagi seorang mukmin dalam merajut ukhuwah.

“Dalam merajut ukhuwah, setiap kita bertanggung jawab untuk terus memperbaiki hubungannya dengan Allah (kualitas persaudaraan kita sangat tergantung dengan kekuatan iman kita kepada Allah). Menunaikan hak-hak saudara kita (mencintai mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan), Serta mengindari hal-hal yang bisa merusak hubungan kita dengan saudara kita, dan ini terkait persoalan hati,” paparnya.

Dari Seminar Al-Qur’an Dirangkaikan Tasyakuran Dirosa MWD Bulukumba, Ini Tips Meraih Kemuliaan Dunia Akhirat

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Setiap manusia ingin menjadi pribadi yang mulia, tapi bagaimana tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat? Temukan jawabannya di berita ini.

Topik itu menjadi pembahasan pada Seminar Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Dirosa Angkatan V, Kamis (28/09/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur’an (P2DQ) Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba.

Bertajuk, “Bersama Al-Qur’an Membangun Ummat yang Kuat dan Bermartabat”, acara ini terselenggara di Hotel Agri Bulukumba yang dihadiri oleh 697 peserta.

Ustazah Syahruni Hafid selaku pemateri menyampaikan bahwa sumber kemuliaan adalah Al-Qur’anul Karim. Karenanya, manusia jika ingin menjadi mulia maka senantiasalah berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Bagaimana bisa kita menjadi mulia, sedangkan petunjuk yang merupakan perkataan Allah saja tidak pernah kita sentuh, tidak pernah baca, apalagi dipelajari,” ungkapnya.

Tidak akan merugi orang yang membaca Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an adalah nikmat terbesar kata Allah dalam QS. Yunus ayat 57. Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

“Ibu-ibu sekalian, sangat bahaya jikalau kita menjauh dan melupakan Al-Qur’an. Bisa ki dikena yang namanya Ma’isyatan Dhanka atau penghidupan yang sempit. Kita buka di Qur’an Surah Taha ayat 124,” terang ustazah kelahiran Pangkajene tersebut.

Sebelum mengakhiri materi, ustazah lima orang anak itu berbagi tips meraih kemuliaan dunia dan akhirat.

“Yang paling pertama harus kita lakukan untuk meraih kemuliaan adalah dengan belajar ilmu agama. Setelah belajar, insyaa Allah kita beriman dan mampu beramal shaleh. Selanjutnya, perbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Luangkan waktu ta bersama Al-Qur’an,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bulukumba, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba.

Ustazah Nurmi Nurdin, Ketua MWD Bulukumba dalam sambutannya menyampaikan bahwa jika satu perempuan di Bulukumba dibina dengan baik, maka akan mewujudkan dampak baik untuk masyarakat.

“MWD memiliki banyak proses pembinaan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda kampus dan sekolah, ibu-ibu, bahkan untuk usia lanjut agar berdampak baik untuk meningkatkan kualitas muslimah di Bulukumba,” terang Ummu Fauzan, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ummu Fauzan menjelaskan tujuan kegiatan ini diusung untuk menjalin silaturahim terhadap sesama muslimah dan juga pemerintah setempat. Acara ini membuktikan bahwa dakwah bisa berkembang di pelosok 10 kecamatan, dan mampu memberantas buta huruf Al-Qur’an, khususnya bagi ibu-ibu dan orang tua.

Prosesi tasyakuran berlangsung dengan khidmat, bahkan mengundang tangis para hadirin tatkala persembahan nasyidkalisasi puisi dari panitia mampu menggetarkan jiwa.

Tak kalah menarik, semangat para peserta kembali membara ketika pembagian hadiah, khususnya pada nominasi Peserta Terbaik dari setiap kecamatan dan nominasi Peserta Tertua Tasyakuran Dirosa Angkatan V.

“Meski hari ini saya hanya pendamping, dalam artian bukan peserta Tasyakuran, tapi melihat suasana, prosesi, dan seluruh rangkaian acara yang dibuat oleh MWD Bulukumba ini, maasyaa Allah luar biasa. Kami ikut bahagia meski hanya sebagai penonton,” tutur Sry Wahyuni, pendamping dari Kecamatan Herlang.