Berita Terkini

Refleksi Hari Santri 2024, Pesantren Solusi Efektif Selamatkan Remaja dari Jeratan Miras

Oleh: Bahry Bahruddin, S.T.

Pada tahun 2023, sebuah kisah tragis datang dari remaja di Cirebon, Jawa Barat. Seorang anak laki-laki bernama Ali (nama samaran), baru berusia 16 tahun, menjadi korban minuman keras.

Di awal kisah, Ali hanya seorang remaja biasa yang terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. Dia tidak ingin merasa “berbeda” dari kelompok pergaulannya yang kerap mengonsumsi minuman keras saat berkumpul di malam hari. Ali berpikir, hanya sedikit minuman tidak akan berbahaya. Namun, kenyataannya berbicara lain. Suatu malam, setelah mengonsumsi miras oplosan yang dibeli secara sembunyi-sembunyi, Ali jatuh sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong.

Cerita Ali bukanlah satu-satunya. Di berbagai wilayah Indonesia, kasus remaja yang terjerat miras semakin meningkat. Dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Malang, hingga daerah-daerah kecil di pelosok, kita mendengar kisah tragis tentang remaja yang kehilangan masa depan akibat miras.

Miras yang outletnya semakin menjamur diberbagai kota dan daerah menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak muda. Data dari berbagai media menunjukkan bahwa puluhan remaja tewas setiap tahunnya karena keracunan alkohol, sementara banyak lainnya mengalami gangguan kesehatan permanen, seperti kebutaan atau kerusakan organ.

Pesantren Menyediakan Jalan Keluar

Namun, di tengah kisah pilu seperti Ali, ada jalan keluar yang nyata. Pesantren, yang telah lama menjadi benteng pendidikan moral di Indonesia, menawarkan solusi efektif untuk menyelamatkan generasi muda dari jeratan miras dan pengaruh buruk lainnya.

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang menekankan pembentukan karakter dan moral generasi muda. Berbeda dengan pendidikan umum yang lebih fokus pada aspek akademis, pesantren menanamkan nilai-nilai agama, kedisiplinan, dan pengendalian diri dalam setiap aspek kehidupan santri. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentengi remaja dari godaan minuman beralkohol dan penyalahgunaan zat berbahaya lainnya.

Seorang santri diajarkan untuk selalu menjaga kehormatan dirinya, mengikuti ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, termasuk menjauhi hal-hal yang haram seperti miras. Lingkungan pesantren yang penuh kedisiplinan membuat santri terbiasa mengatur waktunya dengan baik, jauh dari pengaruh buruk pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya yang sering menjadi pintu masuk bagi remaja untuk mencoba miras. 

Pengawasan dan Komunitas yang Mendukung

Salah satu kelebihan dari menjadi santri adalah lingkungan yang mendukung untuk selalu berbuat kebaikan. Dalam pesantren, setiap tindakan seorang santri diawasi oleh para ustadz, kiai, dan teman-temannya. Hal ini membuat mereka memiliki kontrol sosial yang kuat, di mana tindakan-tindakan negatif seperti konsumsi miras sangat dikecam dan tidak diterima. Rasa tanggung jawab untuk saling menjaga di antara santri juga memperkuat ikatan kebersamaan dalam menolak hal-hal yang dilarang oleh agama.

Selain itu, pesantren mendorong aktivitas produktif, seperti pengajian, olahraga, atau keterampilan lain yang bisa mengalihkan perhatian remaja dari aktivitas yang merusak, seperti minuman beralkohol. Lingkungan yang positif ini dapat menjadi tameng yang kuat bagi para santri untuk menahan diri dari godaan miras.

Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan

Pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada nilai-nilai agama, tetapi juga mempersiapkan santri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mereka diajarkan untuk mengambil peran penting dalam masyarakat, menjadi teladan bagi orang lain, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan sosial. Santri yang memiliki pemahaman agama yang kuat dan jiwa kepemimpinan dapat berperan aktif dalam mencegah peredaran dan penggunaan alkohol di lingkungan sekitar mereka.

Dengan demikian, santri tidak hanya menyelamatkan diri mereka sendiri dari pengaruh buruk minuman beralkohol, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat menyelamatkan teman-teman mereka dari bahaya yang sama. Mereka mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya alkohol dan mengajak remaja lain untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Selamat Hari Santri 2024

Dalam menghadapi tantangan besar seperti penyalahgunaan minuman beralkohol di kalangan remaja, solusi jangka panjang adalah membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan bertanggung jawab. Pendidikan di pesantren, dengan segala nilai positifnya, menawarkan jalan yang jelas untuk menciptakan generasi yang mampu menolak godaan miras dan menyebarkan kebaikan di lingkungan mereka.

Pada peringatan Hari Santri 2024 ini, mari kita tingkatkan kesadaran bahwa menjadi santri bukan hanya tentang mempelajari agama, tetapi juga menyelamatkan generasi muda dari berbagai pengaruh buruk. Selamat Hari Santri 2024! ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’. Semoga semangat santri terus menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi penerus bangsa.

Bangkitkan Semangat Para Pemuda, Talim Cloud dan MDI Gelar Kajian Bertajuk ‘Si Paling Hijrah’

SERANG (jurnalislam.com)- Gelombang Hijrah yang di dominasi para pemuda ketika itu menjadi hal yang fenomenal diberbagai kota, akan tetapi fenomena gelombang pemuda hijrah semakin kesini semakin surut keberadaannya.

Melihat keresahan tersebut, sebuah komunitas Talim Cloud tak tinggal diam, dalam membangkitkan kembali semangat para pemuda menuju jalan kebenaran. Dengan mengadakan kegiatan kajian yang berjudul “Si Paling Hijrah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darul Ayman Citraland Kota Serang, Banten pada hari Ahad (20/10/2024).

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan pembicara Ustadz Imron Rosyadi LC,MA dan Ustadz Aden Nova.

Dalam kesempatan tersebut, para pembicara membahas pentingnya makna Hijrah yang sesungguhnya. Salah satu poin utama yang disoroti adalah tentang bagaimana agar kita tetap Istiqomah disaat mengalami situasi apapun.

“Hijrah yang baik sebetulnya bagaimana dari apa yang kita niatkan dari awal,apakah niat kita karena Allah atau karena hal lain, jika kita berniat berhijrah karena Allah pasti Istiqomah itu akan selalu menghampiri kita. Tetapi setiap hijrah itu pasti selalu ada cobaannya, terutama dari hati kita,kita akan selalu merasa paling baik,paling shalih. Maka sebetulnya yang perlu kita pelajari saat kita ingin berhijrah adalah belajar tazkiyatun nafs. Agar hati kita bersih dari hal semacam itu,” ungkap Ustadz Aden Nova dalam materinya.

“Setelah kita belajar tentang tazkiyatun nafs, barulah kita memulai belajar hal-hal tentang tauhid, aqidah, serta dekatkanlah diri kita dengan circle yang selalu membuat iman kita meningkat,” tambah Ustadz Aden Nova.

Dalam kajian tersebut juga Ustadz Imron Rosyadi Lc,MA menyampaikan 2 fase yang pasti akan dialami bagi seseorang yang berhijrah :

“Ketika kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik lagi,mendekatkan diri kepada Allah,pasti Allah akan memberikan kita beberapa ujian untuk memastikan bahwa apakah kita benar-benar menjadi seseorang yang berhijrah, 2 Fase tersebut yaitu, Fase Ibtila(Ujian) dan Fase Tamkin(Pertolongan Allah). Setiap manusia yang semakin meningkat keimanannya pasti selalu ada ujian nya tergantung kadar keimanan kita, semakin tinggi iman kita,semakin besar juga ujiannya. Akan tetapi kita jangan khawatir, karena ujian tersebut pasti kita lewati karena kita yakin ada pertolongan Allah dalam fase tamkin. Karena ujian itu bukan karena salah memilih jalan atau hidup,” ucap Ustadz Imron Rosyadi Lc,MA dalam materinya.

Acara ini banyak dihadiri kalangan muda yang antusias mengikuti acara tersebut. di mana jamaah tidak hanya mendengarkan dengan seksama, tetapi juga aktif bertanya kepada kedua pemateri.

“Kegiatan ini merupakan hal yang positif bagi saya,karena saya melihat banyak diluar sana termasuk teman-teman saya yang memang kembali lagi menjalani hal-hal yang tidak dibenarkan, mungkin dari acara ini saya bisa mengetahui apa faktor utama hal tersebut terjadi. Dan acara ini pun membuat saya sadar bahwasannya hijrah yang sesungguhnya tak semudah yang kita bayangkan. Semoga kita disini selalu Allah Istiqomahkan,Aamiin,” sambut antusias Andika sebagai peserta.

Muhammad Haddini selaku perwakilan panitia dari kajian tersebut menegaskan bahwa acara ini merupakan sesuatu hal yang penting bagi semua orang yang ingin memulai hijrahnya.

“Acara ini kami buat bertujuan untuk memberikan kesan bahwa hijrah merupakan sesuatu hal yang harus kita pertahankan sampai kapanpun, karena saya dan teman-teman resah melihat hijrah ini hanya sebagai fenomena sesaat saja. Semoga dengan adanya acara ini kita tersadar apa itu arti hijrah yang sesungguhnya,” tambah Muhammad Haddini kepada Jurnalislam.com

Kajian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi umat Muslim untuk terus memperbaiki diri dan menjalani hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Dian

Santri PPS Al Furqan Malang Raih Prestasi di Muhammadiyah Education Awards 2024

MALANG (jurnalislam.com)– Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al Furqan Malang, yang menjadi mitra dari SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, turut mengirimkan santrinya untuk mengikuti ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2024.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Ahad (20/10/2024) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader,” ajang ini diikuti oleh berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Atas nama SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, PPS Al Furqan Malang mengirimkan tiga santri terbaiknya untuk berkompetisi di beberapa cabang lomba. Fatih dan Ridho berlaga di cabang Tahfidz, sementara Adam Dzaky berkompetisi di cabang seni baca Al Qur’an. Dalam kompetisi tersebut, Adam Dzaky berhasil meraih penghargaan “Special Award Champion” ke-3 di cabang seni baca Al Qur’an tingkat SMA/MA.

Ustadz Masyhadi Akhyar, M.Pd., pengajar di PPS Al Furqan Malang yang mendampingi para santri selama acara, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh santri kami, terutama Adam Dzaky yang berhasil membawa pulang penghargaan di cabang seni baca Al Qur’an,” katanya. 

“Ini adalah hasil kerja keras para santri serta dukungan dari seluruh pihak, termasuk SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi,” sambung Ustadz Masyhadi.

ME Awards 2024 menjadi ajang penting bagi santri dan pelajar Muhammadiyah dalam menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan, sekaligus mempersiapkan generasi muda Muhammadiyah menjadi pemimpin masa depan.

Kontributor: Bahri

Semarakkan Hari Santri, Badko LPQ Polokarto Gelar Pentas Seni Islami dan Doa Untuk Palestina

POLOKARTO (jurnalislam.com)- Badan Koordinasi (Badko) Lembaga Pendidikan Al Quran mengadakan kegiatan ‘Semarak Hari Santri’ di Lapangan Desa Polokarto, pada Ahad, (20/10/2022).

Ketua panitia Ustadz Suraji mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk menyemarakan hari santri dan diikuti perwakilan dari TPQ sekecamatan Polokarto.

“Ini pesertanya diikuti dari 67 TPQ dari 110 Binaan TPQ sekecamatan Polokarto, karena banyak dari temen-temen banyak sekali acara yang bersamaan, jadi ini ada 67 TPQ yang ikut dengan jumlah sekitar 2600 Santri TPQ dan pendamping yang mengikuti,” katanya.

“Rangkaian acara yang pertama kita awali dengan lomba pawai yaitu lomba pawai kemudian nanti kumpul di lapangan desa Polokarto ini, nanti kita ada penampilan santri santri dari utusan TPQ,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ustadz Suraji melanjutkan bahwa para santri juga akan memberikan doa untuk saudara saudara di Palestina yang saat ini masih di genosida oleh tentara Israel.

“Kemudian kita ada persembahan santri TPQ untuk saudara kita yang ada di Palestina, kemudian nanti juga ada doa untuk saudara kita yang ada di Palestina, untuk memberikan dukungan temen-temen kita dan saudara kita yang ada di Palestina,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan mengenang satu tahun genosida oleh Israel kepada Palestina Mudah-mudahan temen-temen saudara kita mendapatkan kekuatan ketabahan, untuk aksi kita mudah-mudahan nanti bisa memberikan semangat untuk saudara kita di Palestina,” imbuh Ustadz Suraji.

Ustadz Suraji juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan semangat para santri untuk terus belajar dan menjadikan para guru TPQ semangat untuk terus mendidik para santri santrinya.

“Untuk merekatkan kembali tali silaturahmi kita santri TPQ dan guru-guru TPQ sekecamatan Polokarto, Kemudian nanti diharapkan teman-teman itu biar semangat lagi, yang pertama santri itu bisa semangat untuk belajar tholabul ilmi, yang kedua, teman-teman Ustadz Ustadzah itu Biar semangat lagi untuk menggerakkan Untuk mengajar mendidik Para santri santrinya,” pungkasnya.

Sampaikan Duka Cita atas Syahidnya Yahya Sinwar, MUI: Tak akan Surutkan Perlawanan terhadap Israel

JAKARTA (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim ikut menyampaikan duka cita atas Syahidnya Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang dibunuh oleh tentara Israel di Gaza.

“Saya atas nama pribadi maupun sebagai ketua MUI ingin menyampaikan duka sedalam-dalamnya,” katanya sebagimana dikutip dari Gaza Media pada Jumat (18/10/2024).

“Insya Allah, mereka yang masih hidup diselamatkan dari kezaliman, dan bagi mereka yang telah meninggal, semoga ditempatkan di syurga-Nya sebagai syahid,” imbuhnya.

Sudarnoto menegaskan bahwa dengan gugurnya pemimpin Hamas tersebut tidak akan menyurutkan perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Israel.

“Saya percaya, Israel keliru jika berpikir bahwa dengan terbunuhnya tokoh-tokoh ini, perlawanan akan surut dan Palestina akan takluk,” ungkapnya.

“Bagi para pejuang, ini adalah jihad. Mereka berperang melawan kezaliman besar seperti Israel karena keyakinan keagamaan mereka,” tambahnya.

Sudarnoto menekankan bahwa perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah Israel suatu saat nanti akan berhasil untuk merdeka.

“Keyakinan mereka adalah bahwa mereka yang gugur dalam perjuangan ini akan ditempatkan di syurga,” pungkasnya.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena keberlangsungan kedaulatan Palestina berada di ujung tanduk,” tutupnya.

Resmi Umumkan Gugurnya Yahya Sinwar, Hamas: Pejuang yang Teguh dan Tak Kenal Takut

PALESTINA (jurnalislam.com)- Pejabat Senior Hamas Khalil Hayya mengeluarkan pernyataan yang disiarkan di televisi terkait gugurnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar oleh pasukan Israel di Gaza pada Jum’at,(18/10/2024).

Dalam Pidatonya, Hayya menggambarkan Yahya Sinwar sebagai sosok yang “teguh, berani, dan tak kenal takut”, Hayya mengatakan, “Sinwar mengorbankan hidupnya demi pembebasan kita.”

“Dia menemui ajalnya dengan berani, dengan kepala tegak, memegang senjatanya, menembak hingga nafas terakhir, hingga momen terakhir dalam hidupnya,” lanjut Hayya.

Hayya melanjutkan bahwa Yahya Sinwar merupakan sosok pejuang yang senantiasa memperjuangkan Palestina.

“Sinwar telah menjalani seluruh hidupnya sebagai pejuang suci. Sejak awal, dia terlibat dalam perjuangannya sebagai pejuang yang melawan. Dia berdiri teguh di balik jeruji besi Israel dan setelah dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran, dia melanjutkan perjuangannya dan dedikasinya demi tujuan tersebut,” terangnya.

Ia menjelaskan, “Rekan-rekan kami di lapangan melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel baru di wilayah al-Fakhoura di Jabalia.” pungkasnya.

Bhineka Festival SMP Muhammadiyah PK Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Sebagai ajang unjuk kreativitas dan memperkuat rasa cinta budaya Indonesia, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo gelar Bhineka Festival Pesona Keberagaman Indonesia bertema hangatnya akulturasi di bumi nusantara. Acara diikuti 119 siswa kelas 9 dan digelar di gedung dakwah balai Muhammadiyah Solo pada Sabtu (12/10/2024).

Wakil Kepala Sekolah, Latifah Suryani menjelaskan bhineka festival merupakan puncak dari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyikapi keberagaman di Indonesia. Para siswa diajak untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif terkait perbedaan yang ada di negara kita. 

Melalui acara ini, semoga bisa memperkuat karakter rasa cinta budaya dan cinta tanah air dalam diri siswa.

“Acara ini mengajarkan kepada siswa untuk mampu beradaptasi, berakulturasi, dan percaya diri, serta memahami budaya di Indonesia,” jelasnya.

Bhineka Festival menampilkan 12 kreativitas dari 119 siswa kelas 9. Produk kreativasnya antara lain, fashion show budaya Jawa Tengah; maket rumah adat kebaya, honai, bolon, tongkonan, dan joglo; lagu tradisional Papua; maket rumah adat Betawi, Bali, Sulawesi Tengah; Tari Wonderfull Indonesia; penyajian makanan khas Papua dan Sumatera; film pendek tolerasi keberagaman; lagu tradisional Kalimantan Selatan; Tari Zapin Melayu; makanan dan minuman khas Jawa Tengah; film keberagaman etnis; dan fashion show pakaian NTT. 

Akhir acara, 4 kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi mendapatkan apresiasi hadiah dari panitia.

Sementara itu, Ketua Komite kelas 9, Pradani Diah mengapresiasi jalannya acara bhineka festival. Menurutnya para siswa perlu diberi ruang untuk berkreativitas dan tampil agar lebih percaya diri. 

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada anak-anak yang sudah berlatih luar biasa dan pentas bagus semua. Mereka bisa belajar langsung aneka ragam di Indonesia. Semoga anak-anak mendapatkan manfaat dari acara ini. Tidak lupa juga support orang tua yang maksimal tentunya menunjang acara hari ini sukses dan luar biasa,” jelasnya.

Dzikron Zaidan Ahmad mengaku berkesan dengan adanya bhineka festival. Ia bersama teman-teman menampilkan tari zapin dari melayu. Memilih tari zapin karena tari ini tari tradisional yang belum banyak orang mengenal sehingga bisa mengetahui tari zapin. Hal yang serupa disampaikan Almira Syakira Rifda Yokhisuno tentang pentingnya bhineka festival. 

Ia bersama teman-teman berhasil menampilkan kolaborasi antara musik dan video. Karyanya menceritakan sebagai manusia kita harus saling support satu sama lain meskipun berbeda suku agama. Indonesia mempunyai satu simbol bhineka tungal ika, berbeda tetapi satu jua. 

“Harapan ke depan semoga semua siswa lebih mengenal budaya Indonesia dari sabang sampai merauke dan saling menghargai satu sama lain,” Almira menandaskan.

 

Hari Pertama Kemwil IX Sako Pramuka SIT Jawa Tengah, Ribuan Peserta Berlaga di 7 Cabang Lomba

SEMARANG (jurnalislam.com)- Hari pertama gelaran Kemah Ukhuwah Wilayah (Kemwil) IX Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah diramaikan dengan berbagai lomba dalam Ragam Gelar Prestasi, Senin (14/10/2024) di Bumi Perkemahan Specta Merbabu, dan Lapangan Sepak Bola Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang. 

Ketua Panitia Kemwil IX, Widiyanto, S.Tr.Kom, menyampaikan bahwa hari pertama kegiatan Kemwil IX, perwakilan peserta dari masing-masing pangkalan mengikuti perlombaan dalam Ragam Gelar Prestasi.

“Ada beragam lomba gelar prestasi yang diikuti oleh perwakilan masing-masing pangkalan gugus depan/sekolah, baik untuk penggalang SD maupun SMP putra dan putri. Lomba Cerdas Cermat Islami (LCCI), Panahan, Semaphore Morse, Tahfidz, Teknologi Tempat Guna, Hasta Karya, dan Lomba Vlog,” terang Widiyanto.

“Kita berharap dengan kegiatan Ragam Gelar Prestasi semakin meningkatkan daya kompetisi peserta, baik dalam pengetahuan Islam, kemampuan menghafal Al-Quran, skill kecakapan keterampilan, kreativitas dan kolaborasi, maupun dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Adapun total peserta Kemwil ini adalah 2.481 peserta,” lanjut Widiyanto.

Ternyata kegiatan Ragam Gelar Prestasi ini mampu memacu adrenalin peserta untuk berkompetisi secara jujur dan fair. 

Salah satu peserta lomba hasta karya dari Pangkalan Gugus Depan SDIT Nur Hidayah Surakarta, Syakira Hanin Daiyyah, menyampaikan rasa senangnya dapat berkreativitas membuat hasta karya.

“Senang ikut lomba hasta karya. Lombanya unik dan menantang. Membuat kostum pasukan janeserri Muhammad Al Fatih. Saya buatnya dari barang (kardus) bekas. Melatih kreativitas sembari menyelami inspirasi-inspirasi dari tokoh Islam legendaris, penakluk konstantinopel,” kata Syakira.

Ketua Pimpinan Sako Pramuka SIT Jawa Tengah, Kak Priyono menyampaikan agenda Kemwil di hari pertama.

“Hari pertama difokuskan untuk perlombaan antar pangkalan gugus depan baik di jenjang SD maupun SMP. Malam harinya, peserta akan menikmati Konser Kemanusiaan Peduli Palestina bersama Group Nasyid Azzam Haroki. Adapun upacara pembukaan Kemwil IX akan dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (15/10) di Lapangan Sepak Bola Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang,” ungkap Kak Priyono.

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang Tandatangani Dua Perjanjian Kerjasama dengan Unimus

SEMARANG (jurnalislam.com)- Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang melaksanakan penandatanganan dua perjanjian kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Ahad, (13/10/2024).

Perjanjian kerjasama yang pertama adalah antara PDA Kota Semarang dengan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus, dan perjanjian kerjasama kedua adalah dengan Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Unimus. 

Pihak PD ‘Aisyiyah Kota Semarang diwakili oleh Ibu Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua PDA, pihak FIPH Unimus diwakili oleh ibu wakil dekan, Dr. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd., dan sebagai wakil dari Prodi S1 PBI Unimus adalah ibu Kaprodi, ibu Dr. Testiana D. W., M.Pd. 

Ibu Aminah Kurniasih selaku Ketua PDA Kota Semarang menandatangani Perjanjian Kerjasama antara PDA Kota Semarang dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora Unimus. 

Perjanjian kerjasama ini digagas dengan tujuan agar para pihak dapat saling bersinergi dan berkolaborasi di bidang yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. 

Acara seremonial penandatanganan tersebut dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 Unimus pada acara pembukaan kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah”. Pelatihan yang diikuti oleh peserta sebanyak 80 orang ini merupakan kegiatan perdana dari implementasi pelaksanaan perjanjian kerjasama yang ditandatangani tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Ketua PDA Ibu Aminah Kurniasih menyampaikan rasa syukur dan harapan atas kerjasama yang terjalin antara PDA Kota Semarang dan Unimus. 

Perjanjian ini merupakan gerbang pembuka atas kolaborasi para pihak di masa mendatang. Harapannya, dalam 5 (lima) tahun mendatang selama masa perjanjian kerjasama ini berlaku, Badan Pembantu Pimpinan PDA Kota Semarang dapat mengoptimalkan kesempatan ini dan dapat menginisiasi banyak program kerja bermanfaat lainnya bersama dengan Unimus untuk memberikan dampak positif bagi umat. 

Harapan yang sama terkait perjanjian kerjasama ini juga disampaikan oleh ibu Endang Tri Wahyuni, Wakil Dekan FIPH dari Unimus. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah” sebagai implementasi awal perjanjian kerjasama ini. 

Melalui pelatihan ini beliau berharap ‘Aisyiyah juga mampu meningatkan kemampuan kreasi digital dan dapat memanfaatkan media sosial seoptimal mungkin sebagai sarana syiar dakwah Islam di era digital ini.

Perkuat Peran dalam Syiar Dakwah Digital, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang Adakan Pelatihan Kreator Digital Penggerak 

SEMARANG (jurnalislam.com)- Ruang kuliah GKB 1 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ramai dipenuhi ibu-ibu berpakaian seragam ‘Aisyiyah pada Ahad pagi, (13/10/2024). Pada hari tersebut, Lembaga Pendidikan dan Penelitian Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (LPPA PDA) Kota Semarang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah”. 

Pelatihan ini merupakan kegiatan perdana dari implementasi perjanjian kerjasama antara PDA Kota Semarang dengan FIPH Unimus yang ditandatangani pada pembukaan acara pelatihan tersebut.

Ibu Ir. Indah Sunarni, ketua LPPA PDA Kota Semarang selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini dalam laporannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar ‘Aisyiyah, khususnya di Kota Semarang, dapat menjawab tantangan dunia digital saat ini di bidang desain grafis dan kemampuan editing video, sehingga mampu berkiprah dalam syiar dakwah digital secara interaktif dan menarik. 

Ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, akan tampak dan bermunculan para kreator-kreator ‘Aisyiyah yang nantinya dapat berkolaborasi membentuk sebuah tim khusus sebagai motor penggerak syiar digital ‘Aisyiyah Kota Semarang.

Sebanyak 80 orang peserta dari PDA Kota Semarang, perwakilan PCA se-Kota Semarang, dan juga anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Semarang bersemangat menimba ilmu dalam pelatihan ini. 

Sebagai instruktur, telah hadir Bapak Sonni Kurniawan, S.Tp., Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, yang juga merupakan anggota pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyumanik. Bapak Sonni didampingi oleh tim PSDM Banyumanik sebagai fasilitator pelatihan.

Materi pelatihan menitikberatkan kepada praktek langsung desain grafis melalui aplikasi canva dan editing video menggunakan aplikasi capcut. Materi disampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami. Hadirnya fasilitator dari tim PSDM Banyumanik sangat membantu peserta dalam melakukan praktek atas materi yang diberikan. 

“Seru!”, “Mantap!”, “Keren!” adalah beberapa ekspresi dari peserta di akhir acara terkait kesannya terhadap kegiatan pelatihan dan materi yang disampaikan oleh instruktur.

Melihat antusiasme peserta selama kegiatan pelatihan berlangsung, besar harapan panitia penyelenggara bahwa kegiatan pelatihan ini dapat bermanfaat dan akan menguatkan peran ‘Aisyiyah dalam syiar dakwah secara digital di masa mendatang.