Berita Terkini

Abbas Minta Hamas Menyerah, Hamas: Penghinaan terhadap Perjuangan Rakyat Palestina

PALESTINA (jurnalislam.com)- Hamas mengecam pernyataan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas yang menyerukan pembebasan tawanan Israel dan desakan agar Hamas meletakkan senjata. Pernyataan Abbas yang disampaikan dalam pertemuan Dewan Pusat di Ramallah pada Rabu (23/4/2024) itu dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Abbas berulang kali dan mencurigakan, terus menyalahkan rakyat kami atas kejahatan dan agresi yang dilakukan oleh penjajah.” kata pejabat senior Hamas, Basem Naim, dalam pernyataannya pada Kamis (24/4/2024).

Dalam pidatonya, Abbas menyebut bahwa penahanan tawanan Israel oleh Hamas memberi “alasan” bagi Israel untuk terus menggempur Gaza.

“Hamas telah memberikan alasan kepada pendudukan kriminal untuk melakukan kejahatannya di Jalur Gaza,” ujar Abbas.

Dengan nada marah, Abbas juga melontarkan ucapan kasar dalam bahasa Arab kepada Hamas: “Setiap hari ada kematian. Kalian bajingan, serahkan apa yang kalian miliki dan keluarkan kami dari cobaan ini.”

Pernyataan Abbas langsung menuai reaksi keras dari berbagai faksi perlawanan Palestina. Gerakan Mujahidin Palestina, yang merupakan pecahan dari Fatah pada awal 2000-an, turut mengutuk pernyataan tersebut.

Gerakan tersebut menuduh Abbas memperkuat perpecahan internal dan melanjutkan narasi yang mengkriminalisasi perlawanan, sekaligus meringankan beban kejahatan pendudukan Israel.

“Kami mengutuk pernyataan ofensif Presiden Abbas yang terus-menerus mengejar wacana ini, yang mengkriminalisasi perlawanan dan membebaskan pendudukan dari kejahatan yang terus-menerus terhadap rakyat kami selama beberapa dekade, terutama perang genosida terhadap Gaza, aneksasi dan Yahudisasi Tepi Barat dan Yerusalem, dan penderitaan berat yang dialami oleh para tahanan kami yang gagah berani.”

Gerakan tersebut juga mendesak Abbas untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya.

“Kami meminta Presiden Otoritas Palestina untuk meminta maaf atas pidato yang menyinggung ini dan membatalkan semua langkah yang memperkuat perpecahan dan sejalan dengan keinginan Zionis. Kami meminta dia untuk kembali merangkul rakyat serta berhenti mengejar jalan yang tidak masuk akal berupa penyerahan diri dan kompromi.”

Sejak Israel melanjutkan operasinya di Gaza pada 18 Maret 2025, sedikitnya 1.928 warga Palestina dilaporkan tewas. Jumlah korban jiwa sejak perang meletus pada Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 51.305 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Sementara itu, upaya negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel belum menunjukkan hasil konkret. Delegasi Hamas saat ini tengah berada di Kairo untuk melanjutkan pembicaraan dengan mediator Mesir dan Qatar.

Reporter: Bahry
Sumber: Al Jazeera

Tanpa Ampun, Israel Terus Blokade Bantuan dan Serang Gaza, 13 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

GAZA (jurnalislam.com)– Israel terus memperketat blokade bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, termasuk makanan dan obat-obatan, sambil melancarkan serangan udara intensif yang menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina dalam semalam dan Kamis dini hari (24/4/2025). Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Koresponden Al Jazeera melaporkan, tiga anak tewas saat serangan menghantam tenda pengungsi di dekat Nuseirat, Gaza tengah. Sementara itu, satu wanita dan empat anak lainnya tewas saat rumah mereka di Kota Gaza dihantam rudal.

Dalam serangan terpisah, seorang jurnalis lokal, Saeed Abu Hassanein, turut menjadi korban. Kematian Hassanein menambah daftar jurnalis yang tewas selama konflik menjadi sedikitnya 232 orang, menjadikan perang ini sebagai salah satu yang paling mematikan bagi pekerja media.

Krisis Kemanusiaan Makin Parah

Tareq Abu Azzoum, reporter Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Deir el-Balah, menyebut Gaza tengah saat ini mengalami peningkatan eskalasi militer. Ia menyoroti kondisi sulit tim penyelamat yang kekurangan peralatan dan harus berjuang menjangkau korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.

“Peralatan evakuasi banyak yang rusak atau hancur. Setiap detik sangat berharga, namun kami terhambat dari segala sisi,” kata Tareq.

Pusat komunikasi Otoritas Palestina yang berpusat di Tepi Barat menyampaikan kecaman keras terhadap agresi Israel. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut bahwa tidak ada jeda, tidak ada belas kasihan, dan tidak ada sisi kemanusiaan dalam operasi militer Israel saat ini.

Pernyataan tersebut disertai video yang memperlihatkan tank-tank Israel melintasi puing-puing kamp pengungsi Shaboura di Gaza selatan.

“Di kamp pengungsi Shaboura, seperti di setiap sudut Gaza lainnya, kehancuran tidak pernah berakhir,” tulis pernyataan itu.

Delapan Pekan Tanpa Bantuan

Israel telah memblokir masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza selama delapan minggu terakhir. Langkah ini dikritik keras oleh badan-badan internasional termasuk PBB, yang menyebut situasi di Gaza sebagai “krisis kemanusiaan terburuk” sejak perang pecah Oktober lalu.

Sementara warga sipil terus berjatuhan, dunia internasional mendesak gencatan senjata segera dan akses penuh terhadap bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa mereka yang tersisa.

Reporter: Bahri
Sumber: Al Jazeera

Israel Bombardir Sekolah Pengungsi di Gaza, 23 Tewas Terpanggang Saat Tidur

Israel Bombardir Sekolah Pengungsi di Gaza, 23 Tewas Terpanggang Saat Tidur

GAZA (jurnalislam.com)– Serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah di Kota Gaza yang menjadi tempat perlindungan bagi pengungsi Palestina pada Selasa malam (23/4/2025). Serangan tersebut memicu kebakaran hebat dan menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk anak-anak, saat mereka tertidur lelap.

Sekolah Jaffa yang menjadi target serangan diketahui menampung puluhan warga sipil yang kehilangan tempat tinggal akibat perang. Sumber medis melaporkan bahwa satu anak dilaporkan tewas dengan kondisi tubuh hangus dan sulit dikenali.

Beberapa jam setelah serangan di sekolah, sedikitnya 19 warga Palestina lainnya dilaporkan tewas akibat serangan udara di lokasi berbeda di Jalur Gaza pada Rabu pagi (24/4).

Rekaman video dari lokasi menunjukkan kobaran api besar melalap bangunan sekolah, sementara warga berlarian menyelamatkan diri. Seorang jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif, dalam unggahan di platform X menuliskan,

“Beginilah cara anak-anak kami dibakar saat mereka tidur di tenda-tenda pengungsi. Tidak ada daerah yang aman, dan tidak ada yang selamat dari genosida ini. Kota Gaza dan wilayah utaranya telah menjadi sasaran penembakan dan artileri berat Israel selama berjam-jam,” tulis Anas al-Sharif.

Di wilayah Jabalia, utara Kota Gaza, seorang anak dilaporkan tewas dalam serangan besar-besaran Israel lainnya. Tim penyelamat mengatakan banyak rumah hancur dan puluhan warga sipil masih terperangkap di bawah reruntuhan.

Zona Kemanusiaan yang Tak Lagi Aman

Sejak melanjutkan operasi militer secara besar-besaran di Gaza pada 18 Maret lalu, Israel diketahui tidak lagi menetapkan wilayah tertentu sebagai “zona aman” atau “zona kemanusiaan”.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan warga sipil menuduh militer Israel terus menargetkan warga di wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman. Selain itu, Israel juga disebut tidak memberikan cukup waktu bagi warga untuk mengevakuasi diri sebelum serangan terjadi.

Sebelumnya, militer Israel mengedarkan peta zona aman melalui udara, namun kini hal tersebut tak lagi dilakukan. PBB memperkirakan bahwa lebih dari 70 persen wilayah Gaza kini berada di bawah perintah evakuasi atau diklasifikasikan sebagai “zona terlarang”.

Sejak awal invasi pada Oktober 2023, lebih dari 51.000 warga Palestina dilaporkan tewas. Infrastruktur Gaza nyaris hancur total, dan ribuan korban diduga masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Tampil Seksi Dekat Mekkah, Konser Jennifer Lopez di Arab Saudi Tuai Kecaman

JEDDAH (jurnalislam.com)– Konser penyanyi pop dunia Jennifer Lopez dalam rangkaian Formula 1 Grand Prix Arab Saudi 2025 di Jeddah memicu kontroversi. Penampilan yang digelar hanya sekitar 80 kilometer dari Mekkah itu menuai kritik karena dinilai tidak menghormati kesucian kota suci umat Islam.

Jennifer Lopez tampil memukau di Sirkuit Corniche Jeddah pada Sabtu (19/4/2025) malam, mengenakan busana mencolok bergaya Barbie berwarna merah muda. Dalam konser tersebut, Lopez membawakan lagu-lagu hits seperti On the Floor, Let’s Get Loud, I’m Into You, dan Ain’t Your Mama.

Konser ini merupakan bagian dari strategi besar Visi 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi melalui sektor hiburan dan pariwisata.

Namun, penampilan yang dianggap “berani” itu langsung memicu gelombang protes di media sosial. Banyak warganet menyebut konser tersebut sebagai “penghinaan terhadap Islam” karena digelar terlalu dekat dengan Mekkah.

“Menyelenggarakan konser pop dengan tarian dan pakaian terbuka di dekat Mekkah adalah tindakan yang sangat tidak sopan,” tulis salah satu pengguna X (dulu Twitter).

“Arab Saudi harus ingat bahwa mereka memegang tanggung jawab atas tempat-tempat suci umat Islam.” imbuhnya, sebagaimana dikutip dari The New Arab.

Selain Lopez, konser pasca-balapan ini juga dimeriahkan oleh musisi internasional lain seperti Usher, Major Lazer, Peggy Gou, serta artis Arab seperti Marwan Pablo, Hisham Abbas, Mostafa Amar, dan Hamid El-Shaeri.

Sejumlah tokoh agama dan pengamat sosial menyatakan keprihatinannya atas arah kebijakan Arab Saudi yang semakin terbuka terhadap hiburan barat, tanpa mempertimbangkan sensitivitas umat Muslim.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi tetap membela acara tersebut sebagai bagian dari upaya modernisasi dan membuka diri terhadap dunia internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang gencar menghadirkan berbagai event musik, festival film, dan olahraga internasional yang sebelumnya tak pernah terjadi di negara konservatif itu.

Jennifer Lopez sendiri tampak antusias dengan penampilannya di Jeddah. Ia bahkan terlihat berbincang dengan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, di area paddock sebelum konser. Melalui akun Instagram-nya, Lopez mengumumkan bahwa ia akan melakukan tur terbatas selama musim panas.

“Untuk semua JLovers internasional, saya akan tampil di sejumlah acara pilihan musim panas ini. Saya tidak sabar bertemu kalian semua!,” tulisnya.

Sumber: The New Arab

Orang Tua Waspada! 9 Produk Marshmallow Favorit Anak Ternyata Mengandung Babi, Meski Bersertifikat Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan terkait klaim kehalalan produk. Koordinasi ini dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 10 Tahun 2024 (BPJPH) dan Nomor KS.01.01.2.06.24.05 (BPOM) tentang Pengawasan Jaminan Produk Halal di Bidang Obat dan Makanan.

Hasil pengawasan menunjukkan terdapat 11 batch dari 9 produk pangan olahan yang mengandung unsur babi (porcine). Dari 9 produk tersebut, 7 produk telah bersertifikat halal (9 batch) dan 2 produk belum bersertifikat halal (2 batch).

Merujuk Lampiran Siaran Pers Nomor 242/KB.HALAL/HM.1/04/2025 Tanggal 21 April 2025 yang dibagikan melalui laman resmi BPJPH, berikut daftar produk pangan olahan yang mengandung unsur babi (porcine):

1. Corniche Fluffy Jelly Marshmallow – Produk asal Filipina, diimpor oleh PT Dinamik Multi Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

2. Corniche Marshmallow Rasa Apel Bentuk Teddy – Produk asal Filipina, diimpor oleh PT Dinamik Multi Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

3. ChompChomp Car Mallow (bentuk mobil) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

4. ChompChomp Flower Mallow (bentuk bunga) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

5. ChompChomp Marshmallow Bentuk Tabung (Mini Marshmallow) – Produk asal China, diimpor oleh PT Catur Global Sukses, bersertifikat halal BPJPH.

6. Hakiki Gelatin (Bahan tambahan pangan pembentuk gel) – Diproduksi PT Hakiki Donarta, bersertifikat halal BPJPH.

7. Larbee – TYL Marshmallow Isi Selai Vanila – Produk asal China, diimpor oleh Budi Indonesia Perkasa, bersertifikat halal BPJPH.

8. AAA Marshmallow Rasa Jeruk – Produk asal China, diimpor oleh PT Aneka Anugrah Abadi dan Brother Food Indonesia, tidak bersertifikat halal.

9. SWEETIME Marshmallow Rasa Coklat – Produk asal China, tidak bersertifikat halal.

Menanggapi temuan tersebut, BPJPH langsung memberikan sanksi berupa penarikan dari peredaran untuk 7 produk bersertifikat halal, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2024. Sementara itu, BPOM memberikan sanksi berupa peringatan dan instruksi penarikan produk untuk 2 produk yang tidak bersertifikat halal.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sertifikat halal bukan hanya kewajiban administratif, tapi bentuk komitmen yang menyangkut akurasi, legalitas, dan kepercayaan masyarakat.

“Sertifikat halal adalah representasi standar halal yang harus dijaga secara konsisten. Pelanggaran terhadapnya bukan sekadar kesalahan teknis, tapi bisa berdampak serius secara hukum dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Kontributor: Bahry

HPDKI Solo Raya Gelar Halal Bihalal dan Workshop Hilirisasi Peternakan

KARANGANYAR (jurnalislam.com)– Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Solo Raya menggelar acara Halal Bihalal dan Kopdar di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pada Sabtu (19/4/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi antarpeternak sekaligus ruang diskusi strategis melalui workshop bertema “Hilirisasi Peternak Domba dan Kambing.”

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni perwakilan dari Sedana Farm Jombang, Jawa Timur, dan Bhineka Farm Boyolali, Jawa Tengah. Para peserta mendapatkan wawasan seputar pengelolaan peternakan modern dan strategi hilirisasi produk peternakan agar lebih berdaya saing di pasar.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, SE, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada para peternak. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa profesi peternak adalah pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai spiritual tinggi.

“Beternak kambing dan domba adalah pekerjaan yang sangat istimewa, karena sebagian besar Nabi sebelum diangkat menjadi Nabi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah seorang peternak domba,” tutur Mas Adhe, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua HPDKI Karanganyar, Triyono, berharap agar pemerintah dan Dinas Peternakan dapat terus membimbing para peternak untuk menjadi lebih profesional dan berdaya saing.

“Kami berharap dinas terkait bisa memberikan pembinaan dan juga membantu para peternak dalam hal pemasaran produk-produk peternakan, khususnya kambing dan domba,” ungkap Triyono.

Dalam sesi workshop, Mario dari Bhineka Farm mengajak para peternak untuk terus meningkatkan integritas dan kompetensi.

“Peternak harus jujur dan cerdas dalam mengelola ternaknya agar lebih diterima oleh pasar. Kepercayaan konsumen itu kunci,” tegasnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai semangat baru para peternak untuk terus berkembang dan bersinergi dalam membangun sektor peternakan yang lebih maju.

7 Seruan dalam Aksi Bela Palestina Surabaya, Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas terhadap Zionis Israel

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aksi Bela Palestina yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (19/4/2025), ditutup dengan momen penuh haru dan semangat perjuangan.

Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat secara serentak membacakan Pernyataan Sikap Aliansi Rakyat Bela Palestina, sebagai wujud komitmen perjuangan bersama untuk kemerdekaan Palestina.

Pembacaan pernyataan sikap dipimpin dari atas panggung utama dan diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta aksi. Pernyataan ini menjadi simbol kesatuan suara rakyat Surabaya, khususnya Jawa Timur, dalam menentang kezaliman zionis Israel dan mendukung kemerdekaan penuh bagi rakyat Palestina.

Dalam isi pernyataannya, Aliansi Rakyat Bela Palestina menyampaikan tujuh poin sikap, antara lain:

1. Mendoakan rakyat Palestina dalam setiap kesempatan agar diberi kekuatan, keberkahan, dan keteguhan dari Allah Subhanahu wa Taala menuju kemerdekaan sejati.

2. Menggalang bantuan kemanusiaan, baik berupa donasi maupun bentuk kampanye lain, melalui lembaga-lembaga terpercaya.

3. Memperkuat aksi boikot terhadap produk yang terafiliasi dan mendukung agresi zionis Israel secara terang-terangan.

4. Menyuarakan kisah-kisah keberanian para pejuang keadilan Palestina ke seluruh penjuru media dunia.

5. Mengajak elemen pendidikan dan masyarakat untuk solid dan konsisten dalam mendukung Palestina merdeka.

6. Menghidupkan semangat persatuan rakyat Indonesia dan dunia untuk membela kebenaran dan keadilan.

7. Mendesak pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dalam setiap forum internasional, menuntut kemerdekaan Palestina dan menghukum zionis Israel atas tindakan genosida yang telah dilakukan.

Aksi yang berlangsung damai ini tidak hanya menjadi ajang seruan moral, tetapi juga membangun gerakan konkrit dan terstruktur dari akar rumput. Dengan pembacaan pernyataan sikap ini, Aliansi Rakyat Bela Palestina mengukuhkan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan panjang yang harus terus dinyalakan dari semua lini.

Reporter: Bahry

Muhammadiyah Jatim Ajak Sisihkan Donasi Harian untuk Palestina: Allah Akan Tolong Rakyat Indonesia

SURABAYA (jurnalislam.com)– Dalam lanjutan Aksi Bela Palestina yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (19/4/2025), giliran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, KH. Zainul Muslimin, menyampaikan orasi yang menggugah kesadaran dan semangat kemanusiaan peserta aksi.

Dengan penuh semangat, KH. Zainul mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada seruan solidaritas, namun juga mengkonkretkannya dalam bentuk dukungan finansial yang berkelanjutan.

“One day charity for Free Palestine, maka mari kita senantiasa setiap hari sisihkan uang kita untuk kita setorkan ke Lembaga Amil Zakat yang ada di Jawa Timur ini yang akan disalurkan ke Palestina,” serunya.

Ia menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam aksi ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia memiliki empati dan semangat untuk membantu rakyat Gaza yang terus menghadapi penderitaan.

“Kehadiran kita di sini semuanya dan untuk seluruh rakyat Indonesia, mudah-mudahan ini menjadi bukti karena kita punya semangat untuk membantu kesulitan saudara kita di Gaza, maka mudah-mudahan Allah mewajibkan Diri-Nya untuk mengeluarkan kita dari seluruh kesulitan rakyat Indonesia ini.”

KH. Zainul meyakinkan bahwa perjuangan membantu Palestina bukan hanya memberi manfaat bagi Gaza, tetapi juga mengundang pertolongan Allah bagi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi berbagai ujian.

“Sekali lagi, perjuangan kita untuk membantu Palestina merdeka, untuk membantu kesulitan saudara-saudara kita di Gaza, maka Allah akan hadir untuk membantu kesulitan rakyat Indonesia.” pungkasnya.

Aksi ini tidak hanya menjadi ajang seruan moral dan politik, tetapi juga momentum penggalangan kepedulian yang berkelanjutan. Pesan KH. Zainul Muslimin menambah energi spiritual dan motivasi peserta untuk terus menjadi bagian dari perjuangan global membela Palestina.

Kontributor: Bahry

Aliansi Rakyat Bela Palestina Gelar Aksi di Surabaya, Emil Dardak: Ini Suara Resmi Rakyat Jawa Timur!

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat kembali memadati kawasan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya dalam Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Bela Palestina Surabaya, Sabtu (19/4/2025).

Aksi ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terus mengalami penjajahan dan kekerasan dari rezim Zionis Israel.

Aksi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Selamat datang di halaman Gedung Negara Grahadi yang senantiasa siap menjadi simbol perjuangan panjenengan semua,” ucap Emil dalam orasinya di hadapan peserta aksi.

Emil menyampaikan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan kemanusiaan yang tidak terbatas pada umat Islam saja, tetapi juga menjadi suara dunia yang menuntut keadilan.

“Pagi hari ini kami atas nama Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir di sini, diminta oleh beliau untuk membersamai perjuangan panjenengan semua. Karena ini sejatinya perjuangan untuk kemanusiaan, perjuangan untuk keadilan, dan tentunya mudah-mudahan untuk membawa kita ke tempat yang lebih baik di akhirat nanti,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun Jawa Timur secara geografis jauh dari Palestina, namun semangat perjuangan justru semakin kuat dan menyatukan.

“Jawa Timur mungkin jauh dari Palestina, tetapi bukan jarak yang memisahkan kita, tapi semangat perjuanganlah yang menyatukan kita. Semakin jauh kita dari Palestina secara jarak justru semakin memperkuat suara bahwa kemanapun anda berada diujung dunia, Anda akan menemukan perjuangan bagi keadilan Palestina,” tegasnya.

Emil juga berharap aksi ini dapat menjadi bagian dari efek bola salju yang akan terus membesar dan memberikan tekanan global terhadap penjajahan yang terjadi di tanah Palestina.

Aksi berlangsung damai dan penuh semangat, diisi dengan orasi dari berbagai tokoh, doa bersama, serta seruan boikot produk-produk yang terafiliasi dengan penjajahan Israel.

Kontributor: Bahry

Peduli Palestina, Ribuan Masyarakat Soloraya Ikuti Aksi “The Call From Gaza”

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama Forum Ulama Surakarta menyelenggarakan aksi peduli Palestina. Kegiatan tersebut diselenggarkan di Graha Wisata Solo, Minggu (13/4/2025).

Acara yang diberi tema,”The Call From Gaza” tersebut diikuti ribuan peserta, terbukti banyak peserta yang duduk halaman luar karena di dalam gedung penuh.

Aksi peduli Palestina juga dihadiri beberapa tokoh dan ulama seperti Ustadz Salim A Fillah, Muhammad Husein Gaza, Ketua MUI Solo KH Abdul Aziz, Ust Khalid Saifullah Ketua Umum MTA, KH Syihabudin (Ponpes Isykarima), KH Muhammad Halim (Ponpes Takmirul Islam), ormas Islam dan masyarakat Se Solo Raya.

Ustadz Abdul Rachim Baasyir selaku koordinator acara menjelaskan melalui kegiatan ini berharap agar umat Islam terketuk dan peduli akan penderitaan warga Gaza, Palestina.

“Sebagai bentuk dukungan bahwa warga Solo dan sekitarnya juga peduli akan penderitaan yang saat ini dialami oleh warga Gaza Palestina,” ujarnya.

Ketua MUI Solo, KH Abdul Aziz dalam sambutannya menjelaskan, segala bentuk penjajahan di dunia harus dihapuskan.
“Saat ini sudah bukan zamannya negara menjajah negara lain. Suatu negara menindas negara lain.“Saat ini eranya adalah tolong menolong antar negara dan bersinergi dan bekerja sama,” ujarnya.

Sebagai negara yang religius kami menolak dengan keras adanya pelanggaran serius egala yang dilakukan oleh zionis israel. Terhadap negara Palestina karena bertentangan dengan agama apapun apalagi agama Islam.

“Sebagai umat Islam kami memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut kami masjid Masjid Al Aqsa mempunyai kedudukan mulia seperti Masjidil Haram ataupun dan Masjid Nabawi. Bahkan Masjidil Aqsha pernah menjadi kiblat pertama umat Islam,” tambahnya.

MUI mendukung sepenuhnya segala bentuk perjuangan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai bentuk konkrit kami menyerukan agar semua masyarakat ikut berdoa untuk kemerdekaan Palestina setiap saat.

Muhammad Husein Gaza yang tampil membakar semangat peserta menjelaskan mengapa masalah Palestina ini terus terjadi karena umat Islam lalai akan perjuangan, sementara zionis israel setiap hari membunuh, setiap hari memborbardir rakyat tak berdosa di Palestina.

“Mengapa umat Islam memikirkan Palestina setahun sekali padahal dunia barat dan juga Amerika terus mendukung zionis untuk membantai anak-anak membunuh rakyat tak berdosa warga Palestina setiap waktu setiap hari. Mindset ini harus dirubah. Kita harus memperjuangkan kemerdekaan Palestina setiap hari,” ungkapnya.

Sementara itu dalam materinya Ustadz Salim menjelaskan bangkitkan di hati bahwa persoalan di Palestina adalah masalah kita semua. Ajarkan kepada anak-anak kita tentang Baitul Maqdis, terangkan tanah yang penuh keberkahan ini.

“Jangan biarkan anak-anak kita hanya rindu ke Kakbah Baitullah tapi buat mereka juga rindu untuk Sholat bersama di Masjid Al Asha. Setiap hari diajak untuk melihat penderitaan anak-anak di Gaza,” katanya.

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga diadakan acara nonton film tentang penderitaan palestina, setelah itu diadakan penggalangan dana dan terkumpul Rp 1.325.773.936. Menurut panitia hingga berita ini ditulis masih banyak masyarakat yang mendonasikan uangnya ke rekening DSKS.

Ustadz Abdul Rochim Baasyir menjelaskan semua dana yang terkumpul akan disalurkan kepada lembaga yang berkompeten untuk bisa memberikah hadiah terbaik bagi warga Palestina.