Berita Terkini

Aksi Mengecam Pembakaran Al-Quran Juga Digelar Ribuan Umat Islam Banten

SERANG (Jurnalislam.com) – Kemarahan atas protes pembakaran Al-quran hampir terjadi di seluruh kota di Indonesia. Protes umat Islam tersebut menuntut pelaku pembakaran Al-Qur’an Rasmus Paludan untuk segera diadili.

Aksi umat Islam mengecam pembakaran Al-Qur’an juga digelar di Alun-Alun Barat Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (03/02/2023). Aksi yang diinisiasi oleh Forum Persaudaraan Umat Islam Banten(FPUIB) ini dihadiri oleh para Kiyai, Alim Ulama, Santri dan para tokoh masyarakat di Banten.

“Aksi Paludan yang membakar Al Qur’an adalah bentuk Islamophobia dan pelecehan agama karena menista kitab suci agama Islam. Kami mewakili seluruh Umat Islam di Banten mengecam apa yang telah dilakukan Paludan,dan aksi yang diselenggarakan ini sebagai bentuk rasa peduli kami terhadap Al-Quran,”kata Sutanto Sekretaris FPUIB saat diwawancarai oleh Jurnalislam.com

Aksi yang berjalan damai tersebut diisi dengan orasi oleh para alim Ulama dan aktivis Banten. Salah satunya disampaikan oleh Agus Surahmat, SH dari Jamaah Ansharu Syariah Banten.

“Ketika hati kita diam saja melihat Al-Quran dibakar maka kita harus khawatir Allah akan membutakan dan mengutuk kita dalam membela kitab suci ini, Banten sebagai garda terdepan umat Islam, kota para santri, harus menjunjung tinggi dan menjaga nilai-nilai Islam agar tidak terjadi hal serupa,” tegasnya.

Setelah berorasi, massa menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Dewan Penasehat FPUIB, KH Enting Ali Abdul Karim.

Berikut isis Pernyataan Sikap FPUIB:

Pertama, Meminta kepada Negara-negara yang bergabung pada konferensi Islam untuk mencetak Al-Quran sebanyak-banyaknya dan disebarkan ke seluruh pelosok Eropa agar mengenal Islam langsung dari sumbernya dan mengirim juru dakwah Islam untuk mengajarkan nilai-nilai adab kepada masyarakar Eropa.

Kedua, Menyerukan kepada PBB khususnya yang menangani Agama dan kebudayaan agar pro aktif menangani persoalan Islamophobiayang terjadu di Eropa agar Masyarakat Eropa menjunjung kemanusiaan, kesetaraan, toleransi dan Inklusifitas.

Ketiga, menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadi pelopor dalam pergaulan Internasional untuk bersuara dengan keras bahwa pembakaran dan pendiskriditan umat Islam minoritas di Eropa harus dihapuskan.

Keempat, Meminta kepada Umat Islam diseluruh Dunia untuk memuliakan Al-Quran dengan cara membaca, mempelajari dan mengamalkannya dalam sendi kehidupan.

Kelima, Menyerukan kepada seluruh umat Islam dimanapun berada agar bangkit melawan sikap anti Islam sebagai panggilan Iman demi memuliakan Al-Quran sebagai pedoman kaum Muslimin.

Reporter: M Dian

Tiap Pesantren Didorong untuk Mandiri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali menggulirkan program Kemandirian Pesantren. Untuk tahun 2023, program ini juga akan diarahkan pada pembantukan pesantren sebagai Community Economy Hub.

Konsep ini dibahas bersama dalam Rakor Program Kemandirian Pesantren tahun 2023 di Jakarta. Giat yang dibuka Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani berlangsung tiga hari 2- 4 Februari 2023.

Ali Ramdhani mengingatkan bahwa Kemandirian Pesantren menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Digulirkan kali pertama pada medio 2020, program ini bertujuan mewujudkan pesantren yang mandiri secara ekonomi dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pesantren kerap kali menjadi institusi yang terseret-seret oleh kepentingan yang tidak ada signifikansikansinya dengan fungsi pesantren. Hal tersebut dimungkinkan karena pesantren tidak memiliki kekuatan yang mandiri dalam ruang ekonomi. Oleh karena itu, Menteri Agama sejak awal telah menyampaikan cita-cita agar pesantren ajeg dalam eksistensinya sebagai sebuah lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Maka salah satu persyaratannya adalah kemandirian pesantren,” ungkap Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (2/2/2023).

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menyebutkan, sekarang ada lebih dari 37.000 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama dengan empat juta santri aktif. Ini merupakan kekuatan yang luar biasa jika dapat dikelola secara efektif. Dalam hal Kemandirian ekonomi, akan lebih mudah terwujud jika tercipta suatu sistem yang mendukung pesantren untuk saling menjalin relasi dalam membangun lini usaha.

“Maka program Kemandirian Pesantren yang akan berjalan pada tahun ketiga ini harus sudah mengarah pada tujuan membentuk ekosistem ekonomi pesantren yang saling terkoneksi, atau yang kita sebut Community Economy Hub. Jika 37.000 pesantren ini menjadi titik-titik yang terhubungkan satu sama lain, maka cita-cita kita semua dalam membangun pesantren mandiri semakin dekat terwujud,” ucap Kang Dhani, panggilan akrabnya.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri Agama, Mohammad Nuruzzaman. Menurutnya, Community Economy Hub Pesantren diharapkan menjadi sebuah sistem untuk mencapai cita-cita bersama kalangan pesantren, di mana terjalin hubungan yang saling mendukung. Pesantren yang telah memiliki unit usaha kuat dapat mengajak pesantren lainnya agar turut meningkatkan ekonominya, sehingga terjadi interaksi untuk saling belajar dan memotivasi.

“Oleh karena itu selain mematangkan pelaksanaan program inkubasi bisnis tahun ini, kita juga harus fokus melakukan evaluasi berkelanjutan pada Program Inkubasi Bisnis tahun-tahun sebelumnya. Penekanannya terutama pada pentingnya pendampingan intensif terhadap usaha yang dijalankan pesantren,” ucap Nuruzzaman.

Nuruzzaman juga menekankan pentingnya membentuk Sumber Daya Manusia yang memiliki jiwa enterpreneur dan siap membangun pesantren. “Bagaimana ke depannya agar santri yang berada di pesantren juga turut mengerti, memahami, dan mampu mengimplementasikan ilmu tentang ekonomi atau bisnis. Pada tahun 2045 Indonesia akan mengalami peningkatan usia produktif atau bonus demografi, maka santri harus turut mengambil peran. Salah satunya adalah dengan memahami segala ilmu menyangkut kewirausahaan sehingga siap dan mampu menghadapi tantangan dikemudian hari,” jelas Nuruzzaman.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur menjelaskan Rapat Koordinasi Kemandirian Pesantren digelar dalam rangka menysukseskan pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren tahun 2023. “Kita betul-betul akan memulai start menjalankan program yang menjadi prioritas Menteri Agama untuk tahun ketiga. Oleh karena itu seluruh tim, baik Tim Ahli, Tim Pokja Kemandirian Pesantren, dan Tim Asistensi berkumpul untuk mematangkan semua konsep,” terang Waryono.

Waryono yang juga Penanggung jawab Tim Pokja Kemandirian Pesantren mengatakan tahun 2023 Kemenag telah menargetkan sebanyak 1.500 pesantren untuk menjadi bagian dalam program Inkubasi Bisnis Pesantren.

“Kita berharap dengan pengalaman pada tahun sebelumnya, maka kita semakin matang dalam mempersiapkan dan mendampingi para penerima manfaat Inkubasi Bisnis Pesantren di tahun 2023,” ucap Waryono.

Besok, Aksi Bela Al-Qur’an Digelar di Alun-alun Kota Serang

SERUAN AKSI BELA AL QUR’AN

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ
يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad: 7).

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُه

Ayyuhal ikhwah, ketahuilah bahwa aksi pembakaran kitab suci Al Quran yg dilakukan oleh politisi Swedia, Rasmus Paludan merupakan aksi Islamofobia dan penistaan terhadap Agama Islam.

Mari rapatkan barisan & ukhuwah Islamiyah dalam acara “AKSI BELA AL QURAN”.

Hari/Tgl :
Jum’at, 03 Februari 2023
Jam :
13.00 WIB – selesai
Tempat :
Alun-Alun Barat Kota Serang Banten

Demikian seruan ini kami sampaikan, terima kasih atas kehadirannya dan jazakumullaahu khoiron katsira.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

HIMBAUAN
▪ Dilarang membawa senjata tajam & barang terlarang apapun bentuknya
▪ Menjaga akhlaqul karimah
▪Mengikuti aturan & arahan korlap
▪️Tidak Anarkis
▪️Aksi Damai

Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB)

Contact Person:
Abu Nurul Aqilla
(087772326079)

 

Seabad NU, Warga NU Diharap Mampu Lakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Tahun ini organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU), memasuki usia yang ke seratus tahun. Di usia yang seabad ini, NU diharapkan terus berkontribusi melakukan berbagai perbaikan, baik kepada bangsa dan negara (islahil wathan), dunia (islahil ‘alam), maupun perbaikan umat (islahil ummah).

“Islahil umat ini memperbaiki umat, masyarakat, ke arah yang lebih baik. Kalau bahasa saya memperbaiki umat itu santrinisasi umat. Jadi umat ini kita santrikan semua. Supaya berpikir santri dan juga berprilaku santri,” imbau Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Anugerah Satu Abad NU, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa malam (31/01/2023).

Lebih jauh Wapres menegaskan, yang dimaksud santrinisasi bukanlah Islamisasi, karena hal ini akan mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia. Namun, santrinisasi lebih kepada menjadi umat terbaik dengan mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip NU.

“Umat yang terbaik yang mampu melakukan amal ma’ruf sesuai dengan cara-cara dakwah nahdiyah. Dan juga membangun umat yang kuat. Ummatan qowiyyan dan juga umat yg memiliki ketangguhan, resilience,” tegasnya.

Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip tersebut, Wapres pun mengajak nahdiyyin dan nahdiyyat untuk tetap mengamalkan kebaikan secara berkelanjutan (sustainable improvement).

Menutup sambutannya, Wapres berpesan, agar dalam memasuki abad ke-2 ini, NU perlu menyiapkan langkah-langkah strategis yang lebih menantang, baik di tingkat nasional maupun global .

“Karena itu saya kira kita memasuki abad ke dua, seratus tahun ke dua, maka kita perlu menyiapkan langkah-langkah, khutuwat islahiyah, insyithah islahiyah, yang lebih tajam lagi yang lebih mengarah lagi sesuai dengan tantangan yang kita hadapi baik pada tingkatan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan maupun pada tantangan yang sifatnya global,” pungkas Wapres.

Sejalan dengan Wapres, sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar NU K.H. Yahya Cholil Staquf menuturkan bahwa NU berkomitmen untuk berperan aktif di kancah internasional. Ia berharap, ke depan NU tidak hanya menjadi organisasi yang menangani isu-isu umat Islam di dalam negeri, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mencari solusi yang dihadapi umat Islam di seluruh dunia.

Dalam mendukung upaya tersebut, pada 7 Februari mendatang, NU akan menggelar forum khusus untuk ulama internasional yang membahas isu-isu terkini umat Islam yang disebut dengan Fiqih Peradaban.

“Maka kami akan gelar insyaAllah nanti Muktamar Internasional Fiqih Peradaban yang pertama. Karena peradaban adalah masalah besar yang tidak mungkin selesai hanya dengan diskusi saja,” ungkapnya.

Berusia 1 Abad, NU Diharap Terus Berkontribusi Perbaiki Kondisi Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Tahun ini organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU), memasuki usia yang ke seratus tahun. Di usia yang seabad ini, NU diharapkan terus berkontribusi melakukan berbagai perbaikan, baik kepada bangsa dan negara (islahil wathan), dunia (islahil ‘alam), maupun perbaikan umat (islahil ummah).

“Islahil umat ini memperbaiki umat, masyarakat, ke arah yang lebih baik. Kalau bahasa saya memperbaiki umat itu santrinisasi umat. Jadi umat ini kita santrikan semua. Supaya berpikir santri dan juga berprilaku santri,” imbau Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Anugerah Satu Abad NU, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa malam (31/01/2023).

Lebih jauh Wapres menegaskan, yang dimaksud santrinisasi bukanlah Islamisasi, karena hal ini akan mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia. Namun, santrinisasi lebih kepada menjadi umat terbaik dengan mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip NU.

“Umat yang terbaik yang mampu melakukan amal ma’ruf sesuai dengan cara-cara dakwah nahdiyah. Dan juga membangun umat yang kuat. Ummatan qowiyyan dan juga umat yg memiliki ketangguhan, resilience,” tegasnya.

Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip tersebut, Wapres pun mengajak nahdiyyin dan nahdiyyat untuk tetap mengamalkan kebaikan secara berkelanjutan (sustainable improvement).

Menutup sambutannya, Wapres berpesan, agar dalam memasuki abad ke-2 ini, NU perlu menyiapkan langkah-langkah strategis yang lebih menantang, baik di tingkat nasional maupun global .

“Karena itu saya kira kita memasuki abad ke dua, seratus tahun ke dua, maka kita perlu menyiapkan langkah-langkah, khutuwat islahiyah, insyithah islahiyah, yang lebih tajam lagi yang lebih mengarah lagi sesuai dengan tantangan yang kita hadapi baik pada tingkatan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan maupun pada tantangan yang sifatnya global,” pungkas Wapres.

Sejalan dengan Wapres, sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar NU K.H. Yahya Cholil Staquf menuturkan bahwa NU berkomitmen untuk berperan aktif di kancah internasional. Ia berharap, ke depan NU tidak hanya menjadi organisasi yang menangani isu-isu umat Islam di dalam negeri, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mencari solusi yang dihadapi umat Islam di seluruh dunia.

Dalam mendukung upaya tersebut, pada 7 Februari mendatang, NU akan menggelar forum khusus untuk ulama internasional yang membahas isu-isu terkini umat Islam yang disebut dengan Fiqih Peradaban.

“Maka kami akan gelar insyaAllah nanti Muktamar Internasional Fiqih Peradaban yang pertama. Karena peradaban adalah masalah besar yang tidak mungkin selesai hanya dengan diskusi saja,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri, Ibu Negara ke-4 Santi Nuriyah Wahid, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PANRB Azwar Anas, Menteri Polhukam Mahfud M.D., Kepala Badan Intelejen Negara Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para kyai, serta nahdiyyin dan nahdiyyat dari seluruh Indonesia.

Peringatan 1 Abad NU Berikan Penghargaan kepada Tokoh Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menag Yaqut Cholil Qoumas menghadiri Anugerah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di gelar di Theater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Helat ini digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai rangkaian peringatan Satu Abad NU.

Penghargaan diberikan kepada tokoh dan pesantren yang berjasa dan berkontribusi bagi kemajuan negara dan peradaban umat. Penghargaan sekaligus sebagai wujud terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para tokoh dan pesantren, tidak hanya berkontribusi bagi kemajuan perkembangan Nahdatul Ulama tapi juga bagi perubahan dan perkembangan peradaban.

Ada sejumlah kategori penghargaan, antara lain: Lembaga dan Individu Internasional, Tokoh Nasional untuk Jasa dan Kontribusinya bagi Negara, Kategori Pesantren Berusia Satu Abad, Kategori Pengabdi Sepanjang Hayat,  Kategori Pejuang NU Sub Kategori Penandatangan Naskah Pendirian NU, Pejuang NU Sub Kategori Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, dan Pejuang NU Sub Kategori Rais ‘Aam.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hadir membacakan penerima kategori penerima penghargaan kategori Pesantren Berusia Satu Abad. Menag menyampaikan apresiasinya kepada penerima penghargaan dan berharap kiprah dan jerih payah para pejuang tetap dapat terus dilanjutkan.

“Saya bagian kecil dr pondok pesantren telah berbangga hati kepada bapak ibu sekalian yang telah menjaga pesantren dan tetap memberikan pengabdian terbaiknya kepada agama, umat dan negara khususnya,” terang Menag di Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa kegiatan hari lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama dirancang bukan hanya menggambarkan satu abad kiprah NU tapi juga  bagaimana kinerjanya pada perjalanan abad ke-2.

“Pada peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya terkait capaian Nahdatul Ulama 1 abad ini, namun juga bagaimana pokok-pokok akidah yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang,” ujar Gus Yahya, panggilan akrabnya.

Kegiatan Anugerah Satu Abad NU ini  dihadiri oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Presiden ke 5 Indonesia Megawati Soekarno Putri, Ibu Negara Ke 5 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, para Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Para Tokoh Nahdatul Ulama.

 

Pemerintah Kejar Target 1 Juta Sertifikat Halal Gratis

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Indonesia menargetkan menjadi produsen makanan dan minuman halal nomor 1 dunia pada 2024. Guna mendukung hal tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) memiliki target pencapaian 1 juta Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) melalui mekanisme pernyataan pelaku usaha.

Selain itu,  sebagai leading sector jaminan produk halal (jph), BPJPH juga harus melakukan lompatan capaian sertifikasi halal untuk mengejar target 10 juta produk bersertifikat halal di 2024. Penegasan ini disampaikan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawas Jaminan Produk Halal, di Jakarta.

“Tahun ini kita punya target 1 juta sertifikasi halal gratis. Tapi jangan berhenti di sana, karena kita harus melakukan lompatan sehingga 2024 tercapai 10 juta produk bersertifikat halal,” ujar Aqil Irham, Senin (30/1/2023).

Rakornas ini dihadiri perwakilan dari 34 Satuan Tugas (Satgas) Halal Provinsi. Turut hadir, Sekretaris BPJPH E.A.Chuzaemi Abidin, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Siti Aminah, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Dzikro, dan Plt. Kepala Pusat Standardisasi dan Kerjasama JPH M. Sidik Sisdiyanto.

Untuk mencapai target capaian tersebut, BPJPH akan melakukan enam upaya percepatan. Pertama, pelatihan 30 ribu pendamping proses produk halal. “Bulan Februari akan kita jadikan bulan pelatihan. Kita targetkan pelatihan bagi 30 ribu pendamping selesai di Februari,” ujar Aqil.

Kedua, program kantin halal. Program ini bertujuan untuk mendorong kantin-kantin di seluruh satuan kerja Kemenag untuk bersertifikat halal. “Sertifikasi halal ini harus kita mulai dari rumah sendiri. Kita akan mulai di Kantin Kemenag di Lapangan Banteng dan Thamrin, kemudian Kantin Itjen Kemenag di Cipete, serta Kantin BPJPH di Pinang Ranti,” kata Aqil.

Ketiga, memperkuat kemitraan dengan Kementerian/Lembaga (K/L). Keempat, fasilitasi sertifikasi halal reguler bekerja sama dengan berbagai stakeholder.

“Kemarin kita sudah bertemu dengan 22 K/L dan berkomitmen untuk menyiapkan anggaran untuk fasilitasi sertifikasi self declare maupun reguler. Program kemitraan ini juga harus diturunkan ke seluruh daerah,” terang Aqil.

Kelima, kampanye mandatori halal. “Kampanye ini akan dilakukan di 1.000 titik pada 34 provinsi. Kita harus memastikan kewajiban sertifikasi halal akan tersosialisasi di 34 provinsi di Indonesia,” tegas Aqil.

Terakhir, BPJPH juga akan melakukan pengawasan secara berkesinambungan. “Pengawasan ini menjadi kunci. Karenanya keterlibatan seluruh stakeholder amat diperlukan. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terpapar informasi terkait kewajiban sertifikasi halal ini,” tandasnya.

Selanjutnya, enam program ini akan akan dibahas lebih rinci dalam Rakornas Pengawas Jaminan Produk Halal yang berlangsung selama tiga hari mulai 30 Januari – 1 Februari 2023. Selain dihadiri Satgas Halal Provinsi, Rakornas Pengawas Jaminan Produk Halal  juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, BPOM, Kementerian Pertanian, dan sejumlah pemangku kepentingan halal lainnya.

Waspada Krisis Pangan Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Indonesia berhasil mengamankan inflasi di angka 5,51% pada Desember 2022. Meskipun demikian, bukan hal yang mudah menghadapi tantangan berat dalam penyediaan pangan di masa mendatang. Hal ini disebabkan belum seluruh sektor dapat pulih dari pandemi, tidak terkecuali produksi dan distribusi pangan global.

Untuk itu, diperlukan langkah antisipatif dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan juga tekanan geopolitik dunia.

“Dampak perubahan iklim dan iklim ekstrem sangat sulit diprediksi. Begitu pula tekanan geopolitik dunia yang menyebabkan harga pangan melambung, serta memicu krisis pangan global. Semuanya menjadi tantangan yang harus kita antisipasi bersama,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023 di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (25/01/2023).

Lebih lanjut, Wapres meminta agar Kementerian Pertanian dapat mendorong pengembangan industri pertanian melalui penetapan target produksi dan sasaran lokasi komoditas pangan.

“Kementerian Pertanian agar mengidentifikasi komoditas pangan yang tepat dalam menghadapi krisis pangan dunia, serta fokus mendorong pengembangannya, termasuk penetapan target produksi dan lokasinya,” imbaunya.

Selain itu, Wapres juga meminta Kementerian Pertanian untuk merumuskan inovasi dalam peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah produk pertanian, sebagai upaya memajukan industri pertanian tanah air.

“Kementerian Pertanian saya minta membuat terobosan-terobosan untuk lompatan peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah produk pertanian,” pinta Wapres.

“Harapannya, walaupun lahan terbatas, produktivitas dan pendapatan petani dapat terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih jauh, dalam mendorong terwujudnya kemajuan industri tanah air tersebut, Wapres menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menciptakan inovasi, khususnya dalam bidang industri teknologi pertanian.

“Perlunya menggandeng berbagai pihak, baik petani individu maupun kelompok, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga penelitian, sehingga tercipta inovasi-inovasi aplikatif seperti penemuan bibit unggul, teknologi pertanian, serta sarana dan prasarana pertanian,” terang Wapres.

Di sisi lain, terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian, Wapres meminta agar terus dibangun sinergi dengan pemangku kepentingan, khususnya dalam pendampingan dan pembinaan para petani dalam negeri.

“Terkait pembiayaan petani, terutama KUR Pertanian, perlu terus dibangun sinergi dengan pihak bank, serta peningkatan pendampingan dan pembinaan petani agar lebih mudah mengakses sumber pembiayaan,” pesan Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Wapres memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas capaian KUR yang telah diraih.

“Saya juga mengapresiasi atas capaian KUR yang selama ini dilakukan Kementerian Pertanian. Saya minta terus itu ditingkatkan,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap penyelenggaraan Rakernas kali ini dapat menghasilkan keputusan yang mampu berkontribusi secara konkret dalam menghadapi antisipasi krisis pangan dunia.

“Saya berharap, Rakernas dapat mendorong pada sinergi dan kesiapan semua pihak untuk menghadapi beragam tantangan, khususnya dalam pengendalian inflasi dan antisipasi krisis pangan dunia,” tutup Wapres.

Sebagai informasi, Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2023 dihadiri sekitar 2.800 peserta dengan rincian 1.000 peserta hadir luring dan 1.800 secara daring. Rakernas dilaksanakan selama dua hari, yaitu 25-26 Januari 2023 untuk membahas langkah-langkah konkret dalam memperkuat peran sektor pertanian sebagai pengendali inflasi dalam menghadapi krisis pangan.

BPJPH Percepat Kerja Sama Halal Luar Negeri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham menyampaikan, pihaknya sedang mempercepat proses kerjasama jaminan produk halal dengan luar negeri. Hal tersebut disampaikan saat memberi sambutan dalam acara Penilaian Hasil Asesmen Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menurut Aqil Irham, proses percepatan tersebut harus dilakukan mengingat saat ini, sesuai hasil pemetaannya, Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang sudah menyampaikan dokumen lengkap di aplikasi SIHALAL mencapai 97 lembaga dari 40 Negara.

“Kepada LHLN tersebut akan segara dijadwalkan asesmen dengan melakukan visitasi ke luar negeri,” katanya.

Tahun 2022, BPJPH telah melakukan asesmen ke-6 negara, yaitu: USA, Korea, New Zealand, Thailand, Taiwan, dan Chile. Tahun ini, pihaknya sedang menyiapkan penugasan tim asesor LHLN, yang telah dilatih dan ditingkatkan kompetensi sebanyak 144 asesor. Aqil Irham meminta agar asesor yang sudah dilatih bersiap jika ada tugas dari negara untuk mengases calon LHLN.

Sebagaimana diketahui, BPJPH sebagai lembaga yang diberi kewenangan menyelenggarakan jaminan produk halal terus melakukan berbagai langkah dalam rangka melaksanakan mandatori halal. Dalam era mandatori halal ini, sertifikasi halal menjadi kewajiban negara. Negara hadir dan bertanggungjawab menjamin kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat.

BPJPH senantiasa mengingatkan masyarakat dan semua lembaga halal luar negeri terkait kewajiban sertifikasi halal ini.

Pentahapan Kewajiban Sertifikasi Halal

Terpisah, Plt. Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal Muchamad Sidik Sisdiyanto menyampaikan agar LPH berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan mandatori halal ini. Sidik mengingatkan Pasal 4 UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menyebutkan “semua produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan wajib bersertifikat halal”.

Sekretaris Menteri Agama ini juga menegaskan bahwa jenis produk yang wajib bersertifikat halal tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 yang meliputi: makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetic, barang gunaan, jasa penyembelihan, jasa pengolahan, jasa penyimpanan, jasa pengemasan, jasa pendistribusian, jasa penjualan dan jasa penyajian.

Berbagai jenis produk tersebut memiliki kewajiban sertifkat halal secara bertahap. Tahapan kewajiban dimulai sejak 17 Oktober 2019. Pentahapan pertama dimulai dari makanan dan minuman yang terkena kewajiban sertifikat halal 17 Oktober 2024.

Penahapan kewajiban jenis produk lainnya mengikuti jadwal penahapan mulai 2019 s/d 2039. Khusus untuk obat, produk biologi dan alat Kesehatan, telah terbit Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Halal Obat, Produk Biologi dan Alat Kesehatan. Kewajiban sertifikat untuk produk di atas dilakukan sampai dengan tanggal 17 Oktober 2039.

Perpres di atas juga mengatur tentang cara pembuatan obat, produk biologi dan alat kesehatan halal yang wajib memenuhi lima kriteria sistem jaminan produk halal, meliputi: komitmen dan tanggungjawab, bahan, proses, produk, dan pemantauan dan evaluasi.

Perpres itu juga mengatur permohonan sertifikasi halal yang diajukan oleh pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) atas obat tradisional dan alat kesehatan mengacu pada ketentuan mengenai standar halal yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penyelenggaraan jaminan Produk Halal.

Media Sosial dan Pendidikan Islam

Oleh Andika Pratama

Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Saat ini media sosial semakin hari semakin terlihat perkembangannya. Bahkan saking berkembangnya semakin banyak diminati oleh semua orang bahkan media sosial pun juga sudah digunakan diberbagai bidang yang salah satunya dalam bidang pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan islam. Nyatanya media sosial sudah sangat sering sekali digunakan dalam proses belajar mengajar baik itu dikelas maupun secara daring. Namun media sosial juga membawa dampak baik itu dampak baik maupun dampak buruk terlebih kepada anak sekolahan.

Media sosial memiliki peran yang sangat penting didalam pendidikan, karena media sosial lah pendidikan berkembang sangat pesat, banyak inovasi-inovasi yang diciptakan di media sosial yang membawa dampak positif dan negative kepada anak sekolahan. Salah satu bentuk dampak yang sangat besar bagi dunia pendidikan yaitu kemudahan anak sekolah dalam mengakses apapun yang ada di media sosial, baik itu tentang materi pembelajaran ataupun latihan soal. Akan tetapi juga bisa membawa dampak yang negatif, anak sekolahan bisa mengakses film-film yang tidak senonoh ataupun yang belum pantas untuk dilihat yang itu bisa menghancurkan pikirannya.

Media Sosial

Media Sosial merupakan platform media digital yang menampung seseorang untuk bersosial antara satu dengan yang lain. Dikarenakan media sosial berbasis web terjadilah perbuahan yang semulanya komunikasi dua arah menjadi dialog interaktif atau komunikasi dengan melibatkan banyak orang. Bentuk platform media digital yang popular hingga saat ini antara lain Whatsapp, Facebook, Youtube, Twitter, Instagram dan lain-lain.

Menurut perspektif Boyd tahun 2009 ia mengartikan media sosial itu sebuah fasilitas yang disediakan oleh perangkat lunak untuk seseorang maupun kelompok untuk berkumpul membentuk sebuah komunitas atau perkumpulan dengan bertujuan untuk saling berbagai dan berkomunikasi dalam membahas suatu kasus tertentu bahkan mereka bisa berkolaborasi bahkan bermain. Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh media sosial terletak pada user generated content yang berfungsi untuk menghasilkan konten yang diciptakan oleh pengguna bukan diciptakan oleh editor yang sudah ditentukan oleh intitusi media soaial.

Sedangkan menurut perspektif Van Dijk tahun 2013 ia mengartikan media sosial itu platform media digital yang berfokus untuk memfasilitasi pengguna dalam bersosial bahkan berkolaborasi yang dapat dilihat dari platform media digital yang berrtujuan saling menguatkan antar pengguna didalam sebuah komunitas sebagai bentuk nilai sosial.

Dari beberapa pengertian dan pendapat dari dari ahli menyimpulkan bahwa media sosial memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai platform untuk memperluas komunikasi dan bersosial antara satu dengan yang lain baik secara dekat maupun secara jauh dan menjadikan komunikasi yang semulanya satu arah menjadi ke beberapa arah yaitu komunitas yang membahas suatu kasus yang ada dimedia sosial.

Pendidikan Islam

Pendidikan islam dapat diartikan sebagai usaha untuk membuat para generasi kita mampu untuk melanjutkan ilmu pengetahuan yang berwawasan keislaman. Dan untuk mencapai sebuah tujuan harus memiliki sebuah usaha dan sebuah pedoman untuk berpijak pada kebaikan dan memiliki kekuatan jika kita berpijak disana.

Menurut perspektif dari Drs. Ahmad D. Marimba ia mengartikan pendidikan Islam sebagai lading untuk mendidik jasmani dan rohani seseorang yang bersumber kepada ketentuan-ketentuan agama islam yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang sesuai dengan ketentuan islam. Beliau juga menyebut kepribadian utama dengan sebutan kepribasian muslim karena berlandaskan kepada nilai-nilai agama islam serta memilih dan memutuskan bahkan berbuat bahkan bertenggungjawabpun harus berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran islam.

Diadakannya pendidikan Islam pun bertujuan untuk melahirkan para orang yang bisa berlaku amar ma’ruf nahi munkar (Toha, 1996:102). Bahkan sudah termaktub didalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 30 yaitu: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi” (QS. al- Baqarah: 30).

Dengan begitu media sosial yang juga disebut sebagai platform atau tempat seseorang untuk saling berkomunikasi, bersosial, berkomunitas membahas kasus tertentu yang secara otomasi dari sanalah akan juga akan menciptakan seorang pemimpin yang itu dia bisa berlaku amar ma’ruf dan juga bisa berlaku nahi mungkar karena jangkauan media sosial ini sangatlah dan pengaruh pun juga sangat besar dibandingkan dengan bertemu langsung.

Dengan berkembang pesatnya media digital ternyata juga banyak meberikan banyak dampak. Salah satunya pada ranah pendidikan dan tak hanya dampat positif yang didapatkan tetapi juga dampak negatif yang didapatkan.

Dampak Positif

Selain membuat proses belajar mengajar menjadi praktis, juga mempermudah peserta didik untuk mengakses link-link pembelajaran yang ada di website, juga akan menambah relasi dan membuat peserta didik tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang disampaikan oleh guru di depan kelas bahkan mempermudah peserta didik untuk menambah referensi materi yang ada di website.

Dampak Negatif

Disamping memiliki dampak postif dalam menggunakan platform media digital juga terdapat dampak negative yang itu bisa merusak moral dari peserta didik itu sendiri  mulai dari mengurangi waktu belajar dikarenakan lebih asyik bermedia sosial daripada berkomunikasi dengan orang lain bahkan yang lebih parahnya lagi bisa merusak moral dan mengganggu kesehatan peserta didik yang salah satu faktornya yaitu mengakses bahkan menonton film porno dan jika terlalu lama berada didepan handphone atau computer akan membuat mata cepat lelah bahkan membuat mata akan menjadi rusak jika terus-terusan berada didepan alat elektronik.

Jadi kesimpulannya media sosial adalah platform media digital yang digunakan oleh seseorang ataupun kelompok untuk bersosial bahkan membentuk komunitas atau perkumpulan dengan tujuan membahas kasus tertentu dan jika disambungkan dengan pendidikan, media sosial juga banyak memberikan dampak pada inovasi-inovasi pendidikan akan tetapi dari sebegitu banyak dampak positif juga terdapat dampak negatif yang itu perlu kita bentengi pada anak sekolahan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecanduan bahkan bisa merusak kesehatan dan morar calon-calon generasi yang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang dengan menegakkan amar maruf nahi mungkar di muka bumi ini. Dan salah datu cara untuk menanggulangi dampak negatif tersebut yaitu dengan cara menempatkan posrsi media sosial sesuai dengan waktunya dan perlu pendampingan dari orang tua dalam pengaksesannya.