Berita Terkini

Gelar Media Gathering, Yayasan Ibnu Abbas Klaten Sampaikan Capaian Prestasi di Bidang Pendidikan, Sosial dan Kesehatan

KLATEN (jurnalislam.com)- Yayasan Ibnu Abbas Klaten mengadakan kegiatan media gathering di aula lantai 2, kampus 1 PPTQ Ibnu Abbas, Belangwetan, Klaten, Jumat, (14/6/2024). Acara ini sebagai bentuk silaturahmi dan kerjasama pelayanan informasi publik dengan rekan-rekan jurnalis dari berbagai media massa dalam mengawali masa kerja kepengurusan baru periode 2024-2029.

Yayasan Ibnu Abbas berdiri sejak 2003 dirintis oleh Dr KH Muhammad Muinudinillah Basri rahimahullah dan para pejuang dakwah Islam di Klaten. Lembaga ini didirikan untuk menjawab permasalahan keumatan baik sosial, ekonomi, dakwah, dan pendidikan yang dulu dikenal dengan Yayasan Islamic Center Ibnu Abbas.

“Lewat saluran Radio ICFM yang dimiliki saat itu, program-program dakwah kami selalu ditunggu oleh masyarakat,” kata Ketua Yayasan Ibnu Abbas Klaten, Ir Hj Suciningsih.

Lembaga nirlaba ini sukses menyelenggarakan amal usaha bidang pendidikan melalui Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas yang berproses sejak 2007. PPTQ Ibnu Abbas memiliki unit pendidikan dari usia dasar hingga pendidikan tinggi. Unit pendidikan tersebut yakni Kuttab Ibnu Abbas untuk sekolah dasar, Kulliyatul Mu’allimin Ibnu Abbas (KMI) yang fokus pada kaderisasi ulama, SMPIT-SMAIT untuk pendidikan formal, dan Ma’had ‘Aly pada pendidikan tinggi.

“Visi Qur’an yang dicetuskan para pendiri tidak cukup diwujudkan dalam bidang pendidikan saja tapi juga aspek kesehatan, sosial, dan lainnya. Melalui kerja sama informasi dengan media massa, sebagai penyambung informasi ke publik yang kredibel, program-pogram kami bisa diakses dan tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.

Pada Juni 2024 ini, Yayasan Ibnu Abbas melalui program bidang yang dimiliki telah meraih capain prestasi dan akan melaksanakan beberapa kegiatan:

Pertama, bidang pendidikan, melalui unit SMAIT Ibnu Abbas menjadi salah satu delegasi dari 6 SMA dari Indonesia bersama 7 Dosen UGM Yogyakarta diundang pada forum internasional di Chen Shiu University, Taiwan, 2-6 Juni 2024. Pada agenda tersebut turut menandatangani nota kesepahaman untuk peningkatan kualitas akademik dan manajemen dengan dua sekolah tingkat menengah atas yang berprestasi di Taiwan, yakni Fo Guang Shan Pu-Men dan Chung Shan.

“Terwujudnya kerjasama internasional tersebut akan meningkatkan peluang para santri kami untuk belajar di luar negeri semakin luas,” ungkap Ketua Bidang Pendidikan sekaligus Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, KH Muhammad Uqbah Azis Lc MA.

Capain penerimaan perguruan tinggi negeri 2024, tambah Ustaz Uqbah (sapaan akrabnya), bahwa lulusan SMAIT Ibnu Abbas yang lolos melalui jalur prestasi atau SNBP sebanyak 22 santri dan jalur tes atau UTBK-SNBT sebanyak 73 santri.

Agenda terdekat PPTQ Ibnu Abbas akan menggelar Wisuda Sanad dan Wisuda Santri atau akhirussanah. Wisuda Sanad akan dilaksanakan di kampus 2 PPTQ Ibnu Abbas, Troso, Ahad, 23 Juni 2024, sedangkan Wisuda Akbar berlangsung di gedung W Wongso Menggolo, Klaten, Kamis, 27 Juni 2024, mendatang.

“Ada 482 penghafal Qur’an dari tingkat SMPIT, SMAIT, dan Ma’had ‘Aly yang akan mengikuti wisuda santri tahun ini. Berbagai tokoh daerah dan nasional akan kami undang untuk menyaksikan momen sakral ini,” pungkas Ustaz Uqbah.

Kedua, bidang kesehatan, akan mengadakan khitanan massal yatim-dhuafa, layanan cek kesehatan, dan pengobatan gratis dalam rangka soft launching Klinik Pratama Rawat Jalan Ibnu Abbas Klaten, di kampus 2 PPTQ Ibnu Abbas, Troso, Ahad, 23 Juni 2024. Acara ini bekerjasama dengan pemerintah desa Troso, Rumah Sakit Islam Klaten dan beberapa lembaga terkait.

“Prosesi soft launching akan diawali dengan pengajian ahad pagi, yang bertemakan mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia jiwa raga,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Ibnu Abbas, dr Miftahul Jannah Salwah Ummah.

Dia menjelaskan kehadiran klinik pratama ini, sebagai salah satu cara untuk mendukung program pemerintah agar masyarakat dapat akses kesehatan yang mudah dan terjangkau. Setelah resmi launching, semoga keberadaan klinik pratama ini semakin memperkuat kebermanfaatan Yayasan Ibnu Abbas melalui bidang Kesehatan.

Ketiga, bidang sosial melalui ProZIS Ibnu Abbas berhasil meraih prestasi The Best Ambassador berbasis pesantren sebagai lembaga zakat infak dan sedekah (ZIS) sebagai mitra resmi Baitulmaal Muamalat (BMM) sejak 2020. Prestasi tersebut mendorong peningkatan di sisi penghimpunan ZIS, pada Januari hingga Mei 2024 naik signifikan mencapai 1,4 miliar lebih, dilihat dari capaian setahun sebelumnya yakni 1,3 miliar.

“Hasil dari penghimpunan tersebut, pada 2023 kami salurkan kepada 15.437 penerima manfaat dan berlanjut Januari hingga Mei 2024 sebanyak 8.806 penerima manfaat. Capaian ini akan terus ditingkatkan sehingga ProZIS Ibnu Abbas bisa menjadi lembaga ZIS yang mandiri minimal ditingkat provinsi,” papar Ketua Bidang Sosial dan ProZIS Ibnu Abbas, Fajarul Falah SThI.

Pada Idul Adha 2024, ProZIS Ibnu Abbas akan melangsungkan pemotongan hewan kurban berpusat di kampus 2 PPTQ Ibnu Abbas, Troso. Pihaknya menarget penerima manfaat kurban tahun ini bisa meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.116 orang dan menjangkau seluruh daerah lain di Klaten.

Bintang Utama SMPIT Nur Hidayah Hafal 15 Juz Al-Qur’an

SOLO (jurnalislam.com)- SMP IT Nur Hidayah menggelar Akhirussanah Kelas IX Angkatan 18 pada Kamis (13/6/2024). Sebanyak 151 peserta akhirussanah hadir di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Surakarta.

Kepala SMP IT Nur Hidayah, Ustadz Bangun Rohmadi, S.Pd., dalam Laporan Pendidikan mengatakan bahwa siswa-siswi SMP IT Nur Hidayah dinyatakan lulus 100 persen dan untuk hafalan Al-Qur’an, capaian tertinggi adalah 15 juz.

SMP IT Nur Hidayah memberikan apresiasi untuk siswa-siswi yang berprestasi dengan kategori Bintang Akademik, Bintang Tahfidz, Bintang Kepemimpinan, Bintang Keorganisasian, Bintang Akhlak Ibadah dan Bintang Utama. Kategori Bintang Utama atau Lulusan Terbaik diraih oleh Alimul Haq Al Fatih IX C dan Zharidah Himmah Al Alyyah IX F.

Setelah prosesi wisuda, salah satu peserta yakni Inaya Adinda Siregar kelas IX F membawakan puisi ciptaanya berjudul “Selamat Tinggal Putih Biru” dengan memukau.

Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Dr. Ari Puspitowati, M.Pd., berpesan kepada para peserta wisuda bahwa Akhirussanah bukan berarti selesai tugasnya, tapi perjalanan mencapai cita-cita masih panjang.

“Teruslah bersemangat dalam menggapai cita-cita, bersungguh-sungguh dalam belajar. Jaga sholat, perbanyak dzikir dan berbakti kepada orang tua,” pesan Ustadzah Ari kepada para peserta wisuda.

Ibu Mona Raguan, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Seksi Pengembangan Kurikulum dan Pengendalian Perizinan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, memberikan apresiasi kepada SMP IT Nur Hidayah sehingga anak-anak menjadi pribadi yang cerdas, santun dan berkarakter sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran yaitu Profil Pelajar Pancasila.

Suasana haru menyelimuti saat Milantri Bunga Latifa, sebagai perwakilan kelas IX tampil membawakan lagu “Lihat Lebih Dekat” dan “Semua Tentang Kita”. Tidak hanya itu, para hadirin turut bernyanyi bersama lagu “We Will Not Go Down” sambil membawa bendera Palestina.

Muktamar ke-2 DSKS, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir Terpilih jadi Ketua

SUKOHARJO- (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyelenggarakan Muktamar ke 2 periode 2024-2027. Muktamar menetapkan Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir sebagai ketua terpilih menggantikan Ustadz Syihabuddin Abdul Muiz.

Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Iska, Mayang, Gatak tersebut dihadiri seluruh pengurus DSKS, Ahad (9/6/2024).

“Sidang pleno Dewan Syuro menetapkan Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir sebagai ketua terpilih, menggantikan Ustadz Syihab Abdul Muiz,”ujar Ustadz Surowijoyo yang menjadi pimpinan sidang, Ahad (9/6/2024).

Sebelum penetapan peserta Muktamar diminta mengusulkan calon, diantaranya adalah Ustadz Faiz Baraja, Ustadz Masud Izul Mujahid, Ustadz Qodri Faturrahman, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir dan Ustadz Arifin Badres.

Namun setelah Dewan Syuro melalukan musyawarah mufakat akhirnya ditetapkan Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir sebagai ketua terpilih. Sedangkan kandidat lainnya ditetapkan sebagai formatur.

Selain memilih ketua, dalam Muktamar tersebut juga dibahas beberapa pasal di AD ART dintaranya adalah perubahan pimpinan dari kolektif kolegial menjadi kepemimpinan tunggal.

Tema Muktamar tersebut adalah, “Meneguhkan Ukhuwah Berkhidmat untuk Meningkatkan Kualitas Umat”.

Ustadz Dr Mulyanto Abdullah Khoir selaku ketua panitia menjelaskan Muktamar ke 2 ini dihadiri 107 pengurus dari beberapa lajnah yang ada.

“Semoga kepengurusan yang baru ini membawa semangat baru dan meneguhkan ukhuwah untuk masyarakat Solo dan kaum muslimin. Kita akan maju bersama membangun kualitas umat khususnya di Soloraya,”katanya.

Sementara itu Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir sebagai ketua terpilih mengatakan kepemimpinan adalah amanah yang berat di dunia dan akhierat.

“Kami menerimanya sebagai bagian tugas dalam rangka untuk mengembangkan dakwah dan potensi Islam khususnya di Soloraya,” terangnya di depan awak media.

Lanjut Ustadz Iim (panggilan akrabnya) DSKS diadakan dalam rangka menggerakkan Islam dan umat Islam menuju kebaikan dari syariah dan kebaikan dari Islam.

“Kita Ingin umat Islam di Solo ini menjadi lebih baik itu yang menjadi program utama kedepan selain bisa memberikan bimbingan kepada umat agar lebih dekat kepada syariat. Dan negeri ini menjadi negeri baldatun toyyibatun warrobun ghofur,” katanya.

“Kepada seluruh elemen umat Islam di Solo mari bersatu, maju bersama membangun bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Bentuk Dukungan ke Palestina, DSKS Kembali Serukan Boikot Produk Israel

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengimbau kepada umat Islam untuk terus melakukan aksi Boikot terhadap produk produk yang mendukung Zionis Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Rakyat Palestina.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Sekjen DSKS Dr Mulyanto Abdullah Khoir dalam Aksi Bela Palestina di Bundaran Gladag, Solo, pada Ahad, (26/5/2024).

“Menyerukan boikot sebagai dukungan seruan MUI atas produk-produk yang mendukung penjajahan Zionis Israel atas Palestina,” ungkapnya.

Dr Abdullah Khoir juga menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan sepenuhnya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan merebut kembali tanah yang telah dirampas oleh penjajah Zionis Israel,” paparnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh umat Islam untuk terus memberikan dukungan dan bantuan semaksimal mungkin untuk rakyat Palestina.

“Menyerukan kepada seluruh Umat Islam untuk memberikan dukungan, kepedulian, mendoakan maupun memberikan bantuan donasi semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Reporter: Ridho Asfari

Ribuan Warga Solo Turun ke Jalan Serukan Penghentian Genosida di Gaza

SOLO (jurnalislam.com)- Aksi Genosida yang dilakukan Zionis Israel kepada rakyat Palestina sudah berlangsung lebih dari 7 bulan. Lebih 33.000 telah syahid dan 70 persen korban tersebut adalah anak-anak dan wanita.

Sebagai bentuk kepedulian, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Aksi Bela Palestina di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (26/06/2024).

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut, mengambil tema ‘Stop Genocide In Gaza Pelestina’ dengan start di Sriwedari dan finish di panggung utama Bundaran Gladak.

Para peserta membentangkan poster poster dan spanduk kecaman terhadap Israel di antara bertuliskan ‘Stop Gendocide In Gaza Palestina, Free Palestine Boycott Israel’.

Tak hanya diisi oleh orasi dari sejumlah tokoh, aksi tersebut juga diisi oleh nasyid, aksi bela diri dari sekolah dasar hingga aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjend DSKS, Dr. Mulyanto Abdullah Khair mengutuk keras tindakan genosida yang dilakukan Zionis Israel.

“Mengutuk keras genosida yang biadab, keji dan tidak berperikemanusiaan tersebut karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal ditinjau dari sisi manapun,” ungkapnya.

Selain itu, ia mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan langkah kongkrit untuk memberi dukungan terhadap rakyat Palestina.

“Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap tegas atas tragedi tersebut dan lebih melakukan langkah-langkah konkrit dalam upaya memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi amanah konstitusi bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” pungkasnya.

Reporter: Ridho Asfari

UKT Mahal, Pendidikan Semakin Sulit

Besaran uang kuliah tunggal (UKT) menjadi perbincangan hangat di masyarakat akhir-akhir ini, utamanya di kalangan lembaga pendidikan tinggi atau kampus.

Ketentuan UKT terbaru telah tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Standar Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada PTN di Lingkungan Kemendikbudristek.

Kenaikan UKT tersebut memicu para mahasiswa melakukan demo di berbagai Universitas, ada yang merasa bahwa mereka seolah-olah di jebak, karena saat mereka wawancara untuk calon mahasiswa baru angkatan 2024 tidak ada penjelasan tentang kategori-kategori pembayaran, dan tiba-tiba ketika selesai pengumuman, pembayaran UKT langsung naik.

Sebagai contoh, apa yang di alami oleh Siti Aisyah Alumni SMAN 1 Pendalian IV Kabupaten Rokan Hulu Riau, dia diterima menjadi mahasiswa jurusan Agrotekhnologi Fakultas Pertanian Universitas Riau melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.

Langkah Siti Aisyah ternyata terhenti dan memilih mundur setelah mendapatkan pembayaran UKT di kategori 5 yakni 4,8 juta per semester. Padahal Siti dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan sangat mengingkan melanjutkan studi.

“Abah enggak sanggup membiayai UKT terendah yang dipatok oleh kampus, terlalu mahal buat kami. Daripada saya memberatkan orang tua yang kondisinya juga sedang tidak baik-baik saja, saya memilih mundur saja,” kata Siti saat di wawancarai oleh gatra.com (Kamis, 23/5/2024).

Dalam pemberitaan yang lain, masih begitu banyak mahasiswa-mahasiswa yang memilih mundur akibat ekonomi mereka yang tidak bisa menjangkau mahalnya UKT yang di terima.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para aktivis mahasiswa, menuntut agar UKT di turunkan. Termasuk melakukan audensi di DPR RI.

Maulana Ihsanul Huda dari BEM Universitas Soedirman pada 16 Mei yang lalu menyampaikan di depan anggota DPR RI bagaimana UKT ini naik secara drastis.

“UKT naik hingga 200-300%, contohnya di Fakultas saya sendiri di Fakultas Peternakan yang sebelumnya Dua Juta Lima Ratus, sekarang menjadi Empat Belas Juta. Bagaimana kita tidak marah dengan hasil seperti itu. Ini juga terjadi Universitas Mataram, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Jakarta, UNS, Undip, dan universits lainnya,” kata Maulana di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR RI dan BEM Seluruh Indonesia (SI) tentang Aspirasi Kenaikan UKT di Gedung DPR RI Kamis (16/5/2024).

Sementara itu Presiden Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agung Luki Praditya mengatakan bahwa pemerintah tidak lagi memperhatikan keberlangsungan pendidikan bagi fakir miskin.

Mahalnya uang pangkal dan uang kuliah tinggal (UKT) di sejumlah universitas di Indonesia tidak terlepas karena kebijakan pemerintah terkait Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

PTNBH ini merupakan Perguruan tinggi negeri yang statusnya sudah berbadan hukum, diberi hak otonom oleh pemerintah agar lebih mandiri termasuk dalam mengelola anggaran institusinya.

Seorang Pengamat yang juga sebagai Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menilai kebijakan itu justru membuat kampus dijadikan sebagai lahan bisnis dengan menaikkan uang pangkal maupun uang kuliah tunggal.

“Kebijakan PTNBH ini menjadikan kampus sebagai lahan bisnis. Jadi, harus dihentikan. Apalagi, bisnis yang dilakukan kampus ini dengan mencekik mahasiswa lewat kenaikan biaya UKT yang tidak masuk akal, kenaikannya berkali-kali lipat,” kata Ubaid saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/5/2024).

Menurutnya, tugas pemerintah menuju Indonesia Emas tahun 2045 adalah mencerdaskan bangsa dengan memberikan akses belajar yang mudah bagi seluruh masyarakat.

“Amanat UUD 1945 adalah tugas pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan malah berbisnis dengan mahasiswa melalui tarif UKT yang sangat mahal,” bebernya.

Kondisi ini jika terus dibiarkan dan tak di evaluasi oleh pemerintah, maka wajar jika kita hari ini sangat cemas tentang generasi masa depan Indonesia.

Harap Cemas Pendidikan Indonesia

Terputusnya cita-cita dan harapan anak bangsa untuk melanjutkan kuliah akibat UKT yang mahal tentu membuat hati kita miris, karena negara tidak lagi menjalankan kewajibannya kepada rakyat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mencerdaskan kehidupan bangsa, utamanya bagi para pelajar yang ingin melanjutkan sekolah adalah amanah konstitusi yang menjadi kewajiban negara dan pemerintah untuk dijalankan. Itu tegas di atur dalam UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.

Pada Pasal 1V Sisdiknas contohnya dijelaskan bahwa, “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.”

Keberlangsungan pendidikan adalah hak setiap warga negara dan kewajiban bagi pemerintah menfasilitasi seluruh proses pendidikan agar berjalan dengan lancar.

Proses pendidikanlah yang akan melahirkan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas. Tanpa kualitas pendidikan yang baik, yakinlah bahwa Indonesia Emas 2045 yang diharapkan hanya menjadi mimpi belaka.

Jika pemerintah masih acuh dan bahkan abai terhadap pendidikan kita. Maka bonus demografi yang kita alami hanya akan menjadi bencana bagi negara, karena akan melahirkan jumlah pengangguran yang tinggi, di tambah kualitas kecerdasan dan wawasan ilmu pengetahuan generasi yang makin menurun.

Makna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah dengan lahirnya para generasi muda yang memiliki ilmu yang luas, sebagaimana fungsi pendidikan nasional yakni menjadikan peserta didik manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dengan jalan apa kita dapat mewujudkan genarasi masa depan Indonesia yang berkualitas, jika tanpa melalui proses pendidikan?

Akankah kita membiarkan generasi muda Indonesia dihantui oleh kebodohan sepanjang hidupnya, karena tidak bisa kuliah akibat UKT mahal?

Disaat rakyat miskin dihimpit dengan biaya hidup yang semakin mahal, ditambah lagi dengan biaya pendidikan dan kuliah yang makin tinggi bagi anak-anak mereka. Dimana tanggungjawab pemerintah atas kewajibannya tersebut?

Tidakkah kita belajar dari sejarah peradaban manusia yang telah mencapai kemajuannya dalam berbangsa dan bernegara, apa yang telah mereka lakukan bagi generasinya adalah memberikan akses pendidikan yang mudah dan murah kepada setiap pelajar dan generasi mudanya.

Karena, tidak ada yang mampu menghilangkan kebodohan kecuali proses pendidikan itu, dan tidak ada sejarah peradaban maju yang mengagungkan kebodohan. Kecuali mereka mengupayakan proses pendidikan yang baik bagi setiap warga negaranya.

Dengan proses pendidikan itulah generasi muda akan memiliki kualitas yang baik, profesionalitas, moralitas, wawasan keilmuan yang mumpuni, serta dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sebagai generasi muda, saya berharap pemerintah dapat menyadari tentang amanah konstitusi dan kewajibannya terhadap warga negara yakni pendidikan yang layak, tidak menjadikan lembaga pendidikan sebagai lembaga bisnis, dimana peserta didik dijadikan sebagai pasar untuk meraup keuntungan dan pendapatan yang besar.

Jika demikian tak kunjung di evaluasi dan diperbaiki, maka proses pendidikan tidak lagi menjadi investasi kualitas manusia dan perbaikan generasi. Justru menjadi lahan bisnis baru yang akhirnya merusak masa depan genarasi muda Indonesia dengan pendidikan yang makin rendah.

Setujukah kita, aset lembaga pendidikan untuk kualitas generasi menjadi pasar bisnis pemerintah?

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd,. M.Pd., C.ET
Penggiat Media Islam, Founder Sahabat Literasi, Pembina Daar Al-Qalam, Mahasiswa Doktoral Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Yayasan Nur Hidayah Surakarta Resmikan Gedung Pondok Pesantren Putri

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Setelah mendirikan Pondok Pesantren Putra Nur Hidayah Sawit, Boyolali di tahun 2021, kini Yayasan Nur Hidayah Surakarta kembali meresmikan Gedung Pondok Pesantren Putri Nur Hidayah Kebakkramat, Karanganyar, Kamis (23/5/2024).

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Dr. Kasori Mujahid, M.Ag menyampaikan bahwa Yayasan Nur Hidayah Surakarta tetap berkomitmen mendidik bangsa dan toleransi di tengah masyarakat yang begitu majemuk.

Sedangkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Dr. Wiranto, M.Kom, M.Cs menegaskan.

“Pondok pesantren ini adalah milik masyarakat. Kami hanya diamanahi untuk mengelolanya. Selanjutnya, silahkan masyarakat memanfaatkan pesantren ini sebaik mungkin dengan berbagai bentuk sinergi,” katanya.

Turut hadir pula dari jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diwakili oleh Ali Qodri, S.STP selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Karanganyar.

Ali Qodri menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Nur Hidayah Surakarta, “Kami selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan terima kasih telah memilih Karanganyar sebagai tempat pengabdian masyarakat melalui pondok pesantren ini,” ungkapnya.

Dalam sesi tausiyah, K.H. Ahmad Syaifudin Zuhri, S.Ag selalu pembicara menyampaikan bahwa hadirnya Pondok Pesantren Putri Nur Hidayah ini InsyaAllah membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

“Jika masyarakat sudah diberkahi, InsyaAllah rezekinya akan mengalir deras dari arah yang tak disangka-sangka. Juga hadirnya pondok pesantren seperti ini, akan semakin mewarnai kehidupan bangsa,” tutur Ustaz Ahmad.

Setelah acara penutupan, dilanjutkan dengan prosesi potong pita oleh Ali Qodri, S.STP. Sesi ini merupakan simbolisasi peresmian gedung Pondok Pesantren Putri Nur Hidayah Kebakkramat.

Kepala SDM 1 Solo Jadi Narasumber Bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah

SOLO (jurnalislam.com)– Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo menjadi narasumber yang diundang dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Kader Keamanan Pangan Sekolah yang digelar Balai POM Surakarta di Front One Hotel Sragen Jl Brigjen Katamso No 37, Kebayan 1, Sragen Kulon, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Rabu (22/5/2024).

Paparan pertama disampaikan Kepala Sekolah Sri Sayekti bertajuk Pentingnya Implementasi Keamanan Pangan di Kantin Sekolah. Dia menyampaikan program kantin sekolah sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan sehingga dikelola oleh tim yang mendapat surat keputusan (SK) dari Kepala Sekolah.

“Memiliki program kerja, sasaran, target, standart operasional prosedur (SOP) yang baku. Dibina oleh Dinas kesehatan, Dinas Pendiikan, Badan pengawas obat dan makanan (BPOM). Lalu, bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan dan fakultas kedokteran gigi (FKG UMS), STIKES Aisyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Ska Gita Pertiwi, dan Ricolto Belgia,” terangnya.

Dia menambahkan, tujuan adanya kantin sehat ramah anak dimulai dari meningkatkan proses pembelajaran sebagai indikasi sekolah sehat, memiliki ketahanan pangan dan Kesehatan. Menciptakan kondisi sekolah yang baik, untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah dapat bertanggungjawab.

“Dalam upaya-upaya menjaga kesehatan lewat penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Mengenalkan Konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga anak mengetahui dan membawa kepada keluarga keragaman konsumsi pangan,” harapnya.

Dihadiri langsung Kader keamanan pangan sekolah seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sragen, SD N Plupuh 2, Sragen, SD N Mojopuro 1, Sragen, SD N Jetiskarangpung 1, Sragen, SMP N 1 Sambungmacan, Sragen, MTS N 4 Sragen, SMA N 1 Gondang, Sragen, SMK Sakti Gemolong, Sragen, MAN 1 Sragen.

Kepala Balai POM di Surakarta dalam sambutan yang dibacakan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Singgih Dwi Cahyo, S.Farm, Apt karena Kepala Balai POM berhalangan hadir sekaligus membuka bimbingan teknis tersebut menyampaikan salah satu tugas dan fungsi dari Balai POM di Surakarta adalah pemberdayaan dalam penyediaan pangan yang aman dan bermutu, termasuk Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama dari sekolah, penyedia PJAS di sekitar lingkungan sekolah dan OPD terkait, sedangkan pangan yang beredar di luar lingkungan sekolah membutuhkan peran dari orang tua dan kemandirian dari siswa.

“Oleh karena itu, kemandirian sekolah dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah menjadi hal yang penting,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam mewujudkan kemandirian tersebut, perlu adanya Kader Keamanan Pangan Sekolah yang bertugas untuk melakukan pengawasan keamanan pangan dan penyebaran pesan keamanan pada komunitas sekolah.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada Kader Keamanan Pangan Sekolah terkait keamanan pangan dan mewujudkan kemandirian sekolah untuk melindungi diri daei peredaran PJAS yang tidak aman dan bermutu, perlu dilakukan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah.

Setelah Bimtek, Kader akan mendapatkan sertifikat dari BPOM dan selanjutnya agar meneruskan ilmu yang diperoleh kepada komunitas sekolah dan mempraktikkan keamanan pangan.

“Setelah ini, BPOM akan melakukan intervensi langsung ke 8 sekolah terpilih di Kabupaten Sragen, mulai dari pembinaan, pendampingan pemenuhan kriteria kantin sehat, sampling dan pengujian PJAS, dan akhirnya nanti akan diterbitkan Sertifikat Sekolah dengan PJAS bagi sekolah dengan penilaian yang memenuhi syarat,” pungkasnya.

Al-Fahmu Institute Gelar Diskusi Dan Bedah Buku Degup Cita Para Pendiri Bangsa Untuk Bangsa Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Al-Fahmu Institute menggelar diskusi dan beda buku dengan tema “Mengilmui Al-Aqso Sepenuh Hati, Menjemput Kemenangan Sejati” di Gedung Al-Fahmu Jakarta, Ahad, (19/5/24).

Dalam kegiatan ini hadir dua pemateri yang merupakan penulis buku “Degup Cita Para Pendiri Bangsa Untuk Bangsa Palestina,” Pizaro Gozali Idrus dan Hadi Nur Ramadhan.

Kegiatan dimulai dan dibuka oleh Ustadz Fahmi Salim selaku founder Al-Fahmu Institute. Dalam pemaparannya Ustadz Fahmi membahas tentang pentingnya mempelajari atau mengilmui Al-Aqsa sehingga umat Islam memahami apa yang sedang dibela dan diperjuangkan.

Hadi Nur Ramadhan selaku penulis buku, ia menjelaskan seharusnya mahasiswa ataupun aktifis lain tidak hanya aksi dikanpus-kamlus mereka atau aksi depan kedutaan Amerika, tetapi juga demo terhadap negara-negara yang pro terhadap Israel. Ia memberikan contoh ketika presiden Soekarno menolak Israel terlibat dalam ajang Asian Games pada tahun 1962.

“Harusnya demo bukan di kampus, atau kedutaan amerik, tapi demo kepada negara-negara yang pro terhadap Israel. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh presiden Soekarno menolak Israel dalam ajang olahraga,” kata Hadi Nur Ramadhan.

Pizaro Gozali Idrus salah satu dari penulis buku ini menjelaskan bahwa dalam buku yang ditulisnya bersama Hadi Nur ini memuat banyak tokoh nasional dari Indonesia yang membahas Palestina. Bahkan para tokoh negeri ini telah menjawab berbagai pertanyaan yang kerap ditanya oleh anak-anak muda saat ini, misalnya pertanyaan seputar pentingnya membela Palestina, para tokoh telah menjawab puluhan tahun lalu.

Sehingga menurut Pizaro diskusi-diskusi ofline tentang Palestina perlu diperbanyak untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda.

“Dalam buku ini banyak tokoh-tokoh dari Indonesia yang sudah menjawab pertanyaan anak muda sekarang. Maka
Harus banyak diskusi ofline setelah pandemi ini,” ujar Pizaro.

Dalam diskusi ini dihadiri juga oleh organisasi-organisasi yang bergerak dan membela Palestina.

Kecam Kebiadaban Zionis Israel, STIT Muhammadiyah Banjar Gelar Aksi Damai Bela Palestina

BANJAR (jurnalislam.com)- Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kota Banjar menggelar aksi damai pada Selasa, (7/5/2024), di Alun-alun Kota Banjar.

Aksi ini dilakukan sebagai respons terhadap kegagalan perdamaian di Palestina, terutama setelah perdana menteri Israel menolak untuk melakukan gencatan senjata dan terus berlanjutnya genosida di Palestina.

Muzaki Ahadian Malik, salah satu perwakilan panitia aksi menyatakan, bahwa aksi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan penderitaan genosida yang sedang terjadi di Palestina.

“Kami mengutuk segala bentuk genosida yang dilancarkan oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Kami juga meminta kepada para pemimpin dunia untuk kembali membahas gencatan senjata dan memboikot produk-produk Israel,” tegas Muzaki.

Selain itu, Muzaki juga menyerukan untuk menggulingkan politik militer Amerika di Israel serta mengusir dubes Amerika yang ada di tiap negara sebagai bentuk kekecewaan akan sikap dan dukungan moral Amerika terhadap genosida yang dilakukan Zionis Israel di Palestina.

Aksi damai ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat yang peduli terhadap isu Palestina. Dengan mengumpulkan mahasiswa STIT Muhammadiyah Banjar, mereka berharap pesan perdamaian dan keadilan untuk Palestina dapat tersebar luas.

Semangat mereka dalam menyuarakan solidaritas kepada rakyat Palestina sangatlah besar. Aksi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong tercapainya perdamaian dan kemerdekaan bagi Palestina.

Reporter: Ibnu Qoswaroh