Bantah Tudingan Jalaludin Rakhmat, PAS : Justru Syiah yang Lecehkan Sahabat Nabi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pada Jumat (31/8/2018) lalu, Ketua Umum Organisasi Syiah Ikatan Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Jalaluddin Rakhmat menyatakan Ahlussunnah selalu mendistribusikan ujaran kebencian.

Dilansir dari kiblat.net, pernyataan Jalaludin tersebut disampaikan bersamaan dalam peringatan hari besar Syiah, Ghadir Khum yang digelar di Aula Rujab komplek perum DPR-RI Kalibata.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS), Ustaz Muhammad Roinul Balad menentang pernyataan tersebut. Menurut Ustaz Roin, sapaan akrabnya, Ahlussunnah selalu memuliakan para sahabat Nabi, termasuk Sayyidina Ali RA.

“Kami justru mengagungkan seluruh sahabat. Karena para sahabat itu udulun, jadi adil semua. Bahkan kita sudah menyatakan mereka juga ahli surga yang sudah dijanjikan oleh Rasulullah,” jelas Ust. Roin dalam konferensi pers di Ruang Tafsir Masjid Istiqamah, Bandung, Jumat (7/9/2018) lalu lansir Alhikmah.co.

Kenyataannya, lanjut Ustaz Roin, dalam acara Idul Ghadir maupun Asyuro, justru ditemukan unsur-unsur pelecehan. Baik secara terang-terangan ataupun secara terselubung kepada istri Nabi dan sahabat Nabi.

Terlebih, kata Ustaz Roin, jika acara-acara Syiah tersebut dipaksakan untuk digelar, tentu akan memicu konflik SARA. “Jika acara-acara tersebut diadakan, mengundang banyak orang, ini memancing konflik yang sangat besar. Contohlah kasus Sampang, Madura, kan sudah jelas, karena mereka memaksakan, ingin melakukan ritual-ritual itu akhirnya justru memancing konflik SARA yang selama ini berusaha kita redam agar tidak terjadi konflik SARA tersebut.”

Untuk mengantisipasi perayaan-perayaan yang akan digelar oleh Syiah, Ustaz Roin meminta aparat dan segenap elemen pemerintahan untuk ikut berperan menghadang kegiatan tersebut. Karena sudah jelas ada penistaan terhadap agama Islam.

“Di lapangan, kami terus memantau Asyuro ini sambil berkoordinasi dengan aparat agar tidak memberikan izin. Karena jelas, ada potensi pelecehan terhadap istri Nabi dan sahabat Nabi,baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi,” tegas dia.

Ustaz Roin berharap seluruh elemen pemangku kebijakan di Jawa Barat, mulai dari Kapolda, Kapolres, Kemenag, MUI, hingga gubernur dapat menyatakan sikap terhadap Syiah.

“Saya berharap pada gubernur yang baru dilantik ini dapat mengawal akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Dan tidak memberikan fasilitas dan keleluasaan kepada Syiah yang telah mencederai dan menistakan agama Islam, karena menafsirkan Islam tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.” [Nurm/Alhikmah]

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.