Azerbaijan Ultimatum Armenia Agar Keluar dari Wilayah Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Ultimatum Armenia Agar Keluar dari Wilayah Nagorno-Karabakh

BAKU (Jurnalislam.com) — Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menuntut agar Armenia segera mundur dari Nagorno-Karabakh dan wilayah sekitar Azeri, Ahad (4/10/. Jika negara tetangga itu tidak melakukan, maka Azerbaijan tidak akan menghentikan aksi militer sampai itu terjadi.

“Tawaran saya adalah sebagai berikut: biarkan mereka menarik pasukannya, dan konfrontasi akan dihentikan, tapi ini tidak boleh dengan kata-kata, tapi dalam perbuatan,” ujar Aliyev.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Aliyev mengatakan, pasukan Azeri bergerak maju dalam serangan selama seminggu untuk merebut kembali tanah yang mereka kuasai dari etnis Armenia pada 1990-an.

“Azerbaijan punya satu syarat, yaitu pembebasan wilayahnya. Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan. Kita harus kembali dan kita akan kembali,” ujarnya.

Aliyev mengatakan, komunitas internasional telah gagal selama tiga dekade untuk menegakkan resolusi PBB atau menekan Armenia mengembalikan wilayah Azerbaijan. Isi dan nada pesan Aliyev menjelaskan bahwa Baku tidak akan menerima seruan untuk gencatan senjata segera seperti yang didorong oleh Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Setelah pidato Aliyev, pejabat Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan, menyatakan tidak ada risiko untuk negaranya dari ancaman itu. “Saya tidak berpikir bahwa ada risiko untuk Yerevan (ibu kota Armenia), tetapi bagaimanapun kami sedang berperang,” katanya.

Konflik terbaru ini mengancam akan menyeret kekuatan regional lainnya, karena Azerbaijan didukung oleh Turki, sedangkan Armenia memiliki pakta pertahanan dengan Rusia. Ratusan orang tewas dalam sepekan terakhir pertempuran antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia, termasuk lebih dari 40 warga sipil. Lokasi wilayah pertempuran pun terancam semakin meluas.

Sebelum pidato tersebut, Azerbaijan mengatakan pasukan Armenia telah menembakkan roket ke kota kedua Ganja. Peristiwa ini menewaskan satu warga sipil dan melukai 32 lainnya.

Serangan rudal lain pun terjadi di kota industri Azeri, Mingachevir. Azerbaijan mengancam akan membalas dengan menghancurkan target militer di dalam Armenia.

“Serangan Armenia yang menargetkan warga sipil di Ganja … adalah manifestasi baru dari sikap Armenia yang melanggar hukum. Kami mengutuk serangan ini,” ujar Kementerian Luar Negeri Turki.

Kementerian Pertahanan Armenia dan wilayah yang memisahkan diri mengatakan, mereka membantah klaim Baku atas serangan Yerevan terhadap Mingachevir di Azerbaijan. Armenia membantah telah mengarahkan tembakan apapun ke Azerbaijan.

Sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X