Tiga Basis Militer Utama di Provinsi Baghlan Digempur Taliban

BAGHLAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melakukan penyergapan pada instalasi musuh di distrik Pol-e-Khomri provinsi Baghlan Utara tadi malam, menggempur tiga basis utama musuh, Al Emarah News melaporkan Selasa (05/04/2016).

Laporan menambahkan sedikitnya 6 Arbakis tewas dan 5 lainnya luka-luka dalam baku tembak berikutnya, sementara dua tank lapis baja musuh hancur setelah mendapat serangan senjata berat Mujahidin. Mujahidin juga menyita 6 Kalashnikov dan 1 roket peluncur granat dari musuh.

Di kawasan Baraka, Mujahidin memukul mundur musuh setelah mereka melancarkan serangan ke arah posisi Mujahidin pada hari Senin. Setidaknya empat Arbaki dikatakan telah terluka dalam pertempuran itu.

Kemudian laporan dari provinsi Kunduz utara, dua pasukan khusus martir Mujahidin Imarah Islam pada hari Senin melakukan serangan martir di sebuah pos milik milisi di distrik Qala-e-Zal, meratakan instalasi dan menewaskan 2 pasukan Arbaki dan melukai 3 lainnya.

Ia menambahkan salah satu mujahidin martir lolos tanpa cedera setelah melakukan operasi yang sukses.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Al Emarah Studio Rilis Video Baru No.4 dari Serial "Umari Army"

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Al Emarah Studio, Selasa (05/04/2016) bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyajikan video baru yang brilian (No. 4) dalam seri 'Umari Army'.

Video ini secara cemerlang menyajikan rekaman pertempuran dari berbagai daerah di provinsi Paktika dimana Mujahidin Imarah Islam yang berani melakukan serangan terhadap markas musuh, pos pemeriksaan, patroli dan konvoi.

Video berakhir dengan cuplikan dari serangan syahid di pusat pemerintahan kabupaten Sarubi serta wawancara dengan gubernur Taliban di Paktika yang dihormati, Hafiz Bilal Fateh (semoga Allah melindunginya) dan pidato Amirul Mukminin, Mullah Akhtar Muhammad Mansur (Hafizullah).

Video bisa didownload dari link yang disediakan di bawah ini:

 

Saluran Telegram Imarah Islam

Al Emarah Pashto

https://telegram.me/khabroona

Al Emarah Dari

https://telegram.me/alemara1dari

Al Emarah Urdu

https://telegram.me/alemaraurdu

Al Emarah Arab

https://telegram.me/alemaraharabic

Al Emarah Inggris

https://telegram.me/alemarahupdates1

 

HD 2.1GB

Untuk melihat

https://archive.org/details/UmariLashkar4

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/UmariLashkar4/UmariLashkar4.mp4

 

HD 1.3GB

Untuk melihat

https://archive.org/details/umarilashkar4_2016

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/umarilashkar4_2016/umariHQ.mp4

 

FLV 586 MB

Untuk melihat

https://archive.org/details/umariflv

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/umariflv/umariflv.flv

 

MP4 603 MB

Untuk melihat

https://archive.org/details/umariMQ

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/umariMQ/umariMQ.mp4

 

MP4 264 MB

https://archive.org/download/umarimMP4/umarimobile.mp4

 

3gp 129 MB

https://archive.org/download/umarim/Umari3gp.3gp  

 

Deddy | Al Emarah Studio | Jurnalislam

Setelah 4 Hari Pertempuran Sengit, Armenia dan Azerbaijan Gencatan Senjata

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Azerbaijan  dan Armenia mengatakan mereka menghentikan perang setelah terjadi empat hari pertempuran sengit di antara mereka yang meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas menjadi perang habis-habisan, lansir Aljazeera, Selasa (05/04/2016).

Dalam sebuah pernyataan gencatan senjata, kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan: "Pada tanggal 5 April pukul 12:00 (0800 GMT), atas dasar kesepakatan bersama, aksi militer pada garis kontak antara angkatan bersenjata Armenia dan Azerbaijan dihentikan. "

Seorang pejabat angkatan bersenjata Nagorno-Karabakh yang didukung Armenia mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Kami telah diperintahkan untuk menghentikan serangan."

Pembicaraan yang bertujuan mengakhiri kekerasan terburuk selama beberapa dekade di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh telah dimulai di Wina pada hari Selasa setelah 46 orang tewas dalam tiga hari pertempuran.

Rusia dan AS telah menyerukan diakhirinya pertempuran tapi Turki mendukung Azerbaijan, dan memprediksi wilayah yang direbut Armenia "suatu hari" akan dipulihkan.

Sebuah wilayah pegunungan yang terkurung daratan dengan mayoritas etnis Armenia bertempat tinggal di dalam Azerbaijan, Nagorno-Karabakh telah berada dalam sengketa sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Separatis yang didukung oleh Yerevan mengumumkan kesetiaan mereka kepada Armenia dan kemudian menyatakan diri sebagai republik merdeka, sebuah langkah yang belum diakui di tempat lain, termasuk oleh Armenia.

Dalam pertempuran sebelumnya, sekitar 30.000 orang meninggal dan ribuan orang dari kedua kelompok etnis meninggalkan rumah mereka.

Sebuah gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia ditandatangani pada tahun 1994, tetapi kedua negara tidak pernah menyepakati perdamaian abadi.

Azerbaijan mengumumkan gencatan senjata sepihak pada hari Ahad (03/04/2016), tetapi gagal menghentikan pertempuran, dan pada hari Senin Armenia yang mendapat dukungan dari Rusia mengatakan gencatan senjata akan terjadi hanya jika kedua belah pihak kembali ke posisi mereka sebelumnya.

Menteri pertahanan Azerbaijan Zakir Hasanov malah memerintahkan tentara untuk siap menyerang ibukota Karabakh, Stepanakert, yang menyatakan, jika Armenia terus melakukan pemboman terhadap sasaran sipil di Azerbaijan".

Ratusan relawan etnis Armenia sejak itu menuju ke kota tersebut untuk berperang bersama pasukan separatis, sementara pihak berwenang setempat sibuk mengorganisasi penampungan untuk pengungsi dari desa-desa garis depan pertempuran.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

 

Ribuan Senjata dari Iran untuk Syiah Houthi Direbut di Laut Arab

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Kapal Angkatan Laut AS di Laut Arab mencegat dan merebut pengiriman senjata dari Iran yang kemungkinan sedang menuju ke milisi Houthi di Yaman, kata militer dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Al Arabiya News Channel melaporkan, Selasa (05/04/2016).

Senjata-senjata yang disita pekan lalu oleh kapal perang Sirocco and Gravely tersembunyi pada sebuah kapal kecil dan termasuk 1.500 senapan AK-47, 200 granat peluncur roket (RPG), dan 21 senapan mesin kaliber 50, sesuai dengan pernyataan Angkatan Laut.

Senjata-senjata itu disita pada 28 Maret dan sekarang ditahan oleh AS. Kapal, yang digambarkan Angkatan Laut sebagai stateless (bukan milik sebuah Negara), dan awaknya diizinkan untuk pergi setelah senjata-senjata tersebut diambil.

"Ini merupakan serangkaian pengiriman senjata ilegal terbaru yang dinilai oleh AS berasal dari Iran yang disita di wilayah tersebut oleh angkatan laut," kata militer dalam pernyataan itu.

Pernyataan ini mengutip sebuah insiden 27 Februari di mana Angkatan Laut Australia mencegat kapal sejenis pada akhir Februari dan menyita sebanyak hampir 2.000 AK-47, 100 peluncur RPG, dan senjata lainnya. Pada tanggal 20 Maret, sebuah kapal perusak Perancis menyita hampir 2.000 AK-47, puluhan senapan sniper Dragunov, sembilan rudal anti-tank, dan peralatan lainnya.

Pemberontak Houthi menguasai Sanaa, ibu kota Yaman pada tahun 2014, memicu kekhawatiran di Arab Saudi bahwa Iran memanfaatkan kekacauan di kawasan itu dan memperluas pengaruhnya ke perbatasan Saudi. Milisi Houthi, yang berbasis di Yaman utara, adalah beragama Syiah, agama mayoritas di Iran.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan pada hari Senin bahwa dukungan Iran untuk Houthi adalah contoh "kegiatan mendestabilisasi" di kawasan itu, dan bahwa pengiriman senjata bisa dibahas di Dewan Keamanan PBB.

"Kami jelas prihatin dengan perkembangan ini, karena menawarkan dukungan kepada pemberontak di Yaman adalah sesuatu yang sama sekali tidak konsisten dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Earnest.

Keterlibatan langsung Republik Syiah Iran dengan Syiah Houthi terbatas, Earnest melanjutkan, "tetapi personil militer Iran melatih dan memperlengkapi pasukan Houthi dengan berbagai jenis senjata".

Sebuah koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah berjuang untuk mengembalikan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi kembali berkuasa sejak tahun lalu, termasuk melalui serangan udara di Sana'a.

Pembicaraan damai yang disponsori PBB dijadwalkan dimulai di Kuwait pada 18 April.

Kedua belah pihak telah mengkonfirmasi bahwa gencatan senjata dimulai tengah malam tanggal 10 April dan pembicaraan damai dijadwalkan mengikuti seminggu kemudian.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Komunitas Lintas Agama Peduli Klaten Gelar Aksi Solidaritas untuk Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dukungan untuk pertanggungjawaban pemerintah pasca tragedi Siyono masing berlangsung. Kali ini, komunitas lintas agama Peduli Klaten melakukan aksi damai untuk meminta pertanggungjawaban atas kasus Siyono.

"Aksi ini untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar bertanggung jawab atas kematian Siyono. Supaya kasus ini dibuka secara luas dan berimbang. Serta supaya pemerintah bertanggung jawab kepada keluarga yang ditinggal almarhum," kata kordinator aksi, Sapto Suharno pada Selasa (05/03/2016) di alun-alun Klaten.

Menurutnya, kasus Siyono masih menimbulkan misteri. Sebab, tidak ada kejelasan tentang kesalahan Siyono. 

"Kami melihat peristiwa kematian Siyono banyak menimbulkan pertanyaan. Yang terjadi adalah Siyono mati tanpa proses hukum," imbuhnya.

Meskipun, lanjutnya, komunitas Peduli Klaten ini lintas agama, namun mereka tetap menyuarakan keadilan.

"Kita ini lintas agama, tapi yang kita lihat kemanusiaannya," ulasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika penindakan terorisme dilakukan seperti ini negara membuat teroris sendiri.

"Sebenarnya jika seperti ini, negara membentuk teroris sendiri," ucapnya.

Menurut pantauan wartawan anggota JITU, puluhan masa berjalan dari alun-alun kota klaten menuju kantor DPRD Klaten.

Dalam perjalanan, mereka membawa spanduk berisikan pembelaan untuk Siyono dan mengumpulkan tanda tangan serta membagikan petisi kemanusiaan.

 

Reporter : Taufiq Ishak, Tommy Abdullah | Ally | Jurnalislam 

 

Ini Petisi Peduli Klaten untuk Pemerintah Terkait Kasus Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Kematian Siyono hingga saat ini masih menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya tidak ada kejelasan dari polisi terkait kematian Siyono dan kesalahannya.

Maka dari itu, komunitas lintas agama Peduli Klaten mengeluarkan petisi yang rencananya akan diberikan kepada pihak yang bersangkutan.

"Kita akan berikan petisi ini kepada pihak yang terkait seperti presiden, polri dan kejagung," kata kordinator aksi, Sapto Suharno kepada wartawan anggota JITU pada Selasa (05/03/2016) di alun-alun Klaten. 

Adapun isi petisi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menuntut pengungkapan kematian almarhum Siyono secara adil dan terbuka. 

2. Menuntut negara, dalam hal ini pemerintah di semua jenjang, serta polri untuk hadir secara adil dan obyektif dalam membuka kasus kematian Siyono. 

3. Memberi sanksi tegas dan terbuka jika hasil otopsi membuktikan bahwa ada kesalahan pada oknum dan/atau prosedur penangkapan Siyono. 

4. Negara berkewajiban menjaga dan memberikan jaminan atas rasa keadilan, keamanan dan kenyamanan untuk setiap warga termasuk masyarakat dan keluarga di lingkungan Siyono. 

6. Negara harus menjamin hak hidup dan kehidupan, hak pendidikan, dan hak sebagai warga negara kepada keluarga dan anak-anak Siyono.

 

Reporter: Taufiq Ishak, Tommy Abdullah | Editor: Ally | Jurnalislam 

Aroma Melati Melekat di Tangan Suratmi

KLATEN (Jurnalislam.com) – Pagi ini, Selasa (5/4/2016) sekitar pukul 08.00 Suratmi bersama keluarga berziarah ke makam Siyono.

Suratmi dan kelima anaknya bersama kakak dan orangtua Siyono terlihat khusyu mendoakan sang suami yang pergi mendahului mereka.

Sepulang dari makam, Suratmi dan anggota keluarga yang lainnya mencium bau melati yang melekat di tangannya. 

"Wangi sekali, padahal tangan saya dan ibu saya gak pegang apa-apa. Sampai rumah tadi masih wangi," tuturnya kepada Jurnalislam, Selasa (5/4/2016).

Ziarah yang pertama kalinya itu, dilakukan Suratmi untuk menjelaskan kepada anak-anaknya tentang kematian ayah mereka.

"Abah ne endi mi? Di sawah?" (Abah kemana mi? Di sawah ya?). Mendengar pertanyaan itu dari anak saya, rasanya teriris-iris," tutur Suratmi berkaca-kaca.

Atas dasar itu Suratmi mengajak anak-anaknya berziarah ke makam Siyono untuk menjelaskan bahwa ayah mereka telah berada di sisi Allah.

"Saya bilang ke mereka, Abah sudah tidur dibawah situ, Abah sudah disayang Allah sekarang," ujarnya mencoba tegar.

Almarhum Siyono dimakamkan pertama kali pada hari Jumat (13/3/2016). Kemudian digali kembali untuk diotopsi pada Ahad (3/4/2016). 20 hari lamanya jenazah Siyono di dalam kuburan, namun jenazahnya masih utuh dan tidak berbau.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam‎

12 dari 25 anggota Polisi Dompu Positif Konsumsi Narkoba

DOMPU (Jurnalislam.com) – Sebanyak dua belas anggota Kepolisian Resort (Polres) Dompu, Nusa Tenggara Barat, dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Kedua belas orang tersebut terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan urine oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bima, bertempat di ruangan Kasat Intelkam Polres Dompu, Jum’at (1/4/2016).

"Resminya belum diberikan oleh BNK karena baru selesai pemeriksaan, namun hasil sementara terdapat dua belas orang positif Narkoba," ungkap Wakapolres Dompu, Komisaris Polisi Etek Riawan SE.

Dikatakan Etek, tes urine terhadap anggotanya dilakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa anggota Polres Dompu sebagai penegak hukum harus bebas dari Narkoba dan mencegah penyalahgunaan Narkoba.

Lanjutnya, pemeriksaan urine hari ini hanya dilakukan terhadap 25 orang anggota yang terdiri dari semua fungsi dan sebagian dari anggota Polsek. Pemeriksaan terhadap 25 orang tersebut karena ada informasi dari masyarakat dan adanya indikasi yang ditemukan bahwa ada oknum anggota yang terlibat Narkoba. "Kami periksa karena ada indikasi dan informasi dari masyarakat" ujar Etek.

Ia mengatakan sebenarnya pemeriksaan akan dilakukan secara rutin atau berkala, namun belum bisa karena keterbatasan alat. Menindak lanjuti hasil tes yang ada, pihaknya berkomitmen akan memproses oknum anggota yang positif Narkoba. "Kami akan tegas memproses anggota yang terseret Narkoba," tandas Etek.

Tindak lanjut hasil tes sekarang akan dilaporkan ke pimpinan yaitu Kapolres. Namun saat ini Kapolres masih di luar daerah. "Tapi jelasnya kami akan menindak tegas," tegas Etek.

Sementara Kepala BNK Bima, Jolmadi, menyampaikan bahwa pemeriksaan urine terhadap anggota Kepolisian Resort Dompu dilakukan atas permintaan dari Kepala Satuan Kerja (Kasatker). "Karena Badan Narkotika Kabupaten Bima untuk saat ini membawahi tiga Kabupaten dan Kota yakni Kabupaten Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima, makanya BNK Kabupaten Bima bisa melakukan pemeriksaan urine di Kabupaten Dompu," terangnya.

Jolmadi menolak memberikan informasi berapa anggota Polres Dompu yang positif mengkonsumsi Narkoba. "Hasilnya kita serahkan ke Kasatker," pungkasnya.

Reporter: Sirath  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Trauma Melihat Densus 88, Tiang Kamera Wartawan Disangka Senjata

KLATEN (Jurnalislam.com) – Pasca pemeriksaan yang dilakukan anggota Densus 88 di TK Amanah Ummah yang dikelola Suratmi, istri Siyono pada Kamis (10/3/2016) lalu, ternyata masih menyisakan trauma mendalam bagi murid-murid.

Di antaranya adalah M dan R. Kedua murid itu hingga saat ini masih mengalami trauma akibat melihat Densus 88 memasuki sekolahnya dengan membawa senjata lengkap.

Sejak kasus ini mencuat, kediaman Siyono masih ramai dikunjungi orang. Sejumlah aktivis Islam, wartawan dan para peziarah masih hilir mudik di sekitar kediaman Siyono. Padahal, murid-murid TK Amanah Ummah banyak yang masih ketakutan kalau melihat mobil lewat.

“Kira-kira sepekan lalu, saat ada wartawan dari CNN Indonesia yang dengan membawa kamera lengkap dengan tiang-tiangnya (tripod), dua anak itu langsung ketakutan karena dikiranya senjata,” jelas Suratmi kepada wartawan anggota JITU, Tommy Abdullah di kediaman Siyono pada Senin, (04/04).

Suratmi yang telah merintis Raudhatul Atfal (TK) Amanah Ummah sejak tahun 2005 itumenjelaskan, saat itu kedua bocah malang itu langsung lari tunggang menaiki sepeda mereka. Padahal rumah keduanya terletak 2 kilo meter jauhnya dari TK tersebut, yang paling jauh dibanding teman-temannya.  

“Laporan dari orangtuanya, M begitu pulang langsung masuk ke kolong tempat tidur di rumahnya. Yang satunya, R, ngumpet di pojokan menangis sampai terkencing-kencing,” cerita Suratmi.

Akibatnya, orang tua kedua anak tersebut menyatakan tak terima dengan kondisi yang menimpa anaknya saat ini.

“Saya tidak terima dengan mereka [Densus, red], akibatnya anak saya seperti ini,” kata ayah M.

Sementara itu, psikolog Dwi Estiningsih menjelaskan bahwa trauma yang terjadi akibat penggerebekan Densus 88 di TK Amanah Ummah tak hanya menimpa anak-anak, tapi walimurid dan para pengajar TK.

Menurutnya, ada satu guru TK yang tidak mau mengajar kembali dan berubah menjadi pendiam akibat kejadian yang telah terjadi dua pekan lalu itu.

“Jangan salah, trauma itu bukan hanya menimpa anak-anak, tapi bisa menimpa orang dewasa juga,” ujar psikolog yang aktif di panti sosial ‘Asuhan Anak’ Dinas Sosial Propinsi DI Yogyakarta ini.

Seperti diketahui, belasan mobil berisi puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap mendatangi rumah Siyono. Kedatangan mereka disinyalir untuk mencari barang bukti usai penangkapan Siyono. Tak ada surat penggeledahan yang disampaikan aparat kepada pihak keluarga. Padahal rumah tersebut juga berfungsi sebagai TK Amanah Ummah, yang di dalamnya ada 48 murid sedang mengikuti proses kegiatan belajar.

Dwi Estiningsih melanjutkan, tak seperti halnya pada orang dewasa, dampak trauma pada anak bisa menyebabkan gangguan berkepanjangan.

“Trauma semacam itu bisa menyebabkan gangguan kejiwaan, seperti phobia, mental disorder hingga gangguan obsesif kompulsif,” pungkasnya.

Penulis: Tommy Abdullah/JITU | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

PDM Bima: Teroris Bukan Hanya Umat Islam

BIMA (Jurnalislam.com) – Selama gerakan Muhammadiyah dibangun, kalau ada hal-hal yang menyimpang dalam konteks dakwah amar ma’ruf nahi munkar, maka akan dilakukan penelusuran, perbaikan demi sebuah keadilan.

Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain, M.Si, kepada Jurnalislam, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, setiap orang yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama itu tidak serta merta disebut teroris atau radikalis.

“Harusnya ada mekanisme dan pemeriksaan. Tetapi kalau memang benar ada kejanggalan dan terbukti secara khusus melakukan makar dan pelanggaran seharusnya diproses secara hukum,” terangnya.

Dia mencontohkan ormas-ormas di luar Islam yang juga kerap melakukan kekerasan dan OPM yang membakar bendera negara.

“Lantas apakah karena para aktivis ini beragama Islam sehingga mereka diperlakukan seperti itu, ataukah memang peraturan negara seperti itu. Kalau begitu jadinya nanti maka kekuatan umat Islam ini sangat-sangat dilemahkan,” tegasnya.

Eka mendesak negara untuk berbuat adil kepada umat Islam. Jangan hanya karena pelakunya beragama Islam, lantas dengan mudahnya aparat menyebutnya teroris.

“Kalau memang dari kasus-kasus ini terjadi pelanggaran secara hukum maka seharusnya diproses juga secara hukum. Kalau kasusnya kriminal maka pakai aturan kriminal, kalau kasusnya makar terhadap negara, maka pakai juga aturan makar terhadap negara, jangan langsung dibunuh seperti itu”.

Eka berharap ke depannya ormas lain bisa ikut andil dalam memperjuangkan hak-hak umat Islam.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam