Hari Pertama Operasi Omari, 21 Instalasi Militer di Timur Diserbu 1 Serdadu AS Tewas

KUNAR (Jurnalislam.com) – Sebanyak 21 pos tempur menderita serangan Mujahidin di tengah hari pertama "Operasi Omari" di Kabupaten Sarkani provinsi Kunar Selasa pagi (12/04/2016), Al-Emarah News melaporkan, Selasa.

Sejumlah besar pasukan gabungan Afghanistan dikatakan telah kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran berat.

Seorang tentara Amerika dan tiga pasukan komando Afghanistan tewas ketika Mujahidin menyergap musuh gabungan di ibukota provinsi Logar.

Dalam laporan lain, pasukan boneka tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan bom juga di ibukota provinsi Logar.

Mujahidin menyerbu hampir semua instalasi militer musuh di distrik Charkh provinsi, menimbulkan kerugian yang fatal pada musuh.

Beberapa saat kemudian, Mujahidin menyerang markas Kabupaten Marawara di provinsi Kunar, menghancurkan beberapa kendaraan ranger dan menyebabkan sejumlah tentara musuh tewas dan terluka.

Di kawasan provinsi Nari, sebuah pos pemeriksaan diserbu dini hari tadi. Tidak jelas apakah ada orang yang terbunuh atau terluka.

Pada sore hari, Mujahidin menyerbu sebuah pangkalan militer utama milik ANA (Afghnaistan National Army) di distrik Narang propinsi Kunar di mana banyak korban di pihak pasukan boneka.

Selanjutnya, pos musuh di distrik Dangam diserang oleh Mujahidin. Tidak jelas apakah ada orang yang terbunuh atau terluka.

Laporan akan diperbaharui pada informasi berikutnya.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Taliban Luncurkan Serangan Musim Semi Baru “Operasi Omari”

KABUL (Jurnalislam.com) –  Imarah Islam Afghanistan (Taliban), pada hari Selasa (12/04/2016) mengumumkan peluncuran serangan spring baru yang diberi nama “Operasi Omari” saat perjuangan mujahidin Afghanistan memasuki tahun ke-15, lansir Anadolu Agency, Selasa.

Sambil memuji prestasi pendiri Taliban, almarhum Syeikh Mullah Mohammad Omar, dewan kepemimpinan Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berjuang untuk membebaskan Afghanistan dari penjajahan asing dan pemerintahan boneka serta untuk penerapan hukum Islam.

Dewan kepemimpinan Taliban melanjutkan dengan mengatakan bahwa serangan militer musiman telah resmi dimulai pada pukul 05:00 hari Selasa.

"Operasi Omari … berfokus, dengan harapan bantuan ilahi, untuk membersihkan daerah dari sisa kendali dan kehadiran musuh," kata pernyataan itu.

Ia menambahkan bahwa serangan spring bertujuan untuk menurunkan semangat/moral pasukan asing dan merebut kembali wilayah yang berada di bawah kendali mereka, di mana Taliban bersumpah untuk mendirikan sebuah "sistem pemerintahan yang adil."

Taliban juga mengatakan akan meluncurkan proses dialog dengan "rekan senegara di jajaran musuh" dengan membujuk mereka untuk meninggalkan oposisi mereka terhadap pembentukan sebuah pemerintahan Islam.

Pemerintah rezim Kabul mengatakan pengumuman Taliban sebagai "propaganda", mengatakan pasukannya siap untuk menanggapi segala bentuk agresi.

"Taliban mengumumkan serangan tersebut setiap tahun dan angkatan bersenjata negara telah menghadapinya dengan baik," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Dawlat Waziri.

Namun analis politik Afghanistan Gul Ahmad Reshad, , mengatakan serangan baru Taliban kemungkinan akan menimbulkan "tantangan besar" bagi militer Afghanistan dan pasukan koalisi  internasional yang dipimpin AS.

"Pasukan Nasional Afghanistan mengalami tahun paling berdarah pada tahun 2015, yang memaksa pasukan asing untuk masuk kembali ke medan perang – meskipun mereka secara resmi mengakhiri misi tempur mereka pada tahun 2014," kata Reshad.

Serangan musim semi baru juga cenderung melemparkan bayangan mengenai proses dialog baru yang lahir antara Taliban dan Kabul.

Pada pertemuan keempat Kelompok Koordinasi Segiempat (the Quadrilateral Coordination Group-QCG) – yang meliputi Afghanistan, Pakistan, AS dan Cina – telah diputuskan bahwa sebuah upaya harus dilakukan untuk membawa Taliban kembali ke meja perundingan.

Namun Taliban cepat menanggapi keputusan QCG dengan menyatakan penolakannya untuk masuk ke dalam pembicaraan damai.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

ISAC: Modus Penyiksaan Siyono Mirip Nur Prakoso

KLATEN (Jurnalislam.com) – The Islamic Sutdy and Action Centre (ISAC) memiliki data bahwa Nur Prokoso mengaku disiksa oleh Densus 88 paska penangkapan di Solo pada Selasa 29 Desember 2015 lalu. Dalam rilis yang diterima Jurnalislam pada Selasa (12/04), sekretaris ISAC, Endro Sudarsono mengatakan ada kemiripan modus penyiksaan antara Siyono dan Nur Prakoso.

Dalam kesaksiannya Nur Prakoso mengaku kendaraannya ditabrak hingga terjatuh. Lalu ia digiring ke suatu tempat dan kakinya diberi balok lalu balok tersebut diinjak-injak.

“Bahkan bagian dada dan perut diberi papan/ alas, lalu papan tersebut diinjak- injak, dan kepala ditutup kemudian dimasukkan ke WC serta kemaluannya dipukuli hingga lecet,” ujarnya.

Akibatnya Nur Prakoso menjadi sulit untuk berjalan dan tangannya sulit digerakkan dan menegang.

“Serta sakit pada ulu hati, semua isi perut keluar lewat mulut, kemaluan (terkencing-kencing), lewat anus,” ungkapnya.

Sementara itu hasil Autopsi Muhammadiyah pada jenazah Siyono terdapat memar di kepala, tulang rusuk sebelah kiri sebanyak lima buah patah masuk ke dalam.

“Dan tulang rusuk sebanyak satu buah sebelah kanan keluar, tulang dada patah masuk ke arah jantung serta tidak ada indikasi perlawanan terhadap Densus 88,” jelasnya.

Melihat data tersebut jika dikomparasikan, maka sangat mungkin atau diduga kuat apa yang dialami pada Nur Prakoso juga dialami Siyono.

“Untuk itu ISAC meminta kepada Komnas HAM dan Muhammadiyah untuk melakukan advokasi lanjutan terhadap Nur Prakoso (dan Andika yang masih di bawah umur) yang mengalami penyiksaan hampir sama,” tuturnya.

Selain itu, Endro khawatir jika modus penyiksaan seperti ini digunakan menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Densus dalam menindak terduga teroris.

“ISAC khawatir perlakuan Densus terhadap Nur Prakoso ini menjadi SOP atau modus penyiksaan selama 7×24 jam,” tandasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tanggapi Hasil Otopsi, Suratmi: Semoga Densus 88 Diberi Hidayah

KLATEN (Jurnalislam.com) – Hasil otopsi jenazah Siyono telah keluar tadi siang setelah melakukan uji labolatorium mikroskopik selama kurang lebih satu minggu. Dan hasilnya Siyono mati karena penyiksaan. Menanggapi hasil tersebut, Wagiono, kakak Siyono merasa bersyukur.

"Saya bersyukur karena hasil otopsi jelas. Jadi semua insya Allah satu suara, dan tidak ada praduga-praduga lagi," ujar Wagiono di Masjid Muniroh, Klaten, Senin (11/4/2016).

Ia juga mengatakan, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi ummat islam untuk lebih merapatkan barisan.

"Sebagai pelajaran bagi umat islam utuk merapatkan barisan dan jangan sampai terpecah belah," imbuhnya.

Selain itu, ia juga menuturkan, setelah ini seluruh keluarga akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada lembaga-lembaga kemanusian.

"Karena otopsi sudah selesai, ini dari pihak keluarga dan pihak warga menyerahkan sepenuhmya kasus ini kepada lembaga kemanusian, seperti Komnas HAM dan Muhammadiyah," jelasnya.

Suratmi, istri Siyono berharap agar tindakan densus yang semena-mena ini tidak dilakukan kembali kepada muslim yang lain.

"Ya harapanya agar tindakan densus yang semena-mena ini tidak dilakukan kembali kepada warga muslim yang lain," tuturnya.

Wanita yang akrab dengan panggilan Mufidah ini juga mengatakan, dirinya hanya bisa mendoakan agar densus mendapat hidayah dari Allah.

"Kita dendam itu ndak, dan kita juga tidak memaksakan hidayah karena hanya Allah yang bisa memberi hidayah," ulasnya.

Bahkan ayah Siyono, Marso Diyono tidak berkomentar banyak soal ini. Ia hanya menghimbau kepada Densus agar ingat dengan Allah. "Yo mung ben do eling mawon (ya biar pada ingat sama Allah)," tukas ayah Siyono.

Reporter: Taufiq Ishak | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pesawat PBB Terjunkan 20 Ton Bantuan Pangan di Timur Kota Deir ez-Zor

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan pada hari Senin (11/04/2016) bahwa mereka telah melakukan misi penerjunan bantuan kemanusiaan pertama dan sukses di Suriah, lansir World Bulletin Senin.

Pada hari Ahad (10/04/2016), paket makanan dari Program Pangan Dunia (the World Food Program-WFP) diterjunkan di timur kota Deir ez-Zor, di mana 200.000 warga sipil telah terkepung oleh pasukan Islamic State (IS) sejak Maret 2014.

"Airdrop ini adalah bantuan pangan WFP pertama yang telah mencapai bagian kota terkepung tersebut sejak Maret 2014," kata WFP dalam sebuah pernyataan.

Penerjunan dari ketinggian yang tinggi sebelumnya pada bulan Februari gagal, kata PBB.

"Pada tanggal 24 Februari, WFP melakukan airdrop pertama dari ketinggian tinggi, menjatuhkan 21 ton bantuan pangan," kata pernyataan itu. "Tapi masalah teknis berarti beberapa paket tidak berhasil mencapai zona degradasi dan beberapa lainnya juga rusak saat parasut mereka gagal berfungsi dengan baik."

WFP mengatakan airdrop hari Ahad itu mengantarkan 20 metrik ton pasokan makanan – cukup untuk memberi makan 2.500 orang selama satu bulan.

WFP berencana melakukan airdrops lanjutan untuk Deir ez-Zor, karena IS tidak akan mengizinkan akses bantuan darat.

Pada bulan Januari, badan-badan kemanusiaan PBB mengatakan warga kota, kebanyakan perempuan dan anak-anak, menghadapi kondisi memburuk tajam dan bantuan kemanusiaan mendesak sangat diperlukan di tengah laporan kasus malnutrisi dan kematian yang parah karena kelaparan.

Sementara itu, PBB telah menyerukan kepada rezim Suriah agar menghormati janjinya untuk mengizinkan bantuan ke daerah-daerah terpencil dan terkepung setelah permintaan untuk mengirim bantuan ditolak pekan lalu oleh rezim.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ribuan Orang Tandatangani Petisi Menuntut Pembubaran Densus 88

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 121 nyawa anak bangsa yang diduga teroris melayang di tangan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri tanpa proses peradilan. Siyono (34), guru TK Amanah Ummah di Cawas, Klaten itu menjadi korban terbaru pasukan elit yang dibentuk pada 26 Agustus 2004 itu.

Siyono dipulangkan dalam keadaan meninggal setelah diculik Densus 88 di rumahnya pada Selasa (08/03/2016). Kasus kematiannya kemudian menjadi viral setelah istrinya, Suratmi (38) melimpahkan kasus kematian suaminya kepada PP Muhammadiyah dan meminta jasad suaminya diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiaannya.

Kepada PP Muhammadiyah melalui Busyro Muqoddas di Yogyakarta, Suratmi juga menyerahkan dua bungkusan yang diketahui berisi uang senilai Rp 100 juta yang diterimanya setelah diberitahu bahwa suaminya meninggal.

Kasus Siyono mengundang kecaman banyak pihak tentang kebrutalan Densus 88 yang terus bertindak sewenang-wenang. Salah satunya adalah petisi online menuntut pembubaran Densus 88 yang dibuat Pengurus Yayasan Majelis Dakwah Islam, Rizqi Awal di situs change.orf.

Rizqi menilai, keberadaan Densus 88 harus ditinjau kembali atau bila perlu dibubarkan. Sebab, peranannya seperti menjadi duri dalam daging bagi rasa aman dan damai di Indonesia.

"Kita sepakat bahwa Teror memang berbahaya, tetapi bukan berarti Teror menjadi "alibi" untuk membunuhi dengan sengaja tanpa proses pengadilan. Cukup kembalikan saja peran itu menjadi seutuhnya dalam tubuh kepolisian atau militer di Indonesia," kata Rizqi.

Selain itu, lanjutnya, dana Densus 88 juga harus diaudit secara independen dan terbuka. Sebab, proyek Deradikalisasi BNPT dan Densus 88 hanyalah upaya kontrol dari asing, utamanya Amerika Serikat dan Australia untuk mencegah adanya ketaqwaan bagi masyarakat muslim Indonesia. 

"Karena pada dasarnya keberadaan Densus 88, BNPT merusak citra dan upaya rakyat Indonesia menuju Islam Rahmatan Lil Alamin," tegasnya.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, silahkan klik petisinya disini

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bom Istisyhad Hantam Puluhan Calon Tentara Nasional Afghanistan

JALALABAD (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada hari Senin ketika seorang pembom istisyhad menyerang sebuah bis yang membawa calon tentara Afghanistan di dekat kota Jalalabad di timur Afghanistan, kata para pejabat, lansir Aljazeera Senin (11/04/2016).

"Itu adalah ledakan bom tunggal yang menewaskan 12 calon tentara dan melukai 38 lainnya," Attaullah Khogyani, juru bicara provinsi Nangarhar, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Target ledakan itu adalah shuttle bus tentara. Rekrutan ini bepergian ke ibukota, Kabul, untuk pelatihan. Mereka semua masih muda."

Ahsanullah Shinwari, kepala rumah sakit Jalalabad, mengatakan pada hari Senin bahwa seluruh 12 mayat dibawa ke rumah sakit di kota, 125 km dari Kabul.

Dia mengatakan 38 korban yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Penyerang berada di sepeda motor ketika ia menabrak bus dan meledakkan bahan peledak, menurut Ahmad Ali Hazrat, kepala dewan provinsi Nangarhar.

Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Kemudian di Wardak, Mirwais, wakil kepala polisi distrik yang berbalik mendukung Imarah Islam, menyerahkan sebuah tank lapis baja dan berbagai jenis senjata dan amunisi termasuk 1 DShK (kendaraan berat yang dipasang senapan mesin anti pesawat), Senapan serbu Kalashnikov dan amunisi untuk Mujahidin, Al-Emarah News melaporkan, Senin.

Al-Emarah News menambahkan bahwa sebelum wakil polisi tersebut menyerah ia menembak dua polisi hingga tewas dan kemudian bergabung dengan Mujahidin di distrik Chak provinsi pada hari Senin.

Mujahidin menyambut wakil polisi tersebut dengan kehangatan.

Senin pagi, Mujahidin menyerang sebuah pos di distrik Abad Syed provinsi Wardak, menewaskan satu pasukan boneka dan melukai beberapa lainnya.

Laporan operasi pada hari Ahad (10/04/2016), mujahidin menewaskan 8 tentara musuh dan melukai 4 lainnya di ibukota provinsi Ghazni.

Tiga dari tank lapis baja musuh juga hancur dalam pertempuran itu, sementara seorang warga sipil dikatakan telah terbunuh dalam serangan musuh yang membabi buta.

Demikian pula, dua Mujahidin memeluk kesyahidan dalam operasi yang berlangsung sepanjang hari Ahad.

 

Deddy | Aljazeera | Alemarah | Jurnalislam

Siyono Hanya ‘Dihargai’ 100 Juta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dua bungkusan yang diserahkan Suratmi, istri Siyono kepada PP Muhammadiyah pada Selasa (29/3/2016) akhirnya dibuka. Isinya, uang senilai Rp 100 juta. Bungkusan uang itu diterima Suratmi dari perempuan bernama Bu Ayu di Jakarta beberapa hari setelah Siyono diculik.

"Uang ini diberikan ketika istri Siyono dijemput untuk membesuk Siyono,” kata Komisioner Komnas HAM Siane Indriyani di kantor Komnas HAM, Senin (11/4/2016).

Saat dibuka, masing-masing gepokan berisi lima bundel uang seratus ribuan. Tiap bundel senilai 10 juta rupiah. “Semuanya total 100 juta,” kata Siane.

Siane menambahkan bahwa saat dijemput Suratmi berangkat ditemani kakak Siyono, Wagiyono. Sesampainya di Jakarta keduanya diberitahu bahwa Siyono telah meninggal.

Akhirnya, masing-masing diberi satu gepok uang. Polisi yang memberikan uang ke Suratmi saat itu mengatakan bahwa uang itu diberikan untuk membiayai anak-anaknya.

“Dan Wagiyono mendapatkan satu gepok itu untuk biaya pemakaman,” lanjut Siane.

Komnas HAM bersama PP Muhammadiyah dan sejumlah LSM yang mendukung Suratmi mencari keadilan masih akan bermusyawarah perihal uang tersebut.

Pada 29 Maret lalu, Suratmi mendatangi Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta untuk melimpahkan kasus kematian suaminya. Dalam kesempatan itu, Suratmi juga menyerahkan dua bungkusan uang yang diterimanya dari perempuan bernama Bu Ayu dan Bu Lastri di sebuah hotel di Jakarta. 

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

KontraS: Pemberantasan Terorisme Harus Bermartabat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator KontraS, Haris Azhar mengatakan, pemberantasan terorisme harus dilakukan dengan cara-cara profesional dan bermartabat. Sebab, selama ini penegakan hukum masih amburadul dan hanya mengarah kepada kelompok tertentu.

Haris menyinggung tudingan polisi kepada Siyono sebagai petinggi jaringan terorisme yang tidak pernah diuji di pengadilan. Hal tersebut dinilainya sebagai bentuk diskriminasi yang berdampak buruk.

"Polisi sedang membangun suatu diskriminasi kepada Almarhum Siyono dan itu punya implikasi buruk bagi keluarga," ujar Haris di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2016).

Oleh sebab itu, Haris menyarankan adanya evaluasi dari tindakan pemberantasan terorisme yang sewenang-wenang dan tidak bermartabat.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Hampir 6.000 Pengungsi Anak-anak di Bawah Umur Hilang di Jerman

BERLIN (Jurnalislam.com) – Hampir 6.000 anak tanpa pendamping dan remaja pencari suaka menghilang di Jerman, kata para pejabat, Senin (11/04/2016), lansir Anadolu Agency.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Johannes Dimroth mengkonfirmasi laporan media lokal bahwa pemerintah baru-baru ini memberitahu ke parlemen tentang hilangnya 5.835 anak dan remaja pengungsi.

"Saya tidak ragu bahwa pihak berwenang di negara bagian akan mengambil setiap kasus yang sangat serius dan melacak informasi yang relevan," kata Dimroth dalam konferensi pers di Berlin.

Menurut pemerintah saat membalas pertanyaan parlemen, di antara 5.835 anak-anak pengungsi dan remaja yang terdaftar hilang tahun lalu, 555 berusia di bawah 14 tahun.

Mayoritas berasal dari Afghanistan, Suriah, Eritrea, Maroko dan Aljazair.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan jumlah anak-anak hilang sebenarnya bisa lebih rendah dari statistik saat ini. Pihak berwenang percaya bahwa beberapa dari mereka telah diambil oleh keluarga mereka di Jerman atau di tempat lain di Eropa, tetapi dalam banyak kasus tidak dilaporkan kepada pejabat dan tidak tercatat dalam statistik.

Juru bicara Kementerian Federal untuk Urusan Keluarga Verena Herb mengatakan pemerintah sangat sensitif tentang masalah ini dan baru-baru ini mengambil langkah-langkah hukum dan praktis yang baru untuk mengatasi masalah tersebut.

Herb mengatakan pusat penerimaan baru akan dibuka khusus untuk anak-anak dan remaja tanpa pendamping, dan negara-negara federal akan meningkatkan pertukaran informasi serta meningkatkan sistem pendaftaran.

"Kita tidak bisa mengesampingkan bahwa anak-anak dan remaja ini mungkin jatuh ke tangan sindikat," katanya, dan menggarisbawahi bahwa kementerian federal yang saat ini sedang dalam pembicaraan dengan negara Jerman untuk meningkatkan kerjasama.

Ekonomi Uni Eropa terbesar mencatat rekor mengambil 1,1 juta pengungsi tahun lalu; mayoritas berasal dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

Sebagian besar pengungsi masuk Jerman melalui negara bagian selatan Bavaria dan kemudian didistribusikan ke 15 negara lain. Namun, karena besarnya jumlah pengungsi yang masuk, banyak yang tidak bisa didaftarkan dengan benar.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam