Operasi Omari: 27 Pos Pemeriksaan AS Dikuasai Taliban

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Laporan dari distrik Shahwalikot mengatakan bahwa operasi yang diluncurkan oleh Mujahidin di daerah Albak hari sebelumnya terhadap posisi musuh di jalan yang membentang ke arah Tarinkot dikatakan masih berlangsung hingga saat ini, Al Emarah News melaporkan, Selasa (26/04/2016).

Para pejabat mengatakan bahwa sebanyak 27 bekas pos pemeriksaan AS dan basis strategis telah dikuasai, lebih dari 20 pasukan bayaran tewas dan sisanya terpaksa mengungsi, serta sebuah truk pick-up dan sejumlah besar senjata, amunisi dan peralatan lainnya disita.

Seorang Mujahid juga dilaporkan syahid (semoga Allah menerima dia) dan 2 lainnya terluka dalam pertempuran itu.

Kemudian di Albak saat ini berada di bawah kendali penuh Mujahidin yang kini telah maju ke daerah Kokhi Kotal dan mulai menargetkan posisi musuh.

Rincian lebih lanjut tentang situasi akan diperbarui saat informasi tiba.

Di Baghlan dua penculik, Mohammad Akram dan Qutbuddin yang terbukti bersalah atas pembunuhan telah dieksekusi secara terbuka di bawah penghakiman pengadilan Syariah Imarah Islam di distrik Baraka provinsi Baghlan utara.

The Sharia Panel Code Imarah Islam memberlakukan Qisas (pembalasan setimpal, keadilan retributif) dan menerapkan eksekusi publik bagi kedua narapidana di Baraka provinsi Baghlan utara.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

 

Turki akan Gunakan Sistem Rudal AS pada Pertempuran dengan IS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki telah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk menyebarkan beberapa rudal peluncur ringan Amerika di perbatasan dengan Suriah untuk menhadang kelompok IS, menurut kementerian luar negeri, lansir World Bulletin, Selasa (26/042016).

"High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) akan ditempatkan di perbatasan Turki pada bulan Mei sebagai bagian dari kesepakatan dengan Washington", Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa.

"Sistem ini dipilih sehingga kita akan dapat mencapai target militer IS lebih efektif," katanya kepada surat kabar Haberturk.

Turki, telah meningkatkan serangan di Suriah setelah mengalami serangkaian serangan mematikan di wilayahnya yang dilakukan oleh kelompok IS.

Dalam beberapa pekan terakhir kota perbatasan Kilis, Turki, sering diserang roket yang ditembakkan dari lintas perbatasan, mendorong tentara untuk merespon dengan tembakan howitzer.

Cavusoglu mengatakan HIMARS akan memungkinkan Turki memukul posisi IS dalam kisaran 90 kilometer (56 mil), sedangkan artileri Turki memiliki jangkauan yang lebih terbatas, yaitu hanya 40 kilometer.

Tujuan mereka adalah untuk menguasai Manbij Gap, rute perbatasan yang dikuasai IS.

Turki ingin mendirikan zona aman dalam bentangan 98 kilometer antara Manbij dan perbatasan di mana pengungsi Suriah berlindung, kata menteri luar negeri.

Ankara telah lama ditekan untuk penciptaan zona aman di negara yang dilanda perang tersebut. Kanselir Jerman Angela Merkel akhir pekan ini mengatakan "tentang pentingnya zona tersebut untuk segera tercipta juga dalam negosiasi gencatan senjata" di Suriah.

Tapi Washington menentang gagasan itu, mengatakan bahwa zona tersebut akan memerlukan zona larangan terbang juga, sehingga bisa menimbulkan konflik dengan pesawat Rusia yang terbang di atas Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Targetkan Pertahanan Sipil di Aleppo Utara, 18 Warga Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka pada hari Selasa (26/04/2016) akibat serangan udara Rusia di provinsi Aleppo utara Suriah, menurut seorang pejabat pertahanan sipil Suriah.

Ibrahim Ibrahim, yang berbasis di kota Atarib, Aleppo, mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (26/04/2016) bahwa lima pekerja pertahanan sipil tewas ketika jet Rusia menargetkan pusat pertahanan sipil setempat.

"Rusia tidak hanya menyerang dengan pesawat tempur, mereka juga menggunakan rudal yang ditembakkan oleh angkatan laut mereka," Ibrahim menegaskan.

Ibrahim Abu-Leith, pejabat pertahanan sipil lain, mengatakan 13 orang tewas ketika jet-jet Rusia menargetkan lingkungan Al-Firdous, Al-Haydaruya dan Al-Shear di kota Aleppo.

Rusia mulai melakukan intervensi militer di Suriah pada bulan September tahun lalu, setelah permintaan bantuan resmi rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad yang memerangi mujahidin Suriah.

Pada bulan Maret, Rusia mengumumkan pengurangan sebagian pasukannya di Suriah

Menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik meletus pada tahun 2011.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Polisi Filipina Temukan Kepala Sandera Asing Korban Pemenggalan Abu Sayyaf

ZAMBOANGA (Jurnalislam.com) – Polisi dilaporkan telah menemukan kepala yang diyakini berasal dari sandera asing di provinsi Sulu di Filipina selatan, Anadolu Agency melaporkan, Senin (25/04/2016).

Mengutip sumber polisi, laporan Philippine Daily Inquirer hari Senin mengatakan bahwa Abu Sayyaf telah membunuh salah satu dari tiga sandera asing di daerah yang  dikuasai.

Kelompok itu telah mengancam akan memenggal kepala salah satu dari empat sandera pada 25 April pukul 3:00 (0700 GMT) jika permintaan tebusan 300 juta peso ($ 6 juta) untuk setiap sandera tidak terpenuhi.

Inspektur Kepala Junpikar Sittin, kepala polisi Jolo, telah mengkonfirmasi penemuan kepala yang ditemukan di persimpangan dua jalan di Jolo, ibukota provinsi Sulu.

Sittin mengatakan bahwa kepala tersebut tampaknya milik orang "bule (kaukasia)", yang ditempatkan dalam kantong plastik dan ditemukan pada pukul 7.35 p.m. Senin.

"Kita perlu mencari tubuhnya," tambah Sittin.

Militer tidak bisa dihubungi oleh Anadolu Agency untuk konfirmasi dugaan pemenggalan.

Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai para sandera – John Ridsdel dan Robert Hall asal Kanada, Kjartan Sekkingstad dari Norwegia, dan wanita Filipina Marites Flor – yang diduga telah dipenggal.

Maj. Filemon Tan Jr., juru bicara Komando Mindanao Barat, kepada wartawan di kota Zamboanga mengatakan bahwa tidak ada informasi mengenai nasib para sandera dan meyakinkan publik bahwa mereka sedang mengintensifkan operasi militer.

Pejabat itu menyerukan pemahaman bagi pasukan untuk melanjutkan pekerjaan mereka dan menekan aktivitas Abu Sayyaf di daerah.

"Tapi untuk korban penculikan kami belum memiliki rincian untuk diinformasikan. Tapi informasi itu akan datang dalam waktu yang paling tepat," kata Tan.

Dia menambahkan bahwa tentara belum bebas untuk membahas rincian tentang operasi yang sedang berlangsung, tetapi berusaha untuk meyakinkan bahwa fokus utamanya adalah untuk memulihkan korban penculikan.

Abu Sayyaf  juga menahan seorang pria Belanda yang mereka culik lebih dari tiga tahun yang lalu di Tawi-Tawi.

Sejak tahun 1991, kelompok – yang sebagian besar dipersenjatai dengan alat peledak improvisasi, mortir dan senapan otomatis – telah melakukan pemboman, penculikan, penyerangan dalam pertarungan mereka untuk kemerdekaan "provinsi Islam" di Filipina.

Abu Sayyaf  terkenal dengan memenggal kepala korban setelah uang tebusan gagal dibayar bagi pembebasan mereka.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Al Emarah Studio Rilis Video Baru ”Everlasting Epics”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) –  Al Emarah Studio, Senin (25/04/2016), bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan merilis video baru yang brilian (no. 64) yang berjudul 'Everlasting Epics'.

Video dengan total run-time satu jam dan 8 menit dibuat dalam bahasa “Dari” menyoroti situasi Jihad di provinsi Saripul utara.

Video dimulai dengan pengenalan singkat tentang provinsi Saripul dan kegiatan Jihad yang sedang berlangsung di dalamnya. Video kemudian menunjukkan Mujahidin merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap pasukan musuh dari beberapa sumbu kemudian mundur ke benteng. Rekaman diikuti dengan interogasi pasukan musuh dipenjara, berbicara dengan penduduk setempat tentang situasi mereka dan diakhiri dengan sebuah wawancara Al Emarah Studio dengan pekerjanya sendiri yang mengunjungi provinsi Saripul.

Untuk melihat atau men-download video terbaru tersebut, silahkan kunjungi link yang disediakan di bawah ini:

HD

Untuk melihat

https://archive.org/details/HamasaheMandegar64-hd

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/HamasaheMandegar64-hd/HamasaheMandegar64-hd.mp4

MQ

Untuk melihat

https://archive.org/details/HamasaheMandegar64-mo

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/HamasaheMandegar64-mo/HamasaheMandegar64-mo-.mp4

Ponsel MP4

Untuk melihat

https://archive.org/details/HamasaheMandegar-medium

Untuk mengunduh

https://archive.org/download/HamasaheMandegar-medium/HamasaheMandegar-medium.mp4

Deddy | Al Emarah Studio | Jurnalislam

 

Pemukim Yahudi Bantai Kambing di dalam Masjid Al Aqsha, Jordan Peringatkan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Yordania memanggil Israel untuk menghentikan masuknya semua pengunjung Yahudi ke Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, berharap menghentikan peningkatan ketegangan, lansir World Bulletin, Senin (25/04/2016).

Sejumlah pemukim Yahudi Israel terlihat membawa kambing saat masuk ke Masjid Al-Aqsha untuk membantai mereka di dalam Masjid sebagai bagian dari ritual mitos keagamaan mereka.

Pada website kantor berita Yordania, juru bicara pemerintah Mohammad al-Momani mengatakan peristiwa tersebut adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan pemahaman yang dicapai antara berbagai pihak.

Jordan pada hari Ahad (24/04/2016) memperingatkan konsekuensi serius untuk pemukim Israel dan polisi yang menyerbu Masjid Al-Aqsha / Al-Haram al-Sharif hari ini. Menteri Negara Urusan Media, Mohammad Al-Momani, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Yordania (Petra) bahwa pelanggaran Israel terhadap jamaah di Al-Aqsha Masjid / Al-Haram al-Sharif adalah pelanggaran hukum dan konvensi internasional, memperingatkan bahwa praktek-praktek tersebut akan menyebabkan konsekuensi yang berbahaya.

Menteri, yang juga Juru Bicara Pemerintah, menuntut otoritas pendudukan Israel untuk segera menghentikan semua provokasi dan menolak masuk pemukim yahudi dan pasukan Israel ke dalam tempat suci umat Islam dan memungkinkan jamaah Palestina untuk memasuki Masjid.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pemimpin PKK: “Kami Siap Tingkatkan Perang Darat di Seluruh Turki"

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak komunis PKK Kurdi siap meningkatkan pertempurannya melawan Turki dalam menanggapi tindakan keras Ankara, pemimpinnya mengatakan dalam wawancara BBC yang dipublikasikan Senin (25/04/2016), World Bulletin melaporkan, Senin.

Sejak runtuhnya gencatan senjata dua tahun dengan milisi komunis Partai BuruhKurdistan (PKK) tahun lalu, pasukan pemerintah Turki telah melancarkan operasi militer yang ketat terhadap kelompok di tenggara negara itu.

Bayik mengatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan "mengeskalasi perang ini".

"Kurdi akan membela diri sampai akhir, selama pendekatan Turki ini – tentu saja PKK akan meningkatkan perang," katanya kepada penyiar Inggris.

Erdogan mengatakan bulan ini bahwa 355 anggota pasukan Turki telah tewas dalam pertempuran dmikian juga lebih dari 5.000 anggota PKK – meskipun jumlah ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

PKK telah disalahkan atas serangkaian serangan di Turki dalam beberapa bulan terakhir, sementara dua pemboman di Ankara tahun ini diklaim oleh kelompok yang menamakan dirinya Kurdistan Freedom Falcons (TAK), sebuah kelompok sempalan radikal dari gerakan pemberontak.

Para pemberontak dituduh mencoba untuk membuat negara Kurdi terpisah dalam Turki, tapi Bayik menyangkalnya.

"Kami tidak ingin memisahkan diri dari Turki dan mendirikan sebuah negara. Kami tidak ingin memecah belah Turki. Kami ingin hidup dalam batas-batas Turki di tanah kami sendiri yang bebas … Perjuangan akan terus berlanjut sampai hak bawaan Kurdi diterima," katanya.

PKK siap untuk meningkatkan perang "tidak hanya di Kurdistan, tetapi juga di seluruh Turki", tambahnya.

"Erdogan ingin agar Kurdi menyerah. Jika mereka tidak menyerah, ia ingin membunuh semua orang Kurdi. Dia mengatakan hal ini secara terbuka.. Dia tidak menyembunyikannya," kata Bayik.

Ia juga menegaskan bahwa PKK telah memiliki komunikasi "langsung" dengan Amerika Serikat dalam pertempuran melawan kelompok IS.

Milisi komunis PKK melancarkan pemberontakan berdarah terhadap pemerintah Turki pada tahun 1984 untuk mencari kemerdekaan, memulai pertempuran selama puluhan tahun untuk otonomi yang lebih besar dan hak untuk Kurdi yang telah menyebabkan 40.000 orang tewas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

AS Kirim 250 lebih Pasukan Khusus ke Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS Barack Obama pada hari Senin (25/04/2016) menetapkan untuk mengumumkan rencana mengirim hingga lebih dari 250 pasukan khusus ke Suriah, meningkatkan bantuan militer bagi pemberontak (oposisi dukungan AS) saat gencatan senjata terputus-putus, lansir World Bulletin, Senin.

Obama berada di Jerman untuk melakukan pembicaraan dengan Kanselir Angela Merkel, dan keduanya akan bergabung kemudian dengan para pemimpin Inggris, Prancis dan Italia dalam pertemuan yang diharapkan fokus pada memerangi kelompok jihadis.

Pada hari Ahad Obama telah menekan semua pihak dalam konflik Suriah, termasuk sekutu rezim, Rusia, untuk kembali ke meja perundingan dan "mengembalikan" gencatan senjata yang ditengahi internasional.

"Saya berbicara dengan Presiden Vladimir Putin awal pekan lalu untuk mencoba memastikan bahwa kita bisa mengembalikan penghentian pertempuran," kata Obama dalam konferensi pers di kota utara Hanover.

Itu adalah indikasi yang paling jelas bahwa Gedung Putih percaya gencatan senjata hancur saat rezim Suriah melakukan pemboman di wilayah yang dikendalikan pejuang Suriah hingga menghilangkan 26 nyawa warga sipil pada hari Ahad.

Delapan minggu  gencatan senjata berlangsung antara rezim Presiden Bashar al-Assad dan oposisi moderat (oposisi non-jihad), pertempuran telah meningkat di sekitar Aleppo, dengan puluhan tewas pada kedua belah pihak oleh serangan udara rezim Syiah Nushairiyah Assad dan pejuang Suriah anti Assad.

Lonjakan pertempuran dan perundingan damai yang macet di Jenewa telah meredupkan harapan bahwa gencatan senjata akan meletakkan dasar untuk akhirnya menyelesaikan konflik lima tahun yang menghancurkan Suriah.

Gedung Putih telah menyatakan bahwa gencatan senjata, walaupun tidak sempurna, akan mengejar dan merupakan satu-satunya jalan keluar bagi perang brutal, yang telah memicu krisis pengungsi utama di wilayah sekitar dan Eropa.

Tapi sikapnya ini membawa Washington dan sekutunya ke lebih banyak konflik dengan kelompok pemberontak di darat, yang terus menerima serangan rezim.

Penasihat Deputi Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan Obama pada hari Senin akan mengumumkan keputusannya untuk menerjunkan 250 pasukan khusus lain ke Suriah.

"Ini membuat jumlah pasukan khusus AS menjadi sekitar 300," katanya.

Tentara AS di Suriah diberi mandat untuk memberikan nasihat dan membantu pemberontak Suriah (pasukan oposisi dukungan AS dan pasukan oposisi buatan AS).

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

IMM Bima Tuntut Densus 88 Dibubarkan

BIMA (Jurnalislam.com) – Puluhan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima bersama Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima berunjuk rasa menuntut pembubaran Densus 88. Aksi digelar di simpang Gunung Dua, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bima, Senin (25/4/2016).

Koordinator aksi, Didik Irawansyah dalam orasinya menyatakan, proses penegakkan hukum yang dilakukan oleh aparat khususnya densus 88 bertentangan dengan pasal 1 ayat 3 UUD 1945.

“Selain itu proses penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 sudah sangat bertentangan dengan HAM, dimana mereka menangkap seseorang yang statusnya baru terduga tetapi langsung dieksekusi dan ditembak,” katanya.

Berdasarkan KUHP dan asas praduga tidak bersalah dalam pasal 28A UUD 1945, seseorang berhak hidup dan menjunjung tingi kemerdekaan pikiran, hati nurani dan kemerdekaan berekspresi, karena sesuai dengan bunyi pasal 27 ayat 1 negara juga menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama berdasarkan kepercayaannya.

“Maka oleh karena itu kami mendesak pemerintah untuk mengadili oknum Densus 88 yang terkait dengan pelanggaran HAM. Selain itu kami juga meminta supaya institusi Densus 88 segera dibubarkan serta menuntut penghapusan diskriminasi terhadap agama,” tegasnya.

IMM Bima juga menolak pernyataan kepolisian yang menuing Bima sebagai daerah zona merah terkait kasus terorisme. “Kami menilai pernyataan itu adalah pernyataan yang diskriminatif, karena selama ini daerah Bima aman-aman saja serta tidak ada teroris di daerah Bima,” tukasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Hindari Korban Warga Sipil atas Serangan Koalisi Arab, AQAP Mundur dari Mukalla

YAMAN (Jurnalislam.com ) – Serangan pasukan Yaman yang didukung oleh kekuatan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada hari Ahad (24/04/2016) menghantam ibukota provinsi tenggara yang dikendalikan Al-Qaeda sejak tahun lalu, seorang perwira militer mengatakan kepada AFP, Ahad.

“Kami memasuki pusat kota (Mukalla) dan tidak menemui perlawanan mujahidin Al-Qaeda yang mundur di barat” menuju padang pasir yang luas di provinsi Hadramawt dan Shabwa, kata petugas, berbicara kepada AFP melalui telepon dari kota yang dikuasai mujahidin tersebut April lalu.

Pasukan Yaman dan Emirat didukung oleh Uni Emirat Arab, pada hari Ahad terjun ke Mukalla, kata penduduk.

Baca juga: 

“Koalisi kendaraan lapis baja dan tentara memasuki Mukalla dan mujahidin al Qaeda pergi,” kata seorang warga, yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Sebelumnya, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan serangan udara pada daerah pelabuhan Mukalla yang dikuasai al-Qaeda, Ahad, sumber-sumber medis dan penduduk mengatakan. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi untuk merebut kembali kota.

Mukalla, lokasi pengiriman dan ibukota provinsi, adalah kubu al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) yang telah mengontrol atas bagian selatan dan timur.

AQAP membenarkan laporan tersebut melalui pesan Twit pada sebuah akun twitter AQnew, akun resmi Anshar Syariah dengan mengatakan bahwa AQAP menarik keluar mujahidinnya dari kota Mukalla dengan tujuan; “untuk menyelamatkan warga sipil dan mengurangi korban manusia, mengumpulkan kekuatan akan menjadi pilihan yang lebih baik melindungi mujahidin, mengurangi biaya yang diperlukan untuk menguasai kota, menerapkan strategi hit and run karena ketatnya kekuatan  musuh dan melumpuhkan jalur pertahanan mereka, bahwa strategi ini digunakan oleh Taliban, Al Shabaab, Anshar Dine dan terbukti fatal untuk memukul musuh yang kuat.”

Baca juga: 

Sebuah sumber militer Yaman mengatakan serangan udara sedang dikoordinasikan dengan pasukan di darat. Dalam beberapa hari terakhir, warga dan pejabat setempat telah melaporkan persiapan untuk serangan darat pro-pemerintah di Mukalla.

Serangan tersebut terjadi saat pemerintah Yaman bertemu dengan milisi Syiah Houthi yang didukung Iran di Kuwait untuk mencoba menemukan solusi bagi perang yang telah menewaskan lebih dari 6.200 orang dan membagi-bagi kendali negara.

Deddy | AFP | AQnew | Jurnalislam