BANGLADESH (Jurnalislm.com) – Sebuah tim dari beberapa mujahidin menyamar sebagai petugas pengiriman barang kemudian mengeksekusi seorang aktivis LGBT, Xulhaz Mannan, dan temannya di ibukota Bangladesh Dhaka kemarin. Orang-orang itu dilaporkan dibunuh dengan parang di sebuah flat di Mannan, lansir The Long War Journal, Selasa (26/04/2016).
Anshar al Islam, cabang Bangladesh dari Al Qaeda di benua India (AQIS), dengan cepat mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dalam pesan yang dirilis pada Twitter dan situs media sosial lainnya.
Laporan akurat AQIS atas pembunuhan tersebut adalah yang terbaru pada sebuah tokoh LGBT penghina Islam dan penyebar perilaku tidak bermoral pada masyarakat luas.
Pembunuhan tersebut menunjukkan bagaimana al Qaeda mencoba untuk memberi peringatan bagi para penghina Islam.
Mannan adalah pendiri majalah LGBT di Bangladesh dan bekerja untuk Kedutaan Besar AS di sana selama delapan tahun sebelum bergabung dengan USAID. Dia dan temannya, Samir Mahbub Tonoy, secara khusus ditargetkan oleh AQIS karena aktivisme LGBT mereka.
"Dengan rahmat Allah Swt, para mujahidin Anshar al-Islam (AQIS cabang Bangladesh) mampu membunuh Xulhaz Mannan dan rekannya Samir Mahbub Tonoy," bunyi klaim tanggung jawab kelompok. Versi bahasa Inggris pesan tersebut, yang dirilis dalam beberapa bahasa, dapat dilihat di bawah.

"Mereka adalah perintis dalam mempraktekkan dan mempromosikan homoseksualitas di Bangladesh," lanjut pernyataan AQIS. "Xulhaz Mannan adalah direktur Roopbaan (sebuah kultus yang terdiri dari kaum gay dan lesbian) sementara Samir Mahbub Tonoy adalah salah satu aktivis yang paling penting. Mereka bekerja siang dan malam untuk mempromosikan homoseksualitas di kalangan rakyat negeri ini sejak tahun 1998 dengan bantuan dari majikan mereka, tentara salib AS dan sekutu India-nya."
Pembunuhan Mannan dan Tonoy merupakan bagian dari kampanye AQIS yang sedang berlangsung, dengan memilih target spesifik untuk dibunuh.
Anshar al Islam, mengidentifikasi "target berikutnya" menjadi delapan kategori, mulai dari orang-orang yang diduga telah menghina Allah atau Nabi Muhammad hingga mereka "yang menentang syariah (hukum) Islam dengan pembicaraan atau tulisan-tulisan mereka atau menunjukkan kesombongan terhadap syariah Islam atau menghina syariah Islam."
Mannan dan Tonoy mungkin ditargetkan untuk mati karena AQIS memasukkan mereka dalam kategori ketujuh. Bunyinya: "Mereka yang terlibat dalam menyebarkan pornography, kecabulan dan hal yang memalukan dalam masyarakat Muslim. Dengan memperhatikan bahwa, ada hukum hukum yang berbeda dalam Syariah Islam antara melakukan sesuatu yang haram/dilarang secara pribadi dengan menyebarkannya di masyarakat luas."
Sebagian besar korban yang ditargetkan oleh AQIS sejauh ini diduga menghina agama Islam.
Pada Mei 2015, pemimpin AQIS Asim Umar, mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan enam orang yang diduga "penghujat." Umar menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas pembunuhan Rajib Haider (blogger yang dibunuh pada bulan Februari 2013), Muhammad Shakil AUJ (dekan Studi Islam di Universitas Karachi yang ditembak pada September 2014), Shafiul Islam (seorang profesor di Rajshahi University yang tewas pada September 2014), Aniqa Naz (blogger Pakistan), Avijit Roy (blogger atheis terkemuka yang dibunuh pada Februari 2015) dan Washiqur Rahman (seorang blogger yang tewas Maret 2015).
"Segala puji bagi Allah, pembunuhan ini merupakan bagian dari serangkaian operasi yang diprakarsai oleh berbagai cabang al Qaeda atas perintah pemimpin kami yang dihormati Syeikh Ayman al Zawahiri (semoga Allah melindunginya)," kata Umar dalam video pada bulan Mei 2015. "Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memenuhi sumpah Syeikh Usamah [bin Laden] (semoga Allah merahmatinya)."
Umar menghubungkan serangkaian pembunuhan tersebut dengan serangan jihadis lainnya, termasuk pembantaian di kantor penghina Islam Charlie Hebdo di Paris pada bulan Januari 2015. Para mujahidin AQAP "telah mengajarkan pelajaran untuk penghujat di Perancis, Denmark, Pakistan dan sekarang di Bangladesh," ujar Umar. Dia mengatakan kampanye pembunuhan al Qaeda adalah bagian dari "perang yang sama … apakah itu berjuang melawan drone [di Pakistan utara] atau melawan pena Charlie Hebdo yang terkutuk."
AQIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tambahan dan berusaha melakukan pembunuhan di bulan-bulan berikutnya mengikuti pesan Umar. Pada bulan Januari, Global Islamic Media Front (GIMF) mencatat Infographic (terlihat di bawah) secara online tentang beberapa serangan lain.

Awal bulan ini, AQIS mengatakan bahwa pejuangnya bertanggung jawab atas kematian Nazimuddin Samad, yang dituduh mengejek Allah di Facebook.
AQIS mengatakan bahwa korbannya dipilih dengan tepat. "Kami tidak menargetkan setiap blogger atheis," bunyi kriteria penargetan organisasi. "Kami tidak memiliki masalah dengan agama-agama atau keyakinan lain tetapi kita tidak akan mentolerir siapa pun yang menghina Nabi Muhammad (Islam) . Kami menargetkan mereka yang menghina Nabi kami atas nama Ateisme, Kebebasan Berbicara (Free Speech) atau Kebebasan Berpikir (Free Thinking)."
Dan jihadis sekarang menargetkan aktivis LGBT juga.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam