SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Iran akan menuju ke pinggiran Ghouta Damaskus untuk melawan koalisi mujahidin Suriah, sementara pasukan Rusia mempersiapkan serangan terhadap Aleppo, seorang tokoh oposisi Suriah mengungkapkan pada hari Rabu (11/05/2016).
Asaad Al-Zoubi, yang mengepalai delegasi oposisi Suriah di Jenewa, mengatakan 3000 tentara Iran akan dikirim ke Ghouta timur sebagai bagian dari rencana Rusia untuk "mengalihkan perhatian" pasukan koalisi mujahidin Suriah.
Dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Al Hadath, Al-Zoubi mengatakan rencana itu bocor ke oposisi oleh mata-mata dari dalam rezim Suriah.
Dia juga mengatakan rencana itu termasuk mengirim lebih banyak tentara dari Syiah Iran, Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Libanon Hizbullah ke Ghouta utara.
Pasukan Rusia akan menuju ke Aleppo, melalui pangkalan udara Rusia Hmeimim di Suriah.
Sebuah gencatan senjata parsial mulai berlaku di Aleppo Kamis lalu setelah lonjakan pertempuran di kota menewaskan lebih dari 300 warga sipil dan berpotensi mengurai kebuntuan gencatan senjata sebelumnya antara pasukan rezim Assad dan oposisi moderat (non Jihadis) yang berlaku sejak Februari.
Gencatan senjata telah diperpanjang dua kali setelah intervensi diplomatik 11 jam oleh negara-negara besar tapi tidak ada perpanjangan baru menjelang waktu berakhirnya Rabu.
Moskow dan Washington pada hari Senin (09/05/2016) berjanji melipatgandakan upaya untuk menopang gencatan senjata (parsial) dan berharap mencapai penyelesaian politik untuk perang yang telah menewaskan lebih dari 360.000 orang di Suriah sejak 2011.

Deddy | Al Hadath | Alarabiya | Jurnalislam


