Biadab, Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 105, 750 0rang Terluka, 3000 Rumah Hancur

JALUR GAZA (jurnalislam.com) – Total 105 warga Palestina tewas saat serangan udara memasuki hari keempat .Pemboman Israel di Jalur Gaza memasuki hari keempat, dengan serangan terbaru yang menewaskan lima orang di Rafah. Setidaknya 105 orang telah tewas.

Serangan udara di Rafah pada hari Jumat (11/7/2014) dilakukan Israel dengan alasan untuk menghentikan serangan roket yang dilakukan oleh para pejuang Hamas.

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari Gaza pada hari Jumat, bahwa sedikitnya 200 rumah di wilayah itu telah rata dengan tanah dalam serangan yang dimulai awal pekan ini.

"Lebih dari 3.000 rumah telah dihancurkan oleh serangan udara yang terjadi setiap empat setengah menit," katanya. Sementara tim penyelamat berusaha untuk membebaskan mereka yang terperangkap dalam reruntuhan bangunan.

Avichay Adraee, juru bicara militer zionis, mengatakan bahwa mereka telah mencapai lebih dari 1.100 sasaran di Gaza sejak awal serangan dan "masih ada ratusan sasaran yang dituju."

Setidaknya 750 warga Palestina telah terluka sejak dimulainya serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. 26 diantaranya adalah anak-anak dan 11 orang wanita, aljazeera melaporkan .

Anadolu Agency melaporkan kira – kira 111 orang tewas dan 815 terluka dalam operasi yang militer Israel katakan "Operation Protective Edge" .

Sebanyak 10 warga Israel telah terluka oleh roket Palestina sejak Israel mulai menyerang Gaza, tidak ada korban tewas yang dilaporkan.

Delapan orang terluka ketika sebuah roket Palestina menghantam sebuah tanker bahan bakar di sebuah pompa bensin di Asdod pada hari Jumat, kata militer Israel.

Dan dalam sebuah serangan pada hari Kamis, dua tentara terluka oleh serangan bom mortir yang menargetkan daerah Eshkol.

Tentara tersebut mengatakan pada hari Jumat bahwa sistem pertahanan rudal Iron Dome mencegat setidaknya empat roket, yang diyakini menargetkan sebuah bandara dekat Tel Aviv.

Serangan yang dilakukan militer Israel merupakan genocida dan menimbulkan reaksi keras hampir dari para pemimpin di seluruh dunia . [ded412/Aljazeera/AP/AA/reuters]

 

Yaa Rabbi, Aku Telah Bermaksiat Kepada-Mu, Namun Engkau Tak Menegurku

وقد روي أن بعض أحبار بني إسرائيل رأى ربه ، فقال : ( يا رب ! كم أعصيك ولا تعاقبني ؟ ) فقال له: ( كم أعاقبك وأنت لا تدري ، أليس قد حرمتك حلاوة مناجاتي ؟)

Diriwayatkan bahwa seorang pendeta Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak sedikit pun menimpakan balasan atas diriku”.

Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus saat itu : “Katakan kepadanya : “Betapa besarnya balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya. Bukankah Aku telah mengharamkan bagimu manisnya beribadah kepada-Ku, sehingga engkau tak pernah lagi merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Ku”.   (Hilyatul Auiya’  karangan Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 10 halaman 168)

Abdullah Bin Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma berkata :

“Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat  itu sendiri”.

“Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.

“Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.

“Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.

“Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.

 “Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat  itu”.

“Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya”.   (Suwar min Hayatis Shohabah jilid 3 hal 60 – 61)

Ubadah bin Nasyi meriwayatkan :

“Suatu hari aku menemui Syidad Bin Aus Rodhiyallohu ‘anhu di tempat ia biasa sholat, aku dapati ia sedang menangis tersedu-sedu. Lalu aku bertanya : “Wahai Abu Abdurrahman, apa yang telah membuatmu menangis ?”. Beliau menjawab : “Aku menangis karena teringat hadits Rasulullah, suatu hari aku bersama beliau, tiba-tiba aku lihat perubahan raut  wajah beliau, lalu aku bertanya :

“Ya Rasulullah, apa yang membuatmu mengerutkan wajahmu ?”. “Aku takut terhadap perkara yang akan terjadi pada ummatku sepeninggalku”. Jawab Rasulullah. “Apakah perkara itu ya Rasulullah ?”. “Syirik dan syahwat yang tersembunyi (kecil)”. Jawab beliau. Lalu aku bertanya lagi : “Ya Rasulullah, apakah umatmu akan berbuat syirik sepeninggalmu ?”.

“Wahai Syidad, mereka mungkin tidak menyembah matahari, bulan, berhala atau batu, tetapi mereka memamerkan amal ibadah mereka di hadapan manusia (riya’)”. Aku bertanya : “Ya Rasulullah, apakah riya’ termasuk syirik ? “Ya”, jawab beliau. “Lalu apakah yang dimaksud dengan syahwat yang tersembunyi”, tanyaku lagi. “Yaitu ketika seseorang telah berniat puasa sunnah di pagi hari, lalu di siang hari ia melihat berbagai macam godaan syahwat dunia (makan, minum, jima’ dsb –pen-)  lalu ia membatalkan puasanya. (Hadits Hasan Shahih Riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak)

اَلَّلهُمَّ إِلَيْكَ نَشْكُو ضُعْفَ قُوَّتِناَ.. وَقِلَّةَ حِيْلَتِناَ.. وَهَوَانَناَ عَلىَ النَّاسِ.. أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَأَنْتَ رَبُّناَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

“Ya Allah, hanya kepada-Mu kami mengadukan lemahnya kekuatan kami, sedikitnya daya upaya kami dan betapa rendahnya kami di hadapan manusia (karena dosa-dosa kami). Engkaulah Rabb orang-orang yang teraniaya, Engkaulah Rabb kami dan Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara yang mereka-mereka yang mengasihi”.

JAT : Ustadz Abu Belum Bai’at Kepada Khalifah Al Baghdadi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) merilis penjelasan terkait kabar yang beredar tentang baiat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada kekhalifahan Abu Bakar Al Baghdadi. JAT menegaskan bahwa Ustadz Abu belum berbaiat kepada Khilafah Islamiyah yang dideklarasikan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) awal Ramadhan 1435 itu. Berikut penjelasan lengkap JAT berkenaan dengan deklarasi khilafah seperti ditulis di situs resminya:

Pada kamis, 10 Juli 2014 beberapa anggota Majelis Syariah Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) berkunjung ke Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Setelah berdiskusi dengan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir secara terpisah, kemudian Ustadz Abu berkumpul dengan anggota Majelis Syari’ah dan pengunjung yang hadir serta seluruh ikhwan mujahidin yang di ada Lapas Pasir Putih Nusakambangan.

Dalam kesempatan itu Ustadz Abu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut setelah mendengarkan rekomendasi majelis syariah dan beberapa pertimbangan lainnya, Ustadz Abu memutuskan:

1. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mendukung Khilafah Islamiyyah yang dideklarasikan oleh ISIS, namun beliau belum akan berbaiat dan tidak memaksa anggota JAT untuk mengikuti sikap beliau. Ustadz Abu juga menegaskan bahwa berita yang beredar di media bahwa saat ini beliau sudah berbaiat itu tidak benar.

2. Mempersilahkan JAT untuk memilih sikap tawaqquf atau berbeda sikap dengan beliau dalam masalah ini.

Demikian beberapa hal yang di sampaikan Ustadz Abu dan hal ini beliau sampaikan di depan anggota Majelis Syariah JAT, pengunjung yang hadir dan seluruh ikhwan masjunin di Lapas Pasir Putih Nusakambangan.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al. Hujuraat: 6)

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maa’idah: 8)

Kepada media khususnya media Islam agar berhati-hati dalam menyampaikan berita yang belum jelas, sikap yang harus diambil adalah sikap tabayyun kepada qiyadah JAT dalam perkara yang belum jelas kedudukannya dan belum jelas kebenarannya akan lebih menyelamatkan. Demikian bayan ini kami sampaikan untuk memberikan klarifikasi soal baiatnya ustadz. Abu kepada khilafah.

Editor : Amaif | Sumber : Ansharuttauhid.com

Korban Yang Terbunuh Akibat Serangan Israel di Gaza Sudah Mencapai 90 Orang dan 570 Orang Luka luka

JALUR GAZA (jurnalislam.com) –  Jumlah warga Palestina yang terbunuh akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak Senin malam telah meningkat menjadi 90, termasuk 25 anak-anak, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Kamis malam (10/7/2014).

Pada hari Kamis, empat warga Palestina tidak tahan pada luka-luka mereka yang berkelanjutan dalam serangan Israel di wilayah pantai.

"Setidaknya 86 orang tewas dan sekitar 570 lainnya terluka sejak awal operasi militer Israel," kata juru bicara kementerian kesehatan Ashraf al-Qodra kepada Anadolu Agency.

Menurut Departemen Kesehatan, 25 anak-anak dan 13 wanita termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan udara Israel.

Kementerian itu mengatakan bahwa hanya sepuluh pejuang yang gugur dalam serangan Israel, dan sebagian besar korban yang meninggal adalah warga sipil Palestina.

Sejak Senin malam, pesawat tempur Israel menghantam Jalur Gaza sebagai bagian dari serangan militer – yang dijuluki  "Operation Protective Edge”-  dengan dalih untuk mengakhiri serangan roket dari Gaza.

Faksi perlawanan Hamas yang berbasis di Gaza, sementara itu, terus menembakkan roket ke Israel – tanpa menimbulkan korban jiwa sejauh ini – menanggapi serangan udara Israel yang tak henti-hentinya.

Militer Israel mengklaim bahwa Hamas telah menembakkan lebih dari 365 roket ke Israel dari Gaza dalam waktu kurang dari tiga hari. [ded412/Anadolu Agency]

 

Beberapa Orang Penduduk Sipil Tewas Akibat Serangan Drone AS di Pakistan

ISLAMABAD (jurnalislam.com) – Pakistan, setidaknya enam orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di daerah suku Waziristan Utara, di mana operasi militer Pakistan terhadap pejuang Taliban sedang berlangsung, sumber-sumber intelijen mengatakan kepada Al Jazeera.

Dua rudal ditembakkan pada hari Kamis kearah bangunan dan kendaraan di desa Madakhel di daerah Dattakhel provinsi, kata sumber-sumber intelijen.

Para pejabat berbicara dalam kondisi anonimitas, karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media. Al Jazeera tidak dapat secara independen memverifikasi identitas mereka yang tewas, karena akses ke daerah tersebut dibatasi.

Insiden hari Kamis (10/7/2014) adalah serangan ke-empat AS di Pakistan sejak militer Pakistan melakukan operasi melawan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan sekutu-sekutunya di Waziristan Utara mulai bulan lalu.

Tiga serangan sebelumnya adalah serangan kembar pada 12 Juni, yang menewaskan sedikitnya 10 orang di Miranshah, dan serangan lain di Miranshah pada tanggal 18 Juni, yang menewaskan sedikitnya empat orang.

Dalam briefing tertutup pada tanggal 1 Juli, Pervez Rashid, menteri informasi Pakistan, mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak AS saat berlangsungnya operasi militer Pakistan adalah "kontraproduktif."

Mayor Jenderal Asim Bajwa, kepala sayap PR tentara, mengatakan bahwa drone "tidak membantu kami."

"Ini adalah operasi operasi Pakistan sendiri," katanya. "Kami telah menyusunnya. Ini adalah kemampuan kita sendiri […] jika ada jenis dukungan yang kita minta, itu adalah [dari] Afghanistan di seberang perbatasan atau ISAF.

"Drone tidak sama sekali, saya ulangi tidak sama sekali, bukan merupakan bagian dari rencana operasional kami."

Secara terpisah, Tasneem Aslam, juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan, mengatakan: "Kami mengutuk serangan ini. Kami menyatakan dengan jelas bahwa serangan ini tidak dapat diterima, mereka melanggar kedaulatan Pakistan …. kami telah mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak akan menyulitkan upaya kami untuk melawan para pejuang. " [ded412/Aljazeera]

 

Sejak Senin Hingga Kini Pesawat Tempur Israel Lakukan Lebih Dari 700 Serangan, 68 Warga Palestina Terbunuh

JALUR GAZA (jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh warga Palestina kembali terbunuh  dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di kota Jalur Gaza selatan, Khan Younis, pada Kamis dini hari (10/7/2014). Total  68 warga Palestina terbunuh oleh Israel sejak Senin, menurut sumber-sumber medis.

Tujuh warga Palestina lainnya tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di daerah yang berbeda, yaitu di jalur pantai yang terkepung Rabu malam (tadi malam).

Menurut sumber-sumber keamanan Palestina, pesawat tempur Israel telah melakukan lebih dari 700 serangan terhadap Gaza sejak Senin.

Sedangkan Hamas telah menembakkan hampir 300 roket ke kota-kota Israel pada hari Rabu, tambah sumber tersebut.

Israel melancarkan serangan militer yang dijuluki  "Operation Protective Edge” dengan alasan menepis serangan roket dari Gaza.

Israel terus menghujani wilayah Gaza dengan serangan udara, sementara pasukan darat mereka tetap berkumpul di perbatasan Jalur Gaza bersiap untuk kemungkinan  serangan darat.

ementara itu Hamas yang berbasis di Gaza, terus menembakkan roket ke Israel untuk membalas serangan udara yang tak henti-hentinya. [ded412/anadolu agency/the telegraph]

 

Hamas Ancam Israel Dengan Intifada ke Tiga

JALUR GAZA (jurnalislam.com) – Seorang pejabat senior Hamas pada hari Rabu (9/7/2014) memperingatkan bahwa serangan militer yang sedang dilakukan Israel di Jalur Gaza akan menimbulkan "intifada ketiga" (perlawanan rakyat) Palestina .

"Kita berada di ambang perubahan yang akan memiliki konsekuensi strategis bagi perjuangan Palestina dan seluruh kawasan Timur Tengah," Osama Hamdan, kepala hubungan luar negeri Hamas, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon.

Dia mengatakan serangan Israel di Jalur Gaza sudah mencapai klimaks, serta pelanggaran Israel yang terbaru dan pertama kali dimulai di Tepi Barat yang diduduki, yang menyebabkan kematian puluhan warga Palestina dan menahan ratusan orang.

Hamdan menambahkan bahwa pasukan Israel telah menyerang desa-desa Palestina saat personel keamanan Palestina total tidak ada sama sekali, mengakibatkan kecurigaan bahwa mereka bekerja sama dengan Israel untuk menghambat warga Palestina.

Menurut Hamdan, Israel telah terkejut dengan informasi intelijen mengenai kemampuan perlawanan Palestina.

"Israel berpikir bahwa memperluas operasi militer di Gaza akan mudah," katanya.

Dia menambahkan bahwa roket yang ditembakkan oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah berhasil mencapai hingga Haifa yang berjarak sekitar 80km dari Gaza.

Brigade Al-Aqsam, tegasnya, juga mampu menyerang pangkalan angkatan laut Israel di Ashkelon dan meledakkan terowongan di bawah penyeberangan perbatasan Karam Abu Salem.

Dia menggambarkan operasi di atas sebagai "baru awalannya saja" dari seluruh kegiatan perlawanan Hamas terhadap Israel.

"Resistensi memiliki banyak lengan atas untuk melawan agresi Israel," kata Hamdan.

Dia meminta orang-orang Arab dan umat Muslim untuk mendukung perjuangan Palestina, mengatakan bahwa orang-orang yang "menyalahkan" Hamas di masa lalu sekarang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka dengan mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Hamdan menyerukan pembukaan kembali perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza sehingga pasokan medis akan bisa dibawa ke Gaza.

Dengan meluncurkan berbagai serangan udara berulang ke arah Gaza, ia menegaskan, Israel berharap untuk menggagalkan kesepakatan rekonsiliasi pada bulan April antara Hamas dan gerakan Fatah yang berbasis di Tepi Barat . [ded412/world bulletin]

Pesawat Tempur Zionis Membom Mobil Media Yang Sedang Meliput

JALUR GAZA (jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tempur Israel menargetkan sebuah mobil sipil di tengah jalan tersibuk Kota Gaza pada Rabu malam (9/7/2014) dan menewaskan setidaknya satu orang di dalam mobil, kata petugas medis.

Video dari mobil yang hancur menunjukkan stiker merah besar bertuliskan "TV".

Sopir yang tewas tersebut, Hamed Shehab, 30, bekerja untuk situs berita yang berbasis di Gaza Media 24. (Http://media24.ps/) .

Seorang wartawan Media 24 mengatakan kepada Reuters bahwa Shehab kadang- dipanggil untuk bekerja sebagai sopir ketika ada sebuah berita acara.

Militer Israel tidak mau berkomentar mengenai serangan tersebut, dan seorang juru bicara berkelit lalu mengatakan bahwa ia sedang memeriksa untuk rincian. [ded412/news desk]

 

Dalam Satu Hari 24 Orang Palestina Tewas Oleh Rudal Israel, Termasuk Anak-Anak

GAZA (Jurnalislam.com) – Sumber-sumber medis Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa 24 warga Palestina, termasuk anak-anak dan anggota keluarga, tewas pada hari Selasa (8/7/2014) dalam serangan Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah Gaza pesisir yang terkepung.

Lebih dari 200 warga Palestina, termasuk anak-anak, wanita dan orang tua terluka. Banyak luka yang mengancam jiwa menderita.

Sumber tersebut mengatakan bahwa tentara membombardir rumah di Beit Hanoun milik Hafeth Hamad, seorang pemimpin al-Quds Brigade Jihad Islam. Serangan itu juga menewaskan dirinya beserta lima anggota keluarganya.

Dr Ashraf al-Qodra, juru bicara Menteri Kesehatan di Gaza mengatakan para korban telah berhasil diidentifikasi sebagai Hafeth Mohammad Hamad, 30, Ibrahim Mohammad Hamad, 26, Mahdi Mohammad Hamad, 46, Fawziyya Khalil Hamad, 62, Donia Mahdi Hamad , 16, dan Suha Hamad, 25.

Sebelumnya pada hari itu, Abdul-Hadi Soufi (24), juga tewas oleh serangan udara Israel di daerah Shweika, di Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza. Satu warga Palestina lainnya telah terluka parah.

Rudal juga menghantam dekat Rumah Sakit Gaza-Eropa, menyebabkan puluhan luka-luka dan kerusakan pada rumah sakit.

Sebuah rumah milik seorang pemimpin al-Qassam Hamas, dan pusat keamanan, juga telah dihujani rudal Israel di Khan Younis, di bagian selatan dari wilayah pesisir.

Sebuah rumah milik keluarga Abu Mansour ditabrak rudal Israel di Rafah, dan keluarga-Sinwar di Khan Younis.

Rumah lain, milik Raed al-'Attar juga disambar rudal di Rafah, di Gaza selatan.

Tentara juga membombardir sebuah pos Polisi Naval Palestina dekat pelabuhan Gaza, menyebabkan kerusakan yang cukup parah namun tidak ada korban.

Dua warga Palestina telah terluka, satu serius, ketika sebuah rudal Israel menghantam sebuah rumah milik 'keluarga Aqel, di kamp pengungsi Nusseirat, Gaza tengah.

Agresi Israel dalam 24 jam ini telah menyebabkan 24 warga Palestina meninggal dunia, sementara lebih dari 152 warga Palestina terluka.

Editor : Amaif | Sumber : IMMEC

Mujahidin Al-Shabab Serbu Istana Presiden Somalia

SOMALIA (jurnalislam.com) – Pertempuran sengit berkecamuk di dalam istana presiden Somalia setelah setidaknya beberapa orang mujahidin al-Shabab menyerbu kompleks di ibukota, Mogadishu.

Koresponden Al Jazeera melaporkan ledakan diikuti oleh suara tembakan di dalam kompleks pada Selasa malam (8/7/2014) .

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud sedang tidak berada di kompleks presiden ketika diserang, kata menteri dalam negeri.

Perdana menteri dan ketua parlemen berada di dalam bangunan, kata seorang pejabat senior polisi.

Kapten Mohamed Hussein, seorang pejabat senior polisi, mengatakan bahwa para mujahidin, yang bersenjatakan granat, terbagi menjadi kelompok-kelompok dan mencoba untuk mengambil alih bangunan yang berada dalam kompleks.

"Operasi saat ini masih berlangsung," kata Hussein.

Al-Shabab mengaku bertanggung jawab .

"Sebagian mujahidin telah memasuki kompleks istana kepresidenan. Tembakan berlangsung secara periodik sekarang," kata pejabat itu kepada kantor berita Reuters.

"Kami telah memasuki istana presiden. Kami telah menguasai beberapa bagian dari istana dan pertempuran masih berlangsung," Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Shabab mengatakan kepada Reuters.

Serangan pada Selasa malam tersebut adalah serangan kedua di istana presiden tahun ini, dan menandai pertama kalinya pejuang kami mampu menembus kompleksdan mengambil bangunan di posisi dalam.

Istana presiden dilindungi oleh pasukan pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika. Namun tidak diketahui apakah pasukan penjaga perdamaian terlibat dalam pertempuran hari Selasa malam tersebut. [ded412/Aljazeera/reuters]