Waspada Gerakan Syiah, Warga Solo Raya Deklarasikan ANNAS

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Solo Raya mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Solo di Masjid Jami’ MUI, Jl. Serang Pasar Klitikan, Notoharjo, Surakarta, Ahad (1/1/2016). Mengahdirkan sederet tokoh dan ulama besar.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Muindunillah Basri menyatakan Syiah merupakan aliran sesat dan harus diwaspadai.

“Siapa saja yang mendukung Syiah harus di waspadai,” katanya.

Sementara tokoh ulama Solo, Abdullah Manaf Amin mengimbau untuk tetap mewaspadai gerak-gerik Syiah. Bukan sekadar isu komunis yang sedang marak dibicarakan.

Habib Zein Alkaff, A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur juga turut memberikan materi, ia menegaskan, dialog terhadap aliran sesat Syiah merupakan tindakan sia-sia. Sebab, mereka tidak mengakui kebenaran Al Quran dan sunnah serta para sahabat Nabi.

“Bagaimana mungkin kami berdialog dengan orang yang tidak mengakui sumber kebenaran. Pintu dialog sudah di tutup, sekarang kita harus membuka pintu jihad terhadap Syiah terutama (Syiah) Rafidhoh,” paparnya.

Seusai pemaparan materi dari berbagai tokoh dan ulama yang hadir, acara di tutup dengan pembacaan deklarasi ANNAS Solo Raya.

Reporter: Ridho

Sahabat Yamima: Warga Bima Kesulitan Pangan

BIMA (Jurnalislam.com) – Lembaga sosial dan dakwah, Sahabat Yamima ikut memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir bandang di Bima. Pemberian bantuan tersebut berupa paket sembako serta perangkat sekolah anak-anak di Melayu, Kelurahan Melayu, Asakota, Bima, Sabtu (31/12/2016).

“Sebenarnya kami baru pulang juga dari Aceh untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan juga disana, dan Insya Alloh karena kami peduli maka kami juga akan menyalurkan bantuan untuk Kota Bima,” kata Koordinator Sahabat Yamima, Rizal kepada jurniscom di sela-sela acara.

Sahabat Yamima, kata Rizal, biasanya memberikan bantuan berupa membangun dan memperbaiki rumah serta fasilitas umum. Namun, ia menilai kebutuhan sembako lebih mendesak sekarang.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat yang mendesak terhadap bahan makanan, maka kita mendistribusikan dan membagikan bantuan berupa paket sembako,” ujarnya.

Pantauan jurniscom dilapangan, bantuan awal itu berupa 300 paket sembako, serta 75 paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, pulpen untuk anak-anak.

Ia menilai, bantuan untuk warga Bima masih kurang. Sebab, kendala jarak tempuh menjadi salah satu faktor bantuan itu tersendat.

“Kami juga melihat masih banyak masyarakat yang belum tersentuh, karena disatu sisi, jarak Bima dengan Jakarta juga cukup jauh sehingga sampai sekarang bantuan masih sangat kurang,” paparnya.

Untuk itu, Sahabat Yamima mengaku akan terus berupaya untuk tetap mebantu warga Bima yang sedang mengalami kesulitan.

“Harapannya semoga dengan adanya bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah, dan semoga bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Miris, Ketua LUIS Nikahkan Putrinya Dipenjara

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Meski dipenjara akibat aksi pemberantasan maksiat di Cafe Sosial Kitchen, Solo beberapa waktu lalu. Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ediy Lukito tetap menikahkan putrinya di Masjid Mapolda Jawa Tengah, Sabtu (31/12/2016).

Pernikahan yang terletak di Jl. Pahlawan No. 1, Mugas Sari, Semarang, Jawa Tengah atau tempat ia dipenjara itu mendapatkan pengawalan yang cukup ketat dari pihak Kepolisian.

Walaupun demikian, pernikahan penuh haru biru itu terlaksana dengan baik. Dicatat lengkap oleh petugas dari KUA Kota Semarang Selatan.

Sebelum acara ijab qobul terlaksana, khotbah nikah terlebih dahulu disampaikan oleh Dr. Mu’inidillah Basri, MA, Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS). Dalam pemaparannya Mu’in memberikan pesan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Bukan permainan.

“Nikah adalah sesuatu yang sangat agung, maka perlu adanya niat yang lurus dan ikhlas karena Alloh Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Seorang sahabat dekat Edi Lukito itu menyatakan, untuk mencapai tujuan dari pernikahan harus diiringi dengan pengorbanan.

“Untuk menjadikan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah di perlukan pengorbanan,” pesan Mu’in.

Pemerintah Dinilai Lamban Tanggulangi Bencana Banjir Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Memasuki hari ke empat bencana banjir Kota Bima, masyarakat Bima dan sekitarnya terlihat mulai tidak kondusif. Sebab, dibeberapa tempat, masyarakat sudah mulai kehilangan kesabaran, akibat dari penanganan yang lamban dan tidak efektif.

Pantauan jurniscom dilapangan, aksi membakar ditengah jalan, aksi saling rebutan kebutuhan yang dibagikan oleh Relawan dari berbagai Ormas dan kelompok masyarakat, mewarnai kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya pemerintah Kota Bima.

Di dua desa Bedi dan Dara misalnya, mereka terlihat sangat kecewa dengan respon lambat yang diterima pemerintah.

“Kami kecewa kepada pemerintah Kota Bima karena sampai hari ini, belum ada aksi nyata dan bantuan yang mereka salurkan,” ungkap salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Di akun media sosial FB, atas nama Rangga Babuju mengungkapkan kekecewaan karena lambatnya pemerintah Kota Bima menyalurkan bantuan dan lebih memilih untuk menumpuk bantuan tersebut.

Namun demikian, kekecewaan masyarakat Kota Bima sedikit terobati dengan datangnya relawan-relawan serta bantuan dari berbagai Ormas Islam, lembaga kemanusiaan dari Lombok, Sumbawa dan diluar NTB serta dari keluarga Kabupaten Dompu yang begitu antusias dan ikhlas menolong saudaranya di Kota Bima.

Lembaga kemanusiaan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) yang hingga saat ini masih memberikan bantuannya menyatakan, pemerintah tidak komunikatif kepada lembaga kemanusiaan yang hendak membantu warga Bima. Sebab, mereka dibuat sulit untuk menyalurkan ke titik vital korban bencana banjir.

“Kurangnya informasi dan konsultasi seputar Bencana Banjir kota Bima dari aparat Pemerintah, menyulitkan kami menyalurkan bantuan ke titik-titik terparah dari bencana banjir ini. Sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, tidak mencapai sasaran yang ingin kami salurkan,” tegas kordinator Me-DAN, Muhammad Taqiyudin kepada jurniscom, Ahad (25/12/2016).

Diketahui, hingga detik ini masyarakat Kota Bima masih kesulitan membersihkan dan menata kembali rumah, toko serta kendaraan dengan peralatan-peralatan seadanya. Kurangnya pasokan air bersih dan tenaga yg membantu menjadi faktor yang mnghambat.

Reporter: Fayis

Peduli Sosial, DKM Masjid Al Furqon Tawangmangu Gelar Pengobatan Gratis Berbalut Tablig Akbar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – DKM Masjid Al Furqon Gondosuli menggelar Bakti Sosial bertajuk “Al Furqon Peduli Al Furqon Berbagi” di komplek Masjid Al Furqon Gondosuli, Tawangmangu Karanganyar, Ahad (25/12/2016).

Aksi itu berupa pengobatan gratis, santunan sembako bagi kaum kurang mampu dan Tabligh Akbar untuk menyiram rohani oleh Kang Puji PMS dari Yogyakarta.

Dalam siramannya, Kang Puji mengingatkan kepada para jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga sholat, bersedekah dan berbuat baik.

“Hidup kita ini hanya menunggu waktu sholat dan disholatkan,” kata pemilik Pesantren Masyarakat Jogja itu.

“Kerugian kita yang paling besar adalah ketika kita mati tidak masuk surga,” tambahnya.

Selain pengobatan gratis yang diberikan Emergency and Crisis Response, bakti sosial juga membagikan 50 paket bingkisan sekolah kepada anak yatim oleh Laskar Sedekah dan juga makan gratis serta pembagian 23 paket sembako kepada para jompo oleh Melangkah Dengan Sedekah (MDS) dan Warung Murah.

Joko Kebab ketua MDS mengatakan, pihaknya senang dapat diberikan kesempatan untuk berbagi kepada warga Gondosuli.

“Kami sangat senang bisa berbagi dengan masyarakat Gondosuli sini, dan semoga bukan hanya sampai di sini kita berbagi,” paparnya.

Pembagian sembako dan santunan

Ribuan Umat Islam Solo Raya Gelar Aksi #SaveLUIS dan #SaveRanu

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan Umat Islam Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa, menuntut dibebaskannya 5 orang petinggi Laskar Umat Islam Solo (LUIS) dan 1 orang wartawan media Islam yang ditangkap Ditreskrimum Polda Jawa Tengah beberapa hari ini. Aksi itu digelar di depan Mapolresta Surakarta, Jl. Adi Sumarmo No. 2, Solo, Jumat (23/12/2016).

“Pada saat ini telah terjadi kriminalisasi terhadap para Aktifis Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” cetus Bonniy, orator dari Majelis Mujahidin.

Ia juga menegaskan, umat Islam akan terus bergerak memberantas kemaksiatan dengan ada atau tidak adanya aparat kepolisian.

“Maka kita (umat Islam -red) tidak akan pernah diam membersihkan miras, prostitusi dan narkoba. Jika aparat tidak membersihkan Pekat, maka kita yang akan membersihkannya,” pungkasnya.

Ribuan Massa Memadati Mapoltesta Surakarta

Sementara itu, Ustaz Nurhadi mewakili MUI Kota Surakata mengatakan MUI Solo akan senantiasa membersamai umat.

Nurhadi mendesak Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi untuk menepati janji untuk pembersihan pekat secara menyeluruh serta membanth pembebasan aktifis nahi munkar segera.

“Maka kami akan tagih janji bapak Kapolresta untuk membersihkan pekat dan membebaskan saudara kami. Karena bukan beliaulah yang melakukan pengrusakan,” paparnya.

Aksi ditutup dengan doa bersama oleh Ustaz Tengku Azhar. Pantauan jurniscom, aksi berjalan dengan tertib dan lalu lintas di depan Mapolresta tetap di buka sekalipun agak terhambat.

Kontrakan Terduga Teroris Digeledah ‘Habis’ Kepolisian Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Densus 88 dan petugas kepolisian Polres Tasikmalaya menjajaki Rumah kontrakan Irwan Hidayat (28 tahun), terduga teroris yang tewas dalam penggerebegan Densus 88 di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu di Kp Legok Apu, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23/12/2016).

Dari dalam kontrakan yang disewa Irwan dan istrinya Riska, petugas mengamankan beberapa barang seperti buku serta dukumen lainnya.

“Ini bukan penggerebegan, ini merupakan penggeledahan rumah terduka teroris atas nama Irwan yang kemarin digerebeg di Tangerang,” kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Nugroho Arianto kepada wartawan, Jumat (23/12/2016).

Menurut ketua Rw 02 kampung Legok Apu, Asep Hadi Mulyadi dirinya diminta menyaksikan penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris Irwan. Dari hasil penjajakan selama satu jam, petugas mengamankan buku jihad, kepingan CD dan beberapa helai kabel.

“Tadi saya ikut penggeledahan, yang diamankan itu beberapa buku jihad, kepingan CD dan beberapa kabel,” papar Asep.

Penjajakan rumah milik terduga teroris ini langsung mendapatkan perhatian warga. Warga sekitar terlihat berkerumun di lokasi penjajakan karena penasaran dengan situasi sebenarnya.

“Saya penasaran aja, dilihat di TV katanya Irwannya meninggal saat ditangkap,” ujar Sanusi Muslim, warga sekitar.

Sebagaimana diketahui, Irwan cs diduga berencana melakukan teror di pos polisi lalu lintas di Serpong pada waktu Natal dan Tahun Baru.

Reporter: Ally muhammad abduh

Jurnalis Media Islam Ditangkap, Netizen Ramaikan Tagar #SaveRanu

SOLO (Jurnalislam.com) – Seorang jurnalis media Islam, Ranu Adi Nugroho ditangkap polisi karena sangkaan terlibat melakukan propaganda dalam aksi yang dituding sebagai sweeping di bar Sosial Kitchen Solo baru-baru ini.

“Keterlibatan sebagai tim propaganda kelompok yang melakukan kekerasan bersama-sama di Sosial Kitchen,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto dalam keterangannya, Jumat (23/12/2016) dilansir detik.com.

Menanggapi penangkapan terhadap jurnalis, netizen di twitter bereaksi dengan membuat tagar #Saveranu. Pakar criminal, Mustafa Nahrawardaya dalam akunnya @TofaLemon mecuit sebuah poster bertagar #saveranu dan berkicau, “Ada saja alasan, penangkapan,” katanya.

Akun @luckysubiakto mengutip sebuah berita bahwa bar Kitchen Set di Solo yang menampilkan tarian tak senonoh ‘kucing-kucingan’ dengan Sat Pol PP, namun ia mempertanyakan mengapa jurnalis yang meliput hal tersebut yang ditangkap.

“Pengusaha nya yg ngeyel tapi kenapa jurnalis yg ditangkap? #SaveRanu,” katanya. Netizen lain di akun @ngelholic membandingkan penanganan hukum antara Ahok dan Ranu.

“Ahok mulai TSK smp terdakwa tetap diumbar Yg muslim berapa banyak baru terduga sdh langsung dijemput dijebloskan penjara #SaveRanu,” ungkapnya.

Tak hanya di twitter, di jagat facebook pun tagar #saveranu menggema, lebih dari 2000 orang membagikan para akun yang menyuarakan #saveranu #savejurnalismuslim. (mr/INA)

#SaveRanu

Besok, Umat Islam Solo Raya Akan Unjuk Rasa ‘Bebaskan Aktifis Nahi Munkar’

SOLO (Jurnalislam.com) – Umat Islam Solo Raya terenyuh atas kejadian hebat penangkapan aktifis nahi munkar beberapa waktu ini. Sebab itu, muslim Solo Raya akan melakukan aksi solidaritas mendesak aparat hukum untuk segera membebaskan mereka.

“Kami Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengajak dan mengundang kepada semua Umat Islam Solo Raya untuk hadir dalam aksi ‘Bela Aktifis Islam’,” kata DSKS dalan pesan siar yang diterima, Kamis (22/12/2016).

Aksi unjuk rasa dan long march itu akan dilakukan dari Masjid Kota Barat, Solo hingga Mapolresta Surakarta pada Jumat (23/12/2016) seusai sholat Jumat.

“Kami berharap partisipasi semua umat Islam Solo Raya dalam aksi solidaritas ini . Semoga Allah Swt meridhoi segala usaha kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 8 aktifis pemberantas kemaksiatan ditangkap kepolisian Polda Jateng beberapa hari ini. Mereka ditangkap karena dituduh melakukan pengerusakan dan propaganda saat aksi nahi munkar di Social Kithen Lounge pada waktu lalu.

Aleppo Tertindas, Anshsrusyariah Semarang Gelar Aksi Sosial

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Jamaah Anshorusyariah Semarang menggelar penggalangan dana untuk kaum muslimin Aleppo yang sedang tertindas oleh rezim Suriah. Aksi sosial itu digelar di Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Jum’at (16/12/2016).

“Pertama aksi ini kita adakan dalam rangka pembelaan saudara kita di Aleppo,” kata Korlap aksi, Danang kepada jurniscom di sela-sela aksi.

Ia mengatakan, sebagai suatu tubuh umat Islam, sudah sepatutnya umat Islam Indonesia khususnya dan dunia umumnya ikut merasakan penderitaan mereka.

“Hadirnya kita disini untuk menggalang dana adalah sebagai hujjah (bukti -red) kita kelak dihadapan Allah, apa yang kalian buat untuk saudaramu di Aleppo,” terangnya.

Sementara itu, otator aksi Amur Huda, mengkritisi pemerintah yang tidak bisa melihat kondisi dengan datangnya Presiden Joko Widodo ke Iran. Sebab, Iran merupakan salah satu bagian dari koalisi yang menyerang habis umat Islam Aleppo.

“Disaat yang sama, saudara-saudara kita meregang nyawa karena pembantaian yang didukung Iran dan Rusia, presiden kita malah berkunjung menemui presiden Iran”, cetusnya

“Kita tak mungkin mengaharapkan pemerintah negri ini untuk membantu saudara kita, hanya diri dan harta kitalah yang dapat membantunya,” pungkasnya.

Diketahui, selain Jamaah Anshorusyariah Semarang, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Jawa tengah juga ikut membantu terselenggaranya acara.