Astaghfirullah, Muslim di China Dipaksa Jual Minuman Keras

CHINA (Jurnalislam.com) – Partai Komunis telah memberikan perintah bagi umat Islam untuk menyediakan dan menjual alkohol dan rokok dalam display yang menarik di kota Laksuy, Aktash.

Banyak penduduk setempat di Aktash dan di beberapa daerah Laskuy yang mempraktekkan Islam telah meninggalkan minuman keras dan rokok, dan penjualan produk-produk ini dianggap tabu (haram) untuk alasan agama.

Pihak berwenang memperingatkan untuk menyediakan setidaknya lima merek yang berbeda dan mengancam bahwa "siapa saja yang mengabaikan pemberitahuan ini toko-toko mereka akan ditutup, bisnis mereka ditangguhkan, dan tindakan hukum terhadap mereka menanti."

The Washington Post melaporkan bahwa Adil Sulaiman, Aktash village party committee secretary, mengatakan kepada RFA’s Uighur Service bahwa pihak yang berwenang di Xinjian menganggap Muslim yang tidak merokok sebagai "bentuk ekstremisme agama."

Al Quran mengacu pada penggunaan alkohol dan setiap yang memabukkan atau praktek yang merusak diri sendiri sebagai dosa.

Kampanye yang berlangsung untuk melemahkan Islam di Xinjiang meliputi pelarangan anak-anak Muslim menghadiri masjid atau mengamati pelaksanaan ibadah bulan puasa Ramadhan, yang dimulai 17 Juni tahun ini. Sebagai bagian dari kampanye, perempuan dilarang memakai cadar penutup wajah dan laki-laki dilarang menumbuhkan jenggot panjang.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Keterangan Berbelit, Ustadz Syuhada Sebut Terdakwa Penyerang Az Zikra Bertaqiyyah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Juru bicara Majelis Az Zikra, Ustadz Syuhada, mengatakan bahwa kesaksian para terdakwa kasus penyerangan Majelis Az Zikra yang kerap berbelit adalah efek dari ajaran taqiyah Syiah. 

“Allah telah membuka bukti bahwa mereka munafik, kemunafikan ini kental di ajaran Taqiyyah Syiah,” ujarnya kepada Islampos selepas menghadiri sidang ke 3 kasus Az Zikra di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Rabu (6/5/2015).

Ia juga menegaskan bahwa sudah biasa bagi kaum Syiah untuk mengurangi atau menambahi kebenaran. Oleh karena itu dirinya menghimbau agar masyarakat makin waspada.

“Umat Islam harus bersatu melihat Syiah sebagai penistaan atas ajaran Islam, Syiah juga sudah terbukti meresahkan warga Bogor dan mengancam NKRI lewat konsep Imamah mereka,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam persidangan dengan agenda mendengar kesaksian para terdakwa, Ade Khumaini, selaku salah seorang penyerang, kerap memberi keterangan yang bertolak belakang.

Diawal sidang, Ade mengaku tidak kenal dengan terdakwa lainnya bernama Ibrahim Alhabsy, namun ketika ditanya Hakim soal kronologis kasus, barulah ia mengaku kenal dengan Ibrahim.

Ally | Jurniscom

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 

Kedapatan Bawa Bahan Peledak, WNI Jamaah Umrah Ditangkap di Bandara Brunei

BRUNEI (Jurnalislam.com) – Rustawi Tomo Kabul (63), seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang hendak menunaikan ibadah umrah diamankan petugas keamanan bandara Internasional Brunei setelah kedapatan membawa bahan peledak.

"Penangkapan oleh Polisi Brunei dilakukan berdasarkan ditemukannya benda-benda mencurigakan termasuk peluru, dalam salah satu tas atau koper milik WNI tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Menurutnya, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari KBRI di Bandar Seri Begawan, pihak Kepolisian Brunei sebelumnya menahan tiga WNI karena ketiga orang itu diduga membawa barang-barang yang mencurigakan dan dinilai berbahaya.

"KBRI memperoleh notifikasi (pemberitahuan) dari pemerintah Brunei mengenai penahanan tiga WNI, yaitu dua pria dan satu wanita, oleh Kepolisian Brunei di Bandara Internasioanl Brunei pada 2 Mei 2015. Namun, belum didapat informasi detail mengenai identitas ketiga WNI itu," ujar Iqbal.

Iqbal menyebutkan ketiga WNI tersebut dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jeddah, Arab saudi, untuk melaksanakan ibadah umroh menggunakan pesawat Royal Brunei Airlines.

Berdasarkan informasi terakhir yang didapat dari KBRI di Bandar Seri Begawan, dua orang WNI sudah dibebaskan dan kembali melanjutkan perjalanan, sementara satu WNI lainnya masih ditahan.

"Dua orang WNI sudah dibebaskan dan telah melanjutkan penerbangan ke Jeddah. Sementara itu, satu WNI lainnya saat ini penanganannya diambil alih oleh Internal Security Department (ISD) dan rencananya akan disidangkan pada 11 Mei 2015. WNI tersebut akan diproses sesuai hukum setempat," kata dia.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf membenarkan penangkapan tersebut. "Ketahuan membawa bahan peledak," kata Kapolda, seperti dilansir Republika, Rabu (6/5/2015).

Didampingi WS (wakil sementara) Kabid Humas Polda Jatim AKBP Dwi Setyoharini, ia menjelaskan ada 69 peserta umrah dari Biro Jasa Al-Aqsa yang beralamat di Jalan Bendungan Sigura-Gura, Kota Malang, Jawa Timur, yang singgah di Brunei.

"Akhirnya, 68 peserta umrah itu diizinkan terbang ke Jeddah dengan pesawat Royal Brunei Airlines untuk menunaikan ibadah umrah. Dia dicekal karena dia harus menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian Brunei, Densus 88/Polri, dan BNPT," katanya.

Rencananya, pihak Kepolisian Brunei akan melakukan pendalaman pemeriksaan ke Jawa Timur pada Jumat (8/5). Rombongan umrah itu berangkat pada Kamis (2/5) pukul 06.30 WIB dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya lalu mendarat di Bandara Brunei pada pukul 09.45 WIB.

Hasil investigasi sementara mengindikasikan bahan peledak yang dibawa adalah bondet (bahan peledak untuk ikan), namun kebenarannya masih akan didalami Kepolisian Brunei bersama Kepolisian RI. Selain itu, polisi juga akan mendalami temuan peluru di dalam koper Rustawi.

Ally | Jurniscom

 

PBNU : "Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang melecehkan Islam"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengecam kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW di Curtis Culwell Center, Garland, Texas, Amerika Serikat, Ahad (3/5/2015).

“Kami sangat menyesalkan adanya acara itu, karena itu bentuk pelecehan terhadap agama (Islam),” katanya di Jakarta, Senin (6/5/2015).

Meski akhirnya kontes itu dibubarkan oleh aparat keamanan, Said Aqil mempertanyakan mekanisme pemberian izin berlangsungnya sebuah acara di Amerika Serikat, sehingga kegiatan yang bersifat sensitif terhadap kerukunan umat beragama tersebut bisa berlangsung.

“Saya mendengar sampai terjadi penembakan dan jatuh dua korban jiwa. Kejadian seperti itu seharusnya bisa dihindari jika pemerintah setempat lebih peka,” katanya.

Meski demikian, Said Aqil meminta umat Islam, khususnya di Indonesia termasuk warga Nahdlatul Ulama, untuk tidak terpancing membalasnya dengan tindakan anarkis.

“Jangan habiskan energi kita untuk membalas hal-hal seperti itu, apalagi dengan tindakan anarkis. Percayalah, Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang melecehkan Islam,” katanya seperti dikutip Antara.

Kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh American Freedom Defense Initiative, sebuah organisasi yang secara aktif terus menyebarkan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat.

Presiden lembaga tersebut, Pamela Geller, mengatakan kegiatan yang diadakannya bertujuan mewujudkan kebebasan berpendapat sebagai respons dari kekerasan ketika menggambar Nabi Muhammad di Charlie Hebdo. Gambar terbaik dari kontes tersebut diganjar hadiah sebesar 10 ribu dolar AS

Ally | Antara | Jurniscom 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 

Diduga Gelapkan Uang Masjid, Sekwan DPRD Sumsel Diperiksa Polisi

MAKASAR (Jurnalislam.com) – Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel memeriksa Sekretaris Dewan DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban sebagai terlapor. Hal tersebut untuk menindaklanjuti laporan dugaan penggelapan pembayaran proyek masjid Al-Raiyah di komplek DPRD Sumsel. Ramadhan dilaporkan tidak melunasi uang proyek sebesar Rp 1.392.425.000.

Didampingi asistennya, Ramadhan datang ke Polda Sumsel dengan pakaian dinas, Rabu (6/5/2015) pukul 10.00 WIB. Dia langsung masuk ke ruangan penyidik di Ditreskrimum. Hingga pukul 12.00 WIB, pemeriksaan terhadap Ramadhan masih berlangsung.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso membenarkan ada pemeriksaan terhadap Sekwan DPRD Sumsel Ramadhan S Basyedan terkait laporan penggelapan.

"Memang dijadwalkan hari ini," ungkap Sumarso, Rabu (6/5/2015).

Diketahui, Ramadhan dilaporkan salah satu pegawai PT Tanjung Lapan, M Edward (58), yang sudah diberi kuasa oleh Direktur Utama PT Selapan, Samedi (50) ke SPKT Polda Sumsel karena belum membayar tunggakan biaya pembangunan masjid Ar Raiyah yang berada di komplek DPRD Sumsel pada Kamis (5/3/2015) lalu.

Tertera dalam surat laporan Nomor LPB/143/III/2015/Sumsel, pada 16 Juli 2014, PT Tanjung Lapan mengikat perjanjian dengan DPRD Sumsel untuk bekerja sama dalam pembangunan masjid. Adapun perjanjian itu diikat dalam surat perjanjian dengan nomor 011/252/PA.Setwan/2014. Dalam perjanjian itu, terlapor merupakan pemberi pekerjaan, sedangkan PT Tanjung Lapan adalah pelaksana.

Setelah pengikatan perjanjian kerja sama, pembangunan masjid mulai dilakukan. Sesuai perjanjian, DPRD Sumsel melakukan pembayaran secara bertahap sesuai dengan perkembangan pembangunan masjid tersebut.

Sebelum masjid diresmikan, pembayaran dari DPRD Sumsel masih lancar-lancar saja. Persoalan baru terjadi saat masjid diresmikan. Sesuai janji yang sudah disepakati kedua belah pihak, DPRD Sumsel akan melunasi tunggakan pembayaran yang masih tersisa sebesar Rp 1.392.425.000. Namun, sampai saat laporan dibuat, tunggakan tersebut belum juga dilunasi. Sebab itu, PT Tanjung Lapan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ramadhan atas dugaan pasal penipuan dan penggelapan.

Ally | Merdeka | Jurniscom

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 

68 Pasukan Musuh Tewas dan Terluka, 9 Kendaraan Militer Hancur dalam Operasi Azm di Farah

FARAH (Jurnalislam.com) – Laporan dari distrik Bala Baluk pada hari Selasa (05/05/2015) mengatakan bahwa bentrokan yang pecah 2 hari sebelumnya di pusat distrik, di wilayah Kanjabad, Shewan dan Kerani saat pasukan musuh mencoba untuk mendobrak pengepungan pusat distrik berakhir sekitar pukul 20:00 malam terakhir dengan musuh melarikan diri setelah mengalami kerugian yang mematikan.

Para pejabat mengatakan bahwa pertempuran juga menyebar ke daerah-daerah Shor Shor dan Shamal Gah di ibukota provinsi kemarin pagi, dan sebagai hasilnya, sebanyak 32 pasukan musuh termasuk komandan Sultan tewas dalam pertempuran itu dan 36 lainnya luka-luka. 3 APC, sebuah kendaraan hatchback dan 4 truk pick-up hancur. Sebuah APC lain dibakar.

Dikatakan bahwa 5 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran yang berlarut-larut tersebut.

Pasukan musuh telah berada di bawah pengepungan dan serangan selama 10 hari terakhir di distrik Bala Baluk dalam serangan musim semi 'Azm' di mana musuh pengecut menderita kerugian besar dan kehilangan keberanian dan moral.

Musuh tanpa pandang bulu menargetkan rumah warga sipil dalam serangan balas dendam yang merugikan penduduk setempat dan melukai 7 warga desa.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Giliran Pemberontak Houthi Tembakkan Roket dan Mortir ke Negara Arab Saudi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Houthi menembakkan roket dan mortir ke Arab Saudi, menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan dilaporkan menangkap lima tentara. Serangan tersebut menunjukkan kemampuan pemberontak untuk memulai serangan meskipun mengalami pemboman berminggu-minggu oleh koalisi yang dipimpin Arab.

Pemerintah Saudi mengatakan bahwa para pemberontak Houthi melakukan serangan pada hari Selasa (05/05/2015) di kota Najran, memaksa pihak berwenang untuk menangguhkan semua penerbangan di bandara setempat, dan menutup semua sekolah.

Dalam sebuah pernyataan, Brig. Jenderal Ahmed Asiri dari Saudi mengatakan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab akan terus menanggapi serangan Houthi.

"Apa yang terjadi hari ini adalah bagian dari kekacauan yang dilakukan pemberontak  Houthi," katanya, menambahkan bahwa "semua pilihan terbuka" bagi kerajaan untuk memastikan keamanan negaranya.

Pemimpin suku Yaman mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa pemberontak bersenjata Houthi, mengupas daerah perbatasan dari dalam Yaman. Sumber berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Daerah perbatasan telah menjadi flashpoint bentrokan Arab-Houthi di tengah serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi yang menargetkan pemberontak di Yaman.

"Ini adalah perkembangan utama dalam perang ini," reporter Al Jazeera Mohamed Vall, yang melaporkan dari ibukota Saudi Riyadh, mengatakan.

"Biasanya kita melihat serangan terhadap tentara di dekat perbatasan, tetapi tidak di kota itu sendiri."

Dia mengatakan serangan terbaru mempersulit pekerjaan militer Saudi, yang kini menghadapi tantangan mengamankan perbatasan, sambil melakukan serangan udara di Yaman.

Kamis lalu, bentrokan perbatasan menyebabkan tiga tentara Saudi dan puluhan pemberontak tewas.

Berita tentang pertempuran  terbaru datang saat Raja Saudi Salman mengumumkan pembentukan pusat untuk mengkoordinasikan operasi bantuan untuk Yaman pada pertemuan para pemimpin Teluk, dan mengundang PBB untuk bergabung.

"Kami berharap bahwa PBB akan berpartisipasi secara efektif dengan pusat yang akan dibentuk ini, termasuk mengkoordinasikan semua karya kemanusiaan dan bantuan bagi orang-orang Yaman dengan partisipasi dari negara-negara yang mendukung inisiatif Teluk," katanya dalam pidato di ibukota Saudi.

Pada hari Senin, menteri luar negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa negaranya sedang mempertimbangkan pemberhentian sementara serangan udara koalisi terhadap Syiah Houthi, untuk memungkinkan masuknya pengiriman bantuan.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Sidney Jones Beberkan Kesalahan Pemerintah Tangani "Terorisme"

JAKARTA (Jurnalislam.com)  Direktur Institute for Policy of Conflict (IPAC) Sidney Jones menilai pendekatan pemerintah baik melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ataupun instansi lembaga keamanan yang lain untuk membasmi gerakan ekstrimis.

"BNPT dan pemerintah belum bisa secara tegas mendefinisikan Islam garis keras itu bagaimana. Beda gerakan radikal yang lakukan kekerasan dan gerakan radikal yang memang gunakan kekerasan. Kontrol terhadap lembaga-lembaga ataupun masjid yang digunakan untuk menyebarkan ajaran esktrimis atau ISIS belum total," katanya  dalam forum diskusi FISIP UIN bertema "Evolusi ISIS di Indonesia" di gedung FISIP UIN Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurutnya, kontrol pemerintah terhadap imam masjid yang kerap menyebarkan ajaran ekstrimis ataupun sumber dana yang digunakan oleh kegiatan-kegiatan kelompok ekstrimis masih belum terpola dengan baik.

Sydney juga menilai kebijakan mencabut paspor juga tidak efektif. Hal ini lantaran negara Irak, Suriah dan Turki menganggap Indonesia terkesan lepas tangan dengan warga negara mereka yang bermasalah.

"Kalau mau cabut paspor pemerintah juga harus bisa bedakan mana yang mau pergi untuk kemanusiaan, belajar atau memang mau perang. Tak segampang itu kalau mau cabut paspor," jelasnya. 

Sydney pun mengkritik soal kebijakan pemerintah yang akan mencabut kewarganegaraan WNI yang berangkat ke Suriah atau Irak. Menurut Sydney, secara hukum internasional, kebijakan itu justru melahirkan individu yang stateless.

Apalagi, pemerintah juga masih belum tegas memantau kelompok-kelompok yang menyebarkan hasutan dan menebar kebencian. Terbukti, masih banyak beredar poster-poster yang menebar kebencian terhadap kelompok minoritas syiah dan lainnya, yang diunggah di media online. Termasuk, poster yang menyebarkan ajakan jihad dengan kekerasan.

"Pemerintah harusnya pantau ini, harus ada ide konkrit untuk melawan ajaran ekstrimis di Indonesia," kata Sidney.

Pendekatan pemerintah soal deradikalisasi melalui cara deideologi juga dinilainya kurang mengena dan tidak akan berhasil. Saran dia, sebaiknya pemerintah memberikan 'status' pada individu yang masuk dalam kelompok ekstirmis.

"Pemberian status agar mereka lebih dihargai tapi hati-hati juga. Kasus Santoso di Poso misalnya, dia sudah diberikan jabatan dan gaji di Pemda Poso. Tapi akhirnya uangnya digunakan untuk berdayakan napi-napi baru bangun gerakan lagi," ulasnya. 

Selain itu, Sydney juga meminta agar manajemen penjara terhadap napi teroris diperbaiki. Salah satunya dengan menjauhkan napi teroris dari keluarga dekatnya, terutama yang mendukung kegiatan-kegiatan ekstrimisnya.

"Kalau ternyata keluarganya tidak setuju terhadap gerakan ekstrimisnya, penjaranya dibuat dekat. Biar nanti didekati secara psikologis," jelasnya. 

Terakhir, menurut pengamat terorisme ini, pemerintah harus mewaspadai lembaga pendidikan umum tingkat SMP atau SMA. Paslanya kebanyakan kelompok ekstirmis seperti ISIS mengincar lulusan sekolah umum ketimbang lulusan pesantren.

"Video ayah pelaku pemboman di Cirebon itu salah satu solusi ampuh saya kira yang menggambar bagaimana perasaan orang tua saat anaknya jadi teroris. Ini perlu disebarkan di sekolah-sekolah umum," demikian Sydney.

Ally | Republika | Jurniscom

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 

Hak Asasi Manusia Suriah : Rezim Assad Lakukan 50 Kali Pembantaian Pada Bulan April, 499 Warga Sipil Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Setidaknya 499 warga sipil tewas, termasuk 110 anak-anak dan 79 perempuan, dalam 50 pembantaian yang terjadi pada bulan April, Syrian Network for Human Rights mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa (05/05/2015).

LSM yang berbasis di London, yang menentang rezim Assad itu mengatakan bahwa pasukan tentara rezim Suriah melakukan 50 pembantaian yang sebagian besar berlangsung di Idlib di bagian utara negara dan pasukan oposisi melakukan satu pembantaian "karena kesalahan."
Network mendefinisikan bahwa sebuah serangan, yang setidaknya menyebabkan lima orang tewas, disebut sebagai pembantaian.

Menurut laporan itu, pasukan rezim melakukan 19 pembantaian di Idlib, 11 di Aleppo, tujuh di Deraa, empat masing-masing di Rif Dimashq dan Hama, tiga di Homs dan satu pembantaian masing-masing di Deir al-Zour, Raqqa dan Hasakah.

Pasukan rezim dilaporkan menggunakan artileri, bom barel, serangan mortir dan sejumlah teknik eksekusi dalam membantai warga sipil.

Sementara itu, pasukan oposisi melakukan pembantaian ketika mereka secara acak menembaki kota al-Salamiya di provinsi Hama. Tujuh warga sipil tewas, termasuk dua anak, dan 18 orang luka-luka.

Perang  Suriah, sekarang memasuki tahun kelima, telah menewaskan lebih dari 220.000 orang dan memaksa hampir empat juta orang meninggalkan negaranya.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Pejabat Turki : Beberapa Kelompok di AS Picu Islamophobia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Beberapa kelompok termakan Islamophobia, tapi masyarakat Muslim di luar negeri tidak harus terprovokasi, kata seorang pejabat senior kepresidenan urusan agama Turki, Senin (04/05/2015).

Dalam pernyataan yang dibuat selama kunjungannya ke Turkish American Culture and Civilization Center di Maryland, Wakil Ketua Turkish Presidency of Religious Affairs Prof. Mehmet Emin Ozafsar mencatat beberapa hal dari kontes karikatur anti-Islam yang baru-baru ini diadakan di Texas.

"Tampaknya beberapa kelompok merasa belum mengenal ko-eksistensi Muslim yang damai di AS, yang kini memicu Islamofobia," kata Ozafsar.

Wakil ketua menyerukan umat Islam di AS untuk bertindak hati-hati dalam menghadapi kampanye anti-Islam tersebut.

Acara anti-Islam di Texas yang bertajuk " Muhammad Art Exhibit and Cartoon Contest," disponsori oleh kelompok anti-Muslim dan pro-Israel American Freedom Defense Initiative yang berbasis di New York. Acara ini berlangsung di Curtis Culwell Center di kota Garland, Texas.

Organisasi tersebut juga telah menjanjikan hadiah sebesar $ 10.000 bagi karikatur Nabi Muhammad yang terbaik.

Selama acara, dua tersangka yang tewas diduga melepaskan tembakan dari luar lokasi; seorang petugas keamanan juga terluka.

"Acara ini tidak akan memprovokasi Komunitas Muslim di AS," kata Ozafsar. "Muslim harus melanjutkan hidup sehari-hari mereka secara damai sesuai dengan pesan (Islam) mengenai persaudaraan, persahabatan, dan hidup berdampingan secara damai. Kami memiliki tanggung jawab untuk hidup sesuai dengan moralitas hidup berdampingan secara damai," tambahnya.

Dia juga menghargai upaya Turkish American Culture and Civilization Center untuk mencerminkan interpretasi Islam.

"Pada saat Islam sedang menghadapi serangan penodaan dan penghinaan, kita harus vokal tentang perdamaian, persaudaraan, hak asasi manusia, martabat dan keadilan," katanya. "Saya percaya pusat budaya ini akan berfungsi sebagai markas bagi Muslim Amerika untuk melakukan yang terbaik untuk mempromosikan nilai-nilai sosial, moral dan estetika komunitas mereka," tambahnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom