Diduga Gelapkan Uang Masjid, Sekwan DPRD Sumsel Diperiksa Polisi

MAKASAR (Jurnalislam.com) – Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel memeriksa Sekretaris Dewan DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban sebagai terlapor. Hal tersebut untuk menindaklanjuti laporan dugaan penggelapan pembayaran proyek masjid Al-Raiyah di komplek DPRD Sumsel. Ramadhan dilaporkan tidak melunasi uang proyek sebesar Rp 1.392.425.000.

Didampingi asistennya, Ramadhan datang ke Polda Sumsel dengan pakaian dinas, Rabu (6/5/2015) pukul 10.00 WIB. Dia langsung masuk ke ruangan penyidik di Ditreskrimum. Hingga pukul 12.00 WIB, pemeriksaan terhadap Ramadhan masih berlangsung.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso membenarkan ada pemeriksaan terhadap Sekwan DPRD Sumsel Ramadhan S Basyedan terkait laporan penggelapan.

"Memang dijadwalkan hari ini," ungkap Sumarso, Rabu (6/5/2015).

Diketahui, Ramadhan dilaporkan salah satu pegawai PT Tanjung Lapan, M Edward (58), yang sudah diberi kuasa oleh Direktur Utama PT Selapan, Samedi (50) ke SPKT Polda Sumsel karena belum membayar tunggakan biaya pembangunan masjid Ar Raiyah yang berada di komplek DPRD Sumsel pada Kamis (5/3/2015) lalu.

Tertera dalam surat laporan Nomor LPB/143/III/2015/Sumsel, pada 16 Juli 2014, PT Tanjung Lapan mengikat perjanjian dengan DPRD Sumsel untuk bekerja sama dalam pembangunan masjid. Adapun perjanjian itu diikat dalam surat perjanjian dengan nomor 011/252/PA.Setwan/2014. Dalam perjanjian itu, terlapor merupakan pemberi pekerjaan, sedangkan PT Tanjung Lapan adalah pelaksana.

Setelah pengikatan perjanjian kerja sama, pembangunan masjid mulai dilakukan. Sesuai perjanjian, DPRD Sumsel melakukan pembayaran secara bertahap sesuai dengan perkembangan pembangunan masjid tersebut.

Sebelum masjid diresmikan, pembayaran dari DPRD Sumsel masih lancar-lancar saja. Persoalan baru terjadi saat masjid diresmikan. Sesuai janji yang sudah disepakati kedua belah pihak, DPRD Sumsel akan melunasi tunggakan pembayaran yang masih tersisa sebesar Rp 1.392.425.000. Namun, sampai saat laporan dibuat, tunggakan tersebut belum juga dilunasi. Sebab itu, PT Tanjung Lapan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ramadhan atas dugaan pasal penipuan dan penggelapan.

Ally | Merdeka | Jurniscom

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.