Kegagalan Israel dalam Operasi Militer Tebing Cadas

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Agaknya rasa pesimis saat ini menghinggapi Israel menghadapi perlawanan Palestina. Dalam peringatan setahun operasi militer Tebing Cadas ke Jalur Gaza musim panas tahun 2014 lalu, pengamat militer Israel di TV 2 Israel, Roni Daniel menegaskan, siapapun yang meyakini bahwa operasi militer besar ke Jalur Gaza telah menciptakan situasi “tenang” mutlak maka anggapan itu ilusi semata. Perkirakan operasi militer ke Jalur Gaza akan berhasil hanya kalkulasi yang tidak tepat, Infopalestina melaporkan Senin (29/06/2015).

Daniel menegaskan, setelah setahun agresi Tebing Cadas ke Jalur Gaza di lapangan tak ada perubahan apapun. Memang pasukan Israel sedikit disegani namun itu hanya berlangsung sejenak dan akan menguap.

Daniel melanjutkan, setelah setahun operasi militer ke Jalur Gaza, tampak prediksi Israel tidak tepat. Siapapun yang meyakini bahwa operasi militer besar ke Jalur Gaza telah menciptakan situasi “tenang” mutlak maka anggapan itu ilusi semata. Perkirakan operasi militer ke Jalur Gaza akan berhasil hanya kalkulasi yang tidak tepat, tegasnya.

Ia mengatakan, Jalur Gaza akan tetap bisa menggertak bahkan memburu Israel di masa mendatang. Bahkan, meski Israel menggelar operasi militer besar-besaran lagi, perlawanan Palestina akan tetap tegar bagai baja. Karena itu, tegasnya, Israel tidak memiliki kalkulasi untuk menjajah Jalur Gaza lagi. Kini Israel hanya bisa berusaha menakuti-nakuti atau membuat Hamas segan kepada militer penjajah.

Daniel mencibir pimpinan militernya, “Jika kalian ingin semakin berpengaruh, kalian harus mengusir warga Jalur Gaza dari rumah mereka dan itu operasi yang tidak mudah.

Ia menutup statemennya, setahun setelah agresi Israel ke Jalur Gaza, tak ada yang berubah. Hamas tetap menggali terowongan bawah tanah, tetap terus mempersenjatai sebagai persiapan penyerangan ke depan. Mungkin saat ini Israel masih disegani, terutama oleh warga di Jalur Gaza, namun sampai kapan kondisi ini, tidak ada yang tahu?

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

AS Klaim Bunuh Syeikh Mansur al Harbi dalam Serangan Udara di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)  –  Amerika mengklaim serangan udaranya di Afghanistan telah menewaskan salah seorang pemimpin senior Al Qaidah, Syeikh Mansur al Harbi beberapa hari lalu. Beliau adalah seorang pria asal Saudi yang terdaftar dalam orang paling dicari oleh Amerika Serikat, PBB, dan Arab Saudi.

Seperti dilaporkan The News, Syeikh al Harbi yang bernama asli Abdullah Azzam Zureik Al Maulid Al Subhi dan juga dikenal sebagai Abu Muslim al Makki, dikatakan telah gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan tiga hari lalu. Kabar kematian Syeikh Harbi itu juga dilaporkan Afghanistan Islamic Press pada 27 Juni 2015.

Para pejabat militer dan intelijen AS tidak berkomentar mengenai laporan kematian Syeikh Harbi dari The Long War Journal, tetapi hanya mengatakan mereka menyadari adanya laporan. Kematian Syeikh Harbi belum dikonfirmasi oleh Al Qaeda dalam sebuah pernyataan resmi.

Lokasi kematian Harbi pun tidak diungkap. Tidak ada laporan mengenai serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan pada 24 Juni atau 25 Juni. AS dikatakan telah meluncurkan dua serangan udara di distrik di provinsi Nuristan Wanat pada 27 Juni. Dan 22 Juni, pesawat AS dilaporkan menargetkan pejuang Taliban di distrik Batikot di Nangarhar. Baik Nuristan maupun Nangarhar adalah basis Al Qaeda yang dikenal di Afghanistan timur.

Syeikh Harbi menjabat sebagai komandan militer Al Qaeda untuk Afghanistan, para pejabat intelijen AS mengatakan kepada The Long War Journal. Dua pendahulunya yang paling terakhir adalah Qari 'Imran, anggota al Qaeda di dewan eksekutif benua India, dan Sufyan al Maghrebi.

Qari 'Imran gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Waziristan Utara, Pakistan pada bulan Januari 2015. Sedangkan Syeikh Maghrebi dilaporkan gugur  dalam serangan pada bulan September 2014.

Syeikh Harbi adalah pemimpin al Qaeda veteran, menurut Departemen Luar Negeri AS, dan tercatat sebagai seorang jihadis global Specially Designated pada tahun 2012. Dia "pergi ke Afghanistan lebih dari satu dekade yang lalu untuk bergabung dengan al Qaeda," dan "bertanggung jawab untuk pelatihan militan dan koordinasi pejuang asing yang melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk memerangi pasukan koalisi. "

"Sebagai hasil dari posisi pelatihan kuncinya, al Harbi terhubung erat dengan banyak pemimpin senior Al Qaeda," kata Departemen Luar Negeri AS lagi.

Al Qaeda memiliki tempat berlindung yang aman di Afghanistan timur, termasuk provinsi pegunungan Kunar, Nuristan, dan Nangarhar. Syeikh Osama bin Laden menyatakan bahwa beberapa pemimpin dan pejabat kunci Al Qaeda pindah ke Kunar, Nuristan, Ghazni, dan provinsi Zabul untuk menghindari Serangan udara AS di Pakistan.

Al Qaeda juga dikenal karena mengintegrasikan komandan utama dan kerja sama dengan kelompok jihad sekutu di Afghanistan-Pakistan. Al Qaeda di anak benua India, cabang resmi kelompok jihad di Asia Selatan, dibentuk dengan mengintegrasikan jaringan al Qaeda dengan unsur-unsur dari kelompok-kelompok seperti Afghanistan dan Taliban Pakistan, Harakat-ul-Muhajideen, Harakat-ul-Jihad-al-Islami dan Brigade 313, Jaish-e-Mohammad, Lashkar-e-Jhangvi, India Mujahidin (pasukan Lashkar-e-Taiba), Gerakan Islam Uzbekistan, Partai Islam Turkistan, Junood al Fida, dan kelompok-kelompok lain yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, dan India.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

 

Begini Shaumnya Para Nabi Sebelum Rasulullah Saw

Puasa dalam bahasa Arab disebut “as-Shiyaam”, yang berarti imsak atau menahan diri. Sebetulnya kata “Puasa” yang kita kenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yakni upawasa, menutup atau menghentikan segala kebiasaan (Leksikon islam jilid 2, Pustaka Azet, 1988, hal 613). Pokoknya setiap membahas ibadah puasa, dari SD sampai menginjak perguruan tinggi, dalil ini pasti muncul. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu bertakwa” (Al-Baqarah:183).

Ayat tersebut menjelaskan dengan gamblang, betapa puasa adalah ibadah yang telah dikerjakan oleh umat sebelum kaum Nabi Muhammad SAW, bahkan sejak Nabi Adam as turun ke bumi.

Pasca tragedi pohon Khuldi, Nabi Adam bertaubat dan melaksanakan puasa selama 3 hari dalam satu bulan. Puasa tersebut selanjutnya dikenal dengan nama puasa putih yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Islam (Hijriah). Kekasihku, Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur (Bukhari-Muslim). Namun, ada versi lain kalau Nabi Adam hanya melakukan puasa khusus pada hari Jumat untuk mengenang peristiwa penting. ''Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.'' (HR Bukhari).

Mengutip Harian Republika edisi 15 juli 2012, seperti puasanya Nabi Adam, Nabi Nuh melaksanakan puasa selama 3 hari setiap bulan sepanjang tahun. Nabi Nuh juga memerintahkan kaumnya untuk menyembah Allah dan berpuasa ketika mereka berbulan-bulan hidup terkatung- katung di dalam perahu besar di tengah samudra luas akibat bencana banjir besar. Nabi Ibrahim juga terkenal akan kegemarannya berpuasa, terutama saat hendak menerima wahyu dari Allah. Puasa yang dilaksanakan Ibrahim diikuti pula oleh putranya, Ismail dan Ishaq.

Nabi Ya’qub pun dikenal sebagai orang tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya. Nabi Yusuf berpuasa ketika berada dalam penjara. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan ketika menjadi pembesar Mesir dan menjabat sebagai menteri perekonomian.

Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam dalam persiapan menerima wahyu dari Allah swt di Bukit Sinai. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nabi Ilyas ketika akan pergi ke Gunung Horeb untuk menerima wahyu dari Allah swt.

Lanjut ke Nabi Daud, beliau biasa berpuasa secara berselang, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaih). Adapun Nabi Isa AS berpuasa ketika beliau mulai sering tampil di muka umum untuk menyatakan dirinya sebagai rasul.

Sebelum menutup artikel singkat ini, bagaimanakah dengan tradisi puasa orang-orang Arab sebelum Islam datang? Ternyata mereka melakukan puasa di hari Asyura atau hari ke sepuluh bulan Muharam . Setelah Rasulullah datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi sama berpuasa di hari Asyura yang dimaksudkan sebagai peringatan atas selamatnya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun (Rasul memerintahkan shahabat untuk berpuasa tetapi dengan menambah 1 hari sebelumnya agar berbeda dengan shaumnya kaum Yahudi). Maka karena lebih berhak di dalam meneladani Nabi Musa, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh para Sahabat berpuasa juga (Miftah Faridl, Puasa ibadah Kaya Makna, 2007, hal 19). Wallahu’allam bishowwab

Penulis adalah pendidik di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2, Kota Malang

 

Roket dari Gaza Capai Ashkelon, Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com)Walla, situs Israel, pada hari Ahad (28/06/2015) mengatakan bahwa sirene peringatan meledak di pantai Askalan (Ashkelon), sementara laporan awal Israel mengklaim bahwa roket diluncurkan dari Gaza ke Israel, sebagaimana dilansir Palestine News Network.

Tidak ada luka atau kerusakan yang dilaporkan.

Sumber-sumber Israel empat hari yang lalu juga mengatakan bahwa roket ditembakkan dari Gaza ke Askalan (Ashkelon) yang diduduki, di selatan Israel, tanpa cedera dilaporkan. Beberapa jam kemudian, IOF mengepung lahan pertanian di Beit Hanoun utara Gaza.

Sekitar tiga minggu lalu, beberapa ledakan besar mengguncang Jalur Gaza bersamaan dengan laporan bahwa pesawat militer Israel berputar-putar di daerah tersebut.

Serangan itu menyusul laporan bahwa dua roket diluncurkan dari Gaza ke Israel oleh kelompok jihadis,  yang kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Deddy | PNN | Jurniscom

Korban Tewas Gelombang Panas Pakistan Mencapai 1.400 Orang

KARACHI (Jurnalislam.com) – Belum ada jeda dalam kematian yang disebabkan oleh gelombang panas terik yang melanda provinsi Sindh Pakistan selama lebih dari seminggu, dengan korban tewas pada hari Ahad (28/06/2015) mencapai angka puncak 1.400.

Menurut direktur jenderal departemen kesehatan Sindh, Hasan Murad, hampir 1.200 orang telah meninggal karena serangan panas dan penyakit terkait lainnya di kota pesisir Karachi sejak 20 Juni.

Lebih dari 200 orang juga tewas di distrik-distrik pedalaman Sindh, Ketua Menteri Provinsi Syed Qaim Ali Shah mengatakan awal pekan ini. Seorang pejabat kesehatan senior mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jumlah korban tewas sebenarnya bisa lebih tinggi karena ratusan korban jiwa di daerah-daerah terpencil tidak dilaporkan.

“Angka-angka yang dilaporkan oleh media berasal dari rumah sakit besar”, katanya.

Sebagian besar korban, menurut pejabat rumah sakit, adalah buruh dari daerah ujung utara dan tunawisma yang tidak bisa mengatasi intensitas gelombang panas.

Hal ini dibenarkan oleh Edhi Foundation, sebuah LSM kesehatan, yang menerima lebih dari 200 mayat yang tidak diklaim oleh keluarga mereka di Karachi sejak 20 Juni.

Faisal Edhi, kepala operasi Edhi Foundation, mengatakan kepada wartawan hari Sabtu bahwa 140 mayat yang tidak diklaim tersebut dikubur di kuburan massal, sementara 60 lainnya masih terbaring di kamar mayat LSM menunggu identifikasi.

Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) mengharapkan penurunan gelombang panas pada hari Senin karena angin barat daya.

Namun, ahli lingkungan dan cuaca bereaksi dengan hati-hati atas klaim Menteri Lingkungan Hidup Pakistan bahwa pembangkit listrik yang baru dibangun di negara tetangga India harus disalahkan atas panas yang ekstrim.

Mushaidullah Khan mengatakan dalam sebuah seminar di ibukota Islamabad awal pekan ini bahwa pembangkit listrik di negara bagian India yang terdekat, Rajhistan, bertanggung jawab atas gelombang panas yang sedang berlangsung.

“Terlalu dini untuk mengatakan hal seperti itu kecuali ada penelitian ilmiah untuk membuktikannya,” kata Nasir Panhwar, seorang ahli lingkungan yang berbasis Karachi, dan menambahkan: “Politisi memiliki cara sendiri untuk menegaskan dan menyalahkan. Tapi sebagai ahli lingkungan, kita tidak bisa bertindak seperti itu. ”

Abdul Rasheed, seorang juru bicara PMD, juga setuju. Berbicara kepada Anadolu Agency, ia berkata: “Tidak tepat untuk menyalahkan [pembangkit listrik India] tanpa alasan ilmiah yang meyakinkan. Terlalu awal untuk dikonfirmasi, menurut pendapat saya.”

Saat rumah sakit menghadapi kesulitan dalam menampung masuknya pasien serangan panas, pihak federal dan pemerintah provinsi yang saling bersaing terlibat dalam permainan saling menyalahkan, mencoba melemparkan tanggung jawab terhadap satu sama lain atas sejumlah besar kematian yang terjadi.

Pemerintah Sindh menyalahkan pelayanan air dan listrik federal untuk pemadaman listrik yang berlangsung lama, mengatakannya sebagai penyebab setengah dari kematian.

Sebaliknya, pemerintah federal yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif menuduh pemerintahan Partai Rakyat Pakistan di Sindh karena tidak mengambil langkah-langkah kesehatan yang memadai untuk menyelamatkan nyawa ratusan korban.

Bentrokan Sengit Syiah Houthi dengan Loyalis Hadi Kembali Terjadi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Setidaknya lima pasukan Houthi yang didukung Iran tewas hari Sabtu (27/06/2015) di provinsi tengah Yaman, al-Bayda, dalam bentrokan berat dengan pasukan Perlawanan Rakyat yang setia kepada Presiden Abdrabbu Mansour Hadi, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Bentrokan lain antara dua faksi di Gubernuran Raima di barat Yaman menyebabkan terbunuhnya seorang pemimpin Syiah Houthi, juga menurut Al Arabiya News Channel.

Di kota pelabuhan selatan Aden, setidaknya 13 milisi Houthi yang didukung Iran tewas setelah bentrokan berat dengan pasukan Perlawanan Rakyat pecah.

Pertempuran terjadi setelah pasukan Houthi menembakkan rudal di tangki-tangki penyimpanan di kilang minyak Aden, sehingga menimbulkan api besar.

Juga pada hari Sabtu, Deputi Gubernur Aden, Nayef al-Bakri menyerukan intervensi masyarakat internasional untuk menyelamatkan kota yang dilanda perang tersebut.

Syiah Houthi telah berjuang melawan pemerintah Yaman selama berbulan-bulan, mengambil kendali kota-kota besar, termasuk ibu kota Sanaa.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Pengamat Militer Israel : Taktik dan Konsep Militer Modern Al Qassam Berkembang

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pengamat militer Israel di situs militer Walla, Evi Ascharov mengatakan, Brigade Izzuddin Al-Qassam pasca agresi Israel ke Jalur Gaza terakhir mencuri perhatian dunia dan dianggap bukan lagi kelompok bersenjata biasa atau sel bersenjata biasa.

Dalam analisisnya kemarin Sabtu (27/06/2015) di situs tersebut yang diterjemahkan oleh tim Markaz Filistini Lil’ilam (Pusat Informasi Palestina) ditegaskan bahwa pasukan Al-Qassam menjadi pasukan yang disegani dan ditakuti karena mereka telah membuktikan diri sebagai kekuatan paling sulit ditaklukkan selama tiga kali perang yang diyakini tak ada negara satupun di dunia yang bisa bertahan dengan perang itu. Karena itu, Israel yang memantau gerak gerik Al-Qassam dari dekat melalui perbatasan menyadari bahwa mereka hanya bisa memantau, mengikuti perkembangan dan hanya menganalisis saja.

Ascharov menambahkan, “Belakangan kita lihat pertambahan jumlah kelompok bersenjata Hamas bergerak dekat wilayah perbatasan yang dianggap biasa oleh sebagian orang. Diprediksi selain metode pertempuran yang diterapkan selama operasi militer Tebing Cadas, sayap militer Hamas, Al-Qassam akan berusaha mengilfiltrasi ke wilayah Israel atau pos militer atau membunuh Israel lebih banyak sebisa mereka.”

Ascharov menyinggung adanya trend baru yang akan terjadi dalam waktu dekat di wilayah perbatasan Gaza dimana sebagain pasukan Al-Qassam akan bergerak ratusan meter ke wilayah perbatasan sementara sebagian pasukan lainnya agar tetap berjaga di wilayah perbatasan dari bagian Jalur Gaza dan ada bagian ketiga pasukan yang melakukan latihan militer tertentu di wilayah sangat dekat dengan perbatasan seperti yang ada di dekat pemukiman Doget.

Ascharov memprediksi aktivitas Al-Qassam itu akan mengungkap bagaimana militer Israel berfikir. “Ada kemungkinan, aktivitas militer Al-Qassam akan menjadi biasa di mata Israel dimana posisi pasukan Al-Qassam hanya berjarak 300 meter dari perbatsan yang bisa sewaktu-waktu mengejutkan masuk ke wilayah Israel jika terjadi perang.”

Pelatihan militer Israel ini bisa jadi juga bertujuan menakuti Israel, tegas Ascharov. Hamas belakangan bukan saja melatih diri melepaskan roket atau serangan komando laut namun ada latihan infantry dan pertempuran di wilayah berpenduduk dalam lingkup latihan pleton atau brigade.

Jika serangan dalam bentuk pleton ke wilayah Israel maka hal itu akan banyak makan korban di kalangan pasukan Israel.

Ascharov melihat, Al-Qassam bergerak sesuai dengan konsep dan taktik militer modern. Analisi Israel bukan saja bicara soal inovasi Palestina yang terbatas. Menurutnya, logika militer Al-Qassam saat ini yang berkembang adalah bagaimana mereka melakukan invasi, menyerang dan ovensif untuk menguasai wilayah yang saat ini dikuasai oleh Israel. Al-Qassam diperkirakan akan menggerebek wilayah Israel di perbatasan Gaza. Jika ini terjadi maka mental Israel akan mengalami pukulan keras.

Analisi Ascharov bukan tanpa dasar. Ia memberikan data bahwa selama operasi Tebing Cadas, Al-Qassam melakukan operasi komando laut masuk ke wilayah Israel dan serangan melalui bawah tanah di wilayah Karem Abu Salim.

 

 Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Tahanan Palestina Khader Adnan Berada dalam Ambang Kematian

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tahanan administratif Khader Adnan yang pada hari berada di hari ke-54 mogok makan, kemungkinan akan menemui kematian, pengacaranya Jawad Boulus mengatakan pada hari Sabtu (27/06/2015)pagi.

Ratusan warga Palestina berbaris melalui kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat untuk mendukung Khader Adnan, sebagai tahanan Palestina yang telah melewati hari mogok makan ke-53. Sambil membawa spanduk tentang Adnan, peserta pawai melintas menuju Kubah Batu meneriakkan slogan-slogan dan menyerukan agar Adnan segera dibebaskan.

Sebuah spanduk berbunyi: "Kebebasan untuk tahanan mogok makan, Syeikh Khader Adnan."

Puluhan ribu warga Palestina berada di kompleks masjid untuk sholat Jumat kedua di bulan suci Ramadhan, saat Israel mengendurkan pembatasan akses dari Tepi Barat ke Yerusalem Timur.

Adnan, 37 tahun, mulai mogok makan hampir dua bulan lalu untuk memprotes praktek penahanan Israel, dimana warga Palestina bisa ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Adnan ditahan pada bulan Juli tahun lalu dan dijatuhi hukuman penahanan administratif untuk yang ke-10 kalinya dalam hidup.

Ini adalah kedua kalinya Adnan melancarkan mogok makan menentang praktek penahanan Israel. Dia melakukan setelah mogok makan selama 66 hari pada tahun 2012 – yang merupakan mogok makan terpanjang yang pernah dilakukan oleh warga Palestina di tahanan Israel.

Namun beberapa hari terakhir kesehatannya menurun tajam. Komite Palang Merah Internasional mengatakan pada hari Senin bahwa hidupnya "sangat berisiko."

Dokter mengatakan bahwa mereka semakin khawatir akan kesehatan Adnan yang mungkin akan habis secara tiba-tiba, menyebabkan "kematian mendadak." Pengacaranya Jawad Bolous mengatakan: "Setiap menit, setiap detik, setiap jam yang lewat membuat situasinya bertambah buruk."

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Al Emarah Studio Rilis Video “Pembebasan Dashti Archi”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan yang pemberani berhasil membebaskan dan benar-benar mengusir kehadiran musuh di dua kabupaten, Chahr Dara dan Dashti Archi, provinsi Kunduz utara pada pekan pertama Ramadhan yang diberkati.

Para awak media dari Al Emarah Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Kebudayaan Imarah Islam, menyajikan video dokumentasi pembebasan distrik Dashti Archi.

Video yang berdurasi  7 menit dan 2 detik ini berisi rekaman Mujahidin mengendalikan pos pemeriksaan musuh, mengibarkan bendera putih di atas bangunan sipil dan militer musuh. Sejumlah peralatan juga disita Mujahidin dari kepemilikan musuh.

Untuk melihat dan download video terbaru, silakan klik link di bawah ini:

https://archive.org/download/DashteArchi3gp/DashteArchi.3gp

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Mujahidin Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Uni Afrika, 50 Tentara Burundi Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) –  Mujahidin al Shabaab, cabang resmi al Qaeda di Somalia, dilaporkan menewaskan lebih dari 50 tentara Burundi yang ditempatkan di sebuah pangkalan Uni Afrika di kota Leego, Somalia selatan, The Long War Journal melaporkan Jumat (26/06/2015).

Pasukan Burundi adalah bagian dari AMISOM (African Union Mission in Somalia) atau Misi Uni Afrika di Somalia.

Basis Uni Afrika (AU) di Leego, yang terletak di timur laut ibukota Mogadishu, diserang tadi malam setelah seorang pembom istisyhad meledakan bom di dekat fasilitas. Setelah ledakan, tim penyerang al Shabaab berhasil masuk dalam kompleks, menewaskan puluhan.

The Guardian mengutip saksi yang mengatakan bahwa "sebanyak 50 mayat" ditemukan di markas setelah serangan. Laporan lainnya melaporkan jumlah mayat hampir mencapai 70 tentara Burundi. Menurut The Guardian, saat itu terdapat 100 tentara Burundi di pangkalan.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Shabaab di stasiun radio Al Andalus, yang berafiliasi dengan Faksi  jihad tersebut, mengatakan bahwa pasukannya mampu menyita banyak senjata ringan dan berat sebagai ghonimah.

Al Shabaab juga mampu mengambil kontrol penuh atas markas dan bendera Al Shabaab berkibar di atas markas.

Radio Al Furqan, stasiun lain yang terkait al Shabaab, mengatakan bahwa para mujahidin juga menguasai beberapa kendaraan dan memberikan  khotbah untuk warga sipil di dekatnya.

Satu pernyataan al Shabaab dari Radio Al Andalus menunjukkan bahwa serangan ini dilakukan oleh "Batalyon Syeikh Abu Zubair," yang diberi nama oleh amir al Shabaab yang gugur (syahid) dalam serangan pesawat tanpa awak AS tahun lalu.

Batalyon Syeikh Abu Zubair juga berada di belakang serangan terhadap pasukan Ethiopia pekan lalu di Somalia selatan. Lebih dari 60 tentara Ethiopia dikatakan tewas dalam serangan itu.

Al  Shabaab juga telah merilis beberapa gambar "penyergapan" pasukan Ethiopia.

Media pemerintah Somalia telah memperingatkan bahwa Shabaab merencanakan untuk meningkatkan serangan terhadap pasukan asing di Somalia selama bulan Ramadhan.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom