Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB, Ini Kata Bang Onim

GAZA (Jurnalislam.com) – Untuk pertama kalinya bendera Palestina dikibarkan di PBB setelah sebuah pidato disampaikan oleh Presiden otoritas Palestina Mahmoud Abbas kepada Majelis Umum PBB, Kamis (1/10/2015). Namun, bagi aktifis kemanusiaan asal Indonesia yang kini menetap di Gaza, Abdillah Onim, hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kondisi keamanan di Palestina.

"Sampai dengan pengibaran bendera Palestina di PBB, pembangunan pemukiman ilegal Yahudi tetap jalan. Sampai dengan pengibaran bendera Palestina di PBB, pembunuhan masih terjadi. Sampai dengan pengibaran bendera Palestina di PBB, masjid Al Aqsa masih dikuasai Israel, dilarang sholat bagi berusia dibawah 50th," kata Bang Onim.

Ia melanjutkan, bolduzer Israel juga masih beringas dalam menghancurkan rumah warga Palestina. "Bahkan warga Palestina disuruh bongkar rumah mereka sendiri dan harus bayar biaya pembongkarannya," lanjutnya.

Hingga saat ini, sejak delapan tahun lalu blokade Israel atas wilayah Gaza masih berlangsung dan petani Gaza masih harus berhadapan dengan maut ketika mereka akan menggarap lahan miliknya. "Karena selalu ditembak oleh militer Israel, lahan mereka digusur," ungkap Bang Onim.

Begitu juga nelayan Gaza, sampai dengan pengibaran bendera di markas PBB, nelayan gaza terus diserang oleh militer Israel.

"Perahu mereka ditembak oleh militer Israel dan disuruh berenang 5 km hingga kedaratan, perahu mereka dibakar," terang pria asal Ambon itu.

Namun demikian, Bang Onim berharap semoga Allah Swt memberi yang terbaik bagi Palestina dan masjid Al Aqsa.

Editor : Ally | Jurniscom

Militer Israel Tutup Semua Pintu Masuk Masjid Al Aqsa

GAZA (Jurnalislam.com) – Aktivis kemanusiaan Indonesia di Gaza Abdullah Onim melaporkan bahwa militer Israel telah menutup semua pintu masuk Masjid Al Aqsa, Kamis (1/10/2015).

"Pagi ini militer Yahudi Israel menutup semua pintu masuk masjid Al Aqsa, melarang kaum Muslimin melaksanakan sholat, hanya mengijinkan bagi mereka yang berusia 51th keatas," kata Bang Onim kepada Jurniscom, Kamis (1/9/2015).

Selain itu, ratusan warga Yahudi juga merangsek masuk ke dalam Masjid Al Aqsa dan membuat keributan di dalamnya dengan penjagaan ketat oleh tentara Israel.

"Militer Israel mendirikan pos-pos pemeriksaan di seluruh pintu masuk dan sekitar lokasi Masjid Al Aqsa dengan jumlah besar. Semua pintu Masjid Al Aqsa ditutup sebelum sholat dzuhur," lanjutnya.

Soal pengibaran bendera Palestina oleh PBB di New York, pria yang saat ini menetap di Gaza itu menilai hal tersebut hanya sekedar pencitraan.

"Pengibaran bendera hanya pencitraan diatas penderitaan rakyat Palestina. Dikibarkan atau tidak dikibarkan, perjuangan tetap dilanjutkan oleh pejuang Palestina," pungkasnya.

Editor : Ally | Jurniscom

Afiliasi Al Qaeda Suriah, Katibat al Tawhid wal Jihad Serang Pasukan Rusia di Latakia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Katibat al Tawhid wal Jihad (KTJ), faksi jihad yang baru saja secara resmi berjanji setia kepada Jabhah Nusrah pada tanggal 29 September, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap "kafir Rusia" di provinsi Latakia, The Long War Journal melaporkan, Rabu (30/09/2015).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs resmi nya, KTJ mengatakan bahwa, "serangan roket kami menyebabkan kerusakan serius bagi rezim Bashar al Assad dan "kafir Rusia" di pangkalan udara militer Hamim”. Pernyataan KTJ mengatakan roket itu diluncurkan oleh "kesatuan jihad di barat laut Suriah" yang merupakan sebutan bagi koalisi resmi dengan Jabhah Nusrah, dan bahwa mujahidin telah melakukan beberapa serangan ke arah pangkalan udara tersebut dengan roket Grad.

Pada pertengahan September, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan kedatangan pesawat tempur sarat dengan peralatan militer serta ratusan penasihat militer, ahli dan teknisi Rusiadi pangkalan udara Hamim.

Jabhah Nusrah adalah cabang resmi al Qaeda di Suriah. Ketika KTJ mengumumkan Baiat  (kesetiaan) nya ke Jabhah Nusrah pada tanggal 29 September, mereka secara khusus menegaskan bahwa Jabhah Nusrah"beroperasi sebagai sayap Al Qaeda di Suriah" .

KTJ mengatakan sangat penting untuk bersatu melawan "aliansi Safawi [Iran]-Amerika-Rusia“ .

KTJ memposting foto asli bersama dengan pernyatan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan roket terhadap pasukan Rusia. Brigade Al Qaeda tersebut tidak memberikan rincian tambahan.

Deddy |TLWJ | Jurniscom

 

 

Katibat al Tawhid wal Jihad Uzbek Janji Setia Kepada Jabhah Nusrah

SURIAH (Jurnalislam.com)Katibat al Tawhid wal Jihad (KTJ), sebuah faksi jihad yang beroperasi di Suriah utara dan sebagian besar anggotanya berasal dari Uzbek, merilis sebuah pernyataan janji Bai'at (setia) ke Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, kemarin di situs resminya, lansir The Long War Journal, Rabu (30/09/2015).

Pernyataan KTJ berbunyi,  "Untuk menang dalam pertempuran global, kita perlu menggabungkan kekuatan dan dukungan. Untuk tujuan ini, Katibat al Tauhid wal Jihad, dalam kegiatan kami saat ini di Suriah, telah berjanji setia kepada sayap Al Qaeda di Suriah. Kesetiaan ini diumumkan pada hari Selasa, 29 September 2015." KTJ juga menyalahkan Amerika Serikat dan Rusia yang melancarkan "perang global melawan Islam".

KTJ dipimpin oleh Abu Uzbek Saloh dan sebagian besar anggotanya berasal dari Uzbek dan wilayah Asia Tengah lainnya. Kemungkinan juga terdapat warga Suriah asli dalam jajarannya. Faksi jihad ini selalu di bawah arahan al Qaeda di Suriah, seperti yang ditunjukkan oleh berita di media dan kehadirannya di setiap medan pertempuran.  Syeikh Abdullah al Muhaysini, yang merupakan ulama dalam jajaran al Qaeda, muncul dalam sebuah video KTJ bersama Abu Ubayda al Madani, seorang etnis Uzbek yang menjabat Amir Sayfullah Shishani, yaitu Brigade Jabhah Nusrah yang didominasi etnis Chechnya.

Daerah operasinya mencakup provinsi Aleppo dan Idlib. Selama serangan Jisr al Shughur di Idlib awal tahun ini, KTJ sering beroperasi bersama Junud al Sham, yang dipimpin oleh, Muslim Shishani dari Chechnya, dan Partai Islam Turkistan sayap Suriah. Muslim Shishani memiliki sejarah panjang dengan al Qaeda yang berafiliasi dengan Imarah Islam Kaukasus (ICE). KTJ dikenal telah mengoperasikan setidaknya dua kamp pelatihan di Suriah. Mereka juga bergabung dengan operasi Ansar al Syariah di Aleppo yang dipimpin Jabhah Nusrah.

Janji kesetiaan mereka dinyatakan sepekan setelah Jaish al Muhajirin wal Ansar (JMWA), sebuah faksi jihad yang terdiri dari para pejuang asing, juga berjanji setia kepada Jabhah Nusrah.

Salahuddin Shishani, pemimpin JMWA asal Chechnya dan wakilnya diganti karena Shishani melanjutkan untuk memimpin cabang ICE di Suriah, dan bersumpah setia kepada amir ICE yang juga afilasi al Qaeda. JMWA sempat dipimpin oleh seorang mujahidn Tajik sebelum mujahidin Arab menggantikannya  sebagai Amir kelompok.

Janji setia kepada Jabhah Nusrah baru-baru ini terjadi pada saat al Qaeda melakukan reorganisasi dan meningkatkan jejaknya di provinsi Aleppo, di mana KTJ dan JMWA memiliki kehadiran yang kuat. Dengan demikian, jajaran Jabhah Nusrah terus membesar dengan para mujahidin asing.

Deddy | TLWJ | Jurniscom

 

Hamas Serukan Aksi Akbar Dukung Para Pejuang Al-Aqsha Jum’at Besok

RAMALLAH (Jurnalislam.com) –  Gerakan perlawanan Hamas di Ramallah mengajak masyarakat publik yang di kota-kota maupun desa bergabung dalam aksi rakyat untuk menunjukan protes keras atas apa yang terjadi di Al-Aqsha saat ini, besok Jum’at (02/10/2015) dan sebagai bentuk solidaritas terhadap para pejuang di Al-Aqsha, Infopalestina melaporkan, Rabu (30/09/2015).

Aksi akan dilaksanakan di depan Masjid Raya Al-Birah tengah kota Ramallah, diikuti berbagai gerakan dan faksi di Ramallah.

Disebutkan, akhir-akhir ini, berbagai tempat di Tepi Barat diwarnai berbagai gerakan rakyat yang terus bersambung dalam rangka solidaritasnya terhadap Masjid Al-Aqsha dan menolak rencana atau strategi Zionis Yahudi untuk membagi Al-Aqsha secara waktu, maupun tempat.

Sementara di Al Quds beberapa pemuda Palestina terluka akibat bentrokan dengan polisi Zionis tadi malam, sedangkan di Hebron 3 mobil hancur dan sejumlah serdadu Israel terluka.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Nonton Film G30 S PKI, Muchdi PR : Tidak Ada Lagi Komunis di Bumi Indonesia!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal TNI (Purn), Muchdi Purwoprandjono menyaksikan film pemberontakan G30 S PKI di kantor Pelajar Islam Indonesia, Menteng Raya, No. 58 Jakarta Pusat, Rabu malam (30/9/2015). 

Tujuan pemutaran film tersebut, menurut Muchdi, supaya bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah dan kekejaman PKI.

“Jangan melupakan sejarah lah, jangan lupakan kekejaman PKI. Berapa banyak nyawa yang dibantai oleh PKI pada saat itu," ujar Muchdi kepada wartawan.

Muchdi juga menjelaskan adanya upaya pemutarbalikan fakta tentang korban G 30 S PKI hingga desakan kepada pemerintah agar meminta maaf kepada keluarga PKI.

"Jadi sekarang itu yang berkembang adalah sepertinya PKI itu menjadi korban daripada G 30 SPKI. Tetapi sebaliknya kita bertanya, apakah umat Islam pada saat itu tidak menjadi korban. Kita melawan lupa, masalahnya jelas pemberontakan PKI pada saat itu, kenapa kok minta dilupakan. Malah suruh pemerintah meminta maaf. Gak ada ceritanya pemerintah minta maaf, udah jelas-jelas PKI yang memberontak," ungkap pria yang akrab disapa Muchdi PR itu.

Ia juga mendesak komnasham agar berlaku adil, tidak hanya dari satu pihak saja. "Mestinya kan mereka itu melihat semua secara jernih kejadian saat itu, jangan di satu pihak aja," tegasnya.

Soal ideologi komunis, Muchdi menegaskan bahwa ideologi PKI sangat bertentangan dengan Pancasila yang mewajibkan seluruh rakyat Indonesia untuk beragama.

"Kalau komunis kan udah jelas anti agama bahwa agama dianggap sebagai sampah daripada masyarakat, agama merupakan candu daripada masyarakat. Bagi saya no way! Tidak ada lagi komunis di bumi Indonesia!

Pemutaran film kekejaman partai berlambang palu arit itu dihadiri Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pemuda Islam Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM).

Reporter : Zul | Editor : Ally | Jurniscom

Bendera Palestina Pertama Kalinya Berkibar di PBB

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Bendera Palestina untuk pertama kalinya berkibar di PBB setelah sebuah pidato disampaikan oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas kepada Majelis Umum PBB.

Bendera dikibarkan di taman mawar pada pukul 1:00 waktu setempat (06:00 GMT) pada Rabu (30/09/2015), saat kerumunan besar diplomat dan wartawan berkumpul dan menyaksikan.

Berbicara kepada orang banyak, Abbas mendedikasikan upacara tersebut untuk "para martir, para tahanan dan yang terluka, dan untuk mereka yang mengorbankan hidup mereka ketika mencoba mengibarkan bendera ini".

Ratusan warga Palestina berkumpul di kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, menyaksikan pengibaran bendera pada layar besar yang didirikan di Yasser Arafat Square.

"Suasana meriah," reporter Al Jazeera Imtiaz Tyab melaporkan.

Setelah dikritik keras oleh Israel, langkah itu juga ditentang oleh Amerika Serikat.

"Pada intinya, peristiwa itu akan menghormati banyak orang Palestina yang dibunuh oleh Israel ketika mencoba menaikkan bendera di wilayah Palestina yang diduduki," katanya pada hari sebelumnya.

Majelis Umum menyetujui resolusi untuk menaikkan bendera dengan dukungan suara mayoritas pada 10 September, yaitu 119 suara mendukung, sementara 45 negara abstain dan delapan suara menentang, di antaranya Israel, Amerika Serikat dan Australia.

Seorang anggota PLO, Barghouti juga meminta kepemimpinan Palestina mengambil beberapa langkah untuk mengakhiri pendudukan Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Barghouti mengatakan otoritas Palestina harus "menyatakan akhir negosiasi dengan Israel karena negosiasi tidak akan pernah berakhir selamanya", dengan alasan bahwa Israel telah menggunakan proses perdamaian sebagai tabir asap untuk memperluas permukiman di wilayah yang diduduki demi "mengakhiri gagasan negara Palestina."

Setelah membatalkan Kesepakatan Oslo dan mengakhiri kerjasama keamanan dengan militer Israel, anggota PLO tersebut mengatakan bahwa kepemimpinan Palestina harus "mendukung perlawanan rakyat" dan "mendorong embargo dunia terhadap Israel".

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Mujahidin IIA Kuasai Ademi Militer di Dasht Abdan, 70 APC, 22 Tank, Ratusan Senjata berat dan 8 Pos Militer Direbut

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Pejabat melaporkan dari ibukota provinsi Kunduz mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam telah berhasil kuasai akademi militer di daerah Dasht Abdan, basis bernama 'Bacha Qalandar' di daerah Zar Khared dan 5 pos pemeriksaan yang terletak sepanjang  jalan dari Pul Alcheen hingga ke daerah Dasht Abdan, lansir El Emarah News, Rabu (30/09/3015).

Koresponden Al Emarah News memberitakan dari tempat kejadian mengatakan bahwa 70 APC dan kendaraan telah disita di akademi militer dan 4 APC di markas Bach Qalandar serta ratusan senjata berat dan ringan serta amunisi dan peralatan lainnya juga telah jatuh ke tangan Mujahidin.

Mujahidin Imarah Islam juga menguasai 22 tank dan kendaraan militer setelah bukit Bala Hisar yang menghadap Kunduz dan di Kunduz jatuh ke Mujahidin.

Menurut laporan lain, Mujahidin merebut 8 pos militer sepanjang jalan antara kota Kunduz dan kabupaten Abad Ali, menangkap 21 tentara musuh sementara dua kendaraan ranger dan sejumlah besar amunisi juga diambil dari musuh.

Serangan ini terjadi malam terakhir saat Mujahidin menyerbu empat pos tempur, bangunan PRT dan Kandak (batalion) dasar milik Pasukan Khusus dalam batas-batas Kunduz pangkalan udara.

Sejumlah besar tentara musuh juga tewas atau terluka dalam operasi Selasa malam.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Gereja Ortodok Rusia: Pertempuran di Suriah adalah “Perang Suci”

RUSIA (Jurnalislam.com) – Gereja Ortodoks kuat Rusia pada hari Rabu (30/09/2015) menyuarakan dukungan untuk keputusan Moskow melakukan serangan udara di Suriah terhadap pejuang Suriah, menyebutnya sebagai "pertempuran suci" (baca perang salib,red).

"Pertarungan dengan terorisme adalah pertempuran suci dan hari ini negara kita mungkin menjadi kekuatan yang paling aktif di dunia pertempuran itu," kata kepala departemen urusan publik Gereja, Vsevolod Chaplin, dikutip oleh kantor berita Interfax.

Chaplin secara eksplisit mengatakan Gereja mendukung keputusan Rusia menurunkan kekuatan udara di Suriah untuk menyerang.

"Keputusan ini sesuai dengan hukum internasional, mentalitas bangsa kita dan peran khusus yang selalu dimainkan negara kita di Timur Tengah," kata Chaplin.

Chaplin mengatakan dewan yang mewakili agama utama Rusia – Kristen Ortodoks, Islam, Yahudi dan Buddha – akan merilis pernyataan bersama mengenai peran Rusia di Suriah.

"Dalam pernyataan ini, kami akan mendukung keputusan yang diambil oleh pemerintah kita," kata Chaplin.

Gereja Ortodoks Rusia, setelah bertahun-tahun penindasan di bawah Soviet, telah kembali banyak mempengaruh dan membangun hubungan dekat dengan pemerintah meskipun terdapat pemisahan formal antara Gereja dan negara. Presiden Vladimir Putin secara teratur diberitakan menghadiri acara gereja.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Hadapi Mujahidin IIA di Kunduz, NATO Turunkan Pasukan Khususnya

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – NATO mengatakan pada hari Rabu (30/09/2015) bahwa pasukan khususnya mendukung pasukan Afghanistan di Kunduz setelah mujahidin Imarah Islam Afghanistan  (Taliban Afghanistan) merebut kota, memanfaatkan serangan balik dan menguasai bandara merupakan kemenangan terbesar mujahidin IIA dalam 14 tahun.

Pertempuran sengit sedang berlangsung di dekat bandara kota utara di mana pasukan pemerintah terdesak mundur, menandakan tantangan kuat yang ditimbulkan mujahidin IIA  setelah menguasai Kunduz dengan cepat.

Penguasaan kota Kunduz oleh Taliban – yang saat ini memasuki hari ketiga – menimbulkan pertanyaan  besar tentang kemampuan pasukan Afghanistan saat mereka bertempur melawan mujahidin IIA.

Bala bantuan Tentara Afghanistan  tersendat  saat serangan untuk merebut kembali Kunduz, serangan terhadap konvoi oleh mujahidin IIA  membuat jalan pasukan cadangan ke kota terhenti.

"Taliban telah meletakkan ranjau darat dan jebakan di sekitar Kunduz, memperlambat pergerakan konvoi bala bantuan tentara Afghanistan yang berusaha mencapai kota," kata seorang pejabat keamanan Afghanistan kepada AFP.

NATO mengatakan pasukan khusus asing telah mencapai kekuatan Kunduz dan AS telah melakukan tiga serangan udara di sekitar kota sejak Selasa untuk mendukung pasukan Afghanistan.

Pasukan terdiri dari tentara AS, Inggris dan Jerman, sumber militer Barat mengatakan kepada AFP tanpa menyebut nama, tanpa menyebutkan jumlah pasukan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom