Tanggapan Syaikh Abu Qatadah Al Palestini Terhadap Pidato Al Adnani

JURNALISLAM.COM – Setelah tersebar audio Al Adnani : Demi Allah tidak akan mendukung gerombolan ini kecuali dari kalangan orang-orang dungu, khawarij dan orang orang bodoh.

Kami berlindung kepada Allah dari kebodohan.

Kapankah manusia akan memahami perbedaan antara ahlus sunnah dan khawarij?

Mereka (ISIS) dahulu mengatakan : “kami tidak memerangi kecuali mereka yang memerangi kami” , namun kemudian mereka memerangi siapapun yang menyelisihinya, setelah itu gerombolan ini memerangi semua orang yang tidak mau masuk kepada kelompoknya, kemudian mereka membunuh siapaun yang tidak masuk daerahnya.

Dan sekarang mereka membunuh siapapun yang tidak masuk wilayahnya dengan pertobatan.

Lalu setelah semua itu kita mendengar orang dungu berteriak-teriak: “mana bukti bahwa mereka adalah khawarij?…”

Yang dimaksud tobat menurut mereka yakni mereka akan menguji tobat kalian berdasarkan kedunguan mereka, apakah benar atau dusta, apakah memenuhi syarat yang mereka tentukan ataukah tidak.

Yakni, wahai mujahid, selama kamu tidak berperang bersama mereka kamu akan diperangi sampai kamu sama seperti mereka dalam masalah takfir (ghuluw fie takfir) dan dalam menghalalkan darah.

Bukti yang paling nampak adalah mereka menuduh setiap orang yang tidak sependapat dengan mereka dengan tuduhan-tuduhan keji dan juga semua ulama yang menyelesihinya akan disematkan pula pada mereka tuduhan tuduhan-tuduhan keji

Wahai manusia jauhkanlah diri kalian dari pemahaman gerombolan ini

Gerombolan ini menganggap bahwa khilafah hayalannyalah yang menarik Amerika supaya masuk ke Irak dan Afghanistan.

Sesungguhnya orang yang sudah tidak memilik lagi rasa malu, seperti hal orang ini, dia menyangka sedang berbicara dengan seekor sapi dan bukan dengan manusia, sebab seandainya orang ini waras maka dia akan tahu diri siapakah yang sekarang bersama mereka ini dan siapakah gerombolan ini, akan tetapi kedunguan dan kesesatan telah masuk keseluruh lapisan mereka sehingga dia mengetahui apa yang dikatakannya.

Gerombolan ini menebar kabut hitam untuk menutupi semua kesesatan, kedunguan dan kekosongan mereka dari kebaikan dan petunjuk.

Janganlah tertipu dengan seruan bahwa mereka memerangi Amerika padahal umat islam telah memulai peperangan dengan Amerika sebelumnya dan juga sesudah keburukannya.

Gerombolan ini telah menuduh Hakimul Ummah seorang yang bijak, syaikh Aiman Al Zawahiri dengan tuduhan yang menghina padahal sesungguhnya dirinyalah yang hina.

Semua itu karena surat yang ditulis oleh syaikh yang di damnya berisi pernyataan dan sejarah, nasihat dan fakta-fakta berdasarkan penelitianya.

Kemudian geromboalan ini membuat pernyataan yang sama sekali tidak ada artinya kecuali hanya tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dan ungkapan-ungkapan yang menipu untuk menutupi kesesatan dan kebejatanya.

Lalu siapakah sebenarnya yang lebih layak mendapat julukan “orang dungu”?

Harus diketahui bahwa ketika gerombolan ini berbicara maka mereka berusaha menempatkan akal para pendengarnya sejajar dengan alas kaki mereka.

Sumber : https://twitter.com/sheikhabuqtadah/status/654037021388873728

Penerjemah: Abu Muhammad | Jurniscom

 

Pesawat Tempur Erdogan Tembak Jatuh Drone di Ruang Udara Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pesawat yang jatuh di dalam ruang udara Turki adalah sebuah drone, Menteri Luar Negeri Turki Feridun Sinirlioglu mengatakan dalam konferensi pers di Ankara, Jumat (16/10/2015).

Sinirlioglu mengatakan bahwa pesawat yang mengganggu tersebut ditembak jatuh 3 kilometer (1,86 mil) di dalam wilayah Turki, menambahkan bahwa asal usul pesawat belum diketahui.

Sebelumnya, militer Turki mengumumkan bahwa jet Turki pada hari Jumat menjatuhkan sebuah pesawat tak dikenal di dekat perbatasan Suriah setelah melanggar ruang udara Turki.

"Pesawat, yang tidak dapat ditentukan asal negaranya, ditembak jatuh oleh patroli jet Turki sesuai dengan aturan setelah gagal mengindahkan tiga peringatan," kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di situsnya.

Angkatan Bersenjata Turki melakukan tugasnya dengan mantap sesuai kerangka aturan, tambahnya.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus juga menegaskan, menambahkan bahwa Staf Umum Turki akan membuat pernyataan yang diperlukan beberapa jam berikutnya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan bahwa semua jet Rusia yang digunakan dalam serangan udara di Suriah kembali ke Pangkalan Udara Hmeymim dekat Latakia setelah menyelesaikan misi hari Jumat mereka.

"Drone Rusia terus melakukan penerbangan pengintaian mereka di langit Suriah seperti yang direncanakan," kata Konashenkov kepada wartawan di hari Jumat.

Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah sejak 30 September. Menurut Kremlin, serangan mereka ditujukan untuk mendukung rezim Assad – sekutu Rusia.

Namun Turki dan Barat menuduh Rusia menargetkan kelompok oposisi moderat di Suriah yang menentang Assad, yang banyak didukung oleh Ankara dan Washington.

Jatuhnya pesawat yang belum diidentifikasi Jumat kemarin terjadi setelah Rusia menyusup ke dalam ruang udara Turki dua hari berturut-turut pada awal bulan ini. Pada kesempatan kedua, jet F-16 Turki mencegat pasukan Rusia dan memaksa mereka mundur.

Insiden tersebut  menarik kritik di seluruh dunia, dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebutnya pelanggaran yang "tidak terlihat seperti kecelakaan".

Turki secara resmi memprotes serangan, yang oleh Moskow dikatakan terjadi karena "kondisi cuaca buruk".

Kementerian Luar Negeri Turki juga telah membuat permintaan kepada pejabat Rusia untuk mengunjungi Turki dan menjelaskan kepada pejabat Turki tentang pelanggaran baru-baru ini di perbatasan Turki-Suriah.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

20 Tentara Bayaran Termasuk Pasukan Nasional Afghanistan Bergabung Ke Taliban

PAKTIKA (Jurnalislam.com)Al-Emarah News, Jumat (16/10/2015) mengatakan 18 milisi Arbaki (tentara bayaran)  termasuk anggota dewan provinsi dan 2 tentara ANA (Afghan National Army) bergabung ke Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Kamis.

Mantan elemen anti-Mujahidin bergabung dengan Imarah Islam Mujahidin di distrik Khel Jani provinsi Paktika.

Di kawasan provinsi Gomal, dua pasukan musuh tewas dan tiga lainnya mengalami luka dalam konflik bersenjata dengan Mujahidin pada hari yang sama.

Dua tentara ANA menyerah kepada Mujahidin di distrik Dandyan provinsi Paktia pada hari Jumat.

Sedangkan di provinsi Baghlan utara Afghanistan sebanyak 12 tentara musuh tewas dan 18 lainnya luka-luka.

Dalam satu serangan, 5 tentara boneka tewas dan 9 orang lain luka-luka serta 3 lapis baja pengangkut personel hancur dalam pertempuran sepanjang hari di distrik Pol-e-Khomri provinsi Baghlan pada Kamis, sedangkan seorang Mujahid syahid dan dua lainnya terluka.

Di kawasan Burka, 7 tentara musuh tewas dan 9 lainnya terluka dalam pertempuran yang meletus pada hari Kamis. Dua tank lapis baja dan kendaraan militer hancur dalam bentrokan tersebut

Deddy | Shahamat | Jurniscom                                                                 

 

Analisa Barat: Taliban Kuasai dan Perjuangkan 70 Distrik di Afghanistan

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Taliban sekarang mengontrol 35 dari 398 kabupaten Afghanistan dan memperjuangkan 35 kabupaten lainnya, menurut informasi yang dihimpun oleh The Long War Journal. Data ini digunakan oleh The New York Times untuk membuat peta yang menggambarkan jangkauan Taliban di Afghanistan, lansir The Long War Journal, Jumat (16/10/2015).

Kami percaya bahwa Taliban mengontrol atau memperjuangkan jauh lebih banyak kabupaten lain daripada yang tercantum dalam peta. Laporan New York Times yang menyertai peta berisi beberapa hal berikut:

Taliban memiliki jejak yang signifikan di Afghanistan, menurut Bill Roggio, editor The Long War Journal, sebuah publikasi online yang melacak kontrol Taliban. Mr Roggio telah mengkonfirmasi bahwa sekitar seperlima dari negara dikendalikan atau diperebutkan oleh Taliban, namun berdasarkan pemahaman tentang bagaimana Taliban beroperasi, katanya, "mereka mungkin telah mengontrol atau sangat mengendalikan sekitar setengah dari negara."

Data kami menggarisbawahi pengaruh Taliban di daerah Afghanistan, khususnya di timur dan selatan, karena kami menggunakan laporan dari sumber lain untuk menentukan status kabupaten.

Saat Taliban mendapatkan kembali wilayah yang hilang selama intervensi asing pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2009-2012, AS berencana untuk mengurangi kehadirannya. AS saat ini memiliki kurang dari 10.000 tentara di negara itu. Obama berencana untuk menarik semua pasukan AS, dengan pengecualian menyisakan kekuatan untuk melindungi kedutaan Kabul, pada 2017. Kemarin, dengan memburuknya situasi di Afghanistan, Obama berbalik arah dan mengatakan bahwa 5.500 tentara akan tetap di negara tersebut pada akhir tugasnya di kantor kepresidenan. Mereka akan ditempatkan tentara di empat lokasi: Kabul, Bagram, Nangarhar, dan Kandahar.

Kami berpendapat bahwa sejumlah pasukan tersebut tidak cukup untuk menghentikan kemajuan Taliban. Taliban merebut ibukota provinsi Kunduz selama dua minggu dan puluhan kabupaten tahun ini, meskipun terdapat kehadiran 9.800 tentara AS di negara.

Taliban juga memberikan pernyataan bahwa kekuatan 5.500 AS tentara tidak cukup.

"Jika penjajah kalah perang di Afghanistan dengan kehadiran ratusan ribu tentara, harapan mereka membalikkan air pasang dengan lima ribu tentara juga merupakan impian sesat," kata Taliban dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Voice of Jihad.

Kami mengakui bahwa Taliban mengatakan hal yang benar.

 

Deddy | TLWJ | Jurniscom

Sepekan Perlawanan Rakyat Palestina Ekonomi Israel Rontok

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Pusat kajian Zionis di Al-Quds menyebutkan, selama sepekan kemarin, tujuh Zionis tewas dalam empat operasi perlawanan, satu di Tepi Barat dan tiga di Al-Quds menyebabkan  sektor ekonomi, Israel mengalami kerugian luar biasa akibat aksi-aksi ini. Transaksi bursa efek di Tel Aviv rontok, Infopalestina melaporkan, Jumat (16/10/2015)..

Menurut surat kabar; Tel Aviv 25 Indeks ditutup pada Selasa turun 1,13%, sedangkan Tel Aviv 100 Indeks turun lebih rendah mencapai 0,97%.

Perbankan juga mencetak indeks rendah 2,43%, sementara indeks sektor real estate menurun 1,97%.

Data resmi menunjukkan bahwa pariwisata Zionis di kota Al-Quds telah jatuh sejak awal bulan ini hingga 50%, pada saat sejumlah besar museum, restoran, hotel Israel mengeluh dengan kecilnya wisatawan yang datang untuk tujuan pariwisata eksternal dan internal. Semua usaha memburuk jatuh secara dramatis

Pusat kajian Al-Quds juga menyebutkan, terjadi 905 kali pelemparan batu di Gaza dan Tepi Barat serta jajahan 48. Yang paling sengit terjadi di Betlehem, Ramallah, Hebron, Lud, Yava, Ummu Fakhma, Thibah dan Akka.

Menurut laporan, jumlah orang terluka dari kalangan pemukim Zionis dan tentara di wilayah Palestina jajahan selama sepekan kemarin mencapai 162 orang luka. 13 diantaranya mengalami trauma akut, 17 orang dalam kondisi kritis dan 16 lainya masih tinggal di sejumlah rumah sakit.

Lembaga ini juga menyampaikan, jumlah operasi perlawanan dengan lemparan bom molotov dan granat tangan mencapai 375 kali. Paling banyak terjadi di Al-Quds, kemudian Betlehem dan beberapa wilayah Palestina lainya.

Dalam 13 hari intifadhah terjadi 30 kali aksi penembakan terhadap target-target Zionis. Terutama terjadi di Kamp Savet sebagai wilayah utama bentrokan senjata, disusul Ramallah, kemudian Nablus, Hebron dan lainya. Selem pekan kemarin terjadi 37 aksi penikaman atau rencana aksi penikaman.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Ustadz Abu Al Izz : Rusia Biang Lahirnya Komunis di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Salah satu orator dalam aksi unjuk rasa Jamaah Ansharusyariah Jakarta di depan Kedutaan Besar Rusia, ustadz Abu Al Izz, menegaskan bahwa Rusia adalah biang lahirnya komunis di Indonesia yang kemudian melahirkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Rusia telah menorehkan Indonesia dalam sejarahnya telah terjadi pertumpahan darah. Anda tahu PKI? Apa itu PKI? PKI adalah partai komunis, ini (Rusia-red) dia biangnya, ini biang lahirnya komunis di Indonesia," kata Abu Al Izz, Jumat (16/10/2015).

Abu Al Izz mengungkapkan sejarah PKI yang telah membantai umat Islam Indonesia. Karenanya ia menegaskan komunis untuk pergi dari Indonesia.

"Dahulu saudara-saudara kita umat Islam pernah dibantai oleh PKI. Apakah pantas PKI ada di Indonesia? Apa pantas Rusia ada di Indonesia? Hengkang Rusia, angkat kaki dari Indonesia!" tegasnya.

Abu Al Izz melanjutkan, saat ini komunis Rusia kembali melakukan pembantaian umat Islam dengan menyerang Suriah.

"Rusia tidak pantas ada di sini, Indonesia adalah negeri kaum muslimin. Hari ini merekakembali membantai kaum muslimin (Suriah-red). Apakah umat Islam ridho? Kalian adalah jagal, kalian adalah pembunuh! Hengkang dan angkat kaki dari Indonesia," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, ratusan massa Jamaah Ansharusyariah Wilayah Jakarta membakar bendera Rusia dan gambar presiden Vladimir Putin. Mereka juga membentangkan spanduk berisi penolakan serangan Rusia atas Suriah.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

 

Kecam Agresi Militer ke Suriah, Ansharusyariah Jakarta Demo Kedubes Rusia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari Jamaah Ansharusyariah Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Rusia, Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jum'at (16/10/2015). Kedatangan mereka untuk menunjukkan penolakan atas agresi militer Rusia ke Suriah membantu rezim Syiah Bashar Asaad.

"Kita datang kesini bukan untuk merengek kepada Rusia, akan tetapi kita datang kesini untuk menyatakan perang terhadap Rusia," tegas salah satu orator, Abu Bilal.

Massa juga membakar bendera Rusia dan gambar presiden Rusia, Vladimir Putin sebagai bentuk kemarahan mereka atas agresi negeri komunis itu yang telah memakan ribuan korban warga sipil Suriah.

"Pembakaran bendera dan gambar presiden kalian ini adalah bukti perang kita terhadap Rusia bukan main-main dan ini adalah pembelaan kita terhadap kaum muslimin," lanjut Abu Bilal.

Dalam aksi tersebut, Jamaah Ansharusy Syariah juga menyampaikan beberapa pernyataan terkait serangan Rusia atas Suriah. Diantaranya, mengutuk keikutsertaan Rusia dalam pembantaian warga Muslim Suriah dengan dalih apapun.

"Menghentikan segala propaganda perang terhadap kelompok yang mereka sebut teroris, namun pada kenyataannya hampir keseluruhan serangan ditujukkan kepada warga tak bersalah," tegas Amir Jamaah Ansharusyariah Jakarta, ustadz Haris Amir Falah.

Selain membakar bendera dan gambar presiden Rusia, massa juga membawa sejumlah spanduk berisikan kecaman dan ancaman terhadap negeri komunis tersebut. "Syam, kuburan bagi Rusia" tertulis pada salah satu spanduk,

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

 

Kini Ketakutan Melanda Warga Zionis Yahudi, Kemanapun Bawa Senjata Listrik

AL QUDS (Jurnalislam.com) –  Sejak meletusnya Intifadah Al-Quds awal bulan ini, dan meningkatnya serangan penikaman, para pemukim zionis mulai ketakutan saat bepergian di jalan, sehingga membuat mereka membawa tongkat dan senjata listrik untuk pertahanan, Infopalestina melaporkan, Kamis (15/10/2015).

Kementerian Dalam Negeri Israel memutuskan untuk meningkatkan jenis senjata yang bisa dibawa para pemukim yahudi.

Para pemukim pergi ke tempat kerja membawa pentungan kayu dan besi, dan beberapa kota mulai memberikan pelajaran Judo.

Saat ini Israel mengalami tekanan jiwa, seperti yang dirilis sejumlah media dan situs online Israel.

Koran Yediot Aharonot edisi Kamis ini merilis sejumlah gambar zionis yang berjalan membawa tongkat pentungan, seorang wanita zionis di bis membawa senjata kejut listrik, serta beberapa lainnya membawa semprotan cabe dan pentungan besi, serta gas air mata.

Beberapa hari terakhir operasi serangan meningkat di sejumlah kota, yang menewaskan 7 pemukim zionis, dan melukai sekitar 100 lainnya, berupa penikaman, penabrakan maupun penembakan.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Direktur CIIA: "Dalam Kasus Pembakaran Gereja di Aceh, Masyarkat Harus Pahami Berbagai Perspektif"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyikapi atas pembakaran rumah ibadah berupa gereja di di Desa Sukamakmur Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil pada hari Selasa, (13/10/2015), Harits Abu Ulya, Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA), mengatakan bahwa masyarakat harus memahami hal tersebut dalam berbagai perspektif.

Dalam keterangan yang disampaikan pada tim liputan Jurnalislam, Kamis (15/10/2015) beliau meyampaikan, kasus penyerangan, pembakaran serta pengrusakan terhadap rumah-rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menimpa kaum minoritas. Tetapi juga terhadap kaum mayoritas, dalam hal ini adalah umat Islam.

Harits Abu Ulya mengatakan,“Masyarakatkan tahu bahwa sebelum kasus di Aceh Singkil, pernah  terjadi pembakaran Masjid di Tolikara Papua.”

Tetapi sikap pemerintah atau penguasa selalu terasa kental tidak adil dan proporsionalnya. Pada kasus Aceh Singkil atas terbakarnya gereja, Presiden langsung merespon bahkan mendesak kepada Kapolri dan Menkopolhukam untuk menindak lanjuti intruksi atau respon presiden.

“Mayarakat di suguhi begitu cepatnya Kapolri mengatakan bahwa bentrokan yang terjadi di Aceh Singkil itu terencana. Hal ini berbanding terbalik ketika dihadapkan kepada kasus pembakaran Masjid dan penyerangangan di Tolikara Papua. Seolah pemerintah bahkan pak Presiden gagap untuk menyikapi. Banyak kata kata yang esensinya justru mengaburkan masalah sebenarnya,” lanjut Direktur CIIA.

 “Masyarakat beberapa waktu lalu di sajikan “mantra-mantra” untuk memanipulasi kejadian biadab dan intoleransi pada kasus Tolikara yang menimpa umat Islam,” pungkasnya.

Community Of Ideological Islamic Analyst berpendapat, media mainstream (sekuler) begitu semangat  menabuh genderang tentang intoleransi dengan bahasa terang terkait kasus gereja di Aceh Singkil. Bahkan memainkan simbiosis mutualisme para pemuja liberalisme dan pluralisme untuk menjadi narasumber menguatkan opini yang di konstruksi oleh media tersebut.

Reporter: Jarkawi | Editor: Deddy | Jurniscom

 

 

Imarah Islam Afghanistan Gelar Konferensi Pendidikan dan Pelatihan di Jowzjan

JOWZJAN (Jurnalislam.com) – Sebuah konferensi tentang pendidikan dan pelatihan diselenggarakan oleh departemen pendidikan Mujahidin Imarah Islam di distrik Mardyan provinsi Jowzjan utara, Al-Emarah News melaporkan, Kamis (15/10/2015).

Sejumlah besar guru Sekolah dan Madaris, ulama Syariah yang menonjol dan Mashaikh serta sejumlah besar mayarakat umum mengambil bagian dalam pertemuan itu.

Para peserta menyatakan kegembiraan dan kepuasan mereka mengenai standar pendidikan dan kemajuan yang dibuat oleh Mujahidin yang bersangkutan dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat.

Mereka menekankan kebutuhan pendidikan yang berkembang, dan ketersediaan pendidikan untuk generasi yang akan datang yang sadar akan nilai-nilai Islam Afghanistan dan konspirasi yang akan mereka hadapi di waktu yang akan datang.

Sementera di wilayah lain mujahidin IIA tetap melakukan serangan serangan ke kantong kantong musuh, di Uruzgan Sebanyak 5 pos pemeriksaan musuh telah dikuasai oleh Mujahidin setelah pengepungan panjang selama 5 hari dan bentrokan di daerah Yakhdan kabupaten Chahar Chino semalam. 38 orang bersenjata juga dilaporkan tewas, puluhan terluka dan sisanya terpaksa melarikan diri.

Daerah yang jatuh ke tangan Mujahidin tersebut dulunya merupakan pusat distrik Char Chino dan saat ini terdiri dari bazaar dan beberapa daerah strategis.

Wilayah itu merupakan jantung dan persimpangan utama kabupaten yang juga membuka jalan Hoshi Nawa, Kishi Nawa dan daerah Shah Manshad Nawa.

Kemudian di faryab Seorang petugas polisi – Faqeer Muhammad – warga kabupaten Maimana bertobat dari kesalahannya dan bergabung dengan Mujahidin di distrik Qaisar pagi ini.

Laporan mengatakan bahwa petugas polisi itu juga menyerahkan sebuah APC, 1 DShK, 1 senapan mesin berat, 1 senapan, 1 radio komunikasi dan peralatan lainnya untuk Mujahidin

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom