Taliban Gagalkan Gempuran Musuh Gabungan di Takhar dan Serangan Udara AS

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Pasukan gabungan Afghanistan berusaha melakukan serangan didukung serangan udara AS terhadap Mujahidin di Afghanistan utara, menyebabkan pertempuran sengit di provinsi Takhar di mana lebih dari 10 tentara musuh tewas, menurut laporan Al-Emarah News, Senin (30/11/2015).

Mujahidin Imarah Islam mencegat musuh di suatu daerah antara kabupaten Darqad dan Bangi, mengunci musuh dalam pertempuran mematikan yang berlangsung berjam-jam.

Sedikitnya 10 tentara musuh tewas dan puluhan dari mereka menderita kerugian fatal, sedangkan sisanya melarikan diri dari medan perang.

Tiga tank lapis baja musuh pun hancur.

Musuh yang tewas dan terluka dalam baku tembak dipindahkan dengan helikopter.

Kabupaten Darqad telah berada di tangan Mujahidin dan serangan musuh yang didukung oleh kekuatan udara AS sejauh ini berhasil digagalkan oleh Mujahidin.

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Dapat Dukungan Serangan Udara Rusia, Milisi Komunis PYD Berusaha Kuasai Barat Laut Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Rusia memberikan dukungan udara untuk milisi komunis PYD, afiliasi Suriah dari organisasi teroris PKK, yang memungkinkan PYD berusaha kendalikan atas wilayah yang terletak di antara kota-kota Suriah utara Azaz dan Jarablus dekat perbatasan dengan Turki, lansir Anadolu Agency, Senin (30/11/2015).

Setelah pesawat perang Rusia dijatuhkan Turki dari akibat melanggar wilayah udara pada 24 November, Rusia meningkatkan serangan udara yang memungkinkan PYD menguasai wilayah di daerah antara Azaz dan Jarablus – di mana Turki menginginkan dibentuknya "zona aman" bagi pengungsi Suriah.

Selama lima hari terakhir, PYD – dengan didukung serangan udara Rusia – telah menargetkan wilayah Azaz yang dikuasai koalisi pejuang Suriah.

PYD berharap untuk menghubungkan dua daerah di sekitar kota Afrin dan Ayn al-Arab, yang keduanya di provinsi Aleppo Suriah.

Kabupaten di utara Aleppo yang dikuasai pejuang koalisi Suriah, yaitu Deir Jamal, Maryaman, Malikia dan Ziara baru-baru ini menjadi sasaran serangan udara Rusia dan serangan oleh Pasukan Demokratik Suriah, sebuah kelompok payung YPG, sayap militer PYD.

Pada hari Ahad, sumber-sumber lokal mengatakan pejuang oposisi telah menguasai desa Kashtear dan Tanab di Aleppo utara menyusul pertempuran dengan PYD.

Pada bulan Juni, PYD berhasil memperluas wilayah di bawah kendali mereka setelah menguasai Tel Abyad – daerah yang terutama dihuni oleh orang-orang Arab dan Turkmen.

Namun untuk menggabungkan Ayn al-Arab dengan wilayah Afrin, PYD pertama-tama harus merebut kontrol atas daerah Jarablus yang dikuasai IS dan Azaz yang dikendalikan koalisi pejuang Suriah.

Sebelas hari setelah Rusia pertama kali meluncurkan serangan udara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov bertemu dengan wakil PYD di Paris.

Pada 21 Oktober, Bogdanov bertemu dengan ketua PYD yang lain, di Moskow.

Pertemuan itu diikuti oleh pengumuman bahwa kantor PYD akan segera dibuka di Moskow.

Pada tanggal 23 Oktober, Putin menyerukan rezim Assad dan PYD untuk bergabung melawan musuh bersama mereka.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Gelar Operasi Besar, Komando Militer Irak Minta Warga Sipil Ramadi yang Dikuasai IS untuk Ngungsi

IRAK (Jurnalislam.com) – Komando militer Irak mengatakan kepada warga sipil di Ramadi yang dikendalikan Islamic State (IS) untuk meninggalkan kota, tanda bahwa operasi besar kemungkinan akan segera dilakukan untuk merebut kembali ibukota provinsi, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (30/11/2015).

Pernyataan hari Senin, yang disiarkan di televisi pemerintah Irak, mengatakan warga sipil Ramadi diminta untuk meninggalkan kota dari selatan, dari daerah Himaira. Tidak ada instruksi atau rincian lebih lanjut yang diberikan.

Tidak jelas apakah operasi yang ditunggu-tunggu untuk merebut kembali Ramadi sudah dekat.

Aliansi yang dipimpin koalisi barat melakukan tujuh serangan udara di dekat Ramadi pada hari Sabtu, menargetkan IS, posisi kunci dan gudang senjata.

IS merebut Ramadi pada bulan Mei, setelah pasukan pemerintah meninggalkan pos-pos mereka. Ibukota provinsi provinsi Anbar terletak sekitar 115 km sebelah barat Baghdad.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Info Grafik: Rusia Targetkan Pejuang Anti Assad dan Warga Sipil di Suriah

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia di Suriah telah menargetkan pejuang oposisi anti Assad dan warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai oleh pasukan yang menentang rezim Nushairiyah Bashar al-Assad.

Rusia mengklaim bahwa mereka meluncurkan serangan sebagai bagian dari serangan kontra-terorisme terhadap Islamic State (IS).

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Senin (30/11/2015) bahwa menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pada 4 November pesawat tempur Rusia melakukan 1.631 penerbangan di Suriah dan menyerang 2084 target sejak operasi dimulai pada 30 September.

Pada bulan Oktober serangan udara Rusia difokuskan pada daerah sekitar Idlib, Hama, Homs dan Aleppo.

Sejak pekan kedua Oktober hingga akhir November, serangan udara terkonsentrasi di selatan Idlib, sekitar Aleppo dan di daerah yang dikuasai oposisi di wilayah Turkmen, Bayirbucak di pedesaan Latakia.

Dalam dua minggu terakhir, Maaret al-Numan di selatan Idlib diserang dengan pemboman berat Rusia, mengakibatkan puluhan kematian di pihak warga sipil.

Serangan juga telah menargetkan warga sipil di Kafr Hamra, hingga ke barat laut Aleppo, dan kota Al-Hadher.

Selama tiga pekan terakhir, serangan jet dan rudal yang ditembakkan dari kapal di Mediterania timur juga telah menargetkan wilayah Bayirbucak untuk mendukung pasukan darat rezim dalam memerangi milisi Turkmen.

Serangan, yang dimulai di desa Gimam, telah berlangsung selama 12 hari terakhir saat jet dan rudal Rusia menargetkan puncak gunung Acisu, Firinlik dan Kizildag yang strategis dan penting.

Menurut laporan terbaru dari Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, 263 warga sipil telah tewas oleh pasukan Rusia di Suriah.

Ribuan Turkmen baru-baru ini terpaksa melarikan diri dari serangan udara dan darat. Sekitar 2.000 tiba di Turki selatan selama beberapa hari terakhir.

Meskipun mendapat dukungan udara dari pesawat pembom Rusia, pasukan  Assad tidak mampu mengusir pejuang oposisi dalam posisi defensif.

Pada bulan Oktober, tentara rezim  Assad pindah ke tiga desa dan kota di utara provinsi Hama saat mengambil tiga kota di selatan Aleppo.

Pada bulan yang sama kekuatan koalisi pejuang Suriah  membuat keuntungan di Aleppo selatan, mengambil alih kota-kota Al-Huveyz, Karasi, Tileliyn dan Mermin dari tangan rezim Assad.

Pada awal November, pasukan koalisi pejuang Suriah menguasai kota strategis Murak di jalan yang menghubungkan Damaskus, Hama dan Aleppo.

Di bawah serangan udara berat, titik-titik strategis kunci Bayirbucak sering berpindah tangan antara pasukan Turkmen dan pasukan Assad.

Pejuang dari Jaysh al Fath atau disebut Tentara Penakluk (Army of Conquest) – koalisi pejuang Suriah yang memayungi faksi oposisi anti Assad di provinsi Idlib, Hama dan Latakia – kembali menguasai bukit-bukit dan desa-desa di sekitar dua kota yang dipegang rezim Syiah Nushairiyah Assad.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Organisasi Yahudi Minta Warga Kristen Diusir dari Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sekjen Komunitas Nasional Kristen di Tanah Suci, Demitri Delyani mengatakan, organisasi radikal Zionis, Lahava meminta agar warga Kristiani diusir dari Palestina historis, Infopalestina melaporkan, Senin (30/11/2015).

Permintaan ini muncul terkait sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan warganya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel terhadap para pemuda Kristen di bagian sebelah barat Al-Quds yang sedang memperingati Kelahiran Nabinya.

Ia menjelaskan, pemerintah Zionis pimpinan Benyamin Netanahu, bertangung jawab atas seruan rasis kelompok radikal yang senantias memberikan payung hukum kepada kelompok radikal seperti Lahava yang telah terbukti anggotanya terlibat dalam berbagai kasus pembunuhan terhadap bangsa Palestina.

Sementara di hari yang sama, sumber zionis mengatakan, pengadilan tinggi Zionis di Al-Quds membebaskan semua tuntutan terhadap pelaku aksi pembakaran terhadap bocah Muhammad Abu Khudair.

Hadir dalam sidang tersebut, ayah dari Muhammad Abu Khudair bersama sejumlah aktivis kemanusiaan dan juga para pengacara.

Pada 2 Juli 2014, bocah Muhammad Abu Khudair gugur syahid setelah diculik dan dibakar sejumlah pemukim Zionis yang dipimpin Yosef David.

Pengadilan Israel menolak tudingan terhadap terdakwa David yang telah membunuh dan membakar Abu Khudair. Ia juga takkan masuk penjara dengan alas an mengalami gangguan jiwa.

Menurut situs Israel mengatakan, terdakwa Yosef Hayem David (31 tahun) yang tinggal di pelosok kota Al-Quds melakukan kejahatanya dibantu dua remaja Israel yang belum cukup umur, masing-masing berumur 14 tahun. Namanya masih dirahasiahkan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Muhammadiyah Segera Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Majelis Tabligh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc, MA mengatakan Majelis Tarjih Muhammadiyah akan segera mengeluarkan fatwa kesesatan akidah Syiah. Fathurrahman mengungkapkan, ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa tersebut secara verbal.

"Kita berharap fatwa yang bersifat verbal berdasarkan penjelasan dari ketua Tarjih Bapak Prof. Dr. Syamsul Anwar itu bisa segera ditindaklanjuti dengan fatwa tertulis. Agar ke depan semua item-item yang membuat umat ini risau dan gamang tentang pokok-pokok akidah sesat Syiah bisa segera difatwakan," kata Fathurrahman usai menghadiri Mudzakarah Nasional Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di komplek Masjid Al Fajr Jl Cijagra, Bandung, Ahad (29/11/2015).

Bahkan, lanjutnya, fatwa tersebut saat ini sedang dibahas serius di Majelis Tarjih sebagai pemegang otoritas keagamaan tertinggi dari ormas yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tersebut.

"Otoritas keagamaan tertinggi bukan di PP (pengurus pusat-red) tapi di Majelis Tarjih. PP tidak boleh mengeluarkan keputusan keagamaan," imbuhnya.

Selain itu, untuk menunjukkan keseriusan PP Muhammadiyah dalam menghadang pergerakan Syiah, Fathurahman mengatakan Majelis Tabligh Muhammadiyah yang dipimpinnya akan membuat Manhaj Tabligh, yaitu panduan bagi seluruh juru dakwah Muhammadiyah yang salah satu isinya menjelaskan tentang permasalahan aliran-aliran menyimpang termasuk Syiah.

"Termasuk masalah Syiah, itu kita akan membuatkan panduan. Sehingga para mubaligh muhammadiyah se-Indonesia itu punya acuan yang sama. Dan itu sudah disetujui tinggal dilaksanakan," jelasnya.

Ally | Jurnalislam

Ini Alasan Muhammadiyah Akhiri Kerjasama dengan Iranian Corner

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Setelah dievaluasi, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah akhirnya memutuskan kerjasama dan menutup Iranian Corner yang ada di beberapa PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc, MA kepada wartawan di komplek Masjid Al Fajr Jl Cijagra, Bandung, Ahad (29/11/2015)

"Iranian corner di beberapa kampus memang menjalin kerjasama dan sebagian besar sudah dievaluasi dan tidak diteruskan," katanya usai menghadiri Mudzakarah Nasional Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS). 

Menurut Fathurrahman, komitmen awal kerjasama dengan Iranian Corner adalah untuk pusat kajian budaya saja. Tapi pada kenyataannya, Iranian Corner membawa misi-misi teologis Syiah yang sesat.

"Oleh karena itu, kami mengusulkan kepada pimpinan untuk tidak memperpanjang kerjasama tersebut dan sekarang memang sudah ditutup. Kecuali di beberapa PTM yang mereka masih meneruskan sampai massa MoU-nya berakhir," ungkapnya.

Ally | Jurnalislam

El Emarah Studio Rilis Video No 56: “Conquest of Kunduz”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Al Emarah Jihadi Studio, bagian dari Komisi Budaya Cabang Multimedia Imarah Islam Afghanistan menyajikan perilisan video baru (no. 56) yang brilian yang terdiri dari rekaman pembebasan kota Kunduz dan kabupaten sekitarnya, lansir El Emarah News, Ahad (29/11/2015).

Video ini adalah yang ke-3 dalam seri 'Umari Army' berjudul 'Conquest of Kunduz'.

Video ini berdurasi total satu jam dan tiga menit, dimulai dengan ayat-ayat Al-Quran dan pengarahan tentang operasi Mujahidin di pangkalan musuh di kota Kunduz.

Video kemudian menunjukkan rekaman penaklukan kabupaten Chahar Dara dan Dasht-e-Archi serta tahanan musuh dan rampasan perang (ghanimah).

Video ini dihiasi anasheed baru yang indah oleh Al-Faqir Muhammad haji Mullah Darwesh dan Mullah Muhammad Amin Haideri dan berakhir dengan pesan audio kecil dari penanggung jawab Jihad Kunduz, Mullah Abdul Salam Akhund.

Video bisa dilihat dan diunduh dari link yang disediakan di bawah ini:

Full HD
https://archive.org/details/UmariLashkar3FullHD
Download Link
https://archive.org/download/UmariLashkar3FullHD/Umari%20Lashkar-3-Full%20HD.mp4
 

Ponsel MP4
https://archive.org/details/UmariLashkar3MobileMP4
Download Link
https://archive.org/download/UmariLashkar3MobileMP4/Umari%20Lashkar-3-Mobile%20MP4.mp4
 

Ponsel 3GP
https://archive.org/details/UmariLashkar33GP.3gp
Download Link
https://archive.org/download/UmariLashkar33GP.3gp/Umari%20Lashkar-3-3GP.3

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Rusia Bom Pabrik Roti Milik Lembaga Bantuan Makanan Turki di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jet Rusia membom sebuah pabrik roti yang dibangun oleh lembaga kemanusiaan Turki pada hari Ahad (29/11/2015) di kota Idlib, barat laut Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Ahad.

Pabrik roti tersebut didirikan 16 bulan lalu oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) dan memproduksi sekitar 65.000 buah roti per hari melayani sekitar 40.000 orang, pejabat yayasan mengatakan.

Burak Karacaoglu dari kantor IHH Hatay di Turki, yang mengikuti kegiatan yayasan di Suriah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jet Rusia membom pabrik roti di Sarakib di daerah Idlib. Karacaoglu mengatakan tidak ada karyawan yang tewas.

Presiden IHH Bulent Yildirim bereaksi keras sambil mengatakan kepada Anadolu Agency: "Jika pabrik roti dan kamp diserang, itu berarti tujuannya adalah untuk menghilangkan semua rakyat Suriah."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Ini Hasil Mudzakarah Nasional ANNAS 2015

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar mudzakarah nasional di komplek Masjid Al Fajr Jl Cijagra, Bandung pada Ahad (29/11/2015) kemarin. Acara yang terdiri dari seminar dan sidang mudzakarah itu dihadiri oleh 300 ulama, tokoh masyarakat dan pengurus ANNAS dari seluruh cabang di Indonesia.

Dalam konferensi pers ketua ANNAS, KH Athian Ali menjelaskan beberapa poin pernyataan sikap. Diantaranya, penegasan kata "Anti" dalam "Anti Syiah" bukan berarti ANNAS mendukung radikalisme atau merupakan gerakan intoleran. "Melainkan sikap tegas umat Islam untuk mewaspadai akan penyimpangan dan bahaya ajaran Syiah bagi umat, bangsa dan negara," kata Kyai Athian kepada wartawan.

Kedua, mengingatkan umat dan pemerintah bahwa Syiah bukan semata sekte teologis, melainkan suatu gerakan politik denga ideologi imamah yang berpotensi membangun konflik dan membuat makar untuk merebut kekuasaan. 

Ketiga, ANNAS menilai Indonesia berada dalam posisi 'darurat Syiah'karena campur tagan dan intervensi keagamaan, budaya, ekonomi dan politik negara Syiah Iran.

"Karenanya presiden dan jajaran pemerintah harus lebih peka dan waspada terhadap gerakan ideologi transnasional Syiah dukungan Iran ini," tegasnya.

Keempat, ANNAS mendesak pemerintah untuk menutup atase kebudayaan kedubes Iran karena dinilai telah menyimpang dari tugas diplomatiknya dengan memberi dukungan pengembangan Syiah dengan dana, bantuan pendidikan, maupun lobi-lobi politik ke pusat kekuasaan.

"Investasi bisnis telah menjadi alat politik pula. Persona non grata kan diplomat Iran dari Indonesia," tegas Kyai Athian.

Kelima, awasi ketat bila perlu segera tutup dan bubarkan lembaga pendidikan, penerbitan dan yayasan-yayasan yang terafiliasi dengan faham sesat Syiah. "Karena membahayakan generasi muda dan masa depan keutuhan bangsa dan umat Islam di Indonesia yang berfahamkan ahlu sunnah wal jamaah," ujar Kyai Athian.

Keenam, mendesak MUI untuk meningkatkan hasil kajian tentang penyimpangan Syiah di Indonesia dengan segera mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syiah.

"Hal ini penting untuk dakwah penyadaran umat Islam yang terpengaruh oleh ajaran sesat Syiah. Dan bagi aparat penegak hukum untuk menindak pelaku penodaan agama oleh tokoh dan para pengikut Syiah," paparnya.

Ketujuh, meningkatkan umat dan pemerintah bahwa membiarkan ajara taqiyah (berdusta), la'nah (menghujar dan mencaci-maki) serta mut'ah (kawin kontrak) jelas-jelas menyimpang dan membahayakan karakter masyarakat bangsa.

"Ini adalah wujud dari gerakan radikal takfiri serta gerakan hate-speech penganut Syiah. Sedangkan kawin kontrak merupakan dasar kebebasan berzina dan kedok prostitusi," tandasnya.

Terakhir, ANNAS mendorong kementerian agama untuk bekerja sama intens dengan kementerian luar negeri dengan melakukan pengawasan kepada misionaris Syiah yang masuk ke Indonesia baik dari Iran, Irak, Afghanistan dan Libanon.

"Demikian juga dengan mengawasi para "pengungsi" Syiah di berbagai rumah detensi-imigrasi di Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu Kyai Athian juga mengumumkan pengembangan sayap organisasi ANNAS di Indonesia. 

"Berkaitan dengan pengembangan organisasi, telah disepakati pembentukan aliansi di beberapa wilayah Indonesia beserta organisasi otonomnya yang bergerak di berbagai bidang. Seperti pendidikan, baitul mal, pengembangan usaha, kebangsaan, hukum, dan kerja internasional," pungkasnya.

Ally | Jurnalislam