Kemarin, 28 Tahun dari Intifada Pertama Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Gelombang  aksi Palestina melawan represi Israel yang dimulai pada tanggal 9 Desember 1987, dikenal dalam sejarah sebagai Intifada Pertama. Intifada Pertama berlangsung sampai penandatanganan perjanjian Oslo 1993, lansir World Bulletin, Rabu (09/12/2015).

Penyebab langsung perlawanan adalah ketika sebuah truk tentara zionis diarahkan ke sekelompok orang Palestina di Jalur Gaza, menewaskan empat orang dan melukai tujuh lainnya. Sehari setelah insiden itu, warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur meledak melakukan perlawanan.

Meskipun protes dipicu oleh pembunuhan tersebut, perlawanan massa telah terjadi setahun sebelumnya setelah dua mahasiswa Gaza di Universitas Birzeit ditembak oleh tentara Israel di kampus pada tanggal 4 Desember 1986. Zionis Yahudi memberlakukan langkah-langkah hukuman yang kejam, melibatkan penangkapan, penahanan dan pemukulan secara sistematis para pemuda, mantan tahanan dan aktivis Palestina.

Keseluruhan Intifada adalah perlawanan terhadap represi zionis termasuk pemukulan, penembakan, pembunuhan, penghancuran rumah, pencabutan pohon, deportasi, perpanjangan masa tahanan, dan penahanan tanpa pengadilan.

Menurut Save the Children Fund, dalam dua tahun pertama Intifada Pertama, 7 persen dari seluruh anak di bawah umur Palestina terluka oleh tembakan, pemukulan atau serangan gas zionis. Selama Intifada yang berlangsung enam tahun lebih dari 1.000 warga Palestina tewas oleh Israel, lebih dari 120.000 ditangkap, dan ribuan lainnya luka-luka.

Korban dari rakyat Palestina membawa kecaman masyarakat internasional  secara luas pada Israel. Dewan Keamanan PBB Nomor 607 dan resolusi 608 ditujukan untuk mengakhiri deportasi Israel. Pada bulan November 1988, mayoritas negara di Majelis Umum PBB mengutuk tindakan Israel terhadap Intifada. Inisiatif Dewan Keamanan PBB berdampak kecil terhadap Israel karena sekutu terbesar Israel dalam masalah yang terjadi ini adalah Amerika Serikat yang diketahui sebagai pengendali PBB.

Intifada Pertama berakhir dengan penandatanganan Persetujuan Oslo, yang merupakan kesepakatan tingkat tinggi pertama antara wakil-wakil Israel dan Palestina.

Kesepakatan Oslo menandai dimulainya proses Oslo, proses yang diklaim sebagai usaha perdamaian yang ditujukan untuk mencapai perjanjian perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan dalam rangka memenuhi "hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri (merdeka)", namun belum terbukti hingga hari ini.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Di Kandahar 10 Pasukan Khusus Taliban Ulangi Kesuksesan 3 Tahun Lalu di Camp Bastion Helmand

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Serangan mengejutkan yang dilakukan 10 mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) hanya  dengan bersenjata senapan serbu AK-47 dan mengenakan seragam militer  mampu menembus keamanan super ketat di pangkalan militer AS Kandahar, operasi seperti ini pernah dilakukan 3 tahun lalu di Camp Bastion provinsi Helmand.

Pada serangan di pangkalan militer Kandahar, para pejabat Afghanistan mengatakan tim penyerangan Taliban pada awalnya masuk melalui salah satu pintu gerbang, kemudian mengambil posisi di sebuah sekolah, bazaar, dan bangunan lainnya di wilayah  bandara lalu menyerang ke pangkalan militer tersebut, lansir The Long War Journal Journal, Rabu (09/12/2015).

Bandara Internasional Kandahar berdekatan dengan Pangkalan Udara Kandahar, di mana lebih dari 2.000 pasukan AS dan NATO ditempatkan.

Ketika pasukan pencari syahid Taliban memasuki pangkalan udara AS, disambut dengan pertempuran sengit oleh pasukan NATO dan tentara Arbaki.

Seperti yang dilaporkan oleh El Emarah News sejauh ini Taliban telah menghancurkan 27 APC selama pertempuran, kemudian lebih dari 150 pasukan asing dan tentara bayaran Arbaki juga tewas dan terluka, pesawat – pesawat tempur yang diparkir di dalam pangkalan juga telah dibakar dan dihancurkan.

Pangkalan udara pasukan koalisi AS dan Afghanistan serta instalasi militer utama lainnya sering menjadi target mujahidin  Taliban selama beberapa tahun terakhir.

Serangan yang paling spektakuler  terjadi di Camp Bastion di provinsi Helmand tiga tahun lalu, pada 14 September 2012.

Sebuah tim khusus Imarah Islam Afghanistan, 15 mujahidin Taliban menembus perimeter di pangkalan udara terbesar AS, menghancurkan enam jet tempur canggih USMC Harriers dan sedikitnya merusak dua pesawat tempur lainnya, menghancurkan sejumlah besar kendaraan militer, lalu berhasil membunuh komandan NATO dan sersan skuadron AS beserta belasan anak buahnya.

Empat belas dari 15 pasukan khusus Taliban syahid, sementara yang satu terluka dan ditangkap, lansir TLWJ.

Taliban juga sering meluncurkan serangan istisyhad terhadap militer AS, polisi Arbaki, di lembaga pemerintah Afghanistan termasuk DPR, pengadilan, dan hotel serta  restoran yang sering dikunjungi oleh para penjajah, pejabat pejabat asing dan tokoh elit Afghanistan.

 

Deddy | Jurnalislam

 

 

 

 

 

Jabhah Nusrah Bersama Syeikh Abu Muhammad al Jaulani Akan Adakan Konferensi Pers

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah mengumumkan bahwa amirnya, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, akan segera muncul pada konferensi pers. Pengumuman ini diposting di salah satu feed Twitter resmi Jabhah Nusrah sebelum hari ini bersama dengan foto di atas. Syeikh al Jaulani ditunjukkan pada gambar dengan membelakangi kamera, lansir The Long War Journal, Rabu (09/12/2015).

Syeikh al Jaulani secara konsisten dikaburkan wajahnya dari pandangan publik. Ini adalah standar prosedur keamanan yang ia dan komandan Al Qaeda lainnya lakukan, karena hal itu membuat lebih sulit bagi musuh untuk melacak mereka.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera awal tahun ini, misalnya, wajah Syeikh al Jaulani ditutupi saat ia menghadapi wartawan yang menanyainya. Syeikh al Jaulani ditanya mengapa ia tidak menginginkan masyarakat melihat dia dan komandan Jabhah Nusrahtersebut menjawab bahwa ia diburu oleh seluruh badan intelijen Barat dan musuh-musuh lainnya. 

Jabhah Nusrah adalah cabang resmi al Qaeda di Suriah. Baik AS dan sekutunya serta PBB telah mengklaim Jabhah Nusrah sebagai organisasi teroris berbahaya.

Oleh karena itu, Jabhah Nusrah tidak diundang untuk menghadiri pertemuan besar kelompok oposisi moderat Suriah pekan ini di Arab Saudi.

Waktu yang dipilih untuk konferensi pers Syeikh al Jaulani, tampaknya untuk merespon pertemuan yang disponsori Saudi tersebut.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Tank-tank Israel Mulai Menyerang Jalur Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Tank-tank pasukan penjajah Zionis bersama buldoser-buldoser militer pada hari Selasa (08/12/2015) malam melakukan infiltrasi militer di utara Jalur Gaza. Mereka melakukan pembuldoseran lahan dekat gerbang Beit Hanun “Erez” di utara Jalur Gaza, lansir Infopalestina, Rabu (09/12/2015).

Sumber di lapangan menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan militer penjajah Zionis masuk hingga seratus meter dekat gerbang Beit Hanun. Buldoser-buldoser Zionis melakukan aksi pembuldoseran lahan di barat pagar perbatasan.

Disebutkan bahwa pasukan penjajah Zionis melakukan serangkaian pelanggaran sejak penandatanganan pejanjian gencatan antara gerakan perlawanan Palestina (Hamas) di Jalur Gaza dengan penjajah Zionis pada 26 Agustus 2014, pasca agresi terakhir Zionis ke Jalur Gaza.

Juga pada hari Selasa, konfrontasi sengit meletus antara pemuda Palestina dan pasukan penjajah Zionis di gerbang utara kota Betlehem yang dikenal dengan masjid Bilal bin Rabah. Pasukan penjajah Zionis menggunakan senjata api dan meriam gas air mata untuk membubarkan para pemuda.  

Direktur Pertolongan Pertama dan tim medis Palestina Muhammad Iwad mengatakan bahwa tim medis telah memberikan pertolongan pertama kepada sekitar 70 warga yang terluka dalam konfrontasi yang terjadi di utara Betlehem.

Iwad menjelaskan, dua pemuda terluka tembak timah panas dan tujuh lainnya terluka tembak peluru karet. Mereka semua dilarikan ke rumah sakit pemerintah di Beit Jala. Dia menyatakan sebanyak 61 orang mendapatkan pertolongan medis di lapangan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Taliban: Pertempuran Masih Berlanjut, Pesawat Dibakar, 27 APC Hancur, Ratusan Tentara Tewas

KANDAHAR (Jurnalislam.com) –  Para pejabat melaporkan dari Kandahar mengatakan bahwa pertempuran yang pecah pada hari  Selasa sore (08/12/2015) kemarin, ketika pasukan pencari syahid Imarah Islam Afghanistan (Taliban) memasuki pangkalan udara AS di Kandahar tanpa terdeteksi dan terlibat pertempuran sengit dengan pasukan koalisi penjajah dan pasukan bayaran berlangsung hingga siang tadi, El Emarah News melaporkan, Rabu (09/12/2015).

Seorang pasukan pencari syahid Taliban berbicara melalui telepon mengatakan pertempuran terus berlangsung sepanjang malam melawan pasukan musuh. Musuh melakukan 7 serangan tetapi selalu mengalami kekalahan. Pada pukul 03:00 mereka menggunakan gas kimia tetapi segala puji hanya bagi Allah, serangan itu tidak membahayakan Mujahidin.

Sementara pasukan penjajah AS melancarkan serangan skala besar yang sama sekitar satu jam kemudian tetapi gagal dan menewaskan sejumlah pasukan penjajah.

Sejumlah pria bersenjata juga dilaporkan telah tewas di dalam kantor komandan Angkatan Udara Gulalai.

27 APC sejauh ini telah dihancurkan selama pertempuran, kemudian lebih dari 150 pasukan asing dan tentara bayaran mereka juga tewas dan terluka, pesawat – pesawat tempur yang diparkir di dalam pangkalan juga telah dibakar dan dihancurkan.

Rincian lebih lanjut tentang situasi pertempuran akan diperbarui saat informasi tiba.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Iran Uji Rudal Balistik, Langgar Resolusi PBB

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran menguji rudal balistik jarak menengah baru mereka bulan lalu dan melanggar dua resolusi Dewan Keamanan PBB, dua pejabat AS mengatakan pada hari Senin (07/12/2015), lansir Al Arabiya News Channel, Selasa (08/12/2015).

Para pejabat, keduanya berbicara dengan syarat anonim, mengatakan tes diadakan pada November 21. Salah satu dari mereka mengatakan rudal itu meluncur dari wilayah Iran.

Situs Fox News sebelumnya pada hari Senin mengutip sumber intelijen Barat yang mengatakan tes itu diadakan di dekat Chabahar, sebuah kota pelabuhan di dekat perbatasan Iran dengan Pakistan.

Semua tes rudal balistik Iran yang dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan tahun 2010 masih berlaku sampai kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia diimplementasikan.

Berdasarkan kesepakatan pada 14 Juli, sebagian sanksi terhadap Iran akan dicabut ditukar dengan pembatasan pada program nuklirnya. Menurut resolusi 20 Juli yang mendukung kesepakatan itu, Iran masih dihimbau untuk menahan diri mengaktifkan rudal balistik yang dirancang untuk memberikan senjata nuklir selama delapan tahun.

Pada bulan Oktober, Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman menyerukan komite sanksi Dewan Keamanan bagi Iran untuk mengambil tindakan terhadap uji coba rudal oleh Teheran bulan itu karena melanggar sanksi PBB. Sejauh ini, tidak ada tindakan yang telah diambil oleh panitia.

Beberapa diplomat Dewan Keamanan mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menerima pemberitahuan resmi mengenai dugaan pelanggaran sanksi PBB yang baru terhadap rudal Iran sejak pemberitahuan bulan Oktober. Para diplomat berbicara pada kondisi anonimitas.

 

Deddy | Alarabiya | Reuters | Jurnalislam

Mesir Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut, 21 Pekerja Palestina Hilang

GAZA (Jurnalislam.com) – Tujuh pekerja Palestina dari 21 yang hilang pada Selasa pagi (08/12/2015) diselamatkan dan 14 orang lainnya diumumkan "hilang" di sebuah terowongan di timur kota Rafah di perbatasan Gaza-Mesir, yang ditenggelamkan oleh tentara Mesir dengan air laut, Palestine News Network melaporkan, Selasa.

Menurut Pasukan Bela Sipil (the Civil Defense Forces) di Gaza, terowongan Gaza banjir  karena Mesir memompa air laut ke dalamnya.

Total 21 pekerja hilang dalam terowongan. Tujuh dari mereka berhasil diselamatkan, sedangkan proses menemukan 14 orang lain masih berlangsung.

Militer Mesir telah menghancurkan 20 terowongan yang baru didirikan sepanjang November, rezim Mesir berdalih bahwa mereka perlu mempertahankan diri dan perbatasannya dari "serangan Hamas" di gurun Sinai, yang menyebabkan kematian puluhan tentara Mesir.

Rezim Mesir kendalikan hanya persimpangan non-Israel ke Gaza, yang telah ditutup sejak serangan Israel tahun lalu, dan dibuka untuk hari-hari tertentu saja.

Setelah 100 hari penutupan, Mesir membuka titik penyeberangan selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, untuk ribuan orang yang terjebak di dalam Gaza yang diblokade oleh Israel atau di sisi Mesir.

Deddy | PNN | Jurnalislam

Assad Akui Persenjatai Milisi Komunis PYD Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Bashar al Assad telah mengakui rezimnya menyediakan senjata untuk PYD, cabang organisasi teroris Komunis PKK di Suriah, lansir Anadolu Agency, Selasa (08/12/2015)

Dalam pernyataan yang dibuat selama wawancara khusus dengan harian Inggris, The Sunday Times, Assad menyatakan seperti dikutip, "Kami mengirim mereka (PYD) persenjataan, karena mereka adalah warga Suriah, dan mereka ingin memerangi pemberontak".

Menurut teks lengkap wawancara, yang juga diterbitkan oleh kantor berita resmi Suriah kemudian, Assad mengatakan rezim memiliki dokumen untuk membuktikan dukungannya bagi kelompok-kelompok bersenjata seperti PYD.

"Kurdi memerangi pemberontak bersama dengan tentara Suriah, di wilayah yang sama … Mereka didukung terutama oleh tentara Suriah, dan kami memiliki dokumen.

"Kami mengirim mereka persenjataan, karena mereka adalah warga Suriah, dan mereka ingin memerangi pemberontak. Kami melakukan hal yang sama dengan banyak kelompok lain di Suriah, karena Anda tidak dapat mengirim tentara untuk setiap bagian dari Suriah. Jadi, bukan hanya orang-orang Kurdi. Banyak warga Suriah lainnya melakukan hal yang sama," katanya.

Tentang rencananya untuk tinggal di helm, Assad mengatakan bahwa ia mungkin mencalonkan diri sebagai presiden jika ada pemilihan sebelum 2021 ketika masa jabatan presiden itu berakhir, bersikeras bahwa itu adalah haknya untuk melakukannya sebagai warga negara Suriah.

"Ini adalah tentang proses politik. Jika proses ini disepakati, maka saya memiliki hak untuk mencalonkan diri dalam pemilu seperti warga Suriah lainnya … Pokoknya, itu adalah awal untuk berbicara tentang ini, karena seperti yang Anda tahu, proses ini belum disepakati, "katanya.

Assad juga berbicara tentang pentingnya peran Rusia dan Iran dalam perang global di Suriah dan menantang klaim yang menyatakan bahwa rezimnya akan runtuh jika tidak ada dukungan seperti itu.

"Peran Rusia sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan pada kedua arena militer dan politik di Suriah. Tetapi untuk mengatakan bahwa tanpa peran ini, pemerintah atau negara Suriah akan runtuh, adalah hipotetis.

"Sejak awal konflik di Suriah, ada taruhan akan runtuhnya pemerintah. Pertama, dalam beberapa minggu, lalu beberapa bulan dan kemudian beberapa tahun. Setiap kali itu adalah angan-angan yang sama.”

"Apa yang pasti adalah bahwa dukungan Rusia untuk rakyat dan pemerintah Suriah dari awal, bersama dengan dukungan Iran yang kuat dan gigih, telah memainkan bagian yang sangat penting dalam ketabahan negara Suriah dalam memerangi pemberontak," katanya.

Tentang kemungkinan dialog dengan Arab Saudi, ia tidak menutup kemungkinan opsi tersebut, 

"Tidak, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik … Jika mereka siap dan bersedia untuk mengubah kebijakan mereka, khususnya yang berkaitan dengan Suriah, kami tidak memiliki masalah untuk bertemu dengan mereka," tambahnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pasukan Irak Klaim Rebut Kembali Ramadi dari Islamic State

IRAQ (Jurnalislam.com) – Pasukan pemerintah Irak, Selasa (8/11/2015) merebut kembali sejumlah besar wilayah di sisi barat daya Ramadi dari Islamic State (IS), yang menyerbu kota pada bulan Mei, kata para pejabat, lansir World Bulletin, Selasa.

"Hari ini, pasukan kami benar-benar berhasil membersihkan daerah Al-Tameem setelah pertempuran sengit melawan pasukan bersenjata Daesh (IS)," Sabah al-Noman, juru bicara layanan militer Irak, mengatakan kepada AFP.

Pejuang IS "tidak punya pilihan kecuali menyerah atau melawan dan mereka benar-benar hancur," kata Noman.

Mayor Jenderal Hadi al-Irzayij, kepala polisi Anbar, mengtakan bahwa Al-Tameem telah direbut kembali seperti yang telah dilaporkan Brigadir Jenderal Yahya Rasool, juru bicara Operasi Komando Gabungan.

Pasukan Irak membersihkan bom yang ditanam oleh IS di Al-Tameem, yang berbatasan dengan sebuah cabang Sungai Efrat yang membagi daerah kekuasaan IS tersebut.

IS mengambil alih sebagian besar Irak pada bulan Juni 2014, termasuk wilayah utama di Anbar, yang membentang dari perbatasan dengan Suriah, Yordania dan Arab Saudi dan Baghdad di Barat.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

 

Erdogan Kecam Pembakaran Masjid Era Ottoman Oleh Milisi Komunis PKK

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat mengutuk serangan pembakaran terbaru terhadap masjid era Ottoman oleh organisasi teroris PKK di provinsi Diyarbakir di tenggara Turki, lansir Anadolu Agnecy, Selasa (08/12/2015).

Dalam sambutannya kepada pemerintah daerah dalam pertemuan di istana presiden di ibukota Ankara pada Selasa, Erdogan mengatakan, "Aku memanggil orang-orang dari daerah, organisasi teroris menargetkan materi dan eksistensi spiritual … Lindungi Iman Anda."

Masjid era Ottoman abad ke-16, Fatih Pasa, rusak parah dalam kebakaran di Diyarbakir, Senin. Kantor gubernur regional mengatakan teroris PKK membakar masjid saat pasukan keamanan beroperasi memasuki kawasan Fatih Pasa.

"Pintu dan jendela masjid dibakar, dan dinding rusak oleh api yang disulut oleh anggota organisasi teroris," kata kantor gubernur regional dalam sebuah pernyataan.

Erdogan menyerukan orang Kurdi di Turki tenggara untuk membuang organisasi teroris PKK dari daerah mereka.

"Anak-anak adalah masa depan Anda, lindungi anak-anak Anda. Kebebasan adalah hak Anda! Lindungi kebebasan hidup Anda, kebebasan wisata, ibadah, perdagangan dan kebebasan politik Anda," katanya.

"Bantu negara membuang organisasi PKK dari jalan Anda, lingkungan,  dan kota Anda," kata Erdogan, menambahkan, "Anda sudah seharusnya melihat bahwa organisasi separatis ini tidak memiliki kesamaan dengan negara ini, bangsa ini dan terutama dengan nilai-nilai Anda."

Presiden mengatakan bahwa bahkan jika organisasi teroris tersebut berdiri melawan negara Turki seribu kali, Turki mampu menghancurkan.

Dia mengatakan bahwa sebuah organisasi yang membakar masjid tidak memiliki tempat dalam sejarah umum dan masa depan bersama.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu juga mengecam serangan itu, mengatakan bahwa bangunan bersejarah Turki berada dalam risiko kerusakan akibat tangan-tangan barbar yang merupakan musuh dari budaya, agama dan sejarah Islam".

Masjid Fatih Pasa terletak di daerah Diyarbakir yang berada dalam aturan jam malam sejak 2 Desember. Selama jam malam tersebut, teroris PKK biasanya menegakkan barikade dan menggali parit untuk menjaga pasukan keamanan memasuki lingkungan.

Sejak Juli, angka resmi menunjukkan bahwa lebih dari 195 anggota pasukan keamanan telah tewas dan lebih dari 1.700 teroris PKK telah tewas dalam operasi di Turki dan Irak utara, termasuk serangan udara.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam