Polri Harap Muhammadiyah Terdepan Lawan Hoaks

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakabaintelkam Polri Irjen Pol. Suntana mengatakan, beredarnya berita bohonh atau hoaks sering menyebar bersamaan dengan tahun politik dan membawa potensi berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia diharapkan menjadi pionir untuk melawan hoaks ini.

“Kami sangat berharap Muhammadiyah mengambil peran paling depan dalam melawan hoaks,” ungkapnya dalam acara seminar berjudul “Prahara Suriah: Hoax, Media Sosial, Perpecahan Bangsa” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Dalam acara yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiyah ini, Suntana berpesan agar masyarakat Indonesia sama-sama belajar dan mengaca pada pengalaman Suriah yang hancur akibat hoaks.

“Indonesia seksi karena negara dengan penduduk muslim terbesar,” ujar Suntana menceritakan pengalaman bertabayun kepada para tokoh agama dan pemerintahan di Suriah selama sepekan.

Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto mengatakan, berita bohong ini juga diproduksi oleh pihak yang berbicara tanpa latar belakang kompetensi yang sesuai.

Masih ditempat yang sama, wakil ketua MPI PP Muhammadiyah Edi Kuscahyanto menjelaskan, informasi yang tidak diimbangi dengan daya kritis akan mudah menyebar tanpa ada proses verifikasi.

Untuk mencegah hal tersebut, MPI bersama Majelis Tarjih telah membuat kode etik bagi netizen atau warganet Muhammadiyah.

Moms, Begini Mengatasi Demam Anak Ala Rasul

JURNALISLAM.COM – Musim hujan masih terjadi, meski tahun baru saja berganti. Anak-anak biasanya sering terkena demam, baik disebabkan karena anak sedang dalam kondisi kelelahan ataupun disebabkan oleh daya tahan tubuhnya yang sedang kurang baik.

Bagi seorang ibu baru atau bahkan yang telah dikaruniai beberapa orang anak pun, kekhawatiran menghadapi anak yang demam masih saja ada.

Bagaimana agar mengatasi kekhawatiran yang berlebihan saat anak demam? salah satunya adalah dengan mencari tahu pengetahuan terkait demam anak.

Demam bukanlah suatu hal buruk yang terjadi pada tubuh kita, karena menurut laporan yang ditulis di Harvard Health Publication, demam menandakan tubuh sedang bekerja melawan infeksi.

Dr. Mirriam Stoppard, anggota Royal College of Physicians London dalam websitenya Miriam Stoppard.com mengatakan, meski demam adalah sebuah tanda yang baik untuk mengetahui kondisi kesehatan tertentu, jangan sampai suhunya meningkat terlalu tinggi.

Apalagi bagi anak-anak, suhu yang tinggi akan menyebabkan ketidaknyamanan dan iritasi.

“Pada bayi dan balita, demam dengan suhu tinggi menimbulkan risiko kejang,” ujarnya.

Moms, demam itu sendiri disebabkan oleh infeksi, seperti flu, pneumonia, keracunan makanan, dan infeksi saluran pencernaan.

Penting untuk mengetahui cara mengatasi demam.

Demam juga bisa disebabkan kondisi lainnya dari penyakit yang menyebabkan peradangan, misalnya rheumatoid arthritis, reaksi obat atau vaksin, dan bahkan jenis kanker tertentu.

Cara Rasul Obati Demam

Tidak sedikit orang yang kini berusaha menghindari obat-obatan kimia saat mereka sakit. Mereka beralih kepada herbal yang diyakini lebih aman dalam jangka panjang.

Madu, habbatusauda dan minyak zaitun bisa menjadi alternative pengganti obat yang sangat dianjurkan.

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, didalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia” (QS. An-Nahl-69).

“Sungguh dalam Habbatu sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali kematian” (HR.Bukhari).

“Konsumsilah minyak Zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak Zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Merutinkan mengkonsumsi madu tanpa menunggu sakit, sangat baik untuk anak-anak.

Moms, bila anak sedang demam tinggi, hindari membangunkan anak untuk mengecek suhu tubuhnya dengan termometer. Tidur lebih penting baginya agar demamnya cepat turun.

Rasulullah baginda yang pada dirinya terdapat suri tauladan segala aspek kehidupan, mencontohkan bagaimana beliau mengatasi penyakit demam.

“Sesungguhnya demam panas itu datang dari percikan api neraka, dinginkanlah ia dengan air” (Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Al-Musnad dan kitab-kitab lain dari hadist oleh Hassan dari Samurah, Nabi Saw bersabda:

“Demam adalah satu bagian dari api. Hilangkan ia dengan air.”

Nabi pun jika terserang demam, beliau meminta air dan menuangkannya diatas kepalanya.

Bahkan ada cerita menarik terkait demam yang diceritakan oleh Abu Hurairah, yakni telah terjadi perbincangan tentang demam dihadapan Rasulullah, lalu ada orang yang mencelanya, kemudian Rasulullah berkata: “Janganlah Anda mencela demam, sebab demam mampu membersihkan dosa seperti api membersihkan kotoran besi.”

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, menyembuhkan penyakit demam dapat dilakukan dengan 2 langkah, yaitu: Dengan di kompres dengan batu es dan minum air yang banyak untuk membantu organ tubuh terutama ginjal dalam melakukan tugasnya.

Dari pengetahuan yang cukup, semoga dapat mengurangi.

Nah, jangan panik ibu-ibu jika anak demam, mengikuti langkah-langkah yang telah dicontohkan Rasulullah semoga membawa kesehatan yang berkah bagi anak-anak.

Sumber:
Media-unik01.blogspot.com
AkuIslam.id
Muslimah.or.id
HelloSehat.com

Kata DDII Jateng Menyoal Andesit ‘Salib Raksasa’ Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustaz Aris Munandar mengaku terkejut atas munculnya ‘salib raksasa’ di koridor Jensud, Balaikota Solo.

Bentuk salib ini disebabkan pemasangan batu andesit oleh pihak pemkot Surakarta.

“Jadi kita sungguh sangat terkejut dengan pemkot,” katanya kepada jurniscom di Solo, Selasa (15/1/2019).

Oleh sebab itu, ia mengajak umat Islam untuk memprotes dan menolak dugaan upaya labelisasi terselubung kota Kristen di Solo tersebut.

“Jadi umat Islam wajib memprotes dan menolaknya,” ajak dia.

Aris mengatakan, untuk maslahat dan menjaga syariat, pola salib di sekitar Balaikota Solo itu harus dihapuskan.

HAM dan Penilaian Kasus Habib Rizieq

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma menilai, sikap pemerintah terhadap Habib Rizieq Syihab berlebihan dan tidak mendasar.

“Seolah penjahat besar oleh pemerintah,” katanya dalam acara ‘Kaukus Korban Hak Azasi Manusia dan Kriminalisasi Rezim Jokowi’ di Hotel Gren Alia Cikini, Jakpus, Selasa (15/01/2019).

Menurutnya isu yang dibuat pemerintah erhadapp imam besar Front Pembela Islam ini bentuk ketidakpedulian terhadap figur umat.

“Benar-benar tidak ada kepedulian,” pungkasnya.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada pemerintah untuk tetap berhati-hati terhadap tokoh umat Islam. Sebab, ketidakadilan akan membuat pergerakan umat mayoritas.

“Jangan sampai umat Islam hilang kesabaran dan marah,” tuturnya.

Activis Tionghoa Ini Pertanyakan Kelanjutan Tudingan Makar Tokoh Sebelum Aksi 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma mempertanyakan kelanjutan kasus makar yang ditujukan kepada sejumlah tokoh sebelum aksi 212 tahun 2016 lalu.

“Ini kasus kan udah 2 tahun. Tapi enggak ada kejelasannya,” katanya dalam acara ‘Kaukus Korban Hak Asasi Manusia dan Kriminalisasi Rezim Jokowi’ di Hotel Gren Alia Cikini, Jakpus, Selasa (15/01/2019).

Menurutnya, memberikan label makar kepada orang-orang dari pemerintah termasuk pelanggaran HAM berat.

“Padahal sampai sekarang belum jelas salahnya apa,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh beberapa korban HAM dan kriminalisasi rezim Jokowi. Antara lain Nelly Rosa Yulhiana, Asma Dewi, Ahmad Dhani serta disiarkan pernyataan Jonru Ginting dan Buni Yani melalui teleconference.

Telat Masuk? Sekolah Ini Terapkan Sanksi Unik dan Positif

BIMA (Jurnalislam.com) – Banyak cara dilakukan untuk memberi sanksi kepada siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib di sekolah. Namun, perlakuan berbeda diberikan siswa Madrasah Aliyah Negeri (Man) 1 Kabupaten Bima.

Di dalam memberikan sanksi kepada siswa yang terlambat, sekolah ini meminta untuk membaca Alquran sejumlah 1 juz.

“Agar lebih akrab dengan Alquran dan mencintainya,” kata Imanuddin, koordinator BP Man 1 Bima kepada jurniscom, Selasa (15/1/2019).

Ia mengatakan, sanksi seperti ini dapat mengubah prilaku siswa menjadi lebih baik, khususnya dalam segi rohaninya.

Sejumlah siswi yang telat masuk sekolah, membaca Alquran 1 Juz.

“Agar siswa disiplin dan terbiasa mengaji,” jelasnya.

Sementara itu, kepala sekolah Man 3 Kabupaten Sila Muhammad Amin Abdullah, mengapresiasi aturan ini.

Ia berharap sanksi positif tersebut menjadi inspirasi bagi sekolah lain, tidak hanya sekolah yang berbasis agama.

“Tapi juga bisa di ikuti oleh sekolah umum,” pungkasnya.

Reporter: Sa’ad

Perkara Hati dan Jenis Perusaknya

JURNALISLAM.COM – Melihat fenomena perpecahan, propaganda, bahkan agitasi yang dipertontonkan di jagat media, tidak sedikit yang merasa risih, kesal, bahkan lebih memilih untuk tidak peduli terhadap itu semua.

Kendati demikian, mungkin dari teman-teman ada yang bertanya, apakah itu bentuk kerusakan nalar sehat, atau permasalahan hati?

Menarik jika membahas masalah hati atau qalbu ini. Menjaga hati agar tetap sehat dan tidak rusak merupakan suatu hal yang penting, apalagi di zaman adu domba dan baper pada tahun politik tidak bisa terelakkan.

Tidak kurang, banyak cendekiawan menulis tentang perkara ini, Farid Ahmad Okbah salah satunya. Di dalam buku Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan ia menjelaskan perkara ‘segumpal daging’ ini.

Kebahagiaan seseorang akan mendalam ketika dia sudah dapat memuaskan jasad dan pikirannya, kemudian dilanjutkan dengan memuaskan qalbunya.

Qalbu akan merasakan sakit sebagaimana badan juga merasakan sakit, maka obatnya adalah istighfar, taubat, dan kembali kepada Allah.

Qalbu akan menjadi kusam sebagaimana kaca, sedangkan membersihkannya dengan berdzikir.

Qalbu akan telanjang seperti badan, sedangkan pakaiannya adalah taqwa. Qalbu juga dapat merasa lapar dan haus, sedangkan makanan dan minumannya adalah mengenal Allah, mencintai-Nya, tawakkal, serta kembali dan mengabdi kepada-Nya.

Penyebab Hati Menjadi Rusak

Setidaknya ada beberapa sebab hati dapat menjadi rusak:

1. Sebab kemusyrikan, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Allah SWT berfirman:

سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَاۤ اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا ۚ وَمَأْوٰٮهُمُ النَّارُ ؕ وَ بِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
“Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran: Ayat 151)

2. Berpaling dari kebenaran dan mengikuti hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

ؕ فَلَمَّا زَاغُوْۤا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
“… Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
(QS. As-Saff: Ayat 5)

Allah SWT berfirman:

ٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْا ؕ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
“… Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.”
(QS. At-Taubah: Ayat 127)

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahf: Ayat 28)

3. Kedengkian terhadap orang-orang mukmin.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.””
(QS. Al-Hasyr: Ayat 10)

4. Perbuatan dosa-dosa.

Allah SWT berfirman:

كَلَّا بَلْ ۜ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”
(QS. Al-Muthaffifiin: Ayat 14)

Jadi, tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan para ‘aktor’ saat ini disebabkan ada yang salah dalam hatinya.

Memang, sebaiknya hati harus dirawat dan dijaga dari apapun yang dapat merusaknya. Sebab jika rusak, rusaklah seluruh jiwa raga. Namun sebaliknya, jika baik, baiklah seluruh badan ini.

Mutiara Hati: Bagaimanapun Juga, Dunia Itu Tidak Kekal

JURNALISLAM.COM – Hidup di zaman revolusi industri 4.0 memang dituntut untuk tetap bekerja dan berfikir agar tidak tersisih yang berakhir ditelan bumi. Manusia seolah tidak dapat lepas dari persaingan perebutan dunia bak gunung emas Freeport yang disukai oleh berbagai pihak seantero bumi.

Memang, diakui jika manusia tidak berusaha menggapai kesuksesan dunia, mungkin makhluk sosial ini akan kesulitan mengarungi samudera luas kehidupan bahkan berujung pada keputus-asaan. Ada yang stress, menjadi pelaku kejahatan, bahkan ada yang menjadi orang gila.

Kendati demikian, sobat milenial agaknya harus mendengar nasihat atau mutiara hati Imam Ibnu Qoyyim  al-Jauziyyah dalam bukunya Fawaidul Fawaid terkait kata “Dunia” ini. Jauh dari abad Gadget seperti sekarang ia sudah menulis “Bagaimanapun juga dunia itu tidak kekal”.

Dalam bukunya bagian Mutiara Hati, ia mengatakan dunia bagaikan Pekerja Seks Komersial yang tidak bisa dimiliki selamanya oleh seorang laki-laki. Ia membujuk setiap laki-laki hanya agar mereka bersikap baik kepadanya.

Maka itu, sobat jangan mau membandingkan dunia dengan akhirat yang tentunya tidak sebanding. Karena, dunia itu tidak kekal, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal.

Perjalanan mencari dunia tak ubahnya perjalanan di hutan belantara yang penuh dengan binatang buas. Berenang mencari dunia bagaikan berenang di sungai yang penuh dengan buaya.

Kesenangan duniawi adalah kesedihan yang sesungguhnya. Kok bisa? Karena kebahagiaan duniawi mendatangkan kepedihan, dan kesenangannya mendatangkan kesedihan.

Manusia yang selalu mengejar dunia ibarat seekor burung yang mengejar biji-bijian dengan instingnya, dan hanya mata akallah yang menyadari adanya jebakan, sementara hawa nafsu tidak dapat melihatnya.

“Pandangan ridha menutupi segala keburukan. Pandangan benci mengungkap segala kebusukan,” ucap salah seorang penya’ir.

Syahwat duniawi senantiasa terlihat indah dalam pandangan manusia. Namun orang-orang yang beriman kepada hal-hal ghaib akan menundukkan pandangannya terhadap keinginan duniawi, sedangkan orang-orang yang memperturutkan syahwatnya terjerumus ke dalam lembah penyesalan.

“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S Al-Baqarah: 5)

Itu untuk golongan pertama, sedang yang kedua, Allah berfirman:  “’Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!’” (QS. Al-Mursalaat: 46)

Tatkala orang-orang mendapatkan taufik mengetahui kadar kehidupan dunia yang begitu singkat, maka mereka pun memberangus hawa nafsunya demi kehidupan abadi di akhirat kelak. Setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang, samar-samar mereka mulai melihat tempat yang dituju.

Hal ini membuat jarak yang jauh menjadi terasa dekat. Setiap kali kehidupan terasa pahit bagi mereka, seketika itu pula kehidupan terasa manis bila mereka teringat akan hari yang disebutkan dalam firman Allah.

“Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Al-Anbiyaa’: 103)

Begitulah sobat muda, mengejar dunia dan seluruh isinya memang baik, namun tetap seimbang dengan memikirkan tempat kembali, yakni akhirat.

Dalam syair diungkapkan:

Dan kafilah yang bertolak ketika malam menurunkan tirainya menutup jalan mendaki nan gelap gulita

Tekad mereka sama sekali tak berorientasi duniawi sehingga perjalanan mereka benar-benar karena kebulatan hati

Bintang syira (mizan) dan bintang kejora memperlihatkan kepada mereka arah yang dapat mereka ikuti

Ketika tekad telah tertancap di medan kesunggujan mereka benamkan tombak kedermawanan di dada orang dermawan.

Rumah Sakit Islami Ini Raih Akreditasi Paripurna

BOGOR (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor memperoleh akreditasi paripurna. Akreditasi tersebut diberikan secara resmi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melalui laman kars.co.id.

Dalam laman resmi KARS mengumumkan bahwa RS yang kerap melantunkan ayat suci Alquran di ruangan pasien ini telah memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) versi 1 tahun 2018, dan dinyatakan lulus tingkat paripurna.

Dirut RS Ummi, dr. Rifki Yusup, MARS, mengatakan bahwa pencapaian tersebut akan dimanfaatkan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

“Semoga proses akreditasi yang sudah dilalui dapat kita jadikan sebagai pintu masuk untuk perbaikan mutu, dan peningkatan pelayanan,” kata dr. Rifki sesaat ditemui Jurnis di Kantornya, Bogor, Rabu (09/01/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi RS Ummi, dr. Fitriandina mengatakan bahwa raihan ini juga sebagai tahapan agar terus melakukan perbaikan.

“Tahapan demi tahapan perbaikan masih harus kita hadapi, evaluasi demi evaluasi peningkatan mutu dan keselamatan pasien akan terus kita lakukan, tidak lain untuk RS Ummi yang lebih baik,” ujarnya.

Rumah sakit yang berada di Jalan Empang II ini memiliki motto memberikan pelayanan tanpa memandang status seseorang. Maka rumah sakit lebih konsen memberikan pelayanan kepada pasien BPJS. Selain itu suara tilawah selalu terdengar di setiap ruangan rumah sakit.

Bersama Forum Ormas Islam, Pemkot Blitar Segel 8 Tempat Hiburan Malam

BLITAR (Jurnalislam.com) – Forum Ormas Islam ikut dalam proses penutupan sejumlah tempat hiburan malam di Kota Blitar, Rabu (9/1/2019).

Penutupan sementara yang dilakukan oleh petugas Satpol PP ini dengan cara, memasang spanduk segel ukuran besar yang bertuliskan ‘ditutup untuk keperluan evaluasi’.

“Kalau melihat bahasa disegelnya iya. Tapi dari DPRD, Pemkot dan Ormas Islam Blitar semua sepakat untuk mengawal sampai betul-betul ijin karaoke di Blitar dihapus,” kata pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah Blitar, Syamsul yang tergabung dalam Forum Ormas Islam disela-sela aksi.

Samsul menilai, bahwa penyegelan ini baru tahap awal dari perjuangan.

Senada dengan itu, ketua Forum Ormas Islam Blitar Raya, Akbar Harir tidak ingin di Blitar ada tempat hiburan malam beroperasi.

“Blitar sebagai kota nasionalis agamis kami tidak ingin ada penyakit masyarakat yang dibiarkan beroperasi dan meracuni jiwa generasi muda dan masyarakat Blitar,” tegasnya, yang juga ikut menyaksikan proses penyegelan.

Petugas menutup tempat karaoke di Hotel Puri Perdana, Jl Anjasmoro, Kota Blitar. Kemudian dilanjut ke Kafe Jojoo, Kafe di Hotel Grand Mansion, Kafe Gorame, Kafe Vivace, Kafe Next, Kafe Mega’ss dan Kafe 999.

Selain bermasalah dengan ijin usaha, tempat hiburan malam tersebut menurut laporan masyarakat, diduga juga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi terselubung.