Pemimpin Oposisi Sudan Syeikh Hassan al-Turabi Wafat

SUDAN (Jurnalislam.com) – Politisi Sudan yang terkenal Hassan al-Turabi, seorang veteran yang membentuk Partai Kongres Populer (the Popular Congress Party-PCP), telah meninggal dunia di Khartoum pada usia 84, Aljazeera melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

TV Omdurman yang dikelola negara mengatakan bahwa pemimpin PCP tersebut meninggal pada hari Sabtu di Rumah Sakit Internasional Perawatan Kerajaan (the Royal Care International Hospital) di ibukota Sudan.

Turabi memainkan peran kunci dalam kudeta 1989 yang berhasil mengangkat Presiden Omar al-Bashir.

Al Bashir terjatuh keluar 10 tahun kemudian dan Turabi menjadi salah satu kritikus yang paling sengit, dan membentuk PCP.

Turabi adalah satu-satunya politisi Sudan yang mendukung surat perintah penangkapan Bashir oleh Mahkamah Pidana Internasional (the International Criminal Court-ICC) atas tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida atas perilaku rezim saat konflik di Darfur.

Dia ditahan beberapa kali selama karir politiknya, termasuk pada bulan Januari 2009, hanya dua hari setelah ia mendesak Bashir untuk menyerah kepada ICC.

Turabi memperoleh gelar master hukum dari London dan gelar doktor dari Universitas Sorbonne di Paris.

Dia berbicara bahasa Inggris, Perancis dan Jerman dengan lancar serta Arab.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

687 Orang Tewas dalam Seminggu Gencatan Senjata Parsial Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian penghentian perperangan dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau, lansir Aljazeera, Sabtu (05/03/3016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pada hari Sabtu saja bahwa sedikitnya 45 oposisi moderat, serta 32 warga sipil, termasuk tujuh anak, berada di antara korban tewas.

Kemudian 25 tentara rezim Bashar al-Assad serta 27 pasukan milisi Kurdi Suriah juga tewas.

SOHR yang berbasis di Inggris memonitor perang global lima tahun di negara itu, yang secara keseluruhan telah menewaskan lebih dari 270.000 orang dan mengakibatkan jutaan pengungsi.

Bantuan kemanusiaan pada hari Jumat mencapai daerah dekat ibukota Suriah, Damaskus, di mana pertempuran telah terjadi di antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Nushairiyah, dan kelompok oposisi mengatakan tidak cukup bantuan yang mereka dapatkan.

Mengambil keuntungan dari jeda pertempuran, konvoi bantuan makanan dan perlengkapan lainnya untuk 20.000 orang meninggalkan Damaskus menuju distrik Timur Ghouta di timur, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

PBB memperkirakan bahwa ada hampir 500.000 orang yang hidup di bawah pengepungan rezim, dari total 4,6 juta yang sulit dijangkau dengan bantuan.

Di tempat lain, didukung oleh gencatan senjata, pengunjuk rasa di daerah yang dikuasai oposisi turun ke jalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun untuk unjuk rasa menentang rezim di bawah slogan "Revolusi Berlanjut!" , di Aleppo, Damaskus, Deraa dan Homs menyerukan kejatuhan Presiden Assad.

Menteri asing global – dengan hati-hati memuji "kemajuan nyata" gencatan senjata, mengatakan bahwa fokus sekarang adalah meyakinkan semua pihak untuk kembali ke perundingan perdamaian yang ditengahi PBB di Swiss yang sementara ditetapkan untuk Rabu depan.

"Kami ingin cepat kembali ke negosiasi di Jenewa, tapi dua syarat harus dipenuhi: akses bagi semua warga Suriah untuk bantuan kemanusiaan, dan rasa hormat penuh terhadap gencatan senjata," Jean-Marc Ayrault, menteri luar negeri Perancis, mengatakan pada pertemuan di Paris pada hari Jumat yang diadakan untuk membahas gencatan senjata.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

AQAP Gelar Tabligh Akbar Ajak Penduduk Mukallah Bergabung dengan Anshar Syariah

YAMAN (Jurnalislam.com) – Media yang dijalankan oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) merilis puluhan gambar baru dari kota Mukallah, ibukota provinsi timur Yaman Hadhramaut. Kota ini penuh dalam kendali AQAP sejak awal April 2015. Foto, terlihat di bawah, menunjukkan mujahidin menyelenggarakan Tabligh Akbar, dalam mengajak dan merekrut masyarakat.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Jumat (04/03/2016), AQAP membuka Twitter baru untuk lembaga berita Al Ather pada bulan Januari. Twitter ini dimaksudkan untuk memberitakan pemerintahan Anshar al Syariah, penegakan hukum syariah, dan kegiatan sosial lainnya di daerah penduduk yang dikuasai AQAP sejak tahun lalu. Anshar al Syariah adalah sebuah nama yang digunakan oleh AQAP untuk memperkenalkan diri pada penduduk setempat.

Dengan memberikan  pemahaman tentang pentingnya hukum syariah kepada masyarakat, pemimpin dan anggota AQAP berharap untuk mengajak lebih banyak kaum Muslim.

Pada tanggal 23 Januari, Al Ather mulai menerbitkan foto dan video karya Anshar al Syariah. Media AQAP ini terus menghasilkan konten berkualitas tinggi sejak saat itu, termasuk foto-foto pertemuan di Mukallah.

Secara luas diyakini bahwa al Qaeda adalah organisasi jihad Global yang berfokus pada tegaknya Syariat serta serangan profil tinggi pada musuh-musuh Barat (AS dan sekutunya). Cabang Al Qaeda ini memfokuskan sebagian besar perjuangannya untuk mengobarkan perlawanan di seluruh Afrika dan Timur Tengah. Dan membangun hubungan baik kepada masyarakat muslim dan dukungan rakyat untuk mencapai keberhasilan.

Gambar yang dirilis dari Mukallah tersebut sekarang sudah menjadi pemandangan yang biasa. Acara sejenis telah diselenggarakan di Libya, Suriah dan di tempat lain.

Tujuan Al Qaeda adalah untuk menanamkan Aqidah Islam mereka dalam populasi masyarakat muslim di dunia. AQAP menggunakan peristiwa seperti di Mukallah untuk meyakinkan generasi baru agar percaya bahwa Al Qaeda mewakili dan bagian dari mereka dan Islam.

Ini adalah salah satu penyebab mengapa negara-negara Barat dan sekutu mereka mengalami perang panjang melawan Al Qaeda, karena mereka tidak memahami ini.

Berikut adalah gambar-gambar yang dirilis oleh Al Ather dari acara di Mukallah, yang dimulai awal bulan ini dan berlangsung setidaknya dua hari. Dua dari foto menunjukkan Khalid al Batarfi, seorang veteran al Qaeda yang dibebaskan dari penjara Yaman tahun lalu, memberikan ceramah di layar lebar. Kata-kata "O Aqsha, Kami Datang,” merujuk ke pembebasan Yerusalem (Palestina), dapat dilihat pada banner al Qaeda di panggung utama.

 

Deddy |TLWJ | Jurnalislam

Pengadilan Turki akhirnya Penjarakan Dua Orang atas Kematian Aylan Kurdi

TURKI (Jurnalislam.com) – Dua warga Suriah telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas kecelakaan perahu yang merenggut hidup balita Suriah, Aylan Kurdi, melambangkan penderitaan pengungsi Suriah yang putus asa ke seluruh dunia, lansir World Bulletin, Jumat (04/03/2016).

September lalu, bocah Kurdi 3 tahun tersebut adalah salah satu dari 14 pengungsi Suriah yang berada di atas perahu, termasuk delapan anak-anak, yang tubuh tak bernyawanya terdampar di pantai dekat resor Bodrum Turki, di provinsi Aegean Mugla Turki, setelah perahu mereka tenggelam dalam perjalanan ke pulau-pulau Aegean di Yunani.

Pengadilan Pidana Tinggi Bodrum menghukum dua warga Suriah, Muwafaqah Alabash dan Asem Alfred, penyelundup migran dalam kecelakaan mematikan dengan tuduhan "menyebabkan kematian karena kelalaian yang disengaja."

Provinsi di Aegean Turki – Canakkale, Balikesir, Izmir, Mugla dan Aydin – adalah titik-titik utama untuk pengungsi yang berangkat ke Uni Eropa, dengan banyaknya pulau-pulau Yunani yang terhampar sepanjang pantai Turki.

Tahun lalu, ratusan ribu pengungsi melakukan perjalanan singkat namun berbahaya untuk mencapai wilayah utara dan barat Eropa dalam mencari kehidupan yang lebih baik.

Dari lebih dari 1,1 juta pengungsi yang tiba di Uni Eropa tahun lalu, lebih dari 850.000 tiba melalui laut ke Yunani dari Turki, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM). Selama tahun ini, 805 orang tewas di Aegean.

Rata-rata dua anak tenggelam setiap hari sejak September 2015 saat keluarga mereka mencoba untuk menyeberangi Laut Tengah bagian timur, dan jumlah kematian anak meningkat, menurut IOM, UNHCR, dan UNICEF.

Sejak September lalu, lebih dari 340 anak-anak, banyak dari mereka bayi dan balita, telah tenggelam di Mediterania timur.

Baca juga:

Erdogan: Dunia Barat Harus Bertanggung Jawab atas Tragedi Aylan Bersaudara

Aylan Kurdi, Balita yang Mengguncang Dunia dalam Kenangan Polisi Turki

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lagi, Pasukan Israel Hancurkan Puluhan Rumah dan Sekolah Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menghancurkan puluhan bangunan termasuk sebuah sekolah di utara Tepi Barat pekan ini, menyebabkan 10 keluarga kehilangan tempat tinggal, kata PBB, Jumat (04/03/2016), lansir World Bulletin.

Penghancuran berlangsung pada hari Rabu di Desa Khirbet Tana, selatan Nablus di Tepi Barat utara.

Secara total, 41 bangunan hancur, menggusur 36 warga Palestina termasuk 11 anak-anak, kata badan kemanusiaan PBB dalam sebuah pernyataan.

Zionis secara teratur menghancurkan rumah yang mereka klaim dibangun tanpa izin dari penjajah Israel.

Palestina dan pendukung mengatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan izin di bagian Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh penjajah Israel, yang dikenal sebagai Area C, yaitu sekitar 60 persen dari wilayah itu.

Pekan lalu Uni Eropa mengecam pemerintah zionis setelah mereka menghancurkan sebuah sekolah yang didanai oleh pemerintah Perancis.

Nickolay Mladenov, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, mengatakan bulan lalu jumlah penghancuran tersebut meningkat tiga kali lipat sejak awal tahun ini.

"Sejak awal 2016, Israel telah membongkar rata-rata 29 bangunan milik Palestina per minggu, tiga kali lipat rata-rata mingguan di tahun 2015," katanya.

Pasukan Israel membuldoser 15 rumah di Khirbet Tana.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Serangan Udara Pertama di Benteng Oposisi Moderat Suriah Sejak Gencatan Senjata

SURIAH (Jurnalislam.com) – Benteng utama oposisi di timur ibukota Suriah dihantam setidaknya dua serangan udara pada Jumat (04/03/3016), dalam serangan udara pertama di sana sejak dimulainya gencatan senjata, kata sebuah lembaga monitor, World Bulletin melaporkan Jumat.

"Dua serangan udara menghantam tepi kota Douma di Timur Ghouta dan satu orang tewas," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Dia mengatakan serangan dilakukan oleh salah satu pesawat rezim Suriah atau Rusia, dan tidak bisa diidentifikasi apakah individu yang tewas adalah warga sipil atau pejuang.

Observatorium juga mengatakan pasukan rezim Syiah Nushairiyah Suriah menembakkan roket dekat dengan kota yang dikuasai oposisi di barat laut Suriah pada hari Jumat dalam perluasan operasi yang terus berlangsung di daerah itu meskipun gencatan senjata sudah dimulai.

Penembakan berat dan serangan roket mendarat di sekitar kota Ghasaniya, yaitu antara perbatasan Turki dan kota yang dikuasai mujahidin Jisr al-Shughour di provinsi Idlib, kata Observatorium. Namun tidak ada berita mengenai korban.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Media Zionis: Hamas Sedang Persiapkan Serangan Laut ke Militer Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Koran Israel Jerusalem Post menyatakan, Hamas kini sedang mempersiapkan serangan militer menarget militer laut (marinir) Israel dalam pertempuran mendatang, lansir Infopalestina Sabtu (05/03/2016).

Mengutip sumber angkatan laut Israel, Jerusalem Post berbahasa Inggris menyatakan, Hamas merencanakan serangan dengan board air siluman dan kini sedang mempersiapkan masuk dalam pertempuran dengan Israel di masa yang akan datang. Dalam perang itu Hamas ingin memukul Israel dengan kerugian angkatan laut lebih cepat.

Sumber Israel menegaskan, kini pihak Israel juga sudah melatih board air jenis patroli 916 untuk mengantisipasi sekenario di atas di lepas laut Gaza. Menurut mereka, Hamas akan menggunakan teknis mengelabui board air seperti perahu nelayan.

Israel menambahkan, Hamas sedang memperbaiki unit-unit komandos air dan membentuk pasukan laut khusus yang lebih memiliki kemampuan di banding sebelumnya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

 

Turki Siap Serang Posisi Milisi komunis PYD di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki belum menyerang kembali  posisi milisi Komunis Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (Syrian Kurdish Democratic Union Party-PYD) dan sayap bersenjatanya, Unit Perlindungan Rakyat (the People's Protection Units-YPG) di Suriah sejak gencatan senjata parsial  dilaksanakan pekan lalu, kata seorang pejabat Turki, Kamis (03/03/2016), lansir World Bulletin.

Sejak pertengahan Februari, artileri howitzer Turki telah ditempatkan di dalam perbatasan berturut-turut pada saat membombardir target PYD dan YPG, di dalam Suriah, yang militer katakan dalam rangka membalas serangan artileri mereka.

Tapi Washington telah mendesak Ankara untuk menghentikan serangan, dengan kekhawatiran meningkatnya pertempuran sampai gencatan senjata.

Sejak itu, tidak ada laporan bahwa Turki menembaki PYD, yang oleh Ankara katakana sebagai cabang milisi komunis Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang dilarang.

"Kami tidak menargetkan PYD sejak penghentian permusuhan," kata pejabat itu, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Gencatan senjata parsial bentukan AS-Rusia, yang mulai berlaku pada Jumat tengah malam (22.00 GMT), tidak berlaku untuk seluruh afiliasi Al-Qaeda di Suriah seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok Islamic State (IS).

Pejabat itu menekankan bahwa Turki "ingin agar gencatan senjata ini berjalan" tapi "cemas" akan adanya pelanggaran oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dan sekutu Rusia-nya.

Isu Kurdi Suriah telah menyebabkan keretakan yang jarang terjadi antara Ankara dan Washington, yang menganggap milisi Komunis YPG sebagai kekuatan tempur paling efektif di lapangan dan menolak tekanan Turki untuk mengklasifikasikan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jubir Hamas: Setelah Ini Pemukim Zionis akan Menerima Serangan yang Menakutkan

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Juru bicara Hamas, Husam Badran mengatakan, berulangnya penyerangan yang dilakukan pemuda Palestina terhadap permukiman Israel di Tepi Barat mengisyaratkan tahap berikutnya akan sangat menakutkan bagi mereka, lansir Infopalestina, Kamis (03/03/2016).

Badran memuji sejumlah operasi ganda yang dilakukan dua pemuda Palestina sore kemarin di gerbang permukiman harbarokha dekat bukit Jarzem, sebelah selatan Nablus yang melukai dua serdadu Zionis. Keduanya berhasil melarikan diri pasca serangan tersebut. Badran juga mengucapkan selama atas operasi penembakan yang dialkukan sejumlah pejuang Palestina malam hari kemarin di dekat permukiman Rahalem, selatan Nablus yang melukai seorang tentara Israel.

Pejabat Hamas ini menegaskan, sejumlah operasi penyerangan tersebut, muncul sehari setelah operasi penyerbuan ke permukiman Aliyah Israel yang dilakukan dua syuhada, Labib azam dan Muhammad Zaglun. Aksi tersebut membuat seluruh warga permukiman di Tepi Barat ketar ketir, walau mendapat penjagaan ketat dari keamanan.

Ia menambahkan, para pemuda Palestina sudah sangat paham, permukiman Zionis di Tepi Barat telah melukai dan menghabisi wilayah mereka. Tentu perlawanan ini tidak akan pernah berhenti akan terus berulang.

Pada hari-hari berikutnya, permukiman yahudi Israel akan mendapat kejutan demi kejutan atas serangkaian serangan para pemuda Palestina yang tak diperkirakan sebelumnya.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

PBB: Gencatan Senjata Suriah yang Rapuh tetap Berlangsung di Tengah Pertempuran

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan gencatan senjata bersyarat yang dimulai di Suriah pada hari Sabtu lalu (27/02/2016) telah membuat "kemajuan yang signifikan", meskipun berlangsung pertempuran di beberapa kota dan daerah, saat Inggris dan Perancis menyerukan Rusia dan rezim Suriah untuk menghentikan serangan mereka terhadap kelompok oposisi moderat, lansir Aljazeera Kamis (03/03/2016).

Setelah pertemuan puncak Perancis-Inggris, pada hari Kamis, Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan keprihatinan mereka bahwa pasukan oposisi moderat terus menjadi sasaran di Suriah.

"Kami meminta semua pihak yang melakukan pelanggaran HAM, termasuk Rusia dan rezim Suriah, untuk segera mengakhiri serangan terhadap kelompok oposisi moderat," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Pertemuan itu terjadi satu hari sebelum Hollande dan Cameron, bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, dijadwalkan bertemu untuk membahas gencatan senjata dalam sebuah conference call dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Besok adalah kesempatan bagi para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman untuk bersama-sama … dan menegaskan kepada Presiden Putin bahwa kita memerlukan gencatan senjata ini untuk bertahan, menjadi salah satu yang abadi dan membuka jalan bagi transisi politik yang nyata," kata juru bicara Cameron kepada wartawan.

Gencatan senjata parsial antara pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad dan pejuang oposisi moderat mulai berlangsung hampir sepekan. Tapi seluruh afiliasi Al Qaeda, Jabhah Nusrah dan sekutunya  tidak termasuk dalam gencatan senjata.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam